Anda di halaman 1dari 98

GEMPA, PANAS BUMI INDONESIA

Dosen : Ir.Syariffuddin Mahmudsyah,M.Eng.

TEORI APUNGAN BENUA VS. TEORI TEKTONIK LEMPENG

Namun dapat juga energi itu mewujud dalam formasi geologi, menjadi deretan gunung-gunung yang makin meninggi atau aktif. Yang jelas, mekanisme ini sepertinya sengaja didesain untuk menjaga stabilitas bumi. Di Alquran tertulis: Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu.. (QS 16 - an-Nahl: 15).
Banyak teori dilontarkan tentang penyebab pergerakan benua. Ada yang mencoba mengaitkan dengan aktivitas kosmik (revolusi bulan mengelilingi bumi yang menyebabkan pasang surut baik di permukaan laut yang kelihatan maupun di daratan yang tidak kelihatan). Teori lain menganggap itu adalah sisa energi dari proses pembentukan bumi berjuta tahun yang lalu, yang semula adalah gas dan kemudian mendingin, namun di dalamnya masih bergolak dengan api. Teori inilah yang saat paling dominan. Yang jelas, fenomena gempa (termasuk tsunami) dan gunung api ini adalah bagian dari mekanisme yang diberikan Allah untuk mendaur ulang materialmaterial di dalam bumi. Dengan mekanisme ini, ada mineral seperti emas atau besi yang dinaikkan ke dekat permukaan bumi sehingga lebih mudah ditambang, atau sampah organik akan dihimpit dengan suatu tekanan sehingga nantinya menjadi tambang hidrokarbon (migas, batubara), atau juga setidaknya abu vulkanik ini akan memberi mineral tambahan bagi para petani di sekitar gunung api tersebut.

GEMPA BUMI
Fenomena gempa beruntun ini tidak terjadi secara kebetulan karena semua berada di batas-batas lempeng benua. Para ahli meyakini bahwa gempa terjadi ketika lempeng-lempeng bumi saling bergerak. . Karena penelitian geodinamika ini dilakukan di seluruh dunia, maka didapatkanlah peta pergerakan lempeng benua. Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 20-30 km. Rekaman seismik dapat menunjukkan bahwa pada batas lempeng, satu lempeng dapat menghujam ke bawah lempeng yang lain cukup dalam. Inilah penjelasan mengapa gempa Indramayu ada pada kedalaman 290 Km. Meski geraknya hanya 5-10 cm pertahun, namun besarnya massa berakibat energi kinetik yang luar biasa, minimal setara dengan pembangkit listrik 100 Giga Watt yang dinyalakan terus menerus selama setahun. Jika energi ini tertahan bertahun-tahun, yaitu ketika geodinamika mencatat pergerakan yang melambat, kita justru pantas cemas. Sebab ketika elastisitas material di dalam bumi tidak sanggup lagi menampung energi yang tertahan ini, dia bisa ejakulasi dalam bentuk gempa tektonik. Dalam beberapa detik dapat saja seluruh energi maha dahsyat tadi dilepaskan. Namun dapat juga seperti sekarang, energi ini dilepaskan tidak sekaligus melainkan beruntun.

Teori Apungan Benua dan Tektonik Lempeng


Alfred Wagener Continental Drift (1912) Pada 1930an dengan didukung oleh data petrologi, paleontologi, stratigrafi dan tektonisme berkembang menjadi tektonik lempeng

INDONESIA dan GEMPA


Indonesia beruntung berada di perbatasan tiga lempeng utama, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia (termasuk Samudra Hindia) dan lempeng Eurasia. Dari data gempa dan vulkanik ratusan tahun, dunia juga mencatat adanya dua cincin api yang terbentang mengelilingi Samudra Pasifik dan dari Nusa Tenggara sampai kawasan Mediterania di Eropa. Sembilan puluh persen gempa dan 81% gempa terbesar dicatat di cincin api ini. Hebatnya lagi: dua cincin api ini bertemu di Indonesia. Kita memang berada di kawasan terpilih!

TEKTONIK LEMPENG:
Plate tectonics is the theory that the outer rigid layer of the earth (the lithosphere) is divided into about a dozen " plates" that move across the earth's surface relative to each other, like slabs of ice on a lake

TEKTONIK LEMPENG:
Gempabumi Gugusan gunungapi (Ring of Fire) Hotspot Pegunungan Himalaya (?) Batuan bancuh

Pergerakan India

evolution of the earth

Tektonik Lempeng

Introduction Plate Tectonics

Source: Earthquakes by Bruce A. Bolt

Introduction Plate Tectonics


95% of earthquakes occur along the edges of the interacting plates

Source: Earthquakes by Bruce A. Bolt

Worlds Largest Magnitude Earthquakes

Earthquake 1. Chile 2. Prince William Sound, Alaska 3. Andreanof Islands, Alaska 4. Kamchatka Peninsula 5. Sumatra

Magnitude 9.5 9.2 9.1 9.0 9.0

Year 1960 1964 1957 1952 2004

Approx. casualties >2000 125 Not reported Not reported >283,100 (>173,000 in Indonesia)
Source: United States Geological Survey (USGS)

Earthquake Energy

Sumatra-Andaman (2004)

Source: Earthquakes by Bruce A. Bolt

Sumatra Earthquake
Magnitude: 9.0

Date-time: Sunday, December 26, 2004 at 7:58:53 AM (local time)


Depth: 30 km (18.6 miles) Distances: * 250 km (155 miles) SSE of Aceh, Sumatra, Indonesia * 310 km (195 miles) W of Medan, Sumatra, Indonesia

* 1260 km (780 miles) SSW of Bangkok, Thailand


* 1605 km (990 miles) NW of Jakarta, Java, Indonesia
Source: United States Geological Survey (USGS)

Tectonic Summary
It occurred on the interface of the India and Burma plates: an interplate earthquake. India plate subducts beneath the overriding Burma plate at the Sunda Trench. In the region of the earthquake, the India plate moves toward the northeast at a rate of about 6 cm/year relative to the Burma plate. Thrust faulting caused the earthquake (slip directed perpendicular to the trench). 6 cm/yr

Fault rupture propagated to the northwest from the epicenter with a width 100 km and an average displacement on the fault plane 20 meters.

