Unit 2C - Penilaian

UNIT 3 Jurnal Reflektif

USAID DBE3 Relevant Education for Youth

115

Unit 3 . Guru akan terbantu untuk meneruskan dan memperbaharui hal-hal yang sudah baik. Dengan mempelajari cara refleksi dan mempraktikkannya selama dan sesudah pelatihan. merenungkan dan menganalisis apa saja yang dilakukannya dan pengaruhnya pada pembelajaran murid. banyak guru yang hanya mendeskripsikan apa yang terjadi dan menilai peristiwa-peristiwa pada kulitnya saja. Dalam unit 1 ini guru akan berlatih berefleksi dan menuliskan hasil refleksi mereka dalam Jurnal Reflektif. Pada waktu diminta berefleksi dan menuliskan hasil refleksinya. Sarana yang dapat membantu guru melakukan refleksi adalah Jurnal Reflektif. akan dapat menemukan kelebihan dan kelemahan proses belajar mengajar mereka. Tujuan dan Hasil Belajar Diakhir kegiatan ini peserta mampu: • Membedakan tulisan dalam Jurnal yang deskriptif dan reflektif. • Menggunakan Jurnal Refleksi sebagai salah satu sarana pengembangan profesionalisme guru. tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jurnal Reflektif merupakan kumpulan catatan perenungan dan analisis guru tentang proses belajar mengajar sehari-hari di kelas serta rencana tindak lanjut untuk hal-hal yang ditemukan dalam perenungannya. Guru yang dapat berefleksi. dan mencari jalan keluar untuk memecahkan kelemahan mengajar yang ditemukannya dan masalah belajar yang dihadapi siswanya.Jurnal Reflektif Unit 3 Jurnal Reflektif Pendahuluan Kemampuan merefleksikan pelaksanaan belajar mengajar sehari-hari di kelas merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikembangkan guru. • Melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang dialami selama pelatihan dan menuliskannya dalam Jurnal Reflektif. diharapkan guru dapat meningkatkan kemampuan berefleksi tentang proses dan hasil belajar mengajar di kelas. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 117 .

3. 2.2 3 potongan kertas pendek untuk tiap peserta (untuk menulis YA atau TIDAK) Waktu Waktu yang digunakan untuk unit ini adalah 90 menit. satu untuk setiap peserta untuk menuliskan jurnal reflektif mereka Kertas plano Spidol Tayangan handout 2. 3. Buku tulis. 2. 118 USAID DBE3 Relevant Education for Youth .1 dan 2. 5. Proyektor LCD Laptop atau personal computer untuk presentasi Layar proyektor LCD Fasilitator harus tetap siap dengan persiapan alternatif apabila peralatan yang diharapkan tidak tersedia. 4. Sumber dan Bahan 1.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna .Paket Pelatihan 3 Pertanyaan Kunci Apakah yang harus ada dalam Jurnal Reflektif guru supaya Jurnal Reflektif tersebut bermanfaat bagi perbaikan proses belajar mengajar guru? Petunjuk Umum Kegiatan dilaksanakan secara pleno. ICT 1. namun peserta duduk berdasarkan kelompok mata pelajaran. 4. 6.

Unit 3 . dan pertanyaan kunci yang sebaiknya USAID DBE3 Relevant Education for Youth 119 . (2) Fasilitator menjelaskan latar belakang. 6. tujuan sesi.Jurnal Reflektif 5. di sekolah. Scanner LCD yang berprojector Energizer Ringkasan Sesi Introduction 10 menit Menjelaskan latar belakang dan tujuan sesi Connection 15 menit Application 60 menit Reflection 5 menit Peserta menilai diri sendiri seberapa jauh tujuan unit ini tercapai dan pertanyaan kunci terjawab. di MGMP. Perincian Langkah-langkah Kegiatan Introduction (10 menit) (1) Peserta duduk berdasarkan mata pelajaran. Extension • Curah pendapat tentang pengembangan profesionalisme guru Curah pendapat tentang kegiatan refleksi • • Membahas diagram siklus refleksi Membedakan jurnal reflektif dari yang deskriptif Menulis jurnal belajar Mendiskusikan jurnal yang ditulis Memperbaiki jurnal • • • • • • Menulis jurnal reflektif di akhir kegiatan pelatihan setiap hari dan setelah kembali ke sekolah Membahas kemungkinan siswa menulis Jurnal Refleksi secara infomal selama pelatihan.

