Anda di halaman 1dari 17

SENSASI INDERA

A. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui adanya berbagai macam sensasi indera umum dan indera khusus. B. Dasar Teori Organ-organ indera merupakan satu-satunya saluran komunikasi antara dunia luar dengan sistem saraf pusat. Proses mengindera itu dimulai pada organorgan indera, lebih tepatnya pada sel-sel reseptor di dalam organ indera tersebut. Suatu reseptor dapat berupa bagian dari sel sararf aferen (misalnya ujung sel saraf di bawah kulit) atau sel-sel khusus yang berhubungan baik dengan ujung periferal sel-sel saraf aferen (misalnya sel pengecap pada lidah) (Soewolo, 2005). Agar terjadi sensasi diperlukan empat syarat: 1. Harus ada rangsangan, 2. Organ pengindera harus menerima rangsangan dan mengubah menjadi impuls saraf, 3. Impuls harus dihantarkan sepanjang jalur saraf dari sensori ke otak, 4. Bagian otak yang menerima harus menerjemahkan impuls menjadi sensasi (Basoeki, dkk. 2000). Sensasi (ekspresi sensoris) adalah interpretasi otak terhadap impuls yang datang ke otak dari saraf sensoris. Berdasarkan sederhana atau kompleksnya reseptor dan jalur saraf, reseptor sensori dikelompokkan menjadi: 1. Indera umum yang meliputi reseptor dan jalur saraf sederhana, misalnya: sensasi taktil (sentuhan, tekanan, vibrasi), sensasi termoreseptif (panas dan dingin), sensasi sakit, sensasi proprioreseptif (kesadaran atau aktivitasbotot, tendon, sendi, keseimbangan). 2. Indera khusus yang meliputi sensasi olfaktori (pembau), sensasi gultatori (pengecap), sensasi visual (penglihatan), sensasi auditori (pendengaran), sensasi equilibrium (orientasi tubuh) (Basoeki, dkk. 2000). C. Alat dan Bahan Alat:

Ijuk, penggaris, meteran, pensil, kapur berwarna, papan tulis, jarum pentul, pinset, spidol warna warni, kompor, panci, timer, kertas manila, tabung reaksi, garpu tala. Bahan: Kapas, air, es batu, gula pasir, larutan kina, larutan garam dapur, kentang, wortel, apel, bawang merah. D. Langkah Kerja 2. Menentukan Reseptor Sentuh Membuat petak ukuran 2,5 cm pada punggung lengan kemudian membagi menjadi 25 petak kecil

Subyek menutup mata, pengamat menekankan ijuk pada petakpetak sampai ijuk bengkok, sekali untuk setiap petak kecil dan tekanan harus diberikan sama

Subyek harus memberi tahu bila mengalami sensasi sentuhan, pengamat mencatat hasilnya tekanan harus diberikan sama

6. Proyeksi Binokuler Membuat 2 lubang pada kertas karton dengan jarak sama dengan jarak kedua pupil

Memegang karton 30 cm di depan mata dengan latar belakang cahaya terang

Memandang kedua lubang, mata kiri ke lubang kiri, mata kanan ke lubang kanan

Mendekatkan karton ke arah mata perlahan-lahan, pada jarak tertentu nampak satu lubang

Pada saat itu tutup salah satu mata, apa yang nampak?

8. Dominasi Mata Subyek memandang sebuah obyek pandang yang jauh, misalnya tiang listrik tekanan harus diberikan sama Meletakkan sebuah pensil antara obyek pandang dengan mata sedemikian sehingga mata, pensil, dan obyek pandang terletak pada satu garis lurus tekanan harus diberikan sama

Menutup mata kiri, mencatat apa yang nampak.

Menutup mata kanan, tetapi membuka mata kiri, mencatat bagaimana kenampakannya

9. Proyeksi Monokuler Melubangi selembar karton dengan jarum

Memegang karton 1,5 cm di depan mata

Sambil melihat lewat lubang tadi, pegang jarum pentul di antara mata dan karton

Menggerakkan jarum pentul perlahan-lahan sehingga kepala jarum menutupi sebagian cahaya yang masuk lubang

Bagaimana hasil penglihatan subyek?