Source: United States Geological Survey (USGS)

Tsunami Damage
Location: Lhoknga, Indonesia

Lhoknga

Before Tsunami
January 10, 2003
epicenter

After Tsunami December 29, 2004


Source: National University of Singapore

Tsunami Damage

Location: Lhoknga, Indonesia

Lhoknga

Photo: Jose Borrero

Exposed bridge piers of road that washed away. epicenter

High Water Mark Overturned ship

Broken Trees
Photo: Jose Borrero

Damage zone showing an overturned tanker, trees snapped in half, and the high water mark on islands where vegetation was stripped away.

Tsunami Damage
Location: Gleebruk, Indonesia

Gleebruk

Before Tsunami April 12, 2004


epicenter

After Tsunami January 2, 2005

Source: Digital Globe

Tsunami Damage
Gleebruk

epicenter

Before Tsunami April 12, 2004

After Tsunami January 2, 2005

Source: Digital Globe

Bagian-bagian pada tektonik lempeng


Dua / lebih lempeng yang berbeda dan saling bertumbukan Batuan bancuh (melange) Volcanic arch (busur magmatik) Zona pemekaran Transform fault Palung (trench) Tinggian (through) Cekungan muka busur (fore arch basin) Cekungan belakang busur (back arch basin)

Perbedaan Gunungapi Hotspot dan Busur Magmatik


Gunungapi Hotspot:
Magma primer Shoshonitik High K very high K Mineral-mineral hidroksida: biotit dan feldspatoid (leusit) Batuannya: trakit, sienit, nefelin sienit Contoh: Gunung Muria, Lasem dan Pakuwaja

Gunungapi busur magmatik:


Magma sekunder Tholeitik Low K Mineral-mineral orogenik: piroksen dan horenblenda Batuannya: andesit, diorit, riolit, basalt Contoh: Gunung Merapi, Marapi, Talang, Krakatau, dll

129 Volcanoes (13 % of worlds volcanoes are located in Indonesia) 80 are active (Type A) Potential to erupt

68 volcanoes are monitored by 74 Volcano Observation Posts (PPGA)

33

DEFINISI
ENERGI PANAS BUMI (GEOTHERMAL ENERGY)
PENGERTIAN SEDERHANA:
ADALAH PANAS NATURAL (ALAMIAH) YANG TERSIMPAN DI DALAM BUMI

PENGERTIAN YANG LEBIH LUAS:


ADALAH PANAS NATURAL (PANAS ALAMIAH) DI DALAM BUMI YANG TERPERANGKAP DEKAT KE PERMUKAAN, KARENA ITU SECARA EKONOMIS DAPAT DIAMBIL (DIEKSTRAK ATAU DIPRODUKSIKAN )
1. Ada Sumber Panas (Heat Source)

RESERVOIR PANAS BUMI


ADALAH BATUAN SARANG (POROUS) DI DALAM BUMI TEMPAT MENYIMPAN ENERGI PANAS, DALAM ARTI LUAS, TERSIMPAN DALAM AIR DAN UAP YANG MENGISI POROSITAS DAN REKAHAN- REKAHAN BATUAN
2. Ada Reservoir & Clay Cap

AIR DAN UAP


MERUPAKAN MEDIA BEGERAK, MENGHANTAR PANAS SECARA KONVEKSI DARI SUMBER PANAS YANG DALAM KE BAGIAN LEBIH DANGKAL (PERMUKAAN) ATAU PADA LEVEL YANG MAMPU DIBOR
3. Ada Hydrologic System Gabungan 1, 2 dan 3 = Sistem Panas Bumi

MINISTRY OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES DIRECTORATE GENERAL OF MINERAL, COAL AND GEOTHERMAL DIRECTORATE OF GEOTHERMAL ENTERPRISE SUPERVISION AND GROUNDWATER MANAGEMENT

SISTEM & MODEL PANAS BUMI

SEBARAN MAGMATISME DAN VULKANIK DUNIA

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225 o C), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150-225 o C). Pengalaman dari lapangan-lapangan panas bumi yang telah dikembangkan di dunia maupun di Indonesia menunjukkan bahwa sistem panas bumi bertemperatur tinggi dan sedang, sangat potensial bila diusahakan untuk pembangkit listrik.

Tabel KELASIFIKASI SISTEM PANAS BUMI


Muffer & Cataldi Benderiter & (!978) Cormy (1990) Haenel, Rybach & Stegna (1988) Hochestein (1990)

Sistim Panasbumi Entalphi rendah


Sistim Panasbumi Entalphi sedang Sistim Panasbumi Entalphi tinggi

<90 o C

<100 o C

<150 o C

<125 o C

90150 o C

100200 o C >200 o C

25225 o C >225 oC

>150 o C

>150 o C

Direktorat Vulkanologi dan Pertamina, dengan bantuan Pemerintah Perancis dan New Zealand melakukan survey pendahuluan di seluruh wilayah Indonesia. Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panasbumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Survey yang dilakukan selanjutnya telah berhasil menemukan beberapa daerah prospek baru sehingga jumlahnya meningkat menjadi 256 prospek, yaitu 84 prospek di Sumatera, 76 prospek di Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di Nusatenggara, 3 prospek di Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan. Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225 o C), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperatur sedang (150-225 o C).

