Anda di halaman 1dari 32

BAB I PENDAHULUAN Dengan berakhirnya pelaksanaan kinerja tahun anggaran 2012 maka berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun

2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa pasal 10 ayat 4 menyatakan bahwa Kepala Desa berkewajiban menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta menginformasikan Laporan Penyelenggaaraan Pemerintahan Desa kepada masyarakat melalui rapat-rapat desa dan pengumumann lewat radio atau masmedia lainnya. Bahwa LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang telah dilaksanakan oleh Kepala Desa sesuai dengan dokumen perencanaan kegiatan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD). Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kepada Masyarakat, menegaskan bahwa LKPJ Kepala Desa sekurang-kurangnya berisi penjelasan mengenai arah kebijakan umum Pemerintahan Desa, pengelolaan keuangan desa secara makro, termasuk pendapatan dan belanja Desa, penyelenggaraan tugas pembantuan, dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. 1.1. DASAR HUKUM Peraturan perundangan-undangan yang mendasari penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Desa Banyubiru tahun anggaran 2012 diantaranya adalah : 1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah; 2. Undang-undang Nomor 1958 tentang Perubahan Batas-batas Wilayah Kotapraja Salatiga dan Daerah Swatantra Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1652); 3. Undang-undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1992 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga dan Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa; 10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 8 tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 13. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 tentang Sistematika Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ); 14. Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Peyusunan Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa; 15. Peraturan Bupati Semarang Nomor 24 Tahun 2012 tentang Pedoman Dana Alokasi Umum Desa (DAUD) Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2012; 16. Peraturan Desa Banyubiru Nomor 2 Tahun 2009 tentang SOTK; 17. Peraturan Desa Banyubiru Nomor 1 Tahun 2012 tentang APBDes; 1.2. GAMBARAN UMUM DESA 1.2.1. Sejarah Asal usul Desa Banyubiru Desa Banyubiru adalah salah satu Desa penyanggah Kecamatan Banyubiru yang keberadaannya sudah ada sejak jaman Kerajaan Islam Demak berturut-turut ke Kerajaan Pajang dan Mataram adapun piagam atau prasasti secara inplisit tidak ada namun dilihat dari beberapa peninggalan situs sejarah
1

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

menunjukan bahwa pada masa tersebut diatas keberadaan Desa Banyubiru sudah ada. Walapun hanya dari dasar cerita rakyat atau cerita babat dengan sebutan Tanah Perdikan Banyubiru. Sudah sangat melekat adapun yang dimaksud Tanah Perdikan adalah suatu daerah yang taat dan tunduk dengan kerajaan penguasa namun tidak perlu membayar pajak sebagai kewajiban daerah bawahan. Adapun Tanah Perdikan bisa diperoleh dengan beberapa cara yaitu: daerah atau tokohnya mempunyai labuh labet (pengadilan yang luar biasa) kepada kerajaan penguasa. daerah yang terkena paceklik dalam waktu yang sangat lama. daerah yang sering terkena bencana daerah yang sering terjadi huru-hara (perampokan,pemberontakan). Dan Banyubiru adalah dari sekian alasan mendapatkan status Tanah Perdikan karena pendiri Banyubiru yaitu Laksamana Sora Dipoyono adalah seorang panglima perang dibawah sultan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor pada waktu perang Malaka mengusir penjajah Portugis tahun 1480 1521, sehingga mendapatkan penghargaan memimpin suatu daerah yaitu Tanah Banyubiru dengan status tanah Perdikan karena pengabdian yang luar biasa pada Kerajaan Demak pada saat itu. Keberadaan Desa Banyubiru eksis juga pada jaman perang Diponegaran sejak perang Diponegaran sudah ikut melawan penjajah Belanda sampai pada masa perang kemerdekaan, hal itu ditunjukan dengan beberapa bangunan sebagai tanda atau bukti, salah satu buktinya adalah peninggalan makam Kiyai Joyoproyo salah satu pengikut setia Pangeran Diponegoro dan tanda atau bukti ikut melawan penjajahan Belanda ada serta banyaknya para Veteran Perang Kemerdekaan. Desa Banyubiru merupakan daerah yang sangat strategis yang digunakan Belanda untuk Benteng pertahanan dimana di Banyubiru dibangun Asrama Batalion Kaveleri Belanda dan masyarakat Banyubiru juga andil pada perjuangan melawan penjajah Belanda, setelah perang kemerdekaan Desa Banyubiru seperti desa desa disekitarnya dibawah Pemerintahan Republik Indonesia yang secara umum termuat dalam Undang undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah daerah Kabupaten dalam lingkup Propinsi Jawa Tengah dan Undang undang Nomor 67 tahun 1958 tentang Pembentukan Wilayah Kotapraja Salatiga Dan Daerah Swatantra Tingkat II semarang. Dan mulai pada saat itu telah melakukan penataan dan pembangunan disegala bidang sampai saat ini, dan perlu diingat bahwa di Desa Banyubiru pernah dipimpin Kepala Desa atau sebutan lain seperti Demang atau Lurah atau sebutan lainnya dengan periode pimpinan sebagai berikut : Masa Perang Diponegaran 1. Demang Raden Ngabehi Proyo Diwongso. 2. Demang Raden Merto Diproyo. 3. Demang Raden Proyo Dipeno. Masa sebelum Kemerdekaan. 1. Lurah Raden Abdul Ghoni. 2. Lurah Soekiman Wongso Dimejo. 3. Lurah Semaoen. 4. Lurah Karto Atmojo. Masa setelah Kemerdekaan ( 1945 ). 1. Kades Dasono Soemaryadi. ( 1945 1948 2. Kades Raden Goenawan ( RIS 1949 1952 ). 3. Kades Darsono Soemaryadi ( 1953 1987 ). 4. Kades Sunyoto ( 1988 1997 ). 5. Pilkades tahun 1999 ada masalah dijabat PJ Kades (2000 2003) 6. Kades Suwandi ( 2003 2008 ) 7. Kades Sri Anggoro Siswaji ( 2008 2014 ).

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

1.2.2.

Gambaran Umum Desa Banyubiru pada saat ini 1.1. Profil Desa Banyubiru Desa Banyubiru merupakan salah satu dari 10 Desa yang berada diwilayah Kecamatan Banyubiru Kab. Semarang Propinsi Jawa Tengah yang berpenduduk 8496 jiwa dengan Luas Wilayah Desa : 677.087 Ha. Dengan alamat sekretariat Desa di Jl. Wijaya Kusuma No 7 Tlp (0298) 593793 Kode pos 50664 Email: pemdesbanyubiru@yahoo.com Web: http//www.pemdesbanyubiru.co.cc Ditinjau dari jumlah penduduk yang cukup besar dan luas wilayah yang kuat tersebut, maka Desa Banyubiru merupakan Desa yang sangat potensial dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di wilayah Kecamatan Banyubiru. Dan juga letak sangat strategis yaitu di Ibu kota Kecamatan dan antara Kota Salatiga dan Ambarawa, maka tidak salah kiranya jika Desa Banyubiru nantinya dipakai sebagai barometer dari desa-desa lainnya. Dan perlu diingat bahwa desa Banyubiru adalah daerah yang sebagian besar tanahnya adalah sawah (agraris) yang subur maka Banyubiru termasuk penyanggah padi (pangan) untuk Kabupaten Semarang. Mengingat keadaan seperti tersebut di atas maka dalam melaksanakan berbagai tugas Kepala Desa terus memacu para perangkat desa dan masyarakat serta lembaga yang ada di Desa seperti BPD, LKMD, Tim Penggerak PKK Desa, Linmas, GAPOKTAN, LKD, dan UED SP / LKM MEKAR beserta para tokoh Agama dan tokoh Masyarakat dalam rangka melaksanakan otonomi daerah. Untuk itu segala usaha telah ditempuh dalam melaksanakan berbagai kegiatan dimana hal usaha tersebut tidak sedikit pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh masyarakat Desa Banyubiru. Dan juga kesadaran masyarakat Desa Banyubiru yang cukup tinggi inilah yang menyebabkan Desa Banyubiru tidak jauh ketinggalan dengan desa lainnya. Karena usaha-usaha yang tidak ringan tersebut maka selama lebih kurang 1 tahun desa Banyubiru dari tahun ke tahun nampak adanya kemajuan yang cukup tinggi. Kemajuan tersebut khususnya dalam pembangunan fisik antara lain : Adanya Kantor dan Balai Desa yang merupakan sarana kegiatan penyelenggaraan Pemerintah Desa. Adanya aparat penyelenggaraan Pemerintah Desa yang cukup potensial (Jumlah perangkat desa 18 personil) dan masih dibantu dengan beberapa Modin sebagai Pembantu Perangkat Bidang Pemangku Adat. Adanya Lembaga Desa yang juga berperan aktif dalam rangka melaksanakan program desa, yaitu BPD, LKMD, RT, RW, TP PKK, Linmas, GAPOKTAN, LKD, UED SP / LKM MEKAR dan lain-lain. Adanya berbagai fasilitas sarana pendidikan, kursus dan latihan-latihan. Beberapa jalan desa, gang, lingkungan, jalan dusun serta jalan poros Desa telah diadakan pengerasan, Paving, Betonisasi, makadam bahkan di beberapa tempat telah di aspal, serta pembangunan Talud jalan, irigasi atau pembangunan Jembatan juga dilaksanaakan. Dimana pelaksanaan pembangunan ini dibiayai dengan swadaya masyarakat dan dana simultan dari Pemerintah yang disalurkan lewat Bantuan Sosial melalui Dinas baik dari APBD I atau APBD II. Beberapa tempat-tempat ibadah yang mengalami perbaikan sehingga cepat menampug jumlah pemeluknya dalam melaksanakan ibadah yang diyakini dan dipeluk sesuai ajarannya.
3

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

Sarana sosial, budaya, dan kesenian juga berkembang dengan baik bahkan telah beberapa kali tampil dalam acara resmi baik di tingkat Kecamatan maupun Tingkat Kabupaten Semarang. Keadaan Kamtibmas selama ini dapat dikatakan cukup mantap, hal ini karena berkat adanya kerjasama yang baik antara Linmas dengan aparat keamanan di tingkat Kecamatan. Keadaan suhu politik di Desa Banyubiru selama ini cukup sejuk, baik Adanya sarana perdagangan rakyat yang cukup memadai, antara lain adanya pasar Desa, KUD, BRI, BKK, Koperasi dan Prakoperasi yang letaknya di Wilayah Desa Banyubiru. 1.2.3. 1.2.3.1 Kondisi Geografi dan Keadaan Penduduk Luas Wilayah Luas Wilayah Desa Banyubiru : 677.087 Ha yang terdiri dari : 1. Tanah Sawah : 192.087 Ha a. Irigasi Sawah : 41.00 Ha b. Irigasi sawah : 133.087 Ha c. Sederhana : d. Tanah AD (Angk. Darat) : 18.000 Ha 2. Tanah kering : 264.963 Ha a. Pekarangan/bangunan : 72.123 Ha b. Tegalan/kebunan : 178.860 Ha c. Padang gembala :d. Tambak/kolam : 0.60 Ha (kolam ikan Patin tahap uji coba) e. Rawa : 220.000 Ha 1.2.3.2 Batas Desa 1. Desa Banyubiru yang terletak antara Kota Salatiga dengan Ambarawa mempunyai batas-batas sebagai berikut : Sebelah Utara : Kelurahan Pojok Sari. Sebelah Barat : Desa Rapah / Desa Brongkol. Sebelah Selatan : Desa Wirogomo Sebelah Timur : Desa Kebondowo 2. Nama Dusun dan Jumlah Rt/Rw se-Desa Banyubiru
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 DUSUN Krajan Kampung Rapet Randusari Tegalwuni Cerbonan Demakan Pancuran Dangkel Tawang Rejo Jumlah Dusun total 9 JUMLAH RW 2 1 2 2 3 2 1 1 Jumlah Rw total : 14 JUMLAH RT 11 4 4 6 9 8 4 1 2 Jumlah Rt total : 49 KETERANGAN

Rw ikut Rw II Dusun Krajan

3. Kondisi Wilayah Desa Banyubiru mempunyai curah hujan rata-rata 2.000 3.250 mm/tahun dan berada di 450 ASL ( atau 450 M dari permukaan air Laut ) dan koordinat kantor Desa 71730.06 S 1102416.02 E.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
4

Jenis Tanaman a. Tanah Sawah : Padi, Polo Wijo dan jagung. b. Tanah Tegalan : Ketela, jagung, sayuran, Kopi, Cengkih,Sengon,Mahoni, Jati, dll c. Tanah Pekarangan : Kelapa, cengkih, papaya, pisang, Kopi dll. Jumlah Hewan a. Sapi Perah : 20 ekor b. Sapi biasa/Ras : 250 ekor c. Kerbau : 0 ekor d. Kambing/domba : 250 ekor e. Kuda : 6 ekor f. Ayam ras : 3.000 ekor g. Ayam kampung : 8.000 ekor h. Itik / bebek : 20.000 ekor i. Angsa/itik manila : 70 ekor

1.2.4.

