Anda di halaman 1dari 35

PATENT DUCTUS ARTERIOSUS (PDA) Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Cardiovaskuler I

Disusun Oleh Kelompok 4 : Sisca Pertiwi Jelita Puspa Nirwana Sifa Fauziah Sinta Dwi Oktaviani Dea Arista Ermawati Aisah syayidah Risqy Ita Ramdhani Annisah Rahma Herti Pardede Aisah Jamil S.Ratih Herdina (220110100010) (220110100011) (220110100012) (220110100046) (220110100047) (220110100048) (220110100083) (220110100084) (220110100085) (220110100119) (220110100120) (220110100121)

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011

Kasus 1 Adhika, 18 bulan, dirawat di Ruang Perawatan Anak RSHS dengan keadaan sebagai berikut : Saat ini berat badan anak 7500 gram dan panjang badan 72 cm (BB lahir 3300 gram dg panjang badan 50 cm), tampak anak tidak aktif, ekstremitas dingin, HR = 120x/m, respirasi 44 x/menit dangkal, tampak retraksi interkostal, bentuk dada kiri menonjol (asimetris) , terdapat distensi V.Jugularis, pada auskultasi tedengar bunyi jantung I normal, dan bunyi jantung II tertutup oleh suara bising kontinyu, pada apeks terdengar murmur mid-diastolik dg derajat 2/6, terdengar irama Gallop , suara paru rales, pada palpasi dada teraba getaran bising pada parasternal kiri atas, tekanan darah 90/40 mmHg, palpasi abdomen pada kuadran kanan atas teraba hepar 4 cm. Berdasarkan riwayat kesehatan dari ibunya perkembangan pada bulan-bulan pertama normalnormal saja bahkan berat badannya sudah mencapai 4,7 kg, tapi sejak sekitar usia 2 bulan tampak saat menyusu anak terengah-engah, mengisap hanya sebentar-sebentar, tampak kelelahan dan berkeringat, juga sering mengalami ISPA. Pada pemeriksaan selanjutnya : pada EKG tampak hipertropi ventrikel kiri dan pembesaran atrium kiri, pada thoraxphoto tampak kardiomegali, corakan vaskuler paru bertambah. Diagnosa medis mengarah pada Patent Ductus arteriosus dengan dekompensasi jantung kiri dan kanan. Anak mendapatkan terapi digoxin, furosemid, diet 120 kcal/kg BB dg rendah natrium, intake cairan disesuaikan dengan diuresis, dan saat ini ia harus memperbaiki kondisinya untuk menjalani operasi jantung.

STEP 1 1. Murmur mid diastolic = Suara bergemuruh pada diastole dan adanya turbelensi darah 2. Cardiomegali = Pembesaran bagian jantung 3. Gallop ? LO 4. Hipertropi vebtrikel kiri ? LO 5. Parasternal ? LO 6. Digoxin ? LO 7. Patentductus Arteriosus ? LO 8. Ekstrimitas = alat gerak 9. Distensi vena jugularis = Terjadinya bendungan pada vena jugularis 10. Furosemid ? LO 11. Diuresis = Kemampuan tubuh dalam menyerap cairan 12. Dekompensasi = Penurunan fungsi jantung 13. Bising kontinyu = Bising berkelanjutan 14. Derajat 2/6 ? LO 15. Retraksi interkostal = salah satu otot bantu pernapasan pada interkostal 16. Apeks = bagian atas

STEP 2 1. TB dan BB normal pada bayi 18 bulan ? 2. Etiologi Patent Duktus Arteriosus ? 3. Getaran bising ? Apa penyebabnya ? 4. Kenapa corakan vaskuler paru bertambah ? 5. Mengapa bayi saat menyusu terengah-engah ? 6. Prognosis penyakitnya ? 7. Kenapa bisa terjadi perbesaran di Atrium kiri ? 8. Adakah alternative lain selain terapi farmako ? 9. Mengapa harus dioperasi ? Adakah alternative lain ? 10. Mengapa saat palpasi abdomen teraba heparnya ? 11. Mengapa saat Auskultasi terdengar bunyi jantung I normal sedangkan bunyi jantung II tertutup ? 12. Penyebab suara bising kontinyu ? 13. Bagaimana kondisi jantungnya dan diagmosa keperawatannya ? 14. Kenapa intake cairan disesuaikan dengan dieresis ? 15. Mengapa anak mengalami ISPA ? 16. Kondisi apa yang harus diperbaiki pra operasi ? 17. Mengapa bentuk dada kiri menonjol , distensi vena jugularis? 18. Mengapa pada paru ada suara ralles dan apa hubungannya ? 19. Penyebab ekstimitas dingin ? 20. Pemeriksaan penunjang ?

STEP 3 dan 4 5. Kekurangan oksigen akibat disfungsi jantung , metabolisme pun terganggu mengakibatkan kelelahan 7 & 17 . Pengaruh kerja otot jantung meningkat sehingga terjadi pembesaran 8 & 9 . Karena sudah diterapi farmako tetap saja tidak ada perkembangan sehingga harus dioperasi. 10 . Hepar membengkok Karena kerja hepar meningkat sehingga teraba , ada indikasi karena pemberian obat. 14. Menjaga keseimbangan cairan yang berhubungan dengan fungsi jantung dalam pompa natrium 16. Pemeriksaan fisik , TTD ( BB , RR , HR , TD , Intake cairan diseimbangkan )

19 . Jantung memompa darah keseluruh jantung. Jantung terganggu darah pun tidak menyebar secara keseluruhan . Darah membawa panas.

