Anda di halaman 1dari 23

2.

DASAR TEORI

2.1. Sensor dan Aktuator 2.1.1. Inductive Proximity Sensor Proximity sensing adalah teknik pendeteksi dari keberadaan suatu objek dengan noncontact sensor elektronik. Inductive proximity sensor digunakan sebagai pengganti limit switch pada noncontact sensing dari objek metal. Inductive proximity sensors beroperasi dengan menggunakan prinsip indukstansi. Induktansi merupakan suatu keadaan dimana terjadi suatu fluktuasi arus listrik yang mengalir pada sebuah bahan magnetik menginduksi electromotive force (emf) dari sebuah object / target berupa metal.

Gambar 2.1. Inductive Proximity sensor Sumber: Inductive Proximity Sensors. p.1. <http://www.pc-control.co.uk/ Inductive.htm> Inductive Proximity sensor terdiri atas empat elemen dasar seperti terlihat pada gambar 2.1. Keempat elemen pada Inductive Proximity sensor tersebut adalah : 1. 2. 3. 4. Sensor coil dan Ferrite core Oscillator circuit Detection circuit Solid state output circuit 5
Universitas Kristen Petra

Oscilator circuit menghasilkan radio frekuensi medan elektromagnetik yang berasal dari radiasi ferrite core dan coil assembly. Medan tersebut terdapat di sekitar sumbu axis dari ferrite core. Ketika object yang berupa metal mendekati medan tersebut, eddy currents terinduksi pada permukaan target tersebut sehingga terjadi loading effect atau damping, hal ini menyebabkan adanya reduksi amplitudo dari sinyal oscilator. Detection circuit mendeteksi perubahan dalam oscilator amplitudo, detection circuit yang berfungsi seperti sebuah switch akan short pada saat perubahan amplitudo pada oscilator amplitudo sampai pada nilai tertentu. Sinyal ON dari detection circuit tersebut akan untuk menyalakan solid-state output menjadi ON. Begitu juga sebaliknya untuk menjadikan output switch menjadi OFF.

2.1.2. Motor Stepper Motor Stepper adalah sebuah perangkat pengandali yang menkonversikan bit-bit menjadi posisi rotor. Motor stepper memiliki pin-pin input yang menjadi kutub-kutub magnet di dalam motor. Bila salah satu pin diberi sumber tegangan, pin tersebut akan mengaktifkan kutub di dalam magnet sebagai kutub utara dan kutub yang tidak diberi tegangan sebagai kutub selatan. Dengan terdapatnya 2 kutub di dalam motor ini, rotor di dalam motor yang memiliki kutub permanen akan mengarah sesuai dengan kutub-kutub input. Kutub utara rotor akan mengarah ke kutub selatan stator sedangkan kutub selatan rotor akan mengarah ke kutub utara stator. Pada motor stepper terdapat berbagai macam tipe, antara lain unipolar, bipolar, Single-phase, Multy-phase dan sebagainya. Skema umum motor stepper dapat dilihat seperti gambar 2.2.

Universitas Kristen Petra

Gambar 2.2. Skema Motor Stepper Gambar 2.2 menunjukkan penampang motor stepper dengan empat koil. Setiap koil memiliki empat kondisi kutub. Bila kondisi satu yang aktif, posisi rotor akan nampak seperti di atas. Bila kondisi bergeser ke dua, rotor akan berputar ke kiri dengan sudut putar sesuai dengan jarak kondisi satu dan dua. Namun bila setelah kondisi satu, kondisi empat yang aktif, rotor akan menuju ke koil dengan pin empat paling dekat dengan pin satu dari kondisi sebelumnya. Hal ini menyebabkan rotor berputar ke kanan dan seterusnya. Ketelitian sudut putar pada motor stepper sebanding dengan banyaknya dan kondisi masukkannya. Pada kondisi seperti gambar 2.2, stepper dengan empat koil dan empat kondisi kutub dengan metode full step akan mampu menghadap ke 16 sudut berbeda. Ada dua tipe pengendalian dengan metode full step yaitu dengan pembangkitan tunggal dan pembangkitan ganda. Untuk tipe pembangkitan tunggal dapat dilihat lebih jelas pada tabel berikut. Pada tabel karakteristik pembangkitan stepper dibawah (tabel 2.1) hanya ada satu kondisi yang aktif. Misal koil satu aktif dan lainnya mati, maka rotor akan menghadap ke kutub satu. Bila koil dua aktif, dan kutub lainnya off, rotor akan menghadap ke kutub dua dan seterusnya. Untuk Pembangkitan motor stepper dengan metode pembangkitan ganda dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut.

Universitas Kristen Petra

Tabel 2.1. Karakteristik Stepper Pembangkitan Tunggal.

