Anda di halaman 1dari 8

Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS Surabaya Penanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur

KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA JALUPANG KABUPATEN KARAWANG Agung Nugraha Agustus Enoch1 dan IDAA Warmadewanthi2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: agungnugrahaae@yahoo.com 2 Dosen Jurusan Teknik Lingkungan FTSP, ITS, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: warma@its.ac.id ABSTRAK Saat ini TPA Jalupang menampung sampah dari 191.010 penduduk (11,4% penduduk terlayani). Metode pembuangan sampah di TPA Jalupang masih dilakukan dengan cara open dumping. Selain itu, kondisi prasarana dan sarana yang ada belum memadai. Untuk itu perlu dikaji mengenai kinerja berdasarkan teknis operasional pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Jalupang. Penilaian kinerja dilakukan berdasarkan standar normatif. Variabel yang dikaji mengenai operasi dan pemeliharaan. Berdasarkan sub variabel operasi didapatkan skor dari indikator sarana perlindungan lingkungan sebesar 15,41% (tidak baik/buruk), peralatan pengoperasian sebesar 87,50% (baik), dan sarana penunjang sebesar 52,38% (tidak baik/buruk). Berdasarkan sub variabel pemeliharaan didapatkan skor dari indikator jalan sebesar 50% (tidak baik/buruk), drainase sebesar 0% (tidak baik/buruk), jembatan timbang sebesar 0% (tidak baik/buruk), tanah penutup sebesar 0% (tidak baik/buruk), sarana dan prasarana lain sebesar 27,67% (tidak baik/buruk), alat berat sebesar 50% (tidak baik/buruk), dan pemantauan sebesar 10% (tidak baik/buruk). Berdasarkan skor tiap indikator tersebut, didapatkan rata-rata skor secara keseluruhan sebesar 33,86%. Besarnya skor tersebut menunjukkan bahwa, kinerja pengelolaan di TPA Jalupang tidak baik/buruk. Untuk itu perlu ada perbaikan berdasarkan skor dari indikator tersebut. Kata kunci: kinerja, indikator, teknis operasional, pengelolaan sampah

STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN SINGKAWANG UTARA Arfani 1 dan Wahyono Hadi 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: arfani_yusuf @yahoo.co.id 2 Dosen Jurusan Teknik Lingkungan FTSP, ITS, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: wahyonohadi@yahoo.com Kewajiban pemerintah adalah menyediakan air bersih bagi masyarakat, namun dalam realisasinya masih kalah cepat dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang pesat. Kota Singkawang total penduduknya baru terlayani sekitar 37,6 % sedangkan wilayah Kecamatan Singkawang Utara baru terlayani sekitar 1,11 %. Pada tahun 2008 didaerah tersebut mendapat bantuan pembangunan IPA dengan kapasitas 10 L/dt dari pemerintah pusat dan mempunyai sumber air baku yang kualitas dan kuantitasnya cukup baik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan cakupan pelayanan terhadap penyediaan air bersih dengan berupaya mengoperasikan IPA tersebut secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriftif, survei dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh baik data primer ataupun data sekunder diolah dan dianalis, selanjutnya dibuat rumusan strategi penyediaan air bersih di Kecamatan Singkawang Utara dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi yang harus ditempuh untuk penyediaan air bersih, yaitu ; (1) Meningkatan cakupan pelayanan dengan memanfaatkan adanya media sosialisasi dan publikasi produk dan program kegiatan (2) Meningkatkan kompetensi SDM dengan memanfaatkan adanya program peningkatan keahlian dan profesionalisme (3) Mengoptimalkan peluang adanya dana dan program bantuan pengembangan penyediaan air bersih dari pemerintah pusat (4) Peningkatan kapasitas produksi dan jaringan distribusi untuk menangkap peluang potensi air baku, minat berlangganan yang tinggi dan merupakan wilayah pengembangan permukiman (5) Untuk keberlanjutan penyediaan air bersih pengelola IPA diserahkan kepada PDAM. Kata kunci : IPA, SWOT, strategi

