Anda di halaman 1dari 4

Prinsip kerja Elektrolisis

. Pengertian Elektrolisis Elektrolisis merupakan elektrokimia yang menggunakan energy listrik agar reaksi kimia dapat terjadi. Pada elektrolisis, katode bermuatan negative, sedangkan anode bermuatan positif. Untuk memahaminya, perhatikanllah contoh berikut: 1. Katode : Sn2+(aq) + 2e- Sn(s) Anode : Cu (s) Cu2+(aq) + 2eSn2+(aq) + Cu Sn(s) + Cu2+(aq) +

2.

MgCl2 Mg2+ + 2Cl-

Katode : Mg2+ +2e- Mg Anode : 2Cl- Cl2 + 2eMgCl2 Mg + Cl2 B. Cara Kerja Elektrolisis Elektrolisis terdiri atas zat yang dapat mengalami ionisasi (larutan atau lelehan), elektorde, dan sumber listrik (baterai). Mula-mula aliran listrik dialirkan dari kutub negative baterai ke katode yang bermuatan negative. Larutan atau lelehan akan terionisasi menjadi kation dan anion. Selanjutnya, kation di katode akan mengalami reduksi. Di anode, anion akan mengalami oksidasi. +

C. Prinsip Kerja Elektrolisis pada Vakum Cleaner Proses yang paling penting untuk mendapatkan logam adalah pertama, elektrolisis leburan campuran halida (misalnya MgCl2 + CaCl2 + NaCl) dari logam yang paling kurang elektropositif, Mg, ditampung, kemudian reduksi MgO atau dolomite yang dikalsinasi (MgO.CaO). yang terakhir dipanaskan dengan ferosilikon.

Beberapa manfaat magnesium seperti pada Mg(OH)2 yaitu untuk mengobati penyakit maag dan menetralisir asam lambung, magnesium klorida (MgCl2.6H2O) digunakan dalam pembuatan kain katun, kertas, semen, dan keramik. Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) yang dikenal dengan garam Inggris (Epsom salt) dan magnesium oksida (MgO), digunakan pada pembuatan kosmetik dan obat pencuci perut. Sedangkan campuran magnesium, aluminium dan baja digunakan pada bahan pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, vacuum cleaner, alat-alat optic dan furniture.

D. Prinsip Kerja elektrolis pada Gerbong Asap Upaya penanganan limbah cair dilakukan melalui elektrolisis cairan bekas analisa di laboratorium dan mengolah limbah cair yang keluar dari pabrik gula dengan biotray. Penanganan limbah padat dilakukan dengan cara menangkap debu hasil pembakaran ampas dengan dust collector dan menanam atau membakar limbah padat bekas analisa di laboratorium ke tempat pembuangan. Upaya pencegahan limbah cair dan gas melalui penggunaan bahan penjernih aman lingkungan (PAL) dalam analisa di laboratorium, kontrol pembakaran ampas dan control pemurnian nira. Upaya pemanfaatan limbah padat melalui pemanfaatan ampas dan blotong sebagai bahan baku pupuk kompos, ampas untuk energi listrik di perumahan dan tetes sebagai bahan baku industri etanol, spiritus dan vitsin. Pemanfaatan kembali CO2 dari gas cerobong untuk pemurnian nira sebagai pengganti gas SO2. D. Prinsip Kerja Elektrolisis pada Knalpot

