Anda di halaman 1dari 9

Modul 14 Anggaran Piutang

Tujuan Umum ; Tujuan Khusus ; Agar mahasiswa mengerti dan memahami proses penyusunan Anggaran Piutang yang mengacu kepada kegiatan aktivitas perusahaan Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan yang dimaksud dengan Anggaran Piutang, serta menyusun Anggaran Piutang

Pengertian Anggaran Piutang Anggaran Piutang adalah anggaran yang merencanakan tentang jumlah piutang pada periode yang akan datang. Piutang muncul sebagai akibat kebijakan penjualan secara kredit. Penjualan secara kredit sangat berperan dalam meningkatkan penjualan secara total. Penjualan secara kredit akan menimbulkan biaya-biaya seperti biaya bunga, biaya administrasi piutang dan penghapusan piutang. Piutang (receivables) adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor (pemberi pinjaman) kepada debitor (penerima pinjaman) yang bersedia melunasinya pada waktu mendatang. Jadi, piutang itu ada karena (1) terdapat dua pihak, yaitu kreditor dan debitur, (2) ada kesediaan debitor untuk melunasi kewajibannya kepada kreditor, (3) ada jarak waktu mulai timbul piutang sampai saat pelunasannya, (4) ada hak menagih yang dimiliki kreditor. Memberikan kredit memiliki beberapa risiko, diantaranya adalah risiko tertanamnya harta dalam piutang dan risiko tidak tertagihnya sebagain atau seluruh piutang. Oleh karena itu, perlu ditentukan besarnya piutang tidak tertagih dengan cara menyediakan cadangna penghapusan piutang sebagai akibat kemungkinan tidak tertagih. Dengan demikian, kerugian piutang tidak tertagih tidak dianggap sebagai hal yang tidak terduga. Untuk memperkecil risiko kerugian piutang perlu dilakukan penyaringan pelanggan yang akan diberikan kredit, misalnya diadakan penyelidikan mengenai 5 C dan 3 S. Hal hal yang termasuk dalam 5 C, yaitu: 1. Character (karakter), yaitu tabiat, kejujuran, niat baik calon konsumen (debitur), 2. Capacity (kapasitas) yaitu kemampuan membayar calon debitur,

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

3. Capital (modal) yaitu posisi keuangan calon debitur, 4. Condition (kondisi), yaitu keadaan politik, ekonomi, social, budaya, perthananan dan keamanan nasional. 5. Coleteral (jaminan) yaitu adanya jaminan kredit baik jaminan pokok maupun jaminan tambahan. Jaminan pokok misalnya barang yang dibeli secara kredit dijadikan sebagai jaminan. Dengan kata lain, jaminan dari usaha yang dibiayai secara kredit. Jaminan tambahan adalah jaminan selain jaminan pokok. Hal-hal yang termasuk dalam 3 S, yaitu 1. Soliditas Komersial, yaitu mengenai kepercayaan kepada calon debitur atas kejujurannya dalam memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. 2. Soliditas Financial, yaitu mengenai kepercayaan kepada calon debitur atas kondisi keuangannya untuk mampu melunasi utangnya secara tepat waktu. 3. Moral, yaitu mengenai kepercayaan kepada calon debitur atas moralnya yang baik untuk mampu memenuhi kewajibannya sesuai janji. Hubungan antara piutang dengan kas adalah sebagai berikut ; Kas Persediaan Barang Jadi Piutang Kas

Besarnya investasi dalam piutang ditentukan oleh : 1. Volume Penjualan Kredit 2. Syarat pemabayaran kredit, makin longgar atau makin lunak syarat kredit makin besar piutang dagang 3. Kemampuan mengumpulkan atau menagih piutang 4. Karakter penghutang atau debitur Pemberian kredit dalam dunia bisnis sebenarnya merupakan kepercayaan, jika perusahaan kehilangan kepercayaan dari partner bisnis, maka ia kehilngn kesempatan berbisnis. Jenis Piutang Ada beberapa jenis piutang, yaitu piutang surat berharga (contoh:bilyet giro belum jatuh tempo, bilyet giro kosng, cek kosong , dan cek mundur ) ,beban bayar di muka (contoh :sewa di bayar di muka ,iklan bayar di muka ,dan bunga bayar di muka), setoran jaminan ( untuk

