Anda di halaman 1dari 20

TUGAS CASE REPORT II ASFIKSIA BERAT PADA BAYI BARU LAHIR

Diajukan Oleh :

M. YADI MAHENDRA MUHYIN J 50008 0066

PEMBIMBING : dr. Finariawan, M.Kes, Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

TUGAS CASE REPORT II ASFIKSIA BERAT PADA BAYI BARU LAHIR

Yang diajukan Oleh : M. Yadi Mahendra Muhyin J 500 080 066

Telah disetujui dan disahkan oleh bagian Program Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Pada hari Pembimbing : Nama : dr. Finariawan, M.Kes, Sp.A (...............................) , Juni 2012

Dipresentasikan dihadapan : Nama : dr. Finariawan, M.Kes, Sp.A (...............................)

Disahkan Ka. Program Profesi Nama : dr. Yuni Prasetyo, M.MKes (...............................)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.01 .

UNIT PENYAKIT ANAK


NO. RM x x

ANAMNESIS
Nama lengkap

Nama: By. El Umur: 4 hai

Ruang : Perinatalogi Kelas :

: By. El

Jenis Kelamin Umur Umur Pendidikan Ayah Umur Pendidikan Ibu

: Laki-laki : 4 hari : 33 tahun : SMA : 25 thn : SMA

Tempat dan tanggal lahir : Ponorogo, 10 Juni 2012 Nama Ayah Pekerjaan Ayah Nama Ibu Pekerjaan Ibu Alamat Masuk RS tanggal : Tn. AP : Swasta : Ny.EE : IRT : Sambit : 10 Juni 2012

Diagnosis Masuk

: Asfiksia Berat

Dokter yang merawat : dr.Finariawan, M.Kes, Sp.A Tanggal : 14 Juni 2012 KELUHAN UTAMA : Asfiksia Berat

Ko. Asisten : M. Yadi Mahendra Muhyin

KELUHAN TAMBAHAN : sianosis, tangis lemah, gerak kurang, 1. Riwayat penyakit sekarang Pasien merupakan rujukan bidan luar dengan keluhan kala II lama dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Ponorogo tanggal 10 Juni 2012 pukul 07.00 WIB. Keluhan pasien merasakan kenceng-kenceng yang dirasakan semakin sering pada hari Sabtu 9 Juni 2012. Kemudian oleh keluarga pasien dibawa ke bidan desa. Setelah 12 jam bayi belum lahir lalu pasien dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Pasien lahir pada tanggal 10 Juni 2012 di bantu bidan pukul 09.00 WIB dengan vacum ekstraksi dari seorang G2P1A0 usia kehamilan 39 40 minggu. Apgar skor pasien saat lahir 1 - 2. Saat lahir pasien tidak menangis, sianosis, gerak tidak ada. Dilakukan resusitasi dengan balon sungkup, tidak lama kemudian bayi menangis tapi lemah, terdapat retraksi dada, sianosis, lalu dipasang CPAP, anus (+). Berat badan pasien 3800 gr dengan panjang badan 50 cm.

2. Riwayat penyakit pada keluarga yang diturunkan (sebutkan penyakitnya terutama yang ada hubungan dengan penyakit sekarang) Riwayat asma Riwayat hipertensi Riwayat diabetes melitus Riwayat alergi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.02.

UNIT PENYAKIT ANAK


x x NO. RM : 3. Riwayat keluarga diberikan oleh : ayah/ ibu/ kakek/ nenek/ saudara/ tetangga *) ikhtisar

keturunan : (gambar skema keluarga dan beri tanda keluarga yang menderita penyakit sejenis. Untuk kelainan kongenital usahakan skema yang lebih lengkap termasuk saudara sepupu dsb.) Keterangan: : Laki-laki : Perempuan : Pasien

