Anda di halaman 1dari 9

OTITIS MEDIA SEROSA

Disusun oleh : Jenderal dr. M. Yusuf Cordowy, Sp.THT

SMF ILMU TELINGA, HIDUNG, DAN TENGGOROKAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN 2013

A. Definisi Otitis media serosa adalah keadaan terdapatnya secret yang nonpurulen di telinga tengah, sedangkan membrane timpani utuh. Adanya cairan ditelinga tengah dengan membrane timpani utuh tanpa adanya tanda-tanda infeksi disebut juga otitis media dengan efusi. Apabila efusi tersebut encer disebut otitis media serosa dan apabila efusi tersebut kental seperti lem disebut otitis media mukoid (glue ear). Sinonimnya otitis media efusa, otitis media sekretoria, otitis media musinosa, glue ear.1

B. Diagnosis 1. Anamnesa1 a. Telinga terasa penuh, terasa ada cairan (grebeg-grebeg) b. Pendengaran menurun c. Terdengar suara dalam telinga sewaktu menelan atau menguap 2. Pemeriksaan fisik : a. pemeriksaan fisik memperlihatkan imobilitas gendang telinga pada penilaian otoskop pneumatik. Setelah otoskop ditempelkan rapat-rapat pada liang telinga, diberikan tekanan positif dan negative. Jika terdapat udara dalam tympanum, maka udara itu akan tertekan sehingga membrana timpani akan terdorong ke dalam pada pemberian tekanan positif, dan keluar pada tekanan negatif. Gerakan menjadi lamban atau tidak terjadi pada otitis media serosa atau mukoid. Pada otitis media serosa, membrane timpani tampak berwarna kekuningan, sementara pada otitis media mukoid terlihat lebih kusam dan keruh. Maleus tampak pendek, retraksi dan berwarna putih kapur. Kadang-kadang tinggi cairan atau gelembung otitis media serosa dapat tampak lewat membrane timpani yang semitransparan. Membrane timpani dapat berwarna biru atau keunguan bila ada produkproduk darah dalam telinga2 otitis media serosa akut : pada otoskopi terlihat mebrana timpani retraksi. Kadang- kadang tampak gelembung udara

(air bubles) atau permukaan cairan dalam kavum timpani (air-fluid level). otitis media serosa kronik : pada otoskopi terlihat mebrana timpani utuh, retraksi, suram, kuning kemerahan atau keabuabuan. b. reflek cahaya berubah atau menghilang c. garpu tala : untuk membuktikan adanya tuli konduksi10 3. Pemeriksaan penunjang (bila tersedia sarana) a. Audiogram : tuli konduktif b. Timpanogram : mengukur gerakan gendang telinga, ketika cairan didalam telinga tengah, gerakan gendang telinga akan terbatas

C. Klasifikasi 1 1. Otitis media serosa akut Otitis media serosa akut adalah keadaan terbentuknya sekret di telinga secara tiba-tiba yang disebabkan oleh gangguan fungsi tuba. Kadaan akut ini dapat disebakan antara lain oleh: Sumbatan tuba, dimana terbentuk cairan di telinga tengah disebabkan oleh tersumbatnya tuba secara tiba-tiba seperti pada barotraumas. Virus. Terbentuknya cairan ditelinga tengah yang berhubungan dengan infeksi virus pada jalan nafas atas Alergi terbentuknya cairan ditelinga tengah yang berhubungan dengan keadaan alergi pada jalan nafas atas Idiopatik

Gambar 1. Otitis media serosa akut

2. Otitis media serosa kronik Batasan antara kondisi otitis media kronik hanya pada cara terbentuknya secret. Pada otitis media serosa akut secret terjadi secara tiba-tiba di telinga tengah dengan disertai rasa nyeri pada telinga, sedangkan pada keadaan kronis secret terbentuk secara bertahap tanpa rasa nyeri dengan gejala-gejala pada telinga yang berlangsung lama. Otitis media serosa kronik lebih sering terjadi pada anak-anak, sedangkan otitis media serosa akut lebih sering terjadi pada orang dewasa. Otitis media serosa unilateral pada orang dewasa tanpa penyebab yang jelas harus selalu difikirkan kemungkinan adanya karsinoma nasofaring. Sekret pada otitis ,.media serosa kronik dapat kental seperti lem, maka disebut glue ear. Otitis media serosa kronik dapat juga terjadi sebagai gejala sisa dari otitis media akut (OMA) yang tidak sembuh sempurna.

Gambar 2. Otitis media serosa kronik

D. Penatalaksanaan Pengobatan pada kedua kondisi ini mula-mula bersifat medis dan kemudian jika perlu, secara bedah. Pengobatan medis termasuk antibiotik, antihistamin, dekongestan, latihan ventilasi tuba eustakius dan hiposensitisasi alergi.