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

keperluan garansi (jaminan) bank dan untuk keperluan menjalin hubungan bisnis lainnya) ,piutang pajak ( contoh: angsuran pajak, pajak masukan, kelebihan bayar pajak ,dan lain-lain ), pinjaman pekerja, piutang uang muka , piutang wesel , piutang usaha ,dan piutang lainnya. Piutang wesel (notes receivable) adalah piutang yang di dukung janji tertulis dalam bentuk wesel. piutang wesel dan piutang surat berharga dapat terjadi karena menjual barang secara kredit atau pemberian pinjaman dalam bentuk uang. Piutang uang muka dapat terjadi sebagai uang muka beli barang atau uanng muka kerja ( seperti : pasang iklan atau membuat baleho ). Piutang usaha ( account receivable ) adalah piutang yang timbul sebagai akibat menjual barang atau jasa secara kredit dari usaha pokok perusahaan .Piutang usaha berbeda dengan piutang dagang. Piutang usaha meliputi piutang dagang, sedangkan piutang dagang hanya terdapat pada perusahaan dagang yang menjual barang dagangannya secara kredit. Piutang usaha meliputi seluruh macam /jenis perusahaan yang menjual barang atau jasa dari usaha pokoknya secara kredit . Anggaran piutang yang di maksudkan dalam pembahasan ini adalah anggaran piutang usaha. Hal ini bukan berarti jenis piutang lainnya tidak penting untuk di anggarkan , melainkan karena piutang usaha timbul oleh kebijakan perusahan untk memperlancar kegiatan penjualan dan kegiatan penjualan merupakan ujung tombak maju mundurnya suatu perusahaan . 1. Perputaran Piutang (Receivable Turnover) Piutang sebagai unsur modal kerja dalam kondisi berputar, yaitu dari kas, proses komoditi, penjualan, piutang, kembali kas. Makin cepat perputaran piutang makin baik kondisi keuangan perusahaan. Perputaran piutang (receivable turnover) dapat disajikan dengan perhitungan, penjualan bersih secara kredit dibagi rata-rata piutang. Kemudian 360 hari dibagi perputaran piutang menghasilkan hari rata-rata pengumpulan piutang (average collection period of accounts receivable ) . Pernyataan itu dapat di sajikan dalam bentuk rumus sebagai berikut : Perputaran Piutang = Penjualan Bersih =kali Rata-Rata Piutang

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Rata-Rata Pengumpulan Piutang =

360 hari =hari

Perputaran Piutang Misalnya PT MULIA memiliki informasi mengenai penjualan tahun 2000

sebesar Rp 200 dan tahun 2001 sebesar Rp 180, Piutang awal tahun 2001 Rp 40 dan akhir tahun Rp60. Sedangkan piutang awal tahun 2001 Rp 50 dan akhir tahun Rp 30. Perputaran piutang dan rata-rata pengumpulan piutang dapat di sajikan berikut ; Perputaran Piutang dan Rata-Rata Pengumpulan Piutang Keterangan Penjualan bersih Piutang awal tahun Piutang akhir tahun Rata-Rata Piutang (Average Receivable) (Rp 40 + Rp 60)/2 (Rp 50 + Rp 30)/2 Perputaran Piutang (Receivable turn over) (Rp 200/Rp 5) (Rp 180/Rp 40) Rata-rata Pengumpulan Piutang (Average Collection Period) (Rp 200/4) (Rp 180/6) Tahun 2000 Rp 200 Rp 40 Rp 60 Rp 50 Rp 40 4 kali 6 kali 50 hari 30 hari Tahun 2001 Rp 180 Rp 50 Rp 30

Hari rata-rata pengumpulan piutang adalah sangat penting, makin lama makin buruk bagi kas perusahaan dan sebaliknya. Perputaran piutang yang tinggi sangat baik bagi perusahaan, karena investasi dalam piutang rendah dan sebaliknya. Cara lain untuk menentukan perputaran piutang dan rata-rata pengumpulan piutang dapat disajikan sebagai berikut ; PT Mulia memiliki nilai penjualan pertahun Rp 180, seluruhnya dijual kredit 30 hari, dengan ketentuan, jika pembayaran dilakukan dalam waktu 10 sejak tanggal penjualan, diberikan potongan tunai 2 %, model ini lazim disebut 2/10, net 30. Dari jumlah tersebut, 60% dibayar dalam waktu 10 hari, dan sisanya dalam waktu 30 hari. Berdasarkan informasi tersebut dapat dihitung :

