Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP NYONYA H. DIRUANG ANYELIR DENGAN DIAGNOSA TANPOID FEVER + GRAVID ( 16 MINGGU ) DI RUANG ANYELIR R.S.U.

D Dr Hi ABDUL MOELOEK B.LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG

DISUSUN OLEH NAMA NPM : HESTI PURWANINGSIH : 0830038

FAKULTAS KEDOKTERAN PRODI DIII KEBIDANAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG 2009/2010
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Hesti Purwaningsih NPM : 08300038 Ruang : Anyelir

Mengetahui

PEMBIMBING LAHAN

PEMBIMBING AKADEMIK

(RAHMAWATI, DIII Kep)

( DEVI KURNIASARI, SST)

DEMAM TIFOID ( THYPOID FEVER)

Definisi : Demam Tifoid ( tifus abolominalis enteric , enteric fever ) adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 7 hari , gangguan saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Etiologi Demam tifoid disebabkan oleh salmonella typhi ( s.typhi) , basil gram negative, berflagel, dan tidak berspora. s.typhi memiliki 3 macam antigen yaitu antigen O (somatic berupa kompleks polisakarida) , antigen H (hagel) dan antigen Vi. Dalam serum penderita demam tifoid akan terbentuk antibody terhadap ketiga macam antigen tersebut.

Patogenesis Infeksi S.typhi terhadi pada sasaran pencernaan. Basil diserap diusus halus kemudian melalui pembuluh limpa, basil yang tidak dihancurkan berkembang biak dalam hati dan limpa sehingga organ-organ tersebut akan membesar disertai nyeri pada peragaan. Kemudian basil masuk kembali kedalam darah (bakteremia ) dan menyebar keseluruh tubuh terutama kedalam kelenjar limfoid usus halus. Menimbulkan tukak pada mukosa diatas plague peyeri. Tukak tersebut dapat mengakibatkan perdarahan dan perforasi usus. Gejala demam disebabkan oleh endotoksin yang diekresikan oleh basil S.typhi sedangkan gejala pada saluran pencernaan disebabkan oleh kelainan pada usus.

Gejala Klinis

Gejala klinis selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodomal, yaitu perasaan tidak enak badan lemasdan lesu, nyeri kepala , pusing dan tidak bersemangat. Kemudian disusul gejala klinis yaitu : 1. Demam Pada kasus-kasus yang khas. Demam berlangsung 3 minggu . bersifat febris dan suhu tidak tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh berangsur- angsur meningkat setiap hari. Pada minggu kedua penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu ketiga suhu badan berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga. 2. Gangguan Saluran Pencernaan Pada penderita demam tifoid dapat ditemukan bibir kering dan pecah-pecah (ragaden). Lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tounge) dengan pinggir yang hiperemis. Jarang disertai tremor. Pada abdomen mungkin ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus ). Hati dan limpa membesar disertai nyeri pada peragaan , biasanya didapatkan konstipasi akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare.

3. Gangguan Kesadaran Umumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak seberapa dalam, yaitu apatis , jarang terjadi koma atau gelisah Disamping gejala-gejala yang biasa ditemukan tersebut kadang-kadang ditemukan pula gejala lain berupa Relaps Relaps atau kambuh merupakan keadaan beralangnya gejala penyakit tifus abdominalis akan tetapi berlangsung lebih ringan dan lebih singkat. Biasanya terjadi dalam minggu kedua setelah suhu badan normal kembali. pada punggung dan ekstermitas dan bradikardia pada anak besar.

Diagnosis

Menegakkan diaknosis demam tifoid pada anak merupakan hal yang tidak mudah mengingat gejala dan tanda-tanda yang tidak khas. Diagnosis demam tifoid dapat dibuat dari anamnesis berupa demam, gangguan epistrourtestinial dan mungkin disertai perubahan atau gangguan kesadaran. Untuk memastikan diagnosis tersangka demam tifoid maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai berikut : 1. Darah Tepi Anemia, pada umumnya terjadi karena supresi sumsum tulang defisiensi Fe, atau perdarahan usus Leukopenia, namun jarang kurang dari 3000 /ul Limfositosis relative dan anaeosinofilia pada permulaan sakit. Trombositopeni terutama pada demam tifoid berat.

