Anda di halaman 1dari 6

BLOK 18 LBM 4 SGD 3 Judul : Jatuh waktu membonceng sepeda motor Skenario: Idham, 9 tahun, datang ke RSIGM dengan

keluhan sakit tajam pada rahang bawah kanan disertai susah membuka mulut, dan gigi geraham atas goyang setelah kecelakan sepeda motor 6 jam sebelumnya. Pasien sadar, dapat berkomunikasi dengan baik, dan menyatakan tidak ada mual dan muntah setalah kejadian. Pasien sudah minum obat pengurang rasa sakit namun masih terganggu dengan rasa sakitnya. Pemeriksaan klinis didapatkan : EO: inspeksi : laserasi (+) pada kulit pipi kanan, diffuse facial oedema, step (diskontinuitas) pada regio parasimfisis kanan. IO: laserasi pada mukosa bukal 84-85. Pasien dilakukan tindakan immobilisasi dan diberi obat.

STEP 1
Tongue blade test : test yang biasa dilakukan untuk pemeriksaan fraktur mandibula, untuk

menentukan adanya nyeri pada mandibula dan tdk ada deformitas atau perubahan yang abnormal yang memerlukan pemeriksaan radiologis,
Laserasi : luka yang disebabkan oleh robekan

STEP 2 FRAKTUR MANDIBULA 1. Mengapa pasien dilakukan tindakan immobilisasi? 2. Kenapa pasien susah membuka mulut? 3. Mengapa pasien sudah minum obat tapi masih sakit? 4. Etiologi fraktur mandibula? 5. Gejala fraktur mandibula? 6. Perawatan fraktur mandibula? 7. Klasifikasi fraktur mandibula?

8. Mengapa dilakukan pemeriksaan tongue blade test & bagaimana caranya? 9. Kenapa pasien diperiksa kesadarannya? 10.
11.

Apa hubungannya mual muntah dg fraktur mandibula? Apa yg dimaksud dg garis fraktur? Apa artinya?

STEP 7 1. Etiologi fraktur mandibula?


-

Fraktur trauma : kecelakaan kendaraan motor, benturan keras pada wajah Fraktur patologik: osteogenesis imperfecta, kista , tumor tulang, osteoporosis, atropi / nekrosis tulang

2. tanda fraktur mandibula? -

Rasa sakit Susah mengunyah Perubahan posisi rahang terjadi maloklusi Trismus mandibula gerakan mandibula terbatas hipersaliva dan halitosis Pembengkakan obstruksi jalan nafas Nyeri saat ditekan Laserasi dibagian mukosa bukal Krepitasi saat pemeriksaan akibat pergeseran ujung tulang yang fraktur bila rahang digerakkan

Mati rasa bibir bawah kerusakan nervus mandibula Diskolorisasi pd daerah fraktur Wajah asimetri Pergerakan abnormal krn ketdkmampuan membuka rahang Nyeri otot pengunyahan dan sekitar sendi menjalar seluruh leher dan bahu Dissability penyempitan otot pembuka mulut

3. Klasifikasi fraktur mandibula?

Tipe fraktur menurut hubungan dengan jaringan ikat sekitarnya: f. simple: fraktur tertutup (tdk ada luka sobek) f. Terbuka : ada luka sobek dan tulang terpapar dg dunia luar f. komplikasi : kerusakan di jaringan sekitarnya (saraf) f. Komunisi: pd satu daerah tulang yg disebabkan trauma yang hebat f. Greenstick: f. Tdk sempurna hanya pd satu sisi f. Patologis: oleh adanya penyakit pd mandibula

menurut pola: -

unilateral : pd satu sisi mandibula bilateral : kombinasi fraktur langsung dan tdk langsung (melalui perantara) pd dua sisi mandibula

multipel : trdpt dua atau lebih grs fraktur

menurut lokasi/ letak anatomi: dentoalveolar kondilus koronoideus ramus angulus mandibula corpus mandibula simphisis dan parasimphisis

berdasarkan btk fraktur:


-

komplit grs. Fraktur membagi 2 atau lebih inkomplit = greenstick fragmen fraktur terlihat saling impaksi / saling menancap komunitif menimbulkan lebih 2 fragmen kompresif pd tulang concellous

arah / garis fraktur:

horisontal vertikal

4. Perawatan fraktur mandibula? -

Langkah awal Cek pasien : airway, sirkulasi, breathing Perawatan definitif reduksi (pengembalian kesejajaran fragmen pd posisi normal), fiksasi / immobilisasi dg bone plate Fiksasi : Dental wiring

Cek ada pendarahan aktif gag? Cek rasa sakit? Obat analgesik

Ada 2: (indikasi, kontra, teknik)


-

Reposisi tertutup: konservatif tanpa pembedahan, pd jaringan lunak Indikasi: o Utk fraktur komunitif o Fraktur pd anak2 o f. pd kondilus

R. Terbuka: tindakan operasi utk koreksi deformitas (perubahan bentuk) Indikasi: o f. multiple

5. Mengapa pasien dilakukan tindakan immobilisasi? Bgmana caranya??

Fungsinya: utk menyatukan kembali tulang Cara: fiksasi dg metode stout, essig, intraosseus, mini plat 6. Kenapa pasien susah membuka mulut? kemungkinan krn terkena saraf, pembuluh darah, dan otot sakit trismus trauma kena nervus (N.alveolaris inferior, mentalis, pleksus dentalis inferior) dan muskulus (pterigoideus lateralis) trismus

aku 7. Mengapa pasien sudah minum obat tapi masih sakit? Kemungkinan krn belum dilakukan perawatan pd frakturnya. Dilakukan perawatan immobilisasi obat analgesik opioid (contoh:tramadol), muscle relaxasi (mionep) 8. Hubungan inflamasi dengan oedema? Trauma respon inflamasi kenaikan permeabilitas kapiler protein plasma dlm tubuh keluar tekanan osmotik darah menurun, tekanan cairan tubuh meningkat oedema 9. Mengapa dilakukan pemeriksaan tongue blade test & bagaimana caranya? Utk memperbaiki hubungan inter incisal (utk meregangkan trismus) Utk mengecek fraktur

Pasien gigit alat diputar:


-

Klo alatnya patah normal Klo tdk patah ada kelainan, pasien buka mulut Kenapa pasien diperiksa kesadarannya? Utk mengetahui cedera pd saraf mati rasa apabila kena saraf Utk pemeriksaan anamnesis lebih lanjut

10.

11.

Apa hubungannya mual muntah dg fraktur mandibula? Mual krn ada rangsangan hipotalamus (gangguan medula oblongata) utk mengetahui adanya kerusakan ditempat yang lain

12.

Apa yg dimaksud dg garis fraktur? Apa artinya? Normal: tepinya continue Fraktur : Terdapat diskontinuitas (patahan)

13.

Mengapa ada rasa sakit yang tajam? Sakit trauma pd nervus nervus terputus ( n. Alveolaris inferior, mentalis, plexus dental inferior)

Step 4:
Etiologi Fraktur mandibula Gambaran Klinis

Klasifikasi Kesadaran Ro Tongue blade test Airway, breathing, circulation Pemeriksaan

Perawatan

reposisi

immobilisasi

fiksasi

medikasi