STEP 5 MIND MAP

komplikasi definisi Manifestasi klinis

etiologi Konsep Penyakit

Pemeriksaan penunjang

prognosis Penyakit jantung kongenital

penatalaksanaan

ASKEP patofisiologi

Anatomi Fisiologi

Peran perawat

ANATOMI dan FISIOLOGI JANTUNG Struktur Anatomi Jantung

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

1.Right Coronary 2.Left Anterior Descending 3.Left Circumflex 4.Superior Vena Cava 5.Inferior Vena Cava 6.Aorta 7.Pulmonary Artery 8.Pulmonary Vein

9. 9. Right Atrium 10. 10.Right Ventricle 11. 11.Left Atrium 12. 12.Left Ventricle 13. 13. Papillary Muscles 14. 14.Chordae Tendineae 15. 15.Tricuspid Valve 16. 16.Mitral Valve 17. 17.Pulmonary Valve Aortic Valve (Not pictured)

Arteri Koroner Karena Jantung adalah terutama terdiri dari jaringan otot jantung yang terus menerus kontrak dan rileks, ia harus memiliki pasokan oksigen yang konstan dan nutrisi. Arteri koroner adalah jaringan pembuluh darah yang membawa oksigen dan darah kaya nutrisi ke jaringan otot jantung. Darah meninggalkan ventrikel kiri keluar melalui aorta, yang arteri utama tubuh. Dua arteri koroner, disebut sebagai Kiri dan kanan arteri koroner, muncul dari awalaorta, di dekat bagian atas jantung. Segmen awal dari arteri koroner kiri disebut koroner utama kiri. Ini pembuluh darah adalah sekitar lebar dari jerami soda dan kurang dari satu inci panjang. Ini cabang-cabang menjadi dua

arteri sedikit lebih kecil: anterior kiri turun arteri koroner dan arteri koroner kiri sirkumfleksa. Anterior kiri arteri koroner menurun tertanam di permukaan sisi depan jantung. Kiri lingkaran arteri koroner sirkumfleksa sekitar sisi kiri jantung dan tertanam di permukaan bagian belakang jantung. Sama seperti cabang pohon, cabang arteri koroner ke dalam kapal semakin kecil. Kapal yang lebih besar perjalanan sepanjang permukaan hati, namun cabang-cabang yang lebih kecil menembus otot jantung. Cabang terkecil, kapiler disebut, sangat sempit bahwa sel darah merah harus perjalanan dalam file tunggal. Dalam kapiler, sel-sel darah merah menyediakan oksigen dan nutrisi ke jaringan otot jantung dan ikatan dengan karbon dioksida dan produk sampah metabolik, membawa mereka pergi dari hati untuk pembuangan melalui paru-paru, ginjal dan hati. Ketika plak kolesterol berakumulasi sampai titik memblokir aliran darah melalui arteri koroner, otot jantung jaringan diberi makan oleh arteri koroner melewati titik penyumbatan adalah kekurangan oksigen dan nutrisi. Daerah ini jaringan otot jantung berhenti berfungsi dengan baik. Kondisi ketika arteri koroner menjadi tersumbat menyebabkan kerusakan pada otot jantung melayani jaringan disebut infark miokard atau serangan jantung. Superior Vena Cava Vena kava superior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa darah deoksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kepala dan tubuh bagian atas umpan ke v. kava superior, yang bermuara di atrium kanan jantung. Inferior Vena Cava Vena kava inferior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa darah deoksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kaki dan umpan dada rendah ke v. kava inferior, yang bermuara di atrium kanan jantung. Aorta Aorta adalah pembuluh darah tunggal terbesar di tubuh. Ini adalah kira-kira diameter ibu jari Anda. kapal ini membawa darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke berbagai bagian tubuh. Pulmonary Artery Arteri paru adalah pembuluh darah transportasi de-oksigen dari ventrikel kanan ke paru-paru. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua arteri membawa darah yang kaya oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh arteri yang membawa darah dari jantung. Pulmonary Vein Vena paru adalah pembuluh darah mengangkut oksigen yang kaya dari paru ke atrium kiri. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua urat membawa darah de-oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh vena yang membawa darah ke jantung.

Atrium Kanan Atrium kanan menerima darah de-oksigen dari tubuh melalui vena kava superior (kepala dan tubuh bagian atas) dan inferior vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul sinoatrial mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan, akan terbuka untuk membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan. Ventrikel Kanan Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup paru menuju ke arteri paru tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan, menutup katup trikuspid dan katup paru terbuka. Penutupan katup trikuspid mencegah darah dari dukungan ke atrium kanan dan pembukaan katup paru memungkinkan darah mengalir ke arteri pulmonalis menuju paru-paru. Atrium Kiri Atrium kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru melalui vena paru-paru. Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial kemajuan melalui atrium, darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Ventrikel Kiri Ventrikel kiri menerima darah yang mengandung oksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh. Otot Papiler Otot-otot papiler melampirkan ke bagian bawah dinding bagian dalam ventrikel. Mereka menyambung ke korda tendinea, yang melekat pada katup trikuspid dalam ventrikel kanan dan katup mitral di ventrikel kiri. Kontraksi otot-otot papiler membuka katup-katup ini. Ketika otot papiler santai, katup-katup dekat. Korda tendinea The korda tendinea adalah tendon yang menghubungkan otot papiler ke katup trikuspid dalam ventrikel kanan dan katup mitral di ventrikel kiri. Sebagai kontrak otot papilaris dan rileks, korda tendinea mengirimkan Kenaikan dan penurunan tegangan ke masing-masing katup, menyebabkan mereka untuk membuka dan menutup. The korda tendinea adalah string seperti dalam penampilan dan kadang-kadang disebut sebagai jantung string. Katup trikuspid Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan. Ini membuka untuk memungkinkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan. Ini

menutup sebagai kontrak ventrikel kanan, mencegah darah dari kembali ke atrium kanan; demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup paru ke arteri paru-paru. Mitral Valve Katup mitral memisahkan atrium kiri dari ventrikel kiri. Ini membuka untuk memungkinkan darah beroksigen dikumpulkan di atrium kiri mengalir ke ventrikel kiri. Ini menutup sebagai kontrak ventrikel kiri, mencegah darah dari kembali ke atrium kiri; demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup aorta ke dalam aorta. Pulmonary Valve Katup paru memisahkan ventrikel kanan dari arteri paru-paru. Sebagai kontrak ventrikel, ini akan membuka untuk membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di ventrikel kanan mengalir ke paru-paru. Ini menutup sebagai ventrikel santai, mencegah darah kembali ke jantung. Katup aorta Katup aorta memisahkan ventrikel kiri dari aorta. Sebagai kontrak ventrikel, ini akan membuka untuk membiarkan darah beroksigen dikumpulkan di ventrikel kiri mengalir ke seluruh tubuh. Ini menutup sebagai ventrikel santai, mencegah darah kembali ke jantung.