Kondisi Demografis

1.1
per Desember 2012
Tabel 1.2.4.1 Kelompok Umur NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kelompok Umur (Tahun) 0<1 1<5 6 < 10 11 < 15 16 < 20 21 < 25 26 < 30 31 < 40 41 < 50 51 < 60 60 keatas Jumlah Laki-laki 468 387 389 413 402 431 438 356 345 315 222 4166 Perempuan 514 386 436 432 436 414 391 422 336 350 254 4371

Berdasarkan Kelompok Umur

Jumlah 982 773 825 845 838 845 829 778 681 665 476 8537

1.2 Pencaharian
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Pekerjaan PNS TNI Polri Pegawai Swasta Pensiunan Pengusaha Buruh Bangunan Buruh Industri Buruh Tani Petani Peternak Nelayan Lain-lain Jumlah

Berdasarkan
Tabel 1.2.4.2 Mata Pencarihan Laki-laki Perempuan 46 14 22 0 23 3 166 51 148 116 22 0 42 0 92 194 36 11 56 0 5 10 15 0 66 0 739 399 Jumlah 60 22 26 217 264 22 42 286 47 56 25 15 66 1138

Mata

1.3 Pendidikan
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Pendidikan Tidak Sekolah TK/ Play Group Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat Akademi/Diploma Sarjana Katas Jumlah

Berdasarkan
Tabel 1.2.4.3 Tingkat Pendidikan Laki-laki Perempuan 544 561 458 478 537 524 382 591 501 492 533 561 475 433 373 390 363 341 4166 4371 Jumlah 1105 936 1061 973 993 1094 908 763 704 8537

Tingkat

1.4
No 1 2 3 4 5 Kelompok Agama Islam Katholik Kristen Hindu Budha Tabel 1.2.4.4 Pemeluk Agama Laki-laki Perempuan 3659 3864 359 351 144 150 4 6 0 0

Berdasarkan Pemeluk Agama


Jumlah 7523 710 294 10 0

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

Konghucu Jumlah

0 4166

0 4371

0 8537

1.2.5.

Pertambahan Penduduk dan Sosial Kependudukan Pertambahan penduduk dan peristiwa sosial kependudukan di Desa Banyubiru sejak Januari 2012 sampai bulan Desember 2012 tercatat sebagai berikut :
Tabel 1.2.5.1 Pertambahan Penduduk dan Sosial kependudukan
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jumlah Lahir 15 9 7 11 14 8 14 17 15 7 6 123 Mati 4 5 8 2 5 5 4 5 3 5 7 5 58 Pindah 19 17 13 28 12 23 17 6 19 8 16 2 179 Datang 35 7 11 25 15 6 15 4 10 9 4 14 155 Nikah 4 5 5 4 7 7 7 1 3 4 5 3 50 Cerai 2 1 2 1 2 2 0 1 2 1 1 2 15 Rujuk 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1.3.

KONDISI EKONOMI

1.1

Potensi Ekonomi Unggulan Desa Banyubiru. Secara umum Desa Banyubiru adalah daerah agraris baik pertanian basah 50 % dan pertanian kering 35 % serta 15 % daerah rawa-rawa, Dengan demikian sumber makanan untuk sektor peternakan juga melimpah. 1. Sektor Pertanian Untuk Sektor Pertanian padi sangat baik karena wilayah Desa Banyubiru hampir (50%) seluruh lahan yang landai sampai lahan dekat rawa Pening bisa ditanami padi namun pada tahun 2012 sektor pertanian mengalami penurunan produksifitas karena beberapa factor diantaranya : Bencana Banjir,Genangan gundukan Enceng Gondok, Hama Tikus ada Musim tanah tidak serentak (hal ini perlu menjadi catatan karena bencana terus terulang tiap tahun). Namun demikian wilayah Desa Banyubiru masih bisa sebagai penyangah pangan untuk Kabupaten Semarang dengan produktifits tahun 2012 kuarng lebih 4.500 ton gabah basah permusim sama seperti pada tahun 2009 dan 2010, 2011 dan pada tahun 2012 ini sedikit mengalami peningkatan. 2. Sektor Peternakan Selain Sektor Pertanian Desa Banyubiru juga masih punya Sektor unggulan yaitu Sektor Peternakan ada beberapa macam peternakan yang dikembangkan masyarakat diantaranya : Ternak Sapi Potong dan perah, ternak Itik, ternak kambing dan beberapa ternak lain seperti ternak burung ocehan juga masih menjanjikan. Ternak Sapi Potong sangat produktif dan masih menjanjikan mengingat bahwa sumber makanan cukup banyak dan iklim yang cocok untuk ternak Sapi dan ahkir ahkir ini dikembangkan sapi perah walau belum untuk produksi susu namun hanya untuk pengadaan bibit-bibit sapi. Walaupun pemasaran masih lewat pasar Tradisional. Kendala kendala yang dihadapi peteranak terbatasnya permodalan dan Sumber daya manusia ( SDM ) petani peternak yang masih dengan pola semi tradisional dan masih belum ada perliindungan pasar dari Pemerintah secara nyata hal ini bisa dilihat dari masih adanya impor sapi dari luar negeri untuk kosumsi daging di daerah . Ternak Itik masih cukup menjanjikan dengan sumber makanaan yang cukup dan dengan jumlah komulatip kurang lebir 20.000 ekor itik potong dan petelur sudah bisa di sebut sebagai sentra peternakan Itik dengan rata rata hasil telur per hari kurang lebih 15.000 butir telur per hari. Kendala yang dihadapi adalah hasil telur dan daging belum bisa diolah 100 % di Desa Banyubiru hanya sekitar 50 % yang diolah di Desa bahkan di kota lain. Ternak Kambing pengelolaan masih tradisional dan semi tradisional namun cukup bisa untuk tambahan penghasilan petani atau peladang. Kendala yang dihadapi masyarakat belum ada Induk atau Pejatan yang unggul serta pasar masih penjualan di pasar tradisional khususnya menjelang Hari Raya Qurban.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

3. Sektor Perikanan Sektor perikanan secara tradisional sudah ada sejak dulu yaitu penangkapan ikan di danau Rawa Pening, Sektor ini hanya cukup untuk kosumsi harian dan masih ada pengembangan Sektor perikanan yang dikelola perorangan atau kelompok yaitu pengembangan perikanan dengan system tertata baik dengan kolam permanent, semi permanent ada kolam terpal untuk pengembangan ini memang masih terbatas untuk pembenihan, pembesaran ikan Lele dan Patin saja (untuk catatan ikan Patin sampai saat ini belum bisa dikembangan dengan baik di Desa Banyubiru). 4. Perkebunan Sektor Perkebunan baik Kopi dan Cengkeh dan tanaman Sengon masih cukup bisa dikembangkan mengingat sudah adanya system pola tanam dan perawaatan dengan cara yang lebih baik karena sudah mendapatkan pelatihan dari instasi dan Dinas terkait, namun juga ada kekawatiran hutan di kawasan Desa Banyubiru cenderung menjadi hutan homogen Sengon karena dari nilai ekonomi lebih menjanjikan tapi hal ini juga berbahaya karena bila ada hama serangan akan sulit ditanggulangi sepeti dulu pernah terjadi serangan hama kutu loncat sehingga tanaman lamtoro dan mandingan habis, hal ini juga yang menjadi kekawatiran kita bersama, 5. Sektor UMKM Sektor UMKM belum bisa maksimal dalam menyumbangkan hasil atau incam masyarakat. Kurangnya pelatihan dan permodalan. Dan hanya Sektor perajin Tahu Tempe dan jamu yang masih eksis dan bertahan serta berkembang sedang Sektor yang lain belum bisa menyumbang incam pendapatan yang cukup. Ada hal yang perlu diperhatikan selama ini pelaku UMKM cenderung bisa membuat produk home industry tapi susah untuk mencari celah pemasaran karena belum ada perlindungan system dari Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten.
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 JENIS USAHA Sektor Pertanian Padi / Gabah Tabel 1.3.1.1 Tabel Produksi Ekonomi Desa Banyubiru PRODUKTIFITAS / PER NILAI INVESTASI DAN UNIT HASIL BRUTO PER TAHUN 4500 ton = Rp 1 Ha = 5000 Kg 100.000.000,1.000.000.000,500.000.000,100.000.000,400.000.000,500.000.000,500.000.000,500.000.000,3.600.000.000 PENYERAPAN TENAGA KERJA 150 100 100 50 50 50 100 50

Sektor Peternakan 1- 6 bln = Potong Sapi Potong Sektor Peternakan Itik 1 8 bln = masa bertelur Sektor Perikanan Darat / Tawar 1 4 bln = masa panen Sektor Perkebunan Kopi 1 Thn = Panen Sektor Perkebunan Cengkeh 1 Thn = Panen Sektor Perkebunan Tanaman Keras 1 5 Thn = panen Sektor Perkebunan Tanaman Buah 5 15 Thn Jumlah Bruto

Catatan : Sektor tenaga kerja yang bekerja di pabrik pabrik dan kerja di luar negeri dan boro di luar daerah tidak terangkum dalam tabel ini. 1.2 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Desa Banyubiru. Produk Domestik Regional Bruto Desa Banyubiru sebenarnya tidak mengenal karena skala ekonomi Desa masih terlalu kecil, namun secara umum keadaan ekonomi tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional akan berpengaruh pada tingkat laju ekonomi perdesaan

1.4.

KONDISI SOSIAL Keadaan sosial budaya di Desa Banyubiru cukup baik walaupun keadaan masyarakatnya sangat kompleks, antar umat beragama juga nampak adanya rasa toleransi yang tinggi. Demikian juga antar organisasi masyarakat di Desa Banyubiru kerjasamanya cukup baik, namun ahkir-ahkir ini cukup banyak anak-anak muda yang terkena dampak dari Miras dan Narkoba walau dalam tahap awal. 1. Agama Kehidupan beragama di wilayah Desa Banyubiru terasa penuh dengan rasa kekeluargaan, toleransi antar umat beragama juga nampak hidup dengan harmonis. Dengan adanya pengajian-pengajian, jemaah Yasin/Berjanji, Jemaah Misa/Kebaktian yang berkembang kondusif sehingga bisa meningkatkan kwalitas ketaqwaan masing-masing pemeluk agama. Dan pelaksanaan hari besar keagamaan sangat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

baik seperti Bulan Puasa, Hari Raya idul Fitri, Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Natal dan hari raya keagamaan lain juga kondusif. 2. Sosial Politik Telah diuraikan di muka bawah keadaan suhu politik di wilayah Desa Banyubiru tetap terkendali dan situasinya tetap sejuk. Antar kekuatan sosial politik yang ada nampak adanya kerjasama dan saling bantu membantu, hal ini terlihat dalam persiapan Pemilihan Gubernur tahun 2013 tidak terjadi ekses-ekses politik. 3. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Selama ini situasi Kamtibmas secara umum di wilayah Desa Banyubiru tetap aman dan terkendali. Hal ini berkat adanya kerjasama antara Linmas dengan masyarakat masing-masing dusun dan pihak keamanan Muspika Kecamatan Banyubiru walupun hanya secara berkala mengadakan pembinaan maupun penyuluhan masalah Kamtibmas. Disamping itu juga berkat adanya partisipasi masyarakat dalam bidang Kamtibmas cukup baik, hal ini dilakukan karena adanya kesadaran jaga di masingmasing Pos kamling yang tersebar di Desa Banyubiru pada waktuwaktu tertentu. Dengan adanya kerja keras dari aparat keamanan beserta masyarakat inilah sehingga angka kriminalitas di wilayah Desa Banyubiru dapat ditekan seminimal mungkin. Walaupun ada cacatan khusus untuk curanmor masih cukup tinggi dan belum satu kasus pun yang bisa ditangkap. 4. Sosial Ekonomi Dalam kehidupan bermasyarakat khusunya dalam bidang ekonomi juga nampak adanya peningkatan taraf hidup dan inkam perkapita waluapun tidak signifikan. Harga barang kebutuhan sehari-hari khususnya 9 bahan pokok harganya tetap terkendali dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Adanya bantuan-bantuan dari pemerintah baik dalam program Raskin dan Jamkesmas serta Jamkesda yang sudah tertata sistem penyalurannya pada keluarga tidak mampu (miskin) namun demikian hal ini mempunyai dua dampak di satu sisi berdampak positif sehingga masyarakat bisa mengembangkan dana bantuan menjadi modal usaha tetapi di sisi lain juga berdampak negativ karena masyarakat menjadi lebih malas untuk berusaha (dalam istilah jawa njagakke) dan juga menimbulkan sedikit keirian warga yang tidak dapat bantuan namun dari semua itu kami selaku pemerintah Desa sudah mencoba mengatasinya sehingga masyarakat bisa memahami. Dalam kehidupan berkoperasi di Desa Banyubiru cukup menggembirakan dimana di tiap-tiap Dusun sampai ke tingkat RT maupun lingkungan tumbuh Koperasi yang dikelola oleh warga setempat. Dengan adanya Koperasi ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Banyubiru. Apalagi ditunjang dengan program PNPN-Mandiri khususnya di bidang Simpan Pinjam dan UEP yang bisa dinikmati masyarakat pencari modal usaha kecil menengah tanpa jaminan dan bunga sangat lunak sehingga mempercepat putaran bisnis / ekonomi di desa. Sebagai catatan bahwa data keluarga yang menerima bantuan social dari pemerintah - Penerima Raskin : 318 RTS - Penerima Jamkesmas data tahun 2012 : 1.728 orang - Penerima Jamkesda data tahun 2012 : 315 orang - Penerima Program Keluaga Harapan : 30 orang Catatan : untuk ukuran orang atau keluarga dikatakan miskin di Desa Banyubiru susah karena dari data masing-masing Dinas dan BPS berbedabeda padahal yang terjadi dilapangan juga sangat jauh berbeda jadi untuk ukuran orang atau keluarga miskin tidak ada patokan yang baku. 5. Sosial Budaya Keadaan sosial budaya di Desa Banyubiru selama ini sangat menggembirakan, di masing-masing Dusun tumbuh berbagai jenis kesenian, antara lain adanya Orkes Keroncong, Orkes Melayu, Band, sedang kesenian tradisional antara lain Rebana, Karawitan, Ketoprak, Tari Keprajuritan dan lain-lain walaupun sifat keeksisannya masih tergantung dari even-even tertentu seperti Merti Dusun, Merti Deso dan hariLaporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
8

hari besar nasional. Demikian juga sarana pendidikan yang tersedia di Desa Banyubiru cukup memadai antara lain adanya PAUD Terpadu,TPA, TK, dan SD yang tersebar di Beberapa Dusun dan juga SMP Negeri dan Swasta. Hal itu sudah cukup untuk menampung anak didik yang berada di Desa Banyubiru bahkan juga mampu menampung anak didik dari dari luar Desa Banyubiru

1.5.