Potensi sumber daya panas bumi Indonesia sangat besar, yaitu sekitar 27.500 MWe , sekitar 30-40% potensi panas bumi dunia. Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panasbumi. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin, dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Angka itu, menurut data terbaru yang dilansir ESDM, setara dengan 27,5 Gigawatt (27.500 MW) atau 11 miliar barel minyak. Lapangan panas bumi umumnya dikembangkan secara bertahap. Untuk tahap awal dimana ketidakpastian tentang karakterisasi reservoir masih cukup tinggi, dibeberapa lapangan dipilih unit pembangkit berkapasitas kecil. Unit pembangkit digunakan untuk mempelajari karakteristik reservoir dan sumur, serta kemungkinan terjadi masalah teknis lainnya. Pada prinsipnya, pengembangan lapangan panas bumi dilakukan dengan sangat hati-hati selalu mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi dan lingkungan. Untuk memasok uap ke pembangkit listrik panas bumi perlu dilakukan pemboran sejumlah sumur. Untuk menekan biaya dan efisiensi pemakaian lahan, dari satu lokasi (well pad) umumnya tidak hanya dibor satu sumur, tapi beberapa sumur, yaitu dengan melakukan pemboran miring (directional drilling). Keuntungan menempatkan sumur dalam satu lokasi adalah akan menghemat pemakaian lahan,

Tahapan kegiatan usaha panas bumi meliputi : a) Survei Pendahuluan; b) Eksplorasi; c) Studi Kelayakan; d) Eksploitasi; dan e) Pemanfaatan serta f ) Masa Pasca Operasi

Biaya pengembangan lapangan uap (steam field) terdiri atas: 1. Biaya Survey Eksplorasi 2. Biaya Pemboran Sumur (sumur eskplorasi, pengembangan, injeksi, make up) 3. Biaya lahan, jalan, persiapan lahan dan lain-lain. 4. Biaya Fasilitas Produksi 5. Biaya Sarana Pendukung 6. Biaya Operasi dan Perawatan

Garis Besar Penilaian Kelayakan Pengembangan Lapangan Panas Bumi Secara garis besar kegiatan yang dilakukan untuk menilai kelayakan pengembangan lapangan panasbumi adalah meliputi 10 Langkah sebagai berikut:
1) Pengkajian sistim panasbumi (geothermal resource assesment). Pengkajian sistem panasbumi merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan dalam menilai kelayakan pengembangan suatu lapangan. Jenis-jenis data yang dikaji tergantung dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di daerah panasbumi tersebut. Tujuan utama dari pengkajian data adalah untuk memperkirakan, jenis reservoir beserta kedalaman, ketebalan dan luasnya, serta perkiraan tentang tekanan dan temperatur, jenis dan sifat batuan, jenis fluida reservoir Berdasarkan data-data yang telah diperoleh kemudian dibuat model konseptual dari sistim panasbumi yang sedang dikaji. Gambaran mengenai sistim panasbumi di suatu daerah biasanya dibuat dengan memperlihatkan sedikitnya lima komponen, yaitu sumber panas, reservoir dan temperaturnya, sumber air, serta manifestasi panasbumi permukaan yang terdapat di daerah tersebut. Komponenkomponen lain yang sering diperlihatkan dalam model adalah penyebaran batuan, jenis dan arah aliran air di bawah permukaan. Model sistim panasbumi atau biasa disebut conceptual model dibuat berdasarkan hasil evaluasi data geologi, hidrologi, geofisika, geokimia dan data sumur. 2) Menghitung besarnya sumberdaya, cadangan dan potensi listrik.

10 Langkah Penilaian Kelayakan Pengembangan Lapangan PANAS BUMI


3) Mengkaji apakah suatu sumberdaya panasbumi dimaksud tepat untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Apabila energi tsb dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik maka langkah selanjutnya adalah menentukan rencana pengembangan PLTP. Rencana pengembangan meliputi menentukan kapasitas PLTP yang akan dibangun, jumlah turbin serta kapasitas masingmasing turbin serta menentukan alternatif pengembangan lapangan. 4) Menentukan rencana pengembangan lapangan (steam field development) meliputi penentuan jumlah sumur produksi, injeksi dan sumur cadangan (make up well). Probabilitas keberhasilan pemboran pengembangan dapat diperkirakan berdasarkan data jumlah sumur yang berhasil dan jumlah sumur yang gagal di prospek yang telah dilakukan pemboran eksplorasi sumur dalam (probabilitas keberhasilan pemboran eksplorasi). 5) Melakukan simulasi reservoir untuk memperkirakan kinerja reservoir. Simulasi atau pemodelan reservoir merupakan kegiatan yang penting dilakukan dalam penilaian kelayakan pengembangan suatu lapangan karena hasil pemodelan biasanya digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam menetapkan strategi pengembangan lapangan. Dari model reservoir yang dibuat dapat diperoleh gambaran mengenai kondisi di bawah permukaan yang meliputi distribusi sebaran permeabilitas, tekanan, temperatur, konduktivitas. Hasil simulasi juga dapat memberikan perkiraan tentang energi panas yang terkandung di dalamnya sebelum reservoir diproduksikan. Pemodelan tahap lanjutan dilakukan untuk meniru kinerja reservoir untuk berbagai

10 Langkah Penilaian Kelayakan Pengembangan Lapangan PANAS BUMI 6) Menentukan biaya pengusahaan panasbumi, meliputi biaya sumur eksplorasi, biaya sumur pengembangan, biaya fasilitas produksi, biaya PLTP, biaya operasi dan perawatan. 7) Menentukan jadwal pelaksanan pekerjaan. 8) Menentukan penyebaran investasi. 9) Menentukan parameter-parameter ekonomi (cash flow, ROR, NPV, EMV dll.) 10) Untuk masing-masing kasus (alternatif) dibuat analisa yang sama dan kemudian diperbandingkan satu sama lain.

Resiko Eksplorasi, Eksploitasi dan Pengembangan Lapangan Panas Bumi


Proyek panas bumi memiliki resiko yang tinggi dan memerlukan dana yang besar, oleh karena itu sebelum suatu lapangan panasbumi dikembangkan perlu dilakukan pengkajian yang hati-hati untuk menilai apakah sumberdaya panas bumi yang terdapat di daerah tersebut menarik untuk diproduksikan. Penilaian kelayakan meliputi beberapa aspek, yang utama adalah: aspek teknis, pasar dan pemasaran, finansial, legal serta sosial ekonomi

Dari segi aspek teknis, hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah:

1) Sumberdaya mempunyai kandungan panas atau cadangan yang besar sehingga mampu memproduksikan uap untuk jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 25-30 tahun. 2) Reservoirnya tidak terlalu dalam, biasanya tidak lebih dari 3 km. 3) Sumberdaya panasbumi terdapat di daerah yang relatif tidak sulit dicapai. 4) Sumberdaya panasbumi memproduksikan fluida yang mempunyai pH hampir netral agar laju korosinya relatif rendah, sehingga fasilitas produksi tidak cepat terkorosi. Selain itu hendaknya kecenderungan fluida membentuk scale relatif rendah. 5) Sumberdaya panasbumi terletak di daerah dengan kemungkinan terjadinya erupsi hidrothermal relatif rendah. Diproduksikannya fluida panasbumi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi hidrotermal. 6) Hasil kajian dampak lingkungan.