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

1. Jangka waktu penagihan (Days sales out standing/DSO) atau periode penagihan ratarata (Average Collection Period/ACP) adalah : 0.60 (10) + 0,40 (30) = 18 hari 2. Penjualan harian rata-rata (Average Daily Sales/ADS) dengan asumsi satu tahun 360 hari kerja (Rp 180/360) = Rp 0,50 3. Piutang PT Mulia sepanjang tahun setiap saat sebesar (jangka waktu Penagihan x Penjualan Harian rata-rata) = (18 hari x Rp 0,50) = Rp 9 4. Perputaran Piutang = (Penjualan/Piutang) = (Rp 180/Rp 9) 5. Periode Penagihan rata-rata = (360 hari/perputaran piutang) = (360 hari /20) = 18 hari 6. Periode Penagihan rata-rata rumus; Piutang Usaha (Penjualan/360 hari) = Rp 9 = 18 hari atau Jangka Waktu Penagihan dapat dihitung dengan

(Rp 180/360 hari)

Manajer keuangan harus mengetahui penjualan perhari secara kredit dan jumlah rata-rata piutang sepanjang tahun di setiap saat. Dengan mengetahui kedua unsur tersebut, ia dapat mengatur arus kas masuk dari tagihan piutang. 2. Pengendalian Piutang Perputaran piutang harus dikendalikan dengan menyusun tabel umur piutang (aging schedule of receivables) dimana dalam tabel diketahui, jumlah piutang yang segera dapat ditagih dan yang lambat ditagih, dan dapat diketahui penghutang atau debitur yang baik dan yang buruk. Mengelola arus kas masuk dan keluar adalah salah satu tugas pokok bagian keuangan karena semua transaksi bisnis bermuara kedalam kas. Manajer keuangan pada umunya mengharapkan pennualan dapat dilakukan dengan tunai, atau kredit dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, agar arus kas masuk cepat. Untuk mengelola keuangan perusahaan yang baik, manajer keuangan harus menyusun anggaran pengumpulan piutang yang akan digunakan untuk mengendalikan piutang makin panjang umur piutangnya, makin buruk kondisi perusahaan karena makin lama piutang tersebut menjadi uang tuni (kas). Contoh schedule umur piutang dapat disajikan sebagai berikut;

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Skedul Umur Piutang (Aging Schedule of Receivable) Umur Piutang 0 - 10 11 - 30 31 - 45 46 - 60 Diatas 60 total Nilai Piutang 640 160 0 0 0 800 PT ABC % dari total Nilai piutang 80 % 20 % Nilai Piutang 400 160 120 80 40 800 PT ABK % dari total Nilai piutang 50 % 20 % 15 % 10% 5% 100%

100 %

PT X dan PT Y kedua perusahaan tersebut mempuyai syarat kredit 2/10/net 30, PT X lebih baik dari PT Y, karena semua pelanggan membayar tepat waktu 80 % pada hari ke 10, dan sisanya 20 % membayar pada hari ke 30. Sedangkan PT Y pelanggannya tidak tepat membayar sesuai dengan perjanjian kredit, 30 % yaitu (15% + 10% + 5%) pelanggannya membayar lewat 30 hari dari jatuh tempo. Perusahaan yang baik seyogyanya mengikuti manajemen piutang PT X. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Piutang Beberapa hal yang di pertimbangkan dalam penyusunan anggaran piutang adalah sebagai berikut : 1. Anggaran Penjualan Besarnya nilai penjualan yang di rencanakan akan menentukan seberapa besar penjualan yang akan dilakukan secara kredit . Walaupun rencana penjualan kredit besar nya didasarkan pada waktu yang lalu , sangat di mungkinkan bila rencana penjualan secara kredit jga akan semakin besar . 2. Tingkat Persaingan Banyaknya pesaing di pasar akan mempengaruhi kebijakan penjualan yang akan ditetapkan, untuk mempertahankan tingkat penjualan biasanya sebagian penjualan dilakukan secara kredit agar konsumen tertarik dan akhirnya melakukan pembelian. Semakin ketat tingkat persaingannya sebaiknya penjualan secara kredit semakin besar, sebaliknya semakin tidak ketat penjualan kredit bisa dikurangi.