Fisiologi Jantung Jantung adalah organ otot sistem peredaran darah yang terus-menerus memompa darah ke seluruh tubuh. Kira-kira ukuran kepalan tinju, jantung terdiri dari jaringan otot jantung yang sangat kuat dan mampu kontrak dan bersantai berirama sepanjang hidup seseorang.

Jantung memiliki empat ruang terpisah atau ruang . Majelis tinggi pada setiap sisi jantung, yang disebut atrium, menerima dan mengumpulkan darah yang datang ke jantung. atrium kemudian memberikan darah ke ruang bawah yang kuat, yang disebut ventrikel , yang memompa darah jauh dari jantung melalui kuat, kontraksi berirama. Jantung manusia sebenarnya adalah dua pompa di satu. Sisi kanan menerima darah oksigenmiskin dari berbagai daerah tubuh dan memberikan ke paru-paru. Dalam paru-paru, oksigen diserap dalam darah. Sisi kiri dari heartreceives darah kaya oksigen dari paru-paru dan menyampaikan ke seluruh tubuh.

Aliran Darah Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena besar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Systole Kontraksi jaringan otot jantung di ventrikel disebut sistol. Ketika kontrak ventrikel, mereka memaksa darah dari kamar mereka ke dalam arteri meninggalkan jantung. Mengosongkan ventrikel kiri ke aorta dan ventrikel kanan ke arteri paru-paru. Tekanan meningkat akibat kontraksi ventrikel disebut tekanan sistolik.

Diastole Relaksasi jaringan otot jantung di ventrikel disebut diastol. Ketika ventrikel santai, mereka membuat ruang untuk menerima darah dari atrium. Tekanan menurun karena relaksasi ventrikel disebut tekanan diastolik.

Electrical Conduction System Jantung terdiri terutama dari jaringan otot. Sebuah jaringan serat saraf koordinat kontraksi dan relaksasi otot jantung untuk mendapatkan jaringan yang efisien, seperti gelombang-tindakan pemompaan jantung.

1. Sinoatrial node (SA node) 2. Atrioventricular node (AV node) 3. Common AV Bundle 4. Right & Left Bundle Branches

Sinoatrial Node (sering disebut node node SA atau sinus) berfungsi sebagai alat pacu jantung alami bagi jantung. Terletak di daerah atas atrium kanan, itu mengirimkan impuls listrik yang memicu detak jantung masing-masing. impuls menyebar melalui atrium, mendorong otot jantung jaringan untuk kontrak secara gelombang seperti dikoordinasikan. Dorongan yang berasal dari simpul sinoatrial menggebrak atrioventrikular node (atau nodus AV) yang terletak di bagian bawah atrium kanan. Simpul atrioventrikular pada gilirannya mengirim impuls melalui jaringan saraf ke ventrikel, memulai kontraksi seperti gelombang-sama ventrikel. Jaringan listrik yang melayani ventrikel meninggalkan node atrioventrikular melalui Kiri dan kanan Bundle Cabang . Ini serabut saraf mengirim impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung untuk kontrak.

Lingkaran sirkulasi dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonalis Sirkulasi Sistemik 1. Mengalirkan darah ke berbagi organ 2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda 3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar 4. Banyak mengalami tahanan 5. Kolom hidrostatik panjang Sirkulasi Pulmonal 1. Hanya mengalirkan darah ke paru 2. Hanya berfungsi untuk paru 3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah 4. hanya sedikit mengalai tahanan 5. Kolom hidrostatik pendek Sirkulasi Koroner Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan untuk miokardium melalui cabang cabang intar darah koroner meningkat pada: 1. Aktifitas 2. Denyut jantung 3. Rangsang sistem syaraf simpatis

jantung dan membawa miokardialyang kecil.

oksigen Aliran

KONSEP PENYAKIT

Definisi Penyakit Jantung Kongenital Penyakit Jantung Kongenital merupakan penyakit jantung yang terjadi akibat kelainan dalam perkembangan jantung dan pembuluh darah, sehingga dapat mengganggu dalam fungsi jantung dan sirkulasi darah jantung atau yang dapat mengakibatkan sianosis dan asianosis. Penyakit jantung kongenital secara umum terdiri dari 2 kelompok, yakni sianosis dan asianosis. Pada kelompok sianosis tidak terjadi percampuran darah yang teroksigenasi dalam sirkulasi

sistemik dan pada yang asianosis terjadi percampuran sirkulasi pulmoner dan sistemik. Secara umum penyakit jantung sianosik seperti tetralofi fallot dan penyakit jantung nonsianotik seperti cacat sekat ventrikel (ventricle septal defect-VSD), cacat sekat atrium (atrium septal defectASD), patent ductus arteriosus (PDA), stenosis aorta, stenosis pulmonal, dan koartasio aorta. Definisi Patent Ductus Arteriosus Patent Ductus Arteriosus (PDA) adalah suatu kelainan di mana masih tetap terbukanya duktus arteriosus setelah lahir sehingga aliran darah dapat mengalir secara langsung dari aorta ke dalam arteri pulmoner yakni tekanan yang lebih tinggi menuju tekanan yang lebih rendah, sehingga dapat menyebabkan resirkulasi dengan oksigen yang lebih tinggi mengalir ke paru akhirnya dapat menambah beban jantung. Pada gilirannya mekanisme kerja jantung berupaya memenuhi kebutuhan tersebut yang akhirnya menyebabkan pelebaran dan hipertensi pada daerah atrium.