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -1

KAJIAN REDUKSI SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN NGANJUK KABUPATEN NGANJUK Ari Dwi Putranto1dan IDAA Warmadewanthi2 1 Mahasiswa Magister TeknikPrasaranaLingkunganPermukiman, JurusanTeknikLingkungan FTSP ITS, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: ari_dp81@mhs.enviro.its.ac.id 2 Dosen JurusanTeknikLingkungan FTSP, ITS, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: warma@its.ac.id ABSTRAK Upaya reduksi sampah di Kabupaten Nganjuk telah dilaksanakan oleh Pemda melalui kegiatan pemasangan komposter komunal, komposter skala RT, sarana pemilah sampah, sosialisasi 3R dan lainlain, tetapi tidak berjalan maksimal akibat kurangnya anggaran, sosialisasi dari instansi terkait serta tidak adanya pelibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi reduksi sampah oleh masyarakat serta pilihan teknologi yang dapat digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan metoda survey, yaitu observasi dan kuesioner di 15 desa/kelurahan di Kabupaten Nganjuk. Pengambilan jumlah sampel berpedoman pada SNI. 19-3964-1994. PenelitianmenunjukkanbahwatimbulansampahdomestikKabupatenNganjuksebesar 20.775,99 kg/hari yang terdiridari 15.422,88 kg/harisampahbasahdenganrecovery factor 84,12% dan 5.353,11 kg/harisampahkeringdenganrecovery factor 70,92%. Pilihan metode reduksi sampah yang dapat digunakan untuk sampah basah adalah pengomposan dengan menggunakan galian tanah, kompos terskala RT, kompos tertakakura dan kompos terkomunal, sedang untuk sampah kering digunakan kembali, pembuatan kerajinantangan dan dijual ke pengepul. Kata kunci:reduksi, sampahbasah, sampahkering, recovery factor.

STRATEGI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KECAMATAN LUMAJANG KABUPATEN LUMAJANG Aris Pidekso 2 dan Sarwoko Mangkoedihardjo 2 1 Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya,, email:aris09@mhs.enviro.its.ac.id 2 Dosen Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: sarwoko@enviro.its.ac.id ABSTRAK Penelitian ini mengkaji aspek teknis, aspek pembiayaan dan aspek peran serta masyarakat untuk mendapatkan strategi pengelolaan air limbah domestik dalam kaitannya penuntasan program bebas dari buang air besar sembarangan (open defecation free). Pendekatan EHRA (Environtmental Health Risk Assesment) dengan menggunakan data sekunder dilakukan untuk menentukan urutan prioritas penanganan diantara tujuh kelurahan yang ada. Peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada 106 tokoh masyarakat untuk mengetahui kondisi dan rencana perbaikan sanitasi yang dilakukan oleh masyarakat Dari analisis aspek teknis, sistem pengolahan yang cocok adalah sistem on site, dengan membangun tangki septik individu dan resapan, MCK dan tangki septik komunal dan IPAL komunal dengan teknologi Anaerobic Baffled Reactor. Perhitungan aspek biaya dengan parameter NPV, IRR , ARR dan B/C ratio memenuhi syarat sehingga pembangunan prasarana pengelolaan air limbah domestik di Kecamatan Lumajang layak dilaksanakan. Berdasarkan analisis SWOT untuk analisis aspek teknis, aspek pembiayaan dan analisis aspek peran serta masyarakat dihasilkan suatu konsep strategi pemilihan teknologi yang sesuai karakteristik wilayah yaitu tangki septik + resapan dan Anaerobic Baffled Reactor. Mengupayakan Dana SILPA dan Dana Cadangan sebagai dana pembangunan selain DAK dan DAU. Mendorong kesediaan berpartisipasi masyarakat dan mengikutsertakan LSM yang ada dalam peningkatan pemahaman masyarakat dalam pengolahan air limbah domestik. Kata kunci: open defecation free, air limbah domestik, EHRA

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -2

Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS Surabaya Penanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur

KAJIAN PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM OLEH UPTD-AM KABUPATEN PARIGI MOUTONG (Studi Kasus Kota Parigi) Deby Shanti1) dan Wahyono Hadi2) 1 Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya,, E-mail: desha_parigi@yahoo.com 2 Dosen Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, ABSTRAK Sebagai kabupaten pemekaran, Kabupaten Parigi Moutong juga mengalami perkembangan wilayah yang menuntut ketersediaan infrastruktur khususnya penyediaan air minum. Untuk wilayah Kota Parigi, cakupan pelayanan SPAM saat ini sebesar 21,35% dari total penduduk di 10 (sepuluh) desa/kelurahan yang merupakan wilayah pelayanan UPTD-AM. Sebagai penyelenggara SPAM, UPTD-AM Kabupaten Parigi Moutong membutuhkan peningkatan cakupan, kecepatan pelaksanaan dan kemampuan investasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi pengelolaan SPAM Kota Parigi. Metode yang digunakan adalah analisa deskriptif dengan melakukan evaluasi menggunakan bantuan alat analisis terhadap aspek teknis, finansial dan kelembagaan. Analisis kapasitas sistem (aspek teknis) dilakukan dengan perhitungan proyeksi kebutuhan air minum dan proyeksi tingkat pelayanan, untuk aspek finansial dengan menghitung rasio laporan keuangan (neraca dan LRA) dan untuk kelembagaan menggunakan kajian sesuai PP No.41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Hasil penelitian, secara teknis untuk potensi pengembangan SPAM Kota Parigi cukup tinggi (484 SR/1,247 ha) didukung dengan jaminan ketersediaan air baku dimana kapasitas sistem yang terpasang saat ini sebesar 20 L/det masih dapat melayani penambahan pelanggan sampai tahun 2013. Hasil evaluasi aspek finansial menunjukkan bahwa kondisi keuangan UPTD-AM masih lemah dengan nilai indikator Curent Ratio (CR) = 0 (< 1%), ROE = ROA = (0.013) . Secara kelembagaan, penilaian yang dilakukan menunjukkan UPTD-AM sudah memenuhi persyaratan sebagai penyelenggara SPAM dan besaran organisasi masih sesuai dengan kondisi saat ini namun untuk mendukung kinerja operasional maka kapasitas kelembagaan (organisasi dan SDM) perlu ditingkatkan. Kata Kunci: SPAM, Peningkatan, UPTD-AM EVALUASI TEKNIS OPERASIONAL PENGANGKUTAN SAMPAH KABUPATENREJANG LEBONG Deni Endriani 1 dan I. D. A. A. Warmadewanthi 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Prasarana Lingkungan Permukiman, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: dheniwhy@yahoo.co.id 2 Dosen Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: warma@its.ac.id Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknis operasional pengangkutan sampah Kabupaten Rejang Lebong berkaitan dengan waktu, ritase pengangkutan, jumlah kendaraan, jumlah sampah terangkut serta menentukan biaya operasional pemeliharaan pengangkutan sampah danmengidentifikasi potensi penerimaan retribusi. Untuk merumuskan rencana strategi yang ingin dicapai digunakan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif berupa observasi lapangan terhadap 5 unit kendaraan pengangkut sampah, meliputi waktu/trip pengangkutan, jarak pengangkutan, densitas sampah.Analisis aspek teknis menggunakan metode HCS (Hauled Container System) dan SCS (Stationary Container System).Analisis pembiayaan pengangkutan serta potensi retribusi dilakukan dengan metode perbandingan antara penerimaan dan penyediaan dana. Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan kegiatan pengangkutan sampah masih dapat ditingkatkan rata-rata 1 trip/hari menjadi 2 trip/hari dengan perbaikan terhadap waktu off route pada 4 kendaraan dump truck. Sedangkan untuk arm roll ritasenya sudah maksimal. Dengan perbaikan off route jumlah sampah terangkut akan meningkat menjadi 68 % dari total timbulan sampah yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Peningkatan pelayanan pengangkutanakan menambah biaya operasional dan pemeliharaan sebesar 57% dari biaya sebelumnya. Potensi pendapatan retribusi dengan penyesuaian besaran tarip ternyata mampu memberikan masukan sebesar 85 % dari total biaya pengelolaan sampah. Hasil analisis SWOT, strategi lebih difokuskan pada upaya meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut peluang yang lebih baik. Kata kunci: Teknis pengangkutan sampah, Perbaikan off route, Retribusi dan Institusi

