Anda di halaman 1dari 13

BEHAVIOR MANAGEMENT (Behavior Modification) in DENTISTRY for CHILDREN

Merupakan sebuah cara dimana satu tim bekerja secara efektif dan secara efisien untuk melakukan perawatan bagi seorang anak dan pada waktu yg bersamaan akan menghasilkan sikap yg positif pada perawatan dental

TUJUAN MEMODIFIKASI TINGKAH LAKU ANAK


1. Untuk mendapatkan kekooperatifan yg maksimum antara dokter gigi dengan pasien 2. Menanamkan rasa percaya pasien

BEHAVIOR MODIFICATION
Dewasa : datang dg kesadaran dan kemauan sendiri Anak : tidak punya kesadaran, takut dan tidak ada kemauan anak tidak ada motivasi untuk datang ke dokter gigi

Masalah :
1. Tidak ada kesadaran dari pasien 2. Orang tua tidak perduli (memiliki persepsi bahwa gigi sulung akan terganti) 3. Membuang-buang waktu 4. Menurut dokter gigi : Tidak mampu Tidak sabar Tidak menguntungkan Tidak suka anak kecil

Mengapa dokter gigi perlu belajar mengenai psychological development and reaction pada anak ?
1. Mengetahui kebutuhan pd anak tergantung umur 2. Sehingga bila melakukan pelanggaran membuat anak tidak kooperatif dan membuat perawatan berikutnya menjadi lebih sulit, sementara perawatan gigi dibutuhkan seumur hidup. Butuh waktu membangun confidence. 3. Adanya penyimpangan dr tingkah laku yg kita harapkan, merupakan tanda bahwa perawatan yg kita lakukan tidak cocok untuk pasien usia muda 4. Membuat dokter gigi mengerti, reaksi kita harus bagaimana didalam perawatan anak

DEFINISI & PENGERTIAN TINGKAH LAKU


Sigmun Freud : Respon (jawaban) terhadap suatu stimulus (rangsang) J.B.Watson : Suatu refleksi yg merupakan reaksi terhadap rangsang adari luar Lewin : Suatu fungsi pribadi dan lingkungan Morgan Et.Al : Segala sesuatu yg dilakukan manusia Ruch : reaksi yg diisolasi dan diorganisasikan Hilgard : segala sesuatu yg dilakukan manusia Rotter Tingkah laku memiliki beberapa konsep 1 2 Individu merupakan subyek Tingkah laku berlangsung dlm ruang dan waktu

3 4 5

Tingkah laku mempunyai arah dan tujuan, dipengaruhi oleh situasi Tingkah laku ditentukan oleh adanya harapan2 Tingkah laku berdasarkan pengalaman2

KESIMPULAN
Tingkah laku merupakan reaksi terhadap suatu rangsangan dan mempunyai arah serta tujuan

PERBEDAAN TINGKAH LAKU DISEBABKAN OLEH :


1. Faktor Bawaan Atau Keturunan : Telah ada pada saat konsepsi dan diturunkan pd generasi berikutnya 2. Faktor Lingkungan : Segala sesuatu yg melingkungi atau mengelilingi anak seumur hidupnya Lingkungan fisik, ortu, rumah, sekolah, teman dll Lingkungan psikologi, harapan, cita2, masalah, dll

PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU ANAK SESUAI USIA


Secara alamiah, anak akan mengalami perkembangan dalam berbagai dimensi secara serentak & seimbang : 1. Fisik, sosial, intelektual , keterampilan 2. Tingkah laku mengalami perrubahan terus menerus berlangsung scr perlahan & menurut hukum tertentu