Resiko Eksplorasi, Eksploitasi dan Pengembangan Lapangan Panas Bumi


Proyek panas bumi memiliki resiko yang tinggi dan memerlukan dana yang besar, oleh karena itu sebelum suatu lapangan panasbumi dikembangkan perlu dilakukan pengkajian yang hati-hati untuk menilai apakah sumberdaya panas bumi yang terdapat di daerah tersebut menarik untuk diproduksikan. Penilaian kelayakan meliputi beberapa aspek, yang utama adalah: aspek teknis, pasar dan pemasaran, finansial, legal serta sosial ekonomi

Dari segi aspek teknis, hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah:

1) Sumberdaya mempunyai kandungan panas atau cadangan yang besar sehingga mampu memproduksikan uap untuk jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 25-30 tahun. 2) Reservoirnya tidak terlalu dalam, biasanya tidak lebih dari 3 km. 3) Sumberdaya panasbumi terdapat di daerah yang relatif tidak sulit dicapai. 4) Sumberdaya panasbumi memproduksikan fluida yang mempunyai pH hampir netral agar laju korosinya relatif rendah, sehingga fasilitas produksi tidak cepat terkorosi. Selain itu hendaknya kecenderungan fluida membentuk scale relatif rendah. 5) Sumberdaya panasbumi terletak di daerah dengan kemungkinan terjadinya erupsi hidrothermal relatif rendah. Diproduksikannya fluida panasbumi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi hidrotermal. 6) Hasil kajian dampak lingkungan.

Menurut Sanyal dan Koenig (1995), ada beberapa RESIKO DALAM PENGUSAHAAN PANAS BUMI, yaitu: 1) Resiko yang berkaitan dengan sumberdaya (resource risk), yaitu resiko yang berkaitan dengan: a) Kemungkinan tidak ditemukannya sumber energi panas bumi di daerah yang sedang dieksplorasi (resiko eksplorasi). b) Kemungkinan besarnya cadangan dan potensi listrik di daerah tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan atau tidak bernilai komersial (resiko eksplorasi). c) Kemungkinan jumlah sumur eksplorasi yang berhasil lebih sedikit dari yang diharapkan (resiko eksplorasi). d) Kemungkinan potensi sumur (well output), baik sumur eksplorasi lebih kecil dari yang diperkirakan semula (resiko eksplorasi). e) Kemungkinan jumlah sumur pengembangan yang berhasil lebih sedikit dari yang diharapkan (resiko pengembangan). f) Kemungkinan potensi sumur (well output) sumur pengembangan lebih kecil dari yang diperkirakan semula (resiko pengembangan). g) Kemungkinan biaya eksplorasi, pengembangan lapangan dan pembangunan PLTP lebih mahal dari yang diperkirakan semula. h) Kemungkinan terjadinya problem-problem teknis, seperti korosi dan scaling (resiko teknologi) dan problem-problem

Menurut Sanyal dan Koenig (1995), ada beberapa RESIKO DALAM PENGUSAHAAN PANAS BUMI, yaitu:

2. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan penurunan laju produksi atau penurunan temperatur lebih cepat dari yang diperkirakan semula (resource degradation). 3. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan pasar dan harga (market access dan price risk). 4. Resiko pembangunan (construction risk). 5. Resiko yang berkaitan dengan perubahan manajemen (Management risk). 6.Resiko yang menyangkut perubahan aspek legal dan kemungkinan perubahan kebijaksanaan pemerintah (legal & regulatory risk). 7. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan bunga bank dan laju inflasi (Interest & inflation risk). 8. Force Majeure.

Upaya yang umum dilakukan untuk mengurangi resiko yang berkaitan dengan sumberdaya adalah: 1) Melakukan kegiatan eksplorasi rinci sebelum rencana pengembangan lapangan dibuat. 2) Menentukan kriteria keuntungan yang jelas. 3) Memilih proyek dengan lebih hati-hati, dengan cara melihat pengalaman pengembang sebelumnya, baik secara teknis maupun secara manajerial. 4) Mengkaji rencana pengembangan secara hati-hati sebelum menandatangani perjanjian pendanaan. 5) Memeriksa rencana pengembangan dan menguji rencana operasi berdasarkan skenario yang terjelek. 6) Mentaati peraturan yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan. 7) Merancang dan menerapkan program sesuai dengan tujuan dan berdasarkan jadwal waktu pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan. 8) Melaksanakan simulasi (pemodelan) untuk meramalkan kinerja reservoir dan sumur untuk berbagai skenario pengembangan lapangan. 9) Mengadakan pertemuan secara teratur untuk mengevaluasi pelaksanaan program untuk mengetahui apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau tidak.

KEMANDIRIAN DI BIDANG PANAS BUMI


Untuk energi panas bumi, dalam Road Map Pengelolaan Energi Nasional, Pemerintah menetapkan rencana peningkatan pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia secara bertahap, dari 807 MWe pada tahun 2005 hingga 9500 MWe pada tahun 2025, yaitu 5% dari bauran energi tahun 2025 atau setara 167,5 juta barrel minyak. Pada saat ini kapasitas pembangkit listrik panas bumi Indonesia baru mencapai 1.169 MW. Direncanakan pada tahun 2014 kapasitasnya akan meningkat menjadi 4.733 MW, yaitu 2.137 MWe untuk area Jawa-Bali dan 2.596 MW untuk area luar Jawa-Bali.