3. Syarat Pembayaran

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Syarat pembayaran kredit ini menyangkut lama kredit, potongan harga, denda dan syarat-syarat yang lain. Semakin mudah syarat pembayaran akan mendorong penjualan kredit yang semakin besar. 4. Kebijakan Penagihan Piutang Aktif tidaknya dalam penagihan piutang akan mempengaruhi jumlah piutang yang dapat tertagih. Sistem penagihan yang ketat biasanya akan memperbesar biaya penagihan piutang, tetapi piutang yang terkumpul relatif besar dan cepat. Contoh penyusunan Anggaran Piutang Anggaran Penjualan tahun 2002 Triwulan I II III IV Penjualan (Rp) 12.000.000 15.000.000 13.000.000 20.000.000

Pada tahun 2002 penjualan kredit diperkirakan akan mencakup 80 % Dari penjualan kredit tersebut 60 % nya akan dibayarkan pada triwulan berikutnya setelah transaksi, sedangkan sisanya yang 40 % dibayarkan satu triwulan berikutnya dari pembayaran pertama.

Selama beberapa periode setiap debitur rata-rata tidak melunasi utangnya sebesar 5 % Kemudian anggaran piutang tahun 2002 disusun sebagai berikut ; Perhitungan piutang neto dan penerimaan per triwulan untuk menyusun anggaran piutang dilakukan sebagai berikut ; Penjualan Tunai dan Kredit TW I II III IV Penjualan 12.000.000 15.000.000 13.000.000 20.000.000 Tunai (20%) 2.400.000 3.000.000 2.600.000 4.000.000 Kredit (80%) 9.600.000 12.000.000 10.400.000 16.000.000 Debet (5%) 480.000 600.000 520.000 800.000 Piutang Neto 9.120.000 11.400.000 9.880.000 15.200.000

Pembayaran per triwulan Penjualan TW I TW II : 60 % x 9.120.000 = 5.472.000 TW III : 40% x 9.120.000 = 3.648.000

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Penjualan TW II TW III : 60 % x 11.400.000 = 6.840.000 TW IV : 40% x 11.400.000 = 4.560.000 Penjualan TW III TW IV : 60 % x 9.880.000 = 5.928.000 TW I-03 : 40% x 9.880.000 = 3.952.000 Penjualan TW IV TW II-03 : 60 % x 15.200.000 = 9.120.000 TW II- 03 : 40% x 15.200.000 = 6.080.000 Anggaran Piutang Tahun 2002 TW I II III IV Piutang 9.120.000 11.400.000 9.880.000 15.200.000 TW I Penerimaan Piutang TW II TW III 5.472.000 3.648.000 6.840.000 5.472.000 10.488.000 TW IV 4.560.000 5.928.000 10.488.000

Latihan soal Perusahaan akan menyusun anggaran piutang tahun 2001, data yang ada adalah : a. Anggaran Penjualan tahun 2001 Keterangan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Unit 2000 3000 2500 2500 10.000 Produk A Harga/u Jumlah 2000 4.000.000 6.000.000 500.000 5.000.000 2000 20.000.000 Produk B Unit Harga/u Jumlah 3000 4000 12.000.000 5000 20.000.000 3500 14.000.000 3500 14.000.000 15.000 4000 60.000.000

b. Kebijakan penjualan Penjualan tunai 25% Rata-rata piutang tidak tertagih 5 % Pembayaran piutang

Sebesar 50 % dibayar pada 1 triwulan setelah transaksi, sisanya pada triwulan berikutnya. c. Saldo awal piutang sebesar Rp 6.000.000

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Diminta ; Menyusun anggaran piutang tahun 2001

Buku Referensi : 1. M. Nafirin, Penganggaran perusahaan, Salemba empat,2007 2. Darsono, Penganggaran perusahaan, Mitra Wacana media,2010 3. Gunawan A, Anggaran perusahaan, BPFE, edisi baru Selamat mengerjakan Made by Noer

11

Penggaran Perusahaan Nur Aisyah F. Pulungan SE,.MM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana