Anda di halaman 1dari 6

1

R RU UM MU US S- -R RU UM MU US S F FI IS SI IK KA A S SM MP P
( (D Di iu ur ru ut tk ka an n B Be er rd da as sa ar rk ka an n S SK KL L 2 20 01 12 2) )

N
o
RUMUS SIMBOL
SATUAN
(SI)
INFORMASI PENTING
1 Massa Jenis
=
V
m


= massa jenis
m = massa
v = volum
Kg/m
3
Kg
m
3

1 g/cm
3
= 1000 Kg/m
3
1 Kg/m
3
= 0,001 g/cm
3

Digunakan untuk menentukan
massa jenis percampuran zat
cair
2 Pemuaian Panjang Zat
Padat
t o A = A . .o

A + = o t

A + = . .o lo o t





A = pertambahan panjang
o = panjang mula-mula
o = koefisien muai zat padat

t = perubahan suhu
t = panjang akhir


m
m
/
o
C atau /K

o
C
m


Khusus bagian ini A dan o
tidak harus dalam meter asalkan
satuan keduanya sama misal
dalam cm
3 Kalor
a. Kalor untuk Menaikan
Suhu Benda
Q = m.c.t
Q = m.c.(t
2
t
1
)

b. Kalor untuk Merubah
Wujud Benda
Q = m.L (melebur)
Q = m.U (mendidih)

c. Asas Black
m
1
.c
1
.(t
1
-tc) = m
2
.c
2
.(tc-
t
2
)
- Bila Jenis Sama :


- Bila Massa Sama :


- Bila massa dan jenis
sama:







d. Alat Pemanas
t c m t P A = . . .

Q = kalor
m = massa
c = kalor jenis
L = kalor laten (kalor uap, kalor
embun, kalor beku, kalor lebur)

U = Kalor Didih/Embun




100 Air Uap

0 Es Air

-t
1
Es



Terjadi Perubahan Suhu


Terjadi Perubahan Wujud


P = daya alat pemanas
t = waktu untuk menaikan suhu

Joule
Kg
J/Kg
o
C
J/kg





Memerluka
n Kalor




Melepaskan
Kalor









Watt
sekon

1 kalori = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 kalori
1 kkal = 1000 kal = 4200 J

1 kal/g.C = 1 kkal/kg.C

Jika soal dalam grafik,
perhatiakan dengan seksama
kapan kalor dimulai dan diakhiri






t
1
>t
2
(Benda yang mempunyai
suhu lebih diletakkan di ruas
kiri)

Catatan :
c
Es
= 0,5 kal/g.C
c
Air
= 1,0 kal/g.C0 kal/g
L
es
= 80 kal/g
U = 54

Perhatikan konversi satuannya!
4 Gerak Lurus Beraturan
s = v.t
Jika ada jarak mula-
mula, berlaku :
S = S
0
+ V.t
s = jarak
v = kecepatan
t = waktu
Dalam kurva V-t, jarak tempuh
sama dengan luas kurva!
m
m/s
s
1 km/jam = 1 x
18
5
m/s
1 m/s = 1 x
5
18
km/jam
5 Gerak Lurus Berubah
Beraturan


V
t
= v
o
+at
V
t
2
= v
o
2
+ 2as
S =V
o.
t+ a.t
2
v
o
= kecepatan awal
V
t
= kecepatan akhir
a = percepatan
t = waktu
s = jarak
m/s
m/s
m/s
2

sekon
m
Untuk perlambatan a bernilai
negatif, sedangkan dipercepat a
positif
2


6 Gaya
F = m.a atau EF = m.a

Berat
w = m.g
F = gaya
m = massa
a = percepatan
w = berat
g = percepatan gravitasi
Newton
kg
m/s
2

N
m/s
2

Besarnya massa selalu tetap,
namun berat tergantung
percepatan gravitasi di mana
benda tsb berada
7 Tekanan Zat Padat
A
g m
A
W
A
F
P
.
= = =
P = tekanan
F = gaya
A = luas permukaan bidang
g = percepatan gravitasi
Pascal (Pa)
N
m
2

m/s
2

1 Pa = 1 N/m
2

g = 10 m/s
2
8 Tekanan Zat Cair
h g P
h
. . =
h S P
h
. =

Hukum Pascal
2
2
1
1
A
F
A
F
=





Gaya Apung / Gaya
Archimedes
F
A
= w
u
w
f




F
A
= .g.V = S.V
= massa jenis cairan
S = beratjenis cairan
g = percepatan gravitasi
h = kedalaman zat cair yang
dihitung dari permukaan