Pada tabel 2.2, dua koil aktif bersamaan, dan dua lainnya mati. Hal ini akan menyebabkan rotor menghadap diantara kutub yang aktif. Misalkan untuk kondisi koil satu dan dua aktif, rotor akan menghadap ke titik diantara kutub satu dan dua, dan seterusnya.

Tabel 2.2. Karakteristik Stepper Pembangkitan Ganda.

2.2. Programmable Logic Controller (PLC) Mengutip dari buku panduan pengoperasian PLC Omron CPM1, CQM1/CPM1 Programmable Controller Operation Manual. USA: OMRON, Revised Februari 1998. Programmable Logic Control diperkenalkan pertama kali pada 1969 oleh Richard E.Morley pendiri Modicon corporation. Modicon kependekan dari Modular Digital Controller. Device ini berbasis komputer, standar industri, dan menggantikan device elektronik serta rangkaian yang mengontrol proses dan peralatan mesin-mesin. PLC adalah suatu perangkat elektronik digital dengan memory yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik, seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika untuk

Universitas Kristen Petra

mengontrol mesin dan proses. PLC terdiri dari device pemrograman, unit prosesor, power supply dan input/output. PLC diprogram dengan perangkat lunak khusus bukan seperti program pada PC. Perangkat lunak memenuhi standar IEC 61131-3. PLC merupakan komputer khusus untuk aplikasi di industri, digunakan untuk memonitor dan mengontrol proses industri untuk menggantikan hard-wired control (rangkaian relai atau kontaktor) dan memiliki bahasa program sendiri. Berbeda dengan Personal Computer, dalam PLC sudah dilengkapi unit input output digital yang bisa langsung dihubungkan ke perangkat luar (switch, sensor, relay, dan lain-lain), bahkan ada yang sudah memiliki ADC/DAC built-in.

Tabel 2.3. General Specification PLC OMRON CPM1

Sumber: CQM1/CPM1 Programmable Controller Operation Manual. USA: OMRON, Revised Februari 1998, p.16.

Universitas Kristen Petra

10

PLC mampu menggantikan logika dan pengerjaan sirkuit kontrol relay yang merupakan instalasi langsung. Rangkaian kontrol tersebut cukup dibuat secara software. Pemasangan kabel hanya diperlukan untuk menghubungkan peralatan input dan output. Hal ini mempermudah dalam mendesain dan memodifikasi rangkaian, karena cukup dengan mengubah program PLC. Pada umumnya, sebuah sistem PLC memiliki lima komponen dasar, yaitu: 1. Unit prosesor (unit pengolahan pusat) atau central processing unit (CPU) adalah unit yang berisi mikroprosesor yang menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan pengontrolan, sesuai dengan program yang tersimpan di dalam memori, lalu mengkomunikasikan keputusan yang diambilnya sebagai sinyal kontrol ke antar muka output. 2. Unit catu daya diperlukan untuk mengkonversikan tegangan AC sumber menjadi tegangan rendah DC (5V & 24V) yang dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-rangkaian di dalam modul antar muka input dan output. 3. Perangkat pemrograman dipergunakan untuk memasukkan program yang dibutuhkan ke dalam memori. Program tersebut dibuat dengan menggunakan perangkat ini dan kemudian dipindahkan ke dalam unit memori PLC. 4. Unit memory adalah tempat dimana program yang digunakan untuk melaksanakan tindakan pengontrolan oleh mikroprosesor disimpan. 5. Bagian input dan output adalah antar muka dimana prosesor menerima informasi dari dan mengkomunikasikan informasi kontrol ke perangkatperangkat eksternal. Sinyal input dapat berasal dari saklar-saklar, sensorsensor lain, misalnya sel-sel fotoelektrik, sensor suhu atau sensor aliran cairan, dan sebagainya. Sinyal output mungkin diberikan pada kumparan-kumparan starter motor, katup-katup, solenoid, dan lain-lain. Ada dua tipe I/O pada PLC yaitu I/O digital dan I/O analog. Pada I/O digital, input dan output-nya dapat menerima dan menghasilkan sinyal digital yang berbentuk data biner 1 dan 0 atau kondisi on-off. Sebagai contoh, saklar on-off sebagai input digital dan output-nya mengontrol on-off solenoid. Sedangkan, pada I/O analog, input atau output-nya dapat menerima dan menghasilkan sinyal analog yang tidak hanya on-off saja. Sebagai contoh, sensor suhu yang dapat mengukur suhu dengan range tertentu

Universitas Kristen Petra

11

sebagai input analog, dan pengendalian kecepatan motor DC dengan menggunakan output analog dengan mengubah-ubah nilai tegangan output.

