Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KULIAH SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN BAHAN DISKUSI MINGGU KE-2 KELAS A AGROEKOTEKNOLOGI

LAHAN BAHAN DISKUSI MINGGU KE-2 KELAS A AGROEKOTEKNOLOGI ZAIM DZOEL HAZMY TYAS AYU SULISTYA K. FRETA

ZAIM DZOEL HAZMY TYAS AYU SULISTYA K. FRETA KIRANA B. ANISA AFISUNANI

Oleh:

115040201111085

115040201111013

115040201111018

115040201111011

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2013

BAHAN DISKUSI MINGGU KE-2 SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN

1. Tanah sebagai suatu individu, berbeda dengan dunia hayati, yang setiap individunya punya ciri tersendiri. Tiap spesies punya kisaran sifat yang sempit, sehingga mudah dibedakan 1 dengan lainnya. Jelaskan! Tanah, sebagai suatu individu tidak sama dengan individu dalam ruang lingkup hayati, karena tanah tidak memiliki syarat-syarat sebagai makhluk hidup hayati seperti kemampuan untuk respirasi, ekskresi, iritabilita, metabolism, development and grow, dan reproduksi. Namun walau begitu, Tanah memiliki batas-batas tertentu yang dimiliki dan walaupun tampak statis atau diam, namun sebenarnya tanah merupakan benda dinamis. Di dunia ini terdapat berbagai macam jenis tanah, dimana setiap masing-masing individu tanah memiliki karekteristik atau sifat yang berbeda. Akan tetapi perbedaan dari sifat-sifat tersebut relatif sempit antara tanah yang satu dengan yang lainnya, sehingga dari berbagai macam tanah di dunia ini dapat dibedakan dan dikelompokkan sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya. Dalam menentukan jenis suatu tanah tidak terlepas dari sifat fisik, kimia, dan keadaan biologi dari suatu tanah tersebut.

2. Jelaskan definisi tanah! Pasir pantai apakah termasuk dalam definisi tanah? Mengapa? Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolith (lapisan partikel halus). Atau dapat dikatakan bahwa tanah merupakan hasil interaksi antara batuan induk, topografi, iklim, dan organisme dalam kurun waktu tertentu. Kemudian, apakah pasir pantai termasuk dalam definisi tanah? tidak, pasir pantai bukan termasuk dalam definisi tanah. karena tanah tersusun atas 45% bahan mineral, 5% bahan organic, dan masing-masing 25% untuk udara dan air. Tanah sendiri merupakan hasil kombinasi dari debu, liat, dan pasir. Tapi jika kita melihat pasir pantai, pasir pantai disini didominasi oleh pasir itu sendiri dan juga tidak memiliki bahan organic didalamnya (jika memiliki mungkin persentasenya sangat kecil). Disisi lain, tanah dapat dijadikan sebagai media tumbuh tanaman dengan baik, namun pasir pantai tidak dapat dijadikan media tumbuh, selain karena persentase pasirnya yang dominan, biasanya pasir pantai ini mengandung salinitas yang tinggi.

3. Jelaskan apa yg dimaksud dlm Gambar 2? continuum, soil scape, polypedon, dan lain-lain.

salinitas yang tinggi. 3. Jelaskan apa yg dimaksud dlm Gambar 2? continuum, soil scape, polypedon, dan

Continuum merupakan proses pertukaran dalam kesinambungan interaksi antar komponen tanah dan kelangsungan segala reaksi tanah.

Soil scape merupakan gabungan dari beberapa polypedon yang mempunyai sifat berbeda antara sifat polypedon yang satu dengan polypedon yang lainnya.

Polypedon merupakan gabungan atau kumpulan dari pedon-pedon yang mempunyai sifat hampir sama atau sama.

Pedon adalah Tubuh tiga dimensi dari tanah dengan dimensi-dimensi lateral, Pedon biasanya mempunyai luas antara 1 hingga 10 meter. Dimana horizon-horizon terputus atau siklik.

Soil Profil merupakan Penampang vertikal tanah yang ditempati horizon-horizon dan dibawahnya terdapat bahan induk.

Soil Agregat merupakan Agregat tanah merupakan gumpalan tanah yang tidak mempunyai bentuk yang jelas. Berbeda dengan struktur tanah yang mempunyai bentuk yang jelas.

