Anda di halaman 1dari 49

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

LATAR BELAKANG Suatu kehamilan yang berakhir sebelum periode Urabilitas janin yaitu yang berakhir sebelum berat janin 500 gram. Bila berat badan tidak diketahui maka perkiraan lama kehamilan kurang dari 20 minggu lengkap 139 hari dihitung dari hari pertama haid berakhir normal yang dapat dipakai (Taber, 2003 : 56). Istilah abortus digunakan untuk menunjukan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Abortus disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kelainan pertumbuhan hasil konsepsi kelainan pada plasenta. Penyakit ibu maupun kelainan fraktus genetalis. Sampai saat ini janin terkecil yang dilaporkan dapat hidup diluar kandungan mempunyai berat badan 294 gram. Frekuensi abortus sukar ditentukan karena abortus buatan banyak tidak dilaporkan kecuali apabila terjadi komplikasi juga karena sebagian abortus spontan hanya disertai gejala ringan sehingga pertolongan medik tidak diperlukan dan kejadian ini dianggap sebagai haid terlambat diperkirakan frekuensi abortus spontan berkisar 10-15 %. (Wiknjosastro, 2005 : 302) Sesuai Demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 1997 dilaporkan 6% kehamilan dalam periode 1992-1997 berakhir dengan keguguran, angka keguguran lebih tinggi didaerah perkotaan (7%) daripada pedesaan (5%) secara umum kehamilan yang tidak diinginkan (tidak direncanakan atau tidak diharapakan) telah turun dari 17% (1991-1994) menjadi 14% (1994-1997). (Surjadi, 2000 : 62) Angka kejadian abortus pada tahun 2005 di Rumah Sakit Tidar Magelang sebanyak 93 orang. Umur terbanyak pasien yang mengalami abortus yaitu diantara umur 17-19 dengan jumlah pasien 38 orang dengan persentase 40,8% dan urutan kedua berumur diantara 20-24 dengan jumlah

pasien 19 orang dengan persentase 20,4% dan urutan ketiga berumur diantara 25-29 dengan jumlah pasien 18 orang dengan presentase 19,3% dan urutan keempat pada umur 30-34 tahun dengan jumlah pasien 10 orang dengan presentase 10,7% dan yang kelima pada umur 35-39 tahun dengan pasien jumlah 5 orang dengan persentase 5,3% dan yeng terakhir umur 40-44 tahun dengan jumlah pasien 3 orang dengan persentase 3,2%. (Rekam medik RSU Tidar Megelang,2005)Untuk itu, penulis tetarik untuk mengambil kasus pada asuhan kebidanan pada Ny I usia 20 tahun G 1 P0000 Ab000 UK 6-8 minggu dengan abortus imminens di RSB PERMATA HATI MALANG agar dapat memberikan asuhan secara komprehensif sehingga klien dapat sehat seperti keadaan normal. Tujuan pemberian pelayanan kesehatan pada ibu yang mengalami abortus imminens dengan asuhan kebidanan secara komprehensif adalah untuk menyelesaikan masalah kebidanan.

1.1 Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan 7 langkah varney. 2. Tujuan Khusus Mahasiswa diharapkan mampu : a. Melakukan pengumpulan data subjektif dan data objektif. b. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah c. Mengidentifikasi diagnose dan masalah potensial d. Mengidentifikasi kebutuhan segera e. Merencanakan (mengintervensi) asuhan kebidanan f. Melaksanakan (mengimplementasikan) asuhan kebidanan yang telah direncanakan g. Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan

1.2 Metode Pengumpulan Data a. Anamnese Melakukan pengumpulan data dengan bertanya kepada pasien secara langsung. b. Wawancara Melakukan pengumpulan data dengan cara mengumulkan informasi secara lisan baik dari pasien maupun orang yang berkaitan dengan pasien. c. Kunjungan rumah Melakukan pengumpulan data dengan cara mengunjungi rumah pasien untuk mengetahui kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap dirinya. d. Studi kasus Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan bantuan referensi yang berkaitan dengan kasus. 1.3 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN, berisi tentang : Latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan, pelaksanaan, sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep dasar kehamilan , konsep dasar asuhan kebidanan. BAB III TINJAUAN KASUS Pengkajian data, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi diagnosa dan masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi, evaluasi. BAB IV PEMBAHASAN BAB V PENUTUP

Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Kehamilan 2.1.1 Pengertian Kehamilan adalah mulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir pada permulaan persalinan . sejak konsepsi dan berakhir samapi (FK UNPAD, 1983) permulaan persalinan Kehamilan adalah perkembangan dan pertumbuhan janin intrauterin mulai (Manuaba,1998). Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi samapai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu 9 bulan 7 hari) dihitung dari HPHT. 2.1.2 Pembagian Lama Kehamilan a. Kehamilan < 20 minggu dengan berat janin < 500 gr bila berakhir disebut abortus. b. Kehamilan 22 28 minggu disebut imatur. c. Kehamilan 29 36 minggu bila terjadi persalinan disebut prematur. d. Kehamilan 37 42 minggu disebut aterm. Kehamilan melebihi 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu (post date) atau serotinus. (Mochtar, 1998) Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan : Trimester I Trimester II : 0 12 minggu. : 13 28 minggu. (Saifuddin, 2001)

Trimester III : 29 42 minggu.

2.1.3 Tanda- tanda Kehamilan A. Tanda Mungkin. o o Sinkope / pingsan. Terjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) Keadaan ini menghilang sampai UK 16 minggu. Payudara tegang. o Pengaruh estrogen, progesteron dan somatomammotropin menimbulkan deposit lemak, air, garam pada payudara. o Payudara membesar dan tegang. o Ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama. Sering miksi. o Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. o Pada triwulan kedua sudah menghilang. Konstipasi / obstipasi. menyebabkan kesulitan untuk BAB. stimulating Pigmentasi kulit. hormon hipofise anterior menyebabkan kesulitan o Sekitar pipi : cloasma gravidarum, keluarnya melanofor pigmentasi kulit. o Diding perut : strie lividae, strie nigra, linea alba semakin hitam. Sekitar payudara. menyebabkan iskemia susunan syaraf pusat.

o Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus

o Hiperpigmentasi areola mamae. o Puting susu makin menonjol. o Kelenjar montgomeri menonjol.

o Pembuluh darah manifest sekitar payudara. o Karena pengaruh Varises. dari estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat. o Penampakan pembuluh darah ini dapat menghilang setelah persalinan. o Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif. B. Tanda Tidak Pasti. Rahim membesar sesuai UK. Tanda Hegar : konsistensi uterus menjadi lunak (istmus uteri). Tanda goodle : serviks menjadi lunak. Tanda Chadwicks : warna vulva dan vagina menjadi ungu. Tanda Pischasek : pembesaran uterus tidak merata tetapi di daerah telur bernidasi lebih cepat tumbuhnya. Kontraksi braxton hicks yaitu kontraksi yang terjadi di seluruh rahim dan tidak terasa nyeri. Teraba ballotement yaitu lentingan di dalam rahim. Gerakan janin dalam rahim. Detak jantung janin terdengar. Rangka janin terlihat dalam foto rontgen. C. Tanda Pasti.

