Anda di halaman 1dari 11

Scolecophidia bertubuh amat kecil, nampak berkilau seperti sepotong kawat kecil kehitaman.

Panjang tubuh hingga 175 mm, akan tetapi jarang yang lebih panjang dari 15 cm. Kebanyakan malah sekitar 10 cm atau kurang. Tubuhnya berwarna hitam, kehitaman, kecoklatan, atau abu-abu kebiruan. Umumnya lebih gelap di bagian dorsal (punggung) dan lebih muda di sisi ventral(perut). Ekornya amat pendek dan pada ujungnya terdapat runcingan serupa duri. Terkadang kedua ujungnya (kepala dan ekor) berwarna lebih muda atau keputihan. Matanya tersembunyi dan hanya nampak sebagai bintik gelap samar-samar di balik sisik kepalanya. Oleh sebab itu, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blind snake (ular buta). Sisiksisik yang menutupi bagian tengah tubuh tersusun dalam 20 deret, amat halus dan serupa saja bentuknya di bagian dorsal maupun ventral.

Henophidia isi atas tubuh (dorsal, punggung) berwarna coklat atau abu-abu kehitaman, merata (unicolor: berwarna seragam) dan berkilauan apabila terkena cahaya. Sisik-sisik dorsal dalam 15 deret. Deret terbawah berwarna putih, beberapa deret berikutnya seperti warna punggung umumnya namun dengan tepian berwarna putih. Sisi bawah tubuh (ventral) putih. Ular yang masih muda dengan kepala dan leher yang berwarna putih, kecuali moncongnya yang kecoklatan. Warna putih ini berangsur-angsur menghilang bersama dengan bertambah besarnya sang ular. Panjang sekitar 80cm - 130 cm. Xenophidia Pada umumnya anggota famili ini memiliki bentuk kepala yang lebar dan menyerupai segitiga. Di antara lubang mata dan hidungnya terdapat satu lubang (pit) yang digunakan untuk mendeteksi mangsa yaitu hewan-hewan berdarah panas, sehingga dengan alat ini ia dapat mendeteksi keberadaan mangsanya dalam keadaan gelap sekalipun. Spesies ini mempunyai warna kulit seperti tanah dan sisik yang tidak beraturan. la memiliki taring yang panjang dan berengsel yang akan terlipat ke dalam di langit-langit muiut jika tidak digunakan, panjangnya taring ini akan menyebabkan penetrasi yang dalam ke tubuh mangsa. Panjang tubuh spesies ini dapat mencapai 1 m dengan ruas tubuh 5 cm. Biasa mencari rnangsa pada malam hari dan sering menyamarkan diri di dekat tumpukan sampah dan belukar

Ciri ciri Ular yang ada di Sumatera 1. Elaphe radiata

Species : Elaphe radiata Schlegel, 1837 N.I. : Copperhead Racer, Striped Racer, Ular Trawang, Ular Lanang Sapi (Jawa), Ular Tikus. a. Ciri-ciri : - Tubuh bagian dorsal berwarna kekuningan, dengan empat garis longitudinal berwarna hitam pada bagian tubuh depan - Tubuh bagian depan belakang berwarna kuning - Tubuh bagian ventral berwarna kuning - Terdapat garis hitam dari mata dan melintang pada bagian belakang kepala - Panjangnya 2000 mm - Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang b. Habitat : Darat, lading c. Aktivitas : Diurnal, siang hari d. Tipe gigi : Aglypha e. Makanan : Burung dan Tikus f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan

2. Elaphe flavolineata

Species : Elaphe flavolineata Schlegel, 1837 N.I. : Common Racer, Ular Kopi (Jawa), Ular puspo brele (Jawa). a. Ciri-ciri : - Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau keabu-abuan dengan tanda hitam persegi panjang yang belang dengan putih bagian depan - Terdapat garis hitam longitudinal pada bagian vertebral (tulang belakang) - Tubuh bagian belakang berwarna coklat gelap atau hitam - Tubuh bagian ventral berwarna kuning, coklat atau kehitaman - Panjangnya 2400 mm - Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang b. Habitat : Darat -lading c. Aktivitas : Diurnal - siang hari d. Makanan : Kadal, katak dan burung e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang

3. Ptyas korros

Species : Ptyas korros Schlegel, 1837 N.I. : Indian Rat snake, Ular kayu (Jawa), ular koros, ular sayur

a. Ciri-ciri : - Tubuh bagian atas (dorsal) berwarna coklat atau coklat kehijauan - Sisik tubuh bagian belakang kuning dengan garis hitam disekeliling tiap sisiknya. - Tubuh bagian bawah (ventral) berwarna kuning. - Mata bulat, besar dan hitam. - Pada yang muda terdapat garis-garis putuh pada bagian tubuh atas (dorsal). - Panjangnya 300 mm 1700 mm b. Habitatnya : Semak-semak, kadang berjemur di atas pohon c. Tipe gigi : Aghlypa e. Aktivitas : Diurnal f. Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung h. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan

4. Ptyas mucosus

Species : Ptyas mucosus N.I. : Banded Rat Snake, Bandotan Macan, ular dumung macan (Jawa) a. Ciri-ciri: - Tubuh bagian dorsal berwarna coklat kekuningan atau kehijauan (olive) - Terdapat garis-garis vertical hitam pada begian kepala (bibir) dan belakan - Tubuh bagian ventral berwarna putih - Mata bulat, besar,hitam - Pada yang muda terdapat garis-garis terang pada bagian depan - Panjang 50 mm 2500 mm b. Habitat : Darat (semak-semak), persawahan/lading c. Aktivitas : Diurnal

d. Tipe gigi : Aghlypa e. Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung f. Populasi : Sumatera, Jawa, Singapore, Malaysia, China Selatan, Siam,Burma,

5. Lycodon aulicus

Species : Lycodon aulicus Linne, 1754 N.I. : Common House Snake, Wolf Snake, Sowo Emprit (Jawa), ular rumah a. Ciri-ciri : - Tubuh berwarna abu abu degan banyak titik tiktik putih diseluruh tubuh - Tubuh bagian ventral berwarna putih - Kepalanya oval dengan leher bergaris putih - Mata bulat besar - Panjangnya 500 mm 750mm b. Habitat : Darat, suka menempel di dinding rumah c. Aktivitas : Noctural, malam hari d. Tipe gigi : Aglypha e. Makanan : Cicak f. Populasi : Hampir ada di seluruh kepulauan

6. Xenopeltis unicolor

Species : Xenopeltis unicolor Reinwald, 1827 N.I. : Iridescent Earth Snake, Sunbeam Snake, Ular Pelangi, Ular wlingi (jawa) a. Ciri-ciri : - Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau kehitaman jika tubuhnya terkena sinar matahari akan memantulkan warna pelangi - Tubuh bagian ventral berwarna putih - Kepalanya pipih - Mata bulat besar - Panjangnya 700 mm 1000 mm b. Habitat : Darat, peliang (di dalam tanah) c. Aktivitas : Noctural, malam hari d. Tipe gigi : Aglypha e. Makanan : Ular, cacing, katak, tikus f. Populasi : Nias, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang,

7. Dendrelaphis pictus

Species : Dendrelaphis pictus N.I. : Painted Bronzeback, Ular Tampar (Jawa), Ular Tali Picis, Ular Lidi

a. Ciri-ciri : - Tubuh coklat dan ada 2 garis hitam memanjang dari kepala ke ekor - Bagian bawah terdapat garis kunig memanjang hingga ekor - Jika marah, muncul bintik putih di leher - Lidah berwarna merah - Kepala oval - Mata horizontal, panjangnya 1000 mm b. Habitat : Pepohonan, arboreal c. Aktivitas : Diurnal, siang hari d. Makanan : Katak, tikus, belalang, cicak, jangkrik e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, sulawesi, papua f. Type bisa : Jika menggigit manusia tidak berbahaya, tetapi racun nya sangat mematikan untuk sesama ular.

8. Xenocrophis piscator

Species : Xenocrophis piscator Schlegel, 1837 N.I. : Chequered Keelback, Bandotan Tutul dan Bandotan Tunggal (Jawa) a. Ciri-ciri : - Tubuh bagian dorsal berwarna kuning atau coklat kehijauan (olive) dengan tanda hitam berbentuk S berwarna hitam pada sepanjang tubuhnya atau garis-garis longitudinal - Tubuh bagian ventral putih dan terdapat garis hitam pada tiap sisiknya - Terdapat garis hitam pada bagian belakang mata - Mata bulat besar - Bila marah ular ini akna memipihkan tubuhnya ketanah - Panjangnya 1100 mm 1200 mm

b. Habitat : perarian, dekat kolam, sungai, sawah c. Aktivitas : Diurnal d. Tipe gigi : Aglypha e. Makanan : Katak dan ikan f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang

Ciri cirri kura-kura yang ada di Indonesia Nama : Kura-Kura Batok Nama Latin: Cuora amboinensis

Ciri-Ciri Fisik: Memiliki tiga strip kuning di belakang matanya membentuk panah di atas kepalanya; tempurung bulat tinggi berwarna hitam gelap; Plastron berwarna putih dan memiliki corak acak berwarna hitam. Tempurungnya dapat benar-benar tertutup rapat.