Teknologi menghemat bahan bakar menggunakan air ini diawali dengan keberadaan dan perkembangan penggunaan alat bahan bakar air berupa kendaraan berbahan bakar air (watercar) yang telah dirilis sejak tahun 1805 oleh beberapa peneliti dan ilmuwan-ilmuwan. Berikut percobaan yang dilakukan beberapa ilmuwan dalam kaitannya dengan penggunaan air sebagai bahan bakar. Isaac de Rivaz, seorang ilmuwan asal Swiss. Ketika ia melakukan penelitiannya minyak bumi belum ditemukan sebagai bahan bakar. Ia merancang dan membuat sendiri mesin pembakaran dalam, yang merupakan pertama kalinya ilmuwan pertama yang mengunakan gas hidrogen untuk menjalankan mobil dengan cara mengelektrolisis air. Yull Brown, ia seorang peneliti dari Australia. Ia berhasil menjalankan kendaraannya yang menggunakan air sebagai bahan bakar. Dalam kendaraannya sama seperti yang dilakukan Isaac de Rivaz, yaitu dengan mengelektrolisis air. Gas yang dihasilkan dari proses elektrolisis tersebut dinamakannya brown gas. Stanley Meyer, berasal dari Ohio, Amerika Serikat. Penelitiannya berhasil mendesain dan menjalankan mobilnya tanpa menggunakan bahan bakar minyak, melainkan dengan berbahan bajar hidrogen yang berasal dari air. Stanley Meyer adalah penemu teknologi bahan bakar air yang paling sempurna yang dapat berhasil diaplikasikan pada kendaraan. Lewat penemuan dan percobaan yang dilakukan tersebut, menjadi dasar acuan teknologi mengirit bahan bakar menggunakan air, yaitu dengan proses elektrolisis air yang menghasilkan gas hidrogen hidrogen oksida(HHO) atau gas brown (berasal dari nama penemunya Yull Brown) yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor. Jelang tahun 2006 ke tahun 2007, teknologi ini mulai berkembang pesat. Pada tahun 2008 teknologi ini makin banyak mendapat perhatian yang cukup besar dari beberapa negara seperti India, Jerman, Afrika Selatan, Kanada, Cina, dan Indonesia, khususnya negara yang pencinta hemat bahan bakar. Di Indonesia cukup banyak pula beberapa peneliti yang melakukan eksperimen dengan teknologi ini. Seperti Voll Johanes Bosco di Palu, Ir. FX Agus Unggul Santoso, dosen Sanata Dharma, Joko Suprapto di Jawa Timur, dan beberapa peneliti dan kaum awam yang sudah mulai menerapkan dan meneliti teknologi penghemat bahan bakar ini. 2.3. Hidrogen sebagai Alat Untuk Meningkatkan Performa Sepeda Motor 2.3.1 Hidrogen

Hidrogen ( HHO ) adalah gas yang dihasilkan dari elektrolisa air dan baking soda (NaHCO3), Gas HHO ini yang akan kita campur dengan oksigen untuk dimasukkan ke piston pembakaran mesin melalui saringan udara masuk. Reaksi kimia yang terjadi dari hasil elektrolisis antara air dan baking soda adalah sebagai berikut : NaHCO3 + H2O -> NaOH + H2CO3 H2CO3 -> H2O + CO2 NaOH adalah endapan putih itu yang menyebabkan licin. Hasil yang terbentuk dari reaksi NaHCO3 kemudian dielektrolisis sehingga menghasilkan gas Hidrogen atau HHO (Hidrogen-Hidrogen Oksigen). Gambar 2.1 Molekul Gambar 2.2 Contoh proses elektrolisa Hidrogen adalah partikel yang sangat kecil, menghantam partikel lain, dan memotongnya menjadi partikel yang lebih kecil menjadi lebih kecil lagi. Sehingga apa yang terjadi adalah Hidrogen ini memperkaya campuran bahan bakar yang menjadikan kandungan oktannya (octan rating) meningkat dengan oksigen, dan mampu membakar lebih banyak dan lebih sempurna. Pada akhirnya menyempurnakan performa mesin akan membersihkan dirinya sendiri setiap hari, sehingga efek yang dihasilkan adalah suara mesin lebih halus dan tidak berisik. Selain itu daya pada mesin akan semakin bertambah. Teknologi ini tidak sanggup bekerja pada kendaraan dengan bertumpu pada air semata. Maka itu tujuan kita disini adalah bukan menggantikan bahan bakar bensin, tetapi membuatnya lebih hemat dan sempurna sehingga performa motor dapat ditingkatkan juga. Gas hasil elektrolisa antara air dan baking soda dinamakan brown gas atau watergas atau gas HHO. Campuran dari water gas dan bahan bakar ini disebut bahan bakar Hybrid air