ETIOLOGI Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian pnyakit jantung bawaan. a. Faktor prenatal Prematuritas Problem klinis lebih sering terjadi pada bayi prematur dibandingkan dengan bayi normal. Prematuritas menimbulkan imaturitas perkembangan dan fungsi sistem, membatasi kemampuan bayi untuk melakukan koping terhadap masalah penyakit. Pada bayi lahir prematur, duktus tidak menutup atau hanya menutup sebagian. Hal ini terjadi karena tidak adanya sensor oksigen yang normal pada otot duktus atau karena kelemahan pada otot duktus Ibu menderita penyakit infeksi rubella Infeksi rubella disebabkan oleh virus rubella, bisa menyerang anak-anak dan dewasa muda. Biasanya infeksi karena virus ini ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Apabila terjadi pada wanita hamil muda infeksi rubella sangat berbahaya karena menyebabkan kelainan pada bayi. Menurut American College of Obstetrician and Gynekologyst (1981), jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka resiko kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi terjadi di trimester pertama maka resikonya

menjadi Cara penularan (transmisi) infeksi ini adalah melalui a. Saluran pernafasan b. Janin terinfeksi dari ibu

25%.

Penentuan diagnosisnya juga dengan pemeriksaan laboratorium. Apabila memungkinkan, bisa dilakukan vaksinasi agar memiliki kekebalan terhadap infeksi virus tersebut. Ibu alkoholisme Alkohol bersifat teratogen atau mampu menimbulkan gangguan pada perkembangan embrio janin sehingga bayi lahir dengan fisik yang tidak sempurna. Janin yang terpapar alkohol beresiko mengalami Fetal Alcohol Syndrome (FAS), yaitu sindrom yang menyebabkan kelainan pada fisik dan otak bayi. Alkohol yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan masuk kedalam tubuh janin melalui plasenta, yang kemudian merusak perkembangan janin terutama organ otak, pada kondisi yang parah bahkan dapat menyebabkan kegagalan janin. Kelainan lain yang bisa muncul adalah kelainan jantung, perkembangan anggota badan yang tidak normal, dan bayi dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah. Umur ibu lebih dari 40 tahun Usia ibu yang diatas 40 tahun tentunya memiliki resiko yang lebih tinggi selama kehamilan. Dapat berupa resiko terhadap snag ibu. Namun juga resiko terhadap si janin. Ibu yang berusia diatas 40 tahun lebih rentan terhadap keguguran ataupun melahirkan secara prematur. Hal ini terjadi karena kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio menurun. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan wanita diatas 40 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat dilapisan lendir rahim atau endometrium. Ibu menderita penyakit diabetes mellitus yang memerlukan insulin Anda tidak perlu khawatir terhadap pengaruh buruk insulin pada pertumbuhan janin. Justru pemberian insulin ini diharapkan dapat membantu tercapainya kadar gula darah normal sehingga janin dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari kesulitan waktu melahirkan. Bila gula darah tidak dikendalikan, maka terjadi keadaan gula darah ibu hamil yang tinggi (hiperglikemia) yang dapat menimbulkan risiko pada ibu dan juga janin. Risiko pada janin dapat terjadi hambatan pertumbuhan karena timbul kelainan pada pembuluh darah ibu dan perubahan metabolik selama masa kehamilan. Sebaliknya dapat terjadi makrosomia yaitu bayi pada waktu lahir besar akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Juga pernah dilaporkan terjadinya cacat bawaan karena diabetes mellitus yang tidak diobati waktu kehamilan. Risiko lain adalah meningkatnya

kadar bilirubin bayi serta gangguan napas dan kelainan jantung. Pada ibu hamil diabetes mellitus yang tidak diobati dapat menimbulkan risiko terjadinya penyulit kehamilan berupa preeklamsi, cairan ketuban yang berlebihan, dan infeksi saluran kemih. Ibu meminum obat-obatan atau jamu Penggunaan beberapa jenis obat pada saat kehamilan dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat. Misalnya pada ibu hamil yang mengkonsumsi obat hipertensi jenis captopril. Captopril merupakan inhibitor enzim yang bekerja untuk mengontrol tekanan darah. Tetapi obat ini memiliki resiko negatif bagi janin, karena bersifat teratogen (merusak perkembangan janin). Pada tahun 1984 National Institute of Health merekomendasikan larangan penggunaan obat ini pada masa kehamilan, karena melalui penelitian obat ini terbukti dapat menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen ke janin. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya banyak penelitian membuktikan bahwa paparan captopril menyebabkan kelahiran bayi cacat seperti cacat jantung, bibir sumbing, anggota badan tidak lengkap, polydactyly (jari ganda), hipospadia (kelainan alat vital), spina bifida (kelainan tulang belakang) dan keterlambatan fungsi paru-paru.

b. Faktor genetik Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan penyebab kelainan jantung bawaan mungkin dari faktor genetik (turunan), pengaruh minum banyak antibiotik atau obat-obatan lain saat hamil, makanan (makanan yang banyak pengawet dan pewarna buatan), polusi, serta faktor X (yang sampai sekarang belum diketahui). Ayah atau ibu menderita penyakit jantung bawaan Penyakit jantung bawaan dapat diturunkan dari kedua orang tua yang memang memiliki riwayat penyakit jantung. Penyakit tersebut diturunkan secara genetik. Kelainan kromosom seperti down syndom Down Syndrom (Down syndrome) adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain.Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa congenital heart disease.