2.2.1. Memory Seperti halnya computer system, memory PLC terdiri atas RAM dan ROM. Kapasitas memory antara suatu PLC dengan yang lain berbeda-beda tergantung pada tipe dan pabrik pembuatnya. Beberapa pabrik menyatakan ukuran memori dalam byte, ada juga yang kilobyte, dan ada pula yang dinyatakan dengan jumlah instruksi yang dapat disimpan. Memory yang tersedia dalam PLC terbagi 3 : User data memory : untuk data variabel yang berubah selama eksekusi program. System configuration memory : untuk menyimpan tabel data sistem seperti pemetaan I/O dan nilai setup PLC. User program memory : untuk menyimpan ladder logic program yang telah dibuat oleh programmer

Tabel 2.4. Struktur Memori OMRON CPM1


Data Area Input Area IR Area Output Area Work Area Words IR 000 IR 009 (10 Words) IR 010 IR 019 (10 Words) IR 200 IR 231 (32 Words) SR 232 SR 255 (24 Words) Bits IR 00000 IR 00915 (160 bits) IR 01000 IR 01915 (160 bits) IR 20000 IR 23115 (512 bits) SR 23200 SR 25507 (384 bits) Fungsi Bit-bit ini dapat dialokasikan ke terminal I/O external. Bit ini bebas dapat digunakan dalam program. Bit-bit ini disediakan untuk fungsi spesifik seperti flag dan control bits. Bit-bit ini digunakan untuk menyimpan status ON/OFF saat power dimatikan. Bit-bit ini disediakan untuk fungsi spesifik seperti flag dan control bits.

SR Area

TR Area

---

TR 0 to TR 7

AR Area

AR 00 AR 15 (16 Words)

AR 0000 AR 1515 (256 Bits)

Universitas Kristen Petra

12

Tabel 2.4. Struktur Memori OMRON CPM1 (Lanjutan)


LR Area Timer / Counter Area LR 00 LR 15 (16 Words) LR 0000 LR 1515 Digunakan link 1:1 dengan PC lain Nomor yang sama digunakan untuk timer dan counter Digunakan untuk menyimpan waktu dan kejadian dan error code yang ditemukan. Wordword ini dapat digunakan sebagai DM read / write ketika error log tidak digunakan Digunakan untuk menyimpan waktu dan error code yang ditemukan. Wordword ini dapat digunakan sebagai DM read/write ketika error log tidak digunakan Tidak dapat diisi program Digunakan untuk meyimpan berbagai parameter yang mengontrol kerja PC

TC 000 TC 127 (Nomor Timer/ Counter)

Read / write

DM 0000 DM 0999 DM 1022 DM 1023 (1.002 word)

---

DM Area

Error log

DM 1000 DM 1022 (22 Words) ---

Read only

DM 6144 DM 6599 (456 Words)

---

PC setup

DM 6144 DM 6655

---

Sumber : CQM1/CPM1 Programmable Controller Programming Manual. Japan: OMRON, April 1996. 2.2.2. Input Unit Fungsi dari input unit ini adalah; Mendeteksi sinyal diterima dari sensor. Mengkonversi sinyal input menjadi level tegangan yang bisa diterima processor. Mengisolasi PLC dari fluktuasi tegangan atau arus sinyal input. Mengirim sinyal ke indicator input PLC sehingga bisa diketahui input mana yang sedang menerima sinyal.

Universitas Kristen Petra

13

2.2.3. Output Unit Output unit pada PLC juga berfungsi sebagai interface terhadap peralatan luar. Output PLC bertindak sebagai switch terhadap power supply untuk

mengoperasikan peralatan output (misalnya : lampu, relay, dan lain-lain). Komponen yang biasa dipakai PLC sebagai bagian output unit adalah relay untuk AC/DC, Triac untuk AC saja, dan Transistor atau FET untuk DC saja.

2.2.4. Programming Unit Secara umum ada 4 type programming unit : Hand-held unit (mirip kalkulator) Video programming unit / system programming unit (terminal program dengan monitor/VDU dan keyboard khusus dengan simbol-simbol ladder diagram) Graphic programming unit (lebih lengkap dibandingkan Video programming unit dengan layer lebih lebar dan fasilitas diagnostik dan monitoring) Personal Computer (yang biasa kita pakai)

2.2.5. Bahasa Pemrograman Berikut ini adalah bahasa pemrograman PLC yang biasa digunakan: 1. Ladder Logic: PLC yang pertama telah diprogramkan dengan suatu teknik yang telah didasarkan pada pemasangan relay menggunakan kabel menurut skematiknya. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk mengajar tukang listrik, teknisi dan insinyur bagaimana cara memprogram. Sehingga cara

pemrograman ini merupakan metode yang telah menjadi teknik paling umum untuk memprogram PLC masa kini. 2. Instruksi Mnemonic: ada cara lain untuk memprogram PLC. Salah satu teknik yang paling awal adalah melibatkan instruksi mnemonic. Instruksi ini dapat diperoleh secara langsung dari diagram ladder logic dan masuk ke PLC melalui suatu terminal program sederhana.