(Rustam Mochtar, 1998) 2.1.4 Perubahan fisiologis kehamilan. Uterus. Uterus bertambah besar, semula 30 gram menjadi 1000 gram karena hipertrofi. Vagina.

Elastisitas vagina bertamabh. Lendir vagina bertambah, reaksi asam 3,5 6. Pembuluh darah dinding vagina bertambah, sehingga warnanya menjadi kebiruan. Kulit. Dinding perut. Payudara. Terdapat hiperpigmentasi pada muka, areola mamae, leher dan perut. Timbul strie gravidarum. Biasanya membesar karena adanya hipertrofidan alveoli memproduksi ASI. Areola mamae melebar dan warnanya lebih tua. Sistem respirasi. Wanita hamil biasanya mengalami sesak nafas, biasanya ditemukan pada trimester III ke atas karena adanya penekanan uterus ke arah diafragma sehingga kebutuhan O2 meningkat. Sistem urinarius. Pada bulan-bulan kehamilan, kandung kencing tertekan oleh uterus yang memebesar. (Rustam Mochtar, 1998) 2.1.5 Diagnosis banding kehamilan Gejala dapat sama dengan kehamilan seperti amenorea, perut membesar, mual, muntah, air susu keluar, dan bahkan wanita ini merasakan gerakan janin. Namun pada pemeriksaan uterus tidak membesar, tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negatif. 2. Myoma uteri

1. Hamil palsu (Pseudocyesis)

Perut dan rahim membesar, namun pada perabaan, rahim terasa padat, kadang berbenjol-benjol. Tanda kehamilan negatif dan tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya. 3. Kista ovarii Perut membesar bahkan makin bertambah besar. Namun pada pemeriksaan dalam rahim terasa sebesar biasa. Reaksi kehamilan negatif. Tanda-tanda kehamilan lain negatif. 4. Kandung kemih penuh dan terjadi retensio urin. Pada pemasanga kateter keluar banyak air kencing. 5. Hematometra Uterus membesar karena tensi darah yang disebabkan himen inperforata. (Rustam Mochtar, 1998: 45) 2.1.6 Reaksi psikologis yang terjadi pada kehamilan Merupakan periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia hamil. Penerimaan kenyataan ini merupakan tugas psikologis yang paling penting dalam trimester I. Sebagian besar wanita bersikap ambivalent tentang kehamilannya apalagi yang belum siap untuk hamil. b. Trimester II Disebut yang periode kesehatan karena pada trimester ini wanita merasa sehat dan terbebas dari ketidaknyamanan dari kehamilan normal. c. Trimester III Berkaitan dengan resiko yang akan dihadapi dalam kehamilan maupun persalinan dan upaya untuk mempersiapkan serta waspada terhadap segala sesuatu yang terjadi. 2.1.7 Standart kehamilan fisiologis Dilihat dari TFU

a. Trimester I

Sebelum 12 minggu : 12 minggu 16 minggu 20 minggu 24 minggu 28 minggu 32 minggu 36 minggu 38 minggu 40 minggu 2.1.8 : : : : : : : : :

belum bisa diraba 1-2 jari atas sympisis pertengahan antara sympisis pusat 3 jari dibawah pusat setinggi pusat 3 jari diatas pusat pertengahan pusat dan Px 3 jari bawah Px merapat lingkar tulang iga pertengahan pusat dan Px

Pengertian Ante Natal Care (ANC) Asuhan antenatal adalah suatu program terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.

2.1.9

Tujuan Ante Natal Care (ANC) Terhadap ibu Untuk mengurangi penyulit-penyulit masa antepartum Untuk mempertahankan kesehatan jasmani maupun rohani ibu Supaya persalinan berlangsung dengan aman Supaya ibu sehat dalam masa post partum Supaya ibu dapat memenuhi segala kebutuhan janin. Mengurangi prematuritas kelahiran mati dan kematian neonatal Bagi tumbuh sehat secara optimal

Terhadap janin/ anak

2.1.10 Yang perlu diberitahukan pada ibu hamil Rencana kunjungan Pada trimester I Pada trimester II : 1 x kunjungan : 1 x kunjungan

10

Pada trimester III Tensi Ukur TFU Imunisasi TT lengkap Tablet zat besi/ Fe Test PMS

: 2 x kunjungan

Diet 4 sehat 5 sempurna Imunisasi TT Personal hygiene Perawatan payudara Persiapan kelahiran bayi Pelayanan asuhan standart minimal 7T

Timbang berat badan

Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. 2.1.12 Tanda-tanda bahaya kehamilan 1. Perdaraha pervaginam 2. Sakit kepala lebih dari biasa 3. Gangguan penglihatan 4. Pembengkakan pada wajah/ tangan 5. Nyeri abdomen yang hebat. 6. Janin tidak bergerak sebanyak biasanya 2.1.13 Nasehat Pada Ibu Hamil Makanan (diet) hamil. Makan makanan yang seimbang, nilai gizi dapat ditentukan dengan bertambahnya berat badan sekitar 6,5-13 kg selama hamil, kenaikan berat badan tidak boleh lebih dari kg per minggu. Pekerjaan rumah tangga.

11

Bekerja sesuai dengan kemampuan dan makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan. Hubungan seksual. Hentikan hubungan seksual jika terdapat infeksi dan pengeluaran cairan disertai nyeri atau panas, perdarahan saat hubungan seksual, pengeluaran cairan mendadak. Pakaian hamil. Memakai pakaian longgar, mampu menyerap keringat terutama BH. (Perawatan Ibu Hamil dan Bayi) 2.2 Konsep Dasar Abortus Iminens 2.2.1 Definisi a.Abortus iminens (keguguran mengancam), abortus ini baru mengancam dan masih ada harapan untuk mempertahankannya.(FK. UNPAD, 1984 :8) b. Abortus iminens adalah abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya abortus selanjutnya. (Sarwono, 2008 : 467) c.Abortus iminens adalah abortus yang terjadi dan kehamilan dapat berlanjut. (panduan pelayanan maternal dan neonatal, 2002 : N-11) d. Abortus iminens adalah keguguran membakat dan akan terjadi dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat-obat hormonal dan anti spajmodika serta istirahat. (Mochtar Rustam, hal. 212) 2.2.2 Etiologi Penyebab penyebab abortus iminens yaitu : 1. Faktor genetic Yaitu : Kelainan struktur kromoson yang diturunkan wanita atau pria bisa berdampak pada rendahnya konsentrasi sperma, infertilitas dan mengurangi peluang kehamilan dan terjadi keguguran. Kelainan

