Anda di halaman 1dari 5

PENATALAKSANAAN KERATOSIS SEBOROIK

oleh Mu'allim Hawari, Thursday 01 of March, 2012 [01:52:52 UTC] Abstrak Keratosis seboroik adalah tumor jinak yang sering dijumpai pada orang tua berupa tumor kecil atau makula hitam yang menonjol diatas permukaan kulit.1 Keratosis seboroik adalah tumor jinak yang berasal dari proliferasi epidermal, sering dijumpai pada orang tua dan biasanya asimtomatik.2 Keratosis seboroik mempunyai sinonim nevus seboroik, kutil senilis, veruka seboroik senilis, papiloma sel basal. Kasus Seorang wanita, usia 44 tahun, mengeluh wajah terdapat banyak bintik kehitaman sejak 25 tahun yang lalu. Dimulai dari satu bintik hitam di pipi kanan kemudian bertambah banyak. Semakin lama semakin besar dalam waktu yang lama. Bintik hitam tidak nyeri, terbakar ataupun gatal. Os sudah pernah berobat 4 kali dengan cauter. Akan tetapi bintik kehitaman masih muncul kembali. Diagnosis Keratosis seboroik Terapi Electrocauter Fuson cream 2 dd ue Diskusi Keratosis seboroik adalah tumor jinak yang sering dijumpai pada orang tua berupa tumor kecil atau makula hitam yang menonjol diatas permukaan kulit.1 Keratosis seboroik adalah tumor jinak yang berasal dari proliferasi epidermal, sering dijumpai pada orang tua dan biasanya asimtomatik.2 Penyebab pasti dari keratosis seboroik belum diketahui. Ada pendapat yang mengatakan bahwa faktor keturunan memegang peranan penting. Beberapa kasus menurun melalui autosomal dominan. Ada pula yang mengatakan bahwa terpapar sinar matahari secara kronis yang menjadi penyebabnya.3 Ada pula yang mengatakan diduga infeksi virus berdasarkan gambaran klinis kutilnya. Berikut beberapa diagnosis banding keratosis seboroik: 2,3 Melanoma maligna

Awalnya berupa tahi lalat yang berubah dalam warna, ukuran, mulai timbul gejala (terbakar, gatal, sakit), terjadi peninggian lesi, berkembangnya lesi satelit. Akademi dermatologi Amerika menekankan pentingnya evaluasi lesi berpigmen, yaitu: A = Asimetri B = Border irregularity C = Color variegation D = Diameter lebih dari 0,6 mm. Epitelioma sel basal berpigmen Predileksi terutama pada wajah, jarang pada lengan, tangan, badang, tungkai dan kaki. Lesi dapat berupa papul atau nodul kecil dengan diameter kurang 2cm dengan tepi meninggi dan berwarna hitam atau coklat. Permukaan tampak mengkilat, sering dijumpai teleangiektasia dan kadang ada skuama halus atau krusta tipis. Nevus pigmentosus Nevus pigmentosus dapat terjadi disemua tempat termasuk membrana mukosa dekat permukaan tubuh. Lesi dapat datar, papuler, atau papulomatosa biasanya berukuran 2-4mm. papul berbatas tegas dan mengkilat dengan permukaan agak licin, umumnya berambut. Keratosis senilis Lesi awalnya berupa makula atau plak kecoklatan berbentuk bulat atau irreguler, dapat soliter atau multiple, berbatas tegas, teleangiektasi dengan permukaan kasar, kering dan skuama yang melekat. Terapi Terapi Obat obatan Keratolytic agent Dapat menyebabkan epitelium yang menanduk menjadi mengembang, lunak, maserasi kemudian deskuamasi. Amonium lactat lotion

