Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KIMIA DASAR

LOGAM ALUMUNIUM
PERIODE SMESTER GANJIL 2011-2012 PROGRAM STUDI : S1 REGULER

DISUSUN OLEH : NOR FATA YUNASHIRSON I0111078 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011

TUGAS KIMIA DASAR

LOGAM ALUMUNIUM
PERIODE SMESTER GANJIL 2011-2012 PROGRAM STUDI : S1 REGULER

DISUSUN OLEH : NOR FATA YUNASHIRSON I0111078 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011

Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Kimia Dasar tentang Logam Aluminium dengan baik. Tugas Kimia Dasar tentang Logam Aluminium ini diberikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret dengan maksud agar mahasiswa mempunyai pengetahuan tentang struktur logam, sifat struktur, pembuatan, penggunaan, paduan, pemeliharaan, percobaan mekanik, percobaan kimia, serta sifat teknologi penggunaan dari logam Aluminium. Dalam penyusunan tugas ini penulis banyak menemukan hambatan dan kesulitan, namun berkat kesungguhan serta dukungan dari berbagai pihak akhirnya tugas ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan tugas ini. Dengan terselesaikannya tugas ini diharapkan pembaca dapat menamba pengetahuan yang efektif dan efisien tentang logam Aluminium. Penulis menyadari karena keterbatasan pengetahuan, maka dalam penyusunan tugas ini masih banyak kesalahan dan kekurangan sehingga jauh dari sempurna. Untuk itupenulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Surakarta, 24 September 2011

Penulis iii

DAFTAR ISI

A. Sampul........................................................................................................ i B. Halaman Judul............................................................................................ ii C. Kata Pengantar........................................................................................... ii D. Daftar Isi...................................................................................................... v

E. Isi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Latar Belakang dan Rumusan Masalah......................................... 1 Pendahuluan.................................................................................. 2 Sifat-Sifat Aluminium..................................................................... 3 Proses Pembuatan......................................................................... 4 Paduan Aluminium........................................................................ 7 Penggunaan Aluminium................................................................. 9 Sifat-Sifat Teknis............................................................................ 10 Penyimpanan dan Pemeliharaan.................................................. 12

F. Kesimpulan................................................................................................. 13 G. Penutup...................................................................................................... 14

iv

Latar belakang
Pengunaan Aluminiumdan logam paduan Aluminium didunia industri terus berkembang dan di era modernisasi yang terjadi saat ini, menuntut manusia untuk melaksanakan rekayasa guna memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks, tak terkecuali dalam hal teknologi yang berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia seperti dalam hal rekayasa dan proses perlakuan pada logam yang mempunyai pengaruh fital karena merupakan elemen dasar untuk membuat sesuatu yang berguna dalam bidang kontruksi bangunan khususnya. Proses perlakuan ini dapat di artikan sebagai suatu metode untuk membuat suatu material menjadi suatu produk yang siap pakai yang didukung data-data empiris. Metode tersebut dapat dijabarkan melalui proses pembuatan untuk mendapatkan data-data seperti sifat-sifat material (kimia, fisika, mekanik, dan teknologi).

Rumusan Masalah
1. 2. 3. 4. 5. Bagaimana cara untuk menghilangkan senyawa (unsur-unsu lain) untuk mendapatkan Aluminium murni? Apa saja sifat-sifat yang dimiliki Aluminium sehingga layak diproduksi untuk digunakan dalam bidang kontruksi? Apa saja paduan-paduan yang sering digunakan untuk membuat sesuatu sifat yang kita inginkan dalam Aluminium? Prduksi apa saja yang menggunakan bahan dasar Aluminium? Bagaimana cara penyimpanan dan perawatan Aluminium?