Universitas Kristen Petra

14

3. Sequential Function Charts (SFC): SFC telah dikembangkan untuk mengatasi pemrograman yang lebih mengedepankan sistem. Ini serupa dengan flowchart, tetapi jauh lebih kuat. 4. Structured Text (ST): pemrograman telah dikembangkan sebagai bahasa program yang lebih modern. Hal ini adalah serupa ke bahasa program seperti BASIC, PASCAL, Visual Basic.

2.3. Protokol Komunikasi Host link Unit berfungsi untuk menjembatani PC dalam memonitor status pengoperasian dan lokasi data dari PLC. Dalam hal ini kita menggunakan OMRON CPM1. Parameter komunikasinya sudah terkonfigurasi standar yaitu : 1. Kecepatan Transmisi. Baud rate = 9.600 bps (bit per second) 2. Format data untuk sebuah karakter. Nomor start bits = 1 Panjang data = 7 bits Event (vertical) parity = 1 bits Nomor stop bits = 2 Pengaturan parameter komunikasi PC melalui pemrograman atau penulisan kode, yaitu dengan men-set property kontrol komunikasi. Pengaturan parameter kecepatan transmisi dan format data pada properti harus benar-benar sama dengan parameter komunikasi pada Host link Unit. Dengan adanya host link communication pada PLC Omron CPM1 satu host computer dapat mengontrol sekitar 32 PLC. Prosedur pada saat komunikasi data antara host computer dengan PLC Omron CPM1 adalah sebagai berikut:

Universitas Kristen Petra

15

Gambar 2.3. Blok Diagram Prosedur Komunikasi Antara Host Komputer Dengan PLC Omron CPM1. Sumber : CQM1/CPM1 Programmable Controller Programming Manual. Japan: OMRON, April 1996. Agar dapat membaca ataupun menulis, satu rangkaian data harus dikirim dengan bentuk paket terstruktur yang disebut frame. Masing-masing lokasi data atau memori data mempunyai bentuk frame yang berbeda. Berikut contoh penulisan Command Frame:

Gambar 2.4. Satu Command Frame Data Sumber: CQM1/CPM1 Programmable Controller Programming Manual. Japan: OMRON, April 1996, p.237. Penjelasan dari Frame di atas adalah sebagai berikut 1. 2. 3. @ : kode awal yang harus diberikan Node No. : nomor sebagai identitas PLC (DM 6653) Header Code : penunjuk operasi yang dilakukan (READ/WRITE) penanda area memory PLC

Universitas Kristen Petra

16

4. 5.

Text : word yang dituju dan jumlahnya FCS (Frame Check Sequence) : untuk mengecek ada tidaknya kesalahan pada frame data

6.

Terminator : harus diberikan * dan

Contoh perintah di atas berarti menulis pada alamat IR 010 sebanyak 1 word:

Gambar 2.5. Contoh Command Frame Untuk Menulis IR Sumber: CQM1/CPM1 Programmable Controller Programming Manual. Japan: OMRON, April 1996. Setelah PC mengirimkan Command Frame, maka PLC akan memberi jawaban atau respon frame yang mirip dengan Command Frame. Namun, pada respon frame terdapat end code seperti berikut:

Gambar 2.6. Contoh Respon Frame Sumber: CQM1/CPM1 Programmable Controller Programming Manual. Japan: OMRON, April 1996, p.237.

Universitas Kristen Petra

17

Tabel 2.5. Contoh-Contoh End Code


End Code 00 01 Contents Normal Completion Not executable in RUN mode Probable Cause --The command that was sent can not be executed when the PC is in RUN mode The command that was sent can not be executed when the PC is in MONITOR mode The command that was sent can not be executed when the PC is in MONITOR mode The FCS is wrong. Either the FCS calculation is mistaken or there is adverse influence from noise. Corrective Measures --Check the relation between the command and the PC mode.

02

Not executable in MONITOR mode

0B

Not executable in PROGRAM mode

This code is not presently being used.

13

FCS Error

Check the FCS calculation method. IF there was influence from noise, transfer the command again.

