Anda di halaman 1dari 38

By : necel.wordpress.

com

SULFONAMIDE, TRIMETOPRIM,
& KUINOLON
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

 Kemoterapi antimikroba pertama 


sulfonamide (1935)
 Tahun 1940, penisilin digunakan untuk
kemoterapi
 Kemudian perkembangan kemoterapi
menggunakan obat antimikroba semakin pesat
 Memiliki pengetahuan yang cukup tentang
antimikrobakewajiban mahasiswa kedokteran
TUJUAN

 Mengetahui farmakokinetik&farmakodinamik
antimikroba sulfonamide, trimetoprim, dan
kuinolon
BAB II
ISI
SULFONAMID

 Sulfonamid = klmpk bahan kimia mengandung


gugus amin & gugus asam sulfonat

 Sulfonamid digunakan sebagai antimikroba,


obat diabetes mellitus, edema, hipertensi, gout
SULFONAMID : GOLONGAN OBAT

 Berdasarkan kecepatan absorpsi&ekskresi,


sulfonamid dibagi menjadi:
 Sulfonamid absorpsi&ekskresi cepat (sulfadiazine
& sulfisoksazol)
 Sulfonamid absorpsi sedikit jika diberikan peroral
(ftalilsulfatiazol&sulfasalazin)
 Sulfonamid untuk topikal (sulfasetamid,
mafenamid, Ag-sulfadiazin)
 Sulfonamid masa kerja panjang  absorbsi cepat&
ekskresi lambat (sulfadoksin)
SULFONAMID : FARMAKOKINETIK

 Absorbsi
 Absorbsi saluran cerna cepat&mudah (70-100%) 
usus halus
 Distribusi
 Sulfonamid terikat pada protein plasma (albumin)
 Sulfadiazine&sulfisoksazol  dapat masuk CSS

 Dapat melewati plasenta  toksik pada janin


SULFONAMID : FARMAKOKINETIK

 Metabolisme
 Sulfa dimetabolisme melalui 2 mekanisme:
 Asetilasimetabolit utama yg tidak aktif
 Oksidasi bahan toksik (gejala hipersensitivitas)

 Ekskresi
 Hampir semua melalui ginjal
 Masa paruh tergantung fungsi ginjal

 Diekskresi sebagian kecil ke tinja, empedu, ASI


SULFONAMID : FARMAKODINAMIK
PABA

Sulfonamid
Dihidropteroat berkompetisi
sintetase dengan PABA
Asam dihidrofolat

Asam tetrahidrofolat

Purin

DNA
SULFONAMID : FARMAKODINAMIK

 Efek antibakteri dihambat oleh darah, nanah, &


jaringan nekrotik
 Kerja sulfonamid bersifat selektif hanya
menghambat bakteri & tidak menghambat sel
tubuh manusia karena manusia tidak
mensintesis folat
SULFONAMID : DOSIS

 Bervariasi tergantung usia dan penggunaan


klinis
 Bayi < 2 bulan : pemberian harus hati2

 Kotrimoxazole : 800 mg sulfametoksazole / 12


jam
SULFONAMID : PENGGUNAAN KLINIS

 Infeksi saluran kemih


 Disentri basiler

 Meningitis oleh meningokokus

 Nokardiasis

 Trakoma & inklusion konjungtivitis

 Toksoplasmosis

 kemoprofilaksis
SULFONAMID : EFEK SAMPING

 Terutama karena alergi  cross allergenic


 Hipersensitivitas  demam, mual, sakit kepala,
rash, angioedema, sindrom Steven Johnson
 Ggn saluran kemih  nefrotoksik karena
kristaluria, nekrosis tubuler
 Ggn darah  anemia hemolitik akut (def.
G6PD), anemia aplastik (efek mielotoksik
langsung), granulositopenia, trombositopenia
 Kern ikterus
SULFONAMID : INTERAKSI OBAT

 Sulfonamid berinteraksi dengan antikoagulan


al, antidiabetik sulfonilurea dan fenitoin.
 Sulfa dapat memperkuat efek obat lain dgn
cara hambatan metabolisme atau pergeseran
ikatan dgn albumin.
 Pemberian bersama sulfonamid dosis obat-
obat tersebut perlu disesuaikan.
SULFONAMID : KONTRAINDIKASI

 Neonatus dan bayi < 2 bulan


 Orang yg alergi terhadap sulfa

 Kehamilan

 Menyusui

 Orang tua yg sensitif terhadap sulfa


TRIMETOPRIM

 Merupakan antibiotik sintetik


 Diamino-pirimidin, bersifat basa lemah, sedikit
larut dalam air, pKa = 7,3
NH2 OCH3
N
H2N CH2 OCH3
N