12. Reseptor Gustatori (Pengecap) Subyek mengeringkan lidahnya dengan kain

Pengamat meletakkan butiran gula pasir pada ujung lidah subyek dan mencatat waktunya

Subyek mengangkat tangan bila ia telah mengecap rasa manis. Pengamat mencatat waktu, berapa lama subyek mengecap gula

Ulangi perlakuan di atas dengan menggunakan setetes larutan gula. Rekam waktu yang diperlukan subyek untuk mengecap rasa manis

Subyek membersihkan lidahnya lalu mengulangi langkah di atas dengan garam, larutan garam dan larutan kina

13. Pengecap dan Pembau Subyek mengeringkan lidahnya dan melakukan beberapa perlakuan, diantaranya: menutup mata dan menjepit hidungnya, menutup mata dan membuka hidungnya (bahan hanya diletakkan pada lidah), sedangkan saat menutup mata dan menutup hidung dan menutup mata dan membuka hidung (bahan dikunyah)

Pengamat meletakkan potongan wortel, bawang merah, kentang, dan apel satu persatu pada lidah subyek

Subyek diminta mengenali setiap potongan tadi berturut-turut: dengan segera setelah mengunyah (nostril tertutup) dan setelah membuka nostril

Merekam hasilnya dalam tabel

17. Penghantaran Suara Mengetarkan sebuah garpu tala

Meletakkan tangkainya pada kepala atau antara dua gigi atas-bawah

Mendengarkan dari mana suara itu berasal

Menutup salah satu telinga, mendengarkan di mana sumber suara tersebut berasal

Menutup kedua telinga dan mendengarkan dari mana sumber suara tersebut

Menutup kedua telinga dan mendengarkan dari mana sumber suara tersebut

Menutup kedua telinga dan mendengarkan dari mana sumber suara tersebut

Meletakkan garpu tala yang bergetar di atas kepala tersebut Bila suara sudah tidak terdengar lagi maka memindahkan garpu tala ke telinga kanan dan mencatat bagaimana hasilnya tersebut 19. Keseimbangan Berdiri tegak, mata terbuka, angkat salah satu kaki

Perhatikan kemampuan untuk bertahan pada posisi ini selama 2 menit

Setelah cukup istirahat, ulangi kegiatan di atas tetapi dengan mata tertutup

Bandingkan hasilnya

E. No 1

Data Hasil Pengamatan Kegiatan Uji pembedaan dua titik Keterangan: Hasil Pengamatan

Tabel Pengamatan Sensasi Indera

Menentukan reseptor sentuh

= merasakan sentuhan Keterangan:

Menentukan reseptor sakit

= merasakan sakit - = tidak merasakan sakit, hanya merasakan sentuhan Jarak 3 titik pada percobaan menutup mata membuat titik sedekat mungkin saat mengangkat 4 Menentukan proprioseptor tangan. I = 0,5 cm II = 1 cm 5 Bintik buta III = 2,5 cm Gambar x sebagai pusat Posisi X-O X O O-X O Mata kanan 22 cm 9 cm Mata kiri 22 cm 15 cm

13 cm 11 cm

9 cm 9 cm

X Jarak antara karton dengan mata setelah 2 lubang terlihat 1 = 6 cm 6 Proyeksi binokuler Jarak kedua pupil 6 cm Saat mata kanan ditutup lubang terlihat 1 Saat mata kiri ditutup lubang terlihat 2 Mata kanan ditutup dari 10 ulangan hanya sebanyak 3 kali dapat memasukkan pensil dalam tabung 7 Pentingnya penglihatan binokuler reaksi dengan tepat. Mata kiri ditutup dari 10 ulangan hanya sebanyak 3 kali dapat memasukkan pensil dalam tabunh reaksi dengan tepat. Apabila mata kanan ditutup, mata dan pensil 8 Dominasi mata terlihat segaris dan ketika mata kiri ditutup pensil terlihat menyimpang ke arah kiri Bila kepala jarum digerakkan dari bawah dengan perlahan-lahan lubang yang tertutup terlebih dahulu 9 Proyeksi monokuler adalah bagian atas lubang dan sebaliknya ketika kepala jarum digerakkan dari atas dengan perlahanlahan lubang yang tertutup terlebih dahulu adalah bagian bawah lubang Ukuran pupil awal: 10 Kontraksi pupil Mata kanan 4 mm dan mata kiri 4 mm Setelah perlakuan: Mata kanan 3 mm dan mata kiri 3 mm Gula pasir: 07, 12 detik Garam: 09, 80 detik 11 Reseptor gustatori Larutan gula: 02, 54 detik Larutan kina: 01, 74 detik Larutan garam: 02, 69 detik 12 Pengecap dan pembau Perlakuan 1. 2. 3. 4. Wortel kentang apel Bawang merah

