Anda di halaman 1dari 9

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

21

ANALISIS FENOL DALAM SAMPEL AIR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF Is Fatimah Abstract
Researchofphenolanalysisusingderivatifspectrophotometryhavebeen investigated. Research was done by compare spectra and 1st derivatif spectra of phenol diluted in water with spectra of phenol diluted in deionized water.Analysismethodtestedusingphenol solutionin water whichconcentrationknown.RecoverydatatestedusingANOVA2way. Resultshowthatfisrtderivatifspectrophotometryhavehigheracuration and precission than regular spectrophotometry. Test of method using standard curveand aditionstandardshowedinsignificant difference. Keyword: fenol,analysis, spectropotometry
5)

PENDAHULUAN Fenol dan senyawa turunannya adalah senyawa yang digunakan secara luas sebagai bahan baku dalam dunia industri kimia seperti dalam industri farmasi, industri perminyakan dan petrokimia, industri kulit dan industri cat. Pengolahan fenol dalam beberapa industritersebut tentunyasangat memungkinkansisa bahan fenoldalam limbahterutamalimbahcair.Disisilain,fenoldansenyawa turunannya merupakanzatberbahayadanberacun.Dalamkonsentrasitertentumasuknyafenol danturunannyadapatmenyebabkanefekkarsinogenikpadabinatangdanmanusia. Padakonsentrasitertentufenoldanuapfenolyangterkondensasidapatmengganggu danmembahayakan cytokhrom P-450 melaluikonversi menjadicytokhrom P-420, sedangkan pada konsentrasi sangat rendah dapat mengganggu aktivitas monooksigenase. Paraklorofenolmisalnya, merupakansalahsatusenyawaturunan fenolyangjugabanyakdigunakandalamduniaindustrisertasebagaibahanpestisida. Efek yang ditimbulkan olehsenyawa turunanfenol ini juga tak kalah berbahayanya dibandingkanfenol,apalagimelihatpenggunaannyasebagai pestisidadalam dunia pertanian. Dalam pengelolaanlingkungan, berbagaiupayadilakukanuntuk mengurangi pencemaran fenoldan senyawaturunannya antaralain dengan metode elektrolisis,

5)

Is Fatimah, S.Si., M.Si. adalah Dosen Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia
LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003

ISSN: 1410-2315

22

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

oksidasi, ekstraksi, filtrasi melalui membran cair dan metode adsorpsi. Upaya pengelolaan lingkungan tersebut tak lepas dari masalah dan metode analisis fenol yang dapat dilakukan. Perhatian yang cukup besar diberikan pada kajian analisis fenol dalam sampel air mengingat ambang batas senyawa fenol yang sangat kecil untuk keperluan air bersih. Metode yang dapat digunakan untuk analisis fenol ini meliputi metode pemisahan, penentuan dan identifikasi fenol dan turunan fenol, serta metode kuantitatif untuk menentukan kadar fenol. Dalam metode terakhir yang disebutkan, beberapa instrumentasi dapat digunakan seperti misalnya kroamtografi gas / Gas Chromatography (GC), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HighPerformanceLiquid Chromatography (HPLC),danmetodeSpektrofotometri. Setiap metode tersebut memiliki kelemahan. Metode GC misalnya, memerlukan konsentrasiyangcukupbesar dalamanalisisfenol.Dalamanalsisair,halinikadangkadangmemerlukanprosespendahuluanberupapenjenuhanfenoldenganadsorben tertentu(Rhee,dkk,1998).SepertihalnyadalamGC,metodeHPLCjugamemerlukan penjenuhanfenolapabilakonsentrasianalitterlalukecil.Dibandingkanduametode tersebut,metodespektrofotometrimerupakansalahsatumetodeyangcukupsensitif untukmendeteksi analitfenol dalam konsentrasi yangrendah. Akantetapi, metode spektrofotometriinimemilikikelemahanpadapendeteksiananalitjikaanalitberada pada sampel air yang mengandung banyak ion pengganggu. Interferensi ion dan senyawapengganggudalamsampeldapatmenyebabkankesalahandeteksi,sehingga serapan radiasi dapat berasal dari pengganggu. Hal ini tentu akan menyebabkan kesalahan analisis,terutama untukanalisis kuantitatif.Terlebih lagi dalam analisis fenol,sampelterlarutdalamakuadesbiasanyaakanmemberikanresponyangkurang bagus karena adanya pengaruhmatriks larutan. Untuk meminimalkan kesalahan analisis dalam spektrofotometri, telah dilakukan beberapa pengembangan metode, antara lain dengan penggunaan spektrofotometri derivatif. Spektrofotometri derivatif didasarkan pada penurunan fungsispektrayangdiperolehdarisatuanalit dengantujuanmeminimalkangangguan penyerap spektra. Derivatisasi (penurunan) spektrum ini dapt digunakan untuk meminimalisasiefek matrikdalam analit. Metode initelah ditelitiuntuk beberapakepentingan analisissenyawa dalam campuran dan sampel alam seperti pada penentuan vitaminC atauasam askorbat dalam sampel sayuran (Aydogmus,dkk, 2002) dan untuk analisis campuran vitamin(Aberasturi,dkk,2001).Dalamanalisismenggunakanspektrofotometeriderivatif dicarikesesuaianspektrasampeldenganspektrastandardpadaspektraasli,turunan pertama spektra (1st derivatif) dan turunan kedua spektra (2nd derivatif). Penelitian tersebutmenunjukkan bahwa metode derivatifmenunjukkan kepekaan yang lebih tinggidariuntukanalisisvitaminCdalamsampelsayuran.Sementara Aberasturi,dkk jugamelaporkanbahwalimitdeteksidankepekaananalisiscampuranvitamindengan spektrofotometri derivatif lebih menggunakanturunan pertamaspektra. Penelitian tersebutjugamenunjukkanbahwaspektrofotometriderivatiflebihtepatdibandingkan spektrofotometribiasa. Karena fenol juga merupakan senyawa kromofor pada daerah UV kemungkinanbesarmetodespektrofotometriderivatifdapatmemberikanketepatan dan ketelitian yang besar seperti yang terjadi padaanalisis vitaminC.
LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003 ISSN: 1410-2315

