Anda di halaman 1dari 5

Satu MENGENAL BAWANG PUTIH Bawang putih bukan merupakan barang asing.

Hampir semua masakan yang ada di Nusantara ini memakai umbi berwarna putih mi sebagai penyedap rasa. Di dunia pengobatan tradisional, bawang putih juga sudah dikenal, bahkan sering dipakai oleh masyarakat kita. Bawang putih sebenarnya bukan tanaman ash Indonesia. Tanaman mi diperkirakan berasal dan Asia Tengah, seperti Jepang dan Cina yang berikhim subtropis. Dan sini, bawang putih menyebar ke seluruh Asia, Eropa, dan akhirnya ke seluruh dunia. Di Indonesia, bawang putih dibawa oleh pedagang Cina dan Arab, kemudian dibudidayakan di daerah pesisir atau daerah pantai. Seiring dengan berjalannya waktu kemudian masuk ke daerah pedalaman dan akhirnya bawang putih akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Di antara keluarga besar bawang-bawangan, di masyarakat kita bawang putih termasuk yang paling populer. Peranannya sebagai bumbu penyedap masakan sampai sekarang tidak tergoyahkan oleh penyedap masakan modern yang banyak kita temui di pasaran yang dikemas sedemikian menariknya. Masakan yang kita makan akan terasa hambar di lidah tanpa kehadirannya dan kita akan malas memakannya. Dengan demikian, betapa dahsyatnya kenikmatan umbi berwarna putih mi. A. Botani Bawang Putih Sosok tanaman. Daun bertipa heici, baton g semu, den gon sislem perakaran berupa akar serobut Bawang putih mempunyai nama latin A ilium safivum Linn. Sativum berarti dibudidayakan, karena ailium yang satu mi diduga merupakan keturunan dan bawang liar A)h um longicurpis Regel. Keluarga atau genus h)iurnsebenarnya ada sekitar 500 jenis, lebih dan 250 jenis di antaranya termasuk bawangb awangan. A lii urn sativum L. termasuk famili Amarylhidaceae, golongan Spermat ophyta, subgolongan Angiospermae, ordo Lilliflorae, dan kelas Monocotyledone (tanaman berkeping satu). Tanaman bawang putih bisa ditemukan dalam bentuk terna (bergerombol), tumbuh tegak, dan bisa mencapai ketinggian 3060 cm. a. Daun Daun bawang putih berupa helai-helai (seperti pita) memanjang ke atas. Jumlah daun setiap tanaman bisa mencapai lebih dan 10 helai. Bentuknya pipih rata, tidak berlubang, berbentuk runcing di ujung atasnya, dan agak melipat ke dalam (ke arah panjang atau membujur), serta membentuk sudut di permukaan bawahnya. Tidak seperti jenis bawang lainnya, pangkal daun bawang putih tidak menyimpan makanan, tetapi berbentuk sisik-sisik yang mengering dan menipis jika telah dewasa. Pelepah daun kebanyakan panjang sampai ke dalam tanah yang pada dasarnya adalah kelopak daun. Pelepah atau kelopak daun mi tipis tetapi kuat, membungkus kelopak daun yang lebth muda yang berada dibawahnya, sehingga membentuk batang semu yang panjang. b. Batang Batang bawang putih merupakan batang semu yang panjang (bisa mencapai 30 cm) dan tersusun dan pelepah daun yang tipis tetapi kuat. Pelepah daun pada dasamya juga Ba fang pokok kelopak daun, membungkus kelopak-kelopak daun yang sebenarnya lebih muda yang berada di bawahnya hingga

pusat batang merupakan pokok dan membentuk batang semu yang tersembul ke luar. batang pokok hdak sempurna Batang pokok tanaman mi sebenarnya merupakan batang (rundimefer) pokok tidak sempurna (rundimeter) dengan pangkal atau dengan bagian dasamya berbentuk cakram. pan gkal atau bagian dasarnya c. Akar berbentuk Akar bawang putih terletak di batang pokok, tepatnya a m. di bagian dasar umbi atau pangkal umbi yang berbentuk cakram. Sistem perakarannya berupa akar serabut (monokotil) yang pendek-pendek dan menghujam ke dalam tanah tidak terlalu dalam, sehingga mudah goyah oleh angin dan air yang berlebihan. Fungsi akar serabut mi hanya sebagai pengisap makanan, bukan pencari air dan dalam tanah. Akibatnya, dalam pnoses pertumbuhannya bawang putih membutuhkan cukup banyak air.