Kesan

: Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga yang diturunkan

RIWAYAT PRIBADI 1. Riwayat kehamilan dan persalinan : a. Riwayat kehamilan ibu pasien Ibu G2P1A0 berusia 25 tahun. Ibu memeriksakan kehamilannya ke bidan desa, selanjutnya rutin kontrol ke bidan sebulan sekali. Saat hamil, ibu tidak pernah mual-mual maupun muntah berlebihan. Tidak ada riwayat trauma maupun infeksi saat hamil. Tekanan darah ibu dinyatakan normal (120/80 mmHg) dan berat badan ibu ditimbang sebelum hamil 65 kg dan saat hamil 72 kg. b. Riwayat persalinan ibu pasien Pada hari sabtu tanggal 09 Juni 2012 pasien pergi kebidan desa pukul 19.00 wib, setelah sebelumnya merasakan kenceng-kenceng pada perutnya yang semakin dirasa semakin sering saat kehamilannya berusia 39 - 40 minggu. Tetapi bayi belum lahir sehingga pada hari minggu jam 07.00 dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo. Ibu melahirkan secara vacum ekstraksi, ketuban berwarna jernih, tidak ada lilitan tali pusat, tetapi bayi tidak menangis dan tampak sianosis. c. Riwayat paska lahir Menurut data pasien, pasien laki-laki tidak menangis sesaat setelah lahir dan tampak kebiruan, lalu dilakukan resusitasi dan oksigen, lalu diberi rangsangan taktil, bayi menangis sangat lemah, gerak kurang aktif, sianosis. BB : 3800 gr, PB : 50 cm. Apgar skor 1-2, anus (+).

2. Riwayat makanan : Umur 0 bulan : mulai latihan minum susu formula melalui sonde pada umur 3 hari Kesan : kuantitas dan kualitas kurang 3. Perkembangan dan kepandaian : Motorik kasar Belum dapat dinilai Sosial Belum dapat dinilai

Motorik halus Belum dapat dinilai

Bahasa Belum dapat dinilai

4. Vaksinasi
A. Dasar Hepatitis B : BCG DPT Polio Campak : : : : Pada umur : Pada umur : Pada umur : Pada umur : Pada umur : di : puskesmas cm Skar: di di di B. Ulangan Pada umur : Pada umur : Pada umur : Pada umur : Pada umur : -

: puskesmas : puskesmas : puskesmas

5. Riwayat penyakit dahulu : Riwayat aspirasi ketuban : disangkal Riwayat trauma saat lahir: disangkal Riwayat infeksi saat lahir : disangkal Riwayat perdarahan : disangkal

6. Sosial, ekonomi, dan lingkungan: a. Sosial ekonomi : Ayah adalah seorang pekerja swasta i dan rata-rata penghasilan/bulan sekitar 1. 500.000 rupiah. Sedangkan ibu adalah seorang ibu rumah tangga. Orang tua merasa cukup mampu membayar biaya perawatan di RS untuk pasien.

Kesan : keadaan sosial ekonomi cukup.

b. Lingkungan Pasien tinggal bersama ibu dan bapak dari istrinya. Rumah pasien terdiri dari ruang tamu, ruang tengah, dapur, dan 2 ruang tidur. Jarak rumah pasien dengan tetangga sekitar 6 meter. Tidak terdapat genangan air maupun sungai yang tercemar limbah. Tidak terdapat pabrik yang mencemari lingkungan tempat tinggal keluarga pasien. Kesan : keadaan lingkungan cukup

FAFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA UNIT PENYAKIT ANAK NO. RM : 7. Anamnesis sistem : Serebrospinal : Demam (-)

RM.03.

Kardiopulmoner : SDV (+/+), Rhonki (-/-), Whezing (-/-), nadi 90 x / menit, sianosis (+) Respiratorius Gastrointestinal Urogenital Integumentum : retraksi dinding dada (+), sesak (+) : Perut kembung (-), muntah (-) : BAK (+), BAB (+) : ikterik (-), pucat (+), kulit mengelupas (-), sianosis (+)

Muskuloskeletal : eutrofi, sendi normal

Kesan : Terdapat kelainan pada sistem kardiopulmoner, dan respiratourius.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.05.