Pola Hidup: Semi-aquatic Habitat Asli: Kolam dangkal yang hangat, sawah, dan rawa. Makanan: ikan, cacing, pelet, jangkrik, udang, buah dan sayur-sayuran.

Pertumbuhan: Maksimum mencapai ukuran 25-30 cm. Usia reproduksi aktif saat berumur 4-5 tahun.

Persebaran: Indonesia (Sulawesi, Ambon, Sumatra, Kalimantan, Nias, Enggano, Simeulue, Jawa,

Sumbawa, Halmahera, Seram, Buru, dan Bali); Kepulauan Nicobar; India timur; Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina dan Sri Lanka.

Nama : Labi-Labi / Bulus Nama Latin: Pelodiscus sinensis

Ciri-Ciri Fisik: Memiliki hidung 'snout' yang panjang dan senang menggigit, matanya hitam bulat serta kepala berwarna cokelat tua hingga muda; tempurung terdiri dari tulang lunak bulat pipih dan lebar berwarna cokelat dan berbintik-bintik hitam. Plastron berwarna merah dengan totol hitam acak.

Pola Hidup: Full-aquatic Habitat Asli: Kolam dalam, danau, dan sungai. Makanan: ikan, cacing, pelet, dan jangkrik.

Pertumbuhan: Maksimum mencapai ukuran 25 cm. Usia reproduksi aktif saat berumur 5-7 tahun.

Persebaran: China timur, Jepang, Rusia selatan, Vietnam utara dan telah dikembangkan biakkan di Indonesia.

Nama : Kura-Kura Matahari Nama Latin: Heosemys spinosa

Ciri-Ciri Fisik: Memiliki kepala berwarna coklat bercorak bintik-bintik merah di pipi dan atas kepala; tempurung bulat tinggi berwarna coklat muda hingga gelap disampingnya berbentuk gerigi tajam di sepanjang lingkar tempurung serta sebuah keel panjang (garis gerigi) di tengah punggung tempurung. Plastron berwarna coklat muda/krim bercorak serratial warna hitam yang rapih membentuk dua alur. Kaki depannya juga memiliki bintik-bintik berwarna merah.

Pola Hidup: Semi-aquatic Habitat Asli: pinggir sungai dangkal, lembah, dan kaki bukit hutan hujan. Makanan: ikan, buah (pisang, mangga, pepaya, melon, dll).

Pertumbuhan: Maksimum mencapai ukuran 22 cm. Usia reproduksi aktif saat berumur 3 tahun.

Persebaran: Indonesia (Sumatra dan Kalimantan); Myanmar, Thailand, Brunei, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Nama : Kura-Kura BrazilNama Latin: Trachemys scripta elegans

Ciri-Ciri Fisik: Memiliki garis merah di belakang matanya; tempurung pipih dan oval berwarna hijau saat masih anakan dan cenderung berwarna kuning gelap kehitaman saat dewasa. Tempurung atas (karapaks) dipenuhi corak-corak terang maupun gelap. Tempurung bawah (plastron) berwarna kuning dan juga dipenuhi corak-corak berwarna hitam tak beraturan. Sisi belakang tempurung semakin bergerigi saat dewasa.

Pola Hidup: Semi-aquatic Habitat Asli: kolam, sungai dangkal, dan tepi danau. Makanan: ikan, cacing, pelet, jangkrik, udang, dan sayur-sayuran.

Pertumbuhan: Maksimum mencapai ukuran 25-30 cm (betina) dan 20-25 cm (jantan). Usia reproduksi aktif setelah berumur 5 tahun.

Persebaran: Berasal dari Amerika Serikat bagian selatan, namun akibat perdagangan satwa, jenis ini kini hampir dapat ditemukan di seluruh dunia.