Pendahuluan
1.1 Logam Aluminium
1.1.1 Pengertian Aluminium

Auminium merupakan salah satu unsur kimia dari logam ringan dengan lambang Al dan nomer atomnya 13. Aluminium termasuk unsur yang sangat melimpah dikerak bumi, berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi. Dia menempati urutan terbanyak ke 3 setelah oksigen dan silikon. Aluminium termasuk logam golongan utama (IIIA) yang bersifat amfoter dan ringan bersama magnesium dan platina. Pada lapisan luar, aluminium selalu terutup oleh lapisan tipis oksida yang memang merupakan sifat dari aluminium 4 AL + 3 O2 weqq2 AL2O3 Oksida inilah yang mempunyai sifat melindungi aluminium dari pengaruh-pengaruh asam atau garam yang menyebabkan logam-logam berkarat sekaligus membuat aluminium sukar di las. Namun awalnya Aluminium merupakan logam yang mahal karena untuk menghilangkan unsur-unsur kimia lain yang tidak kita kehendaki merupakan pekerjaan yang sukar dan memerlukan biaya yang tinggi. Orang pertama yang berhasil memisahkan aluminium dari senyawanya adalah Orsted pada tahun 1825 dengan cara mereduksi aluminium klorida, namun belum dalam keadaan murni. Aluminium murni ditemukan oleh Wohler dalam bentuk serbuk berwarna abu-abu pada tahun 1827 dengan memodifikasi proses Orsted. Kini, proses yang digunakan untuk memperoleh aluminum secara besar-besaran menggunakan proses Hall-Heroult. Cara ini ditemukan oleh dua orang yang umurnya sama (23 tahun) namun ditempat yang berbeda, yakni Charles Martin Hall di Amerika dan Heroult di Paris pada tahun 1886. Proses ini menjadikan keduanya kaya dalam waktu singkat dan meninggal dunia pada tahun yang sama pula (1914). Setelah ditemukan cara ini harga aluminium yang awalnya sangat mahal menjadi turun secara drastis. Aluminium murni sangat lunak dan kekuatannya tidak begitu tinggi, tetapi dengan pemaduan dan heat treatment dapat ditingkatkan kekerasan dan kekuatannya. Misalnya dicampur dengan besi, tembaga, magnesium, silikon, mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk sifat-sifat yang menguntungkan.

Ringan, kuat, mengkilat (abu-abu perak metalik), tidak beracun, tahan panas, penghantar panas yang baik, konduktor listrik yang baik, tidak korosi (karat) dan mudah di-ekstrusi (dicetak dalam bentuk penampang yang tetap) menjadikan aluminium banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Dari pengganti kayu sebagai bahan bangunan yang waktu lalu mendominasi untuk bangunan, perabotan rumah tangga, kemasan makanan, otomotif, elektronik ,kabel listrik tegangan tinggi, rangka sepeda, hingga untuk keperluan industri pesawat terbang, menggunakan aluminium.

Tabel 1.1 Tabel periodik unsur Aluminium 13 B magnesium aluminium silikon

Gambar 1.1 Penampilan logam Aluminium

250px Tabel periodik

Al
G

1.2 Sifat-sifat Umum Aluminium


a. Di udara aluminium langsung memiliki lapisan tipis oksida aluminium pada seluruh permukaanya. Tebal lapisan tersebut adalah 1,3 x 10-5 mm. Lapisan tersebut langsung terdapat pada permukaan profil yang baru dipotong. b. c. d. Tahan terhadap korosi dan mempunyai warna yang setabil Penghantar listrik dan panas yang baik Aluminium tidak menyerap panas matahari sehingga tepat digunakan bahan penutup atap. Reflektifitas panas matahari e. f. g. h. i. j. k. Berat Jenis Konfigurasi elektron Elektron perkulit Titik lebur Titik didih Kalor peleburan Jari-jari atom : 70-90 % : 2,7 gr/cm3 : 26.9815386(13)g.mol1 : 2, 8, 3 : 660o C : 2519o C : 10.71 kJ.mol1 : 43 pm

