Anda di halaman 1dari 4

Masih Takut???

Apakah kamu masih takut untuk memberitakan kabar baik? Melalui Firman dalam Hukum yang Terutama (Matius 22:34-40) dan Amanat Agung (Matius 28:1820), Tuhan memberikan lima tujuan kepada gereja, yaitu: Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Tuhan ingin kita untuk (1) menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran sebagai wujud kasih kita kepada-Nya. Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tuhan ingin kita untuk bersama-sama (2) bersekutu dengan orang-orang percaya dan (3) melayani orang-orang yang butuh pertolongan kita sebagai wujud mengasihi sesama manusia. Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Tuhan ingin kita untuk pergi (4) mengabarkan Injil kepada semua bangsa dan (5) memuridkan mereka yang menerima Yesus. Kelima tujuan tersebut ternyata dijalankan oleh jemaat mula-mula dan hal-hal tersebutlah yang masih menjadi tujuan gereja masa kini. Kisah Para Rasul 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Kisah Para Rasul 2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Kisah Para Rasul 2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, Kisah Para Rasul 2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagibagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Kisah Para Rasul 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersamasama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Kisah Para Rasul 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Bagaimana cara jumlah jemaat mula-mula bisa bertambah banyak? Tuhan memberikan dua kuasa untuk bersaksi kepada gereja, yaitu kuasa untuk mendatangkan orang ke dalam gereja dan kuasa untuk pergi mengabarkan Injil. Dengan menguduskan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehingga dapat membangun dan memberkati orang lain, maka kita sedang menarik orang-orang ke dalam gereja. Semua orang akan menyukai kita saat kita berintegritas, berhikmat, pandai berbicara, berhati hamba, dan berkarakter Kristus. Lalu orang-orang tersebut akan bertanya-tanya dalam hati kenapa kita bisa hidup dalam kebenaran. Suatu saat mereka akan bertanya langsung kepada kita, dan inilah saat yang tepat untuk bersaksi. Mengundang atau mengajak seseorang masuk ke dalam gereja adalah sesuatu yang sulit. Sehingga yang bisa kita lakukan adalah pergi kepada mereka dan mengabarkan Injil. Jadi jemaat mula-mula, selain mereka memiliki karakter Kristus sehingga disukai semua orang, mereka juga pergi bersaksi. Inilah kunci pertambahan jumlah jemaat mula-mula. Yeremia 30:19 Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi. Kalau kita ingin janji Tuhan dalam ayat tersebut digenapi, maka kita perlu untuk pergi bersaksi! Setelah mengetahui kebenaran di atas bahwa bersaksi adalah perintah Tuhan, mengapa kita masih tidak melakukannya juga? Ada beberapa hal yang Iblis coba kerjakan dalam hidup kita sehingga kita jauh dari Tuhan, yaitu: 1. Iblis membuat kita tidak mendengar suara Tuhan. Apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan adalah pertanyaan yang tepat yang bisa kita ajukan kepada-Nya. Bagaimana kita bisa mengerti rencana-Nya atas hidup kita kalau kita tidak mendengar suara-Nya? Segala macam dosa ditawarkan Iblis untuk membuat kita tidak mendengarkan-Nya sehingga kita bersandar pada pengertian kita sendiri dan menjadi keras hati. Masalah yang datang atau kesibukan seringkali membuat kita memutuskan sesuatu sesuai pikiran kita sendiri. Karena kita tidak dengar suara-Nya, maka kita tidak tahu bahwa kita perlu bersaksi. 2. Iblis membuat kita tidak melakukan apa yang kita dengar dari-Nya. Mungkin saja Iblis membuat kita ragu akan suara-Nya yang kita dengar, atau mencuri Firman yang telah kita baca sehingga kita lupa dan tidak melakukan apa-apa. Bisa juga Iblis menanamkan kata mustahil dalam pikiran kita saat kita memiliki kehendak untuk melakukan perintah-Nya. Misalnya, mustahil untuk dapat nilai 100, sepertinya mustahil dia mau terima Yesus, mustahil nih aku bisa mengatakan ke orang tua kalau aku sayang mereka, atau mustahil aku bisa jadi orang besar dengan kondisiku saat ini. Sehingga kita menjadi takut untuk bersaksi kepada teman kita, padahal kita belum mencobanya, mungkin karena takut ditolak atau nanti malah dijauhi. 3. Iblis membuat kita tidak mengajarkan apa yang telah kita dengar dan lakukan. Iblis tentu tidak senang apabila seseorang mau menerima Yesus karena kita bersaksi kepadanya, tetapi Iblis lebih tidak senang lagi jika orang yang kita bagikan Injil menjadi murid yang bersaksi.

Dengan melatih orang bersaksi, semakin banyak lagi orang yang memberitakan kabar baik dan semakin banyak lagi orang-orang yang dibawa dari kegelapan kepada terang Tuhan yang ajaib. Sehingga Iblis coba bungkam mulut kita untuk bersaksi, apalagi untuk melatih orang bersaksi. Suatu hal yang wajar jika kita yang adalah murid Kristus mengalami serangan Iblis. Jadi, setelah mengetahui strategi Iblis, masih tidak maukah kita bersaksi? Kisah Para Rasul 4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Kisah Para Rasul 4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa merekareka perkara yang sia-sia? Kisah Para Rasul 4:26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Kisah Para Rasul 4:27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, Kisah Para Rasul 4:28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Kisah Para Rasul 4:29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Kisah Para Rasul 4:30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Jika kita masih memiliki ketakutan dalam hati untuk bersaksi, apa yang kita perlu lakukan? Sederhana, berdoa minta keberanian kepada Yesus seperti yang dilakukan oleh jemaat mulamula dalam Kisah Para Rasul 4:24-30. Mari ucapkan doa berikut: Tuhan Yesus Kristus, aku sudah dengar suara-Mu. Sekarang aku tahu apa yang Engkau inginkan untuk aku lakukan, yaitu untuk bersaksi kepada teman-temanku. Aku minta keberanian untuk memberitakan Firman-Mu. Roh Kudus, bukakan mulutku dan tuntun aku berkata-kata sehingga hanya perkataan yang benar yang keluar dari mulutku. Aku ingin dipenuhi oleh Roh-Mu. Bukakan pintu hati orang-orang yang akan aku kunjungi agar mereka menerimaku. Apapun hasilnya, jadilah sesuai kehendak-Mu. Adakanlah tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat saat aku pergi mengabarkan Injil. Aku percaya Engkau menyertaiku. Di dalam nama Yesus Kristus, aku telah berdoa, Amin! Percayalah bahwa kita mendapatkan apa yang kita doakan. Jemaat mula-mula yang berdoa meminta keberanian mengalami pengalaman yang luar biasa.

Kisah Para Rasul 4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Jadi, memang diperlukan kepenuhan oleh Roh Kudus sehingga kita bisa memberitakan Injil dengan berani. Dan sekarang mari nyanyikan lagu ini: Tuhan Ini Tugas Kami [chorus] Berikan pada kami hati yang mengasihi Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih Bapa Mereka yang dalam glap, mereka yang tersesat Hati kami iba seperti hati-Mu Yesus [reff] Tuhan ini tugas kami Beri kebranian bagi kami Taruhlah roh yang rela melayani Dan menyenangkan hati Tuhan Itulah yang kuingini

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Mari bersaksi!