Sumber: CQM1/CPM1 Programmable Controller Programming Manual. Japan: OMRON, April 1996, p.382. 2.4. Komunikasi Serial 2.4.1. Komunikasi Serial RS 232 RS-232 merupakan interface paling umum yang digunakan komunikasi secara serial, dengan memiliki batas-batas tertentu. RS-232 (single ended) yang dikenalkan tahun 1962 ini sering digunakan di berbagai industri. Spesifikasi transmisi data dari transmiter ke receiver rata-rata lambat (20 Kbit/second) dan jaraknya pendek (50 kaki). RS-232 populer dikarenakan ketersediaan, harga yang murah, dan dapat menggunakan kabel yang lebih panjang dibandingkan opsi-opsi lainnya seperti komunikasi menggunakan paralel. Channel-channel independent dibuat untuk komunikasi dua arah (full-duplex). Sinyal RS-232 diwakili oleh voltage sistem umum. RS-232 mempunyai jalur handshaking yang banyak, dan juga menspesifikasi protokol komunikasi. Sinyal jenis ini bekerja baik dalam komunikasi point to point pada rata-rata transmisi data rendah. Suatu interface dapat menggunakan port yang ada pada komputer, atau perlu tambahan port atau adapter. Kebanyakan PC setidaknya mempunyai interface RS-232. Port RS-232 pada PC merupakan single device. Sinyal RS-232 membutuhkan ground antara PC dan peralatan yang terhubung. Jarak kabel harus dibatasi 1 sampai 200 kaki pada data asyncronus dan sekitar 50 kaki dengan data synchronous. Data

Universitas Kristen Petra

18

sycronous mempunyai jam transmite dan receive yang membatasi jarak maksimum pada saat menggunakan suatu jalur data syncronous. RS-232 menentukan arti perbedaan serial sinyal dan pin penugasan pada standar 25 pin (DB-25). Karena RS232 menentukan sinyal yang tidak digunakan bagi kebanyakan komunikasi standar, kadang-kadang konektor DB-25 kehilangan pin yang tidak dibutuhkan. Pendeknya, port RS-232 didesain untuk berkomunikasi dengan peralatan lokal dan akan mendukung 1 driver dan 1 receiver. Pada umumnya serial RS 232 digunakan untuk komunikasi dengan system full-duplex. Duplex adalah suatu metode pengoperasian rangkaian komunikasi antara dua peralatan. Full-Duplex, memungkinkan kedua unit untuk mengirim dan menerima secara serentak. Half-Duplex, hanya mengizinkan suatu unit untuk mengirim informasi pada suatu saat meskipun sambungan mungkin mampu untuk melakukan transmisi 2 arah. Standar sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan adalah Standar RS232 yang dikembangkan oleh Electronic Industry Association and the Telecommunications Industry Association (EIA/TIA) yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962. Hal ini terjadi jauh sebelum IC TTL popular, sehingga sinyal ini tidak ada hubungan sama sekali dengan level tegangan IC TTL. Standar ini hanya menyangkut komunikasi data antara komputer (Data Terminal Equipment DTE) dengan alat-alat pelengkap komputer (Data CircuitTerminatingEquipment DCE). Standar RS232 inilah yang biasa digunakan pada port serial IBM PC kompatibel. Standar sinyal serial RS232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut: 1. 2. 3. Logic 1 disebut mark terletak antara -3 Volt hingga -25 Volt. Logic 0 disebut space terletak antara +3 Volt hingga +25 Volt. Daerah tegangan antara -3 Volt hingga +3 Volt adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logic pasti sehingga harus dihindari. Demikian juga, level tegangan lebih negatif dari -25 Volt atau lebih positif dari +25 Volt juga harus dihindari karena tegangan tersebut dapat

Universitas Kristen Petra

19

merusak line driver pada saluran RS232. Gambar 2.7 menujukkan contoh level tegangan RS232 pada pengiriman huruf A dalam format ASCII tanpa bit paritas.

Gambar 2.7. Level Tegangan RS232 Pada Pengiriman Huruf A Tanpa Bit Paritas Sumber: Prasetia, Retna & Catur Edi Widodo. Teori dan Praktek Interfacing Port Paralel Dan Port Serial Komputer Dengan Visual Basic 6.0. Yogyakarta: Andi, 2004, p.131. Gambar 2.8 menunjukkan konektor port serial DB-9 pada bagian belakang CPU. Biasanya pada komputer IBM PC kompatibel, kita dapat menemukan dua konektor port serial DB-9 yang disebut COM 1 dan COM2.

Gambar 2.8 Konektor Serial DB-9 Pada Bagian Belakang CPU. Sumber: Prasetia, Retna & Catur Edi Widodo. Teori dan Praktek Interfacing Port Paralel Dan Port Serial Komputer Dengan Visual Basic 6.0. Yogyakarta: Andi, 2004, p.131. Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB-9 adalah sebagai berikut: Received Line Signal Detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal masukan ada data masuk. Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE. Transmit Data, digunakan DTE mengirimkan data ke DCE. Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya.