Keterangan: 1. Hidung + mata ditutup, bahan ditaruh 2. Mata ditutup + hidung dibuka mata ditutup 3. Mata ditutup + hidung ditutup, dikunyah 4. Mata ditutup + hidung dibuka, dikunyah Jarak terjauh bunyi tidak terdengar adalah 810 cm 13 Ketajaman pendengaran atau 8, 1 m Jarak terjauh bunyi mulai terdengar adalah 840 cm atau 8, 4 m Setelah garpu tala didekatkan ke telinga kiri 14 Kelelahan pendengaran terdengar lagi suaranya Setelah bunyi pada telinga kiri menghilang dan garpu tala dipindahkan ke telinga kanan suara masih terdengar Dengan membuka mata: Subyek dapat berdiri dengan 1 kaki selama 2 menit 15 Keseimbangan Dengan menutup mata: Subyek hanya dapat berdiri dengan 1 kaki selama 1 menit 8 detik Di atas kepala: suara terdengar dari 2 arah yaitu telinga kanan dan telinga kiri Telinga kiri ditutup: suara terdengar dari kanan 16 Penghantaran suara Telinga kanan ditutup: suara terdengar dari kiri Kedua telinga ditutup: tidak terdengar suara Setelah garpu tala didekatkan ke telinga masih terdengar bunyi
F.

Analisis Data dan Pembahasan Menentukan Reseptor Sentuh Praktikum reseptor sentuh termasuk dalam indera umum. Pada indera

2.

umum terdapat ujung saraf berkapsul yaitu ujung saraf yang dibungkus oleh lebih dari satu lapisan sel yang terdiri dari reseptor berkapsul pertama yaitu badan Pancini, reseptor berkapsul kedua yaitu badan Meissner, reseptor berkapsul ketiga yaitu badan Krause dan reseptor berkapsul keempat yaitu badan Ruffini. Reseptor

sentuh berkaitan dengan badan Meissner yang terletak di dalam dermis tepat di bawah epidermis, dan diduga merupakan mekanoreseptor yang merespon terhadap sentuhan ringan, sebab pada bagian tubuh yang sangat sensitif terhadap sentuhan ringan banyak dijumpai badan Meissner (Soewolo, 2005) Saat petak-petak kecil pada punggung lengan subyek disentuh dengan lidi maka sentuhan yang terasa hanya berada di sekitar permukaan kulit saja dikarenakan jalur reseptor inderanya tersebar di sekitar permukaan tubuh sehingga pada saat kulit diberikan rangsangan berupa sentuhan lidi hanya pada bagian yang di sentuh yang merasakan sentuhan. Stimulus sentuhan yang diberikan akan dilanjutkan oleh saraf sensori ke otak untuk ditanggapi responnya. Jadi reseptor sentuh hanya peka pada satu stimulus saja, sehingga pusat-pusat sensori tersebut bertanggung jawab atas setiap bagian tertentu pada tubuh.
((9((((((

(Hadiyanti, 2010) 6. Proyeksi Binokuler Manusia pada saat melihat suatu benda, kedua bola matanya akan terfokus pada satu benda tersebut. Keadaan demikian disebut single binocular vision. Single binocular vision adalah kemampuan mengarahkan cahaya dari suatu benda agar jatuh pada titik-titik sesuai pada retina kedua mata. Bila kita melihat benda yang relatif jauh, maka cahaya yang datang melewati pupil akan dapat langsung sampai ke titik sesuai pada kedua retina mata tanpa menggerakkan