4 l. Kalor peleburan : 10.71 kJ.mol1 : 43 pm : 70 Gpa

m. Jari-jari atom n. o. Modulus Young

Mampu didaur ulang tanpa mengalami sedikitpun kehilangan kualitas dan dapat dilakukan berkali-kali

1.3 Proses Pembuatan


Aluminium terbentuk atau diolah dari bahan-bahan dasar sebagai berikut: Bauksit (Al2O3)nH2O Batu Manikam (AL2O3) Kriolit (Na3AlF6) Kaolin (tanah liat)

Karena Alumunium tidak ditemukan dalam bentuk-bentuk murni, melainkan berupa senyawa kima dengan unsur-unsur lain, maka Aluminium harus diproses dahulu. Salah satu proses pemurnian Aluminium adalah dengan Proses Hall-Heroult secara singkat diuraikan sebagai berikut:

Gambar 1.2 Bauksit Bijih Aluminium yang penting sebagain sumber Aluminium adalah Bauksit. Bauksit yang dihasilkan dari tambang dihancurkan kemudian dihaluskan menjadi serbuk menggunakan alat-alat tertentu, biasanya Ballmil. Setelah halus ditambahkan larutan NaOH pekat untuk melarutkan Al2O3 yang ada dalam bauksit sedangkan zat lain tidak larut. Al2O3(s) + 2NaOH(aq) 2NaAlO2(aq) + H2O(l)

Setelah dilakukan pemisahan larutan, NaAlO2 diasamkan sehingga terbentuk endapan Al(OH)3. NaAlO2(aq) + H2O(l) + HCl(aq) Al(OH)3(s) + NaCl(aq) Endapan Al(OH)3 disaring kemudian dipanaskan pada suhu sekitar 1150C sehingga terurai menjadi Al2O3 dan uap air. Al(OH)3(s) Al2O3(s) + 3H2O(g) Al2O3 inilah yang akan direduksi menjadi aluminium secara elektrolisis dalam suatu bejana yang disebut sel Hall-Heroult. Sebelum proses elektrolisis dilangsungkan alumina dilelehkan terlebih dahulu dalam kriolit. Fungsi kriolit disini untuk menurunkan titik leleh alumina yang awalnya sekita 2000C menjadi 900C. Lelehan alumina yang diperoleh kemudian dimasukan ke dalam suatu bejana untuk proses elektrolisis yang disebut sel Hall-Heroult. Bejana yang digunakan terbuat dari besi dilapisi grafit yang sekaligus bertindak sebagai katoda. Sedangkan anoda digunakan batang-batang grafit yang dicelupkan ke dalam larutan. Ketika arus listrik dijalankan ion-ion Al3+ yang ada dalam larutan akan bergerak menuju katoda, yang kemudian direduksi menjadi aluminium cair sedangkan ion-ion O2 akan bergerak menuju anoda kemudian dioksidasi menjadi gas oksigen. Berikut reaksi yang terjadi dalam sel elektrolisis.

Al2O3(l) 2Al3+(aq) + 3O2(aq) Katoda : Al3+(l) + 3e Al(l) 4 Anoda : 2O2(l) O2(g) + 4e 3 4Al3+(aq) + 6O2(aq) 4Al(l) + 3O2(g)

Gambar 1.3 Sel Hall-Heroult untuk pembuatan aluminium dari elektrolisis lelehan Al2O3 dalam kriolit

Aluminium yang diperoleh dalam reaksi ini berbentuk cair karena suhu di dalam sel elektrolisis melebihi titik leleh aluminium yang hanya 660C. Kemudian Aluminium cair yang diperoleh dialirkan keluar dari sel kemudian suhu diturunkan agar diperoleh aluminium padat dan diproses menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan. Perlakuan termal yang umum dilakukan adalah: Pengerjaan logam dengan menggunakan panas (misal: hot extrusion) Memanaskan logam hingga mendekati titik leburnya, lalu didinginkan secara perlahan. Proses ini disebut annealing, dan menghasilkan logam yang lunak. Pendinginan dengan cepat, baik dengan menggunakan es, air dingin, ataupun air mendidih sesuai kebutuhan. Proses ini dinamakan quenching. Disimpan pada temperatur tertentu (umumnya mendekati titik leburnya) selama beberapa lama (antara 1 jam hingga 40 hari). Proses ini disebut artificial age hardening.