2. Pemeriksaan serologi Serologi widal : untuk membuat diagnosis yang diperlukan adalah titer terhadap antigen O dengan kenaikan tetes 1/200 kenaikan 4 kali titer fase akut ke fase konvalesens

Kadar lgM dan lg G ( typhi olot)

3. Biakan salmonela - Biakan darah terutama pada minggu 5 perjalanan penyakit - Kultur tinja terutama pada minggu II perjalanan penyakit

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Ruang Tanggal Pengkajian Nomor Rm Pukul

: Anyelir : 30 juli 2009 : 86 99 53 : 19.00 Wib

1. DATA DASAR A. Identitas Klien 1. Nama 2. Usia : : Ny.H : 25 Tahun

3. Status perkawinan : Kawin 4. Pekerjaan 5. Agama : IRT : Islam

6. Pendidikan 7. Suku

: SMA : Sunda

8. Bahasa sehari-hari : Bahasa Indonesia 9. Gol Darah 10. Alamat 11. Sumber Biaya :B : Jl.Banten , kramat baru : ASTEK

B. Identitas Penanggung Jawab 1. Nama 2. Usia 3. Pendidikan 4. Pekerjan 5. Hub dengan Kel 6. Gol Darah 7. Alamat : Ny.S : 48 Tahun : SMP : IRT : Baik :B : Jl. Banten , kramat baru.

2.RIWAYAT KEPERAWATAN Keluhan umum : Demam sejak I minggu yang lalu Alasan masuk rumah sakit :

Masuk rumah sakit Abdul Moeloek pada tanggal 29 juli 2009, dengan alas an panas sudah 7 hari hilang timbul, kadang menggigil , mual , muntah > 3 x , nafsu makan menurun , otot terasa sakit dan batuk kering A. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG Saat Pengkajian Klien mengatakan bahwa badannya lemas, kalau berdiri ingin jatuh dam serik BAK B. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Klien mengatakan bahwa tidak mempunyai riwayat penyakit , klien baru pertama kalinya masuk rumah sakit C. GENOGRAM

Keterangan : = Pria = Penderita = Wanita

D. riwayat psikososial dan spiritual Yang terdekat dengan klien adalah keluarganya. Klien dan keluarganya sangat cemas dengan kondisi klien dan kandungannya saat ini.

Segala sesuatu keputusan diserahkan pada suami dan keluarganya. Sebelum sakit klien melakukan aktifitas ibadah ( sholat, puasa dan zakat ). Saat ini klien masih bisa melakukan ibadah sholat walaupun dengan duduk.

3. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI 1. Pola Nutrisi Sebelum Sakit Nafsu makan kurang baik, klien makan 2 x sehari , pagi dan siang , jenis makannya nasi, sayur + lauk , karena mual muntah Saat sakit Nafsu makan semakin menurun , klien makan 1-2 x sehari , jenis makannya nasi, bubur, sayur dan lauk 2. Pola Eliminasi Sebelum Sakit BAK klien 4-6 x sehari, karena kandung kemih tertekan oleh uterus Saat Sakit BAK Klien juga masih 4-6 x sehari

BAB Sebelum sakit BAB klien normal, setiap pagi dan sore dan tidak ada keluhan saat BAB dengan konsisten lembek dengan warna kuning

Saat Sakit

Selama dirumah sakit juga pasien BAB tidak ada keluhan

3. Personal Hygine Sebelum sakit dan saat sakit Klien personal hygine 2 3 x sehari pada pagi dan sore hari Saat sakit klien hanya dilab saja. Dan klien sikat gigi 2 x sehari dan saat sakit klien hanya sikat gigi 1 x sehari pada pagi hari. Dan saat sakit klien melakukan keramas atau cuci rambut dan sebelum sakit klien melakukan cuci rambut.

