Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

BESI
Disusun Untuk Melengkapi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Kimia

Disusun Oleh : Yuni Anggraeni Kelas XII IPA

SMAI YAPPAS AL-BAROKAH


Jl. Sindangsari Rancapaku Padakembang Tasikmalaya 46466

2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Besi merupakan logam yang paling banyak terdapat dialam. Besi juga diketahui sebagai unsur yang paling banyak membentuk bumi, yaitu kira-kira 4,7 - 5 % pada kerak bumi. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi dan jarang dijumpai dalam keadaan bebas, kebanyakan besi terdapat dalam batuan dan tanah sebagai oksida besi, seperti oksida besi magnetit ( Fe3O4) mengandung besi 65 %, hematite ( Fe2O3 ) mengandung 60 75 % besi, limonet ( Fe2O3
. H2O

) mengandung besi 20 % dan siderit (Fe2CO3). Dalam kehidupan, besi merupakan logam

paling biasa digunakan dari pada logam-logam yang lain. Hal ini disebabkan karena harga yang murah dan kekuatannya yang baik sreta penggunaannya yang luas. Bijih besi yang dapat diolah harus mengandung senyawa besi yang besar. Bijih besi adalah suatu zat mineral yang mengandung cukup kadar besi untuk dileburkan kira-kira 20 %. Komposisi dan bentuk bijih besi berbeda-beda, jika besi dipanaskan bersama-sama karbon pada suhu 1420oK 1470oK maka akan terbentuk suatu alloy.. Seiring dengan perkembangan zaman banyak teknologi baru yang bermunculan untuk menghasilkan besi . Salah satu sebabnya adalah karena besi memiliki kegunaan yang sangat banyak dan terlebih lagi karena bijih besi yang relatif melimpah dipenjuru dunia. Oleh karena itu penting untuk kita mempelajari lebih lanjut mengenai besi tersebut.

1.2 Perumusan Masalah Adapun masalah yang akan dibahas antara lain : 1. pengertian besi 2. Sejarah besi 3. keberadaannya di alam 4. Sifat fisik dan kimia dari unsur besi 5. pengolahan besi 6. kegunaan besi 7. Reaksi-reaksi penting dari unsur besi

1.3 Tujuan Makalah ini bertujuan menjelaskan sifat-sifat dari besi, reaksi-reaksi yang penting, pembuatan besi, pemurnian besi serta aplikasi besi dalam kehidupan sehari-hari.

1.4 Manfaat Diharapkan dengan adanya makalah ini, pembaca :


Mengetahui sejarah, pengertian dan sifat-sifat besi. Manfaat kegunaan besi dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Besi

Besi adalah logam transisi yang paling banyak dipakai karena relatif melimpah di alam dan mudah diolah. Besi murni tidak begitu kuat, tetapi bila dicampur dengan logam lain dan karbon didapat baja yang sangat keras. Biji besi biasanya mengandung hematite (Fe2O3) yang dikotori oleh pasir (SiO2) sekitar 10 %, serta sedikit senyawa sulfur, posfor, aluminium dan mangan.(Syukri ,1999 : 623).

2.2. Keberadaan Besi di Alam Besi merupakan salah satu unsur paling biasa di Bumi, membentuk 5% daripada kerak Bumi. Kebanyakan besi ini hadir dalam pelbagai jenis oksida besi, seperti bahan galian hematit,magnetit, dan takonit. Sebahagian besar teras bumi dipercayai mengandungi aloi

logam besi-nikel. Sekitar 5% daripada meteorit turut mengandungi aloi besi-nikel. Walaupun jarang, ini merupakan bentuk utama logam besi semulajadi dipermukaan bumi.