12

sering juga berupa gen yang abnormal, mungkin karena mutasi gen yang bisa mengganggu proses implantasi dan menyebabkan keguguran. 2. Faktor endometrium Endometrium yang belum siap untuk menerima implantasi hasil Konsepsi Gizi ibu berkurang karena anemia atau terlalu pendek jarak kehamilan. 3. Faktor lingkungan Diperkirakan 1-10% malformasi janin akibat dari paparan obat bahan kimia atau radiasi umumnya berakhir dengan abortus, misalnya paparan temabakau, sigaret rokok mengandung ratusan unsure koksik, antara lain nikotin, yang mempunyai efek vasoaktif sehingga menghambat sirkulasi uteroplasenta dengan adanya gangguan pada system fetoplasenta dapat terjadi gangguan pertumbuhan janin yang berakibat terjadinya abortus. 4. Kelainan genetalia ibu bikornis) 5. Trauma fisik Kecelakaan lalu lintas, jatuh,hubungan seksual. Faktor faktor lain yang menyebabkan abortus iminens yaitu : 1. Placenta sign(gejala placenta) ialah perdarahan yang terjadi dari pembuluh pembuluh daerah sekitar placenta. Gejala ini selalu terjadi dan terdapat pad kera macacus rhesus yang hamil 2. Erosi portionis juga mudah berdarah pada kehamilan 3. Polyp Kelaiana letak dari uterus seperti retrofleksi uterus Congenital anomaly (hippoplasia uteri, uterus

13

Diagnosa kehamilan mudah pada abortus iminens kalau 1. Perdarahan sedikit 2. nyeri memilin kkarena kontraksi tidak ada atau sedikit sekali 3. pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan 4. tidak ada diketemukan kelainan pada cervic

terdapat :

2.2.3 Patofisiologi Abortus terjadi melalui dari terlepasnya sebagian/seluruh jaringan plasenta yang menyebabkan perdarhan sehingga janin kekurangan nutrisi dan O2, pengeluran tersebut dapat terjadi spontan atau seluruhnya.Bentuk perdarahan bervariasi diantaranya : Sedikit berlangsung lama Kadang dalam jumlah yang besar disertai gumpalan Akibat perdarahan tidak menimbulkan gangguan apapun tapi menimbulkan Tanda dan gejala yaitu : Perdarahan sedikit atau banyak Nyeri perut bagian banyak Perdarahan memanjang sampai terjadi anemia Pada pemeriksaan di jumpai gambaran : 2.2.4 Penanganan Penilaian awal: a. Lakukan penilaian secara cepat mengenai keadaan umum pasien dan TTV Kanalis cervikalis terbuka Pada palpasi nyeri perut bagian bawah Uterus teraba lunak

14

b. Periksa tanda-tanda syok (pucat, bertingkat, pingsan, nadi > 112 x / menit c. Pasang infuse dengan jarumbesar (16,9 / lebih besar) infuse ringen laktat dengan tetesan cepat (500 ml dalam 2 jam pertam) d. Jika perdarahan tidak seberapa banyak kehamilan 16 minggu evaluasi dapat dilakukan / dengan cunum avum untuk mengeuakrna hasil konsepsi yang keluar melalui serviks jika perdarahan berhenti, berikan oryemetri 0,2 IM/mesopastat 400 mg peroral e. Perdarahan banyak / terus berlangsung dan usia kehamilan < 16 minggu evakuasi hasil konsepsi dengan : - Aspirasi vacuum manual - Apabila evakuasi belum dapat dilakukan segera beri orgemetrin O,2 mg/IM f. Jarak kehamilan > 16 minggu - Berikan infuse oksotosin 20 unit dalam 500 ml cairan CV ringer lakukan 40 tetes g. Bersihkan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan (Syaifudin, 2002: N-13) 2.2.3.1 Konsep dasar manajement kebidanan I. PENGKAJIAN DATA Hari/ Tanggal & jam Ruangan No.ReG A. 1. :Untuk mengetahui waktu dilakukannya tindakan. : Untuk mengetahui tempat ruangan dilakukannya asuhan Pada ibu hamil : Untuk mengetahui nomor urut pasien tersebut. Data Subjektif Biodata

15

Nama :Nama mengenal, Umur :Untuk

ibu

dan

suami

untuk

memanggil, dan menghindari mengetahui apakah ibu

terjadinya kekeliruan.

termasuk multipara dengan usia < 16 tahun atau > 35 tahun, karena menentukan dalam penggunaan untuk Agama mengetahui macam kontrasepsi kehamilan yang tau untuk pengaruhnya digunakan, apakah sesuai dengan tujuan menjarangkan :Ditanyakan kemungkinan membatasi jumlah anak

terhadap kebiasaan kesehatan pasien / klien. Dengan diketahuinya agama pasien, akan memudahkan bidan melakukan pendekatan didalam melaksanankan asuhan kebidanan.

Pendidikan pengetahuan Pekerjaan :

:Untuk mengetahui tingkat sebagai Untuk dasar dalam

memberikan asuhan. mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi klien dan apakah pekerjaan ibu / suami dapat mempengaruhi kesehatan klien atau tidak.

Penghasilan :Untuk kebiasaan yang

mengetahui

status

ekonomi penderita dan mengetahui pola dapat mempengaruhi kesehatan klien.

16

Alamat tinggal

:Untuk mengetahui tempat klien dan menilai apakah

lingkungan cukup aman bagi kesehatannya. 2. Alasan Datang :

Mengetahui alasan klien sehingga datang untuk memeriksakan diri. 3. Keluhan Utama :

Ibu mengatakan 4. Riwayat Kesehatan Lalu

Untuk mengetahui apakah ibu pernah menderita penyakit menular, menurun atau menahun yang dapat kambuh sewaktu waktu dan dapat mengganggu proses kontrasepsi. 5. Riwayat Kesehatan Sekarang

Untuk mengetahui adakah penyakit yang akan membahayakan proses kontrasepsi. Apabila sekarang selama pemakaian alat kontasepsi ibu menderita penyakit menahun, menurun, dan menular yang dapat mempengaruhi proses kontrasepsi. 6. Riwayat Kesehatan Keluarga

Untuk mengetahui apakah dalam keluarga ibu dan suami ada yang menderita penyakit menurun seperti asma, tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit dan penyakit menular seperti penyakit kuning dan batuk lama serta penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal dan kanker.