HUKUM-HUKUM PERKEMBANGAN
A. HUKUM KONVERGENSI 1. Schopenhaur Manusia adlh hasil bawaan, yg berkembang sndr. Pendidikan tidak akan mampu mengubahnya 2. John Locke (Abad 19) Teori Tabula Rasa ketika lahir, anak diumpamakan kertas putih yg belum digoresi dg bakat apapun, bersih dr turunan, pendidikan dpt membentuknya 3. William Stern Menggabungkan kedua pendapat tsb ke dalam Hukum Konvergensi pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi lingkungan & bawaan B. HUKUM TEMPO PERKEMBANGAN Tiap anak memiliki tempo perkembangan yg berbeda. Misalnya : anak laki lebih cepat berjalan C. HUKUM MASA PEKA M.Montesori Pada masa pertumbuhan suatu fungsi mudah sekali dipengaruhi dan dikembangkan Misal usia 3-5 tahun adalah masa yg baik sekali untuk mempelajari bahasa ibu D. HUKUM REKAPITULASI Hackle Perkembangan manusia merupakan pengulangan singkat dari perkembangan jenisnya E. HUKUM BERTAHAN DAN MEMPERTAHANKAN DIRI Kebutuhan dasar (mempertahankan & mengembangkan diri)

F. HUKUM IRAMA / RITME PERKEMBANGAN Perkembangan berlangsung sesuai dg iramanya Hukum irama berlaku u/ perkembangan stiap org Misal : perkembangan jasmani maupun rohani tidak selalu dialami perlahan-lahan dengan urutan yg teratur. Anak yg sedang giat berlajar berjalan, kegiatan berbicara mereda sementara

TAHAP PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU SESUAI USIA


1) Tahap Prenatal a. Berlangsung mulai saat konsepsi sampai akhir b. Bakat/ pembawaan ditentukan pada masa ini c. Kondisi ibu mempengaruhi kondisi janin d. Proses perkembangan paling cepat dibandingkan dgn tahap lainnya e. Sikap calon orang tua sangat berpengaruh pd anak 2) Tahap Bayi a. Berlangsung kira-kira 2tahun b. Memiliki berbagai kebutuhan dasar : makan, minum, kehangatan fisik/mental, tidur , bab, bak c. Terdapat bbrp reflek pd bayi untuk survive

REFLEK PADA BAYI


1) Reflek Menggenggam (Grap Reflex) a. Menghilang pd usia 4-6 tahun b. Anak tidak mau ditinggalkan 2) Reflek Moro / Memeluk a. Refleks menghilang setelah 6-7 bulan b. Bila ada sesuatu yg mengganggu keseimbangan akan merentangkan tangannya untuk memeluk 3) Reflek Babinski a. Jika kaki bayi ditusuk kakinya segera ditarik b. Menghilang setelah usia 3-4 bulan 4) Reflek Memutar Kepala (Rotating Reflex) a. Bayi berpaling pd sisi pipi yg disentuh b. Menghilang pd anak usia 2-3 bulan 5) Reflex Menghisap Bila mulut bayi menyentuh sesuatu, secara reflex akan dihisapnya.

KEBUTUHAN BAYI
Disamping kebutuhan dasar, bayi membutuhkan kasih saying orang tua dalam bentuk kontak fisik : digendong, dibelai, diajak bicara, dinyanyikan lagu Bowlby Keterikatan anak dengan orang tua berkembang dari hal2 yang tidak terarah menjadi terarah dan tertentuk misalnya usia 3 6 bulan senyum hanya diberikan pada ibu.

Perkembangan Keterikatan Dibagi Menjadi 4 Masa : 1. Usia 0 - 4 Bulan Tidak ada diskriminasi Usia 3mg memperlihatkan senyum ke arah suara yg didengar 2. Usia 3 - 6 Bulan Mengarah pd pribadi yg dikenal Orang tua sudah dikenalnya keterikatan yg sudah terjadi akan semakin erat 3. Usia 6 Bulan 3 Tahun Mempertahankan hub dekatny dg tokoh yg dikenalnya Mulai memperlihatkan sikap tidak setuju / tidak senang jk ditinggalkan oleh ortu / org lain yg dkt dg kehidupannya Hubungan dg ortu salah berakibat negatif. Misal : pd sikap independensi anak 4. 3 Tahun - Akhir Masa Akhir Anak Anak membentuk kerjasama Anak mengizinkan ortu meninggalkannya krn ia tahu bahwa mereka akan kembali

TAHAP ANAK2
1. Masa Pra Sekolah (2-5 Th) Perkembangan motorik, bahasa, IQ, egosentrik seiring dg perubahan dlm tingkah laku & kepribadian Koordinasi motorik bertambah baik, sehingga anak sudah dapat menyikat gigi Emosi digunakan oleh anak untuk mengakomodasi informasi yang diterima Belum dapat membedakan antara kenyataan dan khayalan, kritis bagi perkembangan ego, mulai mempunyai kemauan sendiri, terkadang menjadi keras kepala dan suka membantah. Hubungan anak dalam bermain berlangsung dalam 5 tahap : a. b. c. d. Bermain sendiri (solitary play), anak bermain tanpa mengadakan hubungan dengan temannya Memperhatikan permainan org lain (on looking) Bermain / melakukan aktifitas berdampingan dg teman sebaya tp tidak saling berhub. (parallep play) Bermain / melakukan aktifitas yang sama disertai bimbingan, tetapi interaksi yang terjadi sangat kecil atau terbatas (associative play) e. Hubungan kerjasama dalam bermain dengan anak lainnya sudah ada. mis : membuat rumah2 an, bermain peran, dll 2. Masa Sekolah (6 - 14 Th) Terdapat beberapa kejadian penting : Masuk sekolah (penyesuaian diri) Kegiatan intelektual meningkat Minat yang lebih besar pada teman sebaya Ketergantungan pada org tua ++ Identifikasi diri semakin jelas Sikap egoentrik mulai berkurang Anak memperhatikan keadaan sekitarnya secara obyektif Anak ingin diakui oleh kelompok Anak laki2 mulai menyukai kegiatan yang bersifat maskulin, anak perempuan lebih cenderung melakukan kegiatan yang lebih feminine. Pengertian akan peranan sosial bertambah, bergaul dengan teman sebaya, memelihara komunikasi yang baik dengan ortu dan orang disekitarnya.

5 BASIC - EMOTIONS IN CHILDREN (SIGMUND FREUD)


1. Fear Stimulus : adanya suara keras, orang / objek / tempat yang asking, berada di ruang gelap Reaksi : menangis 2. Anger Stimulus : kurangnya perhatian, aktifitas fisik terhenti Reaksi : menangis, menjerit, menendang 3. Curiosity Stimulus : adanya sesuatu yang menarik perhatiannya Reaksi : menangis 4. Joy Stimulus : tidak berbeda dengan org dewasa Reaksi L=L tertawa 5. Affection stimulus : kontak dengan seseorang yang dicintainya, mis pelukan reaksi : tertawa (J.B. WATSON) 1. Takut (fear) : dlm perkembangannya menjadi cemas 2. Kemarahan (rage) : dlm perkembangannya menjadi amarah (anger) 3. Cinta (love) : dlm perkembangannya menjadi simpati

BERBAGAI TINGKAH LAKU ANAK DALAM PERAWATAN GIGI DAN MULUT Frankl behavioral rating scale :
1. Kategori 1 = Sangat Negative menolak perawatan menangis keras2 ketakutan bermacam2 tingkah laku negative yang ekstrim 2. Kategori 2 : Negative tidak senang terhadap perawatan gigi tidak kooperatif wajah merengut, macam selalu mengelak bicara tidak jelas 3. Kategori 3 : Positive anak bisa dirawat sikap hati2 bersedia menjalankan perintah drg tetap diarahkan untuk kooperatif 4. Kategori 4 : Sangat Positif dapat diajak kerja sama tertarik terhadap cara perawtan suka tertawa dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi

4 REAKSI ANAK TERHADAP PERAWATAN GIGI DAN MULUT (FINN) :


1. Sikap Rendah Diri Atau Malu. Penyebab : perlindungan yang berlebihan memburuhkan waktu untuk mendapat kepercayaan diri dan kepercayaan akan kecakapan drg. 2. Rasa Cemas : Objek Tidak Pasti 3. Rasa Takut Rasa takut objektif : rasa takut yang disebabkan oleh pengalaman diri, didapat dari mendengar, melihat dan marasakan sendiri Rasa takut subjektif : disebabkan oleh pengalaman orang lain. Lebih sukar dihilangkan krn anak tidak merasakan sendiri.

4. Sikap Melawan Merupakan manifestasi dari rasa cemas atau perasaan tidak aman Anak memberontak Melawan terhadap kedaan lingkungan Sikap marah Memukul2 kepalanya Muntah2

MENURUT WRIGHT, SIKAP ANAK TERBAGI MENJADI 3 GOLONGAN :


1. Kooperatif Sikap : tenang Rasa cemas relatif kecil Tertarik terhadap cara perawatan gigi Ada pada anak usia 2-3tahun Sikap : anak belum dpt diajak berkomunikasi

2. Kurang atau Belum Mampu Untuk Kooperatif

3. Ada kemampuan menjadi kooperatif Termasuk : anak cacat mental, terbagi menjadi a. Tingkah laku yang tidak terkontrol Ada pada anak usia 3 6 tahun Pertama kali ke drg Dimulai sebelum anak memasuki ruangan drg / klinik gigi atau di ruang tunggu Reaksi ; menangis, berteriak, menyepak, menendang kaki, memukul2 tangannya. b. Tingkah laku yang menawan Dijumpai pada anak semua umur, terutama anak SD. Sejak dirumah anak sudah tidak mau dirawat. Penyebab : prg tua kurang tegas, semua keinginan dituruti Sikap : Keras kepala, Ada keberanian untuk melawan, Menutup mulut dengan tangan c. Tingkah laku malu2 Sikap : Mencari perlindungan pada ibu Menarik baju ibu Mencari2 alasan Ragu2 dan menangis walaupun tidak keras Peyebab : Perlindungan yang berlebihan Orang2 dari desa yang masih tertutup

d. Tingkah laku yang tegang : Mata selalu mengikuti setiap perubahan gerak drg atau asistennya, Suara bergerak Badan gemetar Dahi dan telapak tangan berkeringat Dapat mengontrol emosi Masih dapat dilakukan perawatan gigi e. Menangis berkepanjangan : Menangis tidak keras, tanpa air mata Emosi konstan Diperlukan kesabaran yang cukup tinggi.

FAKTOR YG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU ANAK PADA PERAWATAN GIGI Menurut Frankl (1962) :
1. Riwayat Pengobatan Tergantung pada : kesan rasa senang terhadap pengalaman berobat Pollard & Miller (1960) : membuktikan rasa takut dapat diteruskan dari satu situasi ke situasi lainnya Bailey (1978) : rasa takut mengalami sakit pd fisiknya merupakan hal yg dicemaskan oleh anak. 2. Kecemasan Ibu Merupakan respon emosional tdk menyenangkan, berlebihan, tidak sesuai dengan sebabnya (Finn) Ketakutan dengan sumber yang tidak jelas (J.B.Watson, Ruch, Morgan) 3. Tingkat Pendidikan / Tingkat Kedewasaan Anak Tahap perkembangan kognitif lebih rendah anak2 kecil sukar memahami prosedur perawatan 4. Faktor Ekonomi dan Social Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi sekalin kooperatif karena : orang tua dg ekonomi menengah ke atas mempunyai pandangan lebih maju dan mempunyai kesadaran pentingnya perawatan gigi 5. Faktor Keluarga Tingkah laku negative seorang anak dalam perawatan gigi dapat merupakan hasil pengaruh langsung dari tingkah laku keluarga atau saudara2 yang lebih tua.

Venham membagi sikap ibu sehubungan dengan perawatan gigi anaknya :


Golongan I : ibu hanya diam dan tidak melakukan apapun untuk membantu anak Golongan II : ibu yg berusaha mendorong sikap kooperatif anak tetapi tdk berusaha mengurangi rasa takut & cemas. Tindakan : menghardik, mengancam, mencubit. Golongan III : ibu menaruh perhatian bsr, berusaha mnenangkan rs tkt & cemas dg kata2 halus & elusan.

3 BASICS OF PARENTAL EDUCATION ON THEIR CHILDREN


1. LIBERAL Orang tua berpikir : dunia bputar, begitu jg anak2 Menyediakan semua yg dibutuhkan oleh anak2 Membiarkan semua tindakan anak Anak menjadi manja Di klinik : mereka bukan pasien yg baik dan tidak menuruti perintah drg 2. AUTHORITY Anak selalu dibawah tekanan Suara ortu seperti diktaktor di dlm rumah Anak tidak suka tp anak tidak dapat melawan Anak tdk punya motivasi krn semua sll diperintah Ada 3 macam : Good patients (over dominance) Bad patients (over indugence) In between (over authority)

3. DEVELOPMENT Merupakan situasi yg ideal Orang tua memberikan anak kebebasan untuk melakukan apapun ttp masih di supervisi Anak belajar untuk bertanggung jawab dari kebebasan yg diberikan oleh ortu

PENDIDIKAN ORANG TUA PADA ANAK YANG KURANG TEPAT


1. Overprotection : Sikap orang tua yang melindungi anak secara berlebihan, terbagi 2 kategori: a. Over indulgence Orang tua sangat memanjakan anak dengan mengabulkan semua permintaannya Akibatnya anak sulit menyesuaikan dengan lingkungan, keras kepala, egois Sebagai pasien : sulit, menyebalkan, egois, tidak mau menurut instruksi / permintaan drg. b. Over dominance Orang tua terlalu dominan terhadap anak
Akibatnya anak menunjukkan sikap pemalu, tidak agresif, penakut, mudah cemas, mudah menyerah

Pasien : pasien ideal, patuh, sopan dan disiplin. 2. Over Anxiety Kekuatiran ortu yang berlebihan, misal anak tunggal, sakit2an, pernah kecelakaan. Akibatnya anak menjadi pemalu, penakut, rendah diri, kaku dalam pergaulan Sebagai pasien : baik, hanya drg anak menemui kesulitan dalam menanggulangi rasa takut anak 3. Over Authority Orang tua menginginkan agar anaknya mempunyai kepandaian yang melebihi usia sebenarnya, karena orang tua ingin membanggakan anaknya
Akibatnya anak takut u/ menolak scr terbuka, sifat tdk tenang, mentaati perintah2 secara lambat / menundanya

Sebagai pasien : baik, hanya berlambat/ menunda melaksanakan perintah drg. 4. Rejection Sikap ortu acuh tak acuh / menolak Latar belakang : tidak mau bertanggungjawab, keaadaan ekonomi, merasa kecewa karena jenis kelamin anak berbeda dari yang diinginkan Akibat : anak kurangan PD, maraca diacuhkan, mudah cemas, curiga, agresif, tidak patuh, pendendam Sebagai pasien : curiga pada sosok yang baru (drg) 5. Identification Ortu menginginkan anaknya seperti mereka, meniru semua sikap dan mencapai semua prestasinya Akibat anak2 menjadi kurang PD karena selama ini semua gerak-gerik, tindak-tanduk diatur oleh ortu Sebagai pasien : baik

KESIMPULAN
1. 2. 3. 4. Anak pada umumnya memiliki rasa takut Reaksi anak thdp perawatan gigi berbeda satu sama lain disebabkan oleh perbedaan latar belakang anak Diperlukan kejelian drg untuk mengetahui penyebab rasa takut, dg cepat mengetahui penanggulannya Terdapat bbrp cara penanggulan rasa takut. Dapat digunakan salah satu kombinasi

FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH DOKTER GIGI


1. Tingkah laku dokter gigi 2. Waktu dan lamanya kunjungan 3. Keterampilan drg 4. Percakapan drg 5. Menggunakan kata2 : pujian, hadiah dan penghargaan 6. Perhatian kpd pasien 7. Suasana ruang tunggu dan kamar praktek 8. Memberi nasihat kpd ortu

PRIORITAS UTAMA
MEMBANGUN HUBUNGAN PERSONAL DAN KOMUNIKASI Kontak mata Tingkat bahasa yg sama Menggunakan istilah sederhana

PENANGANAN DASAR
1. Pre-Appointment Experience Hampir tidak ada yg dilakukan Menunjukan ruang praktek dan mengenalkan ke perawat Keuntungan : pengalaman untuk anak Kerugian : ekonomi Alternatif simple prafilaksis 2. Tell, Show, Do Merupakan hal yg paling penting untuk mendapatkan kepercayaan dan mengurangi kekhawatiran Substitusi vokal untuk memudahkan pengenalan objek asing Didemontrasikan pd kuku jari sensasi sama 3. Pujian Dan Komunikasi Harus dilakukan tiap pertemuan Jangan berlebihan, harus tulus 4. Kontrol Suara Nada suara Ekspresi muka SPECIAL TREATMENT FOR SPECIAL KIDS 1. Tell, show, do 2. Modeling Study model dari gigi Gambar / poster Pasien lain yang ideal, kakak / adik (kurang lebih umurnya sama), film / slide, drg 3. Desensitization 4. Hand over mouth exercise (H.O.M.E) 5. Restraint cara terakhir

MODELLING Study model Gambar / poster Film / slide Bandingkan dgn pasien lain yg ideal Tujuan : mengurangi / menghilangkan rasa takut dan cemas yg berlebihan Syarat model : Punya kelebihan/ kekuatan Tingkah laku model jelas Hubungan yg hangat antara model dgn pengamat DESENSITITATION Menurunkan ketakutan dg memberi stimulus secara bertahap dari sederhana rumit Tandai semua stimuli yg menyebabkan takut lalu mulai dg stimulus yg paling ringan Tahapan Tahap 1 Latih pasien untuk santai Tahap 2 Susun tindakan yg paling menakutkan sampai yg paling tdk menakutkan Tahap 3 Rangsang tahap2 ini diberikan

Contoh tahap rangsangan


a. b. c. d. Ruang tunggu Dokter gigi dan perawat Alat2 kedokteran gigi Kursi gigi e. Pemeriksaan gigi dan mulut f. Pembersihan gigi dan fluoridasi g. Pengeboran

HOME
Tidak pernah digunakan untuk pasien yg pertama kali datang Tujuan : pasien tahu kalau dokter gigi yg mengambil keputusan Hati-hati, bila tidak, akan dianggap sbg kekerasan Sangat jarang dilakukan. Bila dilakukan hrs dimodofikasi (suara naik turun)

RESTRAINT = last resort


Farmakologi Fisik : Dibantu oleh asisten atau orang tua Papoose board Perawatan rahang, dengan menggunakan bite blocks atau tongue depressor

ORAL HABIT
Dorlands : kebiasaan (habit) suatu tindakan otomatis atau ditandai dng pengulangan Boucher : Oral habit (kebiasaan mulut) adalah suatu kebiasaan yang berulang-ulang yang dapat menyebabkan kelainan pd gigi dan jaringan pendukungnya, misal : Mendorong lidah Menelan abonormal Menghisap jari Mouth breating Biting habit Bruxism pd wkt tidur siang bruxomania, dalam keadaan sadar

ETIOLOGI
1. 2. 3. 4. 5. 6. Hubungan yg krng harmonis antara orang tua dan anak Tidak terpenuhinya oral satisfaction period Penyapihan sebelum wktnya Gangguan emosi Kelainan bentuk anatomi Penyakit, mis: rhinitis kronis, polip hidung, sinusitis

PERKEMBANGAN ORAL HABIT


1. Periode menghisap 2. Periode menggigit 3. Periode perubahan

MACAM2 ORAL HABIT


1. Kebiasaan yg menyimpang dr keadaan yg normal (fisiologis) a. Kebiasaan menghisap jari b. Kebiasaan bernafas melalui mulut c. Kebiasaan menelan d. Kebiasaan berbicara 2. Penarikan otot (muscle tics, habit spasm) yg tidak ada hubungan dgn aktifitas fungsional 3. Kebiasaan2 lain yg bersifat perorangan: pada lidah, bibir, pipi, yg berhubungan dg pemakaian benda asing a. Kebiasaan mendorong lidah b. Menggigit bibir, menghisap bibir c. Menggigit kuku d. Bruxism

AKIBAT ORAL HABIT TERGANTUNG DARI


1. 2. 3. 4. Durasi Frekuensi Intensitas Umur 5. 6. 7. 8. Perkembangan tulang Perkembangan gigi & wajah Tipe oklusi Kesehatan umum

PENANGGULANGAN TANPA ALAT


1. Pendekatan Psikiologis 2. Pendekatan Secara Medis Pemberian obat2an Tindakan operasi 3. Terapi Fungsi Otot (Myofunctional)

PENGGULANGAN DENGAN ALAT


1. Alat Lepasan (Removable Appliance) Plate akrilik RA dg cangkolan adam pd molar Monoblok Oral screen Crib Removable lip bumper 2. Alat Cekat (Fixed Appliance) Band dan spur Crib Mahkota-palatal bar Band-band bar Ficed lip bumper

MYOFUNCTIONAL THERAPY (TERAPI FUNGSI OTOT)


KONSEP SEGITIGA DAYA OTOT : Suatu konsep keseimbangan diantara 3 kelompok otot
1. Lidah 2. Masseter dan Buccinators 3. Orbicularis Oris seimbang saat proses penelanan

LIDAH
Melekat pada satu ujungnya Berfungsi sbg penggerak dan atau penghalang

MASSETER/BUCCINATORS
Aktif pada proses penelanan Menekan ke arah median line Kegagalan fungsi grup otot ini dpt menyebabkan deformitas bentuk rahang disebabkan penempatan lidah yg salah (diantara gigi RA dan RB), poor posterior occlusion

ORBICULARIS ORIS
Bibir adalah penahan (stabilizer) alamiah gigi dan rahang pada bagian anterior Kegagalan fungsi (hypo dan hyper) dapat berpengaruh pada bentuk rahang dan posisi gigi

FISIOLOGI PENELANAN :
A. Infantile Swallow Tiga ciri utama : 1. Lidah terletak di antara 2 gum pad 2. Posisi mandibulla dipengaruhi oleh nervus cranialis 7 dan posisi lidah 3. Penelanan dikontrol oleh perubahan sensoris antara bibir dan lidah

B. Mature Swallow Empat fase : 1. Fase persiapan/prep 2. Fase mulut

3. Fase faring 4. Fase esophagus

MYOFUNCTIONAL THERPY
Suatu terapi utk memperbaiki ketidakseimbangan otot mulut dan muka serta pola penelanan yg abnormal Posisi gigi dipengaruhi oleh fungsi otot mulut dan muka tek yg merugikan maloklusi Pemberian motivasi yg baik, latihan fungsi lidah dan otot pengunyahan pd anak untuk mengembangkan pola penelanan yg baru mencegah maloklusi

PEMERIKSAAN ADANYA KETIDAK SEIMBANGAN OTOT MULUT DAN MUKA SERTA PENELANAN YG SALAH
1. 2. 3. 4. 5. 6. Posisi lidah yg salah Bernafas melalui mulut Keadaan bibir hiper/hipotonus Keadaan lidah, ankylotic t./frenulum yg pendek, ukuran/makroglosi, posisi lidah Keadaan tonsil dan adenoid Adanya kebiasaan buruk, sucking dan biting habits

A. Latihan untuk koreksi posisi lidah lazy tongue saat menelan lidah tetap berada di bawah
1 Lidah bagian anterior : One elastic swallow Tongue hold exercise (menempatkan lidah) 2 Lidah bangian tengah Two elastic swallow Hold pull exercise (menahan ujung lidah) 3 Lidah bagian posterior Three elastic swallow

B. Latihan utk m.masseter dan buccinators


The masseter count to ten exercise

C. Latihan untuk Otot Bibir


1 Hipotonus bibir atas dan bawah The Tug of war exercise 2 Hipotonus bibir bawah Marshmallow twist exercise 3 Hipotonus bibir atas The lip massage/memijat bibir

D. Latihan Menelan
Dilakukan setelah mampu melakukan latihan otot lidah, bibir dan pipi dengan baik.

E. Perawatan Bawah Sadar (subconscious TX)


Time chart / kartu waktu Auto-suggestion/sugesti pribadi