F
1
= gaya pada penampang 1
F
2
= gaya pada penampang 2
A
1
= Luas penampang 1
A
2
= Luas penampang 2
r = jari-jari penghisap
d = diameter penghisap


F
A
= Gaya ke atas
w
u
= berat benda ditimbang di udara
w
f
= berat benda dalam cairan

V = volum zat cair yang dipindahkan
= massa jenis cairan
S = beratjenis cairan

Kg/m
3
N/m
3
m/s
2
m


N
N
m

m
m



N
N

N

Kg/m
3
N/m
3

Hubungan antara S dengan
adalah :
S = .g



Sistem hidrolik diaplikasikan
pada mesin pengangkat mobil
sehingga beban yang berat dapat
diangkat dengan gaya yang lebih
kecil, satuan A
1
harus sama
dengan A
2
dan satuan F
1
harus
sama dengan F
2





.g.V merupakan berat zat cair
yang dipindahkan benda ketika
benda dicelupkan ke dalam suatu
cairan

AIR
= 1 g/cm
3

= 1000 kg/m
3

9 Tekanan Gas pada
ruang Tertutup :
- Isothermis :
P
1
.V
1
= P
2
.V
2
- Isobaris :


- Isokhoris :


- Adiabatis :





P = Tekanan


V = Volume gas

T Temperatur gas

Catatan :
Jika dalam soal suhu gas
dinyatakan dalam C, secara
otomatis harus diubah menjadi
dalam K
Atm
N/m
2


m
3


K


- Proses Perubahan Gas pada
temperatur yang tetap
- Proses Perubahan Gas pada
tekanan yang tetap

- Proses Perubahan Gas pada
volume yang tetap

- Proses Perubahan Gas pada
kalor yang tetap atau proses
tertutup
10 Energi Potensial
Ep = m.g.h

Energi Kinetik
Ek =
2
1
mv
2

Energi Mekanik
E
M
= E
P
+ E
K


Usaha
W = F.S atau W =EF.S
m = massa
g = percepatan gravitasi
h = ketinggian

v = kecepatan




F = gaya
s = jarak perpindahan
W = usaha
kg
m/s
2

m

m/s





N
m
Joule
Pada saat buah kelapa jatuh dari
pohon, buah mengalami
perubahan bentuk energi dari
energi potensial menjadi energi
kinetik



11 Pesawat Sederhana w = berat beban N Pada takal / sistem katrol,
3

Pengungkit
w.
w
=
F
. F
Keuntungan mekanis
Pengungkit
KM =
F
w
=
w
F


Katrol
KM =
F
w

Bidang Miring

=m.g.


KM =
F
w
=
h
s

F = gaya / kuasa

w
= lengan beban

F
= lengan kuasa
KM = keuntungan mekanis
s = panjang bidang miring
h = tinggi bidang miring dari
permukaan tanah
N
m
m
-
m
m
besarnya KM ditentukan oleh
jumlah banyak tali yang
menanggung beban atau biasanya
sama dengan jumlah katrol dalam
sistem tsb.

Untuk Katro Majemuk :
KM = n -1
N = jumlah tali yang ditarik
sejajar dalam sistem katrol
majemuk
12 Getaran
f =
t
n
=
T
1

T =
n
t
=
f
1

Gelombang
v =
t
S
T
f = =

.
f = frekuensi getaran / gelombang
T = periode getaran / gelombang
n = jumlah getaran / gelombang
v = cepat rambat gelombang
= panjang (satu) gelombang
S = jarak tempuh
t = waktu tempuh

Hertz
sekon
-
m/s

m
m
m
Hertz = 1/sekon
Dalam gelombang transversal, 1
gelombang terdiri dari 1 bukit
dan 1 lembah gelombang,
sedangkan dalam gelombang
longitudinal terdiri dari 1
rapatan dan 1 renggangan
13 Bunyi
d =
2
.t v

V = V
0
+ 0,6.At


Resonansi Bunyi :


d = kedalaman
v = cepat rambat gelombang bunyi
t = selang waktu antara suara (atau
sonar) dikirim sampai didengar /
diterima kembali
v
0
= cepat rambat gelombang bunyi
mula-mula
n = orde resonansi
L = panjang kolom udara atau pipa
organa
= panjang gelombang bunyi yang
digunakan
m
m/s
sekon
Rumus ini dapat digunakan untuk
mengukur kedalaman laut atau
kedalaman gua.