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

23

LANDASAN TEORI Spektrofotometri UV-Visibel merupakan metode spektrofotometri yang didasarkanpadaadanyaserapansinar padadaerahultraviolet(UV)dansinartampak (Visibel)darisuatusenyawa.Senyawadapatdianalisisdenganmetodeinijikamemiliki kemampuanmenyerap pada daerah UVatau daerahtampak. Senyawa yang dapat menyerap intensitas pada daerah UV disebut dengan kromofor, sedangkan untuk melakukan analisis senyawa dalam daerah sinartampak, senyawa harus memiliki warna.Fenolmerupakansalahsatusenyawakromoforkarenamemilikiikatanrangkap terkonjugasidalamstrukturnya.

O H

Gambar 1. Struktur fenol Identifikasi kualitatif dari suatu senyawa serapan kromofor adalah berupa spektra yang ditunjukkan dari panjang gelombang ( )versus absorbansi. Setiap kromoforakanmemberikansuatutitikspesifikyangdisebutdenganpanjanggelombang maksimum ( ). Selanjutnya, untuk analisis sampel murni, identifikasi pada maks panjang gelombang maksimum dapat digunakanuntuk analisiskuantitatif, karena absorbansisampelakanberbandinglurusdengankonsentrasisampel,sesuaidengan hukumLambert-Beer.

A= b.c
denganAadalahabsorbansi,badalahtebalsampeldancadalahkonsentrasisampel. Secarateoritissenyawafenoltersebutakan memberikanserapan maksimum pada panjang gelombang 270 nm disebabkan ikatan rangkap terkonjugasi pada cincin benzena yang dimilikinya. Serapan tersebut terjadi oleh adanya transisi elektronik dariorbital molekulikatan menujuorbital molekulanti ikatan *. Untukspektratunggal,derivatifpertamadarispektraadalah plotdari gradien

dA dariabsorpsidanmenunjukkanpanjanggelombangdanpenampilanmaksimum d
dan minimum. Jarak vertikal dari kedua batas disebut dengan amplitudo, yang nilainyaberbandinglurusdengankonsentrasianalit.Spektraderivatifdapatdiperoleh dengan memproses sinyal output dari spektrofotometer atau menggunakan spektrofotometriyangmemilikidesain optikkhusus. Deferensiasiterhadap spektra akanmembedakanserapankasardarisuatusampel,sehinggadenganspektraderivatif
ISSN: 1410-2315 LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003

24

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

sensitifitasakanlebihtinggi. Berdasarkanpersamaan (1),gradien spektra memiliki fungsisebagaiberikut:

dn A dn n bc n d d
Secarateoritis,nilaidari

dA adalahnolpadapanjanggelombangmaksimum d

maks

. Untuk suatu campuran (M) yang terdiri dari spesies tak berinteraksi (non-

interacting species) mislnya A dan B, serapan atau absorbansi dapat dinyatakan sebagai:
AM=AA +AB sehingga,
dn A M dn dn A B n bcA n bc B n d d d

Halinimemungkinkanuntukmengukurnilaisesungguhnyadariderivatif untuk mengintrepetasisatuspesies. Dalam analisis spektrofotometri secara umum, dapat digunakan metode analisiskuantitatifmenggunakankurvabakumaupunstandardadisi.Analisissampel menggunakan kurva baku didasarkan pada kesesuaian respon absorbansi yang dihasilkan oleh larutan baku (standard ) dan sampel. Sedangkan dalam metode adisi, konsentrasi sampel diperoleh dari intrapolasi kurva yang diperoleh melalui responabsorbansidari sederetanlarutan yangmengandungsampel.Dalam analisis sampelsecara kuantitatif,pemilihan metodeanalisis tersebutperlu diperhatikan.

