Anda di halaman 1dari 3

REFRIGERAN Refrigeran atau bahan pendingin adalah suatu zat yang mempunyai titik didih sangat rendah pada

tekanan 1 atm, dimana dalam sirkulasinya pada mesin pendingin, bahan pendingin ini akan selalu berubah bentuknya : Dari cairan menjadi uap yaitu dengan menyerap panas disekitar evaporator Dari uap menjadi cairan yaitu dengan membuang panas kepada zat (udara atau air) yang mendinginkan kondensor. Refrigeran pada system mesin pendingin dapat diumpamakan sebagai darah yang dipompakan oleh jantung (kompresor) ke seluruh tubuh (mesin pendingin). Refrigeran banyak sekali macamnya, tetapi tidak satupun yang dapat dipakai untuk semua keperluan, maka refrigerant hanya dapat dikatakan tepat dan sesuai untuk suatu keperluan saja. 6.1. Syarat-syarat Refrigeran Refrigeran dapat dianggap baik apabila memenuhi persyaratan. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh refrigerant adalah : 1. Mempunyai titik didih yang rendah pada tekanan 1 atm. 2. Mempunyai tekanan kondensasi yang rendah. 3. Mempunyai tekanan penguapan yang sedikit lebih tinggi dari 1 atm. 4. Mempunyai panas laten penguapan yang besar, agar jumlah panas yang diambil oleh evaporator dari ruangan jadi besar. 5. Mempunyai nilai dielektrika yang kuat (tidak menghantarkan arus listrik). 6. Tidak beracun, tidak berwarna, tidak berbau dalam semua keadaan. 7. Tidak mudah terbakar atau meledak sendiri, juga apabila bercampur dengan udara, minyak pelumas dan sebagainya. 8. Mempunyai struktur kimia yang stabil, tidak boleh terurai setiap kali dimampatkan, diembunkan dan diuapkan. 9. Tidak bersifat korosif atau dapat menimbulkan karat pada instalasi mesin pendingin. 10. Dapat bercampur dengan minyak pelumas kompresor, tetapi tidak mempengaruhi atau merusak minyak pelumas tersebut. 11. Mudah dideteksi apabila bocor. 12. Harganya murah. 13. Viskositas (kekentalannya) rendah dalam fasa cair maupun fasa gas. 6.2. Jenis Refrigeran dan Penggunaannya Banyak sekali jenis refrigerant yang digunakan pada mesin pendingin. Menurut jenisnya, refrigerant dikelompokan menjadi : 1. Anorganik 2. Hidrokarbon 3. Halogen 4. Campuran Azeotropik 6.2.1. Refrigeran Anorganik Kelompok refrigerant anorganik antara lain :

1. Amonia (NH3) atau R-717 Amonia banyak digunakan pada unit mesin pendingin yang berkapasitas besar seperti pabrik es, cold storage, dsb. Amonia mempunyai titik didih -33,3C pada tekanan 1 atm, tekanan penguapan 2,33 atm pada -15C dan tekanan kondensasi 11,5 atm pada 30C. Panas laten penguapan ammonia sebesar 1370, 712 kJ/kg pada titik didihnya. Panas laten tersebut sangat besar dan merupakan yang terbesar dibandingkan refrigerant yang lain. Kelebihan ammonia : a. Harganya murah b. Mudah diketahui apabila ada kebocoran c. Mempunyai panas laten penguapan yang tinggi d. Mudah diperoleh e. Stabil f. Efisiensi tinggi Kekurangan ammonia : a. Beracun sehingga membahayakan lingkungan b. Mempunyai kekuatan dielektrika yang rendah sehingga tidak dapat digunakan pada kompresor tertutup c. Tidak larut dalam minyak pelumas, sehingga harus ada alat oil separator pada rangkaian mesin pendingin tersebut. d. Apabila bercampur air akan menimbulkan karat pada instalasi terutama pada logam kuningan, tembaga, seng, timah. e. Mudah terbakar atau meledak apabila bercampur dengan udara dalam perbandingan tertentu. Warna botol refrigerant ammonia pada umumnya berwarna perak. Refrigeran ammonia banyak digunakan pada kompresor jenis torak. 2. Karbon dioksida (CO2) atau R-744\ Dahulu karbondioksida banyak digunakan di kapal, hotel, rumah sakit, dll. Pada saat ini CO2 sudah tidak dipakai lagi, hanya masih ditemukan pada mesin yang tua atau hanya dipakai untuk suhu yang sangat rendah, terutama untuk pembuatan CO2 padat (dry ice). CO2 digunakan pada mesin pendingin yang mempunyai kompresor jenis torak. CO2 mempunyai titik didih -78,3C pada tekanan 1 atm, tekanan penguapan 22,6 atm pada -15C dan tekanan kondensasi 71,2 atm pada 30C. Tekanan ini sangat tinggi, maka harus menggunakan kompresor yang kuat, begitu juga pipa-pipanya harus kuat pula. Panas laten penguapan CO2 sebesar 269,82 kJ/kg pada titik didihnya. Kelebihan CO2 : a. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun b. Tidak mudah terbakar atau meledak sendiri c. Tidak korosif d. Mudah diketahui apabila ada kebocoran

Kekurangan CO2 : a. Lebih berat dari udara b. Kondensor tidak dapat didinginkan dengan udara c. Tekanan kondensasi sangat tinggi d. Tidak bercampur dengan minyak pelumas 3. Sulfur dioksida (SO2) atau R-764 Seperti CO2, sulfur dioksida sekarang sudah tidak dipakai lagi, hanya masih dapat ditemukan pada mesin-mesin yang sangat tua. SO2 digunakan pada kompresor jenis torak. SO2 mempunyai titik didih 10C pada 1 atm, tekanan penguapan 1,4 atm pada -5C dan tekanan 4. 6.2.2. 6.3.