Dalam perindustrian, besi dihasilkan daripada bijih, kebanyakannya hematit (sedikit Fe2O3) dan magnetit (Fe3O4), melalui penurunan oleh karbon dalam relau hembus (blast furnace) pada suhu sekitar 2000 C. Dalam relau hembus, bijih besi, karbon dalam bentuk kok, dan fluks seperti batu kapur diisikan di bahagian atas relau, sementara semburan udara panas dipaksa untuk masuk ke dalam relau di bahagian bawah. Dalam relau, kok bertindak balas dengan oksigen dalam hembusan udara untuk menghasilkankarbon monoksida: 2 C + O2 2 CO Karbon monoksida mengurangkan bijih besi (dalam persamaan kimia di bawah, hematit) kepada besi lebur, menjadi karbon dioksida di dalam proses tersebut: 3 CO + Fe2O3 2 Fe + 3 CO2 Fluks ditambah untuk meleburkan bendasing dalam bijih, terutamanya silikon dioksida pasir dan lain-lain silikat. Fluks biasa termasuklah batu kapur (terutamanya kalsium karbonat) dan dolomit (magnesium karbonat). Fluks yang lain boleh digunakan bergantung kepada jenis bendasing yang perlu diasingkan daripada bijih. Di bawah kepanasan relau, batu kapur mengurai menjadi kalsium oksida (kapur tohor): CaCO3 CaO + CO2 Kalsium oksida bergabung dengan silikon dioksida untuk menghasilkan sanga. CaO + SiO2 CaSiO3 Sanga melebur oleh kerana haba di dalam relau, berbanding dengan silikon dioksida yang tidak akan melebur di bawah haba yang sama. Pada dasar relau, sanga yang melebur terapung atas leburan besi yang lebih tumpat, dan hanyut ke tepi relau yang mungkin akan dibuka untuk

mengalirkan sanga keluar daripada leburan besi. Besi ini, apabila disejukkan, akan dipanggil besi mentah, sementara sanga boleh digunakan sebagai bahan untuk pembinaan jalan raya atau untuk menyuburkan tanah yang kurang mineral untuk pertanian. Anggaran sebanyak 1,100 Jt (juta tan) bijih besi dihasilkan di seluruh dunia dalam tahun 2000, dengan nilai pasaran kasar mencecah lebih kurang 25 bilion dolar Amerika. Pengeluaran bijih berlangsung di 48 negara, dengan lima pengeluar terbesar merupakan China, Brazil,Australia, Rusia dan India, menghasilkan 70% daripada pengeluaran bijih besi dunia. 1100 Jt bijih besi digunakan untuk menghasilkan lebih kurang 572 Jt besi mentah.

2.3. Sifat Fisika Besi


Ciri-ciri fisik Fase Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur padat 7,86 g/cm 6,98 g/cm 1811 K (1538 C, 2800 F) 3134 K (2861 C, 5182 F) 13,81 kJ/mol 340 kJ/mol (25 C) 25,10 J/(molK)

Titik didih

Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas kalor Tekanan uap P/Pa pada T/K Ciri-ciri atom Struktur kristal Bilangan oksidasi 1 1728

10 1890

100 2091

1k 2346

10 k 2679

100 k 3132

kubus pusat badan 2, 3, 4, 6 (oksida amfoter) 1,83 (skala Pauling)

Elektronegativitas

Energi ionisasi

pertama: 762,5 kJ/mol ke-2: 1561,9 kJ/mol ke-3: 2957 kJ/mol

Jari-jari atom Jari-jari atom (terhitung) Jari-jari kovalen

140 pm 156 pm 125 pm

2.5 Sifat Kimia Besi


Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok Penampilan besi, Fe, 26 logam transisi 8, 4, d metalik mengkilap keabu-abuan

Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

55,845(2) g/mol [Ar] 3d6 4s2 2, 8, 14, 2

1. Mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik. Karena emiliki ikatan ganda dan ikatan kovalen logam. 2. Besi murni cukup reaktif. Dalam udara lembab cepat teroksidasi membentuk besi (III) oksida hidrat.(Cotton,1989 :462).