4. Tanah sebagai satuan 3D, perlu disajikan dengan cara 'multifactorial' dalam bentuk peta tanah. 2D digambarkan pada peta tanah, sedangkan dimensi vertikal dan sifat-sifat internalnya, disajikan dalam legenda peta. Maksudnya apa? Jika melihat keadaan (kondisi) lapang, tanah merupakan sesuatu yang dapat dikategorikan sbagai bentuk 3 dimensi, karena didalam tanah terdapat suatu profil tanah yang didalamnya terdapat horison-horison yang menjadi ciri satu jenis tanah dan perbedaan bentuk muka bumi disuatu wilayah (topografi). Keadaan tanah disuatu daerah tentunya berbeda dengan keadaan tanah di daerah lainnya. Hal seperti ini dapat menjadi suatu informasi yang dapat disajikan dalam gambar (peta tanah) di berbagai wilayah. Peta sendiri merupakan gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan skala tertentu. Penyajian ini (peta) tidak hanya berupa keadaan tanah dan topografi di suatu daerah saja, melainkan harus mengikutsertakan faktor-faktor yang berada didalamnya juga. Dalam suatu peta tanah, bentuk fisik tanah disajikan dalam bentuk 2

Sedangkan faktor-

faktor yang berada didalamnya, seperti keadaan tekstur, struktur, kelembaban, konsistensi, dll, disajikan dalam bentuk legenda yang bisanya disajikan dengan tanda-tanda, warna tertentu, dll. Legenda peta ini yang nantinya dapat membantu seseorang untuk membaca suatu peta tanah dan memberikan informasi tentang satuan-satuan tertentu yang terdapat di dalam peta tanah. Lalu apa fungsi dan tujuan pembuatan peta? Ada beberapa maksud dari pembuatan sebuah peta. Fungsi pembuatan peta antara lain: 1) Dengan adanya peta dapat menunjukkan posisi atau lokasi relatif yang hubungannya dengan lokasi asli dipermukaan bumi. 2) Peta mampu memperlihatkan ukuran. 3) Peta mampu menyajikan dan memperlihatkan bentuk. 4) Mengumpulkan dan menyeleksi data

dimensi sesuai keadaan topografinya dan perbandingan luasan berdasar skala

dari suatu daerah dan menyajikan diatas peta dengan simbolisasi.

5. Jelaskan pengertian Peta tanah. Untuk membuat peta tanah, peta apa saja yg diperlukan sebagai dasar atau penunjang? Mengapa? Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Pada umumnya diperlukan suatu peta dasar yang digukan sebagi acuan dalam membuat suatu peta tanah. Peta dasar yang biasa digunakan adalah peta topografi. Digunakan peta topografi sebagai dasar karena apabila akan membuat suatu peta tanah, harus mengetahui keadaan nyata dari suatu objek wilayah secara 3 dimensi terlebih dahulu. Apabila keadaan topografi suatu wilayah berbeda, maka keadaan

atau kondisi suatu tanah juga akan berbeda. Bentuk suatu muka bumi (topografi) berbeda-beda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, begitu pula keadaan tanahnya. Oleh karena itu diperlukan peta topografi sebagai dasar apabila membuat suatu peta tanah. Peta topografi dapat diperoleh melalui foto udara (skala besar) dan citra satelit (skala kecil).

6. Apa yg dimaksud dengan Poligon di dalam peta tanah? Bagaimana membuatnya?

Poligon adalah serangkaian garis lurus di permukaan tanah yang menghubungkan titik-titik dilapangan, dimana pada titik-titik tersebut dilakukan pengukuran sudut dan jarak. Tujuan dari

Poligon adalah untuk memperbanyak

koordinat titik-titik di lapangan yang diperlukan untuk

pembuatan peta. Ada 2 (dua) macam bentuk poligon, yaitu :

Poligon Terbuka : poligon yang tidak mempunyai syarat geometris

Poligon Tertutup : poligon yang mempunyai syarat geometris

Cara Membuat Poligon dalam Peta Tanah :

A. Pengukuran Polyangon Terbuka Bebas

a) Siapkan catatan, daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.

b) Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik.

c) Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.

d) Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.

e) Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.

f) Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong 180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.

g) Lakukan pembacaan sudut horizontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.

h) Pindah pesawat ke titik P2 dan lakukan penyetelan alat.

i) Arahkan pesawat ke titik P3, baca dan catat sudut horisontalnya (bacaan biasa untuk bacaan muka).

j) Lakukan pembacaan sudut luar biasa pada titik P2.

k) Putar teropong pesawat searah jarum jam dan arahkan ke titi P1. Baca dan catat sudut horisontalnya, baik bacan biasa maupun luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang.

l) Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya sampai P akhir.

m) Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.

n) Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.

o) Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

B. Pengukuran Polyangon Tertutup

a) Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.

b) Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik.

c) Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.

d) Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.

e) Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan yang biasa untuk bacaan muka.

f) Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong 180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.

g) Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan yang luar biasa untuk bacaan muka.

h) Putar teropong pesawat dan arahkan di titik P akhir dan lakukan pembacaan sudut horisontal pada bacaan biasa dan luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang.

i) Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya hingga kembali ke titik P1.

j) Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.

k) Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.

l) Gambar hasil pengukuran dan perhitungan

7. Apa yang dimasud dengan taksa tanah? Taksa tanah merupakan satuan yang diperoleh dari menentukan suatu selang sifat tertentu dari sifat-sifat tanah yang didefinisikan oleh suatu sistem klasifikasi tanah. Hal ini berhubungan dengan peta tanah karena soil taxonomy bisa digunakan untuk satuan sistem klasifikasi tanah , masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah. Peta tanah dapat semakin terlihat jelas dan detai dengan soil taxonomy. Dalam mengklasifikasikan suatu tanah maka mula-mula tanah dianggap sebagai bagian dari populasi yang luas sehingga tanah diklsifikasikan terlebih dahulu ke dalam kategori tertinggi yaitu ke dalam order tanah. Apabila telah diketahui order dari tanah tersebut, maka selanjutnya diklasifikasikan ke dalam sub order, great group dan seterusnya. Cara mengklasifikasikan tanah ke dalam masing-masing kategori tersebut dilakukan dengan membandingkan sifat tanah yang dimiliki dengan criteria-kriteria untuk berbagai taksa yang dalam taksonomi tanah telah disusun dalam bentuk “kunci” yaitu Keys to Soil Taxonomy. Dalam kunci tersebut telah disusun untuk kategori order, sub order, great group dan sub group sedemikian rupa sehingga dalam membandingkan sifat- sifat tanah dengan criteria-kriteria untuk sifat taksa yang ditulis harus berurutan dan harus dimulai dari criteria untuk taksa yang ditulis paling dulu. Apabila tanah tidak dapat diklasifikasikan ka dalam taksa yang disebut paling awal, baru dicoba untuk taksa yang kedua, ketiga dan seterusnya.

8. Dalam legenda Peta Tanah terdapat istilah konsosiasi, asosiasi atau kompleks. Jelaskan. Beri ilustrasi dengan gambar, sehingga perbedaan ketiganya jelas!

A.

Konsosiasi

Satuan pemetaan tanah konsosiasi didominasi oleh satuan tanah dan tanah yang serupa (similiar soil unit). Dalam konsosiasi paling tidak memmpun yai 50% satu satuan tanah yang sama

dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberinama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang serupa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau dua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yanng berbeda. Secara umum satuan satuan tanah yang serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanahdikatakan tidak serupa apabila keduanya mempunyai perbedaan yang tegas dan lebih dari tiga kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.

B. Asosiasi SPT jenis ini mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang

B. Asosiasi

SPT jenis ini mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam pennamaan SPT dan mempunyai komposisi yang hampir sama. Satuan-satuan tanah penyusun SPT ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain kedalam SPT -SPT yang berbeda karena keterbatasan skala pemetaan. SPT asosiasi dalam skala pemetaan yang lebih besar dapat dipisahkan kedalam SPT -SPT konsosiasi yang berbeda.

dapat dipisahkan kedalam SPT -SPT konsosiasi yang berbeda. C. Kompleks SPT ini mirip dengan SPT asosiasi

C. Kompleks

SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

9.

Beri contoh single value map. Cari di internet. Mengapa peta tersebut dikatakan bukan peta tanah?

internet. Mengapa peta tersebut dikatakan bukan peta tanah? Peta status hara kalium Peta status hara fosfat

Peta status hara kalium

tersebut dikatakan bukan peta tanah? Peta status hara kalium Peta status hara fosfat Peta tersebut dikatakan

Peta status hara fosfat

Peta tersebut dikatakan bukan peta tanah, karena peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan status hara kalium (peta atas) dan status hara fosfat (peta bawah). Sedangkan pada peta tanah digambarkan garis-garis batas (delineasi) tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. Garis batas tersebut berupa polygon-poligon yang digambarkan pada peta tanah yang lazim disebut satuan peta tanah (SPT). Peta di atas tidak termasuk peta tanah karena peta tersebut hanya menyajikan karakteristik tunggal (single value).