Universitas Kristen Petra

20

Signal Ground, saluran ground. Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahu ke DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki hubungan dengannya. Clear To Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai mengirim data. Reques To Send, dengan saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE. DCE Ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudah siap.

Tabel 2.6. Konfigurasi Pin dan Nama Sinyal Konektor Serial DB-9
Nomor Pin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Sinyal DCD RxD TxD DTR GND DSR RST CTS RI Direction In In Out Out In Out In In Keterangan Data Carier Detect / Received Line Signal Detect Receive Data Transmit Data Data Terminal Ready Ground Data Set Ready Request to Send Clear to Send Ring Indicator

Sumber: Prasetia, Retna & Catur Edi Widodo. Teori dan Praktek Interfacing Port Paralel Dan Port Serial Komputer Dengan Visual Basic 6.0. Yogyakarta: Andi, 2004, p.133. 2.4.2. RS 485 RS 485 adalah teknik komunikasi data serial yang dapat menghubungkan 32 unit beban sekaligus dengan mengunakan 4 kabel saja tanpa memerlukan referensi ground yang sama antar unit. RS-485 sangat umum dalam akuisisi dunia data. RS-485 akan mendukung 32 drivers dan 32 receivers (bi-directional half duplex komunikasi multidrop pada single atau dual Twisted Pair Cable). Sistem RS-485 dapat dikomunikasikan dalam model 2 atau 4 kabel. Panjang maksimal kabel dapat lebih dari 4000 kaki, dikarenakan penggunaan sistem transmisi tegangan yang berbeda. Penggunaan yang umum untuk RS-485 adalah single PC yang dihubungkan kepada beberapa device yang berbagi dengan kabel yang sama. Dapat dikatakan RS-485 merupakan sistem komunikasi party-lined

Universitas Kristen Petra

21

RS-485 memenuhi kebutuhan untuk jaringan komunikasi multipoint, dan standarnya menspesifikasi sampai 32 drivers dan 32 receivers pada sebuah bus single (2-wire). Dengan pengenalan repeater dan impedansi tinggi driver/receiver secara otomatis, batasan ini dapat diperluas menjadi ratusan node pada suatu jaringan. RS-485 memperluas range mode baik untuk driver maupun receivers dalam mode tri-state dan dengan power off. Driver RS-485 juga dapat menyimpan masalah data collision dan kondisi fault-bus. Untuk menyelesaikan masalah data collision yang sering muncul dalam unit hardware jaringan multidrop dapat dibentuk sistem master single di dalam suatu mode receive sampai mereka siap untuk mentransimsikan data. Sistem master single menawarkan alat sederhana dan langsung dapat digunakan untuk menghindari data collision dalam 2 wire half duplex sistem multidrop. Master ini mengawali permintaan komunikasi pada Slave Node yang ditujukan pada unit ini. Hardware ini mendeteksi start-bit dari transmisi dan secara otomatis mengaktifkan transmisi RS485. Pada gambar 2.9 ditunjukkan spesifikasi logic tegangan pada RS-485.

Gambar 2.9. Tegangan Pada RS 485 Sumber : L.Davis.EIA-422/485 Bus Interface IC Manufacturers. p.2. 8 Oktober 2008 <http://www.interfacebus.com/Design_Connector_RS422.html> 2.4.3. Konversi RS 232 RS 485 Pada dasarnya konversi RS 232 ke RS 485 ini hanya merubah level tegangan. Untuk melakukan proses konversi serial komunikasi RS 232 ke RS 485, kita dapat menggunakan IC (Integrated Circuit) Maxim : Max 232, IC Max 491 (Block diagram konversi RS 232 to RS 485 ditunjukkan pada gambar 2.10). Apabila ada sinyal yang masuk dari PC ke IC MAX232, maka IC MAX232 akan merubah level tegangan yang masuk menjadi level tegangan TTL. Dalam IC

Universitas Kristen Petra

22

MAX491 terdapat Receiver Enable (aktif low) dan Driver Enable (aktif high) untuk mengatur lalu lintas data dari level tegangan TTL ke level tegangan Differential. Receiver Enable (RE) berfungsi untuk memposisikan IC MAX 491 sebagai penerima, sedangkan Driver Enable memposisikan IC MAX 491 sebagai pengirim atau bisa juga disebut DE merupakan kontrol dari IC MAX491. Sistem RS485 mempunyai DE sebagai kontrol yang dapat memutuskan hubungan dari jalur transmisi ketika tidak mengirimkan data. Konverter ini menggunakan RTS untuk mengontrol sinyal dari serial port asynchronous ke DE dari IC MAX491. Jalur RTS yang terhubung dengan MAX491 saat RTS berlogic 1 akan mengaktifkan RS 485. Jika RTS berlogic 0 maka MAX491 dalam kondisi tristate. Pengaruh dari kondisi ini adalah memutuskan driver dari jalurnya.