kedua bola mata ke medial sebab cahaya yang datang relatif sejajar. Bila benda kita dekatkan ke mata, agar bayangan jatuh pada titik sesuai, maka kedua bola mata harus diputar ke arah medial (konvergensi bola mata) (Soewolo, 2005). Percobaan binokuler dilakukan dengan melihat 2 lubang yang dibuat pada karton dengan jarak antar lubang sama dengan jarak kedua pupil. Kemudian karton didekatkan perlahan-lahan pada mata dan dari hasil pengamatan, pada jarak 6 cm lubang terlihat 1. Jarak kedua pupil juga 6 cm. Dari hasil pengamatan, saat mata kanan ditutup lubang terlihat 1 tetapi pada saat mata kiri ditutup, lubang yang terlihat tetap 2. 8. Dominasi Mata Pada praktikum saat meluruskan pensil dengan benda yang jauh apabila mata kanan ditutup maka pensil dan mata terlihat segaris sedangkan ketika mata kiri ditutup pensil terlihat menyimpang ke arah kiri. Hal ini dikarenakan pembentukan bayangan pada retina yang bersangkutan dengan pemfokusan cahaya. Bila cahaya merambat dari medium transparan misalnya udara ke medium transparan kedua yang kerapatannya berbeda, misalnya air maka cahaya akan dibelokkan. Dalm keadaan demikian dikatakan cahaya mengalami refraksi. Mata memiliki 4 media lurus dari udara yang masuk mata akan direfraksi pada titik berikut:
1. Pada permukaan anterior kornea, begitu cahaya berpindah dari udara yang

lebih renggang ke kornea yang lebih rapat 2. Pada permukaan posterior kornea, begitu cahaya berpindah dari kornea ke aqueus humor yang kurang rapat 3. Pada permukaan anterior lensa, begitu cahaya berpindah dari kornea ke aqueus humor ke lensa yang lebih rapat
4. Pada permukaan poterior lensa, begitu cahaya berpindah dari lensa ke

vitreus humor ke lensa yang kurang rapat (Soewolo, 2005) Bayangan benda akan nampak jelas jika telah mengalami 4 kali proses refraksi dan bayangan benda akan jatuh tepat di fovea sentralis. Supaya bayangan benda jatuh tepat pada fovea sentralis maka dari keempat proses refraksi yang masih dimungkinkan untuk diatur adalah refraksi ketiga dan keempat yaitu

dengan menebalkan atau memipihkan lensa mata melalui kontraksi-relaksasi otot penggantung mata. Aktifitas menebal dan memipihkan lensa mata ini disebut akomodasi lensa (Soewolo, 2005). Sehingga saat mata kanan ditutup maka pensil dan mata terlihat segaris sedangkan ketika mata kiri ditutup pensil terlihat menyimpang ke arah kiri, hal itu mungkin disebabkan karena subyek kurang fokus saat mengamati bendanya serta antara pensil dan obyek benda jauh tidak dalam kondisi lurus. 9. Proyeksi Monokuler Hasil pengamatan proyeksi monokuler adalah bila kepala jarum digerakkan dari bawah dengan perlahan-lahan lubang yang tertutup terlebih dahulu adalah bagian atas lubang dan sebaliknya ketika kepala jarum digerakkan dari atas dengan perlahan-lahan lubang yang tertutup terlebih dahulu adalah bagian bawah lubang. 12. Reseptor Gustatory (Pengecap) Pada manusia dan mamalia lain, lidahnya mengandung kuncup-kuncup pengecap yang merupakan reseptor unuk rasa. Kuncup pengecap tersebut berbentuk seperti bawang kecil, terletak pada permukaan epithelium dan pada papilla pada permukaan atas lidah. Kuncup pengecap juga dijumpai meskipun sedikit sekali pada langit-langit rongga mulut, faring, dan laring. Kuncup pengecap merespon 4 rasa dasar yaitu manis, asam, pahit, asam. Pangkal lidah sensitif terhadap rasa pahit, bagian kanan kiri lidah sensitif terhadap rasa asam, bagian samping depan lidah sensitif terhadap rasa asin, dan ujung lidah sensitive terhadap rasa manis (Soewolo, 2005). Pada pengamatan reseptor gustatori ini, subyek diberi butiran gula, garam. Larutan gula, larutan garam, dan larutan kina. Untuk gula pasir, subyek sudah merasakan rasa manis pada 07, 12 detik setelah butiran gula diletakkan di atas lidah subyek. Untuk butiran garam subyek merasakan asin dalam waktu 09, 80 detik setelah butiran garam diletakkan di atas lidah subyek. Untuk larutan gula memerlukan waktu 02, 54 detik setelah larutan diteteskan di atas lidah subyek. Untuk larutan kina memerlukan waktu 01, 74 detik dan larutan garam 02, 69 setelah larutan diteteskan di atas lidah subyek.

