Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Pemisahan dan Elektrometri (KI2221)

IDENTIFIKASI ASAM LEMAH DENGAN TITRASI POTENSIOMETRI

Antika Anggraeni 10509043 Kelompok 5

Tanggal percobaan: 11 April 2011 Tanggal pengumpulan: 18 April 2011 Asisten : Asep

Laboratorium Kimia Analitik Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung 2011

IDENTIFIKASI ASAM LEMAH DENGAN TITRASI POTENSIOMETRI

I.

Tujuan Menentukan sampel asam lemah dengan menentukan tetapan ionisasi dan massa molekul relatif dari sampel.

II.

Teori Dasar Potensiometri bersifat nondestruktif terhadap sampel yaitu elektroda yang dimasukkan tidak mengubah komposisi sampel kecuali terjadi kebocoran pada elektroda. Maka dari itu, potensiometri langsung dapat digunakan untuk menentukan tetapan keseimbangan karena potensial yang stabil didapat dengan cepat dan mudah dicatat. Kelebihan metode potensiometri adalah biaya yang

murah, cocok di lapangan untuk potensiometri langsung sehingga cocok untuk mengukur pH sumber air umum, aliran proses industri, dan limbah cair. Dari kurva titrasi dapat ditentukan tetapan disosiasi asam lemah yang diukur. Kurva ini mencakup pengukuran potensial sel sebagai fungsi volume titran. Pada elektroda selektif ion hidrogen, elektroda gelas, potensial sel yang diukur merupakan fungsi linear dari pH larutan.

Pada identifikasi asam lemah, digunakan nilai Ka atau pKa. Untuk asam lemah monoprotik, tetapan disosiasi (Ka) adalah Ka = [H3O+][A-]/ [HA] atau jika dinyatakan dalam log Ka, pKa = pH + log [HA]/ [A-] Untuk asam lemah poliprotik , pKa2 = 2pHekv pKa1 III. Cara Kerja 0,3033 gr sampel Dimasukkan ke gelas kimia 250 ml + 175 ml aqua DM, diaduk sampai larut Diambil 50 ml Dipindah ke labu takar 250 ml, diencerkan Sampel yang siap Diambil 50 ml + stirrer

+ diukur pH nya pH sampel + 0,1 ml NaOH 0,1127 M, dicatat pHnya Ditambah terus, dicatat pHnya sampai pH meter sudah tidak akurat dalam mengukur pH Didapat data volume NaOH 0,1127 M dan pH ditiap campuran kurva IV. Data Pengamatan Massa sampel = 0,3033 gram V NaOH 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1 V. pH larutan 2,88 2,9 2,91 2,97 3 3,09 3,15 3,35 3,48 3,69 3,89 4,18 V NaOH 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 1,9 pH larutan 4,66 5,16 8,62 9,16 9,44 9,85 10,17 10,23

Pengolahan Data V NaOH 0 0,1 0,2 0,3 pH larutan 2,88 2,9 2,91 2,97 dpH 0,02 0,01 0,06 0,03 dV 0,1 0,1 0,1 0,1 dpH/dV 0,2 0,1 0,6 0,3 Xbar 0,05 0,15 0,25 0,35 dX 0,1 0,2 0,3 0,4 -0,1 0,5 -0,3 0,6 X'bar 0,1 0,2 0,3 0,4

0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 1,9

3 3,09 3,15 3,35 3,48 3,69 3,89 4,18 4,66 5,16 8,62 9,16 9,44 9,85 10,17 10,23

0,09 0,06 0,2 0,13 0,21 0,2 0,29 0,48 0,5 3,46 0,54 0,28 0,41 0,32 0,06

0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1

0,9 0,6 2 1,3 2,1 2 2,9 4,8 5 34,6 5,4 2,8 4,1 3,2 0,6

0,45 0,55 0,65 0,75 0,85 0,95 1,05 1,15 1,25 1,35 1,45 1,55 1,65 1,75 1,85

0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8

-0,3 1,4 -0,7 0,8 -0,1 0,9 1,9 0,2 29,6 -29,2 -2,6 1,3 -0,9 -2,6

0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7

Kurva Titrasi A. Kurva titrasi asam lemah dengan NaOH 0,1127M

Kurva titrasi asam lemah - NaOH


12 10 8 6 4 2 0 0 0.5 1 V NaOH 1.5 2

pH

kurva A

B. Kurva titrasi turunan pertama

Kurva titrasi turunan pertama


40

dpH/dV

30 20 10 0 0 0.5 1 x bar 1.5 2 kurva 2

C. Kurva titrasi turunan kedua

Kurva titrasi turunan kedua


40 30 20 10 0 -10 0 -20 -30 -40

d2pH/dv2

0.5

1.5

Kurva 3

X' bar

Pada keadaan ekivalen, pH = pKa volume NaOH yang dipakai = x 1,3 ml = 0,65 ml, pH = 5,16 pKa = pH pKa = 5,16 Ka = 6,9 x 10-6 Mol NaOH = [NaOH} x Volume NaOH = 0,1127 x 1,3 x 10-3 = x volum ekivalen

= 1,4651 x 10-4 mol Mol sampel = mol NaOH x faktor pengenceran = 1,4651 x 10-4 mol x = 2,5639 x 10-3 mol Mr sampel = = 118 2 118 Dari data tersebut dapat diketahui sampel asam lemah yang diuji, Melalui percarian didata CRC, berikut merupakan asam yang mendekati, asam malat, nilai pKa = 5,11, C4H6O5, 134

VI.