Kegiatan-kegiatan apa sajakah yang telah dilakukan guru sehingga mereka bisa berkembang menjadi guru yang lebih baik atau profesional? 120 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . Catatan untuk Fasilitator Banyak guru yang telah menulis Jurnal Mengajar atau Agenda Kelas. penguasaan bidang studi. Kolom catatan biasanya lebih sering kosong.Paket Pelatihan 3 diingat peserta selama mengikuti sesi ini. kelas. Jurnal Mengajar atau Agenda Kelas selama ini lebih bersifat administratif. catatan reflektif tersebut bisa juga dilampirkan pada RPP yang telah lewat sehingga setiap RPP yang telah digunakan memiliki catatan proses pelaksanaannya. Catatan yang reflektif akan menjadi pembimbing guru untuk bisa mengajar lebih baik dan tidak mengulang kesalahan yang sama. uraian kegiatan. Jawaban ditulis di potongan kertas pendek tanpa nama. 1 Connection (15 menit) 1) Fasilitator memulai diskusi dengan mengajak peserta menjawab pertanyaan berikut.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . Kertas pendek kemudian dikumpulkan di tengah meja kelompok dan dihitung jumlah ’YA’ dan ’TIDAKNYA’ nya. Jurnal Mengajar atau Agenda Kelas tersebut bisa dibuat lebih inspiratif dengan cara menuliskan refleksi guru pada kolom catatan. kepribadian sebagai pendidik? Peserta menjawab dengan jujur YA atau TIDAK sebanyak 3 kali secara individual tanpa diskusi. dan catatan. 2. a. apakah anda telah berkembang menjadi guru yang semakin baik atau profesional dari segi: 1. yaitu berisi hari/tanggal mengajar. RPP menjadi lebih bagus dan pelaksanaan proses belajar mengajar lebih efektif karena guru telah belajar dari kelebihan dan kekurangan proses yang telah lewat... Sejak pertama mengajar hingga saat ini. Atau. jumlahTIDAK < YA = merugi) 2) Fasilitator memberikan pertanyaan selanjutnya. Kemudian Jumlah ’YA’ dibandingkan dengan jumlah ’TIDAK’. ketidakhadiran siswa. 3. yaitu: b. (kesimpulan: jumlah YA>TIDAK = beruntung. Hal ini akan sangat berguna sebagai masukan ketika guru menyusun dan melaksanakan ulang RPP tersebut. kemampuan mengajar.. Tujuan dan pertanyaan kunci membimbing peserta mengevaluasi diri pada akhir sesi untuk mengetahui apakah mereka telah bisa mencapai tujuan sesi. Fasilitator kemudian meminta kelompok menyimpulkan apakah mereka termasuk orang-orang yang beruntung atau merugi dalam hidupnya. jam ke.