4. Pola Istirahat dan Tidur Sebelum sakit dan saat sakit Klien tidur 8 10 jam / hari dan klien tidak kekurangan tidur. Saat sakit klien tidak menentu saat tidurnya, karena gelisah , tidak nyenyak , tidak lelap dan mudah terbangun.

5. Pola Cairan dan Elektrolit Sebelum sakit dan saat sakit Sebelum sakit klien biasa minum 8 10 gelas/hari dan saat sakit klien hanya minum 5-6 gelas/hari.

6. Pola Aktivitas dan Latihan

Sebelum sakit dan saat sakit. Sebelum sakit, klien hanya bekerja yang ringan saja tidak terlalu berat, hanya melakukan pekerjaan ibu rumah tangga biasa dan tidak ada keluhan. Saat sakit klien hanya ditempat tidur sebagian besar waktunya digunakan untuk perawatan dan untuk istirahat.

7. Pola Kebiasaaan Yang Mempengaruhi Sebelum dan saat sakit Klien mengatakan tidak pernah melakukan prilaku menyimpang misal merokok, minum alcohol yang membahayakan kandungan dan kesehatan.

Pemeriksaan Fisik

Kesadaran

: Composmetis

Vital Sign TD S
rr

: 120/80 : 36.1 c : 23 x /menit : 96 x /menit

1. Kepala Bentuk kepala normal dan memiliki kesimetrisan yang sama dan rambut kien tidak mudah rontok, tidak kotor dan kusut, dan tidak mengalami sakit kepala atau pusing

2. Mata (Sistem Penglihatan) Posisi mata simetris kanan dan kiri , kelopak mata normal, pergerakan bola mata normal, konjungtifa an anemis, sklera an ikterik , kornea jernih, reflek cahaya normal. Jarak pandang normal , klien tidak menggunakan alat bantu untuk penglihatan.

3. Hidung ( system Pernafasan) Frekuensi nafas 23x/menit, irama teratur, suara nafas vesikuler, klien tidak batuk dank lien tidak menggunakan alat pernafasan.

4. Mulut Mulut bersih dan bibir tidak pecah. Bibir cukup bersih dan tidak menggunakan gigi palsu. Gusi juga tidak pendarahan dan lidah bersih.

5. Telinga ( Sistem Pendengaran) Bentuk telinga normal, posisi simetris kanan dan kiri, tidak terdapat serumen pada tulang telinga. Tidak terdapat tanda-tanda peradangan, Klien juga tidak menggunakan alat bantu pendengaran dan tidak terdapat cairan yang leluar dari telinga.

6. Dada ( Kardiofaskuler)

I P P A

= Bentuk dada simetris kanan dan kiri = Tidak terdapat benjolan , tidak nyeri ditekan = Simetris dikedua lapang dada = Bunyi nafas , vasikuler , bunyi jantung lup 23 dup.

7. Abdomen I A P = Bentuk abdomen simetris = Bising usus 10 x / menit = Uterus membesar

Sistem Neurologi GCS : E4 V5 M6 = 15

Tonus Otot 5555 5555 5555 5555

9. Sistem Muskulus Letal Klien mengalami kelainan pada system muskulus letal, dan tidak terdapat tanda-tanda fraktur dan tidak mengalami kelainan pada bentuknya

5555

5555

5555

5555

10. Kulit Kulit cukup bersih , warna kemerahan , kulit tidak keriput , temperature sudah mulai stabil dan tidak terdapat tanda-tanda peradangan pada kulit.

