Anda di halaman 1dari 40

12/3/2010

SINUSITIS AKUT DAN KRONIS


Dr. dr. Delfitri Munir Sp.THT-KL(K) Sp.THTSubSub-devisi Rinologi Dept. Ilmu Telinga Hidung Tenggorok Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Sinus para-nasal para Nasal asessory sinuses Rongga dalam tulang kepala berisi udara Sinus maksila Sinus frontal Sinus etmoid Sinus sfenoid

12/3/2010

Perkembangan sinus
S. Maksila dan etmoid mulai fetus 3-4 bulan invaginasi mukosa rongga hidung Epitel: Pseudo stratified kolumnar bersilia (epitel torak berlapis semu) S.Frontal dari s. etmoid anterior 8 th S.Sfenoid dari pneumatisasi posteriorsuperior rongga hidung 10 th

12/3/2010

Sinus maksila
Sinus para-nasal terbesar Anak dasar sinus setinggi ostium jarang infeksi 9-12 th dasar sinus = dasar hidung 25 th dasar sinus rendah dari dasar hidung mudah infeksi

12/3/2010

Batas sinus maksila


Anterior : Fosa canina Posterior: permukaan infra temporal maksila Media : dinding lateral rongga hidung Superior : dasar orbita Inferior : Prosesus alveolaris dan palatum

Persarafan sinus maksila


N. Infra orbitalis Foramen infra orbital Bagian atas sinus Dasar sinus

N. Alveolaris superior

12/3/2010

Klinis sinus maksila


Dasar sinus dekat akar gigi P1, P2, M1, M2 kadang2 C dan M3 Caries sinusitis Komplikasi ke orbita Sinus yang paling sering terinfeksi

Klinis sinus maksila


Ostium sinus maksila: Lebih tinggi dari dasar sinus (gravitasi) letak pada Hiatus semilunaris (sempit)

gangguan drainase

12/3/2010

Sinus frontal
Terletak dalam os frontal kiri dan kanan Dinding tulang tipis membatasi orbita dan fosa serebri anterior komplikasi Biasanya tidak simetris, dipisah oleh septum Orang dewasa: 15 % satu sinus frontal 5% rudimenter Ostium: Duktus frontonasal rongga hidung

12/3/2010

Sinus etmoid
Sel-sel terletak di lateral os etmoid,antara konkha media dan dinding orbita (sarang lebah) Grup anterior : kecil, banyak ostium meatus media Grup posterior: besar, sedikit ostium meatus superior Sel etmoid terbesar: Bula etmoid

Batas sinus etmoid


Superior : Rongga tengkorak Atap : Fovea etmoid

Posterior : Sinus sfenoid Lateral : Lamina papirasea

12/3/2010

Batas sinus sfenoid


Superior : Fosa serebri media Hipofisa Inferior : Atap nasofaring Lateral : Sinus kavernosus a. karotis intr n. optikus Posterior : Fosa serebri posterior Terletak dalam os sfenoid

12/3/2010

Pemeriksaan sinus para-nasal para Inspeksi: Pembengkakan muka, pipi sinusitis maksila akut. Pembengkakan kelopak mata atas sinusitis frontal akut

Pemeriksaan sinus para-nasal para Palpasi: Nyeri tekan/ketok gigi sinusitis maksila. Nyeri tekan medial atap orbita sinusitis frontal Nyeri tekan cantus media sinusitis etmoid

12/3/2010

Pemeriksaan sinus para-nasal para-

Rinoskopi anterior Rinoskopi posterior

Rinoskopi anterior dan posterior

Czermak (1859)

10

12/3/2010

Pemeriksaan sinus para-nasal para Transiluminasi: Penggunaan: s. maksila dan s. frontal bila fasilitas radiologik tidak ada. Sumber cahaya: lampu senter/batrei Tempat : ruangan gelap

Pemeriksaan sinus para-nasal para Transiluminasi: Cara untuk sinus maksila: Masukkan sumber cahaya ke rongga mulut Penilaian: Terang pada pipi infra orbital normal/ kista sinus maksila Gelap pus, penebalan mukosa, neoplasma, jaringan lunak menutupi antrum, sinus tidak berkembang.