kelainan ini yang biasanya berakibat fatal karena bayi dapat meninggal dengan cepat. Masalah jantung yang paling kerap berlaku ialah jantung berlubang seperti Ventricular Septal Defect (VSD) yaitu jantung berlubang diantara bilik jantung kiri dan kanan atau Atrial Septal Defect (ASD) yaitu jantung berlubang diantara atria kiri dan kanan. Masalah lain adalah termasuk salur ateriosis yang berkekalan (Patent Ductus Ateriosis / PDA). Bagi kanak-kanak down syndrom boleh mengalami masalah jantung berlubang jenis kebiruan (cynotic spell) dan susah bernafas. Lahir dengan kelainan bawaan yang lain (kombinasi defek jantung lainnya) Kelainan bawaan menyebabkan gangguan fisik atau mental atau bisa berakibat fatal. Terdapat lebih dari 4.000 jenis kelainan bawaan, mulai dari yang ringan sampai yang serius, dan meskipun banyak diantaranya yang dapat diobati maupun disembuhkan, tetapi kelainan bawaan tetap merupakan penyebab utama dari kematian pada tahun pertama kehidupan bayi. Berikut adalah beberapa kelainan bawaan pada jantung yang sering ditemukan: Defek septum atrium dan ventrikel (terdapat lubang pada dinding yang memisahkan jantung kiri dan kanan) Patent ductus arteriosus (terjadi jika pembuluh darah yang penting pada sirkulasi janin ketika masih berada di dalam rahim; setelah bayi lahir, tidak menutup sebagaimana mestinya) Stenosis katup aorta atau pulmonalis Koartasio aorta (penyempitan aorta) Transposisi arteri besar (kelainan letak aorta dan arteri pulmonalis) Sindroma hipoplasia jantung kiri (bagian jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh tidak terbentuk sempurna) Tetralogi Fallot (terdiri dari stenosis katup pulmonalis, defek septum ventrikel, transposisi arteri besar dan hipertrofi ventrikel kanan).

MANIFESTASI KLINIS Manifestasi klinis PDA pada bayi prematur sering disamarkan oleh masalah-masalah lain yang berhubungan dengan prematur (misalnya sindrom gawat nafas). Tanda-tanda kelebihan beban ventrikel tidak terlihat selama 4 6 jam sesudah lahir. Bayi dengan PDA kecil mungkin asimptomatik, bayi dengan PDA lebih besar dapat menunjukkan tanda-tanda gagal jantung

kongestif (CHF) Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal jantung Machinery mur-mur persisten (sistolik, kemudian menetap, paling nyata terdengar di tepi sternum kiri atas) Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat, Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mm Hg) Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170), ujung jari hiperemik Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal. Infeksi saluran nafas berulang, mudah lelah Apnea Tachypnea Nasal flaring Retraksi dada Hipoksemia Peningkatan kebutuhan ventilator (sehubungan dengan masalah paru)

KLASIFIKASI Penyakit jantung kongenital secara umum terdiri atas dua kelompok, yaitu sianosis dan asianosis. Pada kelompok sianosis tidak terjadi percampuran darah yang teroksigenasi dalam sirkulasi sistemik dan pada yang asianosis terjadi percampuran sirkulasi pulmoner dan sistemik. Asianosis: 1. Defek septum ventrikel (VSD)

Adalah kondisi dimana terjadi hubungan sekat yang memungkinkan darah mengalir langsung antar ventrikel, pada umumnya dari kiri ke kanan. Akibat volume darah yang meningkat dipompa ke paru, maka tahanan pulmoner meningkat.

2. Defek septum atrium

Kondisi ini akibat kelainan anatomi pada daerah atrium. Terdapat tiga macam yakni cacat sinus venosus dan cacat vena kava, cacat fossa ovalis, dan cacat atrium sprimum.

3. Patent ductus arteriosus

Suatu kelainan dimana masih tetap terbukanya duktus arteriosus setelah lahir sehingga aliran darah mengalir secara langsung dari aorta ke arteri pulmoner, yakni tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah.

Sianosis: 1. Tetralogi fallot

Cacat jantung sianotik konginetal yang terdiri atas cacat sekat ventrikel, stenosis pulmoner, hipertropi ventrikel kanan, dan berbagai derajat penolakan aorta. Gejala-gejala Tetralogi Fallot Pada mulanya sering kali tidak ada gejala (ada sianosis bila berat) Selanjutnya terjadi dispnea dan sianosis kalau beraktivitas, misalnya menyusu Sering duduk berjongkok, menjepit arteri femoral Sesudah keadaan sianosis kronis, ujung jari membesar dan tampak seperti pentung

2. Transposisi Arteri-arteri Besar Kelainan sianotik yang paling sering pada neonatus. Posisi aorta dan arteri pulmonar terbalik. Maka aorta mendapat darah dari ventrikel kanan dan arteri pulmonar mendapat darah dari ventrikel kiri.

KOMPLIKASI
1. Gagal tumbuhEndokarditis adalah peradangan endokardium atau katup jantung. 2. CHF (Congestive Hearth Failure) atau disebut dengan gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 3. Hepatomegali (pembesaran hati) adalah pembesaran organ hati yang disebabkan oleh berbagai jenis penyebab seperti infeksi virus hepatitis, demam tifoid, amoeba,pemimbunan lemak (fatty liver), penyakit keganasan seperti leukemia, kanker hati (hepatoma) dan penyebaran dari keganasan (metastasis). 4. Hiperkalemia (kadar kalium darah tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalium darah lebih dari 5 mEq/L darah. 5. Aretmia adalah kelainan elektrofisiologi jantung dan terutama kelainan system konduksi jantung. Aritmia adalah gangguan pembentukan dan/atau penghantaran impuls. 6. Gagal tumbuh adalah kegagalan mencapai pertambahan massa tubuh atau gagal mencapai berat normal yang seharusnya pada grafikpertumbuhan ditandai dengan memotongnya garis pertumbuhan ke dua persentil mayor dibawahnya. 1. Perdarahan gastrointestinal dapat berkisar dari perdarahan mikroskopis, dimana jumlah darah yang sangat kecil yang hanya dapat dideteksi oleh tes laboratorium (dalam bentuk anemia kekurangan zat besi), untuk perdarahan masif di mana darah murni adalah berlalu dan hipovolemia dan syok d

PEMERIKSAAN PENUNJANG Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu.

Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan potensial atau perubahan voltase yang terdapat dalam jantung. Elektrokardiogram adalah grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu.