UNIT PENYAKIT ANAK


NO. RM : x x

PEMERIKSAAN JASMANI

Nama : By. El Umur : 4 hari

Ruang : Perinatalogi Kelas :

KESAN UMUM Tanda utama Nadi Suhu badan Pernapasan Kesan : compos mentis : 90x/menit : 36,6 0C : 58 x/menit : keadaan compos mentis Tipe : abdominal

Status Gizi Berat badan : 3800 gr Panjang badan : 50 cm

BMI: BB 3,8 Kg = 15,2 TB2 (0,5 )2 m BB/U = -2SD sd +2SD TB/U = -2SD sd +2SD BMI/U = -1SD sd +1SD Lingkar Kepala: Ratio: Lingkar kepala Lingkar dada 38 Lingkar dada : 50 38 50 13 cm cm = 0,86 cm kanan : 13 cm cm

Lingkar lengan atas (kiri)

Kesimpulan status gizi : kurang Kulit Kelenjar limfe Otot Tulang Sendi : sianosis (+), ikterik (-), turgor baik : tidak didapatkan pembesaran limfonodi : eutrofi : tidak didapatkan deformitas tulang : normal

Kesan

: terdapat tanda hipoksia pada kulit

PEMERIKSAAN KHUSUS: Leher : simetris, tidak didapatkan pembesaran kelenjar getah bening

Thoraks : simetris, terdapat retraksi dinding dada, tidak terdapat ketinggalan gerak, suara dasar vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Jantung : batas jantung jelaskan : - Kanan atas : dalam batas normal Inspeksi: ictus cordis tidak tampak

- Kanan bawah : dalam batas normal - Kiri atas angkat - Kiri bawah : dalam batas normal Suara jantung : Bunyi jantung I-II regular, bising jantung tidak didapatkan Kesan : batas jantung normal : dalam batas normal Palpasi : ictus cordis tidak kuat

Paru-paru : Depan Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Belakang Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Kanan Simetris Fremitus normal Sonor SDV +/+, Rh -/Kanan Simetris Fremitus normal Sonor SDV +/+, Rh -/Kiri Simetris Fremitus normal Sonor SDV +/+, Rh -/Kiri Simetris Fremitus normal Sonor SDV +/+, Rh -/-

Kesan : Terdapat gangguan pernafasan

Abdomen : Hati Limpa Anogenital Ekstremitas

Inspeksi : lebih tinggi dari dinding dada Auskultasi : peristaltik (+) Perkusi : tympani (+)

: tidak didapatkan pembesaran : tidak didapatkan pembesaran : tidak didapatkan kelainan, didapatkan anus : akral hangat, tidak terdapat edema

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.06.

UNIT PENYAKIT ANAK


NO. RM :

Pemeriksaan Neurologis Tungkai Kanan Gerakan Tonus Trofi Clonus Bebas N Eutrofi (-) Kiri Bebas N Eutrofi (-) Lengan Kanan Bebas N Eutrofi (-) Kiri Bebas N Eutrofi (-)

Reflek fisiologis

: Refleks patella (+), refleks achiles (+)

Refleks patologis : Refleks babinsky +), refleks chaddock (+) refleks Gordon (+), schaefffer (+) Meningeal Sign Sensibilitas : kaku kuduk (-), brudzinski I (-), brudzinski II (-), kernig sign (-) : uji sentuhan (+) uji nyeri (+)

Kesan : Status neurologi dalam batas normal

Kepala Normochepal Bentuk Ubun-ubun Mata Hidung Telinga Mulut monoliasis (-) Pharing Gigi

: rambut hitam dan tidak mudah dicabut, capur succ (-), cepal hematom (-) : normochepal : bentuk datar, tidak menonjol, tidak cekung : conjunctiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), edem palpebra (-/-), reflek cahaya (+/+) : nafas cuping hidung (-), secret (-) : simetris, serumen (-), hiperemis (-) : mukosa mulut basah (+), stomatitis (-), lidah kotor (-), perdarahan gusi (-),

: Mukosa hiperemis (-), Pseudomembran (-). : Gigi baik

Kesan: dalam batas normal

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.07.