Pembahasan Potensiometri adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pengukuran potensial atau voltage dari suatu sel elektrokimia yang terdiri dari elektroda dan larutan. Larutan tersebut berisi komponen utama yang mempunyai kemampuan mengion. (Harvey 2000) Dasar metode potensiometri adalah membuat sel elektrik dari analat suatu larutan sehingga perbedaan potensial sel tersebut berkaitan dengan konsentrasi larutan. (Rouessac 2007) Metode potensiometri memerlukan setidaknya dua macam elektroda, yaitu elektroda referensi eksternal yang memiliki potensial konstan dan elektroda selektif ion atau biasa disebut juga elektroda referensi internal yang digunakan untuk pengukuran dan dipisahkan dari larutan oleh suatu membran. (Wang 2001) Elektroda indikator yang dipakai pada percobaan adalah elektroda membran gelas yang digunakan pada potensiometer. Elektroda referense adalah Ag-AgCl yang dirancang sebaik mungkin sehingga voltage hanya bergantung pada konsentrasi ion H+ yang terletak di luar tabung electroda.

Pada percobaan ini langkah yang pertama kali dilakukan adalah mengkalibrasi alat, cara kalibrasi pH meter adalah dengan menekan tombol 2nd + mode cal, dengan melakukan pengukuran terhadap 2 buffer yang nilai rentangnya sesuai dengan pengukuran yang akan dilakukan. Setelah kalibrasi selesai dilakukan maka proses selanjutnya adalah mengukur masing-masing larutan yang sudah ditambahi dengan NaOH 0,1127 M. Pengukuran dilakukan, sebelumnya alat ditekan tombol mode + measure, selanjutnya pengukuran dapat dilakukan. Terdapat tiga macam kurva untuk menentukan Titik Ekivalen (TE), yaitu kurva reguler (hubungan vo um dan E) kurva ord rtama (hubungan antara E/V d ngan

volum ) dan kurva ord k dua (hubungan antara vo um d ngan (E/V)/V). Nilai Ka suatu asam lemah sangat karakteristik sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam lemah. Jika kita bisa mengetahui titik ekivalen suatu titrasi penetralan asam lemah dengan basa kuat maka kita bisa menghitung nilai Ka dan massa molekul relatif asam lemah. Massa molekul relatif asam lemah dapat diketahui dari volume basa kuat pada titik ekivalen, sedangkan Ka asam lemah bisa diketahui dari pH pada titik ekivalen. Karena pKa akan sama dengan pH pada titik ekivalen. Titik ekivalen kita cari dengan titrasi potensiometri. Pada titrasi

potensiometri digunakan pH meter sebagai indikator. Kurva titrasi didapat dengan mengalurkan nilai pH pada berbagai variasi volume basa kuat. Dalam pH meter, kuantitas yang diukur adalah perbedaan potensial yang terjadi di katoda dan anoda. Perbedaan potensial tersebut terjadi karena terdapat perbedaan konsentrasi H +. Dari nilai konsentrasi H+ tersebut kita dapatkan nilai pH larutan. Timbul perubahan pH pada larutan setelah penambahan NaOH, hal ini karena dengan penambahan OHmaka nilai konsentrasi H+ larutan menjadi berubah. Prinsip potensiometri dimana ada dua buah elektroda yaitu elektroda kerja dan elektroda pembanding. Potensial elektroda kerja bergantung pada konsentrasi analit, sedangkan potensial elektroda pembanding selalu tetap selama pengukuran. Elektroda yang kita gunakan adalah elektroda gelas. Elaktroda gelas ini terbuat dari senyawa silikon dan oksigen yang membentuk struktur ikatan kovalen raksasa, tetapi dalam strukturnya banyak membentuk rongga-rongga. Senyawa ini biasa bermuatan negatif. Tetapi nyatanya elektroda gelas ini bermuatan netral. Hal ini dikarenakan

rongga-rongga dalam strukturnya diini oleh ion-ion bermuatan positif. Dalam hal ini ion H+.

Dari perhitungan didapat nilai pKa asam lemah tersebut adalah 5,11. Sedangkan massa molekul yang didapat pada percobaan ini sekitar 118 gram/mol. Setelah melakukan identifikasi ini, didapat asam lemah yang mendekati adalah asam malat yang memiliki pKa 5,11 dan massa molekul sebanyak 134 gram/mol. VII. Kesimpulan Nilai pKa yang didapat dari percobaan ini adalah 5,16 dan nilai massa molekul yang didapat melalui perhitungan adalah sekitar 118, sehingga didapat kesimpulan bahwa asam lemah yang mendekati dengan nilai pKa dan massa molekul tersebut adalah asam malat yang memiliki pKa 5,11 dan massa molekul 134. VIII. Daftar Pustaka Harvey, David. Modern Analytical Chemistry. 1st ed. Mc Graw-Hill Companies. 1956. (hal 734-736) http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=potensiometri, diakses tanggal 17 April 2011 http://worldofandika.blogspot.com/2010/06/potensiometri.html, diakses tanggal 17 April 2011