seminar. 2 3) Fasilitator menyampaikan bahwa pada sesi ini peserta akan belajar melakukan kegiatan yang bisa dilakukan secara pribadi yang bisa membantu guru menjadi lebih profesional. mengamati. menganalisis berbagai kemungkinan. mempertanyakan. banyak membaca bacaan yang bermanfaat.Wakil kelompok menyampaikan hal-hal yang sebaiknya dilakukan seorang guru ketika melakukan refleksi (lihat catatan 3). menulis karya ilmiah. bergantian mengamati dan diamati ketika mengajar. Fasilitator menyampaikan bahwa pada dasarnya refleksi berkaitan dengan kegiatan merenung. b. merenung. dan merencanakan tindak lanjut untuk perbaikan. dsb). Memperkenalkan Siklus Refleksi (15 menit) a. Application (60 menit) 1. melaksanakan refleksi terhadap tindak pembelajarannya. melakukan penelitian tindakan kelas. melakukan studi banding. korespondensi dengan pakar dan sejawat.Unit 3 .Jurnal Reflektif Fasilitator membimbing guru curah pendapat singkat tentang kegiatan-kegiatan yang bisa membuat mereka berkembang lebih profesional (lihat catatan 2). Kumpulan catatan hasil refleksi bisa disebut sebagai Jurnal Reflektif. mengevaluasi kebermanfaatannya . dan yang lain). lesson study. memikirkan dengan sungguh-sungguh suatu peristiwa. mengikuti pelatihan. Jurnal yang bermanfaat bagi perkembangan profesionalisme guru adalah jurnal yang mengandung unsur refleksi. Fasilitator menyampaikan bahwa beberapa jurnal yang telah ditulis guru kebanyakan masih berupa deskripsi perisiwa saja. Fasilitator membagikan handout 3. berdiskusi dengan sejawat.1 yang berisi diagram siklus refleksi dan meminta peserta untuk membandingkannya dengan ide yang muncul pada curah gagasan kemudian menndiskusikannya. (alternatif jawaban: berpikir. Catatan untuk Fasilitator Beberapa kegiatan yang bisa menjadi sarana bagi guru untuk mengembangkan diri adalah mengikuti kegiatan MGMP. Fasilitator bertanya: 4) • Apa yang dilakukan seorang guru ketika dia melakukan refleksi? Peserta melakukan curah pendapat. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 121 . yaitu kegiatan refleksi. bercermin secara lahir dan batin. dan lokakarya.

murid-murid malas tidak mau belajar.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna .Paket Pelatihan 3 Catatan untuk Fasilitator Apakah yang dilakukan seorang guru ketika berefleksi? Alternatif jawaban: 3 • mendeskripsikan peristiwa yang dialami. Fasilitator menayangkan/membagikan “contoh jurnal belajar”. mengikuti kegiatan MGMP. 122 USAID DBE3 Relevant Education for Youth .2) • • • 2. menemukan. dan rencana ke depan karena orientasi jurnal reflektif adalah semakin meningkatnya kemampuan guru saat ini dan esok. (Lihat handout 3. sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. dan membahas perbedaan di antara contoh jurnal tersebut dengan menemukan kata/frase/ kalimat yang menunjukkan berpikir reflektif. menyimpulkan apakah yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan kalau peristiwa tersebut terjadi lagi. dan merencanakan suatu tindak lanjut untuk perbaikan. b. Yang disebut peristiwa misalnya adalah mengikuti kegiatan pelatihan. Fasilitator menyampaikan bahwa yang penting dari jurnal reflektif adalah adanya evaluasi kebermanfaatan/kelemahan-kelebihan. Setelah berpasangan. kelompok menyimpulkan jurnal manakah yang lebih reflektif yang memberikan inspirasi perbaikan pembelajaran. dll. Membahas contoh refleksi (15 menit) a. c. Fasilitator membagikan notebook / buku tulis dan meminta peserta menulis jurnal reflektif atas pengalaman belajar mereka pada UNIT 2C. bermanfaat/tidak bermanfaat? Menganalisis untuk memahami mengapa peristiwa tersebut terjadi. mengungkapkan perasaan atau pikiran guru tentang peristiwa yang dialami mengevaluasi peristiwa tersebut: apakah peristiwa tersebut merupakan hal yang baik/buruk. b. 3. Fasilitator meminta setiap wakil kelompok untuk menyampaikan kesimpulannya. murid-murid antusias mengikuti pembelajaran. sebagian bersifat deskriptif dan yang lain lebih reflektif. analisis penyebab. Fasilitator meminta peserta untuk menggunakan siklus refleksi untuk menilai contoh-contoh tersebut. Fasilitator meminta peserta mengingat status mereka sebagai peserta dalam pelatihan dan menggunakan diagram siklus refleksi sebagai panduan menulis. peserta diminta membaca. Praktik menulis refleksi di Jurnal Reflektif (15 menit) a. Secara berpasangan. mencoba tehnik mengajar baru.