Dilihat dari sisi potensi, Indonesia diperkirakan mempunyai sumberdaya panas bumi dengan potensi listrik sebesar 27.510 MWe, sekitar 30-40% potensi panas bumi dunia, dengan potensi cadangan 14.172 MWe, terdiri dari cadangan terbukti 2.287 MWe, cadangan mungkin 1.050 MWe dan cadangan terduga 10.835 MWe.

HARGA LISTRIK PEMBANGKIT LISTRIK PANAS BUMI


JAKARTA - PT PLN (Persero) mengungkapkan, tarif listrik pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) akan berkisar antara 6,5 hingga 8,5 sen dolar AS per kWh. Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Bambang Praptono di Jakarta, Selasa,16 Juni 2009 mengatakan, tarif listrik tersebut lebih baik dari sebelumnya yang hanya 4,5 sen dolar AS per kWh. Menurut dia, tarif listrik PLTP tersebut tergantung kapasitasnya. Pembangkit berkapasitas kecil bisa mencapai 8,5 sen dolar AS per kWh, menengah 7,5 sen dolar AS per kWh, dan besar 6,5 sen dolar AS per kWh. API Minta Tarif Jual Listrik Panas Bumi Rp, 972,-/kWh (10 11 Cent US$/kWh) Jika dijabarkan dalam peta, sumber panas bumi di Indonesia tersebar di 256 lokasi. 80%-nya terkait dengan aktivitas vulkanis, atau berada di sekitar kawasan gunung berapi, kata Alimin Ginting, Ketua Asosiasi Panasbumi Indonesia (API). Sayang, hingga saat ini, baru tujuh wilayah (2,7 %) yang sudah dimanfaatkan (dieksploitasi). Sebanyak 63,7% potensi panas bumi yang lain masih berada dalam tahap survei awal. Lantas, ada 30% yang sudah mengalami survei geologi. Sisanya, sebanyak 3,1% potensi panas bumi sudah dalam tahap eksplorasi

PERDAPROV JATIM NO. 14 TH 2008, PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR TENTANG PENGELOLAAN PANAS BUMI DI PROVINSI JAWA TIMUR

( Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 22 Desember 2008)

11 titik sebaran Panas Bumi (WKP=Wilayah Kerja Pengembangan) di Jawa Timur dengan Daya Total 911,5 MW (996,5 MW) :
1) WKP NGEBEL PONOROGO 120 MW. 2) WKP GUNUNG IJEN BANYUWANGI 185 MW (maksimum 270 MW).

3) WKP GUNUNG PANDAN MADIUN 50 MW.


4) WKP ARJUNO WELIRANG MOJOKERTO 92 MW 5) WKP TITOSARI SUMENEP MADURA 12,5 MW. 6) WKP GUNUNG ARGOPURO PROBOLINGGO 185 MW. 7) WKP TIRIS GUNUNG LAMONGAN PROBOLINGGO 92 MW. 8) WKP CANGAR MALANG 100 MW. 9) WKP SONGGORITI MALANG 25 MW. 10) WKP MELATI PACITAN 25 MW. 11) WKP SEJAJAR PACITAN 25 MW.

BEAYA MODAL (CAPITAL COST) dari PLT PANAS BUMI Berkisar harga US$ 1.500/kW s/d US$ 4.500/kW bangkit. Benefit dihitung 15-20% Sumber : PERTAMINA Departemen ESDM,Juni 2009
Hal lain yang menarik, energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan yang lain, diantaranya: (1) hemat ruang dan pengaruh dampak visual yang minimal, (2) mampu berproduksi secara terus menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage), serta (3) tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%.

MINISTRY OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES DIRECTORATE GENERAL OF MINERAL, COAL AND GEOTHERMAL DIRECTORATE OF GEOTHERMAL ENTERPRISE SUPERVISION AND GROUND WATER MANAGEMENT

PENGOPERASIAN LAPANGAN UAP DAN PEMBANGKITAN LISTRIK DARI ENERGI PANAS BUMI

SUMUR PRODUKSI

LOCATION SITE MAPPING MT. KELUD

Mt Kelud
MODIS Satellite Terra 19 Oct. 2002 02.45 UTC

Sidoarjo mud flow, November 11, 2008. NASA ASTER satellite image

The same location prior to the eruption, August 28, 2004. NASA ASTER satellite image

Mud Volcano di Jawa Timur


Secara geologi semburan lumpur yang terjadi di Madura ternyata berada satu garis patahan dengan lumpur panas yang saat ini menyembur di sekitar lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Porong Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rentetan mud vulcano yang muncul di Jawa Timur itu dari Kecamatan Geger Bangkalan Madura, Karang Anyar Sedati Sidoarjo, Gunung Anyar Rungkut Surabaya dan Porong Sidoarjo. Semua itu dalam satu lipatan. Kalau di Porong namanya Lipatan Sekar Putih, Dalam sejarah, mud volcano pernah terjadi, berdasarkan peta geologi buatan Belanda 1938 memperlihatkan bahwa di peta Sidoarjo terdapat dua moddervulkanen atau mudvolkano (gunung lumpur) di daerah Gedangan. Satu di Poeloengan dan satu lagi di Desa Betro, Buncitan, Kalang Anyar. Blok Brantas berada pada jalur Active Mud Volcano yang membentang dari Purwodadi - Cepu - Bojonegoro - Porong. Fenomena gunung lumpur juga didapati di Sangiran, Kuwu Purwodadi (masih aktif menyembur sampai sekarang), Tuban, Koneng, Bangkalan, Gunung Anyar di Rungkut Surabaya (masih aktif), Gedangan Sidoarjo, Banjarpanji fase erupsi besar, sebelah utara Probolinggo, sebelah utara Bali sampai sebelah utara Lombok (NTB). Tiga lokasi terakhir ini semuannya di bawah permukaan laut.