11

12/3/2010

Pemeriksaan sinus para-nasal para Transiluminasi: untuk sinus frontal Cara : sumber cahaya didasar sinus Penilaian: terang sinus berkembang baik gelap sinus tidak berkembang baik

Pemeriksaan sinus para-nasal para Radiologi: posisi Waters, PA, Lateral dan Cald well-Luc. CT.Scan MRI potongan koronal

12

12/3/2010

CT-Scan (Coronal)
(3 mm. soft tissue)

13

12/3/2010

Pemeriksaan sinus para-nasal para Endoskopi Naso-endoskopi Sumber cahaya kabel optik Teleskop 0, 30 dan 70 Penilaian: dinding lateral hidung, nasofaring.

Pemeriksaan sinus para-nasal para Naso-endoskopi Dinding lateral hidung:

Konkha inferior / media Prosesus unsinatus Ostio Meatal Complex (OMC) Frontal-reses Sfeno-etmoid reses

14

12/3/2010

Sinuskopi

15

12/3/2010

Sinusitis / Rinosinusitis
Definisi: radang mukosa sinus para-nasal Multi sinusitis : peradang beberapa sinus Hemi sinusitis: peradangan satu sisi sinus Pan sinusitis : peradangan semua sinus

Sinusitis
Sinusitis rinogen (85%) Sinusitis dentogen (15%)

16

12/3/2010

Sinusitis akut
Etiologi: Rinitis akut Faringitis, adenoiditis & tonsilitis Karies dentis Berenang / menyelam Trauma Barotrauma

Sinusitis akut
Faktor predisposisi: Obstruksi mekanis: Septum deviasi, korpus alienum & tumor Obstruksi ostium : Rinitis kronis & rinitis alergi Perubahan mukosa dan silia: polusi, udara dingin dan kering

17

12/3/2010

Sinusitis akut
Gejala klinik: Demam, sakit kepala Ingus kental (bau), dahak (post nasal drip) Hidung tumpat Nyeri pada lokasi sinus yang dikenai Nyeri alih

18

12/3/2010

Sinusitis akut
Gejala klinik sinusitis maksila akut: Nyeri pada kelopak mata bawah & gigi Nyeri alih: dahi & depan telinga

Sinusitis akut
Gejala klinis sinusitis etmoid akut: Nyeri: pangkal hidung, kantus media belakang bola mata. bila mata digerakkan Nyeri alih: Pelipis

19

12/3/2010

Gejala sinusitis akut


Gejala klinis sinusitis frontal akut: Nyeri: dahi (vacum headache) seluruh kepala. membungkuk nyeri >> Nyeri alih: pelipis

Sinusitis akut
Gejala sinusitis sfenoid akut: Nyeri alih: Vertex & oksipital Bola mata Mastoid Vertigo

20

12/3/2010

Sinusitis akut
Pemeriksaan klinis: Pembengkakan: Pipi & kelopak mata bawah s. maksila Dahi & kelopak mata atas s. frontal

Sinusitis akut
Pemeriksaan rinoskopi anterior Pus: meatus media s. maksila s. frontal s. etmoid anterior meatus superior s.etmoid posterior s. sfenoid Pem. Rinoskopi posterior: Post nasal drip

21

12/3/2010

Sinusitis akut
Mikrobiologik Kuman aerob: Pneumokokus, Stafilokokus Streptokokus, H. Influenzae. Kuman anaerob: Peptokokus Virus Jamur

Sinusitis akut
Terapi Medikame-ntosa: Anti biotik (PNC) 14 hr Dekongestan lokal / oral Mukolitik Anti inflamasi Analgetik / antipiretik Pembedahan: Bila terjadi komplikasi (selulitis orbita)

22

12/3/2010

Sinusitis kronis
Infeksi sinus menahun (>3 bl) Etiologi: Sinusitis akut tidak sembuh sempurna Sinusitis akut berulang

Sinusitis kronis
Perubahan mukosa: Atrofi Hipertrofi Granulasi Fibrosis Silia

sukar sembuh dengan medikamentosa

23

12/3/2010

Sinusitis kronis
Mikro-biologik Aerob: S.Aureus, S. Viridans, H. Influenza Anaerob: Peptostreptokokus Fusobakterium

Sinusitis kronis

sumbatan ostium

PH O2

edema

sekret

infeksi

24

12/3/2010

polusi bahan kimia

silia rusak

Obstruksi mekanik

gangguan drenase

perubahan mukosa

alergi def.imun

infeksi kronis

pengobatan inf akut yg tidak sempurna

Faktor predisposisi sinusitis kronis

Chronic Rhinosinusitis Mechanism


Ostium Inhibition of ventilation and drainage Occlutions Increased mucosal thickness