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -3

STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RAWAN AIR BERSIH DI KABUPATEN PONOROGO PROPINSI JAWA TIMUR Dwi Puspitorini1 dan Ali Masduqi2 1 Mahasiswa Program Magister Teknik Prasarana Lingkungan Permukiman, Jurusan Teknik Lingkungan FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Telp. 081335325004, email: dwi_pr@mhs.enviro.its.ac.id 2 Dosen Jurusan Teknik Lingkungan FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Telp. 031-5948886, email: masduqi@its.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menentukan strategi penyediaan air bersih perdesaan di Kabupaten Ponorogo ditinjau dari aspek teknis, finansial, kelembagaan, dan aspek peran serta masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dikumpulkan dari data sekunder dan data primer dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 134 responden. Analisis kondisi wilayah dilakukan upaya teknis untuk diaplikasikan ditiap-tiap desa. Pada aspek finansial dilakukan analisis terhadap masyarakat terkait dengan ability to pay (ATP) air bersih setiap m3, analisis willingness to pay (WTP) biaya sambungan rumah (SR), biaya retribusi, dan rencana anggaran biaya untuk pembangunan infrastruktur air bersih. Pada aspek kelembagaan dilakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga pemerintah dan masyarakat, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan strategi secara keseluruhan terhadap 4 aspek yang ada dengan menggunakan analisa SWOT. Secara teknis dilakukan pembangunan prasarana air bersih secara bertahap, sehingga pada tahun 2020 sudah dapat memberikan pelayanan bagi 8 desa dengan 58 HU, 2.711 SR, 6 unit pompa, dan 5 unit broncaptering. Total biaya infrastruktur sebesar Rp. 3.774.229.000,00. Rata-rata ATP retribusi sebesar Rp. 6.062,50/bulan/KK, WTP biaya sambungan rumah sebesar Rp. 90.688,42/SR, dan retribusi sebesar Rp. 10.100,08/bulan/KK. Perlu peningkatan kapasitas kelembagaan, dengan meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih berupa peningkatan kapasitas terpasang dan kapasitas produksi. Kata kunci : desa rawan air, willingness to pay, ability to pay, Analisis SWOT.

EVALUASI DRAINASE DI KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO SURABAYA Mahatma Manurung, Mas Agus Mardyanto Magister Teknik Prasarana Lingkungan Permukiman, Teknik Limgkungan FTSP-ITS Surabaya, E-mail : mht@mhs.enviro.its.ac.id, hatma_mnr@yahoo.co.id ABSTRAK Salah satu Permasalahan Kota Surabaya adalah banjir atau genangan air, salah satunya adalah di Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Kawasan ini merupakan kawasan banjir terparah di Surabaya dengan luas genangan 70,11 ha dengan lama genangan > 2 jam serta kedalaman 30-50 cm. Hal ini disebabkan karena sistem drainase di Kecamatan Tenggilis Mejoyo tidak berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsinya. Peneliian ini bertujuan untuk mengvaluasi pada sistem drainase di Kecamatan Tenggilis Mejoyo meliputi analisis aspek teknis, finansial, dan kelembagaan. Hasil evaluasi ini akan digunakan untuk memperbaiki kondisi sistem drainase tersebut. Dimana hasil evaluasi teknis menunjukkan bahwa beberapa saluran sekunder tidak mampu menampung debit rencana. Saluran Sekunder Tenggilis Kauman dan Saluran Kendangsari perlu peningkatan sedangkan Saluran Panjang Jiwo hanya perlu pemeliharaan. Selain itu, dalam evaluasi ini juga dihitung beban mutu limpasan air hujan dari wilayah ini. Hasil analisa menunjukkan bahwa Kecamatan Tenggilis Mejoyo menyumbangkan perubahan beban mutu air cukup signifikan baik terhadap total padatan tersuspensi, Fosfor (TP), Nitrogen (TN), F, Coli, Cu, Pb dan Zn. Untuk sspek finansial menunjukkan nilai BCR sebesar 2,35 (>1) dan NPV sebesar Rp. 58.233.610.838,00 (positif), hal ini berarti bahwa secara finansial untuk penanggulangan banjir pada saluran sekunder di Kecamatan Tenggilis Mejoyo adalah layak. Dan aspek kelembagaan merekomendasikan beberapa program sebagai berikut (1) mengevaluasi SDMP dengan melibatkan peran masyarakat (2) optimalisasi struktur organisasi dan peningkatan kualitas SDM khususnya pengelolaan drainase, (3) peningkatkan peran masyarakat dalam mengotimalkan sarana dan prasarana drainase. Kata Kunci: drainase, evaluasi, genangan, beban mutu limpasan air.

