Anda di halaman 1dari 8

HYDROCELE

DEFINISI Hydrocele ialah terakumulasi/terkumpulnya cairan dalam tunika vaginalis (dalam area scrotum, sekitar testis) atau kantong yang berisi cairan sepanjang spermatic cord dalam scrotum. Nama lain dari hydrocele ialah patent procesus vaginalis.

USIA Kebanyakan hydrocele terjadi kongenital, sering pada usia <2 tahun Kronik atau hydrocele sekunder biasanya terjadi pada laki-laki dewasa (>40 tahun) FREKUENSI Patent procesus vaginalis ditemukan 80-90% pada bayi laki-laki saat lahir. Frejuensi ini menurun sampai usia 2 tahun menjadi 25-40%.

Hydrocele dapat dibagi dua, yaitu : a) Hydrocele primer Pada hydocele primer tidak ditemukan kelainan atau penyakit dari testis. Bisa unilateral ataupun bilateral. Beberapa tipe pada hydrocele primer antra lain :

congenital hydrocoele hydrocoele of the cord - rare hydrocoele of the canal of Nuck b) Hydrocele sekunder Yaitu terkumpulnya cairan dalam tunika vaginalis akibat respon dari suatu penyakit, antara lain :

Tumor testis Infeksi misalnya epididymidis, tuberkulosis, mumps Torsi testis Torsi hydatid dari Morgagni

PATOGENESA Normalnya, testis pada fetus laki-laki pindah dari rongga abdomen ke scrotum sebelum lahir. Testis turun diiringi dengan turunnya peritoneum dalam rongga abdomen sehingga membungkus testis dan epididymidis dan terjadi hubungan antara rongga abdomen dengan tunika vaginalis oleh processus tunika vaginalis. Procesus vaginalis normalnya akan menutup (obliterasi) pada usia gestasi 32 minggu dan cairan yang ada ditunika vaginalis diabsorpsi. Processus vaginalis yang tidak menutup akan menyebabkan tunika vaginalis terisi oleh cairan peritoneum dan terjadilah hydrocele (jika defek dari prosecus vaginalis besar dapat menyebabkan usus masuk sehingga menyebabkan hernia). Procesus vaginalis dapat juga menutup sampai dengan usia 1-2 tahun. Hydrocele dapat juga terjadi akibat dari inflamasi atau trauma dari testis, epididymidis atau oleh obstruksi cairan ataupun darah dalam spermatic cord. Hal ini biasanya terjadi pada pria dewasa. ETIOLOGI Hydocele disebabkan oleh turunnya cairan dari rongga abdomen karena tidak tertutupnya procesus vaginalis (communicating hydrocele) dan juga disebabkan oleh

ketidakseimbangan produksi cairan dengan absorpsinya yang terjadi dalam tunika. Misalnya terjadi peningkatan produksi cairan pada infeksi viral yang menyebabkan serositis, sekunder akibat inflamasi pada post traumatik juga menyebabkan peningkatkan produksi cairan. Sedangkan infeksi filaria menyebabkan penurunan absorpsi cairan limfe KLASIFIKASI Hydrocele dibagi atas 3 tipe yaitu : 1. Non Communicating hydrocele Seperti yang telah dijelaskan diatas seharusnya procesusu vaginalis menutup lalu cairan ditunika vaginalis diabsorpsi. Pada non communicating hydrocele, procesus vaginalis menutup tetapi cairan ditunika vaginalis tidak diabsopsi.

Tipe ini yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir, dan cairan biasanya dapat diabsorpsi dengan berjalannya waktu. Infeksi viral yang menyebabkan serositis memnyebabkan produksi cairan meningkat, post traumatic hydrocele menyebabkan

2. Communicating hydrocele Disini, procesus vaginalis tidak menutup sehingga cairan dirongga abdomen dapat masuk ke tunika vaginalis

Pada tipe comunicating hydrocele ini, pembengkakan (cairan) biasanya berkurang di pagi hari (setelah bangun tidur karena efek dari gravitasi) dan membesar saat sore hari setelah pasien beraktivitas. 3. Hydrocele pada spermatic cord (funikulus spermatikus) Disini, distal dari akhir procesus vaginalis tertutup dengan baik tetapi bagian tengah dari prosesus vaginlalis masih terbuka (paten). Hydrocele pada dewasa biasanya sekondari dari lokal injuri, infeksi.

Normal scrotum: the processus vaginalis and tunica vaginalis are obliterated and contain no fluid.

Noncommunicating hydrocele: the processus vaginalis is obliterated so no fluid can move between the abdomen and the scrotum, but the tunica vaginalis contains fluid.

Communicating hydrocele: the processus vaginalis is still open, allowing fluid to move between the abdomen and the tunica vaginalis in the scrotum.

DIAGNOSA

Dari ananamnesa didapat gejala utamanya yaitu adanya pembesaran pada daerah testis dapat unilateral maupun bilateral, seperti balon yang berisi air (water-filled ballon), pembesaran ini dapat berkurang jika tidur dan dapat membesar dalam posisi tegak (pada communicating hydrocele).

Hydrocele tidak menimbulkan rasa nyeri kecuali sudah terjadi komplikasi yang menyebabkan gangguan aliran pembuluh darah atau karena infeksi pada epididymidis. Tidak ada gejala sistemik seperti demam, menggigil, mual ataupun muntah jika tidak tejadi komplikasi Pada pemeriksaan didapat :

Ditemukan hydrocele pada seperior dan anterior testis (berbeda dengan spermatocele yang berada pada seperior dan posterior dari testis Hydrocele dapat bilateral pada 7-10% kasus Hydrocele sering bersamaan dengan hernia Tidak ditemukan suara bising usus pada daerah scrotum kecuali bila terjadi bersamaan dengan hernia Pada skrotum tidak ditemukan eritema atau warna lainnya kecuali jika hydrocele disebabkan oleh infeksi Pada pemeriksaan transiluminasi + Pemeriksaan transiluminasi dimana saat scrotum disinari oleh cahaya (senter),

terlihat cahaya bersinar jelas pada scrotum. Jika tes transiluminasi positif, tetap harus kita observasi etiologinya penyakit yang mungkin mendasarinya misalnya pada hernia.

PENANGANAN Hydrocele biasanya tidak berbahaya, pasien biasanya diterapi karena perasaan tidak nyaman akibat penbengkakan yang terjadi, rasa malu, atau jika terjadi gangguan aliran darah.

Hydrocele pada anak kecil, karena patent procesus vaginalis ditangani dengan operasi setelah usia diatas 1 tahun karena sampai berumur 1 tahun diharapkan cairan dapat A. MEDIKASI Dengan menyuntikkan obat seperti tetracycine, sodium tetradecyl sulfate atau urea untuk menutup prosesus vaginalis yang terbuka (biasanya dilakukan setelah dilakukan aspirasi). Hal ini dapat mencegah terjadinya re-akumulasi dairan. Komplikasi yang dapat terjadi setelah aspirasi dan skelosing yaitu infeksi, fibrosis, nyeri ringan sampai berat pada daerah scrotum namun dapat juga terjadi hydrocele rekurens B. OPERASI Hydrocelectomy dilakukan terutama untuk yang true hydrocele. Ini adalah operasi minor dimana dilakukan insisi pada scrotum ataupun abdomen bawah. Komplikasi yang dapat terjadi myaitu hematom, infeksi, injuri pada jaringan maupun struktur scrotum C. ASPIRASI Yaitu mengeluarkan cairan dari scrotum dengan jarum. Aspirasi dapat menyebabkan infeksi. Aspirasi terutama untuk pasien yang mempunyai resiko tinggi/tidak memungkinkan untuk di operasi. Aspirasi adalah kontraindikasi jika dicurigai tumor karena dengan aspirasi justru memudahkan terjadinya penyebaran dari sel malignan. Terapi hydrocele sekunder berdasarkan penyebabnya. PROGNOSA Secara umum hydrocele sederhana dapat hilang sendiri tanpa intervensi. Tapi jika dilakukan operasi pun mempunyai prognosa yang sangat baik

Referat ilmu bedah

Hidrocele

Dhanny Primantara J Santoso


Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya