Anda di halaman 1dari 7

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak

PERPINDAHAN KALOR

Aliran Kalor Transien dalam Benda Padat Tak Terhingga Marina, 1006773263, Kelompok 1

Temperatur dari sebuah benda pada umumnya berubah terhadap waktu seiring dengan perubahan posisi. Pada koordinat persegi panjang, perubahan ini dapat diekspreksikan sebagai T(x,y,z,t) dimana (x,y,z) menunjukkan perubahan pada arah x, y dan z, serta t menunjukkan perubahan terhadap waktu.

Gambar 1. Skema benda semi tak berhingga (Sumber: http://highered.mcgraw-hill.com)

Sebuah benda padat semi tak berhingga adalah suatu benda teridealisasi yang memiliki sebuah permukaan tunggal yang rata dan meluas ke segala arah tak berhingga., seperti terlihat dalam Gambar 1. Benda teridealisasi ini digunakan untuk mengindikasikan bahwa perubahan temperatur dalam benda tersebut di area dekat permukaan bergantung pada kondisi termal pada sebuah permukaan tunggal. Bumi, misalnya, bisa dianggap sebagai medium semi-tak berhingga dalam menentukan variasi temperatur dekat permukaannya. Demikian juga dinding tebal dapat dijadikan model medium semi-tak berhingga jika pusat perhatian kita adalah variasi temperatur di area yang dekat dengan sebuah sisinya, dan sisi yang lain terlalu jauh untuk berdampak pada area tersebut selama pengamatan. Sedangkan suhu pada inti dinding tidak berubah dalam hal ini. Untuk jangka waktu yang singkat, banyak benda dapat dianggap sebagai benda padat semi-tak berhingga karena panas tidak memiliki cukup waktu untuk masuk jauh kedalam inti, dan ketebalan benda tidak masuk kedalam analisa perpindahan panas. Sebuah potongan baja dengan bentuk apapun, sebagai contoh, dapat diperlakukan sebagai benda padat semi-tak
1

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak

PERPINDAHAN KALOR

berhingga karena bila didinginkan cepat mengeras permukaannya. Sebuah benda yang dipanaskan oleh sinar laser dapat juga diperlakukan sama. Bayangkan sebuah benda padat semi-tak berhingga dengan sifat thermofisikal konstan, tidak ada pembentukan panas internal, kondisi termal seragam pada permukaan luarnya, dan pada awalnya temperaturnya seragam di seluruh Ti. Perpindahan panas dalam hal ini hanya terjadi dalam arah normal ke permukaan (sumbu X) dan dengan demikian hal itu adalah satu dimensi. Kedalaman padatan tersebut besar ( ( ) ) jika dibandingkan dengan kedalaman yang

dapat ditembus oleh panas, dan fenomena ini dapat dinyatakan secara matematis sebagai kondisi batas sebagai .

Konduksi panas dalam benda padat semi-tak berhingga diatur oleh kondisi termal yang dikenakan pada permukaan terbuka, dan dengan demikian solusi sangat bergantung pada kondisi batas pada x = 0. Ketika temperatur permukaan diubah menjadi T0 pada t = 0 dan setiap kali dipertahankan konstan pada nilai tersebut, persamaan diferensial untuk distribusi suhu T(x,) ialah ... (1) kondisi batas: kondisi awal: ( ) ( ) ( ) ... (2) ... (3)

Teknik pemisahan variable tidak bekerja dalam kasus ini karena medium adalah tak berhingga. Kasus ini dapat diselesaikan dengan mengubah persamaan diferensial parsial kedalam sebuah persamaan diferensial biasa dengan menggabungkan dua variabel independen x dan t kedalam sebuah variabel tunggal , dinamakan variabel kemiripan (similarity variable), yang bekerja dengan baik. Untuk konduksi transien dalam medium semi-tak berhingga, dijabarkan sebagai:

... (4)

Dengan asumsi T = T () dan menggunakan aturan rantai (transformasi Laplace), semua derivatif di persamaan konduksi panas dapat diubah menjadi variabel baru, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak

PERPINDAHAN KALOR

Gambar 2. (Sumber: http://highered.mcgraw-hill.com)

Mengingat = 0 pada x = 0 dan

sebagai

(dan juga pada t = 0) dan

mensubstitusikan kedalam Persamaan 2 menghasilkan, setelah disederhanakan: ... (5.a) ( ) ( ) ... (5.b)

Perhatikan bahwa kondisi batas kedua dan hasil kondisi awal dalam kondisi batas yang sama. Kedua persamaan dan kondisi batas hanya tergantung pada dan independen dari x dan t. Oleh karena itu, transformasi berhasil dan adalah benar merupakan variabel kemiripan. Untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa berorde 2 dalam Persamaan 5, kita mendefinisikan variabel baru w sebagai w=dT/dh. Hal ini mereduksi Persamaan 5.a kedalam sebuah persamaan diferensial berorde 1 yang bisa diselesaikan dengan cara memisahkan variable-variabelnya,

dimana C1 = In C0. Subtitusi balik w = dT/dh dan menggabungkannya kembali, (6) ... (6)

dimana u merupakan sebuah variabel integrasi penyeimbang. Kondisi batas pada =0 memberikan C2 = T0 dan untuk

memberikan: (7)
( )

... (7)

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak

PERPINDAHAN KALOR

Mensubstitusikan C1 dan C2 kedalam Persamaan 7 dan menyusunnya kembali, variasi dari temperatur itu menjadi: (8)

( )

( )

... (8)

dimana fungsi matematisnya: (9) ( ) ( ) ... (9)

Persamaan ini disebut sebagai persamaan kesalahan dari dengan grafik pada Gambar 3.

Gambar 3. Grafik error function (persamaan kesalahan) yang nilainya berkisar 0 hingga 1

Gambar 4. Distribusi suhu tak berdimensi konduksi transien pada benda padat semi-tak berhingga

(Sumber: http://highered.mcgraw-hill.com)

Meskipun dengan tampilan sederhana, integral dalam definisi dari fungsi kesalahan tidak dapat dilakukan secara analitik. Oleh karena itu, fungsi erf() dievaluasi secara numerik untuk nilai yang berbeda dari , dan hasilnya tercantum dalam Lampiran. kalornya dapat menggunakan hukum Fourier dan menghasilkan: (10) | | |
( )

Untuk menentukan aliran

... (10)

Penyelesaian dalam Persamaan 8 dan 10 sesuai dengan kasus ketika suhu dari permukaan terbuka medium tiba tiba dibangkitkan (atau diturunkan) ke T0 pada t = 0 dan dipertahankan pada nilai tersebut setiap saat. Untuk kasus temperatur permukaan yang telah ditetapkan dapat
4

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak

PERPINDAHAN KALOR

diperkirakan dalam prakteknya ketika kondensasi atau pendidihan terjadi diatas permukaan. Menggunakan pendekatan yang sama atau teknik transformasi Laplace, solusi analitikal dapat didapat untuk syarat batas yang lain di permukaan, dengan hasil sebagai berikut: Temperatur Permukaan Spesifik, T0 konstan
( ) ( )

... (11) ... (12)

Fluks Kalor Permukaan Spesifik, q0 konstan ( )

... (13)

Konveksi pada Permukaan, q0 = h[T - T(0,t)]


( )

)(

... (14)

Gelombang Energi pada Permukaan, e0 konstan Energi dengan jumlah e0 per unit permukaan area (dalam J/m2) dialirkan seketika ke benda semi-tak berhingga pada t = 0 (oleh sinar laser, sebagai contoh), dan seluruh energi diasumsikan masuk kedalam benda, dengan tidak ada pelepasan panas dari permukaan. ( )

... (15)

Penyelesaian dari keempat kasus dicantumkan dalam Lampiran untuk kasus yang mewakilkan yakni menggunakan balok besi cor besar yang awalnya berada pada 0oC secara keseluruhan.

Daftar Pustaka: Anonim. ____. Transient Heat Conduction. [pdf]. (http://highered.mcgraw-

hill.com/sites/dl/free/0073129305/314124/cen29305_ch04.pdf diakses pada Selasa, 13 Maret 2012 pukul 21.00) Holman, J. P. 1997. Perpindahan Kalor, terj. E. Jasfi. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak Lampiran:

PERPINDAHAN KALOR

Gambar 4. Variasi temperature terhadap posisi dan waktu pada balok besi cor besar ( = 2,31x10 -5 m2/s, k = 80,2 W/moC) dengan awal 0oC dibawah kondisi panas berbeda di permukaannya Sumber: http://highered.mcgraw-hill.com

LTM Pemicu 2: Konduksi Tak Tunak

PERPINDAHAN KALOR

Tabel 1. Fungsi Galat (Sumber: http://highered.mcgraw-hill.com)