Anda di halaman 1dari 4

1.2. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Mikroskopik Ginjal Tiap-tiap ginjal terdiri atasa 1-4 juta nefron.

Tiap-tiap nefron terdiri atas (1) Renal corpuscle atau Badan Malpighi; (2) Tubulus contortus proximal; (3)Ansa henle segmen tebal dan tipis; dan (4) Tubulus contortus distal. Corpus renalis terdiri atas berkas kapiler-kapiler,glomerulus, dikelilingi oleh epitel berdinding ganda yang disebut kapsula Bowman. Lapisan dalam dari kapsula Bowman disebut lapisan visceral, bagian luar disebut lapisan parietal,dan di antara kedua ruangan tersebut terdapat ruang urinarius. Tiap korpuskel ginjal memiliki kutub vascular (polus vascularis),yakni tempat masuknya arteriol afferent dan keluarnya arteriol efferent,sedangkan daerah persambungan antara kapsula Bowman dengan tubulus proximal disebut polus urinarius. Kapsula Bowman pars parietalis terdiri atas epitel selapis gepeng yang terletak di atas lamina basalis,sedangkan kapsula Bowman pars visceralis dilapisi oleh sel-sel podosit. Sel podosit merupakan epitel bercabang yang berbentuk pedikel dan berfungsi sebagai penyaring. Sel podosit bersama dengan endotel kapiler berfungsi sebagai glomerular filtration barrier. Pada kutub urinarius,epitelnya berubah menjadi epitel selapis kuboid/silindris rendah.

gambar 1: Ginjal Apparatus jugsta glomerularis Apparatus jugsta glomerularis berfungsi mengatur sekresi renin dan terletak di polus vascularis. Apparatus jugsta glomerularis terdiri dari: a) Macula densa Sel dinding tubulus distal yang berada dekat dengan glomerulus berubah menjadi lebih tinggi dan tersusun lebih rapat. Fungsi: atur kecepatan filtrasi glomerulus Gambar 2: MD(Macula densa)

b) Sel jugsta glomerularis Merupakan perubahan sel otot polos tunika media dinding arteriol afferen menjadi sel sekretorik besar bergranula. Granula sel ini berisikan renin gambar 3: JG(sel jugsta glomerularis)

c) Sel polkissen/Lacis/mesangial extra glomerularis Terdapat diantara makula densa, vas afferen dan vas efferen Bentuk gepeng, panjang, byk prosesus sitoplasma halus dg jalinan mesangial. Berasal dari mesenchyme, mempunyai kemampuan fagositosis Gambar 4: sel polkissen

Tubulus kontortus proksimal Epitel selapis kuboid Batas sel tidak jelas Sitoplasma eosinofil

Pada permukaan sel terdapat mikrovili sehingga memberikan gambaran Brush Border

Gambar 5: Tubulus proksimal

Tubulus kontortus distal Epitel selapis kuboid Batas sel lebih jelas Inti bulat dan letak agak berdekatan Tidak ada brush border

Gambar 6: tubulus kontortus distal

Ansa henle segmen tebal pars descendens Epitel selapis kuboid Hampir mirip dengan tubulus proksimal,tetapi diameter lebih kecil dan dinding lebih tipis. Selalu terpotong dalam berbagai bidang potong. Ansa henle segmen tipis Epitel selapis gepeng Terdiri dari 2-5 sel Mirip kapiler darah,tetapi epitel lebih tebal, sitoplasma jelas,dalam lumen tidak ada eritrosit. Ansa henle segmen tebal pars ascendens Mirip tubulus distal,tetapi diameter lebih kecil dan dinding lebih kecil Ductus coligens Lanjutan tubulus distal Dinding dibentuk oleh sel kubis sampai torak rendah, jernih, hampir tidak mengambil zat warna (clear cells) Permukaan sel menonjol ke lumen

Gsmbar 7: medulla ginjal

Bidari Asriassifa 1102010049

Daftar pustaka: Junqueira LC,Carneiro J.1989.Basic Histology (page 393-405).Jakarta:EGC(Indonesia)


http://www.lab.anhb.uwa.edu.au/mb140/ , diakses pada tanggal 30 Maret 2012

Anda mungkin juga menyukai