Perlakuan termal dapat berupa kombinasi nomor dua, tiga, dan empat, namun ada juga yang melakukan penyimpanan selama beberapa lama pada suhu kamar setelah quenching sebelum siap digunakan. Ada juga yang ditempa pada suhu kamar sebelum disimpan pada suhu tinggi. Penyimpanan pada suhu tinggi bermanfaat untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan tensil. Nilai peningkatan kekuatan tensil dapat mencapai tiga kalinya jika dibandingkan dengan aluminium paduan tanpa perlakuan termal.

1.4 Paduan Aluminium


Dalam keadaan murni aluminium terlalu lunak untuk dapat dipakai pada berbagai keperluan teknik, hanya memiliki kekuatan tensil sebesar 90n MPa. Dengan pemaduan teknik (alloying), sifat ini dapat diperbaiki, tetapi seringkali sifat tahan korosinya berkurang demikian pula keuletannya. Sedikit mangan, silikon dan magnesium, tidak banyak mengurangi sifat tahan korosinya, tetapi seng, besi, timah putih, dan tembaga cukup drastis menurunkan sifat tahan korosinya. Paduan aluminium dapat dibagi menjadi 2 kelompok: 1. 2. 1.4.1 Aluminium wronglt alloy (lembaran) Aluminium costing alloy (batang cor)

Jenis-Jenis Paduan Aluminium a. Duralumin : Unsur yang terkandung adalah tembaga 4,4%, 1,5% magnesium, mangan 0,6% dan 93,5% aluminium berat. Kekuatan luluh Khas adalah 450 MPa, dengan variasi tergantung pada komposisi.

Gambar 1.4.1 Duralumin b. Aluminium-Silikon : Paduan aluminium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 MPa pada aluminium paduan yang dihasilkan pada perlakuan panas. Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akan meningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika. Diantara keuntungan dari silumin adalah resistensi tinggi terhadap korosi, sehingga bermanfaat dalam lingkungan lembab. Penambahan silikon untuk aluminium

Gambar 1.4.2 Paduan Aluminium-Silikon c. Aluminium-Magnesium : Paduan Al-Mg, merupakan paduan dengan tingkat ketahanan korosi yang paling baik dibandingkan dengan paduan alumunium lainnya, Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660oC hingga 450oC. Selain itu paduan Al-Mg 5 % merupakan no heat-treatable alloy. Sehingga dengan dilakukannya proses solution treatment 300o C menurunkan kekerasan hingga 18.06 %, kekuatan tarik 6.14 % dan regangan 41.04 %. Sebaliknya grain refiner memperbaiki sifat mekanisnya, dimana pada kondisi as-cast meningkatkan kekerasan hingga 6.68 %, kekuatan tarik 2.06 % dan regangan 38.34 %. Keberadaan magnesium juga menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah, di mana kebanyakan logam akan mengalami failure pada temperatur tersebut.

Gambar 1.4.3 Paduan Aluminium-Magnesium

d.

Aluminium-Tembaga : Paduan aluminium-tembaga juga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, namun rapuh. Umumnya, untuk kepentingan penempaan, paduan tidak boleh memiliki konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.

e.

Aluminium-Seng : Paduan aluminium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang. Paduan ini memiliki kekuatan tertinggi dibandingkan paduan lainnya, aluminium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50 mm bahan. Bandingkan dengan aluminium dengan 1% magnesium yang memiliki kekuatan tensil sebesar 410 MPa namun memiliki elongasi sebesar 6% setiap 50 mm bahan.

1.5 Penggunaan Aluminium


Dapat dikatakan bahwa Aluminium digunakan disegala bidang pembangunan, baik untuk kontruksi maupun untuk penggunaan lain. Propil-propil Aluminium yang digunakan pada umumnya sudah siap pasang. Disamping tidak membutuhkan finishing, penggunaan propil Aluminium dapat mempercepat proses pelaksanaan. Hal ini disebabkan karena propil-propil yang digunakan telah siap dan tinggal memotong selanjutnya dipasang. Pemasangannya pun tidak membutuhkan peralatan yang besar dan rumit. 1.5.1 a. b. Bentuk-bentuk Aluminium Aluminium tuang atau cetak (diperdagangkan dalam bentuk alat-alat rumah tangga). Aluminium giling, berbentuk plat. Plat rata Plat gelombang Plat berusuk Plat berpetak Plat beralur : Untuk atap : Untuk atap : Untuk tangga, plafond, dinding : Untuk tangga, plafond, dinding : Untuk tangga, plafond, dinding

10

c.

Aluminium batang (berdiameter besar berupa pipa-pipa dan berdiameter kecil berupa kawat)

d.

Aluminium propil Aluminium propil siku Aluminium propil Tee Aluminium propil Zet Aluminium propil U atau parit Aluminium propil I Aluminium propil khusus (kosen-kosen jendela atau pintu) Aluminium awning

e. Membuat termit, yaitu campuran serbuk aluminium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api.

Gambar 1.5.1 lembaran Aluminium

Gambar 1.5.2 atap Aluminium

Gambar 1.5.3 usuk Aluminium

1.6 Sifat-Sifat Teknis


1.6.1 Sifat Fisik Aluminium

a. Wujud b. Massa jenis c. Massa jenis pada wujud cair d. Titik lebur e. Titik didih f. Kalor jenis (25 oC)

: Padat (solid) : 2,70 gram/cm3 : 2,375 gram/cm3 : 933,47 K, 660,32oC, 1220,58oF : 2792 K, 2519oC, 4566oF : 24,2 J/mol K

11 : (20 oC) 28.2 n m : 237 W/m K : 23.1 m/m K : 70 Gpa : 26 Gpa : 0,35 : 2,75 : 167 Mpa : 245 Mpa

g. Resistansi listrik h. Konduktivitas termal (300 K) i. j. Pemuaian termal (25 oC) Modulus Young

k. Modulus geser l. Poisson ratio

m. Kekerasan skala Mohs n. Kekerasan skala Vickers o. Kekerasan skala Brinnel

1.6.2

Sifat Mekanik Aluminium Percobaan mekanik ialah percobaan dengan gaya-gaya yang tinggal atau gaya-gaya yang bertambah/berkurang secara perlahan-lahan. Sebuah batang Aluminium ditarik dengan mesin sampai putus sehingga diketahui renggangannya. Aluminium yang baik mempunyai: Renggangan maksimum 2% Modulus elastisitas 10 x 106 psi Batas minimum kekuatan tarik 27.000 psi Percobaan tekan, pada percoaan ini juga didapat elastisitas dan batas proporsionalitasnya.

1.6.3

Percobaan Teknologi

Percobaan kekerasan. Kekerasan adalah perlawanaan yang diberikan oleh suatu benda terhadap tekanan atau benturan benda lain.metode yang sering digunakan yaitu Brinel atau Shore. Pada percobaan Brinell, sebuah perulu ditekankan dengan bobot P ke dalam bidang Aluminium. Hasilnya untuk Aluminium HB (10-3000-20) = 30-40

1.6.3

Percobaan Kimia

Dilakukan dilabotorium terutama untuk mengetahui korosi galvanis serta komposisi yang terkandung dalam bahan.