10. Apa yg dijelaskan dalam Gambar ini?

10. Apa yg dijelaskan dalam Gambar ini? Terdapat 3 metode untuk menentukan batas tanah, yaitu grid

Terdapat 3 metode untuk menentukan batas tanah, yaitu grid kaku, grid bebas, dan fisiografik.

batas tanah, yaitu grid kaku, grid bebas, dan fisiografik. A. Rigid survey : Gambar diatas menunjukkan

A. Rigid survey :

Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Grid Kaku (Rigid Grid). Penentuan batas tanah ini diterapkan pada survey tanah detil sampai dengan sangat detil, dimana tidak tersedia foto udara. Kalaupun foto udaranya tersedia, mungkin :

Skalanya terlalu kecil

Mutunya sangat rendah

Daerah yang disurvey tertutup awan atau kabut

Kenampakan permukaan tidak jelas atau daerahnya sangat homogeny dan datar

Daerah yang disurey tertutup vegetasi yang rapat dan lebat

Daerah survey berawa, padang rumput atau savana yang tidak menampakkan gejala

permukaan. Dalam metode ini, pengamatan dilakukan dalam pola teratur pada interval titik pengamatan yang berjarak sama dalam kedua arah. Metode ini juga sangat cocok diterapkan pada daerah-daerah dimana posisi pemeta sukar ditentukan dengan pasti. Terdapat keuntungan dan kerugian menggunakan metode grid kaku. Keuntungan menggunakan metode grid kaku adalah tidak memerlukan penyurvey yang berpengalaman karena lokasi titik-titik pengamatan sudah di plot pada peta rintisan (peta rencana pengamatan). Kerugian menggunakan metode grid kaku antara lain: Perlu waktu sangat lama, terutama untuk medan berat, Penggunaan titik pengamatan tidak efektif, Sebagian dari lokasi pengamatan, tidak mewakili satuan peta yang dikendaki (missal pada pengamatan pemukiman, daerah peralihan 2 satuan lahan, dan lain-lain).

B. Adapted Grid Survey Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Grid bebas (adapted

B. Adapted Grid Survey Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Grid bebas (adapted grid survey). Metode ini merupakan perpaduan antara metode grid kaku dengan metode fisiografi. Metode ini dilakukan pada survey detil sampai dengan semi detil yang kemampuan foto udara dianggap terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi lapangan cukup sulit. Pengamatan lapangan dilakukan pada titik-titik seperti grid kaku, tetapi jarak titik-titik pengamatan tidak perlu sama dalam 2 arah, tetapi tergantung keadaan fisiografi. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah rapat. Sebaliknya jika bentuk lahan relative seragam, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah renggang. Metode ini sangat baik diterapkan oleh penyurvey yang belum banyak berpengalaman dalam interpretasi foto udara.

belum banyak berpengalaman dalam interpretasi foto udara. C. Physiografic Survey Gambar diatas menunjukkan lokasi

C. Physiografic Survey Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Fisiografik (bantuan foto udara). Metode ini sangat efektif pada survey tanah berskala < 1 : 25.000, dan tersedia foto udara berkualitas cukup tinggi. Hampir semua batas satuan peta diperoleh dari IFU, sedangkan kegiatan lapangan hanya untuk mengecek batas satuan peta dan mengidentifikasi sifat dan cirri tanah masing-masing satuan peta. Pengamatan dilakukan pada tempat-tempat tertentu pada masing-masing satuan peta. Pada penentuan batas tanah menggunakan metode fisiografik, jumlah pengamatan pada tiap- tiap satuan peta tergantung pada :

Ketelitian IFU, keahlian dan kemampuan penyurvey dalam memahami hubungan fisiografi dan keadaan tanah

Kerumitan (kompleks atau tidaknya) satuan peta tersebut. Semakin rumit, maka semakin banyak luasan satuan peta. Semakin luas, maka jumlah pengamatan yang dilakukan juga semakin banyak.

11. Sebutkan berbagai macam peta tanah berdasarkan skala peta yg digunakan di Indonesia. bandingkan nama peta-peta tersebut dengan nama yg digunakan di Amerika, Kanada, Inggris dan negara lainnya. Cari dari internet!

A. Peta tanah yang digunakan di Indonesia

B. peta tanah yang digunakan di Inggris 12. Apa yg dimaksud dengan luas minimum yang

B. peta tanah yang digunakan di Inggris

B. peta tanah yang digunakan di Inggris 12. Apa yg dimaksud dengan luas minimum yang masih

12. Apa yg dimaksud dengan luas minimum yang masih dapat disajikan pada peta? Mengapa perlu ada batasan tersebut? Luas minimum yang dapat disajikan pada peta adalah suatu luasan terkcil yang masih dapat digambarkan pada peta. Pada dasarnya ukuran tersebut merupakan parameter kartografi, karena setiap polygon pada suatu peta harus tertulis simbol satuan petanya. Simbol tersebut harus tertulis dengan ukuran tertentu, sehingga masih dapat dibaca. Batasan ukuran polygon minimal adalah 0,4 cm2 (untuk yang bebentuk bulat), sedangkan untuk polygon bebentuk memanjang dan sempit harus lebih besar (dari aspek luasannya) agar dapat memuat simbol satuan peta. Perlu ada batasan, karena untuk mengetahui batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup atau bahan- bahan tumbuhan yang belum mulai melapuk. Satuan-satuan yang di hasilkan umumnya berupa

tubuh lahan yang memiliki cirri-ciri tertentu yang dibedakan oleh batas-batas alami suatu batas tanah pada suatu peta.