KELEMBAGAAN DESA Lembaga Desa yang ada di Desa Banyubiru baik lembaga formal maupun informal sudah dapat berfungsi sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun kegiatan dari masing-masing lembaga tersebut tetap diarahkan oleh Pemerintah Desa sesuai dengan fungsinya sebagai mitra kerja. Sedangkan Lembaga Desa yang ada di Desa Banyubiru adalah sbb: 1. BPD (sudah berjalan dengan baik) dengan Kepengurusan periode 2006 s/d 2012 sbb: Ketua BPD : Mx. Sukarno Wakil Ketua : Barkoni Sekretaris : St. Prawadi Anggota : Agus Priyanto, Wagiyono, Fx. Hartanto, Zumrotul Solikin, Tamiyanto, Parjono, Toto Dwi Warsito Putro, Irfanto, Sri Hartono Rismanto. S.pd BPD pada 31 Desember 2012 akan habis masa baktinya. Dan telah terpilih anggota BPD periode tahun 2013 - 2019 yang terdiri dari 11 orang dengan susunan kepenggurusan sebagai berikut : Ketua : MX Sukarno Wakil Ketua : Maryoto Sekretaris : Marwoto,S.Pd Anggota : A. Marju, FX Hartanto, P. Joko Wismanto, Barkoni, Irfanto, Nuryadi, Yasman, Widi Asto Pelantikan : Anggota BPD periode 2012 - 2019 akan dilakukan pada tanggal 9 Januari 2013 Untuk membantu kinerja BPD pemerintah Desa Banyubiru telah menunjuki seorang staf khusus untuk menggelola sekretariatan BPD saudara ST Prawadi adapun proses penjaringan pemilihan dilakukan oleh Team 9. 2. LKMD telah dilakukan reorganisasi dengan periode 2012 sampai dengan 2015. Dan dengan kepengurusan sbb : Ketua : H. Soetarmo Wakil Ketua : Ani Suwarto Sekretaris : Genta Kumoro Santo Bendahara : Untung Giarto Seksi-seksi Seksi Agama : 1. Ashadi 2. VF. Tri Susanto Seksi Pendidikan, Seni dan Budaya : 1. Nono Pribadi 2. Poniman Seksi Lingkungan Hidup : 1. Haryanto 2. Waluyo Seksi Pembangunan : 1. Slamet Riyadi 2. Jafar Efendi Seksi Pemuda & Olah Raga : 1. Y. Subagiyo dan Marno 3. TP PKk (sudah Ketua Wakil Ketua Sekretaris Sekretaris II Bendahara Pokja I Ketua Anggota berjan dengan baik ) Kepengurusan Tim Pengerak PKK sbb : : Sariyah : Anik Rustmiyati : Siti Maisaroh : Anik Sri Rahayu, SH : Sukarni : 1.Tati Rahmawati 1. Mardiningsih 2. Endah Purwantiningsih
9

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

3. Nanik - Pokja II Ketua Anggota - Pokja III Ketua Anggota - Pokja IV Ketua Anggota - Humas 4. : 1. 1. 3. 4. : 1. 1. 2. 3. : 1. Sri Wardani 1. Sumiyati 2. Sri Supriyati 3. Sukar : Didik Kiswantoro C. Jariyah Suharti Ifamiati Retno Sri Wahyuni S. Wahyuni Adi Sri Supartini Sri Siswanti

Linmas (sudah berjalan cukup baik) dengan kepengurusan sbb : Danton : Sareh Danru I : Juwadi Danru II : Karimun Danru III : M. Chamdani Danru IV : Slamet 5. GAPOKTAN LESTARI (sudah berjalan cukup baik) namun maksimal dalam peranya dan lembaga ini akan membantu pemerintah Desa Banyubiru untuk meningkatkan SDM Petani yang berada di Desa Banyubiru yang tergabung pada kelompok-kelompok tani dan membantu pengaturan distribusi pupuk bersubsidi. Dengan kepengurusan sebagai berikut : - Ketua : P. Iswadi - Ketua II : Sumardi - Sekretaris : Mudiyono - Bendahara : Samuri 6. PNPM-Mandiri Tingkat Desa Banyubiru (sudah berjalan cukup baik) walaupun juga masih adanya pemanfaat dari kelompok yang belum menyelesaikan kredit macet kurang lebih Rp 28.000.000,- pada tahun 2009 karena tunggakan tersebut pada tahun 2011 Desa Banyubiru tidak dapat hibah sapras karena alokasi dana yang tidak mencukupi di tingkat Kecamatan karena mengacu pada system urut / rangking dan pada tahun 2012 dapat hibah sapras untuk pembangunan makadam jalan lingkar Krajan - Kampung Rapet dengan kepengurusan sbb : A. TPK PNPM-MD - Ketua TPK : Suyono Djamiat. - Sekretaris : Wahyu Nurseno. - Berdahara : VF. Tri Susanto. B. KPMD - Ketua : Sumardi - Anggota : Siti Maesaroh 7. LKD (belum berjalan dengan baik). Lembaga Keuangan Desa ini sebenarnya adalah embrio dari BUMDES nantinya dan lembaga baru tetapi belum bisa berjalan dengan baik karena 2 anggota yang meminjam mengalami kemacetan mengansur kurang lebih Rp 14.500.000,-, dan dana yang ada di rekening Bank BKK kurang lebih ada : Rp 20.000.000,- dengan kepengurusan baru sbb : - Ketua : Widiarso - Sekretaris : Rahmadi - Bendahara : Wahyu Nugroho, Ahcmad munjahid Catatan : telah diadakan pengaktifan kembali LKD Banyubiru, dengan penarikan modal atau penanaman saham dari Rt dan Rw sebesar Rp 50.000,- namun sampai saat ini belum efektif untuk berjalan. 8. Karang Taruna (sementara vacum kegiatan di tingkat Desa) lembaga ini sudah mulai dirintis kembali kebangkitanyan karena kegiatan di dusun justru masih eksis. 9. Team Investivigasi Tanah lembaga non formal (sudah berjalan dengan baik)
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
10

lembaga ini terbentuk karena adanya masukan-masukan dari masyarakat yang ingin mengetahui kejelasan tentang Aset desa / Bondo deso yang berupa Tanah Bangunan dan hasil dari kerja ini team terdapat pada lampiran laporan asset desa. Team ini yang anggotanya terdiri dari : unsur Perangkat Desa, BPD, LKMD dan Tokoh Masyarakat. Dengan kepengurusannya sbb : - Ketua : Suhodo - Sekretaris : Anik Sri Rahayu, SH - Bendahara : Sudarmanto Setyadi, SP - Koordinator lapangan : Sutrisno - Anggota : Maryadi, Sumardi, Zumrotul Solikin, Wagiyono Catatan : dari tahun 2010 sudah kurang aktif karena bebenahan dan temuantemuan tanah milik Desa sudah terselesaikan tahun 2009 10. Team pengoptimalan pasar tempel Cerbonan sebagai pasar Desa Banyubiru Untuk itu sudah dibentuk Team yang terdiri dari lembaga desa dan tokoh masyarakat serta perangkat desa : Ketua : H. Soetarmo Sekretaris : ST. Prawadi Bendahara : Sudarmanto Setiyadi, SP Anggota : Zumrotul Sholichin, Suhodo, Achmad Munjahid 11. Team 9 selaku pengampu kegiatan penjaringan dan pemilihan anggota BPD periode 2013 - 2019 dengan susunan kepengurusan : Ketua : H, Soetarmo Sekretaris : Rasifan,SAg Anggota : Drs. H. Sonhadi,MPd, H.Muhyidin, Sugino, Ir Bambang Puspitho, Ashadi,Spd, Joko Suwardi,SP.d, J Subagiyo 12. UED SP / LKM ( Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam / Lembaga Keuangan Desa MEKAR ) Lembaga keuangan ini terbentuk sudah lama dan sudah berperan aktif ikut memajukan perekonomian masyarakat Desa Banyubiru dengan susunan organisasi sebagai berikut : Ketua : P. Sugiyo Wakil Ketua : H. Soetarmo Sekretaris : St. Prawadi Bendahara : VF. Tri Susanto Dan di dusun-dusun juga banyak lembaga lembag keuangan dalam bentuk masih Pra Koperasi yang keberadaanya banyak membantu masyarakat diantara adalah : - Pra Koperasi Dusun Krajan Biwara, Bares, Bersatu Membangun Umat. - Pra Koperasi Dusun Kampung Rapet Rapet Jaya. - Pra Koperasi Dusun Randusari - Pra Koperasi Dusun Demakan Maju Lancar - Pra Koperasi Dusun Cerbonan Simpatik - Pra Koperasi Dusun Pancuran Maju Mulyo - dan masih banyak lagi lembaga simpan pinjam tingkat Rt yang dikelola ibuibu. 13. Staff Ahli Administrasi dan Teknologi Informatika adalah lembaga non formal (sudah berjalan dengan baik). Staff Ahli ini kami adakan dengan tujuan untuk menpercepat proses pembenahan administrasi desa dan administrasi pendataan dengan Computer yang selama ini masih kurang baik untuk itu kita angkat : Staff ahli administrasi yaitu : ST. Prawadi dan untuk staf ahli Teknologi Informatika yaitu Wachyu Nur Seno. Lembaga-lembaga tersebut diatas secara rutin mendapat pembinaan dari Pemerintah Desa Banyubiru, Dinas/Instansi tingkat Kecamatan yang terkait. Kendala-kendala untuk meningkatkan kinerja lembaga-lembaga Desa sebagai berikut : Sumber daya manusia yang tidak merata. Dasar hukum untuk kelembagaan belum ada secara pasti Prasarana kelembagaan yang tidak mencukupi Desa belum bisa memberi upah sebagai uang kehormatan yang layak
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
11

Koordinasi yang yang belum merata dan sinergi

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA ( RPJM Desa ) 2.1 Arah Pembangunan Desa Arah pembangunan Desa Banyubiru mengacu pada Peraturan Desa Banyubiru Nomor : 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan pada tahun 2011 peraturan desa tersebut untuk di sempurnakan dengan Rancangan Peraturan Desa Banyubiru tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (yang masih dalam proses belum diundangkan dalam lembar Daerah Kabupaten Semarang ) namun tapi juga tidak meninggalkan rapat koordinasi evaluasi pembangunan tahun sebelumnya dan masalah masalah serta temuantemuan pada program sebelumnya tidak terlaksana akan dilanjutkan pada progam tahun berikutnya juga melihat keadaan keuangan yang terkini, namun sampai saat ini Raperdes tersebut belum disahkan dan diundangkan di lembar Daerah kabupaten Semarang karena ada perbedaan panduan penyusunan RPJMDes dari PNPM Mandiri dengan panduan penyususnan dari Bagian hukum Kabupaten Semarang jadi Pemerintah Desa Banyubiru harus merevisi Raperdes tentang RPJMDes yang sudah jadi. Hal ini akan dituangkan dalam rencana pembangunan jangka panjang, menengah dan pendek sesuai tingkat kebutuhan dimasyarakat RKPD tahun 2012 terlampir. 2.2 Visi dan Misi Mengingat masyarakat Desa Banyubiru yang Hiterogen dan dengan banyaknya perbedaan-perbedaan baik cara pandang bermasyarakat, agama, Kepercayaan, ekonomi, politik, social dan budaya maka perlu adanya VISI dan MISI untuk menyeragamkan padangan-pandangan yang berlainan tersebut ( Visi dan Misi Kelapa Desa terpilih ): a. VISI : Menuju Banyubiru Sebagai Desa Maju yang Berpotensi. ( Bersih, Potensi,Tentram, sehat, dan Iman) b. MISI : 1. Melengkapi dan memperdayakan provesionalitas dan fungsionalitas kinerja dari Pemerintah Desa dan lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa. 2. Mengembangkan dan menciptakan program-program yang konstekstual dan efektif bagi pengembangan bidang pemerintahan, pendidikan, kepemudaan dan seni budaya dengan pendekatan-pendekatan yang bersifat srategis dan obyektif. 3. Mempromosikan dan mendorong timbulnya program-program bantuan dan kemitraan melalui advokasi atau pembelaan terhadap harapan dan kebutuhan masyarakat.

2.3

Strategi dan Arah Kebijakan Desa. 2.3.1 Strategi Pembangunan Desa. Strategi pembangunan jangka menengah Desa Banyubiru adalah sebagai berikut : a. Strategi dalam Mewujudkan Kepemerintahan yang baik : 1. Memantapkan kinerja kepemimpinan yang demokratis, elegan dan mengedepankan keteladanan. 2. Meningkatkan kualitas kinerja peneyelenggaraan pemerintahan dan penanggulangan KKN. 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam penyelenggaraan pembangunan. 4. Mensinergikan interaksi konstruktif diantara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik secara transparan, partisipatif dan akuntabel.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

12

b.

