Anda di halaman 1dari 3

Rekayasa terowongan Terowongan Terowongan yang dibangun dibawah kawasan perkotaan yang padat sehingga dapat menghindari wilayah

perkotaan yang ramai, dapat juga dibangun dibawah dasar sungai ataupun selat. Terowongan dibuat untuk membuat jalan pintas dikawasan pegunungan sehingga dapat mengurangi panjang jalan. Terowongan ini dibuat oleh geomatika Engineering, sipil Engineering, Team Pendukung engineer. Konstruksi terowongan Terowongan dibangun dengan menggali melalui berbagai jenis dan lapisan tanah dan bebatuan atau karang, metode konstruksi yang dipergunakan tergantung dari jenis dan keadaan tanah yang dilalui. Metode yang dapat digunakan yaitu: a.Metode galian terbuka Ada dua pendekatan yang digunakan dalam pembangunan terowongan dengan metode galian terbuka yaitu: Cara pertama, membuat terowongan dangkal di mana area di atas lokasi yang akan dijadikan terowongan harus digali dan terowongan dibangun dengan atap/dinding di atasnya. Setelah konstruksi terowongan selesai, area ditutup kembali agar terlihat seperti sebelum digali. Cara kedua dengan cara membangun dinding tegak terowongan, kemudian lapisan tutup atas dilaksanakan setelah itu baru tanah yang berada dibawahnya digali dan terakhir landasan di cor untuk selanjutnya dirapikan. Pada gambar berikut ditunjukkan metoda galian terbuka dibangun dengan 2tahap. Dampak pengrusakan lingkungan lebih rendah cara kedua daripada cara pertama, tapi biaya konstruksi cara kedua lebih mahal. Cara penerapan yang dipilih tergantung lokasi pembangunan, bila dibangun dikawasan perkotaan menggunakan cara yang kedua, sebab gangguan terhadap kegiatan di permukaan tidak terganggu terlalu lama.

Gamabar 2. Metode galian terbuka Gambar 3. Mesin bor terowongan b. Mesin bor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM) Dengan menggunakan mesin bor terowongan memungkinkan terowongan dibuat tanpa harus menggali area di atas lokasi yang akan di jadikan terowongan. Mesin

bor melubangi tanah sepanjang lokasi terowongan. Mesin bor bisa dioperasikan secara otomatis selama proses konstruksi terowongan, dan dapat menembus hampir seluruh jenis bebatuan.

TUGAS SURVEI REKAYASA

Oleh:

Afrinda Dara Kartikasari 3511100028

JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013