b. Pada dasarnya penulisan jurnal reflektif yang dilakukan secara teratur akan meningkatkan mutu proses pembelajaran dan sekaligus profesionalisme mereka . Fasilitator meminta peserta saling bertukar jurnal dan membahas apakah Jurnal yang dibaca sudah reflektif berdasar atas siklus refleksi. Selama pelatihan. Sharing Jurnal Reflektif (15 menit) a. setiap hari di akhir pelatihan peserta menuliskan refleksinya atas proses belajar yang mereka alami dikaitkan dengan status mereka sebagi guru yang selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Fasilitator menayangkan salah satu contoh refleksi yang dibuat peserta dan mengkaji tingkat reflektifnya berdasarkan siklus refleksi (untuk penguatan) d. Extension 1. c. Peserta membahas di antara mereka (di MGMP atau secara informal pada jam-jam istirahat selama pelatihan) kemungkinan penerapan Jurnal Reflektif untuk para siswa dan manfaat yang bisa dimunculkan dari penerapan itu.Jurnal Reflektif 4. 2. Reflection (5 menit) Fasilitator menayangkan tujuan dan pertanyaan kunci sesi ini dan meminta peserta mengevaluasi diri untuk mengukur seberapa jauh mereka telah mencapai tujuan sesi. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 123 . Fasilitator meminta peserta memperbaiki bagian jurnal (aspek analisis).Unit 3 . Pesan Utama Jurnal reflektif dapat menjadi sumber inspirasi untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Fasilitator meminta peserta untuk saling mengembalikan jurnal Reflektif kepada pemiliknya dan pemilik memperbaiki jurnal berdasarkan masukan teman.

Analisis Apa yang anda pahami dari peristiwa/pengalaman itu? Mis: Mengapa hanya beberapa anak yang aktif bekerja dalam kerja kelompok? 3. Kesimpulan Apa yang seharusnya dilakukan/sebaiknya dilakukan? 4. Rencana ke depan Kalau mengalami/melakukan lagi.1 Siklus Refleksi 1. Deskripsi Deskripsikan apa yang terjadi/apa yang anda lihat/apa yang anda alami/apa yang anda lakukan.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna .Paket Pelatihan 3 Handout Peserta 3. 6. Rasa dan Pikiran Apa yang anda rasakan/ pikirkan sehubungan dengan yang anda alami? 5. apa yang akan dilakukan? 2. bermanfaat/tidak bermanfaat dari peristiwa/ pengalaman tersebut? 124 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . Evaluasi Apa yang baik/tidak baik.

Ada beberapa hal yang mestinya bisa dilaksanakan lebih maksimal. Besok aku akan ajak teman-teman menata ruang sedemikian rupa supaya fasilitator bisa bergerak lebih leluasa dan bisa mendampingi peserta dalam kerja kelompok dengan lebih intensif. Tapi. Aku kurang bisa bergerak leluasa terutama ketika mendampingi peserta dalam berdiskusi karena jarak kursi yang terlalu dekat. Kalau diam saja kan mereka bisa ketinggalan. dan ketua MGMP. Setelah saya dekati ternyata mereka tidak paham bahwa nanti mereka harus menerangkan pada kelompok asalnya sendiri-sendiri dan itu dinilai. beberapa yang lain kurang sekali partisipasinya dalam diskusi kelompok ahli. pengawas. Akibatnya aku tidak bisa betul-betul mengetahui mutu pekerjaan peserta. Peserta sangat antusias dan aktif mengikuti sesi. yaitu penataan ruang dan pengelolaan waktu. Manakah dari beberapa contoh berikut yang reflektif yang memberikan inspirasi bagi yang menulis untuk berkembang menjadi guru/ fasilitator yang lebih baik. Terbukti mereka luar biasa aktif mereaksi yel-yel dan menjawab pertanyaan individual dan kelompok.Unit 3 . Besok pagi aku berharap tempat pelatihan betul bisa pindah ke ruang aula. anak-anak 4" lumayan aktif. Jadi yang pasif itu karena tidak mengira akan harus menerangkan pada temannya nanti.2 Berikut ini adalah contoh refleksi dari beberapa guru. (Catatan refleksi seorang peserta pelatihan) Contoh 3: 15 Juni 09 Hari ini saya terapkan Jigsaw. Tapi aku belum merasa puas.Jurnal Reflektif Handout Peserta 3. Di samping itu juga ada hal-hal baru yang dapat kita terima. Kenapa mereka tidak paham perintah USAID DBE3 Relevant Education for Youth 125 . Contoh 1: Juni 2009 Aku memfasilitasi kegiatan whole school training sesi 1 dengan peserta 60 orang yang terdiri atas 5 kelompok dari 4 sekolah mitra beserta KS. Begitu tahu itu mereka kaget lalu mau ikut berdiskusi dan membaca bab yang didiskusikan. Bagus. (Catatan refleksi seorang guru yang juga menjadi fasilitator pelatihan) Contoh 2: 23 Maret 2009 Yang menarik dalam pelajaran ini adalah adanya tukar pendapat dan argumentasi karena peserta saling bisa berlatih mengungkapkan gagasan/idenya serta berlatih menggunakan argumentasi yang masuk akal kepada peserta lain.

