Anda di halaman 1dari 9

TUGAS INDIVIDU

PEMICU 1 MODUL MUSKULOSKELETAL

Disusun Oleh : Kelompok Diskusi 1 Rayung Cahyaning Astuti I11110068

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2012

Anatomi Sendi Pengertian sendi menurut dorlan adalah tempat persambungan antara dua objek atau bagian yang terpisah. Berdasarkan jarak satu tulang dengan tulang lainnya dan tipe jaringan penyambungnya, sendi dibedakan menjadi Sendi Fibrosa, Sendi Kartilaginosa, Sendi Sinovial. Sedangkan berdasarkan pergerakannya, dibagi menjadi Sinarthrosis (sendi yang sama sekali tidak dapat digerakkan), Amfiarthrosis (sendi dengan sedikit pergerakan), dan Diarthrosis (sendi yang bergerak bebas) 1. Sendi Fibrosa Merupakan sendi yang jarak tulangnya sangat dekat, hampir atau tidak ada pergerakan. Jenis sendinya ada sutura, sindesmosis, dan membran interosseous. Sutura, berada di tengkorak, memiliki serat pendek, bentuk irreguler, saling mengunci dan memiliki tipe gerakan sinarthrosis. Beberapa sutura pada anak-anak, setelah dewasa menjadi tulang yang disebut synostosis. Namun, sutura yang tidak berubah disebut sutura

metopic.sindesmosis, jarak antar tulang sedikit lebih jauh dari sutura, lebih panjang,lebih dense irreguler, sehingga mirip ligamen, dan tipe gerakannya adalah amfiarthrosis. Contohnya di distal tibiofibular ada ligamen anterior tibiofibular.gomphosis atau dentoalveolar joints,pada gigi yang

menghubungkan akar gigi sama alveolinya, nama ligamennya periodontal ligamen dengan tipe gerakan sinarthrosis. Membran interoseus, merupakan jaring penghubung yang menghubungkan 2 tulang panjang dengan tipe gerakan amfiarthrosis, hanya terdapat di antara radius-ulna dan tibia-fibula. 2. Sendi Kartilaginosa Terdapat pada celah yang sempit antar tulang dan hanya memberi sedikit pergerakan. Jenis penghubungnya itu tulang rawan (antara tulang rawan hialin atau fibrosa. Jenis sendinya ada yang sinkondrosis sama simfisis. Sinkondrosis, merupakan tulang rawan hialin, secara fungsional sifatnya sinarthrosis. Kebanyakan akan menjadi synostosis misalnya di lempeng epifisis yang nantinya menjadi bagian dari diafisis, dan juga di antara costae 1 dan manubrium sterni. Simfisis, sifatnya amfiarthrosis, struktur dalamnya merupakan tulang rawan fibrosa dan struktur luarnya tulang rawan hialin dan letak sendi ini di garis tengah tubuh. Contohnya simfisis pubis, sendi intervertebral, dan antara manubrium dan corpus sterni.

3.

Sendi Sinovial Ada celah sinovial antara articular cartilage. Kartilago ini, ada dipermukaan kedua tulang yg bersendian, strukturnya halus, licin, tapi tidak saling menempel,tujuannya agar gesekan berkurang, sama sebagai shock absorben. Kapsul ini dilapisi oleh articular capsuleyang terdiri dari kapsul fibrosa, serta membran sinovial. Kapsul fibrosa terdapat di bagian lebih luar, jaringan penyambungnya fibrosa, menebal, nempel ke periosteum

dankartilago articular, pemberi sifat fleksibel dan tahan regang juga. Seratnya fibrosanya membentuk berkas-berkas paralel, sehingga kuat, membentuk ligamen. Membran sinovial, berada lebih dalam, dari areolar conective tissue dari serat elastin,pada beberapa kasus, bahkan punya lemak seperti di infrapatellar, disebut articular fat pads. Di dalam celah sinovialnya terdapat cairan sinovial yang dihasilkan oleh membransinovial,viskositas tinggi, jernih sampai kekuningan. Terdiri dari asam hialuronat, fungsinya buat ngurangi gesekan, shock absorben, suplai oksigen dan nutrisi, mengeluarkan CO2 dan sisametabolit articular cartilage, sel fagositiknya memakan debris. Banyak sendi sinovial memiliki ligamen ekstracapsular (ligamen tambahan diluar kapsularticular _ anterior dan posterior collateral ligamen) dan intracapsular (ligamen tambahan di antara articular ligamen dan celah sinovial) sebagai ligamen aksesori. Beberapa sendi sinovial juga punya meniscus/discus articular, bantalan kartilago antara permukaan articular, yang membagi celah sinovial menjadi 2 bagian, mengubah bentuk articular, untuk melakukan gerakan tertentu, dan juga membantu stabilisasi sendi, dan menyalurkan cairan sinovial ke tempat yang punya gaya gesek paling besar. Ada juga celah mirip kantong yang namanya bursa, fungsinya untuk mengurangi gesekan, dan mirip sekalidengan sendi sinovial (punya didinding conective tissue yang dibatasi sama membran sinovial, isinya juga mirip kayak membran sinovial), letaknya bisa antara kulit-tulang, tendon-tulang, otot-tulang, ligamen-tulang. Ada juga tendon sheats, bursa yang kayak tabung di sekeliling tendin, adanya di tendon yang ngelewatin celah sinovial 9misalnya di m. bicep brancii di sendi bahu, di pergelangan tangan dan kaki yang banyak tendon, di jari-jari tangan dan kaki yang banyak bergerak.

Tipe pergerakan sendi sinovial dikelompokan secara umum jadi 4, gliding, angular movement, rotasi, dama special movement: 1. Gliding. Tulang datar grakan depan-belakang, kanan-kiri, nggak ada sudutnya,terjadi di interkarpal dan intertarsal 2. Angular movement. Terjadi perubahan sudut, misalnya fleksi-ekstensi, abduksiadduksi,sirkumduksi dilihat dari posisi anatomis tubuh Fleksi adalah berkurangnya sudut antara dua tulang yang bersendian Ekstensi adalah bertambahnya sudut, biasanya balikin ke posisi anatomi Fleksi-ekstensi _ kebanyakan bidang sagital; contoh-contohnya, di atlanto-occipitalis dan cervical-intervertebral joints, shoulder. NAMUN, ada beberapa gerakan fleksi-ekstensi yang tidak di bidang sagital, contoh fleksi-ekstensi jempol, fleksi-ekatensi lateral Hiperekstensi adalah penambahan sudut sampai lebih dari posisi anatomi Abduksi adalah pergerakan tulang menjauhi midline Adduksi adalah pergerakan tulang mendekati midline Abduksi-adduksi bidangnya frontal. Khusus untuk abduksi-adduksi jarijari, patokannya bukan midline tubuh, tapi di tengah-tengah telapaknya. Khusus jempol, abduksi adduksinya dalam sumbu sagital, jadi abduksinya menjauhi telapak dalam bidang sagital, bikin struktur tegak lurus, sedangkan adduksinya jadi sejajar ama jari-jari lain. Sirkumduksi adalah pergerakan bagian ujung distal tubuh, merupakan gabunganfleksi-abduksi-ekstensi-adduksi, sehingga tidak punya

bidang/sumbu, misalnya membuat bentuk jarum jam, dilihat dari lateral tubuh. 3. Rotasi. Tulang berputar melingkari sumbu longitudinalnya, pergerakannya mengikuti arah gerak bidang anterior ke midline. Misalnya tangan, kalo diputar tanganbagian bawah, ke arah medial saat siku fleksi, kan bagian anterior tangan atasberputar ke midline, makanya namanya medial rotation. Sebaliknya, kalo misalnyamenjauhi midline, namanya

lateral/eksternal rotation. 4. Special movement. Hanya ada pada beberapa sendi, ada elevasi-depresi, protraksitraksi,inversi-eversi, forsifleksi, plantarfleksi, supinasi-pronasi, dan oposisi.

Elevasi : mengangkat bagian tubuh, misalnya tutup mulut (di sendi temporomandibularis), Depresi : maupun mengangkat bahu, bagian-bagian

tubuhnya :mandibula, hyoid, klavicula, costae menurunkan bagian tubuh, misalnya buka mulut, mengembalikan mengangkat bahu ke posisi semula. Protraksi : pindahkan bagian mulut ke depan (kayak waktu ngelakuin jaw-trust pada mandibula, ato menyilangkan tangan kedepan tubuh untuk protraksi clavicula Retraksi : mengembalikan posisi protraksi ke posisi anatomis Inversi : memindahkan tumit ke medial pada sendi intertarsal, kadang disebut supinasi Eversi : memindahkan tumit ke lateral, disebut pronasi Dorsifleksi : pada bagian superior kaki, ditarik ke atas (sendi talocrural), kalau berdiri diatas tumit. Plantarfleksi : bagian inferior kaki, ditarik ke bawah (kalau pake high heels) Supinasi : telapak pada posisi anatomis. Pronasi : kebalikan dari supinasi Oposisi : gerakan jempol mendekati jari-jari yang lain

Tipe sendi sinovial, yang membuatberbeda adalah bentuk permukaannya, ada 6 kategori, yaitu plantar, hinge/engsel, pivot/poros, condyloid,

saddle/pelana, dan ball and socket. 1. Sendi plantar/plane/arthrodial, tulang dengan permukaan datar, gerakan biaksial (kanan-kiri,depan-belakang). Contohnya di intercarpal, intertarsal, sternoclavicular, acromioclavicular,sternocostal, vertebrocostal. 2. Sendi engsel/hinge/ginglymus, permukaan cembung nempel pada permukaan cekung,sendi membentuk sudut, bentuk gerakan seperti buka tutupnya pintu, 1 ujung fiksasi 1ujung bergerak, gerakan monoaksial (fleksi-ekstensi). 3. Sendi poros/pivot/trochois, sebuah struktur menonjol /sebuah titik tulang yang 1 bersendidengan tulang lain yang membentuk cincin dari ligamen, gerakan monoaksial (memutarsumbu aksial). Contoh di atlantoaksial

membentuk gerakan tidak, radioulna membentukgerakan telapak ke anterior dan posterior. 4. Sendi kondiloid/ovoid/ellipsoidal, bagian yang cembung oval bersendi dengan bentukcekungan oval dari tulang lain, gerakan biaksial (fleksiekstensi, abduksi-adduksi).Contohnya di pergelangan tangan dan

metakarpophalangeal untuk jari II-V. 5. Sendi saddle/pelana/sellar, sendi membentuk bentukan seperti pelana kuda danpasangannya, merupakan modifikasi sendi kondiloid, gerakan triaksial (fleksi-ekstensi, abduksi-adduksi, rotasi). Contohnya di sendi carpometacarpal (antaran trapezium samametacarpal 1). 6. Sendi ball and socket/spheroidal/enarthroidal, seperti namanya,

permukaan yang 1membentuk bola dan yang satu seperti cup, gerakan triaksial (fleksi-ekstensi, abduksiadduksi, rotasi). Contohnya pada bahu dan humerus maupun tulang panggul dan femur.

Faktor yang mempengaruhi kontak, ROM (Range of Motion), dan arah gerak sendi adalahstruktur tulang yang berartikulasi, kekuatan dan ketegangan ligamen sendi,susunan dan ketegangan otot, kontak jaringan lunak (misalnya banyak jaringanlemak, sehingga susah gerak), hormon (ada relaksin, fleksibilitas kartilago fibrosa simfisis pubis meningkat), disuse.

DAFTAR PUSTAKA

Furqonita D, Budiman G, Liem IKL, Djalal R, Gunardi S, Kusumaningtyas S. Panduan praktikum anatomi untuk mahasiswa fakultas kedokteran. Ed 2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2009. p. 36-43 Helmi, Zairin Noor. 2011. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika Putz, R. Dan R. Pabts. 2007. Atlas Anatomi Manusia Sobotta. Jilid 1. Jakarta: EGC Putz, R. Dan R. Pabts. 2007. Atlas Anatomi Manusia Sobotta. Jilid 2. Jakarta: EGC