Anda di halaman 1dari 3

2. Kopra Berkualitas Dengan Metoda Rumah Pengering Plastik Kesesuaian Inovasi/Karakteristik Lokasi Kelapa (cocos nucifera L.

) adalah salah satu komoditas perkebunan yang menjadi unggulan Provinsi Jambi. Dari luas pertanaman kelapa di Provinsi Jambi, 50% berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan 40% di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sehingga daerah ini sangat representatif untuk pengembangan usaha agroindustri kelapa. Kopra merupakan salah satu produk olahan kelapa yang banyak diusahakan oleh masyarakat didaerah ini sebagai bahan baku pembuatan minyak kelapa. Petani kelapa umumnya mengolah kopra dengan cara pengasapan, kopra yang dihasilkan umumya masih dibawah standar mutu dengan kadar air 15-22%, berwarna coklat sampai coklat kehitaman, berbau asap dan mudah rusak karena serangan mikroorganisme. Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi, berupa rumah pengering plastik dengan atap dan dinding terbuat dari plastik transparan merupakan alternatif dalam memperbaiki mutu kopra yang akan diolah menjadi minyak kelapa. Keunggulan inovasi: Teknologi rumah pengering plastik menghasilkan kopra yang dikenal dengan Kopra Putih dengan kadar air 5-6%, mengandung minyak 62-63% dan asam lemak bebas maksimal 0.5-1 % dan berwarna putih sampai putih kekuningan, berbau khas kopra, tidak/sedikit mengandung bagian yang berjamur (maksimum 8%). Uraian inovasi: Teknik pengeringan kopra sangat menentukan mutu produk olahannya terutama minyak kelapa. Teknologi rumah pengering plastik dapat menghasilkan kopra berkualitas. Rumah pengering ini terdiri dari atap dan dinding yang terbuat dari plastik transaparan. Sinar matahari akan menembus atap yang terbuat dari plastik transaparan dan memanasi daging buah kelapa yang dikeringkan. Dengan cara ini panas yang dipantulkan kembali oleh lantai atau daging buah akan tertahan sehingga terjadi peningkatan suhu didalam rumah plastik, dengan demikian bahan/kopra yang dikeringkan akan lebih cepat menjadi kering dan terlindungi dari hujan. Alat ini terdiri dari dua lantai atas dan bawah, lantai bawah berjarak 100 cm dari permukaan tanah, untuk menghindari kelembaban tanah. Kopra yang dikeringkan dilantai bawah lebih lama keringnya karena lantai bawah hanya memanfaatkan panas yang dipantulkan oleh dinding plastik, sedangkan kopra yang dilantai atas mendapat cahaya sinar matahari langsung. Cara Penggunaan inovasi: Rumah pengering plastik dibuat berukuran panjang 6 m dan lebar 4m, berlantai 2, lantai bawah dibuat dari papan dan lantai atas dibuat dari kayu reng dan disusun agak jarang. Disamping itu rumah pengering plastik ini mempunyai jendela di sebelah kiri dan kanan sepanjang sisi dinding, yang berfungsi sebagai tempat memasukkan dan mengeluarkan serta membolak balik kopra dan mempunyai ventilasi di sebelah atas sisi dinding depan dan belakang, untuk keluarnya uap air dari daging buah kelapa yang dikeringkan.Ventilasi dibuat dari kayu ring atau bilah yang disusun agak jarang Dalam proses pengolahan kopra perlu diperhatikan beberapa aspek penting meliputi persiapan bahan baku dan mekanisme proses pengolahan kopra. Kelapa yang digunakan sebagai bahan baku adalah buah yang matang berumur 11-12 bulan. Sebelum

kelapa diolah menjadi kopra, buah kelapa disimpan sekitar 2 minggu ditempat yang ternaung dengan tujuan : Kadar air daging buah kelapa akan berkurang dari 45-50% menjadi 5-20%. Daging buah kelapa bertambah keras sehingga selama proses pengeringan lebih lanjut daging buah lebih tahan terhadap mikroorganisme. Sabut mudah dikelupaskan dari buah. Daging buah mudah dipisahkan dari tempurung. Pembelahan buah kelapa sebaiknya pada permukaan yang keras dan bersih, air buah kelapa dialirkan kedalam tempat pengumpulan dan buah kelapa yang telah dibuka menghadap keatas sehingga penguapan dapat terjadi. Buah kelapa yang sudah dibelah harus segera dikeringkan, jika tidak maka permukaan daging buah akan berlendir dan berwarna kuning, keadaan ini akan dapat menurunkan mutu kopra. Pengeringan dilakukan di dalam rumah pengering plastik, dengan menata belahan kelapa sedemikian rupa, daging buah kelapa menghadap keatas. Belahan kelapa dijemur pada pagi hari dan sore harinya belahan kelapa dipisahkan dari tempurungnya, dan pengeringan selanjutnya tanpa tempurung. Proses pengeringan berlangsung 4-5 hari pada cuaca cerah. Informasi Lain 4 butir kelapa menghasilkan 1 kg kopra. Kopra berkualitas berwarna putih kekuningan, berbau kopra dan tidak berjamur. Perlu diperhatikan beberapa anjuran prosedural untuk memperoleh hasil yang optimal.

Foto- foto:

Gambar 1. Rumah pengering plastik tampak samping

Gambar 2. Pengeringan kopra