LUSI adalah gejala Erupsi gunung lumpur (mud volcano)


LUSI terjadi di suatu wilayah yang terkenal sebagai wilayah yang secara sedimentasi tidak stabil dan secara tektonik aktif. Wilayah tersebut secara geologi dikenal sebagai Jalur Kendeng. Di Jalur tersebut sedimentasi berlangsung dengan sangat cepat sehingga batuan tidak kompak, plastis, dan mudah terpengaruh oleh gaya-gaya tektonik. Jalur Kendeng secara tektonik tertekan dengan sangat kuat. Secara ruang dan waktu terdapat hubungan sangat dekat antara gempa Yogyakarta dan semburan LUSI, dan berikut adalah beberapa bukti : gempa Yogyakarta terjadi pada 27 Mei 2006, efek gempa terekam sampai ke perairan Ujung Pangkah, tercatat oleh survey seismic Amerada Hess pada 27 Mei 2006.

Beberapa Catatan mengenai LUSI


Lumpur panas, bisa terjadi karena ada material solid yang terangkat ke permukaan dan mendapat tambahan tekanan tinggi (P), temperatur tinggi (T), dan solven (zat pencair). Ketiga unsur ini harus terpenuhi untuk memunculkan lumpur panas. Pendapat yang menyebutkan bahwa penyebab lumpur adalah akibat aktivitas vulkanik, itu dikaitkan dengan keberadaan Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Jadi, unsur panas didapat dari aktivitas magma serta tekanan akibat adanya turbulensi magma. Solven yang berupa air diduga keluar dari gua-gua di bawah permukaan yang terdeteksi di kujung yang lapisannya berupa limestone (batu gamping) seperti biasa ditemukan di sungai bawah tanah. Secara tektonik, lempeng tektonik Blok Jawa Timur diyakini terkena imbas dari gempa Yogyakarta yang terjadi 27 Mei 2006 lalu, dua hari sebelum pertama kali lumpur panas menyembur. Di daerah Jawa Timur terdapat patahan yang menghubungkan Tulungagung, Pantai Popoh, dan Brantas (Surabaya). Di sini terjadi penyusupan lempeng samudra Indo-Australia ke Eurasia. Tetapi, lapisan di Blok Jawa Timur ini relatif elastis dibanding Blok Yogyakarta dan Jawa Tengah. Akibatnya, dia akan terus berproses panjang sebelum melepaskan energi yang sudah terakumulasi sekian lama, dalam bentuk gempa,

Pakar Geologi Jepang: Lumpur Sidoarjo Akibat Ledakan Gunung Lumpur Dibawahnya !
Pakar geologi dari Jepang, (JICA) Dr. Hiroyuki Yamamoto, menyatakan, musibah semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur merupakan gejala alam dari gunung lumpur (mud volcano). "Kejadian di Sidoarjo itu sama dengan peristiwa gempa bumi di Kobe, Jepang pada 1985 hingga menimbulkan lumpur," katanya dalam presentasi mengenai penyebab semburan lumpur tersebut, di Jakarta. Menurut dia, dari dampak gempa bumi yang terjadi di Kobe itu, menyebabkan berubahnya lapisan air dalam tanah hingga batuan yang ada menjadi lumpur. Setelah itu, kata dia, secara perlahan, tanah kemudian turun, karena isi perut bumi di area itu terus keluar ke atas permukaan. Ia menyatakan lokasi semburan lumpur itu sendiri berada di dalam satu rangkaian patahan yang melintang dari Porong-Sidoarjo hingga mencapai Madura. Kejadian di Madura terdapat kesamaan dengan di Sidorajo, yang ditandai kehadiran lumpur panas. "Saya pribadi lebih menyarankan untuk membuang lumpur panas itu dengan menggunakan cara yang alamiah atau membuat saluran terbuka ke Kali Porong atau ke lautan," katanya. Sementara itu, anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), Fachroel Aziz, mengakui, jika semburan lumpur di Sidoarjo itu serupa dengan di Kobe, karena di Kobe diawali dengan gempa bumi sedangkan di Sidoarjo akibat gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta. "Terlebih lagi, daerah Porong dan Sidoarjo itu berada di patahan/sesar Watoekosek yang membentang sampai Madura," katanya. Keterkaitan patahan/sesar Watoekosek dengan semburan lumpur, dapat dibuktikan dengan munculnya lumpur panas di sejumlah daerah yang dilalui patahan tersebut, seperti, daerah Bojonegoro, Pulungan, Karang Anyar, dan Gunung Anyar sampai Karang Anyar. Mud Volcano atau gunung api lumpur merupakan fenomena yang memanjang dalam lapisan bumi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, utara Bali hingga utara Lombok yang jika suatu ketika terjadi patahan akibat pergerakan bumi, maka akan menemukan jalan keluarnya.

Kerajaaan MAJAPAHIT sirna, bekasnya mana ???

BENCANA GEOLOGI DALAM SANDHYAKALA JENGGALA DAN MAJAPAHIT: ANALISIS ERUPSI GUNUNG LUMPUR HISTORIS BERDASARKAN BABAD PARARATON, FOLKLOR TIMUN MAS, ANALOGI ERUPSI, DAN KONDISI GEOLOGI DELTA BRANTAS. Oleh Awang Harun Satyana dari BP MIGAS

Diungkapkan bahwa dalam sejarah Indonesia, dua kerajaan pernah berlokasi di wilayah Delta Sungai Brantas, Jawa Timur yaitu Jenggala/Kahuripan (1041-1100) dan Majapahit (1293-1525). Disebutkan bahwa akhir (sandhyakala) kedua kerajaan ini berhubungan dengan kemelut politik. Tetapi, beberapa sumber menyatakan bahwa kemunduran dan punahnya dua kerajaan ini berhubungan dengan bencana alam (geologi). Kesamaan toponim(asal nama geografi) redi/gunung anyar jalur Jombang-MojokertoBangsal zaman Majapahit dengan jalur gunung lumpur masa kini Lusi-Kalang Anyar-Gunung Anyar-Bangkalan, tercatatnya bencana pagunung anyar dalam Pararaton, arti folklor Timun Mas dan kesamaan kondisi geologi sejak zamanJenggala sampai masa kini, mengindikasikan secara kuat bahwa erupsi gunung lumpur telah melanda Jenggala dan Majapahit dan turut menyebabkan kemunduran kedua kerajaan ini disamping akibat konflik politik. Jenggala, Majapahit dan Lusi terletak dalam suatu depresi elisional yang sama bernama Depresi Kendeng yang dicirikan oleh sedimentasi Plio-Pleistosen sangat cepat, labil, dan tertekan yang secara terus-menerus mengintensifkan dinamika gravity tectogenesis yang mengakibatkan naiknya diapir-diapir lempung dan serpih di bawah permukaan sampai kepada erupsi gunung lumpur di permukaan. Kasus geologi masa kini dan penelusuran literatur-literatur sejarah dan geologi masa lalu dapat merajut kaitan masa kini dan masa lalu sesuai dengan prinsip geologi the present is the key to the past.