17

7.

Riwayat Haid

Untuk mengetahui umur berapa ibu menarche, bagaimana siklusnya, lama haid, banyaknya darah haid yang keluar, fluor labus, keluhan, hari pertama haid terakhir sehingga diketahui keadaan alat reproduksi ibu normal atau tidak. 8. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang Lalu

Untuk mengetahui bagaimana kehamilan, persalinan dan nifas yang terdahulu apakah pernah ada komplikasi atau penyulit sehingga dapat memperkirakan adanya kelainan atau ke abnormalan yang dapat mempengaruhi efektifitas kontrasepsi. 9. Riwayat Perkawinan status ibu sudah menikah, berapa kali

Untuk mengetahui

menikah, berapa lama dan berapa usia pertama kali 10. menikah.Riwayat KB

Untuk mengetahui adanya keluhan selama ibu menjadi akseptor dan berapa lama ibu menjadi akseptor. 11. Pola Kebiasaan Sehari-Hari

Sangat penting ditanyakan untuk mengetahui pola nutrisi, eliminasi, istirahat, aktifitas, personal hygine. 12. Data Psikologi

Untuk mengetahui keadaan psikologis ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi.

18

13.

Data Sosial dan Budaya

Untuk mengetahui kebiasaan dan tradisi yang dilakukan ibu dan keluarga berhubungan dengan kepercayaan pada takhayul, kebiasaan berobat dan semua yang berhubungan dengan kondisi kesehatan ibu. 14. Data Spiritual

Untuk mengetahui kegiatan spiritual ibu. B. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Untuk mengetahui keadaan umum ibu, apakah baik atau tidak
Kesadaran : Tingkat kesadaran antara lain:

a. Komposmentis

:kesadaran penuh dengan respon cukup terhadap Stimulus yang diberikan

b. Apatis

:respon acuh tak acuh terhadap keadaan sekitarnya

c. Somnolen

:kesadaran mulai menurun ditandai dengan selalu tampak mengatuk,selalu ingin tidur,tidak responsif terhadap rangsangan ringan tetapi masih memberikan respon terhadap rangsangan yang kuat.

d. Delirium

:tingkat kesadaran yang paling bawah ditandai disorientasi yang sangat

19

iritatif,kacau,dan salah persepsi terhadap rangsangan sensorik e. Sopor :tidak ada respon tapi ringan maupun

sedangtetapi kuat f. Koma

masih

memberikan

respon sedikit terhadap rangsangan yang

:tidak sadar atau tidak bereaksi terhadap stimulus apapun

Berat Badan

:Berat badan ibu hamil normalnya tidak boleh lebih dari 0,5 kg/minggu.Pertambahan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi selama hamil ,oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan. Jika terdapat kelambatan dalam penambahan berat badan ibu , ini dapat mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin.Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi badan adalah menggunakan IMT dengan rumus ;

IMT:

Berat Badan(kg) Tinggi Badan(m) 2

IMT mempunyai rentang sebagai berikut: : normal

19,8 26,6

20

< 19,8 26,6 29,0 >29,0

: underweight : overweight obesesitas

Tinggi badan :Normalnya ideal dengan berat badan . Jika <140 maka termasuk resiko tinggi

LILA

: Normalnya 23,5 cm Jika lebih atau sama dengan 23,5 berartistatus gizi ibu hamil normal Jika < 23,5 berarti status gizi ibu hamil kurang

TTV :

TD Nadi Suhu

: Normalnya 100 / 70 130/90 mmHg : 80 100 x / menit : 36,5 37,5 0C

Respirasi: 16 24 x/menit 1. Pemeriksanaan Khusus a. Inspeksi


Rambut

Kepalabentuk bulat,tidak ada kelainan :bersih,tidak mudah rontok, tidak berketombe,tidak

kering/berminyak
Muka Mata Hidung

:tidak sianosis,tdak ada oedema dan nyeri tekan :simetris,konjungtiva tidak pucat,sklera berwarna putih :simetris,tidak ada pengeluaran sekret/darah,tidak

adapernafasan cuping hidung telinga :simetris,tidak ada pengeluaran, tidak ada serumen

21

mulut gigi leher

:simetris,bersih,lembap,tidak pucat :bersih,tidak ada caries,tidak berlubang :simetris,tidak ada kelainan warna kulit

payudara :simetris,terdapat hyperpigmentasi pada areola dan papila mammae,puting susu menonjol,tidak ada pengeluaran colostrums
abdomen : terdapat pembesaran perut, linea nigra/alba, dan gravidarum,tidak ada luka bekas operasi,TFU sesuai UK striae

genetalia : bersih,tidak ada varises,tidak ada perdarahan,tidak ada penyakit


Ekstremitas atas dan Bawah : Keadaan simetris, Tidak ada odema, tidak ada bekas luka atau operasi, tidak ada kelainan seperti sindaktil adan polidaktil, turgor kulit baik, tidak ada varises dan turgor kulit bagus.

b.

Palpasi
Leher

:tidak ada pembesaran kelenjar tyroid,kelenjar limfe, dan bendungan vena jugularis

Mammae

:konsistensi kenyal,tidak

ada benjolan

dan

nyeri

tekan,tidak terdapat pengeluaran Abdomen : Leopold I :untuk mengetahui tinggi fundus uteri (TFU) dan bagian janin yang ada di fundus.pada kasus ini TFU belum teraba karena UK masih 6-8 minggu

22

Leopold II

:untuk mengetahui bagian janin yang ada di sebelah kanan atau kiri perut ibu

Leopold III

:untuk mengetahui bagian janin yang ada di bagian bawah uterus

Leopold IV

:untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah dan untuk mengetahui kepala sudah masuk panggul atau belum

c.

Auskultasi Dada : paru ada ronchi dan wheezing atau tidak DJJ dapat didengar dengan menggunakan doppler

normalnya yaitu :Uk 16 mgg d. DJJ dapat didengar dengan menggunakan funandoskop Perkusi normalnya yaitu :Uk 18 mgg

Reflek patella ki/ka :+/- ( positif/negatif) jika negatif menandakan kurangnya vitamin B1 e. Pemeriksaan penunjang :untuk mengetahui kadar reduksi,albumin,dan plano test apakah ibu positif hamil atau tidak Reduksi :Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya glukosa dalam urin dengan menggunakan reagen Benedict, Fehling, dan Iain-lain. Hasil Dinyatakan dengan :

Urine

23

Negatif Positif 1 (+) Positif 2 (++) Positif3(+++) Positif4(++++)

jika warna tetap (tidak ada glukosa) jika warna hijau kekuningan dan keruh (terdapat 0,5 -1% glukosa) jika warna kuning keruh (terdapat 1 -1,5% glukosa) jika warna jingga seperti lumpur keruh (terdapat 2 - 3,5% glukosa) jika warna merah keruh (terdapat > 3,5% glukosa)

Albumin : - negatif( ) - positif 1(+) :tetap jernih :kekeruhan minimal ( 0,01 0,05 g/dl ). - Positif 2 (+ +) : Kekeruhan nyata ada butir-butir halus (0,05 0,2 g/dl) - Positif 3 (+ + +) : gumpalan-gumpalan yang nyata ( 0,2 0,5 g/dl ) - Positif 4(+ + + +) :gumpalan-gumpalan besar atau

telah membeku ( > 0,5 g/dl) Darah : untuk mengetahi berapa kadar Hb ibu dan golongan darah ibu untuk memudahkan jika terjadi sesuatu rahim Pemeriksaan panggul luar Hb normal yaitu 11 gr/ dl Anemia sedang yaitu 8-11 gr/dl Anemia berat <8 gr/dl (wayan,1999)

USG : untuk mengetahui kondisi perkembangan janin dalam

24

Distansia spinarum :jarak

antara

ke 2 spina iliaka anterior superior dekstra dan sinistra ( 24-26 cm) Distansia kristarum : jarak antara ke 2 krista iliaka kanan dan kiri (28-30 cm) Boudelogue :jarak antara bagian atas simfisis ke prosesus spinosus lumbal ke 5 (18-20 cm) Distansia Intertrokanterika: jarak antara kedua trokanter mayor(18-20 cm) Distansia tuberum Lingkar panggul 60-90 cm f. Terapi Obat yang diberikan pada saat periksa. Pada ibu hamil biasanya deberikan tablet tambah darah (fe),tablet kalsium (kalk), dan vitamin. II.IDENTIFIKASI DIAGNOSA DA MASALAH Dx Ds : Ny ... usia ... tahun GI P0000 Ab000 dengan abortus imminens : Ibu mengatakan keluar flek-flek darah dan frekuensinya adalah softek, sejak pukul 07.00 WIB (Tanggal 26 Juni 2012) perut bagian bawahnya terasa mules dan nyeri.Ini merupakan kehamilan yang pertama,usia kehamilannya 1 (satu) bulan HPHT TP :10-05-2012 : 17-02-2013 :jarak antara tuber ischii kanan dan kiri (10,5 cm) :normalnya

25

Do

: KU N S -

: baik Kesadaran

composmentis

TTV : TD : (Normal 110/70 120/80 mmHg) : (normal : 70 90 x/menit) : (normal 36,5 37,5 0C striae gravidarum,tidak ada luka bekas operasi,TFU sesuai UK Leopold I :untuk mengetahui tinggi fundus uteri (TFU) dan bagian janin yang ada di fundus.pada kasus ini TFU belum teraba karena UK masih 6-8 minggu III.ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL Abortus Incomplete IV.IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Bedrest Total Mengatasi rasa nyeri perut bagian bawah Mempertahankan kehamilannya V.INTERVENSI Dx Tujuan : Ny ... usia ... tahun GI P0000 Ab000 dengan abortus imminens : Setelah dilakukan tindakan kebidanan diharapkan kondisi ibu baik dan kehamilan dapat dipertahankan. Kriteria hasil : Keadaan umum Kesadaran : Baik : Composmentis RR : (normal 16 24 x/menit) Abdomen : terdapat pembesaran perut, linea nigra/alba, dan

TTV dalam batas normal : TD Nadi RR : 120/80 mmHg : 60-100 x/menit : 16 24 x/menit

Suhu : 36 370C

26

- TFU

:sesuai dengan usia kehamilan

- Perdarahan berhenti - Kontraksi hilang - Nyeri perut bagian bawah hilang - Tidak terjadi abortus incomplete ,ibu dan janin tidak terjadi komplikasi sampai berakhirnya kehamilan (aterm) Intervensi:
1. Jalin hubungan terapeutik pada ibu dan keluarga

R/ Menambah hubungan saling peraya dan menambah keakraban 2. Observasi tanda-tanda vital.

R/ Mendeteksi secara dini dan sebagai parameter jika sewaktu-waktu ada kelainan.

3. Jelaskan tentang hasil pemeriksaan dan keadaan ibu saat ini pada ibu dan keluarga. R/ Menambah pengetahuan keluarga sehingga menjadi lebih kooperatif dan mau mendukung bidan dalam pelaksanaan serta perawatan ibu sesuai dengan advice atau terapi yang dianjurkan.
4. Anjurkan ibu untuk bedrest total

R/. Untuk mengatasi perdarahan

5.

Anjurkan untuk tidak melakukan aktifitas secara berlebihan atau

melakukan hubungan seksual. R/ Dengan istirahat kontraksi uterus akan berkurang dan prostaglandin yang ada dalam sperma akan merangsang kontraksi uterus

27

6.

Anjurkan pada ibu untuk makan/minum dengan gizi seimbang.

R/ Memenuhi kebutuhan nutrisi. VI . IMPLEMENTASI Melaksanakan tindakan sesuai intervensi atau rencana yang telah diberikan atau disusun sesuai dengan keadaan yang emergency terlebih dahulu mengacu dari data intervensi yang telah ada dan tidak semua intervensi dilakukan.

VII. EVALUASI Langkah ini sebagai pencegahan apakah rencana asuhan tersebut efektif di dalam pendokumentasian dapat ditetapkan dalam bentuk SOAP. S : Data subyektif diambil dari pasien O : Data obyektif diambil dari observasi A : Kesimpulan keadaan klien P : Rencana untuk perencanaan

28

BAB III TINJAUAN KASUS

1. PENGKAJIAN DATA Tanggal : 27-06-2012 Jam : 11.00 WIB.

Tempat : RSB PERMATA HATI MALANG A.DATA SUBJEKTIF 1. Nama Umur Agama Biodata : Ny. I : 20 Tahun : Islam Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Penghasilan : Tn. S : 32 tahun : Islam : Tamat SMA : Swasta : 1.200.000/blan

Pendidikan: Tamat SMA Pekerjaan : IRT Penghasilan: Alamat : gedok wetan RT 2/Rw09 turen - malang

Alamat: gedok wetan RT 2/RW 09 turen malang

2. Keluhan utama Ibu mengatakan keluar flek-flek darah dan frekuensinya adalah softek , sejak pukul 07.00 WIB (Tanggal 26 Juni 2012) perut bagian bawahnya terasa mules dan nyeri.Ini merupakan kehamilan yang pertama,usia kehamilannya 1 (satu) bulan

29

3. Riwayat kesehatan yang lalu Ibu mengatakan sebelum hamil pernah flu, batuk dan pilek, tetapi dapat diatasi dengan minum obat migxagrip dan komik. 4. Riwayat Kesehatan sekarang Ibu mengatakan keluar flek-flek darah dan frekuensinya softek, sejak pukul 07.00 WIB (Tanggal 26 Juni 2012) perut bagian bawahnya terasa mules dan nyeri 5. Riwayat kesehatan keluarga Tidak ada keturunan kembar dari ibu maupun suami, Tidak ada anggota yang menderita penyakit menular srperti TBC,Hepatitis,Malaria, Tidak ada Keluarga ibu yang manderita penyakit keturunan seperti DM,Jantung, dan Hipertensi. 6. Riwayat perkawinan Nikah Lama menikah : 1 (satu) kali : 1 (satu) tahun

Usia saat menikah : 19 tahun Status menikah 7. Riwayat haid Menarche : Umur 12 tahun Siklus Banyaknya : 5-7 hari : 2 pembalut/hari HPHT : 10 mei 2012 TP : 17 februari 2013 :sah

30

Warna Bau

: Merah segar : Khas

Disminore : Tidak Fluor Albus: Kadang-kadang, tidak bau dan tidak gatal

8. Riwayat kehamilan,persalinan dan nifas yang lalu


Suami ke Kehamilan Ke Uk Persalinan Anak Nifas KB

Penyulit Jenis Penolong Tempat Penyulit BBL Seks H/M/ Penyulit ASI Usia HAMIL INI

9. Riwayat kehamilan sekarang - Trimester I :-Ibu mengatakan pernah ANC 1 kali pada usia kehamilan 2 minggu di bidan dengan keluhan mual tetapi tidak sampai muntah terutama pada pagi hari, mendapat terapy Fe,kalk, B6 dihabiskan

selama 2 minggu dan mendapat injeksi TT 3 serta mendapat KIE mengenai cara mengurangi rasa mual -dan pada saat ini ibu periksa di RSB permata hati malang dengan keluhan keluar flek-flek darah , perut bagian bawah mulas dan terasa nyeri dan di sran kan untuk rawat inap untuk memulihkan kesehatan ibu dan janin.

31

10.

Riwayat KB

Klien mengatakan selama ini belum pernah menggunakan KB apapun, karena keinginan ibu setelah menikah ingin punya anak

11.

Pola kebiasaan sehari-hari Kebiasaan Nutrisi Sebelum hamil Selama hamil TM I Selama MRS Biasa makan 3 x 1/hari Ibu mengatakan 3 x Makan porsi kecil
perhari dengan porsi : 1/hari dengan porsi sesuai satu piring nasi, kecil dengan porsi RS sayuran. Lauk pauk, tahu, gelas perhari. tempe, telur.Minum 6 7

dengan

porsi:1/2 nasi,sayuran lauk

piring dan pauk Dan ibu mendapat nutrisi melalui cairan infus RL

tahu,tempe.minum

Istirahat Aktivitas Eliminasi

20x/menit 6-7 gelas /hari Tidur siang 1 jam Tidur siang 2 jam Bedres total dan malam 8 jam Seperti biasa BAK normal dan dan malam 8 jam Mulai mengurangi Bedres total

aktivitas berat BAB Ibu sering BAK dan Sering BAK dan BAB normal BAB normal menggunakan

Kebersihan

Mandi,ganti kali/

pispot baju Mandi 2 kali, ganti Seka 2 kali, ganti celana dalam 2 kali Tidak sama sekali ada buruk

dan celana dalam 2 baju 1 kali , ganti baju 1 kali , ganti tergantung celana dalam 2 kali Seminggu 1 kali situasi Seminggu1-2 kali

Hubungan seksual Kebiasaan lain

Tidak ada kebiasaan Tidak ada kebiasaan Tidak buruk yang buruk yang kebiasaan

32

mempengaruhu kehamilan

mempengaruhu kehamilan

yang mempengaruhu kehamilan selama di RS

12.

Riwayat psikologi, sosial, dan spiritual

a. Psikologi Ibu mengatakan tinggal bersama orang tuanya, hubungan dengan suami, keluarga dan tetangga baik tidak ada percecokan. Suami selalu memberikan semangat dan support dalam kehamilannya yang pertama ini. Tapi ibu merasa khawatir dengan keadaan ini yaitu darah yang keluar dari lubang kemaluannya b. Budaya Ibu mengatakan bisanya melakukan pijet oyok, pernah minum jamu (seperti: parem dan anton-anton). Tradisi tiga bulanan (telon-telon), tujuh bulanan (piton-piton) sudah dilakukan. c. Spiritual Ibu dan anggota keluarganya beragama islam dan menjalan kan shalat sesai dengan anjuran agama islam B. DATA OBJEKTIF 1. Pemeriksaan Umum a. Keadaan umum b. Kesadaran c. BB sebelum hamil : baik : komposmentis : 52 kg

33

BB sekarang d. TB e. LILA f. TTV Tekanan Darah Nadi Pernafasan Suhu 2. Pemeriksanaan Khusus a.Inspeksi
Kepala

: 51 kg :150 cm : 24 cm

: 110/70 mmHg : 84x/mnt : 18x/mnt : 36,20C

:tidak ada kelainan bentuk kepala,keadaannya bersih

Muka

: tidak pucat, tidak odema, tidak bengkak, tidak berjerawat, tidak ada cloasma gravidarum dan tidak ada bekas luka.

Mata

:Mata simetris dan bulat, konjungtiva pink, sklera berwarna putih, tidak ada bintik bitot

Hidung : simetris,tidak ada pengeluaran sekret/darah,tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut : simetris,bersih,lembap,tidak pucat

Telinga : simetris,tidak ada pengeluaran, tidak ada serumen Leher :Tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis dan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.

34

Dada

:Payudara simetris, keadaan kulit kenyal tidak seperti kulit jeruk, hiperpigmentasi pada areola mammae, puting susu menonjol

Abdomen:Terdapat linea nigra dan linea alba, terdapat strie gravidarum, tidak ada luka bekas operasi,terdapat pembesaran perut Genetalia:tidak ada oedema, tidak ada varises, bersih, keluar flek darah warna coklat softex Ekstremitas :
Atas :

pada tangan kanan terpasang infus RL ,tampak oedema pada tangan kanan dan kiri. Tidak tampak oedema dan varises pada bagian kiri dan kanan

Bawah :

b. Palpasi. Leher :Tidak ada pembesarankelenjar limfe, venajugularis dan kelenjar tiroid. Payudara : tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan, kolostrum belum keluar Abdomen c.Auskultasi Dada abdomen DJJ d.Perkusi : tidak ada bunyi ronchi dan weezing : terdapat bising usus :belum terdengar : terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah saat di

35

Reflek patella ki/ka :+/+ e.Pemeriksaan penunjang Darah lengkap HB Lekosit Eritrosit LED Trombosit PCV : 12,6 g /dl : 9600 /mm : 4.120.000 /mm : 14 mm/jam : 286.000 /mm : 36,9 %

Urine lengkap Urine rutin Warna / keadaan BJ / PH : kuning kemerahan, agak keruh : 1,010 / 5

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Dx : Ny I usia 20 tahun G1 P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens Ds : Ibu mengatakan keluar flek-flek darah dan frekuensinya adalah softek , sejak pukul 07.00 WIB (Tanggal 26 Juni 2012) perut bagian bawahnya terasa mules dan nyeri.Ini merupakan kehamilan yang pertama,usia kehamilannya 1 (satu) bulan DO :dari hasil pemeriksaan terdapat flek darah softek dan pada saat dilakukan VT tidak terdapat pembukaan servik

36

Masalah Ds Do

:nyeri perut bagian bawah : Ibu mengatakan merasa nyeri pada perut bagian bawah : pada saat dilakukan palpasi terdapat nyeri tekan perut bagian bawah

III.IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Abortus Incomplete

IV.IDENTIFIKASA KEBUTUHAN SEGERA Kolaborasi dengan Dr.SpOG

Bedrest Total Mengatasi rasa nyeri perut bagian bawah Mempertahankan kehamilannya

V.INTERVENSI Tanggal : 27 juni 2012 jam 11.15 WIB

Dx

: Ny I usia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens

Tujuan

: Setelah dilakukan tindakan kebidanan diharapkan kondisi ibu baik dan kehamilan dapat dipertahankan.

Kriteria hasil

: Keadaan umum Kesadaran

: Baik : Composmentis

TTV dalam batas normal : TD Nadi : 120/80 mmHg : 60-100 x/menit

37

- TFU

Suhu : 36 370C RR : 16 24 x/menit :sesuai dengan usia kehamilan

- Perdarahan berhenti - Kontraksi hilang - Nyeri perut bagian bawah hilang - Tidak terjadi abortus incomplete ,ibu dan janin tidak terjadi komplikasi sampai berakhirnya kehamilan (aterm) Intervensi :
1. Observasi tanda-tanda vital setiap

R/ Mendeteksi secara dini dan sebagai parameter jika sewaktu-waktu ada kelainan.

2.

Jelaskan tentang hasil pemeriksaan dan keadaan ibu saat ini pada

ibu dan keluarga. R/ Menambah pengetahuan keluarga sehingga menjadi lebih kooperatif dan mau mendukung bidan dalam pelaksanaan serta perawatan ibu sesuai dengan advice atau terapi yang dianjurkan.
3.Anjurkan ibu untuk bedrest total R/. Untuk mengatasi perdarahan

4.

Anjurkan untuk tidak melakukan aktifitas secara berlebihan atau

melakukan hubungan seksual. R/ Dengan istirahat kontraksi uterus akan berkurang dan prostaglandin yang ada dalam sperma akan merangsang kontraksi uterus 5. Anjurkan pada ibu untuk makan/minum dengan gizi seimbang.

R/ Memenuhi kebutuhan nutrisi.

38

6.

Lakukukan kolaborasi dengan dokter SpOG untuk tindakan dan

pemberian terapi R/ menentukan tindakan dan terapi yang di berikan pada ibu dan hasilnya dilakukan pemberian infus RL dengan tetesan 28 tetes /menit agar kebutuhan cairan ibu terpenuhi 7. Berikan pengertian pada ibu tentang perdarahan yang dialami.

R/ Ibu tahu tentang kondisinya saat ini dan lebih kooperatif terhadap tindakan yang akan dilakukan. Masalah Tujuan : nyeri perut bagian bawah :Untuk mencegah terjadinya abortus incomplete dan mempertahankan kehamilan sampai aterm Kriteria hasil :setelah dilakukan asuhan kebidanan kehamilan dapat berjalan normal sampai aterm Intervensi : 1. jelaskan pada ibu mengenai penyebab nyeri perut bawah pada ibu

R/. Pengetahuan ibu bertambah dan ibu lebih kooperatif 2. Ajarkan ibu teknik relaksasi

R/.Untuk meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi nyeri perut bagian bawahnya 3. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi

R/. Pemberian terapi yang tepat dapat mempercepat pemulihan kondisi ibu VI.IMPLEMENTASI Tanggal : 27 juni 2012

39

Jam 1.

: 11.30 WIB Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dan

janin dalam keadaan baik dan janin ibu dapat di pertahankan sehingga ibu mengerti dengan kondisinya dan janinnya,ibu lebih kooperatif 2. Menganjurkan ibu untuk bedrest total agar tidak terjadi

perdarahan terus menerus 3. Menganjurkan untuk tidak melakukan pekerjaan berat

seperti mencuci, memasak dan lain-lain dan tidak melakukan hubungan seksual selama perdarahan belum berhenti karena prostaglandin yang ada dalam sperma akan merangsang kontraksi uterus 4. Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi

seperti, nasi, sayuran, lauk pauk, buah buahan, tahu, tempe, telur, minum air putih 7 gelas perhari,minum susu ninimal 2 3 gelas perhari agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi dan dapat memperbaiki kondisi ibu
5.

Melakukan

kolaborasi

dengan

Dr.SpOG

untuk

pemberian terapi dan hasilnya Melakukan pemasangan infus RL dengan tetesan 28 tetes /menit agar kebutuhan cairan ibu terpenuhi 6. Memberikan pengertian pada ibu tentang perdarahan

yang dialami. Perdarahan yang dialami ibu dapat menyebabkan keguguran ini mungkin dikarenakan aktifitas ibu yang berlebihan selama hamil, penyebab lain dari keguguran adalah adanya kelainan dari janin, kelainan kandungan penyakit ibu dan pengaruh lingkungan yang mengganggu kehamilan. Implementasi masalah:

40

1.

Memberikan pengertian pada ibu tentang perdarahan yang dialami.

Nyeri tekan perut bagian bawah yang dialami ibu yang disebabkan oleh adanya kontraksi sehingga menyebabkan nyeri perut bagian bawah. 2. Mengajarkan pada ibu teknik relaksasi yaitu jika terasa nyeri perut

bagian bawah, ibu tarik nafas panjang yaitu ambil nafas melalui hidung dan hembuskan perlahan lahan melalui mulut,proses ini bisa mengurangi rasa nyeri perut bawah ibu dan mendukunng kenyamanan ibu. 3. Melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi

Infus RL 28 tetes / menit drip Neurobion, Gastridin dan Nairet

VII. EVALUASI Tanggal Jam Dx : 27 juni 2012 : 12.00 WIB : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens S : Ibu mengatakan sudah mengerti dengan penjelasan yang sudah diberikan oleh tenaga kesehatan O : Keadaan umum TTV: - TD : Baik : 110/70 mmHg

- Suhu : 36,20C - Nadi : 84 x/menit - RR : 18 x/menit

41

- TFU belum teraba - genetalia :keluar flek darah warna coklat softek A : Ny I usia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens sebagian masalah teratasi P : 1.lanjutkan intervensi 2.pemberian terapi CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal / Jam 28 juni 2012 jam09.00 WIB S O : Catatan Perkembangan Dx : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8minggu dengan abortus iminens : ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah K/U : baik Kesadaran : composmentis TTV: - TD : 120/70 mmHg

- Suhu : 36,50C - Nadi : 84 x/menit - RR : 18 x/menit -TFU belum teraba -genetalia :keluar bercak flek darah warna coklat dan hanya sedikit A : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens sebagian

42

masalah teratasi P : lanjutkan intervensi: -

43

Tanggal /jam Catatan perkembangan 29 juni 20112/jam Dx : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 08.00 WIB S O : minggu dengan abortus iminens : ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah sudah berkurang K/U : baik Kesadaran : composmentis TTV: - TD : 120/60 mmHg

- Suhu : 36,40C - Nadi : 82 x/menit - RR : 18 x/menit -TFU belum teraba -genetalia :tidak ada keluar flek darah A : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens masalah teratasi P : lanjutkan intervensi sebagian

30 juni 20112 Dx : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK6 8 /jam 08.00 WIB S O : minggu dengan abortus iminens : ibu mengatakan sudah tidak merasakan nyeri perut bagian bawah K/U : baik Kesadaran : composmentis TTV: - TD : 110/60 mmHg

- Suhu : 36,40C - Nadi : 82 x/menit - RR : 18 x/menit -TFU belum teraba -genetalia :tidak ada keluar flek darah A : Ny Iusia 20 tahun GI P0000 Ab000 UK 6 8 minggu dengan abortus iminens 44 teratasi P : -aff infuse masalah

45

BAB IV PEMBAHASAN Setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny. Iusia 20 tahun G1 P0000 Ab000 UK 6-8 minggu dengan abortus imminens diperoleh analisa bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dengan pengkajian data, identifikasi masalah/diagnosa yang didapat dari anamnesa maupun pemeriksaan langsung tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek saat memberikan asuhan. Didalam teori masalah yang terjadi adalah rasa nyeri perut bagian bawah dan keluar flek-flek darah pada vagina hal ini bisa sedikit teratasi dengan menganjurkan bedres total dengan kaki lebih tinggi. Pada langkah antisipasi masalah potensial tidak terjadi karena tidak ada infeksi dan tidak terjadi abortus incomplete sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek. Pada langkah identifikasi kebutuhan segera dilakukan bedres total dengan kaki lebih tinggi , mempertahankan kehamilan hingga aterm,mengatasi rasa nyeri perut bagian bawah.sehingga tidak ada kesenjangan teori dan praktek. Pada langakah implementasi disesuaikan dengan intervensi, tetapi tidak semua intervensi ini dilakukan disesuaikan dengan kondisi klien.implementasi juga dilakukan sesuai advice dokter dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek. Pada evaluasi masalah klien sebagian telah teratasi, sehingga tidak ada kesenjangan teori dan praktek pada evaluasi ini. Dari uraian diatas menunjukkan bahwa RSB PERMATA HATI Malang telah memberikan asuhan pada Ny. I usia 20 tahun G1 P0000 Ab000 UK 6-8 minggu dengan abortus imminens sesuai dengan teori dan standart yang telah ditetapkan.

46

BAB V PENUTUP 3.1 Kesimpulan Setelah melakukan asuhan kebidan pada Ny I usia 20 tahun G 1P0000 Ab000 UK 6-8 minggu dengan abortus imminens di dapatkan kesimpulan bahwa : a. Pengkajian data subyektif di peroleh dari biodata Px, keluhan utama, riwayat kesehatan yang lalu, riwayat kesehatan sekarang, riwayat kesehatan keluarga, riwayat yang pernikahan, lalu, sekarang, riwayat riwayat riwayat kehamilan,persalinan,dan kehamilan,persalinan,dan nifas nifas

psikososial,budaya, spiritual, dan pola kebisaan sehari-hari sedangkan data obyektif di peroleh dari hasil pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik. b. Identifikasi diagnose dan masalah di peroleh dari data subyektif dan data obyektif. c. Identifikasi diagnose dan masalah potensial di peroleh dari identifikasi diagnose dan masalah yaitu dengan Dx potensial abortus incomplete dan infeksi d. Identifikasi kebutuhan segera bedres total dengan kaki lebih tinggi ,mempertahankan kehamilan hingga aterm,mengatasi rasa nyeri perut bagian bawah e. Merencanakan asuhan kebidanan yang akan di berikan yang di sesuaikan dengan memberi KIE sesuai dengan keadaan Px f. Melaksanakan rencana tindakan sesuai dengan asuhan kebidanan yang telah direncakan KIE yang di sesuaikan dengan keadaan Px. g. Mengevaluasi semua tindakan yang telah di lakukan dengan menggunakan data subyektif, data obyektif, assasment, dan planning.

47

3.2Saran A.Masyarakat Mengharapkan pada masyarakat untuk memberikan dukungan pada setiap bumil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin sehingga komplikasi pada ibu hamil dapat dideteksi secara dini dan selain itu tercipta hubungan harmonis dan kerjasama antara petugas kesehatan dan masyarakat B. Mahasiswa Mengharapkan mahasiswa meningkatkan dan memperdalam ilmu pengetahuan khususunya tentang ilmu kebidanan dan mampu memberikan asuhan kebidanan pada setiap ibu hamil,ibu bersalin,ibu nifas bayi dan anak dalam praktek kebidanan klinik

48

DAFTAR PUSTAKA 1. Saifuddin, Abdul Basri. 2004. Buku Pedoman Praktis Pelayanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP SP 2. Ibrahim, Christina. 1996. Perawatan Kebidanan Jilid II. Jakarta : EGC 3. Mochtar, Rustam, 1998. Synopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC 4. Manuaba, Prof.dr. Ida Bagua Gde. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. 5. Sastrawinata, prof. Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung : FK UNPAD 6. Laz, Heler. Gawat Darurat Ginekology dan Obstetri. Jakarta : EGC.

49