UNIT PENYAKIT ANAK


NO. RM : PEMERIKSAAN LABORATORIUM / PENUNJANG

Nama : By. El Umur : 4 hari

Ruang : Perinatalogi Kelas :

Hasil Lab : 1. Darah rutin

Parameter WBC Lymph # Mid Gran Lymph % Mid % Gran %

10 Juni 2012 30.8 x 10 /uL 9.0 x 10 /uL 4.4 x 10 /uL 17.4 x 10 /uL 29.2 % 14.2 % 56.6 %
3 3 3 3

Nilai normal 4.0 10.0 0.8 4.0 0.1 0.9 2.0 7.0 20.0 40.0 3.0 9.0 50.0 70.0 11.0 16.0

HGB

11.9 g/dL
6

RBC HCT MCV MCH MCHC RDW-CV RDW-SD

3.30 x 10 /uL 36.2 % 109.8 fL 36.0 pg 32.8 g/dL 17.8 % 75.3 fL


3

3.50 5.50 37.0 50.0 82.0 95.0 27.0 31.0 32.0 36.0 11.5 14.5 35.0 56.0 150 300 7 11 15 17 0.108 0.282

PLT MPV PDW PCT 2. Fungsi Hepar Test Name DBIL TBIL SGOT SGPT Result 0.42 4.02 169.8 67.8 E Flag E E

164 x 10 /uL 7.9 fL 17.0 0.129 %

Unit Mg/dl Mg/dl u/i u/i

Normal Range 0-0.35 0.2-1.2 0-38 0-40

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.08.

UNIT PENYAKIT ANAK


NO. RM :

RINGKASAN ANAMNESIS & PEMERIKSAAN JASMANI

Nama : By. El Umur : 4 hari

Ruang :Perinatalogi Kelas :

Tulis dengan singkat data dasar yang mempunyai arti positif untuk penetapan masalah dan selanjutnya meliputi data dasar singkat dari anamnesis/pemeriksaan jasmani dan laboratorium dasar

Anamnesis Kala II lama Sianosis Tidak menangis

Pemeriksaan fisik Nadi = 90 x / menit - RR = 58 x / menit - Gerak kurang aktif - Sianosis Retraksi dada

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium -

Leukositosis
Peningkatan Enzim Hepar

Kemungkinan penyebab masalah (bisa berupa diagnosis banding dari masalah yang ada) : Asfiksia Berat sindrom aspirasi mekonium pneumonia

Rencana pengelolaan (rencana tindakan, pemeriksaan laborat dll, rencana terapi, dan edukasi) sesuai dengan masalah yang ada a. Rencana tindakan: Monitoring kondisi umum Pasang O2 2 L/mnt Pasang infus RL (16 tpm)

b. Rencana penegakkan diagnosis: Anamnesis Pemeriksaan fisik: keadaan umum, kulit, kardiopulmonal, neurologis Pemeriksaan penunjang: darah lengkap (Jumlah leukosit, hemoglobin, pemeriksaan kadar bilirubin, pemeriksaan enzim hepar, elektrolit )

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

RM.09.

UNIT PENYAKIT ANAK


NO. RM :

c. Rencana terapi: Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg Aminosteril 3x5 cc CPAP Foto terapi

d. Rencana evaluasi: Keadaan umum Tanda vital Darah lengkap Bilirubin, SGOT, SGPT.

e. Rencana edukasi: Menjelaskan penyakit pasien kepada keluarga Menjelaskan untuk selalu menjaga kebersihan diri, rumah dan lingkungan Memotivasi untuk control paska perawatan di RS

f. Prognosis Ad vitam Ad sanam Ad fungsionam : dubia : dubia : dubia

Nama dan tanda tangan Co Ass

Diperiksa dan disahkan oleh : Supervisor dari pavilion/ ruangan : Tanggal ..jam..: Tanda tangan,

Diperiksa oleh : Dokter pavilion/ ruangan : Tanggaljam::.. Tanda tangan,

( Nama lengkap

( Nama lengkap

FOLLOW UP
SOAP 10 Juni 2012 S : BL secara VE, BB/PB: 3800gr/50cm, A-S : 1-2, aterm (39-40 mgg),anus (+), tangis(-), gerak (-), sesak (+), sianosis (+), muntah (-), kembung(-), BAB/BAK (+) K/L : CA (-/-), SI (-/-), PKGB (-/-) PULMO : I : retraksi (+) P:sonor A:SDV (+/+) Ronki (-/-) wheezing (-/-) COR : I : IC tidak tampak P: IC tidak kuat angkat P: redup A: BJ I,II reg, bising (-) ABDOMEN : I : lbh tinggi dr ddg dada A: peristaltik (+) P: timpani P: NT (-),hepatomegali (-) Splenomegali (-) EKSTREMITAS : Akral hangat Sianosis (+) Edema (-) VITAL SIGN U : 0 hari BB: 3800 gr. Terapi Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg Aminosteril 3x5 cc CPAP