Hiposensitisasi alergi hanya dilakukan pada kasus-kasus yang jelas memperlihatkan alergi dengan tes kulit. Bila terbukti alergi makanan, maka diet perlu di batasi. Antihistamin hanya diberikan pada anak-anak atau dewasa dengan kongesti hidung atau sinus penyerta. Antihistamin maupun dekongestan tidak berguna bila tidak ada

kongesti nasofaring. Pasien kemudian dinilai akan adanya gangguan penyerta lain seperti sinusitis kronik, polip hidung, obstruksi hidung, dan hipertrofi adenoid. Penatalaksanaan medis pada otitis media serosa diteruskan selama 3 bulan. Dalam jangka waktu tersebut, cairan telah menghilang pada 90 persen pasien. Cairan yang tetap bertahan merupakan indikasi koreksi bedah. Koreksi ini terdiri dari suatu insisi miringotomi, pengeluaran cairan, dan seringkali juga pemasangan suatu tuba penyeimbang tekanan. Tuba penyeimbang tekanan ini berfungsi sebagai ventilasi yang memungkinkan udara masuk ke dalam telinga atengah, dengan demikian menghilangkan keadaan vakum, dan membiarkan cairan mengalir dan diabsorpsi.2

Gambar 3. Skema Terapi Pada Otitis Media Serosa3

Antibiotik yang digunakan3 : Lini pertama : Amoksisilin 500 mg p.o 7-10 hari atau jika alergi, Eritromycin 333 mg p.o 7-10 hari Lini kedua : Augmentin (amoxicillin dan asam clavulanic ) 875

mg 7-10 hari atau Pediazole (Pediatrics) atau Sefalosporin generasi 3. Keputusan untuk melakukan intervensi bedah tidak hanya berdasarkan lamanya penyakit. Derajat gangguan pendengaran dan frekuensi serta parahnya gangguan pendahulu yang juga perlu dipertimbangkan. Gangguan seringkali bilateral, namun anak dengan cairan yang sedikit, gangguan pendengaran minimal, atau dengan gangguan unilateral dapat diobati lebih lama dengan pendekatan yang lebih konservatif. Sebaliknya, penipisan membrane timpani, retraksi yang dalam, gangguan pendengaran yang bermakna dapat merupakan indikasi untuk miringotomi segera. Tuba ventilasi dibiarkan pada tempatnya sampai terlepas sendiri dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun. Sayangnya karena cairan sering kali berulang, beberapa anak memerlukan tuba yang dirancang khusus sehingga dapat bertahan lebih dari satu tahun. Keburukan tuba yang tahan lama ini adalah menetapnya perforasi setelah tuba terlepas. Pemasangan tuba ventilasi dapat memulihkan pendengaran dan membenarkan membrane timpani yang mengalami retraksi berat terutama bila ada tekanan negative yang menetap.2

Gambar 12. Miringotomi Dan Pemasangan Tuba4 Keburukan utama dari tuba ventilasi adalah telinga tengah perlu dijaga agar tetap kering. Untuk tujuan ini telah dikembangkan berbagai macam sumbat telinga. Insisi miringotomi dan pemasangan tuba telah dikaitkan dengan pembentukan kolesteatoma pada beberapa kasus (jarang). Drainase melalui tuba bukannya tidak sering terjadi, dan dapat dikaitkan dengan infeksi saluran napas atas, atau memungkinkan air masuk ke dalam telinga tengah, dan pada kasus-kasus tertentu dapat merupakan masalah menetap yang tidak bisa dijelaskan. Pada kasus-kasus demikian, penanganan medis dengan antibiotik sistemik atau tetes telinga harus diteruskan untuk waktu yang lebih lama bahkan saat tuba masih terpasang.2 Gagalnya penanganan dengan cara ini mengharuskan radiogram mastoid dan penilaian lebih lanjut. Dengan sering infeksi hidung dan tenggorokan, kelenjar adenoid dapat menjadi membesar, menghalangi pernapasan hidung. Karena adenoid yang di sebelah area tuba eustakius, pembesaran atau infeksi dapat menyebabkan masalah telinga berulang. Salah satu cara untuk memperkirakan ukuran kelenjar adenoid adalah dengan sinar-X. X-ray ini sangat berguna dalam menilai apakah kelenjar adenoid yang menghalangi daerah eustakius. Sebuah perkiraan kasar dari ukuran

adenoid juga dapat diperoleh dengan mencatat ukuran amandel. Jika amandel sangat besar, adenoid biasanya membesar.4

Gambar 13. Adenoidektomi 4 Manfaat adenoidektomi pada otitis media serosa kronik masih

diperdebatkan. Tentunya tindakan ini cukup berarti pada individu dengan adenoid yang besar sehingga menyebabkan obstruksi hidung dan nasofaring. Namun sebagian besar anak tidak memenuhi kategori tersebut. Manfaat adenoidektomi pada anak dengan jaringan adenoid berukuran sedang dan dengan infeksi berulang masih dalam penilaian. Penelitian mutakhir (Gates) menyebabkan obstruksi.2 Cairan di telinga tengah juga dapat terjadi pada orang dewasa. Paling sering, masalah cairan pada orang dewasa mengikuti infeksi pernafasan atas: sinusitis, alergi berat, atau terbang dengan pilek. Sebuah kombinasi dekongestan dan antibiotik biasanya akan membersihkan infeksi dan memungkinkan cairan mengalir. Pada beberapa orang dewasa, terutama mereka dengan kondisi hidung atau sinus yang mendasari, cairan mungkin tidak jelas. Pengobatan tambahan diperlukan oleh pasien. Obat yang mengandung kortison, seperti Prednison atau Medrol, dapat diberikan selama enam atau tujuh hari. Mereka sering efektif dalam membersihkan cairan ketika pengobatan lain gagal.4 melaporkan bahwa

adenoidektomi terbukti menguntungkan sekalipun jaringan adenoid tersebut tidak

DAFTAR PUSTAKA

1. Soepardi Efiaty Arsyad, dr, Sp.THT(K), dkk. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung TenggorokanKepala & Leher; Edisi keenam. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 2010 2. Boies, adams. Buku Ajar Penyakit THT Edisi 6. EGC. Jakarta .1997 3. http://drdavidson.ucsd.edu/Portals/0/Pathway/SeriOtit.htm 4. http://www.earsurgery.org/site/pages/conditions/serous-otitis-media.php