Anda di halaman 1dari 2

Orlistat bekerja dengan cara menghambat lipase usus sehingga dapat mengurangi absorpsi lemak dan selanjutnya mengekskresi

trigliserid, kolesterol dan lemak yang tidak terabsorpsi pada feses. Sejauh ini orlistat dapat menurunkan penyerapan lemak hingga 30% dengan dosis pemakaian 360 mg/hari. Konsumsi orlistat dapat memberikan efek samping seperti flatulence, borborygmi, dan kram abdominal. Selain itu konsumsi orlistat juga dapat menyebabkan susah buang air besar, feses yang berminyak dan flatus. Efek samping tersebut semakin meningkat dengan adanya peningkatan dosis konsumsi orlistat. Psyllium merupakan serat larut air dan pembentuk jel yang berasal dari sekam biji psyllium pirang. Psyllium juga menunjukkan efek penurun kolesterol jika ditambahkan dalam diet. Selain itu, psyllium dapat meningkatkan pemecahan asam empedu melalui peningkatan eliminasi feses. Psyllium juga dapat digunakan untuk mengabsorpsi lemak pada pasien obes maupun diabetes. Dengan fungsi tersebut, psyllium diasumsikan efektif untuk mengurangi efek samping lemak yang tidak terserap akibat konsumsi orlistat. Penelitian tersebut dilakukan dengan subjek wanita obesitas usia 27-42 tahun sebanyak 110 di Brazil. Penelitian ini difokuskan pada status obesitas tanpa memperhatikan komplikasi yang menyertainya. Subjek dibagi menjadi 2 grup yaitu grup A dan grup B. Subjek pada grup A diberikan orlistat sebanyak 120 mg x 3 per hari dan 6 gr mukoloid hidrofilik psyllium rasa jeruk tanpa tambahan gula. Sedangkan subjek pada grup B diberikan orlistat sebanyak 120 mg x 3 per hari dan 6 gram bubuk larut air rasa jeruk (placebo). Baik mukoloid hidrofilik psyllium rasa jeruk maupun placebo dibungkus dalam bentuk sachet yang sama dan subjek tidak mengetahui isi sachet tersebut. Kedua sachet tersebut diminum dengan cara dilarutkan dalam air. Setelah 15 hari, subjek dari grup A diberikan orlistat ditambah dengan placebo, sedangkan grup B diberikan kapsul orlistat ditambah dengan psyllium. Semua subjek diawasi oleh peneliti setiap minggunya dan dicatat kejadian yang berkaitan dengan saluran pencernaan setiap harinya laulu diberikan poin. Di akhir 30 hari penelitian, semua poin dijumlah untuk dianalisis lebih lanjut. Pada design penelitian pertama, subjek mengaku kerepotan jika harus meminum larutan psyllium selama 3 kali sehari setelah makan, terutama jika sedang berada di tempat makan umum. Oleh karena itu, design penelitian dirubah dengan memberikan 12 gr psyllium atau placebo yang diminum sehari satu kali sebelum tidur. Penelitian yang kedua hanya menggunakan 60 subjek. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan setelah 30 hari dari kedua design penelitian, kedua grup menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan yaitu 36,7% mengalami penurunan >2kg dan 46,7% mengalami penurunan 0.1-1.9 kg. Sedangakan untuk hasil penjumlahan poin kejadian saluran pencernaan, tampak bahwa subjek mengalami kejadian saluran pencernaan yang lebih rendah ketika mengkonsumsi psyllium dibandingkan dengan ketika mengkonsumsi placebo. Orlistat termasuk salah satu anti-obesitas yang secara langsung dan spesifik dalam memecah lemak pada lumen usus. Berdasarkan farmakologikal cara kerja orlistat, maka akan terjadi peningkatan kejadian saluran pencernaan. Dalam penelitian ini, telah berhasil dibuktikan bahwa penggunaan psyllium sangat efektif untuk mengurangi efek samping saluran pencernaan yang ditimbulkan oleh orlistat dengan mengurangi penyerapan minyak dan menurunkan flatulence usus. Penggunaan psyllium juga dapat mengurangi 6 kali lipat pengeluaran bercak minyak.

EFEK SAMPING PENCERNAAN DARI ORLISTAT DAPAT DICEGAH MELALUI PENGGUNAAN SERAT ALAMI (PSYLLIUM MUCILLOID) SECARA BERSAMAAN

Disusun oleh :

Kinanthi M. H.

G2C009063

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012