Anda di halaman 1dari 4

Belajar geometri 27: Parabola

Om Tris

Setelah lingkaran dan garis, penjelajahan kita di sekitar kurva, sampai pada kurva
parabola. Bayangkan Anda menendang sebuah bola sepak, atau memukul bola voli
serong ke atas. Bola itu akan bergerak separti yang disajikan pada Gambar 1. Lintasan
bola seperti itu disebut lintasan parabola. Sebuah peluru yang ditembakkan dengan arah
serong ke atas juga akan melintas seperti itu. Karena itu, parabola juga sering disebut
lintasan peluru.

Gambar 1

Para ahli geometri mendefinisikan parabola sebagai sebuah kurva yang setiap titiknya
berjarak sama dari sebuah titik tetap (gisebut titik fokus parabola) dan dari sebuah garis
tetap (disebut direktrik parabola). Anda tentu dapat membuat parabola ini dengan cara
membuat sebuah garis dan sebuah titik lebih dahulu. Kemudian menemukan titik yang
berjarak sama dariPuncak
garis dan dari titik itu (gunakan sepotong penggaris). Dengan tingkat
direktrik
ketelitian yang cukup Anda dapat memperoleh kurva parabola. Titik puncak (vertex)
parabola merupakan titik yang berada pada sebuah parabola yang merupakan belokan
Titik
yang paling puncak
tajam.
fokus

Parabola

Jarak
Sama

Sumbu simetri
Para bola memiliki sifat yang khas. Semua berkas cahaya yang sejajar dengan sumbu
utamanya di-’kumpulkan’ pada satu titik. Lihat lampu senter, parabola penangkap siaran
televisi, parabola pada radar, refletor lampu sepeda motor atau mobil. Titik itulah yang
disebut titik api/fokus.

Titik api/fokus

Parabola juga dapat Anda buat dengan cara memotong miring sebuah kerucut. Hati-hati,
karena jika dipotong melintang akan diperoleh lingkaran.

Persamaan parabola

Mari kita tempatkan sebuah parabola pada sistem koordinat Kartesius. Sumbu X sebagai
sumbu simetrinya, dan titik O sebagai titik puncak. Jika jarak fokusnya adalah ’a’, maka
persamaan parabola y 2 = 4ax
Fokus Sumbu simetri

Ahli matematika yang tercatat sebagai ’penemu’ parabola adalah Menaechmus yang
lahir sekitar 380 sebelum masehi di Alopeconnesus dan meninggal di Turki sekitar 320
SM. Kemudian dilanjutkan oleh Euclides dari Alexandria yang hidup sekitar 325 SM-265
SM. Seorang matematikawan Yunani yang meninggalkan warisan besar bagi kita dalam
buku 10 jilid dengan judul ’Unsur-unsur’. Peninggalan ini sangat berpengaruh pada
perkembangan matematika formal yang kita terima di sekolah hingga hari ini.

Konsep tentang direktrik dan titik api diusung oleh Pappus dari Alexandria yamg hidup
antara tahun 290-350. Teorinya menjadi dasar bagi perkembangan geometri projektif
modern. Ia juga banyak membahas buku-buku Euclides dan Ptolomeus. Blaise Pascal,
yang hidup di antara 1623-1663, melanjutkan kerja Pappus ini. Ia berpendapat bahwa
parabola merupakan proyeksi dari lingkaran. Bersama Fermat ia meletakkan dasar-dasar
teori probabilitas.

Galileo Galilei, yang hidup antara tahun 1564-1642, membuktikan lintasan peluru yang
ditembakkan berbentuk parabola. Karena itu, dalam kinematika gerak parabola juga
disebut gerak peluru. Ia seorang Italia, sangat cermat mempelajari benda-benda jatuh.
Galileo juga membuat teleskop untuk mengamati angkasa luar yang juga dikenal
perdukung teori Kopernikus yang menyatakan bahwa bukan bumi tetapi matahari yang
menjadi pusat tata surya kita.

Apabila berkeinginan membuat sebuah parabola, Anda dapat mencoba hitung-hitungan


berikut ini. Andaikan titik api parabola yang akan dibuat berada 200 mm dari permukaan
parabola. Kita dapat menggunakan rumus y 2 = 4ax dengan ’a’ berharga 200 mm. Untuk
memudahkan pembuatan, mari rumus itu diubah menjadi x 2 = 4ay . Dengan a= 200 maka
diperoleh hubungan x 2 = 800 y dan untuk beberapa harga x diperolehlah harga y. Lihat
tabel berikut ini.
Jarak sepanjang ("x") Tinggi ("y")
0 mm 0.0 mm
100 mm 12.5 mm
200 mm 50.0 mm
300 mm 112.5 mm
400 mm 200.0 mm
500 mm 312.5 mm
600 mm 450.0 mm

Silahkan mencoba!. Semoga berhasil!

Anda mungkin juga menyukai