13. Untuk peta tanah di Indonesia, berapa satuan luas tsb? Masing2 kelompok agar menghitung berapa luasnya di lapangan pd skala yg berbeda Ubin (atauru, tumbak) dalam agrarian adalah satuan luas lahan yang dipakai di Indonesia. Satuan ubin ini banyak digunakan untuk areal pertanian (sawah atau ladang), khususnya di Pulau Jawa dan telah dipakai sejak zaman Hindia-Belanda. Ukuran satu ubin menyatakan luas sebesar 14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi. Satu bahu adalah 500 ubin. Satuan ini terutama dipakai untuk mengestimasi hasil atau produksi hasil tanaman pangan, seperti padi atau kedelai. Pada suatu lahan diberi batas yang dinamakan “petak ubinan” (berukuran satu ubin). Hasil panen untuk petak ini diukur terlebih dahulu sebelum dicampur dengan hasil panen yang lain. Hasil pengukuran ini lalu dikonversi menjadi hasil per hektare. Karena luas minimum di Indonesia adalah 0,4 cm2, Maka ontoh menghitung luas peta berskala 1 : 25.000 dengan menggunakan sistem grid.

peta berskala 1 : 25.000 dengan menggunakan sistem grid. L = (Jumlah Kotak x Luas 1

L

= (Jumlah Kotak x Luas 1 Kotak (dalam cm²)) x (Penyebut Skala)²

L

= (9 x (3cm x 3 cm)) x (25.000)²

L

= (9 x 9 cm²) x 625.000.000 cm²

L

= 81 cm² x 625.000.000 cm²

L

= 50.625.000.000 cm²

Kemudian dikonversi dalam ukuran luas yang lebih sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-

hari:

14.

L

= 506.250.000 dm²

L

= 5,0625 km²

luas yang lebih sering kita gunakan dalam kehidupan sehari- hari: 14. L = 506.250.000 dm² L

Dalam catatan tersebut, tertulis bahwa daerah tertutup vegetasi (hutan), relative datar, garis putih

pada foto adalah sungai. Berdasarkan catatan tersebut, terdapat dua syarat yang termasuk dalam metode Grid kaku, yakni :

Kenampakan permukaan tidak jelas atau daerahnya sangat homogeny dan datar.

Daerah yang disurey tertutup vegetasi yang rapat dan lebat

Akan tetapi, masih terdapat gejala fisiografi (garis sungai) pada peta tersebut, sehingga metode yang digunakan adalah perpaduan dari metode grid kaku dan metode fisiografik, yakni metode grid bebas. Metode ini dilakukan pada survey detil sampai dengan semi detil yang kemampuan foto udara dianggap terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi lapangan cukup sulit. Pengamatan lapangan dilakukan pada titik-titik seperti grid kaku, tetapi jarak titik-titik pengamatan tidak perlu sama dalam 2 arah, tetapi tergantung keadaan fisiografi. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah rapat. Sebaliknya jika bentuk lahan relative seragam, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah renggang. Metode ini sangat baik diterapkan oleh penyurvey yang belum banyak berpengalaman dalam interpretasi foto udara. Survei dan pemetaan tanah tidak hanya dapat memberikan gambaran tentang macam tanah yang dijumpai, tetapi harus dapat menggambarkan secara tepat dimana tanah tersebut dijumpai. Hal ini tidak berarti bahwa tanah yang dijumpai haruslah homogen, melainkan harus dapat menggambarkan bahwa pada suatu polygon yang dicantumkan dalam satuan peta tanah dapat diketahui satuan tanah utama (yang mendominasi) dan satuan peta tanah pendamping.

Sources:

Rayes, M.L. 2006. Metode Inventarisai Sumber Daya Lahan. Yogyakarta: Penerbit Andi. Coen, G. M. 1987. Soil Survey Handbook Volume 1. Research Branch, Agriculture Canada. Technical Bulletin 1987-9E : Ontario. 462 p.