Gambar 2. Metode Kurva Baku dan Metode Standard Adisi MetodePenelitian


LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003 ISSN: 1410-2315

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

25

Alat Spektrofotometer UV-VisMerk Hitachivar. U-2010 Seperangkatalatgelas Bahan Air bebas ion (deionizedwater) Akuades Fenol GR. Buatan Merk CARA PENELITIAN Dibuatlarutanfenol5ppmdenganpelarutairbebasion,kemudianditentukan panjanggelombangmaksimumnyamenggunakanspektrofotometerHitachiU2010. Spektrayangdiperolehditurunkansehinggadihasilkanturunanpertama(1st derivatif). Spektrayangdihasilkandigunakansebagaistandardfenolmurni. Selanjutnyadibuat larutan fenol dalam pelarut akuades dengan variasi konsentrasi 1, 2, 3, 5 dan 7 ppm. Spektra yang dihasilkan dan turunan pertama spektra dibandingkan dengan spektra standard fenol murni.Dilakukan pengukuranabsorbansi fenolpada variasi konsentrasi menggunakan metode spektroforometri biasa (Reg.) dan amplitudo maksimum dari spektra dasar turunan pertama (1st derivatif)(d1 ). Data absorbansi dan ampliotudo diambil sebagai respon dependen dalam regresi linear dan merupakanfungsidarikonsentrasi sampel. Ketepatan dankeakuratan metode diuji denganpenentuan fenol yang sudah diketahui dengan ketiga metode menggunakan cara kurva baku dan kurva adisi. Pemilihan metode yang tepat dilakukan dengan uji ANAVA 2 arah menggunakan program SPSS11.0 forWindows berdasar temubalik konsentrasi sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Secarateoritis, fenolmemiliki serapan maksimum padapanjang gelombang 220 nm dan 270 nm. Kedua panjang gelombang tersebut disebabkan oleh adanya elektron p dari senyawa aromatik. Untuk menguji fenol standard yang digunakan dilakukan penentuan panjang gelombang maksimum larutan fenol dalam pelarut air bebas ion. Spektra yang dihasilkan dianggap sebagai spektra standard karena interferensi dalam larutan dianggap relatif kecil dibandingkan interferensi yang dihasilkanolehpelarutakuades.Spektrayangdiperolehdisajikan dalamgambar3.

(A) (B) Gambar 3 (A) Spektra fenol standard (B) Turunan pertama spektra (d1)
ISSN: 1410-2315 LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003

26

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

Spektra pada gambar 3 menunjukkan bahwa setiap sampel memberikan serapan pada dua panjang maksimum, yaitu pada 220nm dan 270 nm sesuai dengan panjang gelombang maskimum teoritis. Turunan pertama spektra yang diperoleh tersebut menunjukkan panjang gelombang masimum pada 260 nm. Berdasarkan data standard ini, dilakukan pengukuran terhadap larutan fenol denganvariasi konsentrasi . Data disajikan pada gambar 4 dan tabel 1.

Gambar 4. (A) Spektra larutan fenol (Reg.) dan (B) Turunan Pertama Spektra(d!) Tabel 1 Data spektra fenol standard(Reg.) dan turunanpertama spektra(d1)

Konsentrasi (ppm) 1 2 3 5 7

Reg. maks (nm) 220,0 269,5 219,0 219,5 220,1 220,5 270,0 269,0 270,0 269,6

260,0 260,0 260,0 260,0 260,0

Secara umum terlihat bahwa semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin tinggi absorbansi pada panjang gelombang maksimum. Namun demikian spektra yangdiperolehmenunjukkan terjadinyapergeseranpanjanggelombangmaksimum dari fenol pada berbagai konsentrasi. Halini dapatterjadi karenaadanya pengaruh matriks larutan sehinga terjadipenyerapan intensitas sinar datang. Apabila hal ini
LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003 ISSN: 1410-2315