Strategi dalam Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib, Tentram dan Dinamis : 1. Memantapkan stabilitas keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat. 2. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum. 3. Memantapkan budaya politik yang demokratis. c.Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia : 1. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas. 2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. 3. Memberdayakan sumber daya perempuan dalam seluruh aspek kehidupan. 4. Meningkatkan keberdayaan generasi muda dan olah raga. d. Strategi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat : 1. Meningkatnya keberdayaan sosial masyarakat. 2. Meningkatnya keberdayaan ekonomi masyarakat. e. Strategi dalam Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa : 1. Meningkatnya kualitas pendidikan agama pada semua jalur, jenis, jenjang pendidikan. 2. Meningkatnya kualitas penataan, pengelolaan dan pengembangan sarana prasarana keagamaan. 3. Meningkatnya kualitas manajemen pelayanan ibadah. f. Strategi dalam Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Lokal : 1. Meningkatnya pengenalan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini mulai dari tingkat keluarga/rumah tangga. 2. Reaktualisasi nilai-nilai budaya lokal sebagai salah satu dasar etika sosial dalam kehidupan berpemerintahan dan bermasyarakat. 3. Meningkat sarana pengembangan dan pelestarian keragaman budaya. g. Strategi dalam Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan : 1. Meningkatkan manajemen pengelolaan lingkungan. 2. Meningkatkan penegakan hukum untuk mengurangi perusakan dan pencemaran lingkungan. 3. Meningkatkan efektivitas tata ruang wilayah. 4. Meningkatkan percepatan pembangunan yang berkelanjutan. h. Strategi dalam Meningkatkan Kinerja Pembangunan Dusun : 1. Meningkatkan keberdayaan dusun dan masyarakat dusun dalam pembangunan. 2. Mengembangkan potensi ekonomi perdusunan. 3. Meningkatkan alokasi dan distribusi pembangunan keperdusunan. 2.3.2 Arah Kebijakan Desa. Kebijakan pembangunan jangka menengah Desa Banyubiru adalah sebagai berikut : a) Kebijakan dalam Mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik : 1. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur. 2. Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Administrasi Pemerintah Desa. 3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. 4. Peningkatan Kapasitas Keuangan Desa. 5. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan Sektor Swasta dalam Pembangunan. 6. Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi Pembangunan. b) Kebijakan dalam Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib, Tentram dan Dinamis : 1. Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Instabilitas Kehidupan Masyarakat. 2. Penegakan Supremasi Hukum dan Perlindungan HAM. 3. Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
13

Kehidupan Politik yang Demokratis. Kebijakan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia : 1. Peningkatan Kualitas Pendidikan baik secaara formal atau non formal. 2. Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hidup Sehat dan Kualitas Kesehatan Masyarakat. 3. Pemantapan Kesetaraan Gender. 4. Peningkatan Keberdayaan Generasi Muda dan Olah Raga. d) Kebijakan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat : 1. Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial. 2. Peningkatan Potensi Perekonomian Desa dan Penanggulangan Kemiskinan. 3. Perbaikan infoprmasi Ketenagakerjaan. 4. Pengendalian dan sosialisasi Pertumbuhan Penduduk dan Peningkatan Kualitas Keluarga. e) Kebijakan dalam Mewujudkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa : 1. Peningkatan Intensitas Pembinaan agama dn Kehidupan Keagamaan. 2. Penerapan Nilai-nilai Keimanan dan Ketaqwaan dalam Kehidupan Sosial. 3. Pengembangan Potensi Umat. 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama. f) Kebijakan dalam Mendukung Upaya Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya lokal : 1. Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan Terhadap Budaya lokal. 2. Pengembangan dan Pelestarian Budaya lokal. 3. Pemantapan Ketahanan Budaya Masyarakat. g) Kebijakan dalam Memelihara Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan : 1. Meningkatkan daya Dukung dan Kualitas Lingkungan. 2. Menyelarasikan Pemantapan dan Pengendalian Ruang dalam Sistem Tata Ruang Yang Terpadu. 3. Percepatan Pembangunan Yang berkelanjutan. h) Kebijakan dalam Meningkatkan Kinerja Pembangunan Dusun : 1. Meningkatkan Kapasitas Pemerintahan Dusun dan Ketahanan Masyarakat Dusun. 2. Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perdusunan. 3. Meningkatkan Pembangunan Kawasan Perdusunan. c) 2.4 Prioritas Desa. Berdasarkan pada kondisi, permasalahan dan potensi Desa Banyubiru, serta memperhatikan prioritas pembangunan Nasional dan Propinsi Jawa Tengah dengan Visi Bali Ndeso Mbangun Ndeso dan Kabupaten Semarang dengan Slogan MATRA (Mandiri Tertip Sejahtera) , maka serta visi desa Banyubiru menuju Desa "Berpretasi" sehingga pembangunan Desa Banyubiru tahun 2012 diorientasikan pada 5 (lima) prioritas, yaitu : 1. Meningkaatkan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas dan penuntasan wajib belajar 9 tahun. 2. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan kesadaran budaya hidup bersih dan sehat. 3. Peningkatan ketersediaan dan kualitas prasarana sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang desa dan pusat pertumbuhan, peningkatan gairah investasi serta aktivitas ekonomi lainnya. 4. Peningkatan kualitas, daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pencegahan dini terhadap bencana. 5. Peningkatan kinerja pembangunan dusun, melalui peningkatan kapasitas dan kwalitas dusun, peningkatan keberdayaan masyarakat dusun, pengembangan ekonomi dan pembangunan kawasan perdusunan, serta
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
14

4.

efektifitas pengunaan Dana Alokasi Umum Desa ( DAUD ). Sementara ini pembangunan Desa Banyubiru tahun 2012 difokuskan pada upaya pengurangan kemiskinan, pembangunan sarana prasarana fisik dan pelestarian lingkungan hidup. Upaya pengurangan kemiskinan memiliki dimensi yang luas dan kompleks, yaitu menyangkut aspek sosial, budaya, fisik, ekonomi, dan bahkan politik. Karena itu, penyelesaiannya harus secara menyeluruh (holistik) dan ditujukan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri. Pembangunan prasarana dan sarana dasar dimaksudkan untuk menstimulasi pertumbuhan perekonomian desa maupun dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Mengingat keterbatasan sumber daya yang tersedia, maka pembangunan diprioritaskan kepada kegiatan yang memiliki daya dongrak besar terhadap upaya pengurangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja dan berusaha serta pertumbuhan ekonomi. Agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan, maka pemeliharaan dan pemulihan daya dukung lingkungan harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri. Perincian dari masing-masing fokus di antaranya sebagai berikut : 1. Pengurangan kemiskinan, dengan sasaran : - Peningkatan pemberdayaan masyarakat. - Menumbuhkan keswadayaan masyarakat. - Peningkatan ketrampilan ketenaga kerjaan. - Pemberian bantuan yang tepat sasaran. 2. Perbaikan kualitas lingkungan hidup, dengan sasaran : - Rehabiltasi lahan kritis. - Pengendalian pencemaran industri di DAS di Sungai sungai yang ada. - Sosialisasi pengelolaan dan pengendalian pengambilan air tanah di daerah kritis. - Sosialisasi pengolahanan sampah ramah lingkungan. - Peningkatan kesiapan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. 3. Peningkatan kwalitas dan kuantitas prasarana (khususnya prasarana dan sarana dasar), dengan sasaran : - Peningkatan pembangunan jalan gang, dusun, desa dan jembatan. - Peningkatan prasarana penyedia air baku. - Penataan saluran dalam lingkungan Dusun. - Pembangunan dan pemeliharaan bendungan Dam Bolodewo.

BAB III KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, dan peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Dana Alokasi Desa Serta Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa. Ini berarti daerah diberikan keleluasaan menjalankan pemerintahan dan pembangunannya secara bertanggung jawab dengan melihat kondisi dan potensi lokalnya. Sehubungan dengan hal di atas, penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa menjadi tahapan yang sangat krusial dalam memulai roda pemerintahan dan pembangunan setiap tahunnya dalam mewujudkan pelayanan dan kesejahteraan kepada masyarakat dengan lebih baik melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi pembangunan. Melalui Peraturan Desa Banyubiru Nomor 1 Tahun 2012 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Banyubiru Tahun Anggaran 2012, Pemerintah Desa Banyubiru bersama unsur BPD telah menyusun rencana anggaran untuk Tahun Anggaran 2012 yaitu APBDes Tahun 2012. 3.1 Pengelolaan Pendapatan Desa 3.1.1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Desa Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan diarahkan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
15

kepada peningkatan pungutan yang telah ada obyek dan subyeknya walupun system pembagian pengembalian hasil pajak PBB ke Desa melalui DAUD dan program program pembangunan yang dibiayai APBD II , serta penggalian potensi baru atau mencari obyek dan subyek pungutan baru ( Sumbangan Pihak Ketiga yang tidak mengikat ) sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku sebagai upaya optimalisasi peningkatan pendapatan desa serta pengelolaan tanah bondo deso sebagai adalan untuk itu perlu diadakan perbaikan system pengarapannya dan system pelelangan hasil panen bondo deso secara terbuka. 3.1.2. Target dan Realisasi Pendapatan Desa. Pada Tahun 2012 Pemerintah Desa Banyubiru mentargetkan pendapatan sebesar Rp. 507.141.833,- dan terealisasi Rp. 515.046.833,- atau 102 %. Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa yang ditargetkan sebesar Rp. 175.000.000,- realisasinya sebesar Rp. 182.905.000,- atau 104.5 % yang memberikan kontribusi sebesar 36 %, sedangkan Kontribusi terbesar dari Bagian Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dan Bantuan Keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan desa lainnya sebesar dianggarkan sebesar Rp. 201.641.833,- sebesar Rp. 201.641.833,- atau 100 % memberikan kontribusi sebesar 39 %. Hal ini menunjukan bahwa ketergantungan APBDes Desa Banyubiru Pemerintah Kabupaten Semarang dan Propinsi Jawa Tengah masih sangat besar. Gambaran rincinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.1.2.1 Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2012
No 1. 1.1 1.1.1 1.1.1.1 1.1.1.2 1.1.2 1.1.2.1 1.1.2.1.1 1.1.2.1.2 1.1.2.2 1.1.2.3 1.1.2.4 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1,3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.3.1 1.3.4 1,4 1.4.1 1.4.2 1.4.3 1.4.4 1.4.5 1,5 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Desa Hasil Usaha Desa Pemberian dan legalisir surat keterangan Badan Usaha Milik Desa Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa Tanah Kas Desa Bengkok Kepala Desa Bengkok Perangkat Desa Pasar Desa Bangunan Desa Lain-lain Kekayaan Milik Desa Hasil Swadaya dan Partisipasi Hasil Gotong Royong Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah Bagian Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Bagi Hasil Pajak Daerah Bagi Hasil Retribusi Daerah DAUD Bantuan Keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan desa lainnya Bantuan Keuangan Pemerintah: Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota Dana Tambahan penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa Bantuan Keuangan Desa lainnya : Hibah Hibah dari pemerintah Hibah dari pemerintah provinsi Hibah dari pemerintah kabupaten/kota Hibah dari badan/lembaga/organisasi swasta Hibah dari kelompok masyarakat/ perorangan Sumbangan dari Pihak Ketiga yang bersifat tidak mengikat JUMLAH PENDAPATAN Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

5.500.000 0 40.000.000 18.000.000 117.000.000 0 0 0 15.000.000 0 5.000.000

5.500.000 0 47.905.000 18.000.000 117.000.000 0 0 0 15.000.000 0 5.000.000

100 0 120 100 100 0 0 0 100 0 100

1,07 0,00 9,30 3,49 22,72 0,00 0,00 0,00 2,91 0,00 0,97

0 0 95.841.833

0 0 95.841.833

0 0 100

0,00 0,00 18,61

0 5.000.000 100.800.000 0 0 0 0 105.000.000 0

0 5.000.000 100.800.000 0 0 0 0 105.000.000 0

0 100

0,00 0,97 19,57 0,00 0,00 0,00 0,00 20,39 0,00

100 0 0 0 0 100 0

507.141.833

515.046.833

102

100

3.1.3.

Pendapatan Asli Desa. Sumber Pendapatan Asli Desa terdiri dari enam jenis, yaitu: Hasil Usaha Desa, Hasil pengelolaan kekayaan Desa, Hasil swadaya dan partisipasi, Hasil Gotong Royong, Lain-lain pendapatan asli Desa yang sah, Hibah dan Sumbangan dari Pihak Ketiga yang tidak mengikat. Rincian Anggaran dan
16

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

realisasi masing-masing jenis sampai akhir tahun 2012 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1.3.1 Target dan Realisasi Penerimaan PADes Menurut Jenis Pendapatan Tahun Anggaran 2012
No 1.1 1.1.1 1.1.1.1 1.1.1.2 1.1.2 1.1.2.1 1.1.2.1.1 1.1.2.1.2 1.1.2.2 1.1.2.3 1.1.2.4 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1,4 1.4.1 1.4.2 1.4.3 1.4.4 1.4.5 1,5 Uraian Pendapatan Asli Desa Hasil Usaha Desa Pemberian dan legalisir surat keterangan Badan Usaha Milik Desa Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa Tanah Kas Desa Bengkok Kepala Desa Bengkok Perangkat Desa Pasar Desa Bangunan Desa Lain-lain Kekayaan Milik Desa Hasil Swadaya dan Partisipasi Hasil Gotong Royong Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah Hibah Hibah dari pemerintah Hibah dari pemerintah provinsi Hibah dari pemerintah kabupaten/kota Hibah dari badan/lembaga/organisasi swasta Hibah dari kelompok masyarakat/ perorangan Sumbangan dari Pihak Ketiga yang bersifat tidak mengikat JUMLAH PENDAPATAN Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

5.500.000 0 40.000.000 18.000.000 117.000.000 0 0 0 15.000.000 0 5.000.000 0 0 0 105.000.000 0 0 305.500.000

5.500.000 0 47.905.000 18.000.000 117.000.000 0 0 0 15.000.000 0 5.000.000 0 0 0 105.000.000 0 0 313.405.000

100 0 120 100 100 0 0 0 100 0 100 0 0 0 100 0 0 103

1,75 0,00 0,00 15,29 5,74 37,33 0,00 0,00 0,00 4,79 0,00 1,60 0,00 0,00 0,00 0,00 33,50 0,00 0,00 100

Dari tabel di atas terlihat bahwa dari total target PADes Tahun 2012 sebesar Rp. 305.500.000,- realisasinya sebesar Rp. 313.405.000,- atau 103 %. Dari tujuh komponen PADes tersebut di atas, Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa merupakan komponen penyumbang terbesar, yakni sebesar 58,38 % sedangkan yang paling kecil adalah Sumbangan dari fihak ke tiga Sah dan Gotong Royong yang tidak memberikan kontribusi atau sebesar 0 %. 3.1.4. Pendapatan Transfer Pendapatan Transfer terdiri dari dana Perimbangan, Transfer Pemerintah Propinsi Jawa Tengah , Transfer Pemerintah Kabupaten Semarang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.1.4.1 Target dan Realisasi Pendapatan Transfer Tahun Anggaran 2012 No 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1,3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.3.1 1.3.4 Uraian Bagian Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Bagi Hasil Pajak Daerah Bagi Hasil Retribusi Daerah DAUD Bantuan Keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan desa lainnya Bantuan Keuangan Pemerintah: Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota Dana Tambahan penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa Bantuan Keuangan Desa lainnya : JUMLAH PENDAPATAN Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

0 0 95.841.833

0 0 95.841.833

0 0 100

0,00 0,00 47,53 0,00

0 5.000.000

0 5.000.000

0 100

0,00 2,48 0,00

100.800.000 0 201.641.833

100.800.000 0 201.641.833

100 0 100

49,99 0,00 100,00

Secara terperinci anggaran dan realisasi per jenisnya dapat dilihat pada uraian berikut: 1. Dana Pembangunan Desa ( DAU) Provinsi Realisasi Dana Pembangunan Desa (DAU) Tahun 2012 dengan anggaran Rp 5.000.000,- realisasinya sebesar Rp 5.000.000,- atau 100 %. 2. Bantuan Peningkatan Kinerja Aparatur Perangkat Desa ( BPKAPD ) dan APBD Kabupaten Bantuan Peningkatan Kinerja Aparatur Perangkat Desa dan APBD Kabupaten merupakan kontributor terbesar terhadap kelompok Pendapatan Dana Perimbangan. Pada tahun 2012 ( BPKAPD ) dianggarkan sebesar Rp. 100.800.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 100.800.000,- atau 100 %. 3. Dana Alokasi Umum (DAUD) Dana Alokasi Umum Desa Pemerintah Kabupaten dianggarkan sebesar Rp. 95.841.833,Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
17

dan terealisasi sebesar Rp. 95.841.833,- atau 100 % 3.1.5. Permasalahan a. Penarikan Pungutan Desa yang sudah ditetapkan di Perdes yang berlaku di Desa Banyubiru belum bisa optimal sehingga pendapatan asli Desa kurang. b. Banyak kebijakan keuangan yang tidak berpihak pada pemerintah Desa. c. System pelaporan dana bantuan dari APBD II atau APBD I kurang simple dan efisien. Penyelesaian. a. Program program pembangunan disesuaikan dengan pendapatan Desa. b. Sosialiasi penerapan Perdes Pungutan. c. Pengefektipan penggunaan pendapatan sesuai kebutuhan riel.

3.1.6.

3.2

Pengelolaan Belanja Desa 3.2.1. Kebijakan Umum Keuangan Desa Kebijakan Umum Keuangan Desa Banyubiru yang tertuang dalam Kebijakan Umum APBDes desa Banyubiru Tahun 2012 yang terdiri atas 3 (tiga) kebijakan yaitu Kebijakan Pendapatan, Kebijakan Belanja dan kebijakan Pembiayaan. 3.2.2. Target dan Realisasi Belanja Mengacu Peraturan Menteri dalam Negeri RI Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Klasifikasi Belanja menurut jenis belanja, terdiri dari: a. Belanja Tidak Langsung, meliputi: belanja pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil Kepada Pemerintah Desa, Belanja Bantuan Keuangan, Belanja Tidak Terduga. b. Belanja Langsung, meliputi: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal untuk program dan kegiatan yang ada pada setiap Satuan Kerja Perangkat Desa. Total anggaran belanja sebesar Rp. 507.141.833,- dengan realisasi sebesar Rp. 515.046.833,- atau 102 % dialokasikan sebesar 38,86 % untuk belanja tidak langsung dan 61,14 % untuk belanja langsung, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.2.2.1 Anggaran dan Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012 Kontribusi (%)

No

Uraian BELANJA Belanja Langsung Belanja Perangkat Desa Honorarium Pegawai/Perangkat Desa Honorarium Panitia/Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Pengelola Keuangan Desa Honorarium Non Perangkat Desa Honorarirum Panitia Pelaksana DAUD Honorarirum Tim Monitoring Honorarirum Tenaga Kebersihan Belanja Barang/Jasa : Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Alat Tulis Kantor Belanja Alat Listrik dan Elektronik Belanja Perangko, Meterai dan Benda Pos Lainnya Belanja Peralatan Pembersih dan Bahan Pembersih Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas Belanja Pengisian Tabung Gas Belanja Pengisian Air Minum Belanja Bahan Material Jalan Lingkar Dsn Krajan Kp. Rapet Pembangunan Makam Punden Dsn. Krajan Pembangunan Gapura Dsn. Kp. Rapet Gapura Dsn Randusari Rehap jalan Dsn. Cerbonan Pavingisasi Dsn. Tawangrejo Lapangan Rakyat Pembangunan Tugu Batas Desa

Anggaran

Realisasi

2.1 2.1.1 2.1.1.1 2.1.1.1.1 2.1.1.1.2 2.1.1.2 2.1.1.2.1 2.1.1.2.2 2.1.1.2.3 2.1.2 2.1.2.1 2.1.2.1.1 2.1.2.1.2 2.1.2.1.3 2.1.2.1.4 2.1.2.1.5 2.1.2.1.6 2.1.2.1.7 2.1.2.2 2.1.2.2.1 2.1.2.2.2 2.1.2.2.3 2.1.2.2.4 2.1.2.2.5 2.1.2.2.6 2.1.2.2.9 2.1.2.2.14

0 1.000.000 700.000 1.650.000 1.000.000 2.400.000

0 1.000.000 700.000 1.650.000 1.000.000 2.400.000

0 100 100 100 100 100

0,000 0,002 0,001 0,003 0,002 0,005

4.465.833 460.000 36.000 0 0 0

4.465.833 460.000 36.000 0 0 0

100 100 100 0 0 0

0,009 0,001 0,000 0,000 0,000 0,000

105.000.000 7.000.000 6.500.000 2.300.000 7.000.000 7.000.000 20.000.000 2.000.000

105.000.000 7.000.000 6.500.000 2.300.000 7.000.000 7.000.000 20.000.000 2.000.000

100 100 100 100 100 100 100 100

0,204 0,014 0,013 0,004 0,014 0,014 0,039 0,004

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

18

2.1.2.2.3 2.1.2.2.4 2.1.2.3 2.1.2.3.1 2.1.2.3.2 2.1.2.3.3 2.1.2.3.4 2.1.2.3.5 2.1.2.3.6 2.1.2.3.7 2.1.2.3.8 2.1.2.3.9 2.1.2.3.10 2.1.2.3.11 2.1.2.3.12 2.1.2.5 2.1.2.5.1 2.1.2.5.2 2.1.2.5.3 2.1.2.5.4 2.1.2.5.5 2.1.2.6 2.1.2.6.1 2.1.2.6.2 2.1.2.11 2.1.2.11.1 2.1.2.11.2 2.2.2.12 2.1.2.12.1 2.1.2.12.2 2.1.2.14 2.1.2.14.1 2.1.2.14.2 2.1.2.14.4 2.1.2.13 2.1.2.13.1 2.1.2.15 2.1.2.15.3 2.1.2.15.4

Belanja Gropyokan Tikus Belanja Bahan Sembako Belanja Jasa Kantor Belanja Telepon Belanja Air Belanja Listrik Belanja surat kabar/majalah Belanja kawat/faksimail/internet Belanja YASIZ Belanja sertifikasi Belanja jasa dekorasi/dokumentasi/publikasi Belanja transportasi dan akomodasi (pihak ketiga) Belanja jasa pemasangan listrik/air/telepon dan gas Belanja Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Belanja pajak PPN dan PPh 21 Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor Servise Penggantian suku cadang bahan bakarminyak/gas dan pelumas jasa Kir STNK

2.000.000 0

2.000.000 0

100 0

0,004 0,000

600.000 0 1.200.000 840.000 2.640.000 240.000 8.000.000 0 1.500.000 0 1.200.000 0

600.000 0 1.200.000 840.000 2.640.000 240.000 8.000.000 0 1.500.000 0 2.500.000 2.755.000

100 0 100 100 100 100 100 0 100 0 208 2.755.000

0,001 0,000 0,002 0,002 0,005 0,000 0,016 0,000 0,003 0,000 0,005 0,005

70.000 125.000 270.000 0 0

70.000 125.000 270.000 0 0

100 100 100 0 0

0,000 0,000 0,001 0,000 0,000

Belanja Cetak dan Penggandaan Belanja Cetak Belanja Penggandaan (fotocopy/jilid) Belanja makan dan minum Belanja makan dan minum rapat Belanja makan dan minum tamu Belanja Pakaian Dinas dan Pakaian Kerja Belanja Pakaian Dinas Belanja pakaian olah raga Belanja Belanja Belanja Belanja Perialanan Dinas perjalanan dinas dalam daerah perjalanan dinas luar daerah Kursus, Pelatihan, Bimbingan Teknis

1.200.000 0

3.000.000 0

250 0

0,006 0,000

2.500.000 750.000

2.500.000 750.000

100 100

0,005 0,001

0 0

0 0

0 0

0,000 0,000

3.500.000 0 0

3.500.000 0 0

100 0 0

0,007 0,000 0,000

Belanja kurus-kursus/pelatihan singkat Belanja Bimbingan teknis Belanja Pemeliharaan Belanja pemeliharaan gedung/ kantor Belanja pemeliharaen alat-alat dan perlengkapan kantor Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Elektronik Kantor Belanja Modal Pengadaan Mebeulair Belanja modal pengadaan kursi kerja Belanja modal pengadaan kursi rapat Belanja modal pengadaan sofa/ meja kursi tamu Belanja modal pengadaan modal kerja rak buku Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai/Penghasilan tetap Gaji dan Tunjangan Gaji Perangkat/ Penghasilan tetap dari bengkok desa Tunjangan Perangkat dari PAD Desa Tambahan Penghasilan/ Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Kepala Desa dan Perangkat Desa Belanja Belanja BPD Belanja Belanja Belanja Anggota BPD uang kehormatan/ tunjangan Anggota operasional/ penunjang kegiatan BPD uang Purna Tugas BPD pemilihan BPD

5.000.000

5.000.000

100

0,010

3.000.000 2.300.000

3.000.000 2.300.000

100 100

0,006 0,004

2.1.3.7 2.1.3.7.6 2.1.3.9 2.1.3.9.3 2.1.3.9.4 2.1.3.9.5 2.1.3.9.6 2.1.3.10 2,2 2.2.1 2.2.1.1 2.2.1.1.1 2.2.1.1.2 2.2.1.2 2.2.1.2.1 2.2.1.3 2.2.1.3.1 2.2.1.3.2 2.2.1.3.3 2.2.1.3.4 2.2.2 2.2.2.1 2.2.2.2 2.2.2.3 2.2.2.4 2.2.3 2.2.3.1

2.500.000

2.500.000

100

0,005

2.500.000 0 0 0 0

2.500.000 0 1.250.000 800.000 2.000.000

100 0 1.250.000 800.000 2.000.000

0,005 0,000 0,002 0,002 0,004

135.000.000 3.000.000

135.000.000 3.000.000

100 100

0,262 0,006

100.800.000

100.800.000

100

0,196

3.600.000 3.000.000 12.500.000 1.800.000

3.600.000 3.000.000 12.500.000 1.800.000

100 100 100 100

0,007 0,006 0,024 0,003

Belanja Hibah Belanja hibah kepada BUMDes Belanja hibah kepada LKMD/RT/RW/LINMAS Kelompok Kesenian/Sosial Kelompok Kesenian/Sosial Belanja Bantuan Sosial Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

1.500.000 11.425.000 500.000 500.000

1.500.000 11.425.000 500.000 500.000

100 100 100 100

0,003 0,022 0,001 0,001

480.000

480.000

100

0,001

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

19

2.2.3.2 2.2.3.3 2.2.3.4 2.2.3.5 2.2.3.6 2.2.4 2.2.4.1 2.2.4.2 2.2.4.3 2.2.4.4 2.2.4.5 2.2.5 2.2.5.1 2.2.5.2

Belanja sosial kepada lembaga kemasyarakatan desa, Belanja bantuan sosial kepada kelompok masyarakat Belanja bantuan sosial kepada anggota masyarakat (Bea Siswa ) Biaya peringatan hari besar THR Perangkat & Lembaga Desa Belanja Bantuan Keuangan Belanja Operasional Karang taruna Belanja Operasional LKMD Belanja Operasional TP.PKK Bantuan koperasi Belanja Operasional Kelompok Tani Belanja Tidak Terduga Keadaan darurat Bencana alam JUMLAH BELANJA

0 1.000.000 1.200.000 0 6.000.000

0 1.000.000 1.200.000 0 8.000.000

0 100 100 0 133

0,000 0,002 0,002 0,000 0,016

1.000.000 2.400.000 5.490.000 3.000.000 500.000

1.000.000 2.400.000 5.490.000 3.000.000 500.000

100 100 100 100 100

0,002 0,005 0,011 0,006 0,001

0 2.000.000 507.141.833

0 2.000.000 515.046.833

0 0 102

0,000 0,004 100

Rincian per komponen belanja dapat dilihat pada penjelasan berikut: Belanja Tidak Langsung Belanja Tidak Langsung Pemerintah Desa Banyubiru Tahun Anggaran 2012 dianggarkan sebesar Rp. 296.695.000,dan terealisasi sebesar Rp. 296.695.000,- atau 100 %. Rincian anggaran dan realisasi belanja tidak langsung dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2.2.1.1 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2012 No 2,2 2.2.1 2.2.1.1 2.2.1.1.1 2.2.1.1.2 2.2.1.2 2.2.1.2.1 2.2.1.3 2.2.1.3.1 2.2.1.3.2 2.2.1.3.3 2.2.1.3.4 2.2.2 2.2.2.1 2.2.2.2 2.2.2.3 2.2.2.4 2.2.3 2.2.3.1 2.2.3.2 2.2.3.3 2.2.3.4 2.2.3.5 2.2.3.6 2.2.4 2.2.4.1 2.2.4.2 2.2.4.3 2.2.4.4 2.2.4.5 2.2.5 2.2.5.1 2.2.5.2 2.2.6 Uraian Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai/Penghasilan tetap Gaji dan Tunjangan Gaji Perangkat/ Penghasilan tetap dari bengkok desa Tunjangan Perangkat dari PAD Desa Tambahan Penghasilan/ Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Kepala Desa dan Perangkat Desa Belanja Anggota BPD Belanja uang kehormatan/ tunjangan Anggota BPD Belanja operasional/ penunjang kegiatan BPD Belanja uang Purna Tugas BPD Belanja pemilihan BPD Belanja Hibah Belanja hibah kepada BUMDes Belanja hibah kepada LKMD/RT/RW/LINMAS Kelompok Kesenian/Sosial Kelompok Kesenian/Sosial Belanja Bantuan Sosial Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Belanja sosial kepada lembaga kemasyarakatan desa, Belanja bantuan sosial kepada kelompok masyarakat Belanja bantuan sosial kepada anggota masyarakat (Bea Siswa ) Biaya peringatan hari besar THR Perangkat & Lembaga Desa Belanja Bantuan Keuangan Belanja Operasional Karang taruna Belanja Operasional LKMD Belanja Operasional TP.PKK Bantuan koperasi Belanja Operasional Kelompok Tani Belanja Tidak Terduga Keadaan darurat Bencana alam Belanja Subsidi JUMLAH BELANJA Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

3.2.2.1.1.