Gunakan hubungan cepat rambat
bunyi jika yang ditanyakan cepat
rambat bunyi
14 Cahaya
Cermin Lengkung
(cekung dan cembung)
R f
2
1
=
Si So f
1 1 1
+ =
Ho
Hi
So
Si
M = =

atau


atau f

dan
S = (m +1).f
Catatan :
- S > 0 bayangan
bersifat Nyata
- S < 0 bayangan
bersifat Maya
M > 1 bayangan
f = jarak fokus cermin
R = jari-jari kelengkungan cermin
So = jarak benda di depan cermin
Si = jarak bayangan dari cermin
Hi = Tinggi bayangan
Ho = Tinggi benda
M = Perbesaran
Pada cermin cekung :
Ruang
Benda
Ruang
Bayangan
Sifat
Bayangan
I IV maya, tegak,
diperbesar
II III nyata,
terbalik,
diperbesar
III II nyata,
terbalik,
diperkecil
tepat
di R
tepat di
R
nyata,
terbalik, sama
besar
tepat
di f
tepat di
f
tidak
terbentuk
bayangan

P = kekuatan lensa
f = jarak fokus lensa
cm
cm
cm
cm
cm
cm

- (kai)



















f cermin cekung (+)
f cermin cembung (-)
Si (+)=bayangannyata
Si (-)=bayangan maya

M > 1 bay diperbesar
M = 1 bay sama besar
M < 1 bay diperkecil


Bayangan yang dibentuk cermin
cembung selalu bersifat : maya,
tegak, diperkecil

Kekuatan Lensa :


Jika F dalam Meter


Jika F dalam cm

Untuk mencari kekuatan lensa,
jarak fokus lensa perhatikan
satuannya
f lensa cembung (+)
f lensa cekung (-)
4

Diperbesar

Menentukan sifat
bayangan cermin cekung
Ruang Benda+Ruang Bay
= 5

III II I
IV
R f O



Lensa (cekung dan
cembung)
) (
100
) (
1
cm f m f
P = =
Si So f
1 1 1
+ =
Ho
Hi
So
Si
M = =
(depan) (
belakang)



2F
2
F
2
O
F
1
2F
1


Pada lensa cembung :
Ruang
Benda
Ruang
Bayangan
Sifat
Bayangan
O-F
2
di depan
lensa
maya, tegak,
diperbesar
F
2

2F
2

di kanan
2F
1

nyata,
terbalik,
diperbesar
2F
2
2F
1
nyata,
terbalik,
sama besar
tepat
di F2
- -

Catatan :
Sifat bayangan yang dihasilkan oleh
cermin CEMBUNG sama dengan
oleh lensa CEKUNG, yaitu :
Maya
Tegak
Diperkecil

Cermin CEKUNG atau lensa
CEMBUNG :
- R dan f, selalu POSITIF
- Konvergen

Cermin CEMBUNG atau lensa
CEKUNG :
- R dan f, selalu NEGATIF
- Divergen

















dioptri
Si (+)=bayangannyata
Si (-)=bayangan maya

M > 1 bay diperbesar
M = 1 bay sama besar
M < 1 bay diperkecil

Bayangan yang dibentuk lensa
cekung selalu bersifat : maya,
tegak, diperkecil


Hukum Penjumlahan Ruang dalam
Cermin dan Lensa :



R
o
= ruang letak benda
R
i
= ruang letak banyangan


Perhatikan dengan seksama
nilai fokus untuk sistem optik
baik yang berupa Cermin atau
Lensa disamping!!!
15 Alat Optik
a. Lup
M
a
= 1
25
+
f
cm

M
t
=
f
cm 25


b. Mikroskop
M = f
ob
x f
ok


d = Fob + Fok

c. Miopy
F = - PR
P = -




d. Presbiopi





e. Teleskop





Ma = Perbesaran untuk mata
berakomodasi maksimum
Mt = Perbesaran untuk mata tidak
berakomodasi / rileks
f = fokus lup



M = Perbesaran Mikroskop
f
ob
= fokus lensa obyektif
f
ok
= fokus lensa okuler


d = Panjang Mikroskop untuk
pengamatan tanpa akomodasi

PR = titik Jauh Mata Normal
P = Kekuatan lensa Lup

PP = titik dekat mata normal 25 cm


PR = titik jauh mata normal



D = panjang teropong bintang



- (kali)

- (kali)





- (kali)
cm
cm


cm


cm
Dioptri

Cm


Dioptri

Kali


Lensa okuler merupakan lensa
yang berada di dekat mata
pengamat
Lensa obyektif berada di dekat
obyek yang diamati



PP = 25 cm jika tidak dibertahu
dalam soal
PR = ~ (Tak Terhingga)

Untuk mata Presbiopi atau Mata
Tua, kita gunakan persamaan
dalam mata Miopy dan
Hipermetropy