Bila rangsangan yang diberikan berupa cairan ternyata lidah lebih cepat mengenali rasa tersebut bila dibandingkan rangsangan yang berupa butiran. Dari percobaan, waktu yang diperlukan subyek untuk merasakan rangsangan yang diberikan dalam bentuk larutan (larutan gula, garam, kina) lebih sedikit bila dibandingkan rangsangan berupa butiran gula atau garam. Hal ini disebabkan kuncup pengecap pada lidah tergolong kemoreseptor yang menerima rangsangan zat-zat kimia dalam makanan yang kita makan. Zat kimia tersebut mencapai kuncup pengecap melalui pori pengecap. Kuncup pengecap terdiri dari sel reseptor dan sel penyokong. Pada ujung sel reseptor yang menghadap ke lubang pengecap dilengkapi dengan mikrofili yang disebut rambut pengecap. Sel reseptor tersebut akan berhubungan dengan ujung dendrit saraf pengecap yang akan meneruskan impulsnya ke korteks otak. (Soewolo, 2005). Jadi rangsangan yang berupa cairan lebih cepat masuk ke dalam pori pengecap dibandingkan rangsangan yang berupa butiran. 13. Pengecap dan Pembau Reseptor pemau terletak pada langit-langit rongga hidung pada bagian yang disebut epithelium olfaktori. Ephitelium olfaktori terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong. Sel reseptor olfaktori merupakan sel saraf yang badan selnya terletak di dalam membran olfaktori. Dendrit sel saraf ini menjulur ke permukaan membran dengan ujung dendrit bersilia yang disebut rambut olfaktori (Soewolo, 2005). Stimulus reseptor olfaktori berupa gas atau uap suatu zat. Bila uap suatu zat mengenai reseptor olfaktori, maka pada reseptor tersebut akan timbul impuls yang diteruskan ke pusat pembau di otak melalui saraf pembau (saraf olfaktori). Pembau dan pengecap saling bekerja sama, sebab rangsangan bau dari makanan dalam rongga mulut dapat mencapai rongga hidung dan diterima oleh reseptor olfaktori (Soewolo, 2005).

(Hadiyanti, 2010) Pada saat hidung dan mata ditutup, bahan ditaruh maka tidak ada bahan yang dapat dikenali oleh subyek karena tidak ada uap suatu zat yang mengenai reseptor olfaktori. Saat mata ditutup dan hidung dibuka, bahan hanya ditaruh pada lidah subyek dapat menjawab benar saat indera pengecap menerima respon wortel, apel, maupun bawang merah tetapi tidak dapat menebak kentang dengan benar, hal itu dikarenakan subyek kurang peka terhadap rasa maupun bau dari kentang. Saat mata ditutup dan hidung dibuka, bahan dikunyah subyek dapat menjawab benar saat indera pengecap menerima respon wortel, apel, maupun bawang merah tetapi tidak dapat menebak kentang dengan benar. Hal itu dikarenakan saat mengunyah ada uap suatu zat yang mengenai reseptor olfaktori, sehingga subyek dapat mengenali bahan yang dikunyah walaupun dalam kondisi mata tertutup. Tetapi saat mengenali kentang subyek kurang teliti sehingga tidak terlalu peka dalam menentukan jenis bahan yang dikunyahnya. Sedangkan ketika mata ditutup dan hidung dibuka, bahan dikunyah subyek dapat mengenali semua bahan karena rangsangan bau dari makanan dalam rongga mulut dapat mencapai rongga hidung dan diterima oleh reseptor olfaktori. 17. Penghantaran Suara Bunyi yang di dengar mempunyai frekuensi getaran yang berbeda-beda mulai dari frekuensi rendah sampai frekuensi tinggi. Membran basilaris mempunyai lebar dan fleksibilitas yang berbeda-beda pula. Membran basilaris di dekat jendela lonjong sempit dan lebih kaku berfungsi menerima dan merespon getaran yang berfrekuensi tinggi. Membran basilaris di tengah lebih lebar dan lebih fleksibel berfungsi menerima dan merespon getaran berfrekuensi sedang. Daerah membran basilaris paling ujung adalah lebar dan paling fleksibel berfungsi