d. Siung dan Umbi Di dekat pusat batang pokok bagian bawah, tepatnya di antara daun muda dekat pusat batang pokok, terdapat tunast unas. Dan tunas inilah akan tumbuh umbi-umbi kecil yang disebut siung. Hampir semua daun muda yang berada di dekat pusat batang pokok memiliki umbi. Hanya sebagian kecil yang tidak mempunyai umbi. Daun-daun yang tidak berumbi akan berfungsi sebagai pembungkus umbi kecil itu sendiri (pembungkus siting). Siung mi tumbuh secara bergerombol membentuk umbi. Umbi bawang putih berbentuk mirip gasing. Setiap umbi mempunyai 336 siung. Siung bawang putih terdiri dan dua bagian, yakni dua helai daun dan satu tunas vegetatif. Daun dewasa yang berada di bagian luar siung berfungsi sebagai pelindung dengan membungkus daun yang lebih muda yang berada di bawahnya. Seiring dengan pertumbuhannya, daun pelindung mi menipis dan kering, tetapi kuat. Daun berbentuk silindris dan di bagian pucuknya berlubang kecil. Helai daun yang lebih muda berfungsi menyimpan makanan, sehingga daun yang lebih muda mi akan menebal. Bagian yang menebal inilah yang akan membentuk siting.

Siung tumbuh secara bergerombol membentuk umbi yang lebih besar dan berbentuk menyerupai gasing. Setiap umbi (umbi besar) mempunyai siung sekitar 312 slung. e. Bunga Bunga bawang putih berupa bunga majemuk, bertangkai, berbentuk bulat, dan menghasilkan biji untuk keperluan generatif. Orang jarang sekali mengetahui bahwa bawang putih sebenarnya mempunyai bunga. Hal mi disebabkan tangkai bunga bawang putih biasanya tidak tersembul ke luar. Jadi, bunganya hanya kelihatan dan luar sebagian, bahkan sening tidak kelihatan sama sekali. Lebih parah lagi, sering kali bunga tidak terbentuk karena sudah gugur sewaktu masih dalam tahap tunas bunga. Ada juga kasus bunga tidak sempat tumbuh karena tangkainya sangat pendek. Bahkan, di bagian tangkai yang pendek tersebut tumbuh tunas beserta siung-siungnya (umbi). Hal mi mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada batang semu. Umbi bagian atas akan mengganggu umbi yang terdapat di bagian bawahnya karena terjadi perebutan makanan antara umbi atas dan umbi bawah. Umbi atas mi juga dapat ditanam lagi, tetapi tidak seproduktif umbi bawah.

B. Varietas Varietas adalah berbagai jenis bawang putih yang mempunyai perbedaan sifat atau ciri yang permanen atau tidak berubah, seperti tinggi rendahnya tanaman, besar kecilnya umbi, umur panen, jumlah dan ukuran siung, kandungan dalam umbi, daya tahan terhadap penyakit, serta iklim pertumbuhannya. Secara garis besar, berdasarkan iklim yang dibutuhkan tanaman untuk bisa tumbuh dengan baik, bawang putih dikelompokkan menjadi dua varietas sebagai berikut. 1. Varietas-varietas yang bisa tumbuh di dataran tinggi dengan iklim subtropis. 2. Varietas-varietas yang mampu beradaptasi atau mampu tumbuh di daerah dataran rendah. Jenis bawang putih yang banyak ditanam di Indonesia ada tiga varietas yang telah dikenal unggul, yaitu lumbu hijau dan lumbu kuning untuk lahan dataran tinggi, serta lumbu putih untuk dataran rendah. Varietas lain yang ada merupak an modifikasi dan ketiga varietas tersebut dan diberi nama sesuai dengan daerah asal penanamannya. Di antaranya, varietas bawang cirebon, bawang tawangmangu, ilocos dan Filipina, santong, sumbawa, jatibarang, bogor, obleg, dan varietas bawang lanang. Bawang lanang sebenamya merupakan varietas yang terbentuk secara tidak sengaja karena lingkungan penanama n yang tidak cocok. Bawang lanang pertama kali ditemukan di daerah Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Umbi dan tanaman mi hanya berisi satu umbi utuh yang kecil. Hal mi disebabkan ia hanya mampu membentuk tunas utama di tajuk dan menekan pembentukan tunas-tunas bakal siung. Daundaun yang biasanya membungkus siung-siung hanya membungkus umbi utuh tersebut, sehingga kulit umbi utuh lebih tebal daripada kulit luar umbi yang bersiung. Anehnya, tidak sedikit masyarakat yang mempercayai bawang lanang lebih banyak mempunyai khasiat obat daripada jenis bawang putih yang lain. Bawang lanang bisa tumbuh normal kembali jika lokasi penanamannya berada di daerah yang Iingkungannya cocok. Bawang putih normal akan dihasilkan biasanya setelah dua kali penanaman.