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -4

Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS Surabaya Penanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur

EVALUASI KINERJA PDAM TIRTA LEMATANG KABUPATEN LAHAT Mardiansah Dempo Anom1), danWahyono Hadi2) 1 Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya,, E-mail: dempo_anom@yahoo.co.id 2 Dosen Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi atas ringkasan eksekutif Peta Masalah PDAM di Indonesia dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) tahun 2010, berdasarkan laporan tersebut pada tahun 2007 PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat termasuk dalam PDAM kategori sakit. Kondisi PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat masih dihadapkan pada masalah teknis, keuangan dan manajemen. Untuk itu perlu dirumuskan langka-langka strategi untuk meningkatkan kinerja PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat, berdasarkan aspek keuangan, aspek teknis operasional dan aspek manajemen yang mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM. Cara penilaian adalah dengan memasukkan semua data yang didapatkan dari hasil survey baik data sekunder maupun primer, kemudian dinilai berdasarkan pembobotan yang telah ditentukan, selanjutnya di rumuskan rencana Strategi Peningkatan Kinerja PDAM Tirta Lematan Kabupaten Lahat dengan analisis SWOT. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja PDAM Tirta Lematan Kabupaten Lahat tahun 2009 mengacu kepada Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 didapat hasil kinerja PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat adalah 37,62 termasuk dalam kategori kurang. Dari analisis SWOT dihasilkan strategi Turn Around dengan fokus strateginya meminimalkan masalah masalah internal untuk merebut peluang (pasar) yang lebih baik. Selanjutnya menggunakan matrik SWOT diperoleh 5 (lima) strategi yaitu: 1) Memperbaiki kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas serta mengoptimalkan kapasitas produksi, dan menekan kebocoran air untuk meningkatkan cakupan pelayanan, 2) Meningkatkan keahlian dan profesionalisme karyawan, 3) Membuat Perencanaan organisasi (business plan / corporate plan) untuk meningkatkan kinerja PDAM, 4) Menekan biaya operasional dan menaikan pendapatan dengan penyesuaian tarif; dan 5) Mengurangi beban hutang dengan memanfaatkan program penyelesaian utang PDAM. Kata Kunci: kinerja, aspek keuangan, aspek operasional, aspek manajemen.

INSTALASI PENGOLAHAN AIR PORTABLE SEBAGAI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DAERAH BENCANA BANJIR
1

Masrivel Saragih1 dan Eddy S. Soedjono2 Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: masrivel@enviro.its.ac.id 2 Dosen Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: soedjono@enviro.its.ac.id

ABSTRAK Bencana banjir merupakan proses meningkatnya volume air akibat luapan air. Jawa Timur merupakan provinsi yang setiap tahunnya mengalami bencana banjir di sejumlah daerah terutama di Bojonegoro dan Lamongan. Banjir mengakibatkan masyarakat setempat mengungsi ke daerah yang aman. Namun di tempat pengungsian kebutuhan akan air bersih menjadi langka. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang penting pada bencana banjir di tempat pengungsian. Pemenuhan air bersih salah satunya menggunkakan teknologi tepat guna dengan proses yang sederhana untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Salah satu teknologi sederhana dan tepat guna dalam menyediakan air bersih yaitu instalasi pengolahan air portable yang dengan mudah dioperasikan serta dapat dipindahkan ke tempat yang lain. Alat ini mampu melayani 10 Kepala Keluarga dalam sehari. Proses yang dilakukan meliputi koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi sederhana. Setiap harinya alat ini mampu menghasilkan 1000 L dengan 5 kali pengoperasian. Alat ini dilengkapi dengan Standart Operational Proccedure (SOP) untuk memudahkan masyarakat dalam mengoperasikannya.