LUMPUR GUNUNG ANYAR KEC. GUNUNG ANYAR SURABAYA TAK PERNAH BERHENTI, APALAGI MUSIM HUJAN
LUMPUR yang dimuntahkan dari perut Gunung Anyar di desa Gunung Anyar, Kec. Gunung Anyar, Surabaya memang tak se-dahsyat Lapindo, sejak tiga puluh empat tahun lebih. Debit lumpur yang dikeluarkan relatif rendah. Namun, lubang-lubang kecil, sebagai mulut keluarnya lumpur, tak pernah berhasil ditutup dengan batuan yang besar. Ketika para bocah bermain menutup salah satu lubang sumber lumpur, selalu muncul sumber baru, sampai sekarang. Tahun 1973 silam, berdasarkan pengalaman mengunjungi Gunung Anyar, ketika itu di sisi timur, selatan, dan utara dari Gunung ini adalah areal persawahan. Pada bagian barat, dibatasi satu dua petak sawah dalah rumah penduduki. Yakni dusun Gunung Anyar Ketika itu, bagian atas Gunung Anyar selalu muncul letupan kecil pada sejumlah tempat. kalau di sulut api menyala. Namun, api itu tak bertahan lama, kemudian mati, oleh terpaan angin yangkencanang. Posisi Gunung Anyar ketika itu memang sudah lebih tinggi dari sekitarnya. Permukaannya lembek, dan ambles. Sehingga tidak bisa berdiri tegak. harus selalu memindahkan kaki bergantian. Pada perkembangannya, lumpur yang dikeluarkan lebih banyak mengalir ke sisi Utara. Sehingga bagian sisi utara lebih tinggi dari sisi lainnya. Kini Gunung Anyar telah dikelilingi rumah. Terutama sisi utara, dalam lima tahun terakhir telah berdiri bangunan rumah masyarakat pendatang yang berhimpitan dengan gunung. Seolah pasrah yang bakal terjadi. Terpenting sudah mempunyai rumah, apalagi di Surabaya, meski jalan yang dilaluinya terkadang lincin oleh lumpur yang dikeluarkan dari perut Gunung Anyar. Gunung Anyar juga masih sering menjadi bumi perkemahan oleh murid Sekolah Dasar, khususnya sisi selatan. Teruma musim kemarau, ketika lumpur telah mengering. Tidak perlu pergi jauh hanya untuk melihat gunung, di Surabaya ternyata ada Gunung Anyar, yang bukan sekadar nama seperi gunungsari. Hingga sekarang, Gunung Anyar memang masih aktif mengeluarkan lumpur, meski tak sebesar Lapindo. Aliran lumpur ini kadang membesar, ketika musim hujan. Ketika sumber aliran itu ditutup oleh batuan besar

CAUSE : There is controversy as to what triggered the eruption and whether the event was a natural disaster or not. According to PT Lapindo Brantas it was the May 2006 earthquake that triggered the mud flow eruption, and not their drilling activities.[28] Two days before the mud eruption, an earthquake of moment magnitude 6.3 hit the south coast of Central Java and Yogyakarta provinces killing 6,234 people and leaving 1.5 million homeless.

Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcanoes) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah.

Padang Garam dan Ladang Garam KUWU


Jika di Amerika Serikat kita dapat menjumpai SALT LAKE (padang garam) yang berasal dari dangkalan laut kemudian berubah menjadi daratan luas, dan pada saat ini daratan tersebut sering digunakan sebagai ajang pengujian kendaraan tercepat didunia. Lain halnya dengan dangkalan laut yang terdapat di Indonesia, sekaligus merupakan keajaiban alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, namanya Bledug Kuwu,

Patung Pintu Masuk BLEDUG KUWU

Lain halnya dengan dangkalan laut yang terdapat di Indonesia, sekaligus merupakan keajaiban alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, namanya bledug kuwu,Suara bledug terjadi karena muntahnya kawah yang berupa lumpur dengan warna kelabu atau kelabu kehitam hitaman, tetapi kalau dicampur dengan air maka akan menjadi putih. Apabila diendapkan air endapan bledug kuwu adalah tanah kapur dan tepat sekali apabila disitu dulunya laut kemudian menjadi daratan, karena erosi dari gunung kapur sudah tentu tanah endapannya mengandung kapur.

Arti Kata BLEDUG KUWU


Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena gunung api lumpur (mud volcanoes) seperti halnya yang terjadi di Porong, Sidoarjo, tetapi sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732M - 928M). Terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Purwodadi, Propinsi Jawa Tengah. Obyek yang menarik dari Bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung secara hampir kontinyu pada daerah dengan diameter 650 meter. Secara etimologi, nama Bledug Kuwu berasal dari Bahasa Jawa (karena memang adanya di tengah Jawa sih, yaitu bledug yang berarti ledakan / meledak dan kuwu yang diserap dari kata kuwur yang berarti lari / kabur / berhamburan.

Legenda BLEDUG KUWU


Menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat disitu, Bledug kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut Selatan. (Jauh sekali khan ?) Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamolan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya
Secara geologi, fenomena mud volcanoes ini bukanlah hal yang aneh. Banyak fenomena serupa di belahan bumi yang lain yang sama dengan fenomena di Kuwu ini, salah satunya adalah yang ada di Palo Seco, Republik Trinidad & Tobago, Afrika.