11 Juni 2012 S : tangis(+), gerak (+), sesak (+), sianosis (+), muntah (-), ikterik (+), kembung(-), BAB/BAK (+) K/L : CA (-/-), SI (-/-), PKGB (-/-) PULMO : I : retraksi (+) P:sonor A:SDV (+/+) Ronki (-/-) wheezing (-/-)

U : 1 hari BB: 3800 gr.

Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg Aminosteril 3x5 cc CPAP

COR : I : IC tidak tampak P: IC tidak kuat angkat P: redup A: BJ I,II reg, bising (-) ABDOMEN : I : lbh tinggi dr ddg dada A: peristaltik (+) P: timpani P: NT (-),hepatomegali (-) Splenomegali (-) EKSTREMITAS : Akral hangat Sianosis (+) Edema (-)

12 Juni 2012 S : tangis(+), gerak (+), sesak (+), sianosis (+), muntah (-), ikterik (+), kembung(-), BAB/BAK (+) K/L : CA (-/-), SI (-/-), PKGB (-/-) PULMO : I : retraksi (+) P:sonor A:SDV (+/+) Ronki (-/-) wheezing (-/-) COR : I : IC tidak tampak P: IC tidak kuat angkat P: redup A: BJ I,II reg, bising (-) ABDOMEN : I : lbh tinggi dr ddg dada A: peristaltik (+) P: timpani P: NT (-),hepatomegali (-) Splenomegali (-) EKSTREMITAS : Akral hangat Sianosis (+) Edema (-)

U : 2 hari BB: 3800 gr.

Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg

13 Juni 2012 S : tangis(+), gerak (+), sesak (-), sianosis (-), muntah (-), ikterik (-), kembung(-), BAB/BAK (+) K/L : CA (-/-), SI (-/-), PKGB (-/-) PULMO : I : retraksi (-) P:sonor A:SDV (+/+) Ronki (-/-) wheezing (-/-) COR : I : IC tidak tampak P: IC tidak kuat angkat P: redup A: BJ I,II reg, bising (-) ABDOMEN : I : lbh tinggi dr ddg dada A: peristaltik (+) P: timpani P: NT (-),hepatomegali (-) Splenomegali (-) EKSTREMITAS : Akral hangat Sianosis (-) Edema (-) 14 Juni 2012 S : tangis(+), gerak (+), sesak (-), sianosis (-), muntah (-), ikterik (-), kembung(-), BAB/BAK (+) K/L : CA (-/-), SI (-/-), PKGB (-/-) PULMO : I : retraksi (-) P:sonor A:SDV (+/+) Ronki (-/-) wheezing (-/-) COR : I : IC tidak tampak P: IC tidak kuat angkat P: redup A: BJ I,II reg, bising (-) ABDOMEN :

U : 3 hari BB: 3800 gr.

Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg

U : 4 hari BB: 3800 gr.

Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg

I : lbh tinggi dr ddg dada A: peristaltik (+) P: timpani P: NT (-),hepatomegali (-) Splenomegali (-) EKSTREMITAS : Akral hangat Sianosis (-) Edema (-)

15 Juni 2012 S : tangis(+), gerak (+), sesak (-), sianosis (-), muntah (-), ikterik (-), kembung(-), BAB/BAK (+) K/L : CA (-/-), SI (-/-), PKGB (-/-) PULMO : I : retraksi (-) P:sonor A:SDV (+/+) Ronki (-/-) wheezing (-/-) COR : I : IC tidak tampak P: IC tidak kuat angkat P: redup A: BJ I,II reg, bising (-) ABDOMEN : I : lbh tinggi dr ddg dada A: peristaltik (+) P: timpani P: NT (-),hepatomegali (-) Splenomegali (-) EKSTREMITAS : Akral hangat Sianosis (-) Edema (-)

U : 5 hari BB: 3800 gr.