Stagnation of secretion

Inflamation of lamina propria

Change in the Composition and pH of secretion

Change of the host milieu Bacteria become pathogenic

Change of the mucosal Gas metabolism

Ciliary and epithelial damage

25

12/3/2010

Paranasal sinuses drainage

26

12/3/2010

Sinusitis kronis
Gejala: Hidung Nasofaring Faring Telinga sekret, tumpat & bau PND batuk malam / pagi rasa tidak nyaman pendengaran (tuba Eutachius)

27

12/3/2010

Sinusitis kronis
Gejala: Mata infeksi (duktus nasolakrimalis) Saluran napas bronkhitis, bronkhiektasis ( sinobronkhial sindrom) asmabronkhial Saluran cerna: mukos tertelan Nyeri kepala (pagi)

Sinusitis kronis
Pemeriksaan: Rinoskopi anterior Rinoskopi posterior Transiluminasi pus meatus medius pus meatus superior gelap unilateral (S. mak / S. Font)

28

12/3/2010

Sinusitis kronis
Pemeriksaan: Radiologik perselubungan (penebalan / fluid level) kista tumor basis kranii (keros I, II, III) sel Onodi

CT-Scan

Sinusitis kronis
Pemeriksaan: Punksi sinus (s. maksila) fosa kanina pus penebalan mukosa tumor Sinuskopi (s. maksila) fosa kanina meatus inferior Histopatologi biopsi

29

12/3/2010

Terapi sinusitis kronis


Prinsip terapi

Perbaiki drainase

Aktifkan silia

Terapi sinusitis kronis


Konservatif: dekongestan topikal / oral antibiotik (spektrum luas) mukolitik analgetik anti alergi (k/p)

30

12/3/2010

Terapi sinusitis kronis


Konservatif: Diatermi sinar gelombang pendek (Ultra Short Wave) Ultra Korte Golof (UKG)

perbaikan vaskularisasi

Terapi sinusitis kronis


Tindakan irigasi sinus maksila (Antrum lavage / Kaak spoeling Anestesi lokal: Pantokain 2-4% + Adrenalin Lidokain + Adrenalin Trokar meatus inf / fosa kanina NaCl 5% / KMNO4 / Betadine

31

12/3/2010

Terapi sinusitis kronis


Tindakan irigasi sinus etmoid dan sfenoid (Proez displacement therapy) Larutan HCl Efedrin 0,5-1 % Membuat tekanan negatif dalam rongga hidung dan sinus kak - kak - kak Palatum mole terangkat

Operasi sinusitis kronis


Antrostomi (s.mak) meatus media (tidak fungsional) Cald well-Luc (s.mak) Kelainan dlm sinus

hipertrofi, polip, tumor korpus alienum

32

12/3/2010

Operasi sinusitis kronis


Cald well-Luc Anestesi lokal / umum Insisi fosa kanina Nasoantral window (tampon)

Op. Cald well-Luc

33

12/3/2010

Operasi sinusitis kronis


S. etmoid Etmoidektomi intr / ekstr nasal (komplikasi,kosmetik) Sondase duktus nasofrontal Ekstra nasal (kosmetik) Intra nasal (komplikasi)

S. frontal

S. Sfenoid

34

12/3/2010

Operasi sinusitis kronis


Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) Bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BSEF)

re-ventilasi (non radikal)

35

12/3/2010

Endoskop

36

12/3/2010

Komplikasi sinusitis kronis


Komplikasi orbita: Sinusitis etmoid, Frontal & Maksila

edema palpebra selulitis orbita abses subperiostal abses orbita

37

12/3/2010

Komplikasi sinusitis kronis

Komplikasi sinusitis kronis


Komplikasi intra kranial: Meningitis (s. sfenoid & etmoid) Abses ekstra / subdural, otak (s. frontal) Trombosis sinus cavernosus (s. etmoid post & sfenoid)

38

12/3/2010

Komplikasi sinusitis kronis


Komplikasi paru: Bronkhitis (sindrom sinobronkhial) Bronkhiektasis

Stamberger (1980) Messerclinger (1972)

Jakarta (1990)

Medan (1995)

39

12/3/2010

40