Mengandung asam laktat dan asam alfa hidroxi yang mempunyai daya keratolitik dan memfasilitasi pelepasan sel-sel keratin. Sedian 15% dan 5% strenght; 12% strenght dapat menyebabkan iritasi muka karena menjadikan sel-sel keratin tidak beradesi. Trichloroacetic acid Membakar kulit, keratin dan jaringan lainya. Dapat menyebabkan iritasi lokal. Pengobatan keratosis seboroik dengan 100% trichloroacetic acid dapat menghilangkan lesi, tepi penggunaanya harus ditangan profesional yang ahli. Terapi topikal dapat digunakan tazarotene krim 0,1 % dioles 2 kali sehari dalam 16 minggu menunjukkan perbaikan keratosis seborik pada 7 dari 15 pasien. Terapi Bedah Krioterapi Merupakan bedah beku dengan menggunakan cryogen bisa berupa nitrogen cair atau karbondioksid padat. Mekanismenya adalah dengan membekukan sel-sel kanker, pembuluh darah dan respon inflamasi lokal. Pada keratosis seboroik bila pembekuan terlalu dingin maka dapat menimbulkan skar atau hiperpigmentasi, tetapi apabila pembekuan dilakukan secara minimal diteruskan dengan kuretase akan memberikan hasil yang baik secara kosmetik.4 Bedah listrik Bedah listrik (electrosurgery) adalah suatu cara pembedahan atau tindakan dengan perantaraan panas yang ditimbulkan arus listrik bolak-balik berfrekuensi tinggi yang terkontrol untuk menghasilkan destruksi jaringan secara selektif agar jaringan parut yang terbentuk cukup estetis dan aman baik bagi dokter maupun penderita. Teknik yang dapat dilakukan dalam bedah listrik adalah : elektrofulgurasi, elektrodesikasi, elektrokoagulasi, elektroseksi atau elektrotomi, elektrolisis dan elektrokauter.5 Laser CO2 Sinar Laser adalah suatu gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang tertentu, tidak memiliki efek radiasi dan memiliki afinitas tertentu terhadap suatu bahan/target. Oleh karena memiliki sel target dan tidak memiliki efek radiasi sebagaimana sinar lainnya, ia dapat digunakan untuk tujuan memotong jaringan, membakar jaringan pada kedalaman tertentu, tanpa menimbulkan kerusakan pada jaringan sekitarnya. Sebagai pengganti pisau bedah konvensional, memotong jaringan sekaligus membakar pembuluh darah sehingga luka praktis tidak berdarah saat memotong.6 Bedah scalpel

Satu cara konservatif namun tetap dipakai sampai sekarang ialah bedah skalpel. Umumnya karena invasi tumor sering tidak terlihat sama dengan tepi lesi dari permukaan, sebaiknya bedah ini dilebihkan 3-4 mm dari tepi lesi agar yakin bahwa seluruh isi tumor bisa terbuang. Keuntungan prosedur ini ialah tingkat kesembuhan yang tinggi serta perbaikan kosmetis yang sangat baik. Dermabrasi Prosedur dermabrasi dikerjakan menggunakan instrumen yang digerakkan motor 24,000 rpm dengan silinder sandpaper / wire brush. Menggunakan anestesi lokal atau narkose. Perbaikan terjadi karena dermis yang ditipiskan dengan tehnik ini tidak akan menebal kembali. Setelah luka sembuh ditutupi epitel baru yang terbentuk diatas raw surface. Keberhasilan dan cepatnya penyembuhan tergantung pertumbuhan selsel epitel, foilikel rambut, kelenjar keringat yang ada. Proses ini menyerupai penyembuhan pada donor-site skin graft.6 Daftar Pustaka 1. 2. Siregar, R.A., 2005. Saripati Penyakit Kulit. Jakarta. EGC. Harahap, M. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Penerbit Hipokrates.Jakarta

3.Halfian, 2006. Keratosis Seboroik. Diakses dari http://halfian.multiply.com/journal/item/20/KERATOSIS_SEBOROIK 4. Wolff,K. et al. 2008. Fitzpatricks Dermatology in General Medicine. Seventh edition. McGraw Hill. 5. Handoko, S., 2002. Terapi bedah listrik (electrosurgery) operasi tumor kulit ditinjau dari kedokteran dan Islam.Universitas YARSI. 6. PERAPI. 2002. Dermabrasi. Diakses dari http://www.perapisurgeon.org/faq/01,03,002.html

Data E-CASE
search

Presus Terbaru
1. PSIKOFARMAKA DAN TERAPI REHABILITATIF PADA PEREMPUAN USIA 23 TAHUN DENGAN GANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE DEPRESIF (F.25.1) 2. PENEGAKAN DIAGNOSIS URTIKARIA PAPUL 3. PENATALAKSANAAN APPENDISITIS AKUT

4. SCREENING DAN DIAGNOSIS MULTIPEL MIELOMA 5. PENEGAKAN DIAGNOSIS CHOLEDOCOLITHIASIS DENGAN PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK DAN RIWAYAT DIABETES MELLITUS 6. Penegakan Diagnosis Sinusitis Maksilaris Bilateral Berdasarkan Anamnesis, Pemeriksaan Fisik serta Laboratorium 7. Penurunan Kesadaran Pada Lansia dengan riwayat stroke 8. PENATALAKSANAAN ULKUS DIABETIKUM 9. PEMBERIAN PSIKOFARMAKA PADA PASIEN LAKI-LAKI USIA 46 TAHUN DENGAN SKIZOFRENIA TAK TERINCI (F.20.3) 10. PENATALAKSANAAN PTERIGIUM DERAJAT I Show More March 2012 << >> Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat 27 28 29 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Today

User Online
Kita memiliki 0 user sedang online

Statistik Server

Execution time: 0.99s Memory usage: 10.83MB Database queries: 62 DB time: 0.767s 77.8% GZIP: Enabled Server load: 1.57

UMY E-CASE