lain kali coba saya bikin saja poster atau carta alur kerja jigsaw yang bisa saya pakai berulang kali kalau saya menerapkan jigsaw. tapi saya merasa cukup jelas menerangkan alur kerja jigsaw. tidak semua sekolah mitra dihadiri KSnya. Sayang.Paket Pelatihan 3 saya untuk kegiatan jigsaw? Memang agak rumit. Kalau tidak enak-enakan saja mereka seperti tadi. Oke. Akibatnya diskusi tidak langsung fokus. meskipun peserta adalah pejabat. Itu berarti saya harus tetapi merancang tugas individu untuk tiap kegiatan kelompok. tentang bedah kasus KS tidak jelas. Akan saya lihat apakah itu bisa membuat tiap anak aktif. Semua kegiatan pelatihan terutama pengisian hand out dan pemajangan hasil kerja dilaksanakan sesuai dengan skenario pelatihan. Apa karena perintah saya sampaikan secara lisan saja? Mungkin.) Contoh 4: Pelatihan berjalan lancar. (Catatan refleksi guru yang juga seorang pelatih) 126 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . Muter-muter kesana kemari dulu.1..Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . Selain itu handout 5. Jadi dalam diskusi kelompok tetap harus ada tugas pribadi. (Catatan refleksi seorang guru setelah menggunakan pembelajaran kelompok model jigsaw. Selain itu sepertinya kalau dalam diskusi kelompok anak-anak harus diberi beban pribadi.

dll. Kebiasaan menulis Jurnal Refleksi oleh siswa (biasa disebut sebagai Jurnal Belajar) memiliki beberapa manfaat. Pertama. Saya juga akan minta contoh. Ketiga. guru mapel. misalnya. Kedua. serta membaca perasaan dan proses berpikir siswa seperti yang tertuang dalam Jurnal Refleksi siswa. dll). Pengetahuan guru tentang siswa akan membimbing guru menghasilkan pembelajaran yang lebih tepat sasaran. siswa tidak sekedar larut dalam kebingungannya tapi juga mencoba mencari sebab mengapa dia bingung dan jalan keluar apa yang bisa dia usahakan atau pertolongan apa yang dia butuhkan dan kemana atau kepada siapa dia bisa meminta tolong. USAID DBE3 Relevant Education for Youth 127 . Inggrisnya dan cepaaaat sekali.Unit 3 . Saya tahu kata bu guru pokoknya nulis ciri-ciri binatang. dengan menulis jurnal refleksi. dengan membaca Jurnal Refleksi siswa. berat jenis. Warnanya.Jurnal Reflektif Bacaan Tambahan Jurnal Reflektif oleh Siswa Jurnal Reflektif adalah semacam buku catatan yang digunakan oleh para siswa untuk menuangkan pendapat / perasaan mereka tentang proses belajar tentang suatu hal (misalnya: perumpamaan. apa yang belum dan seharusnya masih perlu dia ketahui serta merencanakan langkah-langkah untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia ketahui. siswa belajar mengevaluasi proses belajar yang sedang dia alami. gur (wali kelas. Saya tidak betul-betul ngerti bagaimana sih menulis teks deskripsi. Sebagai pendidik yang baik guru perlu lebih banyak memahami siswanya dengan baik dengan cara mengamati dan mendengarkan siswa. Bingung ah. dengan adanya tradisi menulis Jurnal Refleksi siswa akan terbiasa menuangkan pikiran dan perasaannya secara tertulis. Jurnal Refleksi membantu siswa mengidentifikasi apa yang sudah dia ketahui / pahami. Yang diterangkan banyak lagi. Ketika membaca refleksi siswa ini guru bisa memberikan bantuan yang tepat. besarnya. Saya akan minta Bu Diah menerangkan lagi dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian kemampuan menulis siswa mendapatkan sarana untuk berkembang secara alami. Dapat kata-katanya itu dari mana. Ketika merasa bingung. bisa lebih memahami pikiran dan perasaan siswa tentang proses belajar yang diikutinya. past tense. dan juga guru BK). Bu guru sudah menerangkan tapi saya tetep ndak ngerti karena Bu Diah bicara terlalu banyak bhs. berapa kakinya. cocok dengan keadaan riil siswa. Tapi dapat kata-katanya dari mana. Contoh: Minggu ini saya belajar tentang teks deskripsi. Sulit.