RS 232

Max 232

Max 491

Max 491

Max 232

RS 232

Max 491 Multidrop Point Full Duplex

Max 232

RS 232

Gambar 2.10. Diagram Block RS-232 RS-485 Sesaat setelah IC MAX491 menerima bit-bit dari IC MAX232, maka bitbit tersebut akan diubah menjadi perbedaan tegangan antara dua terminal Y dan Z (terminal pada transmitter) sesuai dengan logic bit yang diterimanya. Hal yang sama terjadi saat IC MAX491 menerima data dari MAX491 lain, IC ini akan mengubah perbedaan antara tegangan terminal A dan B (terminal pada receiver) menjadi tegangan TTL. Karena receiver enable (RE) dari IC MAX491 dihubungkan ke ground, maka receiver akan selalu aktif dan akan langsung menerima logic yang diterima dan diteruskan ke IC MAX232. Selanjutnya oleh IC MAX232 ini akan sinyal tersebut diubah menjadi level tegangan RS-232 sesuai dengan logic yang diterimanya dan dimasukkan ke dalam serial pada PC.

Universitas Kristen Petra

23

2.5. Visual Basic 2005 .NET 2.5.1. Mengkomunikasikan Visual Basic 2005 .NET MySQL Visual Basic .NET 2005, atau biasa disebut Visual Basic 8, adalah teknologi pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi dalam lingkungan Windows. Bahasa ini dibuat untuk menjawab berbagai permasalahan terkait dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Visual Basic.NET memiliki beberapa tambahan yang tak ditemui dalam bahasa asalnya, BASIC, walaupun juga memiliki aturan serupa. Penambahan-penambahan tersebut berdampak pada semakin mudahnya penggunaan bahasa ini. Kemudahan dan keunggulan bahasa ini menjadikannya banyak digunakan mulai dari mahasiswa hingga praktisi profesional. Visual Basic 2005 .NET pada dasarnya sudah dilengkapi dengan ActiveX Data Object (ADO) yakni sebuah fitur berbentuk suatu Application Programming (API) yang dikhususkan dalam pengaksesan data dan informasi. ADO merupakan salah satu model dalam pengaksesan database relasional dan non-relasional yang dimiliki oleh Microsoft Visual Basic seperti database hierakial, mainframe ISAM/VSAM, email, teks dan data grafis. Namun ADO tidak menggantikan teknologi database yang ada saat ini yaitu Data Access Object (DAO). Keberadaan ADO justru meningkatkan kemampuan pemrograman DAO maupun RDO ke dalam wacana yang baru. ADO didesain sedemikian rupa untuk menjadi satu data interface yang dapat digunakan untuk kepentingan single dan multitier client / server serta aplikasi berbasis web. Keuntungan utama dari ADO adalah kemudahan dalam penggunaan, kecepatan tinggi, penggunaan memory yang minimal dan small disk footprint. Penggunaan ADO pada microsoft Visual Basic pada umumnya digunakan sebagai interface untuk berkomunikasi dengan OLE DB, seperti Access, SQL Server, Oracle dan sumber data lainnya. Software database server yang digunakan dalam Tugas Akhir ini menggunakan MySQL. MySQL sendiri merupakan salah satu database server alternatif yang bersifat free / gratis. Meskipun memiliki versi Enterprise (NonFree) yang tentunya jauh lebih lengkap dan powerful, namun dalam versi standarnya, untuk versi 5 keatas sudah mendukung store procedure, triggers, dan view seperti database komersial lainnya semisal Oracle dan SQL Server.

Universitas Kristen Petra

24

Untuk dapat diintegrasikan dengan Visual Studio 2005, maka diperlukan MySQL Connector. Salah satu MySQL connector yang dapat digunakan adalah MySQL connector ODBC 3.51.

Gambar 2.11. Konfigurasi ODBC Data Source Untuk menggunakan MySQL connector ODBC, install software tersebut terlebih dahulu (MySQL connector ODBC tidak terpaket dalam dalam Microsoft Visual Basic 2005). Hubungkan database MySQL yang telah dibuat dengan ODBC data source melalui control panel Windows Administrative Tools Data Sources (ODBC). Pada menu system DSN, tambahkan database yang sudah kita buat seperti pada gambar 2.11. Script yang digunakan di dalam program komunikasi database yang pada Visual Basic menggunakan ADODB adalah sebagai berikut.