Lain-lain Sifat magnetik Resistivitas listrik Konduktivitas termal feromagnetik (20 C) 96,1 nm (300 K) 80,4 W/(mK)

Ekspansi termal Kecepatan suara (pada wujud kawat) Modulus Young Modulus geser Modulus ruah Nisbah Poisson Skala kekerasan Mohs Kekerasan Vickers Kekerasan Brinell Isotop iso
54

(25 C) 11,8 m/(mK) (suhu kamar) (elektrolitik) 5120 m/s 211 GPa 82 GPa 170 GPa 0,29 4,0 608 MPa 490 MPa

NA 5,8% syn 91,72% 2,2% 0,28% syn syn

waktu paruh >3,1E22 tahun 2,73 tahun

DM penangkapan 2 penangkapan

DE(MeV) ? 0,231

DP
54

Fe Fe Fe Fe Fe Fe Fe

Cr Mn

55 56 57 58 59 60

55

Fe stabil dengan 30 neutron Fe stabil dengan 31 neutron Fe stabil dengan 32 neutron 44,503 hari 1,5E6 tahun
59 60

1,565 3,978

Co Co

2.6. Ekstraksi Besi Pada zaman dahulu, manusia telah berhasil mengekstrak besi dari bijihnya yang berupa senyawa seperti hematit (Fe2O3). Campuran gilingan besi dan arangnya di biarkan di atas bara sehingga besi meleleh, kemudian besi itu di tampung. Selanjutnya campuran besi dan arang di letakkan di atas tanur kecil dan di hembuskan udara dari dasar tanur. Akan tetapi suhu yang dicapai dengan cara ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan tanur tinggi (tanur hembus) modern yang di kenal masa kini. (Keenan,1992 : 182).

2.7. Pengolahan Besi

Besi adalah logam yang paling luas dan paling banyak penggunaanya. Hal tersebut disebabkan tiga alasan berikut yaitu: a. Bijih besi relatif malimpah di berbagai penjuru dunia. Sifat sifat besi yang mudah dimodifikasi. Besi terdapat di alam dalam bentuk senyawa, antara lain sebagai hematit (Fe2O3), magnetit (Fe3 O4), pirit (FeS2) dan siderit ( FeCO3). Tambang bijih besi di Indonesia terdapat di: 1. Cilacap, Jawa Tengah 2. Cilegon, Banten 3. Gunung Tegak, Lampung 4. Lengkabana, Sulawesi Tengah 5. Longkana, Sulawesi Tengah 6. Peg. Verbeek, Sulawesi Tengah 7. Pulau Demawan, Kalimantan Selatan 8. Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan 9. Pulau Suwang, Kalimantan Selatan. Pengolah bijih besi terbesar adalah PT. Krakatau Steel yang berada di Cilegon, Jwa Barat.

b. Pengolahan besi relatif murah dan mudah. c.

2.8.Tempat Pengolahan Besi ( Tanur Sembur ) Proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace). Tanur sembur berbentuk menara silinder dari besi atau baja dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter bagian perut sekitar delapan meter. Karena tingginya alat tersebut, alat ini sering juga disebut sebagai tanur tinggi. Bagian bagian dari tanur tinggi adalah sebagai berikut: a.Bagian puncak yang disebut dengan Hopper, dirancang sedemikian rupa sehingga bahan bahan yang akan diolah dapat dimasukkan dan ditambahkan setiap saat. b.Bagian bawah puncak, mempunyai lubang untuk mengeluarkan hasil hasil yang berupa gas. c.Bagian atas dari dasar (kurang lebih 3 meter dari dasar), terdapat pipa pipa yang dihubungkan dengan empat buah tungku dimana udara dipanaskan (sampai suhunya kurang lebih 1.100o C). udara panas ini disemburkan ke dalam tanur melalui pipa pipa tersebut. d.Bagian dasar tanur, mempunyai dua lubang yang masing masing digunakan untuk

mengeluarkan besi cair sebagai hasil utama dan terak (slag) sebagai hasil samping.