12

1.7 Penyimpanan dan Pemeliharaan


1.7.1 Penyimpanan

Bahan Aluminium kebanyakan dikirim dalam bentuk tinggal pasang. Oleh sebab itu pencegahan untuk mengurangi kemungkinan rusak harus dilakukan pada waktu pengangkutan dan dilapangan proyek. Sebaiknya bahan-bahan dari Aluminium ini dikirim pada tahapan akhir dari suatu pembangunan. Bahan Aluminium dibungkus dengan pembungkus yang dapat menyerap uap air. Aluminium harus disimpan jauh dari kegiatan pembangunan dan diletakkan ditempat terlindungi serta tidak menyentuh tanah. Bila sulit mendapatkan tempat penyimpanan yang baik, sebaiknya jumlah bahan ini dibatasi seperlunya mengikuti kecepatan pembangunan. Jika terpaksan disimpan dalam keadaan berdiri harus diperhatikan sudut kemiringannya, sehingga tidak terjadi lenturan yang terlalu besar. Diletakakn berdiri dimaksudkan agar terhindar dari genangan air terutama pada Aluminium plat karena jika tergenang akan menimbulkan noda-noda pada bahan Aluminium yang dapat mengurangi atau merusak keindahan Aluminium. Lebih lanjut lagi debu, semen, tanah, bila mengenai aluminium yang basah dapat memungkinkan terjadinya korosi setempat. Hindari juga dari logam tembaga, karena dapat menyebabkan terjadinya korosi Galvanis (terjadi bila dua macam logam berbeda potensi listrik saling bersentuhan). Selain itu, korosi pada Aluminium disebabkan dari unsur-unsur kimia yang bersifat asam, contohnya asam sulfat, asam amonium chlorida, asam amonium bromida, asam nitrat, ferri chlorida, dan lain-lain.

1.7.2

Pemeliharaan

Dengan perencanaan dan pemasangan yang baik, Aluminium hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan pemeliharaan sama sekali. Tetapi jika ingin dibersihkan dapat dipilih cara untuk tingkat kebersihan yang dikehendaki. Bersihkan dengan air hangat dan ditergent Cuci dengan larutan pembersih seperti kerosene, terpentin, wasbenzine Gunakan bahan pembersih kimia non-etch Gunakan penggosok yang kasar, misalnya steel wool

13

Kesimpulan
Dilihat dari sifat-sifatnya (ringan, kuat, tahan terhadap korosi, memiliki warna yang menarik/setabil, perefleksi sinar matahari yang baik, mudah dibentuk untuk bahan-bahan kontruksi bangunan khususnya, dll), harga yang terjangkau, dapat disimpulkan bahwa, logam Aluminium mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan logam lain sehingga sangat cocok untuk dipergunakan dalam berbagai bidang, khususnya dibidang konstruksi bangunan.

14

Daftar Pustaka

http://berkomentarlah.blogspot.com/2011/02/praktikum-kimia-aluminium.html http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium http://wanibesak.wordpress.com/2010/11/14/pengolahan-bijih-sifat-manfaat-dan-kelebihanaluminium/ http://history-apri.blogspot.com/2010/04/kegunaan-unsur-dan-unsur-senyawa.html http://unsurlogamipadwa.wordpress.com/tag/manfaat-aluminium/ http://gabunganteknik.wordpress.com/2008/04/13/aluminium/ http://wanibesak.files.wordpress.com/2010/10/image.png http://www.google.co.id/search?um=1&hl=id&client=firefoxa&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&biw=1152&bih=674&tbm=isch&sa=1&q=rusuk+banguna n+terbuat+dari+aluminium&btnG=Telusuri http://www.akujagoan.com/2011/01/pembuatan-sifat-dan-paduan-aluminium.html http://ae45ipb.files.wordpress.com/2010/01/makalah-aluminium.doc http://eprints.ums.ac.id/1676/