Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN STUDI LAPANG DI KEBUN JATIKERTO (SEMUSIM) Disusun oleh : Kelompok 3 Asisten : Tommy

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN STUDI LAPANG DI KEBUN JATIKERTO (SEMUSIM) Disusun oleh : Kelompok 3

Siti Mamluatul H 105040101111124 Dwi Intan Fitriani 105040101111126 Rita Ferdiana 105040101111127 Aprilia Fendi Anggara 105040101111129

Asisten: Tommy

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG 2010

I.

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Ekologi adalah ilmu yg mempelajari hubungan antar makhluk hidup, dan hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya.Sedangkan ekologi Pertanian adalah ilmu yang mempelajari sistem pertanian dengan menggunakan kaidah-kaidah ekologi. Agroekosistem sebagai bentuk ekosistem binaan manusia di tujukan umntuk memperoleh produksi pertanian dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Praktikum ekologi di lakukan untuk mempelajari interaksi antara kompenenkompenen yang ada dalam sistem pertanian atau lebih tepatnya mempelajari hubungan timbal balik antar kompenen agroekosistem dan dinamika proses-proses ekologi. Studi lapang ekoplogi pertanian dilakukan pada dataran rendah untuk mengetahui hubungan organisme dengan lingkungan di tempat tersebut. 1.2. Tujuan

Studi lapang ekologi memiliki beberapa tujuan, yaitu: a. Untuk mengetahui kondisi lingkungan mikro pada system pertanian di dataran rendah. b. Untuk mengetahui keragaman arthropoda di dataran rendah. c. Untuk mengetahui vegetasi di dataran rendah. 1.3. Manfaat

Studi lapang ekologi pertanian memiliki beberapa manfaat, yaitu: a. Mengetahui kondisi lingkungan mikro pada system pertanian di dataran rendah. b. Mengetahui keragaman arthropoda di dataran rendah. c. Mengetahui vegetasi di datran rendah.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

1. SUHU MIKRO Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Iklim merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi keduanya dan dapat diorekayasa oleh manusia. Iklim dibagi menjadi dua, yaitu: a) Iklim mikro Iklim mikro adalah semua pengukuran iklim yang dilakuakn untuk mengamati lapisan udar dekat tanah terutama dipengaruhi oleh permukaan tanah dan penutupnya, naungan yang kurang lebih tertutup dengan dimensi bervariasi dan dapat turun sampai skala centimeter dimana dapat dilihat gradien temperatur kelengasan yang besar serta terjadi hambatan terhadad angin. Didalam penelitian ini hanya meneliti tenetang iklim mikro, dimana iklim mikro dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : - Orientasi bangunan - Ventilkasi (lubaang-lubang pembukaan di dalam ruang untuk masuknya penghawaan - Sun shading (penghalang cahaya matahari) - Pengendalian kelembaban udara - Pengaturan vegetasi b) Iklim makro Iklim makro adalah kondisi iklim padas suatu daerah tertentu yang meliputi area yang lebih besar dan mempengaruhi iklim mikro. Tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh radiasi matahari, kerapatan tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman, kandungan lengas tanah. Dimna dan semua itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan prose pertumbuhanya. Tanaman tidak dapat bertahan dalam iklim yang buruk, kalaupun dapat tidak dapat diharapkan hasil panen yang optimal. Sehingga tanaman yang ditanam pada suatu daerah, harus melihat ketahanan atau daya tahan tumbuh tnaman pada suhu yanag ada pada suatu tempat, sehingga tidak semua tanaman tidak memiliki daya tahan tumbuh yang sama pada suatu daerah. Penggunaan lahan pertanian yang ragam brpengruh terhadap kondisi lingkungan, karena jenis tanaman yanfg ditanam berbeda dan

jumlah serta pengaturan tanamnya pun berbeda. Kondisi tersebut akan mengubah kondis iklim mikro, kandungan bahan organik tanah. Iklim mikro juga mempengaruhi pertumbuhan dari suatu tanaman, karena pada suatu tempat memiliki suhu mikro yang berbeda. 2. ARTHROPODA Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda Ciri-ciri arthropoda : - Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). - Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dan kitin. - Alat pencernaan sempurana, pada mulut terdapat rahang rahang lateral yang berapadatasi mengunyah dan mengisap. Anus terdapat pada di bagian ujung tubuh. - Sistem peredaran darah terbuka jantung terletak di daerah dorsal (punggung) ronggang tubuh. - Sistem pernapasan: Arthropoda yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea, - Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera. - Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba

Klasifikasi Arthropoda :

Gambar 1. Klasifikasi Arthropoda Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu : 1. Kelas Crustacea ( gplongan udang) Entomostraca ( udang tingkat rendah) Entomostraca adalah crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai parasit.Contoh hewan ini adalah Daphnia, Cypris virens, dan Cyclops sp. a. Struktur Tubuh Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bgian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posteriornya (ujung belakang) sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu: 1) 2 pasang antena 2) 1 pasang mandibula, untuk menggit mangsanya 3) 1 pasang maksilia 4) 1 pasang maksiliped Mksilia dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki ( satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.

Gambar 2. Struktur tubuh Crustacea b. Sistem Organ 1. Sistem Pencernaan Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus, dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini memiliki kelenjarpencernaaan atau hati yang terletak di kepaka- dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang di anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala. 2. Sistem Saraf Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai. 3. Sistem Peredaran Drah Sistem peredaran darah crustacea disebut peredan darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yng daya ikatnya terhadap O2(oksigen) rendah.

Gambar 3. Struktur dalam Crustacea 4. Sistem Pernapasan Pada umumnya Crustacea bernapas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya. 5. Alat Reproduksi 6. Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasanganga kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh). Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisi atau pergantian kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang kecil melakukan ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya) Misalnya:udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi. Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu:

Branciopoda Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus. Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsungsecara parthenogenesis.

Gambar 4. Contoh Branciopoda

Ostracoda Contoh: Cypris candida, Codona suburdana. Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.

Gambar 5. Contoh Ostracoda Copepoda Contoh: Argulus indicus, Cyclops. Hidup di air laut dan di air tawar, dan merupakan planton dan parasit, segmentasi tubuhnya jelas.

Gambar 6. Contoh Copecoda

Cirripedia Tubuh dengan kepala dan dada di tutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia ada yang bersifat parasit, cara hidup Cirripedia beraneka ragam. Salah satu di antaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau mengapung di laut.

Gambar 7. Contoh Cirripedia Malakostraca (udang tingkat tinggi) adalah crustacea yang berukuran lebih besar dari pada entomostraca. Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar. Malakostraca memiliki ekssoskeleton yang keras untuk melindungi tubuhnya.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu kaput dan toraks yang menyatu membentuk sefalotoraks, serta abdomen. Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo : a. Isopoda Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama. Contoh: - Onicus asellus (kutu perahu) - Linnoria lignorum Keduanya adalah pengerak kayu.

Gambar 8. Contoh Isopoda

b. Stomatopoda Contoh: Squilla empusa (udang belalang). Hidup dilaut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belalang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.

Gambar 9. Contoh Stomatopoda

c. Decapoda Yang termasuk ordo ini adlah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam, dan rajungan. Kepala-dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehinggandisebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut. Contoh Decapoda, yaitu: Udang a. Penactus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak di budidayakan. b. Mcrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau. c. Cambarus virilis (udang air tawar) d. Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut e. Paleomon carcinus (udang sotong)

Ketam a. Portunus sexdentus (kepiting) b. Neptunus peligicus (rajangan) atau Pagurus sp c. Parethelpusa marculata (yuyu) d. Scylla serrata (kepiting) e. Birgus latro (ketam kenari)

2. Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba) Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungu atau caplak. Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dn tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator, hidupnya di darat. Ciri-ciri Arachnida: o Tubuh terbagi atas kepaka-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina. o Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus. o Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala dada. o Alat eksresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal. o Alat pernapasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku. o Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamun terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam). o Sistem saraf tangga tali dengan menggunakan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia. o Mulut dan alat pencernaan makanan terutama di sesuaikan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun. o Hbitat (tempat hidup) di darat umumnya, tetapi adapula sebagai parasit. Hewan ini dibagi menjadi beberapa ordo: a. Scorpionida Contoh: Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Ceninurus sp), Ketonggeng (Buthus). Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri. Gambar 10. Contoh Scorpionida

b. Arachnoida Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain: Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan) Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara) Laba-laba penjerat (di Malaysia) Laba-laba pemburu (di Meksiko) Laba-laba srigala Laba-laba beracun Ltrodewctus natans dan laxosceles rechisa Tarantula (Rhechostica hentz)

Gambar 11. Contoh Arachnoida

Anda mungkin juga menyukai