Anda di halaman 1dari 8

Sambiloto (Andrographis paniculata Burm. f.

Nees)
I. Nama Daerah Sumatera : pepaitan (Melayu); Jawa : ki oray, ki peurat, takilo, (Sunda), bidara, sadilata, sambilata, takila (Jawa); Indonesia : sambiloto. II. Nama Asing Lan He Lian (Cina), Cong Cong (Vietnam, dan Halviva (Inggris) III. Klasifikasi Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae Ordo : Scrophulariales Famili : Acanthaceae Genus : Andrographis Spesies : Andrographis paniculata Nees Sinonim : Justicia paniculata Burm., Justicia latebrosa Russ. IV. Ciri Morfologi a. Makroskopik Batang tak berambut, tebal 2 mm sampai 6 mm, berbentuk persegi empat, batang bagian atas seringkali dengan sudut agak berusuk. Daun bersilang berhadapan, umumnya terlepas dari batang,bentuk lanset sampai bentuk lidah tombak, panjang 2 cm sampai 7 cm, lebar 1 cm sampai 3 cm, rapuh tipis, tidak berambut, pangkal daun runcing, ujung meruncing, tepi daun rata. Permukaan berwarna hijau tua atau hijau kecoklatan, permukaan bawah berwarna hijau pucat. Tangkai daun pendek. Kelopak bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak, panjang 3 mm sampai 4 mm, dan berambut. Daun mahkota berwarna putih sampai keunguan. Buah berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, panjang 2 cm, lebar 4 mm, kadang kadang pecah secara membujur menjadi 4 keping.permukaan luar kulit buah berwarna hijau tua sampai hijau kecoklatan, permukaan dalam berwarna putih atau putih kelabu. Biji agak keras, panjang 1,5 mm sampai 3 mm, lebar 2 mm. Permukaan luar berwarna coklat muda bertonjol tonjol. Pada penampang melintang biji terlihat endosperm berwarna kuning kecoklatan, lembaga berwarna putih kekuningan. b. Mikroskopik Daun : epidermis atas terdiri dari sel berbrntuk segi empat, kutikula tipis, pada penampang tangensial tampak berbentuk poligonal, dinding samping lurus, tidak terdapat stomata. Pada lapisan epidermis terdapat banyak sel litosis yang berisi sistolit (mengandung banyak kalsium karbonat). Sel litosis umumnya lebih besar daripada sel epidermis, bentuk jorong atau bulat telur memanjang. Sistolit berbentuk jorong dengan permukaan bertonjolan hingga mirip rangkaian buah anggur, panjang 60 m sampai 150 m, lebar 30 m sampai 80 m. Rambut kelenjar banyak, terletak agak tenggelam dilapisan epidermis, sel pangkal kecil dan bersel satu. Kepala

kelenjar terdiri dari beberapa sel, garis tengah kepala kelenjar 40 m sampai 65 m, tinggi 15 m sampai 25 m. Rambut penutup sangat sedikit, umumnya terdapat di epidermis atas pada tulang daun, berbentuk kerucut berujung tumpul, bersel 2, dinding tipis, berukuran panjang (30 m sampai 125 m). Sel epidermis bawah lebih kecil dari sel epidermis atas, pada penampang tangensial tampak dinding samping bergelombang. Stomata sangat banyak, tipe diasitik dan bidiasitik, umumnya bidiasitik. Rambut kelenjar dan litosis lebih banyak terdapat di epidermis bawah daripada di epidermis atas.jaringan palisade umumnya terdiri dari satu lapis sel, jarang yang 2 lapis. Jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel bunga karang, tersusun renggang dengan rongga udarayang besar. Di antara sel bungakarang terdapat juga sel litosis serupa dengan yang terdapat diepidermis. Berkas pembuluh tipe bikolateral. Batang : Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang terentang tangensial, pada penampang tangensial terlihat berbentuk segi empat panjang, dinding samping lurus, kutikula agak tebal. Pada epidermis terdapat rambut kelenjar dan litosis seperti terdapat pada epidermis daun. Jaringan kolenkim terdapat di bawah epidermis, terutama pada sudut batang. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel. Serabut perisikel berdinding tebal, agak berlignin, lumen sempit. Floem sekunder sedikit. Sebagian besar xilem sekunder terdiri dari serabut kayu. Pembuluh kayu bernoktah dan berpenebalan tangga tersebar. Empulur terdiri dari sel besar berbentuk poligonal, dinding bernoktah, sel empulur berisi hablur kalsium oksalat berbentuk jarum, panjang hablur 15 m sampai 50 m. Kelopak bunga : pada epidermis luar terdapat rambut penutup dan rambut kelenjar. Rambut penututp umumnya terdiri dari satu sel, kadang kadang bersel 2, berbentuk kerucut, panjang 40 m sampai 175 m, dinding tebal, dan kutikula bergaris garis. Rambut kelenjar terdapat dua tipe, tipe pertama serupa dengan rambut kelenjar pada daun, sedangkan tipe kedua memiliki tangkai kelenjar bersel 3 sampai 5 dan kepala kelenjar berbentuk serupa mangkok bersel banyak. Kulit buah : Epidermis luar terdiri dari sel pipih berbentuk poligonal memanjang atau serupa serabut pendek berdinding agak tebal, dan kutikula tebal bergaris. Pada epidermis terdapat stomata serupa stomata pada daun dan terdapat juga rambut kelenjar dengan tangkai bersel banyak serupa rambut kelenjar tipe kedua pada kelopak bunga. Di bawah epidermis terdapat jaringan berisi zat berwarna cokelat kekuningan. Epidermis dalam terdiri dari satu sel lapis tipis, dinding tebal, dan bernoktah. Mesokarp terutama terdiri dari serabut sklerenkim berdindng tebal, bernoktah, dan berlignin. Di daerah sekat mesokarp terdiri dari parenkim bernoktah dan sel batu dengan lumen lebar, dinding tebal, noktah jelas, dan berlignin. Biji : kulit biji terdiri dari satu lapis sel, pipih berpapila pendek, dinding tipis, dan kutikula tipis. Endosperm terdiri dari sel berbentuk bulat panjang, dinding tebal tidak berlignin, tak berwarna, umumnya tersusun radial, serta sel penuh berisi butir butir minyak dan aleuron. Embrio selnya lebih kecil dari sel endosperm, dinding tipis, dan berisi butir butir minyak. Serbuk : Warna hijau kelabu, rasa sangat pahit. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas dan epidermis bawah dengan litosis; fragmen mesofil daun; rambut kelenjar dari kelopak bunga; rambut penutup kelopak bunga; sel batu dari sel kulit buah; epidermis kulit buah dengan stomata; berkas pembuluh; sistolit yang lepas dari sel; fragmen serabut kulit buah; fragmen endosperm dari biji; fragmen empulur batang; hablur kalsium oksalat berbentuk jarum jarang kelihatan.

V. Kegunaan dan Cara Pemakaian Penyakit penykit yang dapat disembuhkan antara lain adalah sebagai berikut :

Darah tinggi

Daun sebanyak 5 7 lembar diseduh, kemudian diminum sehari 3 kali.

Typhus

Daun segar sebanyak 10 15 lembar direbus dan tambahkan madu, diminum 3 kali sehari.

Flu, sakit kepala

Minum rebusan tanaman sehari 2 kali.

Kanker paru

Daun segar sebanyak 5o gram direbus dengan 4 gelas air menjadi 2 gelas air, minum 2 kali sehari sampai sembuh.

Kencing manis

Setengah genggam daun direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas, saring, kemudian diminum 3 kali sehari.

Kencing nanah

Setengah genggam daun direbus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas, saring, kemudian diminum 3 kali sehari.

Radang saluran nafas, radang paru

Daun kering sebanyak 10 gram direbus, kemudian diminum 3 kali sehari.

Diare

Daun sebanyak 15 gram direbus dengan 2 gelas air, kemudian diminum 2 kali sehari.

TBC paru

Daun kering sebanyak 15 gram direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, kemudian diminum 2 kali sehari.

Faringitis

Herba segar sebanyak 9 gram dikunyah dan ditelan

Batuk rejan atau pertusis

Tiga lembar daun sambiloto diseduh dengan air panas dan tambahkan sedikit madu. Minum larutan ini 3 kali sehari.

Demam

Daun sambiloto segar ditempelkan ke badan atau dahi penderita.

Hidung berlendir, sakit gigi

Sebanyal 9-15 g tanaman segar direbus dan lainnya diminum.

Obat tetes telinga

Tanaman segar dilumatkan dan diperas airnya. Teteskan air tersebut ke telinga.

Penambah nafsu makan

Siapkan daun sambiloto 10 helai. Selain itu, siapkan pula kulit dan batang tanamannya sebanyak 50 g. Bahan-bahan ini dicuci hingga bersih, kemudian rebus dengan 3000 cc air. Airnya cukup diminum segelas sehari. Untuk menghilangkan rasa pahit dapat ditambahkan sedikit madu. VI. Aktivitas Farmakologi

Analgesik : pembunuh rasa sakit Anti-hyperglycaemic : memiliki efek menurunkan kadar gula darah Anti-inflamasi : mengurangi pembengkakan dan menghemat pengeluaran dari kapiler Antibakteri : perlawanan aktivitas bakteri, meskipun sambiloto tampak sebagai antibakteri aksi lemah, memiliki efek sangat bermanfaat dalam mengurangi diare dan gejala yang timbul dari infeksi bakteri Antimalaria : mencegah infeksi dan multiplikasi parasit dalam aliran darah Antihepatotoxic : menghilangkan racun hati Antipiretik: peredam demam, baik pada manusia dan binatang, yang disebabkan oleh beberapa infeksi atau racun Antithrombotic : pencegahan bekuan darah Antiviral : menghambat aktivitas virus, menghambat replikasi HIV Antioksidan : beroperasi melawan radikal bebas Cancerolytic : melawan bahkan bahkan membunuh sel-sel kanker Kardioprotektif : melindungi otot jantung m. Koleretik : mengubah sifat dan meningkatkan aliran empedu Depurative : membersihkan dan memurnikan sistem, khususnya darah Ekspektoran : pembersihan lendir dari sistem pernafasan. Hepatoprotektif : melindungi hati dan kantong empedu Hipoglisemiknya : peredam gula darah, protektif terhadap diabetes

Immune Enhancer : meningkatkan fagositosis sel, menghambat replikasi HIV-1, dan meningkatkan CD4 dan limfosit T penting Trombolitik : eliminator bekuan darah Vermicidal : membunuh cacing usus

VII. Senyawa Kimia yang Terkandung Komponen utama obat Andrographis adalah andrografolida. Ia memiliki rasa pahit yang sangat, adalah kristal tak berwarna dalam penampilan, dan disebut sebagai diterpen lakton. Bahan kimia obat lain juga prinsip-prinsip pahit: yaitu diterpenoids. deoxyandrographolide,-19-D-glukosida, dan neo-andrografolida, semua yang telah diisolasi dari daun. Selain pahit terkait disebutkan, komponen aktif lainnya termasuk 14-deoxy-11, 12 didehydroandrographolide (andrographlide D), homoandrographolide, andrographan, andrographon, andrographosterin, dan stigmasterol yang terakhir yang diisolasi dari persiapan Astrographis. Daun mengandung jumlah tertinggi andrografolida (2,39%), aktif fitokimia medicinally paling di pabrik, sedangkan biji mengandung terendah. Kandungan andrografin, androfolit (zat pahit), dan panikulin dalam sambiloto merupakan antibiotika alami. Zat ini membantu tubuh dari dalam untuk mengurangi risiko penuaan kulit dan menjaga fungsi organ tubuh dari efek radikal bebas. Ekstrak sambiloto mampu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi yang menurunkan kualitas organ dalam tubuh, termasuk jaringan kulit. Pemanfaatan herba ini biasanya dalam bentuk kering atau ekstrak daun, batang, akar, dan bunga agar tahan lama. Sambiloto mengandung andrograpolid, deoksiandrograpolid, dan neograpolid pada seluruh bagian tanaman. Namun, bagian tanaman yang paling banyak mengandung andrograpolid adalah daun (sekitar 1%). Andrograpolid merupakan diterpenelaktode yang digunakan dalam membuat obat. Kandungan komponen aktif pada sambiloto dipengaruhi oleh mutu simplisia, karakter genetik (varietas), cara budi daya (kondisi lahan, tinggi tempat), dan penanganan pascapanen. Kandungan senyawa fitokimia pada batang sambiloto lebih rendah dibanding pada daun, namun masih memenuhi standar mutu yang ditetapkan Materia Medika Indonesia (MMI). Oleh karena itu, seluruh bagian tanaman (batang, daun, dan buah) dapat digunakan sebagai simplisia. Secara umum senyawa senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman sambiloto adalah sebagai berikut :

Saponin Flavanoid Andrografolid Apigenin Tanin Neo- andrografolid Deoksi andrografolid Homo andrografolid Bis andrografolid Dehidro andrografolid Andrografid Panikulin Mineral (Kalium, kalsium, natrium) Asam kersik dan Damar

VIII. Produk di Pasaran

Kapsul Sambiloto

Obat sambiloto ini diramu dari 100 % sambiloto yang sangat bermanfaat untuk berbagai masalah kesehatan. Manfaat : menjaga stamina, TBC, sakit paru, antiradang, anti infeksi, diabetes, hipertensi, kanker, meningkatkan daya tahan, pencegah flu burung, malaria, dll

Obat Herbal Sambiloto

Banyak sekali manfaat dari daun sambiloto ini, diantaranya adalah untuk mengobati penyakit diabetes atau kencing manis, tifus, dan ada juga yang mengatakan daun sambiloto juga bisa untuk penyakit gatal-gatal dan mencegah kanker, mungkin karena rasa pahit yang khas dari daun ini. Namun yang sudah banyak digunakan dan diakui khasiat dari daun ini adalah untuk mencegah malaria karena itu daun ini disebut juga obat anti malaria. Selain itu, ternyata daun ini juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh atau stamina.

Obat Ejakulasi Dini Obat Herbal Wasir Kapsul Ekstrak Obat Herbal Usus Buntu Kapsul Obat Herbal TBC Kapsul Ekstrak

IX. Standar Kualitas Simplisia dan Ekstrak Siplisia tanaman ini adalah Herba sambiloto (Andrographidis Herba) yang merupakan bagian di atas tanah tanaman Andrographis paniculata Burm. f. Ness.

Kadar abu : tidak lebih dari 12 % Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 2,2 % Kadar sari yang larut dalam air : tidak kurang dari 18 % Kadar sari yang larut dalam etanol : tidak kurang dari 9,7 % Bahan organik asing : tidak lebih dari 2 % Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik Isi simplisia : asam kersik, damar logam alkali Penggunaan simplisia : diuretik, antipiretik

Kebutuhan sambiloto untuk industri obat tradisional di Indonesia mencapai 33,47 ton simplisia kering atau setara dengan 709,60 ton terna basah per tahun. Penggunaan terbesar terdapat di Jawa Tengah (523,93 ton), disusul Jawa Timur, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. X. Aspek Budidaya Tanaman sambiloto belum banyak dibudidayakan. Tanaman ini diperbanyak secara vegetatif dengan setek pucuk, dan secara generatif dengan biji. Untuk pembudidayaan sambiloto dalam skala besar diperlukan penyediaan bibit yang seragam dan dalam jumlah yang banyak, padahal perkecambahan sambiloto tidak seragam. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan percobaan teknik penyemaian sambiloto untuk mendapatkan bibit yang seragam dalam jumlah

banyak. Dilihat dari ekologi dan penyebarannya, tanaman sambiloto tumbuh di India, semenanjung Malaya, dan hampir di seluruh Indonesia pada tempat terbuka, di kebun, di tepi sungai, pada tanah yang gembur dan sering kali tumbuh dengan cara berkelompok. Tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1 m sampai 700 m di atas permukaan laut.
http://asyharstf08.wordpress.com/2010/05/04/sambiloto-andrographis-paniculata-burm-f-nees/

3. Andrographidis Herba Nama Indonesia : Sambiloto Nama tanaman asal : Andrographis paniculata Nees Keluarga : Acanthaceae Isi : Minyak atsiri,alkaloida, damar, asam kersik, garam alkali. Dua macam zat pahit yait suatu hablur kuning (androgon folida ) yang rasanya sangat pahit dan kalmegin (zat amorf) Penggunaan : diuretika, antipiretika, tonikum Pemerian : tidak berbau, rasa sangat pahit Bagian yang digunakan : ranting berdaun Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik Kadar abu : tidak lebih dari 12% Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 2,2% Kadar sari yang larut dalam air : tidak kurang dari 18% Kadar sari yang larut dalam etanol : tidak kurang dari 9,7% Bahan organik asing : tidak lebih dari 2% a. Makroskopik : Batang tidak berambut, batang bagian atas seringkali dengan sudut agak berusuk. Daun bersilang berhadapan, umunya terlepas dari batang, bentuk lanset sampai bentuk lidah tombak, rapuh, tipis, tidak berambut, pangkal daun runcing, ujung meruncing, tepi daun rata. Permukaan atas berwarna hijau tua/hijau kecoklatan, permukaan bawah berwarna hijau pucat. Tangkai daun pendek. Kelopak bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak. Daun mahkota berwarna putih sampai keunguan. Buah berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam. Permukaan luar kulit buah bewarna hijau tua sampai hijau kecoklatan, permukaan dalam berwarna putih atau putih kelabu. Biji agak keras. Pada penampang melintang biji terlihat endosperm berwarna kuning kecoklatan, lembaga berwarna putih kekuningan. b. Mikroskopik : Daun: epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel, kutikula tipis, pada penampang tangensial tampak berbentuk polygonal, dinding samping lurus, tidak terdapat stomata. Pada lapisan epidermis terdapat banyak sel litosis yang berisi sistolit yang mengandung banyak kalsium karbonat. Sel litosis umumnya lebih besar dari sel epidermis, berbentuk jorong atau bulat telur memanjang. Rambut kelenjar banyak, terletak agak tenggelam dilapisan epidermis, sel pangkal kecil dan bersel satu. Rambut penutup sangat sedikit, umumnya terdapat di epidermis atas pada tulang daun. Sel epidermis bawah lebih kecil dari sel epidermis atas. Stomata sangat banyak, tipe bidiasitik. Jaringan palisade terdiri dari 1 sel. Jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel. Berkas pembuluh tipe bikolateral.

Batang: epidermis terdiri dari 1 lapis sel yang terentang tangensial, dinding samping lurus, kutikula agak tebal. Terdapat rambut kelenjar dan litosis. Jaringan kolenkim terdapat dibawah epidermis. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel. Serabut perisikel berdinding tebal, agak berlignin. Floem sekunder sedikit. Xylem sekunder terdiri dari serabut kayu, pembuluh kayu bernoktah dan pembuluh kayu berpenebalan tangga tersebar. Empulur terdiridari sel besar berbentuk poligonal, dinding bernoktah yang berisi hablur kalsium oksalat. Epidermis luar terdeapat rambut penutup dan rambut kelenjar. Pada rambut kelenjar terdapat 2 tipe, kepala kelenjar berbentuk serupa mangkok bersel banyak. Kulit buah: epidermis luar terdiri dari sel pipih berbentuk poligonal memanjang, berdinding agak tebal bergaris. Terdapat pula stomata dan rambut kalenjar tipe kedua .Epidermis dalam terdiri dari satu lapis sel pipih, dinding tebal bernoktah. Mesokarp terdiri dari serabut sklerenkim berdinding tebal, bernoktah dan berlignin. Biji: kulit biji terdiri dari 1 lapis sel pipih, berpapila pendek, dinding tips, kutikulas tipis. Endosperm terdiri dari sel berbentuk bulat panjang, dinding tebal tidak berlignin, tidak berwarna, tersusun radial, sel penuh berisi butir-butir minyak dan aleuron. Embrio selnya lebih kecil dari sel endosperm, dinding tipis, berisi butir butir minyak. (Gbr. 6).