OCH3
TRIMETOPRIM : GOLONGAN OBAT

 Antibiotik sistemik menghambat produksi asam


tetrahidrofolic acid
 Bekerja efektif pada bakteri H. influenza, S.
pneumonia, E. coli strain enterotoxigenik, S.
flexeneri, S. sonnei
TRIMETOPRIM : FARMAKOKINETIK
 Absorbsi
 Diserap cepat melalui oral
 Distribusi
 Beredar dalam darah dalam keadaan bebas, 44%
berikatan dengan protein plasma
 Konsentrasi steasy state = 1,72 mcg/mL

 Ekskresi
 Lewat ginjal melalui filtrasi glomerolus & sekresi
tubulus
 Diekskresikan juga ke sputum, cairan vagina,
cairan telinga tengah, ASI, plasenta
TRIMETOPRIM : FARMAKODINAMIK

 Cara kerja : menghambat enzim dihidrofolat


reduktase secara selektif
PABA

Asam dihidrofolat

Dihidrofolat
reduktase
Trimetoprim
Asam tetrahidrofolat

Purin

DNA
TRIMETOPRIM : DOSIS

 Sediaan trimetoprim di pasaran beredar


dengan kombinasi bersama sulfametoksazol 
kotrimoksazol
 Oral = 100 mg trimetoprim/12 jam

 IV = 160 mg trimetoprim/12 jam


TRIMETOPRIM : PENGGUNAAN KLINIS

 Trimetoprim oral  ISK akut


 Kotrimoksazol 
 Pneumonia karena P. carinii
 Infeksi salmonella yg resisten ampisilin&kloramfenikol

 ISK dengan komplikasi

 Prostatitis

 Infeksi Shigella

 Otitis media
TRIMETOPRIM : EFEK SAMPING

 Ggn gastrointestinal (mual, muntah, diare, sakit


perut)
 Anemia ringan  kekurangan asam folat

 Ruam & gatal pada kulit

 Leukopenia, granulositopenia
TRIMETOPRIM : INTERAKSI OBAT

 Diuretik thiazide  trombositopenia&purpura


pada lanjut usia
 ACE inhibitor  hiperkalemia pada lanjut usia

 Warfarin  perpanjangan waktu protrombin

 Phenytoin  half life phenytoin ↑ 39%

 clearence phenytoin ↓ 27%


TRIMETOPRIM : KONTRAINDIKASI

 Gangguan fungsi ginjal dan hati berat,


 hipersensitif terhadap trimetoprim,

 anemia megaloblastik
KUINOLON

 Analog sintetik asam nalidiksat yang


difluorinasi
 Aktifgram +/-

 menghentikan sintsesis DNA bakteri dengan


menghambat DNA girase.
 Kuinolon yg lbh tuatdk mencapai kadar
antibakteri sistemik
 Turunan berfluorinasi yg lbh baruaktivitas
antibakteri lbh besar & toksisitas rendah
KUINOLON : GOLONGAN OBAT
 Kuinolon asam nalidiksat dan asam pipemidat
 tdk punya manfaat klinik u/ pengobatan, daya
antibakteri agak lemah, resistensi cepat timbul,
terbatas pd antiseptik sal.kemih
 Fluorokuinolon  adanya atom fluor pada posisi
6 dlm struktur molekul.
 Daya lebih kuat, diserap baik pd pemberian oral, Cnth:
siprofloksasin, pefloksasin, ofloksasin, norfloksasin,
enoksasin, levofloksasin, fleroksasin
 Fluorokuinolon golongan terbaru: moksifloksasin,
gatifloksasin, dan gemifloksasin
KUINOLON : FARMAKOKINETIK

 Absorbsi
 Diserap baik melalui saluran cerna,
 Absorbsi fluorokuinolon > asam nalidiksat

 Antasida  ↓ absorbsi

 Distribusi
 Fluorokuinolon sdkt terikat protein plasma
 Kadar tinggi dalam jar. Prostate, CSF

 Metabolisme & ekskresi


 Dimetabolisme di hati dan diekskresi lewat ginjal
 Dlm urin mencapai kadar yg melampaui KHM
KUINOLON : FARMAKODINAMIK

 Gol. Kuinolon menghambat kerja enzim DNA


girase pada kuman & bersifat bakterisida
 FlourukuinolonAktivitas antibakteri lbh kuat

 Kuinolon berspektrum luasaktif terhdp


kuman gram (+) & (-) serta kuma multiresisten
 tdk menimbulkan resistensi silang dgn
Antibiotik gol.beta laktam & minoglikosida
 resistensisecara kromosomal & tdk melalui
transfer plasmid
KUINOLON : DOSIS
Dosis per Hari
OBAT SEDIAAN
ORAL PARENTERAL
Asam nalidiksat Tablet 500 mg 4 kali 500-1000 mg
Asam pipemidat Tablet 400 mg 2-4 kali 400 mg
Siprofloksasin Tablet 250,500,dan 750 2kali 250-500mg 2 kali 200-400 mg
mg Untuk Gonore : IV
Infus 200 dan 400 mg 1x250mg
Pefloksasin Tablet 400 mg 2 kali 400 mg 2 kali 400 mg IV
Infus 400mg/5mL,
400mg/125mL
Ofloksasin Tablet 200 & 400 mg 1-3 kali 100-200mg 1-3 kali 100-200
Suntikan: mg IV
200mg/200mL
Norfloksasin Tablet 400 mg 2-3 kali 200-400mg
Levofloksasin Tablet 250 & 500 mg 1 kali 250-500 mg 1 x 500 mg IV tiap
Infus 500mg/100mL 24jam
Moksifloksasin Tablet 400mg 1 kali 400 mg 1 x 400 mg IV tiap
Infus 400mg/mL 24jam
Gatifloksain Tablet 400 mg 1 kali 400 mg 1 kali 400 mg IV
Infus 400mg/250mL
KUINOLON : PENGGUNAAN KLINIS
 Asam nalidiksat dan asam pipemidat
antisepik sal.kemih, khususnya u/ sititis akut
tanpa komplikasi pd wanita
 Indikasi yg jauh lebih luas:
 ISK

 Infeksi Sal.Nafas
 Demam Typoid

 PMSuretritis dan servisitis oleh gonokokus

 Infeksi Tulang dan sendi

 Infeksi Kulit & Jar.Lunak

 Infeksi gastrointestinal
KUINOLON : EFEK SAMPING

 Saluran Cernamual, muntah, diare


 SSP sakit kepala & pusing

 Hepatotoksisitas

 Kardiotoksisitas

 Disglikemiahipo/hiper glikemia

 Fototoksisitas

 Tendinitis, sindroma hemolisis, gagal ginjal,


trombositopeniajarang sekali
KUINOLON : INTERAKSI OBAT

 Antasid&preparat besi  absorbsi ↓ 50%


 Teofilin  metabolisme teofilin ↓

kadar teofilin ↑  intoksikasi

KUINOLON : KONTRAINDIKASI

 kehamilan, pada perempuan menyusui, dan


pada anak-anak dibawah umur 18 tahun 
erosi kartilago artikularis (arthropathy)
BAB III
KESIMPULAN
SULFONAMID
 Sulfonamid (sulfa) bersifat bakteriostatik dan
merupakan jenis broad-spectrum antibiotik.
 Mekanisme kerja : kompetitif terhadap PABA

 Penggunaan klinis Sulfonamid : ISK, Disentri


Basiler, Meningitis oleh Meningokokus,
Nokardiasis, Trakoma dan Inclusions
Conjungtivitis, Toksoplasmosis, Kemoprofilaksis
terutama untuk infeksi spesifik.
 Efek Samping : Ganggunan saluran kemih,
Hipersensitivitas, gangguan darah, Kemikterus,
dan potensiasi obat
TRIMETOPRIM

 Trimetropim  diamino-pirimidin penghambat


enzim dihisrofolat reduktase
 Penggunaan klinis: infeksi saluran kemih,
pneumoni, dan prostatitis
 Efek samping : ggn gastrointestinal, anemia,
ruam dan rasa gatal, demam, kerusakan ginjal
atau juga gan ggunann susunan saraf pusat
KUINOLON

 Kuinolon  analog sintetik asam nalidiksat


yang difluorinasi.
 Mekanisme kerja  menghambat kerja enzim
DNA girase pada kuman
 Penggunaan klinis : ISK, Demam typoid, infeksi
sal nafas, PHS, infeksi tulang & sendi, infeksi
kulit&jaringan lunak, & infeksi gastrointestinal.
 Efek samping : ggn saluran cerna, ggn SSP,
Hepatotoksisitas, Kardiotoksisitas, Disglikemia,
Fototoksisitas,
TERIMA KASIH

Visit for further information at :


necel.wordpress.com