135.000.000 3.000.000

135.000.000 3.000.000

100 100

45,50 1,01 0,00

100.800.000

100.800.000

100

33,97 0,00

3.600.000 3.000.000 12.500.000 1.800.000 1.500.000 11.425.000 500.000 500.000 480.000 0 1.000.000 1.200.000 0 6.000.000 1.000.000 2.400.000 5.490.000 3.000.000 500.000 0 2.000.000 0 296.695.000

3.600.000 3.000.000 12.500.000 1.800.000 1.500.000 11.425.000 500.000 500.000 480.000 0 1.000.000 1.200.000 0 6.000.000 1.000.000 2.400.000 5.490.000 3.000.000 500.000 0 2.000.0000 0 296.695.000

100 100 100 100 100 100 100 100 100 0 100 100 0 100 100 100 100 100 100 0 100 0 100,00

1,21 1,01 4,21 0,61 0,00 0,51 3,85 0,17 0,17 0,00 0,16 0,00 0,34 0,40 0,00 2,00 0,00 0,34 0,81 1,85 1,01 0,17 0,00 0,00 0,80 0,00 100

Alokasi anggaran dan realisasi belanja tidak langsung terbesar dialokasikan kepada Belanja Pegawai sebesar Rp. 238.800.000,- dan realisasi Rp. 238.800.000,Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
20

atau 80,5 % Sedangkan sebesar Rp. 2.000.000,- . 3.2.3.

anggaran

terkecil

adalah Belanja Tak Terduga yaitu

Belanja Langsung

Belanja Langsung, meliputi: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal untuk program dan kegiatan yang ada pada setiap Satuan Kerja Perangkat Desa. Dalam APBDes Desa Banyubiru Tahun 2012 Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp. 210.446.833,- yang dialokasikan untuk Belanja Perangkat Desa, Belanja Barang / Jasa dan Belanja Modal. Dari total anggaran Belanja Langsung tersebut terealisasi sebesar Rp. 218.351.833,- atau 103,76 %. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Tahun 2012 terlihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2.3.1 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Tahun Anggaran 2012 No BELANJA 2.1 2.1.1 2.1.1.1 2.1.1.1.1 2.1.1.1.2 2.1.1.2 2.1.1.2.1 2.1.1.2.2 2.1.1.2.3 2.1.2 2.1.2.1 2.1.2.1.1 2.1.2.1.2 2.1.2.1.3 2.1.2.1.4 2.1.2.2 2.1.2.2.1 2.1.2.2.2 2.1.2.2.3 2.1.2.2.4 2.1.2.2.5 2.1.2.2.6 2.1.2.2.9 2.1.2.2.14 2.1.2.2.3 2.1.2.2.4 2.1.2.3 2.1.2.3.1 2.1.2.3.2 2.1.2.3.3 2.1.2.3.4 2.1.2.3.5 2.1.2.3.6 2.1.2.3.7 2.1.2.3.9 2.1.2.3.11 2.1.2.3.12 2.1.2.5 2.1.2.5.1 2.1.2.5.2 2.1.2.5.3 2.1.2.5.4 2.1.2.5.5 2.1.2.6 2.1.2.6.1 2.1.2.6.2 2.1.2.11 2.1.2.11.1 2.1.2.11.2 2.1.2.14 2.1.2.14.1 2.1.2.14.2 Belanja Langsung Belanja Perangkat Desa Honorarium Pegawai/Perangkat Desa Honorarium Panitia/Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Pengelola Keuangan Desa Honorarium Non Perangkat Desa Honorarirum Panitia Pelaksana DAUD Honorarirum Tim Monitoring Honorarirum Tenaga Kebersihan Belanja Barang/Jasa : Belanja Bahan Habis Pakai Belanja Alat Tulis Kantor Belanja Alat Listrik dan Elektronik Belanja Perangko, Meterai dan Benda Pos Lainnya Belanja Peralatan Pembersih dan Bahan Pembersih Belanja Bahan Material Jalan Lingkar Dsn Krajan Kp. Rapet Pembangunan Makam Punden Dsn. Krajan Pembangunan Gapura Dsn. Kp. Rapet Gapura Dsn Randusari Rehap jalan Dsn. Cerbonan Pavingisasi Dsn. Tawangrejo Lapangan Rakyat Pembangunan Tugu Batas Desa Belanja Gropyokan Tikus Belanja Bahan Sembako Belanja Jasa Kantor Belanja Telepon Belanja Air Belanja Listrik Belanja surat kabar/majalah Belanja kawat/faksimail/internet Belanja YASIZ Belanja sertifikasi Belanja transportasi dan akomodasi (pihak ketiga) Belanja Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Belanja pajak PPN dan PPh 21 Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor Servise Penggantian suku cadang bahan bakarminyak/gas dan pelumas jasa Kir STNK Uraian Anggaran Realisasi % Kontribus i (%)

0 1.000.000 700.000

0 1.000.000 700.000

0 100 100

0,000 0,002 0,001

1.650.000 1.000.000 2.400.000

1.650.000 1.000.000 2.400.000

100 100 100

0,003 0,002 0,005

4.465.833 460.000 36.000

4.465.833 460.000 36.000

100 100 100

0,009 0,001 0,000

105.000.000 7.000.000 6.500.000 2.300.000 7.000.000 7.000.000 20.000.000 2.000.000 2.000.000 0

105.000.000 7.000.000 6.500.000 2.300.000 7.000.000 7.000.000 20.000.000 2.000.000 0 0

100 100 100 100 100 100 100 100 0 0

0,204 0,014 0,013 0,004 0,014 0,014 0,039 0,004 0,000 0,000

600.000 0 1.200.000 840.000 2.640.000 240.000 8.000.000 1.500.000 1.200.000 0

600.000 0 1.200.000 840.000 2.640.000 240.000 8.000.000 1.500.000 2.500.000 2.755.000

100 0 100 100 100 100 100 100 208 2.755.000

0,001 0,000 0,002 0,002 0,005 0,000 0,016 0,003 0,005 0,005

70.000 125.000 270.000 0 0

70.000 125.000 270.000 0 0

100 100 100 0 0

0,000 0,000 0,001 0,000 0,000

Belanja Cetak dan Penggandaan Belanja Cetak Belanja Penggandaan (fotocopy/jilid) Belanja makan dan minum Belanja makan dan minum rapat Belanja makan dan minum tamu Belanja Perialanan Dinas Belanja perjalanan dinas dalam daerah Belanja perjalanan dinas luar daerah

1.200.000 0

3.000.000 0

250 0

0,006 0,000

2.500.000 750.000

2.500.000 750.000

100 100

0,005 0,001

3.500.000 0

3.500.000 0

100 0

0,007 0,000

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

21

2.1.2.14.4 2.1.2.13 2.1.2.13.1 2.1.2.15 2.1.2.15.1 2.1.2.15.2 2.1.2.15.3 2.1.2.15.4

Belanja Kursus, Pelatihan, Bimbingan Teknis Belanja kurus-kursus/pelatihan singkat Belanja Bimbingan teknis Belanja Pemeliharaan Belanja pemehharaan jalan Belanja pemeliharaan jembatan Belanja pemeliharaan gedung/ kantor Belanja pemeliharaen alat-alat dan perlengkapan kantor Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Elektronik Kantor Belanja Modal Pengadaan Mebeulair Belanja modal pengadaan meja kerja Belanja Modal pengadaan meja rapat Belanja modal pengadaan kursi kerja Belanja modal pengadaan kursi rapat Belanja modal pengadaan sofa/ meja kursi tamu Belanja modal pengadaan modal kerja rak buku Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur JUMLAH BELANJA LANGSUNG 00

0,000

5.000.000

5.000.000

100

0,010

0 0 3.000.000 2.300.000

0 0 3.000.000 2.300.000

0 0 100 100

0,000 0,000 0,006 0,004

2.1.3.7 2.1.3.7.6 2.1.3.9 2.1.3.9.1 2.1.3.9.2 2.1.3.9.3 2.1.3.9.4 2.1.3.9.5 2.1.3.9.6 2.1.3.10

2.500.0

2.500.00

100

0,005

0 0 2.500.000 0 0 0 0 210.446.833

0 0 2.500.000 0 1.250.000 800.000 2.000.000 218.351.833

0 0 100 0 1.250.000 800.000 2.000.000 103,76

0,000 0,000 0,005 0,000 0,002 0,002 0,004

Alokasi anggaran dan realisasi belanja langsung terbesar dialokasikan kepada Belanja Bahan / Material sebesar Rp. 156.800.000,- dan realisasi Rp. 156.800.000,atau 30,4 % Sedangkan anggaran terkecil adalah Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor yaitu sebesar Rp. 465.000,- Anggaran tersebut terealisasi sebesar Rp. 465.000,- atau 0,09 %. 3.3 Pembiayaan Pembiayaan desa adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan desa terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 6.000.000,- terealisasi Rp. 6.000.000,atau 100 % yang terdiri dari : 1. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang dianggarkan sebesar Rp. 6.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 6.000.000,- atau 100 %. 2. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Desa terelisasi sebesar Rp 0,3. Pencairan Dana Cadangan yang dianggarkan sebesar Rp 0,4. Penerimaan piutang daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 0,5. Penerimaan Bunga Dana cadangan sebesar Rp. 0,6. Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 6.000.000,BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA Desa Banyubiru merupakan daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup besar mencapai 8.537 jiwa dan memiliki potensi wilayah yang luas mencapai 677,087 ha, dan dengan jumlah perangkat yang cukup sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik. Untuk mencapai maksud tersebut perlu adanya suatu program pembangunan dan penataan sistem pemerintahan yang terpadu dan disesuaikan dengan keadaan baik Geografis dan adat budaya setempat dimana kerangka program dan kegiatan RPJMDes dan Peraturan Daerah yang mana kedua hal tersebut sebagai acuan. Berikut adalah realisasi pelaksanaan kebijakan - kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 berdasarkan urusan : 4.1 URUSAN HAK ASAL USUL DESA 4.1.1. Program dan Kegiatan Bidang Pemerintahan dan Pelayanan
22

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

Dalam pelaksanaan pemerintahan pada awal tahun 2012 pelayanan penyelengaraan pemerintahan sudah mulai senergi namun masih perlu pembenahan dan kelengkapan perangkat dan adapun hasil hasil yang dicapai sbb : 1. Pertanahan a. Penanganan PBB per Desember 2011 hanya mencapai 40 % dari DHKP (Daftar himpunan Ketetapan Pajak Desa Banyubiru Rp 152.871.425,) jadi masih sangat kurang dari target pelunasan PBB. Dan pada tahun 2012 pencapaian pelunasan PBB mengalami penurunan menjadi 38 % dengan nominal Rp 57.551.297,- dari DHKP (Daftar himpunan Ketetapan ) Pajak Rp 151.862.445,b. Penataan dan pemetaan data C Desa sebagai acuan dalam penyelesaian masalah tanah dengan program sertifikat massal. c. Memfasilitasi pengajuan sertifikat tanah baik program UKM, Prona, SMS atau yang lainnya d. Pemanfaatan tanah Bondo Desa secara optimal e. Pembelian tanah untuk Makam sebagai pengembangan Makam Si-Lanceng seluas 100 M2 dengan harga Rp 2.500.000,- dan pembelian Tanah beserta sumber mata air di Dusun Wirogomo Lor Desa Wirogomo dengan luas 30 M2 dengan harga Rp 6.000.000,dengan sumber dana APBDes tahun 2012 2. Kependudukan a. Penertiban administrasi pembuatan atau pemohonh KTP : 1.768 b. Penertiban administrasi pembuatan atau pemohonh KK : 107 pemohon c. Penertiban administrasi permohonan Akta kelahiran massal :d. Penertiban administrasi penduduk lahir : 123 bayi e. Penertiban administrasi penduduk mati : 58 orang f. Penertiban administrasi penduduk datang : 155 orang g. Penertiban administrasi penduduk pindah : 179 orang h. Penertiban administrasi Penduduk kawin / nikah : 50 orang i. Penertiban administrasi penduduk cerai / talak : 15 orang 3. Pelayanan Masyarakat a. Penertiban administasi Surat Pengantar dan Keterangan : 572 (SKCK, SKTM, SIM, Dll) b. Penertiban administrasi surat masuk : 252 c. Penertiban administrasi surat keluar : 146 d. Penertiban administrasi legalisasi surat : 526 e. Perijinan : 44 f. Boro Lokal dan Luar Negeri : 47 g. Penertiban administrasi legalisasi proposal : 91 h. Pemberian informasi penting lewat kadus-kadus dan Pembantu perangkat Desa i. Pelayanan pembuatan surat-surat pengantar sudah mengunakan system terpadu yang berdasarkan data base kependudukan secara semi on line ( soft ware ). j. Jam efektif pelayanan kantor 08.00 Wib 15.00 Wib k. Tiap enam bulan hasil kinerja pemerintahan desa Banyubiru
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
23

dilaporkan (semester) kepada masyarakat l. Dalam rapat tingkat desa yang dihadiri perangkat desa, lembaga desa, Rt, Rw dan tokoh masyarakat. 4. Perangkat Desa a. Peningkatan SDM perangkat Desa b. Peningkatan pengasilan perangkat Desa c. Kedisiplinan jam kerja Permasalahan : a. Terlambatnya proses pengesahan dan pencairan anggaran, sehingga kegiatan kesekatariatan terlambat dilaksanakan. b. Minimnya pelatihan pelatihan untuk peningkatan tata administrasi Desa. c. Minimnya sosialisasi tentang produk hukum yang dirasa tidak cukup dan waktu yang terbatas. Solusi : a. Terus berupaya menganalisis kebijakan guna menghasilkan skala prioritas penyelesaian masalah administrasi sehingga aspek efisiensi, efektifitas dan ekonomis penggunaan anggaran bisa dicapai. b. Penambahan jumlah kebutuhan sekretariat untuk mengikuti sertifikasi pengadaan barang dan jasa sesuai kebutuhan riil. c. Mengoptimalkan bantuan biaya operasional Administrasi Desa baik yang bersumber dari dana APBD Kabupaten dan APBD Propinsi. d. Mengoptimalkan sarana dan prasarana Administrasi sekretariatan yang ada. 4.1.2 Bidang pembangunan Selama tahun anggaran 2012 Desa Banyubiru telah dapat menyelesaikan beberapa program pembangunan yang tersebar di seluruh Desa, baik fisik maupun non fisik dimana biayanya bersumber dari swadaya masyarakat dan bantuan simultan dari APBDes, dan Pemerintah daerah dari APBD II atau APBD I serta APBN. Semua program tersebut telah dapat diselesaikan walaupun sebagian ada terlambat dengan jadwal yang telah ditetapkan. Adapun sebagai pelaksana dari pembangunan ini adalah sepenuhnya ditangani Panitia Pembangunan Tingkat RT, RW, Dusun atau Panitia pelaksana tingkat Desa yang diarahkan oleh LKMD dan dikontrol serta dibina oleh Pemerintah Desa Banyubiru. Demikian juga tujuan dan sasaran serta manfaat dari program tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan dari pemerintah maupun masyarakat. Adapun berbagai jenis program pembangunan yang telah dilaksanakan atau terealisasi di Desa Banyubiru selama tahun anggaran 2012 adalah sebagai berikut: A. Anggaran bantuan pembangunan Sapras, Non Sapras dan pelatihan peningkatan SDM serta kegiatan lain-lainnya yang sumber dananya lewat rekening pemerintah Desa Banyubiru (APBDes) :

Tabel 4.1.2.1 Anggaran Bantuan yang Sumber Dananya Melalui Rekening PemerintahDesa Banyubiru (APBDes)
Lokasi/ Dusun Krajan Kawasan makam Si lanceng Kampung Rapet Waktu pelaksanaan Mulai Mei 2012 Nopember 2012 Juli 2012 Desember 2012 Krajan Cerbonan Banyubiru Agustus 2012 Desember 2012 Januari 2012 Selesai Agustus 2012 Nopember 2012 Agustus 2012 Desember 2012 Nopember 2012 Januari 2013 Desember 2012 APBDes 3.500.0 4.000.0 3.500.0 00 2.000.0 00 1.000.0 00 3.500.0 00 15.000.0 00 PADes Keterangan (Pembiayaan) APBD II APBD I APBN SWD 50.000.0 00 00 00 2.500.0 00 5.000.0 00 20.000.0 00 5.000.0 3.000.0

No

Kegitan Pembangunan makam punden Kiyai Joyo Proyo Betonisasi dan pavingisasi jalan makam Si Lanceng Pembangunan gapura Dusun Kampung Rapet Pembangunan 2 tugu batas desa Pembuatan gedung sekretariat Karang Taruna Tirto Nilo Perbaikan jalanlingkungan Pembangunan lapangan rakyat Desa Banyubiru

1 2 3 4 5 6 7

00 00

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

24

8 9 10 11 12 13 14 15

Rehap dan pemasangan teralis kantor Desa Banyubiru Bantuan Prakoperasi UKM Jamu Bantuan prakoperasi Biwaara Bantuan prakoperasi UEDSP/ LKM Mekar Bantuan prakoperasi Waras Maju Peningkatan sarana kantor, mebelair dan sound sistem Bantuan Opek 49 Rt dan 14 Rw @ Rp 200,000,Bantuan sarana transportasi 9Paket kendaraan) untuk Kepala Desa

Banyubiru Krajan Krajan Krajan Randusai Kantor Desa 9 Dusun Kantor Desa

Januari 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012

Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012

00 -

3.000.0

1.000.0 00 1.000.0 00 1.000.0 00 1.000.0 00 -

12.600. 000 12.000. 000

5.000.0 00 -

Permasalahan : a Terlambatnya proses pencairan anggaran, sehingga kegiatan pembangunan juga terlambat. b Cuaca pada saat dilaksanakan pembangunan adalah musim hujan jadi rencana pembangunanya terlambat. c Terbatasnya Sumber daya manusia . Solusi : a Terus berupaya menganalisis kebijakan guna menghasilkan skala prioritas penyelesaian masalah pembangunan sehingga aspek efisiensi, efektifitas dan ekonomis penggunaan anggaran bisa dicapai. b Penambahan jumlah kebutuhan pembangunan disesuaikan dengan pengadaan barang dan jasa kebutuhan riil c Mengoptimalkan bantuan biaya operasional pembangunan Desa baik yang bersumber dari dana APBDes, APBD II Kabupaten dan APBD I Propinsi serta APBN. d Mengoptimalkan sumber dana swadaya yang ada.

4.1.3

Urusan Pemerintahan dari Pemerintah Kabupaten dan Propinsi serta pusat yang diserahkan ke Desa atau kelompok-kelopok masyarakat 1. Program dan Kegiaatan Pembanguanan dan Peningkatan kwalitas kelembagaan masyarakat Ada beberapa progran dan kegitan pembangunan infrastruktur, peningkatan incam dan peningkatan SDM yang dibiayai pemerintah Kabupaten Semarang atau dari pemerintah Propinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh kelompok atau panitia pembangunan di Desa Banyubiru tidak melalui rekening desa diantaranya : 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan yang tidak melalui rekening Desa Banyubiru
Tabel 4.1.3.1 Pelaksanaan Kegiatan yang Tidak Melalui Rekening Desa Banyubiru
Lokasi/ Dusun Kali Galeh Krajan Pancuran Jln Lingkar KrajanKampung rapet Pancuran Nopember 2012 Desember 2012 Waktu pelaksanaan Mulai Februari 2012 Desember 2012 Nopember 2012 Selesai Februari 2012 Desember 2012 Desember 2012 APBD II 100,00 0,000 101,0 00,000 APBD I 150,000 Sumber Dana APBN 113,0 00,000 PNPM SWD

No

Kegitan Normalisasi saluran Kali Galeh volume : L 1,250 mxL8mxD5m Penguata lantai daerah irigrasi Dam Bolodewo dan Kali Kotak Peningkatan jalan macadam Peningkatan jalan makadam (paket jadi) Peningkatan dan perawatan asapalisasi 400m x 2,5m (paket jadi) Peningkatan dan perawatan asapalisasi 900m x 2,5m (paket jadi)

1 2 3 4

,000 -

100,00 0,000 150,00 0,000

Kampung Rapet

Desember 2012

Desember 2012

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

25

10

11

12

13

14 15 16 17

Peningkatan dan perawatan aspalisasi 850m x 2,5 m (paket jadi) Peningkatan dan perawatan asapalisasi 400m x 2,5m (paket jadi) Peningkatan dan perawatan asapalisasi 900m x 2,5m (paket jadi) Peningkatan dan perawatan aspalisasi 450m x 2,5 m (paket jadi) Pembuatan jembatan anakan Kali Galeh (1 jembatan, aspalisasi dan talut) Penyelesaian lantai 2 Masjid Baitul Izzah Pemugaran rumah keluarga miskin 7 rumah @ Rp. 5,000,000,Bantuan PAUD Terpadu Cahaya Kartini Pembangunan talut saluran Pembangunan betonisasi jalan lingkungan Pembangunan talud saluran Pembanguanan sarana dan prasarana air bersih PAMSIMAS Pembangunan sarana dan prasarana air bersih Pembangunan sarana dan prasarana air bersih Pembanguanan talud saluran Pembangunann paving jalan makam SiLanceng Pembangunan jembatan (pengalihan dari paving Pembanguanan talud saluran Pembangunan betonisasi jalan lingkungan Pembangunan Paving jalan makam Pembangunan Paving jalan lingkungan Bantuan peninglkatan Peternakan Sapi Kelompok Bima Putra Bantuan peningkatan ternak Domba Kerta Maju dan Tani Maju @ 10.000.000 Bantuan peningkatan ternak kambing Bantuan kebun bibit rakyat Bantuan santunan kematian 11 ahli waris @ Rp. 500.000 Kelompok kemayarakatan untuk seragam Rt 1 Rw 13 Kelompok kemayarakatan untuk seragam Rt 4 Rw 13 Kelompok kemasyarakatan takmir masjid baiturrahim Kelompok kemasyarakatan IPHI Kec. Banyubiru Kelompok kemasyarakatan pengajianLtanza Kelompok kemasyarakatan Rt 4 Rw I

Cerbonan

Desember 2012

Desember 2012

95,00 0,000 100,00 0,000 155,00 0,000 95,00 0,000 175,00 0,000

Demakan Rt 1 Rw 11

Nopember 2012

Nopember 2012

Demakan

Nopember 2012

Nopember 2012

Dangkel

Desember 2012

Desember 2012

Cerbonan

Oktober 2012 September 2012 Nopember 2012

Desember 2012

250,000 ,000

30,000,

Krajan Krajan, Tegalwuni, Demakan, Pancuran Krajan Krajan Krajan Krajan Pancuran dan Dangkel Krajan Panti asuhan Keluarga Sakinah Krajan

Desember 2012 35,00 0,000 4,50 0,000 4,50 0,000 4,50 0,000 27,00 0,000 9,00 0,000 5,00 0,000 4,50 0,000 Paving 200m

000 -

Desember 2012

300,000 ,000

Juni 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012

Nopember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012

000 000 3,000, 4,000,

18

Juni 2012

Januari 2013

192,50 0,000

2,000, 000 11000000 (incash), 40.000.000 (incand) 3,000, 000 1,500

19

Januari 2012

Januari 2012

20

Januari 2012

Februari 2013

,000

21 22 23 24 25 26 27 28

Desember 2012 Desember 2012

Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Mei 2012

000 000

3,000, 5,000,

Cerbonan Demakan Tawang Rejo Tawang Rejo Pancuran Krajan Krajan dan Pancuran Pancuran Pancuran danTawang tawang Rejo Pancuran Pancuran Desa Banyubiru Desa banyubiru Demakan Krajan

Desember 2012 Desember 2012 Desember 2012 Nopember 2012 Desember 2012 Mei 2012

4,50 0,000 4,50 0,000 Paving 150m Paving 100m 35,00 0,000 20,00 0,000 15,00 0,000 50,00 0,000 5,50 0,000 3,00 0,000 3,00 0,000 2,00 0,000 2,50 0,000 2,00 0,000 3,50 0,000

,000 000 ,000

1,500 2,000, 1,500 1,500

,000

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

Juni 2012 Juni 2012 Juni 2012 Januari 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012

Juni 2012 Juni 2012 Juni 2012 Desember 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012

5,000, 000 000 000 5,000, 5,000,

1,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

26

39 40 41 42 43

44

45 46

Kelompok kemasyarakatan Jemaah Natal Galilea Kelompok kemasyarakatan lomba anak PIA Galilea Kelompok kesenian Langen Mudo Kelompok kesenian Sabdo Rukun Kelompok kemasyarakatan Prakoperasi PP Polri Kelompok kemasyarakatan Mandiri (Angkotan Kota) Kelompok kemasyarakatan UMKM Pertelon Bantuan kelembagaan 10 Posyandu @ Rp.400.000

Krajan

Tahun 2012 Tahun 2012

Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012

2,00 0,000 1,5 00,000 4,50 0,000 4,50 0,000 5,00 0,000 5,00 0,000 10,00 0,000 4,00 0,000

,000 ,000 ,000 ,000 ,000

1,000 500 500 500 1,000

Dangkel Pancuran Desa Banyubiru Desa Banyubiru Desa Banyubiru Desa Banyubiru

Tahun 2012 Tahun 2012 Tahun 2012

Tahun 2012

Tahun 2012

,000

1,000

Tahun 2012 Tahun 2012

Tahun 2012 Tahun 2012

2,000, 000

Catatan dana yang terserap di Desa banyubiru tidak masuk Rekening pemerintah Desa Banyubiru kurang lebih Rp 2.404.500.000,- (tidak termasuk DAK untuk rehap gedung Sekolah SD dan SMP)
Permasalahan dan Penyelesaian yang dihadapi : Permasalahan : a. Terlambatnya proses pencairan anggaran, sehingga kegiatan pembangunan dan peningkatan incam masyarakat juga terlambat. b. Cuaca pada saat dilaksanakan pembangunan adalah musim hujan jadi rencana pembangunanya terlambat. c. Terbatasnya Sumber daya manusia . Solusi : a. Terus berupaya menganalisis kebijakan guna menghasilkan skala prioritas b. penyelesaian masalah pembangunan sehingga aspek efisiensi, efektifitas dan ekonomis penggunaan anggaran bisa dicapai. c. Penambahan jumlah kebutuhan pembangunan disesuaikan dengan pengadaan barang dan jasa kebutuhan riil d. Mengoptimalkan bantuan biaya operasional pembangunan Desa baik yang bersumber dari dana APBDes, APBD II Kabupaten dan APBD I Propinsi Serta APBN. e. Mengoptimalkan bantuan dari pihak ketiga yang perduli. f. Mengoptimalkan sumber dana swadaya yang ada. BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

5.1. Tugas Pembantuan yang Diterima


5.1.1. Dasar Hukum Dasar hukum tentang penyelenggaraan tugas pembantuan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut : a. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara b. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah jo Undang-undang Nomor 8 tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerntahan Daerah. c. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Negara Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. d. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. e. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
27

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. f. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. g. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. h. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 jo Peraturan Menteri Dalam Negari Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. j. Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Peyusunan Organisasi Dan Taata kerja Pemerintah Desa. k. Peraturan Bupati Semarang Nomor 24 Tahun 2012 tentang Pedoman Dana Alokasi Umum Desa Kabupaten Semarang Anggaran Tahun 2012. l. Peraturan Desa Banyubiru No 2 Tahun 2009 tentang SOTK. 5.1.2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan Instansi pemberi tugas pembantuan yang diterima oleh Pemerintah Desa Banyubiru, terdiri dari : a. Tidak ada 5.1.3. Satuan Kerja Perangkat Desa yang Menerima Satuan kerja perangkat desa (SKPDes) Desa Banyubiru yang menerima tugas pembantuan dari instansi pemberi tugas pembantuan, adalah : a. Tidak ada.

5.1.4.

Program dan Kegiatan Yang Diterima dan Pelaksanaannya a. Sumber Dana APBD II dan APBD I. Tidak ada program dan kegiatan yang diterima sehingga tidak ada anggaran yang timbul dan permasalahan serta solosi yang ditempuh.

BAB VI PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA 6.1 KERJASAMA ANTAR DESA Pada tahun anggaran 2012, Pemerintah Desa Banyubiru telah melakukan kerja sama dengan desa Nrapah dalam hal pengajuan makadam peningkatan jalan tembus desa antara desa Banyubiru-Nrapah ruas jalan Kampung RapetGembenggeng dan Dusun Pancuran - Dusun Ngrapah , namun belum ada kerjasama yang formal dengan desa-desa disekitar Kecamatan Banyubiru secara legal formal dengan pemetraian akta hukum baik nota riil atau non nota riil tapi secara nyata bentuk kerjasa antar desa disekitar Banyubiru seringnya rapat koordinasi antar Desa di Kecamatan Banyubiru atau sekitarnya untuk memecahkan masalah masalah di masyarakat juga kerjasama untuk pengkajian kebijakan kebijakan dari tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat. KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA Kerjasama dengan pihak ketiga untuk Desa Banyubiru belum ada yang siknfikan karena dari sisi hukum belum mempunyai Peraturan Desa yang mengatur kerjasama dengan Pihak Ketiga : PEMBINAAN BATAS DESA 1. Kegiatan Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Administrasi Antar Desa . Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bagian Bina Pemerintah Desa Banyubiru melalui kepala dusun dusun yang wilayahnya berbatasan langsung dengan wilayah desa lainnya. Tercapainya kesepakatan batas desa, terbangunnya tugu batas desa dan terlaksananya rehabilitasi gapura batas desa.
28

6.2

6.3

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

2. Kegiatan Survey dan Pemetaan batas desa dengan GPS. Kegiatan survey dan pemetaan dengan tehnologi Global Posision satelit adalah untuk mencari solusi keakuratan data sehingga dapat menghindarkan perselisihan batas dengan desa yang berbatasan. 3. Pemasangan tanda/tugu batas permanen Permasalahan-permasalahan yang dihadapi pada program ini adalah : a. Banyaknya batas-batas alam yang yang berubah fungsi; b. Belum semua batas wilayah yang berupa tugu/patok dilengkapi dengan titik koordinat; c. Banyaknya batas wilayah antar desa yang hilang; d. Adanya kerusakan atau perusakan tugu/batas wilayah yang sudah terbangun. Dalam mengatasi permasalahan tersebut di atas, upaya-upaya/solusi yang dilakukan adalah : Melengkapi titik batas wilayah dalam bentuk pilar dilengkapi pula dengan titik koordinat, merehabilitasi pilar yang rusak, melakukan pelacakan bersama perbatasan dan menyepakatinya bersama. 6.4 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA 1. Bencana yang Terjadi Bencana alam yang terjadi di wilayah Desa Banyubiru pada tahun 2012, diantaranya sebagai berikut : a. Bencana Angin Puting Beliung Musibah pohon beringin rubuh menimpa rumah tinggal keluarga bapak Budinam Rt 03 Rw I Dusun Krajan Desa Banyubiru terjadi pada bulan Januari 2012, kerugian yang ditimbulkan bangunan rubuh sebagian bangunan belakan hancur. - upaya penyelesaianya masyarakat mengalang dana untuk perbaikan rumah dibantu pihak Muspika Banyubiru dan lembaga non pormal hasil yang dicapai rumah bisa di huni lagi. - Catatan musibah ini sudah dilaporakan ke Bupati semarang lewat Badan Penanggulangan Bencana Alam Kab. Semarang dan tidak ada tanggapan. - Panitia pelaksana kegiatan ini sampai saat ini masih mempunyai hutang pada toko material. b. Bencana Kebakaran Bencana kebakaran ini terjadi pada Februari 2012 menimpa pabrik tahu milik ibu Sulimah dengan akibat bangunan terbakar habis, upaya pemadaman dilakunan oleh warga sekitar dengan alat seadanya karena bantuan mobil kebakaran terlambat datang. Catatan ; 1. Hydran di Banyubiru dan Ambarawa tidak ada yang berfungsi. 2. Bencana ini sudah dilaporkan ke Bupati lewat Badan PenagGulangan Bencana Kab. Semarang tidak ada tangapan. c. Bencana Serangan Hama Tikus Bencana serangan hama tikus terjadi hampir satu tahun penuh senggiga mengakibatkan sebagian besar lahan sawah yang ditanami padi gagal panen - Upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Banyubiru mengadakan program gropok tikus massal dan pemberantasan mandiri oleh petani - Catatan bencana ini sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian tapi tidak ada respon yang positif karena obat racun atau mercon pembakar tikut yang diberikan ke Desa tidak mencukupi untuk lawan sawah yang ada di Desa Banyubiru 4. Sumber dan Jumlah Anggaran. Sampai saat ini Pemerintah Desa Banyubiru baru bisa menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan bencana alam hanya mencadangkan dana tangap darurat bencana sebesar Rp 2.000.000,- dan Tanggap bencana serangan hama tikus hanya dianggarkan Rp 2.000.000,- sehingga untuk penanganan bencana alam sekala besar masih mengandalkan bantuan dari APBD II atau APBD I dan pihak ketiga padahal bantuan dari APBD II tidak jelas dan yang pasti kejadian bencana di Desa Banyubiru tidak ada respon dari Pemerintah Kabupaten Semarang.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
29

6.5

PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM Satuan Kerja Perangkat Desa di desa Banyubiru yang bertugas menjaga stabilitas kehidupan masyarakat yang aman, tentram, tertib dan dinamis adalah dikoordinator oleh Kaur Pemerintahan dan LINMAS Desa. 1. Kaur Pemerintahan a. Kaur pemerintahan melakukan koordinasi, mengumpulkan, mengolah, mengevaluasi dan menyusun program bidang pemerintahan, ketentraman dan ketertiban di wilayah Desa Banyubiru. b. Kaur pemerintahan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Banyubiru, Polsek Banyubiru dan Koramil Banyubiru. c. Melakukan Koordinasi dan pembinaan kepada anggota Linmas Desa Banyubiru. e. Penanggulangan terhadap Gangguan yang Terjadi Kerjasama dengan Kecamatan Banyubiru kurang efektif (Kasi Trantib tidak aktif), Polsek Banyubiru, Koramil Banyubiru, Kepala Dusun dan Lembaga Desa yang terkait. d. Kendala yang Dihadapi 1). Sarana dan prasarana kegiatan pengamanan relative belum memadai 2). Masih rendahnya SDM dalam penanganan hal teknis 3). Kurang optimalnya pelaksanaan koordinasi antara lembaga-lembaga pengamanan. 4). Jumlah anggaran yang masih terbatas. 2. LINMAS Desa Banyubiru 1. Jumlah anggota Linmas Desa Banyubiru sebanyak 45 orang suatu jumlah yang cukup besar , dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 6.5.1 Jumlah anggota Linmas Desa Banyubiru Tahun 2012

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Nama Sareh (sakit) Haryanto Suliyan (tidak aktif) Juwadi Karimun M. Chamdani Slamet Jumali (sakit) Kasri Rubiyo Subandi Slamet Gampang Susmanto Sumartoyo Sugeng Rohmad. S Hadiyono (sakit kuarng aktif) Joko Setiyo Paino Kusnan Rukamat Suharno Poniman Sarman Muhali S. Mulyono (kurang aktif) Wagiyono (meninggal dunia) Sungkowo Mansuri (keluar sudah menjadi Modin) Slamet Tego Munjaeni Asmuni Slamet Riyadi Kusmanto Rakimin Amin Suyitno Purwanto Mohroji Rohmad Jamari Kustamzis Suwito Suhadi Munadi Sofyan Muzahid Hartono

Jabatan DANTON WADANTON DANRU I DANRU II DANRU III DANRU IV WADANRU WADANRU WADANRU WADANRU ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA

Alamat Randusari Krajan Krajan Kampung Rapet Cerbonan Demakan Krajan Pancuran Cerbonan Demakan Krajan Krajan Krajan Krajan Krajan Krajan Dangkel Dangkel Dangkel Pancuran Pancuran Pancuran Pancuran Kampung Rapet Randusari Randusari Randusari Tegalwuni Cerbonan Cerbonan Cerbonan Cerbonan Cerbonan Tegalwuni Tegalwuni Tegalwuni Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan

2. Sumber dan Jumlah Anggaran Jumlah anggaran belanja langsung Linmas Desa Banyubiru tahun 2012 bersumber dari APBDes Desa Banyubiru sebesar Rp. 2.250.000 dan terealisasi sebesar Rp 2.250.000 (100%) untuk tali asih.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
30

3. Gangguan yang Terjadi Gangguan-gangguan yang terjadi pada tahun 2012 yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban umum adalah sebagai berikut : Bencana alam (angin puting beliung). Pencurian ( Motor, ternak dan barang elektronik ). kejahatan dengan modus hipnotis. Kejahatan dengan modus penjambretan 4. Kendala yang Dihadapi Kendala-kendala yang dihadapi dalam menanggulangi/penanganan gangguan-gangguan tersebut di atas, diantaranya adalah : a. Semakin banyak berkembangnya pedagang kaki lima yang melanggar Peraturan Daerah atau pedagang di jalur terlarang seperti pedagang pada badan jalan dan trotoar yang pada umumya mengganggu ketertiban umum, namun belum ada aturan yang jelas bahwa desa mempunyai kewenangan untuk mengatur, b. Merambaknya pedagang alcohol, Pil Kucing (Destro) c. Merambahnya perjudian terselubung, d. Masih ada beberapa perusahaan besar yang melanggar Peraturan Daerah ( Tower BTS bersama dan bangunan untuk tempat usaha yang belum berijin atau HO mati namun sudah beroperasi dan desa tidak mempunyai kewenangan untuk menegur ), e. Masih banyak yang belum tertib pada pemasangan reklame khususnya pemasangan pamlet di bangunan bangunan Desa ( Gapura, Tugu Jembatan ), f. Masih banyaknya masyarakat tidak memperhatikan kepemilikan Kartu Tanda Pengenal (KTP) sudah habis dan seri lama, 5. Penanggulangan terhadap Gangguan yang Terjadi Upaya-upaya penanggulangan yang dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban umum, diantaranya adalah : a. Memberi sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ganguan ketertiban dan keamanan . b. Pengamanan lebih ketat menjelang hari hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari raya Nata dan Tahun Baru, c. Pengamanan gedung kantor Desa setiap hari secara berkesinambungan. d. Pengamana bersinergi dengan pihak keamanan struktural bila ada pejabat yang datang ke Desa Banyubiru. e. Bekerja sama dengan pihak ke tiga untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang bahaya NORKOBA.

BAB VII PENU TU P Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2012 sebagaimana diatur dalam Peratuaran Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 dan juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah kabupaten Semarang Nomor 23 Tahun 2006 Bab IV Pasal 10 ayat 2, disusun berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) 2012 mencakup penyelenggaraan urusan pemerintahan desa, urusan tugas pembantuan dan penyelengaran urusan pemerintahan lainnya. Dari penyelenggaraan urusan pemerintahan, urusan tugas pembantuan dan penyelengaraan urusan pemerintahan lain, dapat dilihat pencapaian kinerja program dan kegiatan serta permasalahan dan alternatif solusi. Permasalahan yang dihadapi dan hal-hal yang tidak tercapai dalam pelaksanaan program/kegiatan tahun anggaran 2012 menjadi masukan bagi penyelenggaraan pemerintahan tahun selanjutnya. Selain LKPJ ini juga masukan dari masyarakat dalam memberikan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan, juga menjadi bahan pertimbangan sekaligus memberikan arti tersendiri dalam penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Penyelenggaraan Pemerintah Desa selama 1 (satu) tahun anggaran yang disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati secara akuntabilitas disajikan dalam dokumen
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012
31

Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa (LPPD) Tahun 2012 dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) disampaikan kepada BPD serta menginformasikan kepada masyarakat dengan cara lisan dalam pertemuan dalam lingkup Desa, selebaran, radio komunikasi atau media elektronik lainnya. Adalah sebuah harapan pembangunan yang dilaksanakan selama tahun 2012 dapat memberikan manfaat khususnya bagi peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat Desa Banyubiru, dan kehadiran Kebijakan-kebijakan Pemerintah diharapkan menjadi Rahmatan Lilalamin ( berguna untuk semua kita semua ) dan semua langkah mengisi kemerdekaan dalam kegitan pembangunan dan pembenahan masyarakat serta wilayah Desa Banyubiru merupakan untaian doa bagi para leluhur pendiri Desa Banyubiru. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan mengarahkan langkah dan upaya kita menuju Desa Banyubiru yang Gemah Ripah Loh Jinawi .

Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti


Banyubiru, 27 Januari 2012 Kepala Desa Banyubiru

SRI ANGGORO SISWAJI

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru Tahun 2012

32