Nikmatnya Ayam Panggang "Bledug KUWU"

BERTANDANG ke objek wisata Bledug Kuwu untuk menyaksikan fenomena gunung api lumpur (mud volcano) di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, rasanya tak lengkap sebelum menikmati ayam panggang "Bledug" buatan Saminem. Dalam mendapatkan makanan khas tersebut tidaklah mudah. Sebab, Saminem yang juga warga desa setempat tidak membuka warung ayam panggang "Bledug", layaknya warung makan di pinggir jalan. Ya, wanita berusia 44 tahun itu hanya menerima pesanan. Meski demikian, masakannya sudah dikenal hingga ke Singapura. "Terkadang kami menerima pesanan dari Singapura," kata Saminem lirih. Harga ayam panggang beserta sambal pencok berkisar antara Rp 35.000-Rp 40.000/porsi. Cara membuatnya, ayam kampung yang sudah disembelih dibersihkan, lalu dipanggang di atas bara api. Memanggang ayam tersebut harus ekstra hati-hati, karena antara bara api dengan ayam diberi jarak sekitar lima cm. "Api dijaga agar tidak terlalu besar. Selain itu, saat memanggang tidak perlu dikipasi. Lama memanggang sekitar satu jam lebih," terangnya. Sembari menunggu ayam masak, kata dia, dia menyiapkan sambal pencok. Pencok terbuat dari kelapa muda yang sudah diparut, cabai, terasi, bawang, dan kencur. Agar menjaga sambal pencok tahan lama maka dikukus terlebih dulu hingga masak. "Setelah masak, ayam panggang "Bledug Kuwu" siap dihidangkan," tuturnya. Kenapa dinamakan ayam panggang "Bledug"? Saminem memaparkan, awalnya makanan tersebut untuk sesaji Mbah Bledug di Bledug Kuwu. Selain ayam panggang, disajikan pula bubur ayam agung, nasi punang, dan berbagai sesajian lainnya. "Setelah berdoa bersama, makanan tersebut lalu disantap beramai-ramai," ujarnya.

GUNUNG LUMPUR BLEDUG KUWU

GARAM BLEDUG KUWU


Setiap kilogram garam Kuwu dihargai Rp 2.000 oleh tengkulak. Garam ini hanya beredar di pasar-pasar di Kabupaten Grobogan dan di warung-warung sekitar obyek wisata Bledug Kuwu sebagai suvenir. Khusus untuk wisatawan, garam Kuwu dijual Rp 1.000 setiap seperempat kilogram dalam kemasan plastik. Butiran garam kuwu lebih besar ukurannya, namun lebih halus teksturnya dibandingkan garam yang dibuat dari air laut. Rasa asin garam kuwu juga berbeda dibanding garam dari laut. "Rasa asin garam Kuwu lebih sedap, tidak seperti garam dari laut yang asinnya terasa pahit," Fenomena alam seperti Bledug Kuwu oleh ahli vulkanologi lazim disebut mud volcanoes atau gunung berapi yang menyemburkan lumpur. Luas kawasan Bledug Kuwu sekitar 45 hektar. Letusan lumpur itu diduga berasal dari reaksi kimia antara gas bumi dan air laut yang menghasilkan gas karbon dioksida dan sulfur dioksida. Setiap menit bahkan setiap detik muncul gelembung lumpur dari dalam tanah yang mengeluarkan suara letusan cukup keras disertai gas dan asap.

Fenomena Gunung Lumpur


Jika dibandingkan dengan semburan lumpur di Sidoarjo, volume maupun kekuatan semburan lumpurnya tergolong sangat kecil. Di Porong, volume lumpur mencapai ribuan meter kubik per hari. Penambahan volume lumpur sanggup menjebol tanggul, menenggelamkan jalan tol, rumah demi rumah, hingga desa demi desa. Tapi di Kuwu, pertambahan volume air dan materi lumpur relatif tidak menambah luas tanah yang tergenang lumpur. Dari kejauhan, bagian tengah Bledug Kuwu tampak seperti telaga lumpur yang tenang dan sesekali meletup, seperti sedang mendidih. Di Sidoarjo, titik semburan tidak bisa dilihat dari dekat. Kecuali petugas, kita hanya bisa melihatnya dari jauh, dari asap putih yang membubung tinggi dan terlihat dari jarak ratusan meter. Di Bledug Kuwu, pengunjung bisa menikmati pemandangan unik letupan lumpur dari menara pandang sambil menikmati es kelapa muda. Letupannya terjadi secara periodik tiap beberapa menit. Tingginya hanya sekitar 2 m. Pada saat hujan, biasanya letupan menjadi lebih besar. Tingginya bisa mencapai 5 m. Suara bledug-nya pun lebih keras. Sama seperti di Sidoarjo, letupan lumpur di Bledug Kuwu disertai semburan asap yang berwarna putih. Cuma, bubungan asapnya tidak setinggi di Sidoarjo. Baunya campuran antara metana dan sedikit bau belerang, mirip di Sidoarjo.

Kerajaaan MAJAPAHIT sirna, bekasnya mana ???

GUNUNG LUMPUR BUJEL TASEK BANGKALAN

MADURA

Lumpur juga menyembur di Bangkalan


Semburan lumpur bukan hanya terjadi Desa Siring, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ternyata di Desa Katol Barat, Kecamatan Gegar, Bangkalan, Madura juga terdapat fenomena alam sejenis. Bedanya, meski sudah berlangsung puluhan tahun, namun muntahan lumpur di Bangkalan relatif aman.

Semburan lumpur terjadi di dua lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer. Pada 2002, ahli geologi pernah meneliti dan menyimpulkan semburan lumpur di Desa Katol Barat tak berbahaya Fenomena semburan lumpur di Madura yang dijuluki Bujel Tasik (pusat laut) sama sekali tidak berhubungan dengan laut.

Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Platos Lost Civilization Prof.Arysio SANTOS dari Bazil, menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.