11. Sistem Imunologi Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening dan demam lagi

12. Sistem Urogenital Tidak terdapat nyeri tekan, dan keadaan genitalia cukup bersih.

Pemeriksaan Imunologi dan Serologi Tanggal 29-07-09

Pemeriksaan Reumatial Faktor ASRO CRP Kwantitatif VDRL + PHA IE Tes CEA ANA Tes Kehamilan

Hasil Negatif Negatif < 6 mg/l Non Reactive Non Reactive < 2,5 mg/ml

Normal

Pemeriksaan T3 T4 TS4 FT41 Tes Widah Thyphi H Antigen Thyphi O Antigen Paratyphi A-O Antigen Paratyphi B-O Antigen Hasil + + +

Hasil

Normal / satuan 0,69 2,02 mg/ml 4.4 10.8 ml/dl 4.8- 11.0 ml/dl 0.4 6.2 miU/l 5-12 Teter 1/320 0 1/160 1/320

Pemeriksaan HBs A3 Anti A3 HBe A3 Anti HAV Anti HCU Anti H IV Anti Rubella lgM Anti Rubella lgG Dengue Fever lgM Dengue Fever lgG

HBs

CUT OFF

Hasil

Titer

-Negative -Negative

TERAPI MEDIS

I. Oral Paracetamol Cipro Dexauta 3x1 2x1 3x1

2. Injeksi

Injeksi ranitidine 1 ampul/12 jam Infus 20 tts/menit

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaaan Lab Hematologi 23 juli 2009

Pemeriksaan Hemoglobin Hematrokit

Hasil 11,4 3,2

Normal / satuan Lk 13,5 18,0 gr/al Wn 12 16,0 gr/al Lk 0 10 mm/jam

Wn 0 -20 mm/jam Leukosit Bassophit Eosinophil Batang Begmen Lemposit Trombosit 6600 0 0 1 70 2 208.000 4500-10.700/m 01% 1-3 % 26% 50 70 % 28% 150.000 400.00/ul

Pemeriksaaan Urine Lengkap Tanggal 01 Agustus 2009

Pemeriksaan Warna Kejernihan Berat Jenis PH Leukosit Nitrit Protein Glukosa Ketan Urobilinagen Belirubin Darah Sedimen Leukosit Erytrosit 1-2 1-2 Negative Negative Negative Negative 50 mg/al Negative Negative Negative Kuning Jernih 1.005

Hasil Kuning Jernih

Batas Normal

1.005 1.030 58 Negative (10 leuko / ul) Negative Negative ( < 30 mg/dl) Negative ( < 30 mg/dl) Negative ( < 50 mg/ dl) Negative ( < 1 mg/dl) Negative ( <2 mg /al) Negative (<10 try/ul) 10/IPB 10 / IPB 5 / IPB

Eptet Bakteri Kristal Silinder Lain

Positif Negative Negative Negative Negative

DATA FOKUS DS : Klien mengatakan badannya panas : Klien mengatakan susah tidur : Klien mengatakan kurang nafsu makan : KLien mengatakan sering buang airu kecil : Klien mengatakan mual-mual : Klien mengatakan nyeri dibagian ulu hati saat batuk

DO

: Klien tampak mudah terbangun : KLien sering menguap : Klien badannya panas : Suhu 38,0c : Klien tampak lemah : Klien tampak pucat : Klien batuk-batuk tetapi tidak terlalu sering : Klien tampak merintih : Klien beraktifitas dibantu oleh keluarganya

No 1.

Data Etiologi DS : klien mengatakan sulit untuk Gelisah tidur Klien mengatakan tidurnya tidak nyenyak dan mudah terbangun DO : Klien mudah terbangun Klien tampak gelisah Batuk

Masalah Keperawatan Gangguan pola tidur Gangguan pada tingkat kenyamanan pasien tidur

2.

DS : Klien mengatakan badannya Nyeri ulu hati saat Gangguan demam nyeri ulu hati saat batuk DO : Klien ngantuk Suhu tubuh 38c G2P,Ao batuk rendah hati Klien mengatakan batuk kering dan Daya

pada

ulu

imunologi Temperatur tubuh

3.

DS : Klien mengatakan mual-mual kecil

Klien G2P1Ao ( 16 Gangguan pada pola makan Gangguan pada rasa nyaman BAK Meningkatnya hormone HCG kandung

Klien mengatakan sering buang air minggu )

DO : Klien Cuma menghabiskan Karena makan 1 4 sendok makan saja Klien sering bolak-balik mandi / seing BAK kamar uterus

kemih tertekan oleh

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL

1. Gangguan aktifitas berhubungan dengan anoreksia 2. Gangguan pola tidur / istirahat

RENCANA KEPERAWATAN No 1 DX Keperawatan Gangguan berhubungan anoregsia nafsu makan Klien mengatakan mual-mual DO : Klien susah makan Klien hanya menghabiskan 1 4 sendok makan Tujuan aktifitas Setelah 3 x 8 Intervensi Rasional Monitor TTV 3 Untuk mengatasi keadaan pasien menambah obat cairan Untuk membantu klien supaya mual-mual Untuk 2 Gangguan pola tidur atau Setelah istirahat 3 bangun dan mudah terbangun bisa nyenyak x 8 Monitor TTV jam dengan dokter tidur tidur terganggu Pantau saat tidur mengetahui keadaan umum Untuk tidur normal yang dilakukan askep Kolaborasi tidak umum jam Pasang infuse

dengan dilakukan Askep x 24 jam

DS : Klien mengatakan tidak diharapkan klien Kaji kebutuhan UNtuk dapat memenuhi nutrisinya kebutuhan nutrisinya Beri ranitidine

DS : Klien mengatakan sering diharapkan klien Kaji

penyebab mengembalikan

DO : Klien gelisah Klien sering bangun

( normal )

IMPLEMENTASI

No 1

Implementasi Kaji TTV

Evaluasi S : KLien mengatakan mual muntah O : Klien hanya menghabiskan makan 3 5 sendok makan Klien tidak pernah menghabiskan porsi makannya Klien tampak lemas A : Masalah belum teratasi Klien masih mual muntah Klien G2P1Ao ( 16 minggu ) P : Lanjutkan intervensi

Kaji TTV

S : Klien mengatakan demam Klien mengatakan batuk-batuk O : Suhu 38,1c Kulit klien panas A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi

3.

Kaji TTV

S : Klien mengatakan sudah tidak demam Klien mengatakan sudah tidak mual O : Klien suhu 36,1 c Klien sudah tampak nafsu makan

A : Masalah sudah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi

LEMBAR KONSULTASI

N O

TANGGAL

CATATAN

PARAF

Bandar Lampung, 2009

Agustus

Pembimbing akademik

(Devi Kurniasari , SST )

DAFTAR PUSTAKA

HTTP://WWW.GOOGLE.CO.ID

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kehadirat Allah Swt, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya penyusun dapat menyelesaikan kasus ini mengenai Gen Mikro

Penyusun mengharapkan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, dan pembaca pada umumnya, Kami menyadari teknik penyusunan laporan kasus ini belumlah sempurna dan masih banyak kekurangannya dan perlu perbaikan, Maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Bandar Lampung,

Januari 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

JUDUL.. KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI I. GENETIKA DAN PENGENDALIAN MIKROBIOLOGI I.1 Genetika Prokariot I.2 Dasar Molekuler Variasi. I.3 Genetika Eukariot.. I.4 Rekayasa Genetika. I.5 Mikrobiologi Tanah/Pertanian I.6 Peran MIkrobiologi Sebagai Dekomposer.. I.7 Mikrobiologi Air. I.7 Air Sebagai Kehidupan Manusia. I.8 Dasar-dasar Pengendalian..

I.9 Mikroorganisme , Penyakit-resistensi dan Pemindahan sebarannya. I.10 Mikrobiologi Industri.. I.11 Mikrobiologi Pangan..