Kegunaan EKG adalah : Mengetahui kelainan-kelainan irama jantung (aritmia) Mengetahui kelainan-kelainan miokardium (infark, hipertrophy atrial dan ventrikel) Mengetahui adanya pengaruh atau efek obat-obat jantung Mengetahui adanya gangguan elektrolit Mengetahui adanya gangguan perikarditis EKG pada kasus :tampak hipertropi ventrikel kiri dan pembesaran atrium sinistra Thoraks photo :

Menilai jantung, aorta.

adanya pembesaran

kelainan atrium

jantung, atau

misalnya

kelainan dan

letak

ventrikel,

pelebaran

penyempitan

Menilai kelainan paru, misalnya edema paru, emfisema paru, tuberkulosis paru. Menilai Fraktur iga Fraktur sternum Gangguan rongga pleura Pneumotoraks Hematotoraks Efusi pleura Gangguan pada diafragma Paralisis saraf frenikus Pada kasus : tampak cardiomegali, corakan vaskuler paru bertambah adanya perubahan pada struktur ekstrakardiak.

Gangguan pada dinding toraks

Therapy : di terapkan untuk semua bentuk pengobatan untuk setiap penyakit atau gangguan .membantu proses penyembuhan. Digoksin digunakan terutama untuk meningkatkan kemampuan memompa

(kemampuan kontraksi) jantung dalam keadaan kegagalan jantung/congestive heart failure (CHF). Obat ini juga digunakan untuk membantu menormalkan beberapa dysrhythmias ( jenis abnormal denyut jantung). Furosemid adalah diuretik kuat yang digunakan untuk mengobati akumulasi cairan yang berlebihan dan / atau bengkak (edema) dari tubuh disebabkan oleh gagal jantung diet 120 kcal/kg BB dengan rendah natrium. Intake cairan disesuaikan dengan diuresis , perbaikan kondisi untuk operasi jantung

Kateterisasi jantung adalah suatu tindakan minimal invasif dengan memasukkan kateter (selang/pipa plastik) melalui pembuluh darah ke dalam jantung dan pembuluh darah koroner yang memperdarahi jantung.

Tujuan dari tindakan kateterisasi ini adalah untuk diagnosis dan sekaligus untuk tindakan terapi bila ditemukan adanya suatu kelainan. Ada dua jenis kateterisasi yaitu Kateterisasi koroner : kateterisasi yang ditujukan untuk memeriksa pembuluh koroner yang memperdarahi jantung. Kateterisasi penyadapan jantung : kateterisasi yang ditujukan untuk memeriksa tekanan dan kandungan oksigen (saturasi) dalam ruang-ruang jantung. Risiko tindakan kateterisasi jantung sangatlah kecil, biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Risiko minor yang bersifat sementara berupa luka memar akibat suntikan jarum, reaksi sensitif/kepekaan pada zat kontras, ataupun gangguan irama jantung. Namun komplikasi yang lebih serius seperti terjadinya serangan jantung atau stroke, perdarahan akibat robekan pembuluh darah besar, tamponade pernah dilaporkan meskipun sangatlah jarang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tindakan kateterisasi jantung adalah tindakan yang aman.

PENATALAKSAAN a. Farmakologi 1. Pemberian Digoxin Didoxin merupakan jenis obat digitalis Fungsi: - Untuk meningkatkan kontraksi otot jantung di miokardium - Menurangi beban pengisian ventrikel - Meningkatkan sirkulasi darah Efek samping : - Anoreksia - Mual - Muntah - Gatal-gatal - Diare - Disorientasi - Gangguan penglihatan - Pusing Dosis, cara pemberian dan lama pemberian: - Oral untuk digitalisasi cepat 1-1,5 mg dalam dosis terbagi. Bila tidak diperlukan cepat 250-500 mg sehari (dosis yang lebih tinggi harus dibagi) - Dosis pemeliharaan, 62,5 -500 mg sehari (dosis yang lebih tinggi harus dibagi) disesuaikan dengan fungsi ginjal dan pada atrial fibrasi, tergantung pada respon denyut jantung. Dosis pemeliharaan biasanya berkisar 125-250 mg sehari (dosis yang lebih rendah diberikan pada lanjut usia) - Padakondisi emergensi, loading dose (dosismuatan) diberikan secara infuse intavena dilanjutkan dosis pemeliharaan melalui oral. Indikasi: Gangguan jantung Aritmia supraventrikular

Kontraindikasi: Pada klien brakikardia danklien yang menerima suntikan kalsium 2. Pemberian Furosemid Furosemid merupakan jenis obat diuretic

Fungsi: - Menghabiskan cairan berlebih - Mengurangi beban kardiovaskuler - Menurunkan natrium Efek Samping: Pusing Hipotensi Gangguan saluran pencernaan Pandangan kabur Vertigo Diare Sakit kepala

Dosis, cara pemberindan lama pemberian: Bayi dan anak: oral 1-2mg/kg/dosis dengan meningkatkan 1mg/kg/dosis pada setiap tahap peningkatan , sampai tercapai respon yang memuaskan, dosis maksimum 6mg/kg/dosis pada rentang tidak lebih dari 6 jam, intra mascular. Pada intavena: 1mg/kg/dosis dengan peningkatan 1mg/kg/dosis pada intravena 6-12 jam sampai 6mg/kg/dosis Dewasa: oral, dosis awal 20-80mg/dosis, dengan peningkatan 20-40mg /dosis pada interval 6-8 jam, umumnya dosis pemeliharaan adalah dua kali sehari atau setiap hari, mungkin dititrasi lebih dari 600mg/ hari pada keadaan edermatous parah. Infus intra vena kontinyu: dosis bolusi I-V adalah 0,1 mg/kg/hari dosis ditingkatkan setiap 2 jam sampai maksimum 0,4mg/kg/jam. Jika output urin adalah <1ml/kg/jam, dosis ini telah terbukti efektif dan menurunkan kebutuhan harian furosemid dibandingkan dengan penggunaan furosemid yang tidak teratur.