untuk menerima dan merespon getaran suara berfrekuensi rendah (Soewolo, 2005). Pada saat garpu tala yang telah digetarkan kemudian tangkainya diletakkan di atas kepala maka suara terdengar dari arah kanan dan kiri, hal ini disebabkan karena getaran dari garpu tala merambat sampai ke membran basilaris di dekat jendela lonjong sempit dan lebih kaku karena frekuensi bunyi yang direspon tinggi. Ketika salah satu telinga (kanan atau kiri) ditutup maka suara terdengar dari telinga yang tidak ditutup, hal ini dikarenakan bunyi hanya dapat mencapai membran basilaris di tengah yang lebih lebar dan lebih fleksibel sehingga gelombang bunyi terdengar lebih keras daripada telinga yang ditutup. Saat kedua telinga ditutup maka bunyi tidak terdengar karena gelombang bunyi tidak dapat merambat akibat kedua telinga ditutup oleh tangan, sehingga bunyi tidak dapat mencapai membran basilaris berfrekuensi tinggi. Bila garpu tala didekatkan pada salah satu telinga maka masih terdengar suara, hal itu dikarenakan masih terdapat getaran-getaran suara yang halus sehingga masih dapat diterima oleh membran basilaris paling ujung pada telinga sebagai membran yang dapat menerima gelombang suara berfrekuensi rendah.

(Hadiyanti, 2010) 16. Keseimbangan Kita memiliki 2 macam alat keseimbangan, yaitu alat keseimbangan dinamis (Krista ampularis) dan alat keseimbangan statis (macula akustika). Posisi krista ampularis saling tegak lurus satu sama lain, dan masing-masing berpasangpasangan pada telinga kanan dan kiri. Setiap gerakan kepala akan dideteksi oleh paling tidak 2 krista ampularis, dimana sel-sel reseptor salah satu Krista akan

mengalami depolarisasi dan sel alinnya mengalami hiperpolarisasi. Akibat dari mekanisme ini, maka setiap gerakan rotasi kepala dan tubuh akan disadari, sehingga keseimbangan kita waktu bergerak akan terjaga. Macula akustika merupakan alat keseimbangan statis yang memberitahukan posisi kepala pada saat kita diam atau melakukan gerak lurus beraturan (Soewolo, 2005). Percobaan keseimbangan dengan berdiri tegak dan mengangkat salah satu kaki dengan mata terbuka, subyek dapat bertahan selama 2 menit. Setelah cukup istirahat, percobaan di ulangi tetapi dengan menutup mata. Ternyata subyek hanya dapat bertahan selama 1 menit 8 detik dan setelah itu jatuh. Hal demikian menunjukkan bahwa antara penglihatan dan keseimbangan terdapat suatu hubungan. Jika kita melihat dengan kedua mata maka keseimbangan dapat terjaga, alat keseimbangan dalam telinga dapat bekerja. Sedangkan jika mata kita tertutup maka keseimbangan sulit terjaga sehingga menyebabkan subyek jatuh saat berdiri dengan satu kaki.

G. Kesimpulan Berdasarkan sederhana atau kompleksnya reseptor dan jalur saraf, reseptor sensori dikelompokkan menjadi: 1. Indera umum yang meliputi reseptor dan jalur saraf sederhana, misalnya: sensasi taktil (sentuhan, tekanan, vibrasi), sensasi termoreseptif (panas dan dingin), sensasi sakit, sensasi proprioreseptif (kesadaran atau aktivitasbotot, tendon, sendi, keseimbangan) 2. Indera khusus yang meliputi sensasi olfaktori (pembau), sensasi gultatori (pengecap), sensasi visual (penglihatan), sensasi auditori (pendengaran), sensasi equilibrium (orientasi tubuh). Daftar Pustaka Basoeki, Soedjono, dkk. 2000. Petunjuk Praktikum Anatomi dan Fisiologi Manusia. Malang: JICA. Hadiyanti, Yeti. Alat Indera Pada Manusia. (Online), (http://biologiitey.blogspot.com/2010/01/alat-indera-pada-manusia.html, diakses tanggal 30 September 2010).

Soewolo. 2005. Fisiologi Manusia. Malang: JICA.