2.9. Proses Pengolahan Besi

Secara umum proses pengolahan besi dari bijihnya dapat berlangsung dengan urutan sebagai berikut: a.Bahan bahan dimasukkan ke dalam tanur melalui bagian puncak tanur. Bahan bahan ini berupa: 1.)Bahan utama yaitu bijih besi yang berupa hematit (Fe2O3 ) yang bercampur dengan pasir (SiO2) dan oksida oksida asam yang lain (P2O5 dan Al2O3). Batuan batuan ini yang akan direduksi. 2.)Bahan bahan pereduksi yang berupa kokas (karbon). 3.)Bahan tambahan yang berupa batu kapur (CaCO3) yang berfungsi untuk mengikat zat zat pengotor. b.Udara panas dimasukkan di bagian bawah tanur sehingga menyebabkan kokas terbakar. H = - 394 kJC(s) + O2(g) CO2(g) Reaksi ini sangat eksoterm (menghasilkan panas), akibatnya panas yang dibebaskan akan menaikkan suhu bagian bawah tanur sampai mencapai 1.900o C. c.Gas CO2 yang terbentu kekmudian naik melalui lapisan kokas yang panas dan bereaksi dengannya lagi membentuk gas CO. H = +173 kJCO2(g) + C(s) 2 CO(g) Reaksi kali ini berjalan endoterm (memerlukan panas) sehingga suhu tanur pada bagian itu menjadi sekitar 1.300o C. d.Gas CO yang terbentuk dan kokas yang ada siap mereduksi bijih besi (Fe2O3). Reuksi ini dapat berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu: 1.)Pada bagian atas tanur, Fe2O3 direduksi menjadi Fe3O4 pada suhu 500o C. 3 Fe2O3(s) + CO(g) 2 Fe3O4(s) + CO2(g) 2.)Pada bagian yang lebih rendah, Fe3O4 yang terbentuk akan direduksi menjadi FeO pada suhu 850o C. Fe3O4(s) + CO(g) 3 FeO(s) + CO2(g) 3.)Pada bagian yang lebih bawah lagi, FeO yang terbentuk akan direduksi menjadi logam besi

pada suhu 1.000o C. FeO(s) + CO(g) Fe(l) + CO2(g) e.Besi cair yang terbentuk akan mengalir ke bawah dan mengalir di dasar tanur. f.Sementara itu, di bagian tengah tanur yang bersuhu tinggi menyebabkan batu kapur terurai menurut reaksi: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) g.Kemudian di dasar tanur CaO akan bereaksi dengan pengotor dan membentuk terak (slag) yang berupa cairan kental. Reaksinya sebagai berikut: CaO(s) + SiO2(s) CaSiO3(l) 3 CaO(s) + P2O5(g) Ca3(PO4)2(l) CaO(s) + Al2O3(g) Ca(AlO2)2(l) h.Selanjutnya, besi cair turun ke dasar tanur sedangkan terak (slag) yang memiliki massa jenis lebih rendah daripaba besi cair akan mengapung di permukaan dan keluar pada saluran tersendiri.

2.10. Hasil Pengolahan Besi 1. Besi Kasar (pig iron) atau Besi Gubal Besi cair yang keluar dari dasar tanur disebut dengan besi kasar (pig iron). Besi kasar mengandung 95% besi, 34% karbon, sisanya berupa fosfor, silikon dan mangan. 2. Besi Tuang (cast iron) atau Besi Cor Jika pig iron dibuat menjadi bentuk cetakan maka disebut besi tuang atau besi cor. 3. Besi Tempa (wrought iron) Besi tempam mengandung kadar karbon yang cukup rendah (0,05 0,2%). Besi tempa ini cukup lunak untuk dijadikan berbagai perlatan seperti sepatu kuda, roda besi, baut, mur, golok, cangkul dan lain sebagainya.2.7.

2.11. Kegunaan Besi dalam kehidupan sehari-hari Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, yaitu merangkumi sebanyak 95 peratus daripada semua tan logam yang dihasilkan di seluruh dunia. Gabungan

harganya yang murah dengan kekuatannya menjadikan ia amat diperlukan, terutamanya dalam penggunaan seperti kereta, badan kapal bagikapal besar, dan komponen struktur bagi bangunan. Besi waja merupakan aloi besi paling dikenali, dan sebahagian dari bentuk yang dibentuk oleh besi termasuk: Besi mentah atau Pig iron yang mengandungi 4% 5% karbon dengan sejumlah bendasing seperti belerang, silikon dan fosforus. Kepentingannya adalah ia merupakan perantaraan daripada bijih besi kepada besi tuang dan besi waja. Besi tuang (Cast iron) mengandungi 2% 3.5% karbon dan sejumlah kecilmangan. Bendasing yang terdapat di dalam besi mentah yang dapat memberikan kesan buruk kepada sifat bahan, seperti belerang dan fosforus, telah dikurangkan kepada tahap boleh diterima. Ia mempunyai takat lebur pada julat 14201470 K, yang lebih rendah berbanding dua komponen utamanya, dan menjadikannya hasil pertama yang melebur apabila karbon dan besi dipanaskan serentak. Sifat mekanikalnya berubah-ubah, bergantung kepada bentuk karbon yang diterap ke dalam aloi. Besi tuang 'putih' mengandungi karbon dalam bentuk cementite, atau besi karbida. Besi karbon mengandung antara 0.5% mangan, belerang, fosforus, dan silikon. dan 1.5% karbon, dengan sejumlah kecil

