Anda di halaman 1dari 4

I.

Merancang Sistem ABC (Activity Based Costing)


Ada tiga karakteristik khusus dalam keberhasilan implementasi Activity Based Costing: Pertama, top manager harus mendukung penuh pelaksanaan ABC karena kepemimpinan merupakan alat yang tepat untuk memotivasi karyawan menuju perubahan. Kedua, top manager harus memastikan bahwa data ABC mencerminkan secara jelas bagaimana karyawan dievaluasi atau diberikan reward. Ketiga, tim lintas fungsi harus dilibatkan dalam mendesain dan mengimplementasikan ABC. Tim ini terdiri dari perwakilan tiap bagian seperti pemasaran, produksi, mesin, dan departeman akuntansi agar ABC efektif sehingga meminimkan penolakan karena mereka merasa terlibat dalam proses implementasinya.

Dalam Bisnis : Implementasi Activity Based Costing di China Xu Ji Electric adalah perusahaan yg tergabung dalam Shen Zhen Stock Exchange di China. Dari 2001-2003 mereka sukses mengimplementasikan ABC karena top menejer mendorong secara terus menerus system ini. Penggunaan ABC juga dibantu keputusan Xu Ji untuk mendorong implementasinya melalui pendekatan top down, sesuai norma dan budaya perusahaan serta didukung secara hierarkis maupun struktural. Pengalaman Xu Ji tsb juga mirip dengan implementasi ABC di Barat yang telah terkenal secara konsisten dan mendukung top level management. Mereka memilih untuk terlibat dalam proses pembuatan keputusan yang memperkenalkan perubahan dalam organisasinya.

Penerapan Akuntansi Manajerial : contoh Kasus pada Perusahaan Classic Brass Perusahaan Classic Brass membuat 2 produk utama untuk kapal pesiar mewah yaitu tiang standard dan custom kompas housing. Perusahaan mengalami kerugian sebesar $1250. Direktur perusahaan, John Towers memanggil para top manajemen nya utk berdiskusi yaitu manajer produksi, manajer pemasaran, dan manager accounting. Laporan keuangan perusahaan sbb :
Classic Brass Income Statement Year Ended December 31, 2005 Sales Cost of goods sold Direct materials Direct labor Manufacturing overhead Gross margin Selling and administrative expenses Shipping expenses Marketing expenses General administrative expenses Net operating income loss

$ 3.200.000 $ 975.000 351.250 1.000.000

2.326.250 873.750

65.000 300.000 510.000 $

875.000 (1.250)

Kerugian tercatat sebesar $1250. Menurut mereka, kompetitor menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pokok pasar. Mereka menilai harga yang mereka tetapkan tidak terlalu mahal dan sudah sesuai. Jika mereka menurunkan harga maka mereka akan mengalami kerugian per unit yang terjual. Untuk mengatasi permasalahan tersebut mereka mengevaluasi apakah selama ini Classic Brass sudah membuat cost yang tepat dengan produk mereka. Karena jika apa yang mereka anggap harga tepat tersebut ada kesalahan, akan mempengaruhi harga jual produk mereka dan itu akan berpengaruh besar terhadap tingkat penjualan yang selama ini menurun. Mereka memutuskan untuk menggunakan ABC sebagai sarana untuk membantu pengambilan keputusan mereka nantinya. Perusahaan membentuk tim lintas fungsi dari bagian pemasaran, akuntansi, produksi untuk terlibat dalam pelaksanaan sistem ABC. Penetapan ABC berdasarkan pada aktivitas-aktivitas yang ada dalam perusahaan karena munculnya akivitas pasti akan menimbulkan biaya. Harus ada perhitungan yang tepat terhadap biaya sehingga dapat menjadi masukan yang bagus bagi pengambilan keputusan penetapan harga jual produk. Sistem ABC merupakan pelengkap dari sistem akuntansi biaya yang sudah ada, dan bukan untuk menggantikannya. ABC memberikan laporan keuangan untuk manajemen internal perusahaan sebagai masukan pengambilan keputusan, bukan untuk pengguna luar. Maka semua harus berdasar informasi akurat yang mencerminkan kegiatan dalam perusahaan. Manajer accounting menggambarkan ABC model sbb : Cost Object

Activities

Consumption and Resourches

Cost Cost object merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan biaya. Contoh :pesanan produk oleh pelanggan, akan memunculkan biaya akibat aktivitas untuk memproses pesanan tersebut. Begitu juga dengan konsumsi dan sumberdaya. Order produk membutuhkan sumberdaya untuk memprosesnya dan konsumsi serta sumberdaya tersebut akan mempengaruhi cost. ABC mencerminkan hubungan variabel diatas untuk mengidentifikasi bagaimana pelanggan dan produk dapat mempengaruhi cost (biaya). Seperti perusahaan lain, Classic Brass merasa bahwa sistem akuntansi tradisional perusahaan diukur cukup dengan melihat biaya direct material dan direct labor yang mempengaruhi biaya secara langsung. Namun ABC berfokus juga pada kegiatan lainnya yang juga menimbulkan biaya seperti penjualan, biaya administrasi, dan manufacturing overhead.

ABC berbeda dengan akuntansi biaya tradisional dalam 3 hal: ABC menetapkan biaya non manufactur dan biaya manufactur sampai menjadi produk. Contoh ABC dapat menentukan komisi penjualan, biaya pengiriman dan biaya perawatan untuk produk tertentu. Sistem tradisional hanya melihat biaya langsung yang seperti material langsung dan pekerja langsung yang mempengaruhi produk. ABC tidak menetapkan semua biaya manufakturing produk. Beberapa biaya manufaktur ada yang diluar biaya produk. ABC hanya menetapkan biaya produk jika berhubungan dengan yang mempengaruhi biaya produk. Yang diluar dua tipe biaya produk adalah : biaya kesinambungan organisasi serta biaya kapasitas tidak bekerja. ABC menggunakan lebih banyak cost pools. Banyak cost pools overhead yang digunakan, masing-masing dialokasikan pada produk cost object menggunakan ukuran aktivitas sendiri yang unik. ABC cost pools dibuat untuk menyesuaikan aktivitas kinerja dalam organisasi yang menyebabkan konsumsi sumberdaya. Bahkan sejumlah cost pools ABC pasti akan melebihi satu ( sebagai pendekatan plantwide) dan itu seperti melampaui sejumpalh departemen dalam perusahaan (pendekatan departemental), sejak lebih dari satu aktivitas sering ditunjukkan dalam departemen. 5 langkah untuk mengimplementasikan sistem ABC yaitu : 1. 2. 3. 4. Mendefinisikan aktivitas-aktivitas, aktivitas cost pools dan aktivitas measures. Menetapkan biaya overhead sampai dengan activity cost pools Menghitung activity rates Menetapkan biaya overhead sampai biaya objek menggunakan activity rates dan activity measures 5. Menyiapkan pelaporan manajemen (management report)

Langkah 1 : Mendefinisikan Aktivitas, Activity Cost Pools, dan Activity Measures Aktivitas adalah kegiatan-kegiatan yang menyebabkan konsumsi dan penggunaan sumberdaya. Activity cost pool adalah seperangkat yang berhubungan dengan pengukuran aktivitas tunggal dalam sistem ABC. Activity measure adalah sebuah alokasi berdasar sistem ABC. Istilah cost driver biasanya digunakan untuk ukuran aktivitas. Ada 2 jenis cost driver yang dipakai sebagai ukuran aktivitas. Yang pertama adalah Transaction drivers yaitu penjumlahan sederhana waktu dimana terjadi aktivitas dan Duration drivers yaitu total waktu yang diperlukan dalam sebuah aktivitas seperti menyiapkan tagihan kepada pelanggan.

Aktivitas biasanya diidentifikasi dan ditentukan dari mewawancarai pekerja dlm suatu departemen. Daftar panjang aktivitas yang terkumpul akan disederhanakan menurut aktivitas yang serupa. Dalam kasus Classic Brass ditentukan 5 activity cost pools dan ukurannya(activity measures):

Activity Cost Pools at Classic Brass


Activity Cost Pool Customer orders Product design Order size Customer relations Other Activity Measure Number of customer orders Number of product designs Machine-hours Number of active customers Not applicable

Pengertian dari masing-masing activity cost pools yaitu: Pesanan pelanggan (Customer Orders) : menetapkan semua biaya yang digunakan untuk memproses pesanan pelanggan Desain produk (Product Designs) : menetapkan semua biaya dari sumberdaya yang digunakan untuk mendesain produk. Ukuran pesanan (Order Size) : menetapkan semua biaya dari sumberdaya yang digunakan, sebagai konsekuensi jumlah produk yang dihasilkan. Hubungan Pelanggan (Customer Relations) : menetapkan semua biaya untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Lain-lain (Other) : menentukan semua biaya overhead yang tidak terhubung dengan cost pools.