Bentuk Sediaan Tablet 40mg Injeksi i.v/i.m 10mg/ml Ampul 2ml

3. Indometasin Indometasin ( INN ) atau indometasin ( USAN dan mantan BAN ) adalah obatinflamasi non-steroid anti biasanya digunakan untuk mengurangi demam , nyeri , kekakuan, dan bengkak . Ia bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin Kontraindikasi

konkuren peptikum ulkus , atau riwayat penyakit maag alergi terhadap indometasin, aspirin, atau NSAIDs lainnya

pasien dengan hidung polip bereaksi dengan angioedema untuk NSAIDs lain anak dibawah umur 2 tahun (dengan pengecualian neonatus dengan ductus arteriosus paten) parah kerusakan ginjal dan hati yang sudah ada hati-hati: sudah ada kerusakan tulang sumsum (jumlah sel darah sering ditunjukkan) hati-hati: kecenderungan menghambat platelet agregasi) perdarahan asal tidak diketahui (indometasin

hati-hati: Penyakit Parkinson epilepsi , gangguan psikotik (indometasin dapat memperburuk kondisi) bersamaan dengan diuretik hemat kalium pasien yang memiliki paten ductus arteriosus cacat jantung tergantung (seperti transposisi dari pembuluh darah besar )

Mekanisme kerja Indometasin adalah inhibitor nonselektif dari siklooksigenase (COX) 1 dan 2, enzim yang berpartisipasi dalam sintesis prostaglandin dari asam arakidonat . Prostaglandin adalah hormonseperti molekul-biasanya ditemukan di dalam tubuh, di mana mereka memiliki berbagai efek, beberapa di antaranya menyebabkan sakit, demam, dan peradangan. Prostaglandin juga menyebabkan kontraksi uterus pada wanita hamil. Indometasin adalah tokolitik efektif, [2] mampu menunda persalinan prematur dengan mengurangi kontraksi uterus melalui penghambatan sintesis PG di rahim dan mungkin melalui saluran kalsium blokade. Indometasin memiliki dua mode tambahan tindakan dengan kepentingan klinis:

Menghambat motilitas leukosit PMN, mirip dengan colchicine . Ini uncouples fosforilasi oksidatif dalam tulang rawan (dan hati) mitokondria, seperti salisilat.

Efek ini juga akun tambahan untuk analgesik dan anti-inflamasi. Indometasin mudah melintasi plasenta dan dapat mengurangi janin urin produksi untuk mengobati polihidramnion. Ia melakukannya dengan mengurangi aliran darah ginjal dan meningkatkan resistensi pembuluh darah ginjal, mungkin dengan meningkatkan efek dari vasopresin pada ginjal janin. Efek samping

Sejak indometasin menghambat baik -COX 1 dan COX-2 , menghambat produksi prostaglandin pada lambung dan usus , yang menjaga lapisan mukosa dari saluran pencernaan .Indometasin, karena itu, seperti non-selektif COX inhibitor dapat menyebabkan tukak lambung . Ulkus ini dapat mengakibatkan pendarahan serius dan / atau perforasi yang membutuhkan rawat inap pasien. Untuk mengurangi kemungkinan tukak lambung, indometasin harus diresepkan pada dosis terendah yang diperlukan untuk mencapai efek terapi, biasanya antara 50-200 mg / hari. Hal ini harus selalu diambil dengan makanan. Hampir semua manfaat pasien dari pelindung obat maag (misalnya antasida dosis tinggi, ranitidin 150 mg pada waktu tidur, atau omeprazole20 mg pada saat tidur). Lain keluhan gastrointestinal umum, termasuk dispepsia , heartburn dan ringan diare kurang serius dan jarang memerlukan penghentian indometasin. NSAID Banyak, tapi terutama indometasin, menyebabkan lithium retensi dengan mengurangi ekskresi yang oleh ginjal . Dengan demikian pengguna indometasin memiliki peningkatan risiko toksisitas lithium. Untuk pasien yang lithium (misalnya untuk pengobatan depresi atau gangguan bipolar ), NSAIDs yang kurang toksik seperti sulindac atau aspirin , lebih disukai. Indometasin juga mengurangi aktivitas renin plasma dan aldosteron tingkat, dan meningkatkan natrium dan kalium retensi. Hal ini juga meningkatkan efek vasopressin . Bersama ini dapat mengakibatkan:

edema (pembengkakan akibat retensi cairan) hiperkalemia (kadar kalium tinggi) [3] hipernatremia (tingkat natrium tinggi) hipertensi (tekanan darah tinggi) Obat ini juga dapat menyebabkan peningkatan serum kreatinin dan kerusakan ginjal yang lebih serius seperti gagal ginjal akut, kronis nefritis dan sindrom nefrotik . Kondisi ini juga sering dimulai dengan edema dan hiperkalemia.

Selain itu, indometasin cukup sering menyebabkan sakit kepala (10 sampai 20%), kadangkadang dengan vertigo dan pusing, gangguan pendengaran, tinitus, penglihatan kabur (dengan atau tanpa kerusakan retina). Ada laporan tentang memburuknya penyakit Parkinson, epilepsi, dan gangguan kejiwaan tetapi ini tidak dibuktikan. Kasus-kasus yang mengancam kehidupan shock (termasuk angioedema , berkeringat, berat hipotensi dan takikardia serta akut bronkospasme ), berat atau mematikan hepatitis dan sumsum tulang kerusakan parah semuanya telah dilaporkan. reaksi Kulit dan photosensitivity juga efek samping yang mungkin timbul. Karena kuat antipiretik indometasin kegiatan dapat mengaburkan perjalanan klinis infeksi serius. Psikosis juga telah dilaporkan dengan penggunaan jangka panjang.

Frekuensi dan tingkat keparahan efek samping dan ketersediaan alternatif ditoleransi lebih baik membuat hari ini indometasin obat pilihan kedua. Penggunaannya dalam akut goutserangan dan di dismenore sangat mapan karena di indikasi durasi pengobatan terbatas sampai beberapa hari saja, efek samping yang serius oleh karena itu tidak mungkin terjadi. bentuk sediaan biasa

tablet atau kapsul 25 dan 50 mg supositoria 50 dan 100 mg diubah-release Kapsul 75 mg sirup (25 mg/5ml) suntik berkonsentrasi 50 mg untuk injeksi im spray atau gel patch mengandung 0,5% menurut beratnya 1% cair topikal b. Nonfarmakologi 1. Operasi jantung - Pembedahan pada katup duktus Dengan cara memotong atau penutup duktus - Penggunaan stainless cois untuk diameter 2,5 mm dengan resua shant rute 5-10% - Dilakukan pada minggu ke-14 - Dilaksanakan secepatnya - Laksanakan inform consent, beri penjeasan tentang operasi, tujuan, akibatnya dan kesediaan klien untuk melakukan operasi.

PATOFISIOLOFI INFLAMASI JANTUNG

Lahir

Duktus Arteriosus Terbuka Bocor dari kiri ke kanan Aliran darah dari aorta ke arteri pulmonal Aliran ke paru meningkat Resir kulasi darah beroksigenesi tinggi ke paru Ekstrimitas dingin Jumlah darah turun pada sirkulasi sistemik Merangsang saraf simpatis

Pasokan darah berkurang ke tubuh

ISPA

Suplai O2 berkurang

Imunitas menurun

Suplai nutrisis berkurang

Intoleransi aktifitas Gangauan pertumbuhan dan perkembangan

Beban kerja jantung meningkat

Resiko infeksi

Pelebaran dan hipertensi atrium kiri

Gagal jantung dan hipoksemia

Hipoksia

O2 rendah

Volume sirkulasi meningkat

Reteni Na dan K meningkat

Edema paru Heart Rate meningkat Difusi O2 menurun

Dispnea

Ketidakseimbangan suplai O2 Konstriksi arteriol paru

Cairan berlebihan

Gangguan pertukaran gas

Penurunan curah jantung

Terengahengah saat menyusu

Gangguan pola nafas tidak efektif

Tidak seimbang nutrisi

ASKEP

PROGNOSIS Jika dibiarkan tidak di obati, angka mortalitas 20% pada usia 20 tahun, 40% pada 40 tahun, 60% pada 60 tahun. Di perkirakan hanya 0,6% per tahun yang mengalami penutupan spontan. Pasca penutupan PDA, pasien tidak mengalami gejala-gejala lebih lanjut. Angka moralitas pembedahan pada kasus yang tak berpenyulit adalah kurang dari 1% , ligasi atau pemisahan yang sukses akan mengoreksi secara tuntas kelainan. 0,6% bisa menutup sendiri sedangkan 99,4% harus operasi jantung

PERAN PERAWAT 1. Sebagai pemberi asuhan keperawatan Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks. 2. Sebagai advokat klien Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan. Perawat juga berperan dalam mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien meliputi : - Hak atas pelayanan sebaik-baiknya - Hak atas informasi tentang penyakitnya - Hak atas privacy - Hak untuk menentukan nasibnya sendiri - Hak menerima ganti rugi akibat kelalaian. 3. Sebagai educator Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.

4. Sebagai koordinator Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberi pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien. 5. Sebagai kolaborator Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapi, ahli gizi dll dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan. 6. Sebagai konsultan Perawat berperan sebagai tempat konsultasi dengan mengadakan perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis & terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan 7. Sebagai pembaharu Perawat mengadakan perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan

LO 1. Gallop : Irama jantung ditandai dengan adanya bunyi tambahan seperti bunyi kuda berlari , yang menunjukkan kelainan jantung. 2. Hipertropi : Pertambahan massa pada ventrikel ( bilik ) kiri jantung 3. Digoxin : Obat yang biasa digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif. 4. Furosemid : Salah satu jenis Diuretik yang digunakan untuk mengobati hipertensi dan edema. 5. Mengapa saat auskultasi terdengar bunyi jantung I normal dan bunyi jantung II tertutup ? Karena bunyi jantung 2 tertutup adanya peningkatan tekanan arteri pulmonal 6. Mengapa anak mengalami ISPA ? Karena aliran darah ke paru-paru meningkat akibat kebocoran darah dari kanan ke kiri. 7. Mengapa pada paru ada suara ralles , apa hubungannya ? Karena ada eksudat lengket saat saluran-saluran halus mengembang pada inspirasi. 8. Penyebab suara bising kontinyu ? Terjadinya Percampuran darah , tekanan dipembuluh darah meningkat karena ketidakseimbangan ukuran pembuluh darah dan isi.

DAFTAR PUSTAKA

A.Aziz Alimun Hidayat.2006.Pengantar Ilmu Keperawatan Anak.Jakarta:Salemba Medika buku ajar keperawatan kardiovaskuler, pusat kesehatan jantung dan pembuluh darah nasional harapan kita, 2001 ; 109 A.Aziz Alimul Hidayat. 2006. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak.. Jakarta: Salemba Medika Schrock,Theodore R.1995.ilmu bedah.jakarta:EGC Sowden , Linda A dan Cecily L.Bertz. 2002. Keperawatan Pediatri . Jakarta : EGC Yuliani , Rita dan Sutiadi . 2006 .Asuhan Keperawatan Pada Anak . Jakarta : PT Percetakan Penebar Swadaya http://anwarcs3.blogspot.com/2009/07/anatomi-fisiologi-sistem-kardiovaskuler.html , 30 April 2011; 11.24 WIB http://fraxawant.wordpress.com/2008/07/16/anatomi-fisiolgi-sistem-cardivasculer/ , 30 April 2011 ; 11.35 WIB http://www.anneahira.com/anatomi-dan-fisiologi-jantung.htm , 30 April 2011; 11.44 WIB Kelompok 4 tutor http://www.infokeperawatan.com/konsep-dasar-keperawatan/peran-dan-fungsiperawat.html , 1 Mei 2011 ; 20.55 WIB http://perawattegal.wordpress.com/2009/09/12/pemeriksaan-ekg/ , 6 Mei 2011 , 17.53 WIB http://www.gocb.co.cc/2011/04/kelainan-jantung-vsd.html , 6 Mei 2011 , 18.33 WIB