kira-kira bagaimana kamu akan melakukannya? (pertanyaan diberikan setelah siswa melakukan suatu kinerja tertentu. Wali kelas membaca Jurnal Refleksi dan memberikan tanggapan terhadap isinya. sebaiknya Jurnal Refleksi tidak menjadi sesuatu yang membebani. Apakah Jurnal Reflektif diberi nilai? Apresiasi atau penghargaan yang paling tepat atas Jurnal Refleksi siswa adalah dalam bentuk tanggapan-tanggapan tulus guru yang ditulis di Jurnal Refleksi siswa. dorongan untuk lebih giat atau tindak lanjut nyata yang bisa membantu siswa mendapatkan jalan keluar atas masalah yang dia tuliskan. Tanggapan dilandasi niat untuk memotivasi. 1. 2. dan memberikan layanan pendidikan terbaik. guru BK. 5. seminggu) ini? Apa saja yang telah kamu pahami? Apa yang telah bisa kamu lakukan dengan baik? Seandainya kamu diminta melakukan lagi. Bagaimana pendapatmu atau perasaanmu tentang proses belajar hari ini (atau. Sebagai langkah awal. Namun. 4. dan kalau perlu menyampaikan permasalahan pembelajaran siswa pada guru yang relevan. Pertanyaan bisa diubah-ubah sesuai dengan kondisi dan situasi setempat.Paket Pelatihan 3 Mengelola Jurnal Reflektif Siswa Kapankah siswa menulis Jurnal Refleksi? Apakah setiap saat selesai pembelajaran setiap mapel? Ataukah setiap minggu untuk setiap mapel? Hal ini bisa dibicarakan dalam rapat guru mapel. Berikut ini hanyalah beberapa contoh yang bisa dikembangkan lebih lanjut.Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna . Hal apa yang masih membingungkan? Kira-kira mengapa kamu masih bingung? Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi kebingungan itu? Bantuan apa yang kamu perlukan? 128 USAID DBE3 Relevant Education for Youth . guru bisa mencoba untuk meminta siswa menulis Jurnal Refleksi seminggu sekali. 3. Pertanyaan Refleksi apa yang bisa diberikan? Para guru bisa merancang sendiri pertanyaan-pertanyaan yang bisa mendorong siswa untuk merenungkan proses belajar mereka. Siswa tidak perlu menulis untuk setiap mapel kecuali kalau semua guru mapel dan siswa setuju. misalnya dalam bentuk pujian. dan KS. dan lain-lain. motivasi. membantu mencari jalan keluar.

Jurnal Reflektif Presentasi Unit 3 USAID DBE3 Relevant Education for Youth 129 .Unit 3 .

Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna .Paket Pelatihan 3 130 USAID DBE3 Relevant Education for Youth .

Unit 3 .Jurnal Reflektif USAID DBE3 Relevant Education for Youth 131 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful