Anda di halaman 1dari 6

2013

SMA Negri 8 Pekanbaru

Rovina Elisabeth Hulu

[LAPORAN PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA]


[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document.]

Laporan Praktikum Titrasi Asam Basa


I. Tujuan

Mengetahui molaritas suatu asam basa dengan menggunakan metode titrasi asam basa . II. Dasar Teori Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa) Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai titrant dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai titer dan biasanya diletakkan di dalam buret. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.

Titrasi asam basa disebut juga titrasi adisi alkalimetri. Kadar atau konsentrasi asam basa larutan dapat ditentukan dengan metode volumetri dengan teknik titrasi asam basa. Volumetri adalah teknik analisis kimia kuantitatif untuk menetapkan kadar sampel dengan pengukuran volume larutan yang terlibat reaksi berdasarkan kesetaraan kimia. Kesetaraan kimia ditetapkan melalui titik akhir titrasi yang diketahui dari perubahan warna indicator dan kadar sampel untuk ditetapkan melalui perhitungan berdasarkan persamaan reaksi. Titrasi asam basa merupakan teknik untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi asam basa (netralisasi). Larutan yang kosentrasinya sudah diketahui disebut larutan baku. Titik ekuivalen adalah titik ketika asam dan basa tepat habis bereaksi dengan disertai perubahan warna indikatornya. Titik akhir titrasi adalah saat terjadinya perubahan warna indicator. III. Alat dan Bahan

1.

Statif dan klem

2.

Buret

3.

Gelas/labu Erlenmeyer 100ml (3buah)

4.

Gelas kimia 250ml (2buah)

5.

Pipet tetes

6. 7.

Corong Gelas/silinder ukur

8.

Larutan NaOH 0,1M

9.

Larutan HCl yang akan ditentukan konsentrasinya

10. 11.

Indicator phenolphthalein (PP) Pipet Volume

IV. Cara Kerja 1. Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan (III. Alat dan Bahan) 2. Bersihkan alat-alat sebelum digunakan (bila perlu) 3. Memasang buret pada statif 4. Menutup kran pada buret, kemudian masukkan larutan NaOH 0,1M ke buret menggunakan gelas kimia 5. Membuka kran pada buret untuk mengepaskan larutan NaOH 0,1 M tepat pada skala 0 buret

6. Ambil 10ml larutan HCl dengan pipet volume, tuangkan dalam tabung Elemeyer 7. Teteskan larutan HCl dalam elemeyer dengan indicator PP sebanyak 2 tetes 8. Letakkan erlenmayer pada ujung bawah buret. 9. Lakukan titrasi, hingga larutan HCl berubah warna menjadi pink 10. Bila telah terjadi perubahan warna hentikan proses titrasi 11. Catatlah volume NaOH yang digunakan dengan menghitung V awal V akhir 12. Lakukan langkah 6-11 sebanyak 3 kali, dan usahakan perubahan warna sesedikit mungkin (tepat pada ekuivalen)

*Hasil setelah proses titrasi.

V.

Hasil Pengamatan Percobaan Volume HCl (ml) Pertama Kedua Ketiga

Volume NaOH (ml) 10 15,3 10 14,3 10 14,3 Rata-rata Volume NaOH 14,8 (ml)

VI. Analisa Data -Pertanyaan : a) Hitunglah Volume rata-rata NaOH ! b) Hitung Konsentrasi HCl ! -Jawaban : a. Vrata-rata = (15,3 + 14,3 + 14,3) : 3 = 14,8 ml b. V1 x M1 = V2 x M2 10 . x = 14,8 . o,1

10x = 1,48 x =0,148 M Jadi konsentrasi HCl adalah 0,148 M. VII. Kesimpulan Kadar atau konsentrasi HCl (asam) dapat ditentukan melalui proses titrasi, yaitu dengan mereaksikan HCl (titrat) yang ditambahkan 2 tetes indicator PP dengan NaOH (titran). Titrasi harus dihentikan bila larutan HCl yang dicampurkan dengan 2 tetes indikator berubah warna dari bening hingga menjadi pink. Volume NaOH yang digunakan akan mempengaruhi hasil konsentrasi dari HCl tersebut, sehingga harus sangat berhati-hati melakukan praktikum ini. Setelah volume NaOH (basa) diketahui, barulah Konsentrasi HCl (asam) bisa dihitung. Volume rata-rata NaOH untuk melakukan titrasi adalah 14,8 ml. Konsentrasi HCl yang digunakan untuk titrasi adalah 0,148 M.