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

27

digunakandalam analisiskuantitatif dapatmenyebabkanturunnyalinearitas fungsi dan dapat menyebabkan kesalahan deteksi sampel. Turunan pertamadari spektra yangdiperolehmemperlihatkanpuncakseragampadavariasikonsentrasiyaitupada panjang gelombang260 nm sesuai dengan turunanpertama (d1) spektra fenolstandard.Keseragamanpuncakdarisetiapkonsentrasiinisecarateoritisakanmemberikan ketelitian yanglebihtinggi. Selanjutnya kedua metode dianalisis dengan membuat kurva baku berdasarkan persamaan Lambert-Beer dimana absorbansi (A) berbanding lurus dengan konsentrasi. Data analisis dengan kedua metode disajikan dalam tabel 2 dan hasil analisis regresi pada tabel 3. Tabel 2.Data Absorbansi diperoleh pada variasi konsentrasi

Konsentrasi fenol (ppm) 1 2 3 5 7

(Reg) 0,347 0,001 0,493 0,001 0,574 0,001 0,863 0,002 0,987 0,001

Spektra Dasar 1 Turunan Pertama (d ) 0,00365 0,00 0,00437 0,00 0,00554 0,001 0,00746 0,00 0,00921 0,00

Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Kurva Baku Berdasar Spektra Reg.Dan d1


No. 1 2 Metode Reg. d
1

Kemiringan 0,106 0,004 -4 9,480.10 0,00

Titik potong 0,260 0,180 2,6460 0,00

Koef. Korelasi ( r ) 0,986 0,999

Limit Deteksi (LD) 0,006 0

Berdasarkan linearitas yang diperoleh ditunjukkan bahwa metode d1 lebih baik dibandingkan metode Reg. Hal ini menunjukkan bahwa respon absorbansi yang diberikan pada metode d1 menunjukkan kesesuaian yang lebihbesar dengan HukumLambert-Beer. Untuk menentukan ketepatan metode dalam analisis fenol dilakukan uji penentuan fenol standard dalam sampel air dengan konsentrasi fenol diketahui. Analisis data diterapkan pada temubalik konsentrasi yang diperoleh dari kedua metode. Dalam uji ini sekaligus diamati pengaruh penggunaan metode standard adisi dan metode kurva baku terhadap temubalik.
ISSN: 1410-2315 LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003

28

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

Tabel 4. Data Temubalik konsentrasi fenol dengan metode Kurva Baku dan Standard Adisi dengan Spektra Dasar Reg. Dan d1
Metode Analisis
S T AN D A RD AD I S I

Konsentrasi Lar. Penguji (ppm) 2 2,1 2,2 3 3,1 2 2,1 2,2 3 3,1

Temubalik (%) Pada Spektra Dasar Reg. d1 98.97 99.87 99.67 99.87 98.88 98.67 99.67 99.09 99.87 99.87 98.99 99.87 98.78 99.87 99.88 99.70 98.78 98.87 98.67 99.87

Analisis terhadap data pada tabel 4 menggunakan statistik uji ANAVA 2 arah pada selang kepercayaan 95 % dengan faktor Metode analisis dan spektra dasar (Reg. dan d1 ) dan variable dependennya adalah data temubalik disajikan dalam tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji ANAVA 2 Arah Pengaruh Metode Analisis dan Spektra Dasar TerhadapData TemubalikKonsentrasiFenol
Faktor Metode Analisis 1: Kurva Baku 2:Standard Adisi Spektra dasar 1: Reguler (Reg.) 2: Spekt.Derivatif (d )
1

KURVA BAKU

F 2,407

Signifikansi 0,140

Kesimpulan BT

413833,5

0,00

BB

Ket: BB = Berbeda Bermakna

BT = Berbeda Tak Bermakna

SIMPULAN Penggunaan spektrofotometri derivatifmemberikan ketepatandan ketelitian lebih tinggi secara bermaknadibandingkan metodebiasa dan penggunaan metode kurva baku dan standard adisi tidak mempengaruhi ketepatandan ketelitian.
LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003 ISSN: 1410-2315

Is Fatimah, Analisis Fenol Dalam Sampel Air Menggunakan ...

29

DAFTAR PUSTAKA Aydogmus, A,. Cetin, S.M., Ozgur, M.U., 2002, Determination of Ascorbic Acid in vegetables by Derivatif Spectrophotometry, Turk J Chem, Vo. 26, 697-704. Berasturi, F Jimenes, A.I., Arias, J.J, 2001, UV-Visible First Derivatif Spectropho, tometry Applied to Analysis of a Vitamin Mixture, J.Chem.Ed., Vol78., 793795. Rhee, J.S., Jung, M.W., dan Paeng,K.J, 1998, Evaluation of Chitin and Chitosan as a Sorbent for the Preoncentration of Phenol and Chlorophenol in Water, Anal.Sci,Vol.14, 1089-1092. Silverstein,R.M., Bassler,G.C., Morril, T.C., 1991, Spectrometric Identification of Organic Compound, 5th Edition, JohnWiley &Sons.

ISSN: 1410-2315

LOGIKA, Vol. 9, No. 10, Maret 2003