Cefotaxim 2x150 mg Dexametason 2x1 mg Mersi 1x75 mg Brainact 1x 50 mg Aminop 3x6 mg Aminosteril 3x5 cc

TINJAUAN PUSTAKA

a. Definisi : ASFIKSIA adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia pada BBL ditandai dengan keadaan hipoksemia, hiperkarbia, dan asidosis. b. Penilaian asfiksia Penilaian awal harus dilakukan pada semua BBL. Penatalaksanaan selanjutnya dilakukan menurut hasil penilaian tersebut, dinilai setiap 30 detik dilakukan secara berkesinambungan menurut siklus menilai, menentukan tindakan dan melakukan tindakan. c. Etiologi : 1. Faktor ibu : Hipoksia ibu. Hal ini sering menimbulkan hipoksia janin dengan segala akibatnya. Hipoksia ibu ini dapat terjadi karena hipoventilasi akibat pemberian obat analgetik atau anestesi dalam. Gangguan aliran darah uterus. Mengurangnya aliran darah pada uterus akan menyebebakan berkurangnya pengaliran oksigen. Preeklampsia dan eklampsia Plasenta previa Partus lama Demam sebelum dan selama kehamilan Infeksi berat Kehamilan lebih bulan (42 minggu) 2. Faktor plasenta dan tali pusat Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan kondisi plasenta. Asfiksia janin akan terjadi bila terdapat gangguan seperti : Infark plasenta Hematom plasenta Lilitan tali pusat Talipusat pendek Simpul tali pusat 3. Faktor fetus Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pembuluh darah umbilikus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin 4. Faktor bayi Depresi pusat pernafasan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena : Bayi prematur (37 minggu) Ketuban bercampur mekonium Kelainan kongenital

d. Klasifikasi

e. Diagnosis Anamnesis Kesulitan atau gangguan waktu lahir (perdarahan antepartum, lilitan tali pusat, sungsang, ekstraksi vacum, dll). Lahir tidak bernapas/ menangis Ketuban bercampur mekonium Pemeriksaan fisik Bayi tidak bernapas atau napas megap-megap DJ kurang dari 100x/m Kulit sianosis/pucat Tonus otot menurun Merintih Apneu > 20 detik

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Lab Foto Rontgen f. Cara pemberian obat 1. Vena umbilikal, cara memberikan cairan paling cepat dan dapat digunakan untuk epinefrin, nalokson, atau natrium bikarbonas. 2. Pipa endotrakeal. Hanya epinefrin yang bisa diberikan melalui pipa endotracheal. 3. Vena perifer. 4. Intramuskular

5. Akses intraoseus, tidak digunakan pada BBL karena lebih cepat mengakses vena umbilikalis. Fragilitas tulang-tulang kecil. g. Obat yang diberikan 1. Epinefrin hidroklorida adalah obat pemicu jantung yang meningkatkan kekuatan dan kontraksi otot jantung dan mengakibatkan vasokonstriksi perifer., sehingga akan meningkatkan aliran darah melalui arteria koronaria dan aliran darah ke otak. Indikasi : DJ < 60x/m setelah diberikan VTP secara efektif selama 30 detik dan kompresi dada 30 detik. Dosis : 0,1-0,3 ml/kgbb 2. Cairan penambah volume darah Indikasi : Respons resusitasi baik dipikirkan kemungkinan kehilangan cairan. Cairan yang dipakai kristaloid isotonik, larutan garam fisiologis, larutan ringer laktat. Dosis : dosis awal 10 ml/kg dengan kecepatan 5-10 menit secara intravena. 3. Nalokson Indikasi : apabila bayi masih mengalami depresi nafas setelah frekuensi jantung dan warna kulit menjadi normal dan ibu mendapat obat narkotika pada 4 jam sebelum persalinan. Dosis : 0,1 ml/kg secara intravena atau intramuskular. 4. Natrium bokarbonat Indikasi : dapat memperbaiki asidosis intrakardiak, fungsi mikardium, dan mendapatkan sirkulasi spontan. Dosis : BBL digunakan natrium bikarbonat 4,2%