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -5

Air hasil olahan dari alat ini telah diteliti di laboratorium dan diperoleh bahwa removal kekeruhan mencapai 99,94%. Dari hasil tersebut, air yang terolah sudah tergolong dalam air bersih yang siap pakai di tempat pengungsian. Selain kekeruhan, dilakukan juga uji mikrobiologi dari air hasil olahan. Berdasarkan hasil laboratorium, diperoleh bahwa masih terdapat kandungan E-Coli dalam air hasil olahan sehingga jika ingin dikonsumsi harus dimasak terlebih dahulu. Kata Kunci: Banjir, Pengolahan Air Portable, Penyediaan Air Bersih

PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI BERBASIS MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA Rulli Pratiwi Setiawan1 1 Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Telp 031-5946094, email: rulli.setiawan@urplan.its.ac.id, rullips@yahoo.com Sampah mempunyai dua sisi yang saling berlawanan dalam kehidupan manusia. Di satu sisi, sampah merupakan hal yang dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan manusia, namun di sisi lain, sampah juga dapat memberikan hasil yang positif jika dapat dikelola dengan baik. Saat ini, pengelolaan sampah telah berubah dari paradigma lama yang bertumpu pada pembuangan akhir, ke paradigma baru, yaitu pengelolaan sejak dari sumber. Pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat merupakan salah satu langkah yang telah dirintis oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi problem persampahan. Makalah ini berupaya mengulas kegiatan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat yang dilakukan di Kota Surabaya dan strategi pengembangan kegiatan tersebut. Metode pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Data mengenai identifikasi persebaran kegiatan pengelolaan sampah mandiri didapat dari data sekunder, yaitu Data Dasar Profil Kelurahan tahun 2009, sedangkan strategi pengembangan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dirumuskan dari hasil analisis SWOT. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat telah dilakukan di 76 kelurahan dari 163 kelurahan dan 31 kecamatan yang ada di Surabaya. Pola kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya sampah organik, menggunakan beberapa metode yaitu keranjang takakura, tong komposter dan juga rumah kompos. Sedangkan beberapa strategi pengembangan kegiatan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat dari analisis SWOT antara lain yaitu menggalakkan kegiatan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat, menanamkan kesadaran akan pentingnya kegiatan pengelolaan sampah, memberikan insentif terhadap kegiatan pengelolaan sampah mandiri dan melakukan sosialisasi/penyuluhan secara berkala terhadap kader-kader lingkungan pengelolaan sampah mandiri. Kata Kunci: kader pengelolaan sampah, kompos, pengelolaan sampah mandiri

EVALUASI PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA PALU Saiful Alam, IDAA Warmadewanthi ABSTRAK Cakupan pelayanan persampahan Kota Palu saat ini baru mencapai 55 % dari total timbulan sampah sebesar 914 m3/hari. Metodologi yang akan digunakan dalam pengumpulan data, berupa wawancara,observasi lapangan dan penyebaran kusioner sebanyak 399 responden untuk 4 (empat) wilayah kecamatan yang merupakan daerah pelayanan sampah Kota Palu, serta pengukuran sampel dilapangan dengan berpedoman pada kajian teori dari literatur berupa Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun metode analisa SWOT. Evaluasi ini ditinjau dari aspek teknis (operasional pengumpulan dan pengangkutan), Pembiayaan dan aspek peranserta masyarakat kelembagaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu besaran timbulan sampah perkotaan sebesar 2,11 ltr/org/hr, serta kebutuhan akan wadah komunla sebesar 225 unit, dan peningkatan jumlah trip mobil pengangkut dari 97 trip perhari menjadi 109 trip perhari. Dalam hal pembiayaan, kondisi eksisting saat ini ditemukan bahwa biaya O/M masih kurang dari hasil perhitungan standar, olehnya dibutuhkan biaya investasi yang tiap tahun semakin kecil dan akan mencapai titik BEP pada tahun 2017. Untuk mencapai target diatas maka masyarakat perlu kesadaran yang sangat tinggi terutama retribusi serta peningkatan peransertanya dalam hal pengelolaan sampah terutama mulai dari sumbernya. Untuk itu perlu adanya kerjasama pemerintah dan masyarakat/organisasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -6

Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS Surabaya Penanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur

Penelitian tersebut diatas untuk dapat menentukan rencana jangka menengah dalam perencanaan opersional pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kota Palu, agar dapat meningkatkan pelayanan sesuai target MDGS dan juga sesuai keinginan dari pemerintah kota serta masyarakat. Kata kunci :sampah, pengumpulan, pengangkutan, dan pelayanan

AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR MINUM DI KECAMATAN RANUYOSO KABUPATEN LUMAJANG Titiek Susianah1 dan Ali Masduqi2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: titieksusianah@yahoo.com 2 Dosen Jurusan Teknik Lingkungan FTSP, ITS, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, email: masduqi@its.ac.id ABSTRAK Air minum merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sumber air minum dapat berasal dari air tanah, air sungai, air hujan maupun dari sumber yang lain. Kecamatan Ranuyoso merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Lumajang yang sulit mendapatkan sumber air minum yang berasal dari air tanah. Sumber air yang tersedia 25 L/detik. Keterbatasan sumber air ini menyebabkan cakupan pelayanan air minum hanya sebesar 26% dari total penduduk. Jumlah penduduk di Kecamatan Ranuyoso pada tahun 2009 sebesar 45.945 jiwa. Air hujan merupakan alternatif pilihan sebagai sumber air minum. Curah hujan di Kecamatan Ranuyoso berkisar 2.027 mm per tahun. Penetapan lokasi penelitian berada di sepuluh desa di Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Hasil dari analisis aspek teknis diketahui bahwa pengolahan air hujan yang dibutuhkan hanya berupa penyaringan dan pengendapan. Secara uji kualitas laboratorium, air hujan di Kecamatan Ranuyoso telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 492/MENKES /PER /IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, kecuali kandungan Koliformnya. Bakteri ini bisa dihilangkan dengan merebus air tersebut sebelum diminum. Secara kuantitas, air hujan di Kecamatan Ranuyoso dapat memenuhi kebutuhan air minum penduduk. Volume tandon bak penampungan sebesar 34 m3 akan dapat memenuhi kebutuhan air minum satu keluarga selama satu tahun dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 4 orang serta kebutuhan air minum sebesar 60 L/orang hari. Biaya pembangunan prasarana air minum dari air hujan sebesar Rp. 17.413.000,- per satu keluarga. Kata kunci : air hujan, air minum, Kecamatan Ranuyoso.

STRATEGI PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN DI KOTA PADANG, STUDI KASUS KECAMATAN PADANG BARAT Wiwi Nelza1) dan Eddy Setiadi Soedjono2)
1

Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolili Surabaya, E-mail : wnelza@yahoo.com 2 Dosen Pasca Sarjana Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, E-mail : soedjono@enviro.its.ac.id

ABSTRAK Masih kurangnya dana dan perhatian pemerintah dalam pembangunan sarana sanitasi khususnya air limbah domestik mengakibatkan baru sebagian kecil masyarakat yang dapat menikmati sarana sanitasi dasar terutama air limbah domestik. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan sanitasi Kota Padang khususnya Kecamatan Padang Barat dengan memetakan kondisi sanitasi sub sektor air limbah domestik dan pemilihan sistem awal pengelolaan di Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Sanitasi lingkungan permukiman yang diteliti difokuskan pada sub sektor air limbah rumah tangga (domestik). Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan survei EHRA (Environmental Health Risk Assessment) yang telah dimodifikasi sesuai tujuan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Padang Barat dengan responden sebanyak 100

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -7

responden yang selanjutnya diketahui kondisi sanitasinya.Dari analisis yang dilakukan ada empat kelurahan dengan kondisi sanitasi buruk yang menjadi prioritas dalam penanganan pengelolaan air limbah adapun kelurahan tersebut adalah Kelurahan Flamboyan Baru, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kelurahan Belakang Tangsi dan Kelurahan Purus. Teknologi yang tepat digunakan adalah sistem setempat walaupun dari kepadatan penduduk sistem yang digunakan adalah sistem terpusat tapi karena katerbatasan lahan maka sistem terpusat tidak dapat diterapkan. Berdasarkan analisa SWOT untuk analisis aspek teknis, aspek kelembagaan dan asnalisis aspek peran serta masyarakat dihasilkan suatu konsep strategi memasukan sector air limbah sebagai prioritas pembangunan, peningkatan manajemen kelembagaan, peningkatan alokasi anggaran melaui pemerintah pusat atau melibatkan peran swasta dan masyarakat dan pembuatan perda tentang air limbah. Kata kunci: air limbah domestik, EHRA, Kota Padang, sanitasi

Kumpulan Abstrak Bidang Lingkungan -8