Universitas Kristen Petra

25

Option Explicit On Module ModKoneksi Public Public Public Public Public Public Public con As New ADODB.Connection rec As New ADODB.Recordset record As New ADODB.Recordset Server As String User As String Password As String Database As String

Public Sub cnMySQL() Server = "localhost" User = "root" Password = "" Database = "spy_test" con.CursorLocation = _ ADODB.CursorLocationEnum.adUseClient _ con.Open("DRIVER={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=" & _ Server & ";UID=" & User & ";PWD=" & Password & _ ";Database=" & Database) End Module

2.5.2. Komunikasi serial PC PLC melalui Visual Basic Untuk dapat mengkoneksikan program yang kita buat melalui Visual Basic dengan device lain, kita dapat menggunakan component MSComm dari Visual Basic. Untuk dapat menggunakan component MSComm pada Microsoft Visual Basic 2005 .NET, tambahkan component MSComm terlebih dahulu melalui project add reference, selanjutnya pilih Microsoft Communication Control. Tambahkan MSComm ke dalam form yang ada ( ). Konfigurasi

MSComm dapat dilakukan melalui properti dari MSComm tersebut. Sesuaikan kecepatan transfer data, nomor start bits, panjang data, parity dan juga Nomor stop bits dari serial komunikasi yang digunakan. Berikut script yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data melalui MSComm.
Public Sub Form_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal _ e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load AxMSComm1.PortOpen = True AxMSComm1.Output = @00RR0010000140* TextBox1.Text = AxMSComm1.Input End Sub

Universitas Kristen Petra

26

2.5.3. Pemrograman TCP / IP menggunakan Microsoft Socket Control Socket Control digunakan sebagai media kontrol dalam melakukan komunikasi antar komputer memanfaatkan jaringan LAN (Local Area Network). Sama hal-nya seperti menambahkan component MSComm ke dalam Visual Basic, menambahkan component BSSock Lib (BigSpeed Socket Library) ke dalam Visual Basic 2005 dapat dilakukan melalui project add reference BigSpeed Socket Library. Socket Control pada umumnya memiliki 2 macam protokol komunikasi yang dapat dipergunakan dalam komunikasi antar PC. Protokol tersebut antara lain protokol TCP / IP dan protokol UDP. Terdapat perlakuan yang berbeda antara TCP / IP dan UDP walaupun sama-sama berfungsi sebagai protokol pengiriman data. UDP tidak memerlukan proses koneksi terlebih dahulu untuk dapat mengirimkan data. Paket-paket yang dikirimkan UDP bisa jadi melalui rute yang berbeda-beda, sehingga hasil yang diterima bisa jadi tidak berurutan. Contohnya jika aplikasi socket pengirim mengirimkan pesan berturut-turut : pesan 1, pesan 2, dan pesan 3, maka aplikasi socket penerima belum tentu mendapatkan pesan yang berurutan dimulai dari pesan 1, pesan 2, dan terakhir pesan 3. Bisa saja pesan 2 terlebih dahulu diterima, menyusul pesan-pesan yang lainnya atau berbagai kemungkinan lainnya. Bahkan, dapat terjadi keadaan dimana pesan yang dikirimkan tidak sampai ke penerima karena kegagalan paket data. Tidak demikian halnya dengan stream socket yang menggunakan TCP / IP. Jenis ini mengharuskan terjadinya koneksi terlebih dahulu kemudian mengirimkan paketpaket data secara berurutan. Penerima juga dijamin akan menerima data dengan urutan yang benar, dimulai dari data pertama yang dikirimkan hingga data terakhir. TCP / IP dapat menangani data yang hilang, rusak, terpecah ataupun terduplikasi. Dari sekilas perbedaan ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa aplikasi socket yang menggunakan TCP / IP memerlukan pertukaran data dua arah yang valid. Sedangkan aplikasi socket yang menggunakan UDP lebih memprioritaskan pada pengumpulan data. Karena itu, aplikasi socket TCP / IP sering diterapkan untuk aplikasi chat, transfer file, ataupun transaksi-transaksi penting. Sedangkan aplikasi socket dengan UDP lebih cock diterapkan untuk aplikasi monitoring

Universitas Kristen Petra

27

jaringan, game online, dan aplikasi-aplikasi broadcast. Protokol yang digunakan pada BigSpeed Socket Library adalah protokol TCP / IP, oleh karena itu, data yang kita kirimkan dari satu PC ke PC lainnya dipastikan akan diterima secara utuh dan sesuai dengan urutan pengirimannya.

Universitas Kristen Petra