F
OB
= fokus lensa Obyektif
F
O
K = fokus lensa Okuler
5

16 Listrik Statis
2
2 1
.
d
Q Q k
F =
t
Q
I =

e
Q
n =
F = gaya coulomb
k = konstanta coulomb
Q = muatan listrik
d = jarak antar muatan
I = arus listrik
t = waktu
n = jumlah elektron
e = muatan elementer (1,6.10
-19
C)
N
Nm
2
/c
2

coulomb
m
ampere
sekon


Digunakan untuk mencari
perubahan nilai gaya elektrstatis
jika jarak kedua muatan
mengalami perubahan!
17 Listrik Dinamis
Q
W
V =

Hukum Coulomb
V = I.R
Hambatan Penghantar
A
R

=

Rangkaian Seri R
Rt = R1+R2+....+Rn

Rangkaian Paralel R
Rn R R Rt
1
....
1 1 1
2 1
+ + + =

Rangkaian Paralel terdiri
dari 2 Resistor
Rt =
2 1
2 1
R R
xR R
+

Hukum Kirchoff 1
E I masuk = E I keluar

Rangkaian Listrik
dengan hambatan dalam
a. Baterai Seri
R r n
n
I
+
E
=
.
.

b. Baterai Paralel
R
n
r
E
I
+
=

V = beda potensial
W = energi listrik
Q = muatan listrik
R = hambatan

= hambatan jenis
= panjang kawat penghantar
A = Luas penampang penghantar


Kalo sama R = n.R


Kalo sama R = R/n

Untuk 2 Hambatan Paralel :
R : R = 1 : n n>1 dan R<R
Berlaku :









I = kuat arus



n = jumlah elemen
E = GGL (gaya gerak listrik)
r = hambatan dalam sumber
tegangan
R = hambatan luar total

volt
joule
coulomb
ohm()


m
m
m
2


















ampere




-
Volt
ohm

ohm
Alat Ukur Listrik :
I atau V yang dicari =




Skala Kalibrasi sebagai acuan
hasil pengukuran



Digunakan untuk mencari
perubahan nilai hambatan, jika
variabel-variabelnya mengalami
perubahan!











GGL merupakan beda potensial
baterai yang dihitung saat
rangkaian terbuka atau beda
potensial asli baterai
18 Energi Listrik dan Daya
Listrik
a. Energi Listrik
W = Q.V
W = V.I.t
W = I
2
Rt
W= t
R
V
2

b. Daya Listrik
P = V.I
P= I
2
R
P =
R
V
2

P =
t
W




W = Energi Listrik
Q = Muatan Listrik
V = tegangan / beda potensial
I = Kuat Arus Listrik
P = Daya Listrik
t = waktu

Rekening Listrik :


N = jumlah hari sebulan
P = daya alat
t = lama pemakaian
Bila ada beaya beban, tambahkan
hasil di atas


joule
coulomb
volt
ampere
watt
sekon


1 kalori = 4,2 Joule
I J = 0,24 kal
1 KwH = 3.600.000 J



Digunakan untuk mencari
perubahan baik energi maupun
daya listrik, akibar perubahan
nilai kuat arus maupun tegangan
listriknya
6

19 Gaya Lorentz
F = B.i.
F = Gaya Lorentz
B = Kuat medan magnet
i = kuat arus listrik
= panjang kawat
N
Tesla
A
m
Arahnya ditentukan dengan
kaidah tangan kanan
20 Transformator
Vs
Vp
Ns
Np
=
Ip
Is
Vs
Vp
=
=
Ns
Np
Ip
Is


Efisiensi Transformator
% 100 x
Wp
Ws
= q
% 100 x
Pp
Ps
= q

Vp = tegangan primer / masukan
Vs = teg. Sekunder / keluaran
Ip = Arus primer / masukan
Is = Arus sekunder / keluaran
Np = jumlah lilitan primer
Ns = Jumlah lilitan sekunder
Ws = Energi keluaran
Wp = Energi masukan
Ps = Daya keluaran
Pp = Daya masukan

V
V
A
A
-
-
J
J
watt
watt

Trafo Ideal :
q = 100 %

Trafo Non Ideal :
0 % <q < 100 %

Trafo Step Up :
N
P
< N
S

V
P
< V
S

I
P
> I
S


Trafo Step Down :
N
P
> N
S

V
P
> V
S

I
P
< I
S







C Cr re ea at te ed d B By y : :
D Dr rs s. . A Ag gu us s P Pu ur rn no om mo o
1 19 96 68 80 06 62 27 7 1 19 99 96 60 01 1 1 1 0 00 01 1