Besi tempa (Wrought iron) mengandung kurang daripada 0.5% karbon. Ia keras, mudah lentur, dan tidak mudah dilakurkan berbanding dengan besi mentah. Ia mempunyai sejumlah kecil karbon, beberapa persepuluh peratus. Jika ditajamkan menjadi tirus, ia cepat kehilangan ketajamannya.

Besi aloi (Alloy steel) mengandungi kandungan karbon yang berubah-ubah dan juga logamlogam lain, seperti kromium, vanadium, molibdenum, nikel, tungsten dsb. Besi oksida (III) digunakan dalam penghasilan storan magnetik dalam komputer. Ia sering dicampurkan dengan bahan lain, dan mengekalkan ciri-ciri mereka dalam larutan.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi dalam bentuk hematit (Fe2O3), magnetit (Fe3O4), limonit Fe(OH)2, dan siderit (FeCO3). Pengolahan bijih besi dilakukan di dalam tungku besar/tanur tinggi. Besi dimanfaatkan untuk membuat alat-alat seperti mesin, meja, pipa, dan komputer. Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, yaitu merangkumi sebanyak 95 peratus daripada semua tan logam yang dihasilkan di seluruh dunia. Gabungan harganya yang murah dengan kekuatannya menjadikan ia amat diperlukan, terutama dalam penggunaan seperti kereta, badan kapal bagi kapal besar, dan komponen struktur bagi bangunan.

DAFTAR PUSTAKA Cotton, Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. UI-Press. Jakarta http://www.wikipedia.com id, Wikipedia.org/wiki/Besi (Situs Ensiklopedi Wikipedia) Kartini, N, dkk. 2001. Kimia Bumi Aksara. Jakarta Keenan, Charles. W. 1992. Kimia untuk Universitas Jilid 2. Erlangga : Jakarta. Oxtoby, David.W. 2003. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Jilid II. Erlangga: Jakarta. Sudjana, Atep. 2004. Sains Kimia. Galaxy Puspa Mega: Bekasi. Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 3. ITB: Bandung.

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas karuniaNya alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul Besi Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran KIMIA. Saya menyadari bahwa dalam proses penyusunan makalah ini tidaklah mudah dan banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, baik secara dukungan maupun memberikan materi-materi yang saya butuhkan. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian pembutan makalah ini.

Akhirnya saya mohon maaf yang sebesar-bearnya apabila dalam system penulisan maupun kandungan isi makalah ini jauh dari sempurna, dan banyak memilki kelemahan yang harus diperbaiki. Oleh karenanya saya mohon kritik dan saran dari pembaca agar pembuatan makalah dimasa yang akan datang menjadi lebih baik.

Sindangsari, Pebruari 2009

Penulis

Daftar Isi
Halaman KATA PENGANTAR....... DAFTAR ISI.......... BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah.. 1.2. Perumusan Masalah. 1.3. Tujuan.. 1.4. Manfaat. BAB II. PEMBAHASAN........... 2.1. Pengertian Besi. 2.2. Keberadaan Besi di Alam. 2.3. Sifat Fisika Besi 2.4. Sifat Kimia Besi 2.6. Ektraksi Besi. 2.7. Pengolahan Besi 2.8. Tempat Pengolahan Besi.. 2.9. Proses Pengolahan Besi 2.10. Hasil Pengolahan Besi 2.11. Kegunaan Besi dalam Kehidupan Sehari-hari. BAB III. PENUTUP................................................................................... 3.1. Kesimpulan i ii 1 1 1 2 2 3 3 3 5 5 7 7 7 8 9 9 11 11

Daftar Pustaka