Anda di halaman 1dari 4

Karang gigi atau kalkulus (disebut juga tartar), yaitu suatu lapisan deposit (bahan keras yang melekat

pada permukaan gigi) mineral yang berwarna kuning atau coklat pada gigi karena dental plak yang keras. GRADING

1. Letak

KLASIFIKASI Kalkulus supragingiva Kalkulus subgingiva Di atas gingival Di bawah gingival (sebelah koronal dari tepi (akar gigi di dekat batas apical gingival) poket yang dalam, pada kasus yang parah, bahkan dapat ditemukan jauh lebih dalam sampai ke apeks gigi) Agak kekuningan Bewarna hijau tua atau kecuali bila tercemar faktor hitam. lain seperti tembakau, anggur, pinang. Cukup keras, rapuh, Lebih keras daripada mudah dilepas dari gigi kalkulus supragingiva, dengan alat khusus. melekat lebih erat pada permukaan gigi. Dapat terlihat langsung Tidak dapat terlihat di dalam mulut. langsung dalam mulut.

Warna

Bentuk

PROSES PEMBENTUKAN KALKULUS Setelah kita menyikat gigi, pada permukaan gigi akan terbentuk lapisan bening dan tipis yang disebut pelikel. Pelikel ini belum ditumbuhi kuman. Apabila pelikel sudah ditumbuhi kuman disebutlah dengan plak. Plak berupa lapisan tipis bening yang menempel pada permukaan gigi, terkadang juga ditemukan pada gusi dan lidah. Lapisan itu tidak lain adalah kumpulan sisa makanan, segelintir bakteri, sejumlah protein dan air ludah. Plak selalu berada dalam mulut karena pembentukannya selalu terjadi setiap saat, dan akan hilang bila menggosok gigi atau menggunakan benang khusus. Plak yang dibiarkan, lama kelamaan akan terkalsifikasi (berikatan dengan kalsium) dan mengeras sehingga menjadi karang gigi. Mineralisasi plak mulai di dalam 2472 jam dan rata-rata butuh 12 hari untuk matang. Karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar dan menjadi tempat menempelnya plak kembali sehingga kelamaan karang gigi akan semakin mengendap, tebal dan menjadi sarang kuman. Jika dibiarkan menumpuk, karang gigi dapat meresorbsi tulang alveolar penyangga gigi dan akibatnya gigi mudah goyang dan tanggal. Akibat dari kalkulus: 1. Karies Proses terjadinya karies dimulai dari enamel ditutupi oleh endapan pelikel saliva, kemudian mikroorganisme melekat yang disebut plak, apabila ada substrat (makanan) berkarbohidrat lengket di plak disebut debris, mikroorganisme meragi substrat sehingga menyebabkan pH plak turun sampai 5 mengakibatkan demineralisasi enamel. Bila hal ini berlangsung berulang-ulang dapat terjadi karies. 2. Penyakit periodontal Ada dua tipe penyakit periodontal yang biasa dijumpai yaitu gingivitis dan periodontitis. Gingivitis adalah bentuk penyakit periodontal yang ringan, biasanya gingiva berwarna merah, membengkak dan mudah berdarah sedangkan periodontitis adalah kerusakan tulang pendukung gigi. Pembersihan gigi yang kurang baik menyebabkan plak mengumpul makin banyak dan akan mengiritasi gingiva, dan berlanjut merusak jaringan penyangga yang lebih dalam. Bila penyakit ini berlangsung terus maka tulang penyangga lama-kelamaan menjadi goyang dan sampai pada akhirnya gigi yang terkena penyakit ini akan tanggal sendiri tanpa pencabutan.

PENANGANAN: Karang gigi harus dibersihkan dengan alat yang disebut scaler atau root planing. o Scaling: mengeluarkan deposit dari permukaan gigi, utamanya permukaan gigi yang nampak dalam rongga mulut. o Root planning: mengeluarkan bagian gigi yang nekrotik dan tidak sehat dari permukaan akar gigi.

Scaler ada yang manual ataupun dengan ultrasonic. Scaler yang dilakukan secara manual menggunakan hand instrument sudah jarang dilakukan karena lebih sulit, membutuhkan waktu lebih lama, pembersihan tidak maksimal, dan butuh tenaga ekstra sebab karang gigi melekat cukup erat ke permukaan gigi dan sulit dipecahkan. Kecuali memang tidak ada alat lain seperti dokter gigi yang bekerja di pedalaman, yang tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan hand instrument. Yang lazim digunakan untuk scaling adalah alat yang disebut scaler ultrasonik, yaitu alat yang bekerja dengan getaran ultrasonik pada bagian ujungnya yang berbentuk sedikit runcing agar dapat memecah karang gigi hingga ke tempat yang sulit dijangkau, termasuk karang gigi yang ada di bawah gusi. Setelah dibersihkan, karang gigi akan hilang dan gigi menjadi bersih kembali. Namun, karang gigi dapat timbul kembali apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik. PENCEGAHAN Menyikat gigi secara teratur dan sempurna. Dental floss Obat kumur Rajin kontrol ke dokter gigi

Dental plak sebagai penyebab kelainan jaringan periodontal Faktor lokal yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit periodontal antara lain adalah bakteri dalam plak, kalkulus, material alba dan food debris. Semua faktor lokal tersebut terjadi akibat kurangnya kebiasaan memelihara kebersihan gigi dan mulut. Loe et al (1965) mengadakan penelitian mengenai proses terjadinya gingivitis pada pasien pasien dengan gingival sehat, dengan cara mengabaikan kebersihan gigi dan mulut serta meneliti perubahan perubahan yang terjadi pada mikroflora plak. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara plak dan gingivitis. Gejala gejala klinis gingivitis mulai terlihat 10 21 hari setelah prosedur pembersihan gigi dan mulut dihentikan. Theilade dan Ritz menyatakan bahwa dengan bertambahnya umur plak juga akan terjadi perubahan pada jumlah dan jenis bakteri. Coccus dan batang Gram positif merupakan bakteri yang dominan pada permulaan, setelah beberapa hari akan berkurang. Selanjutnya coccus Gram negatif, filamen fusobakterium, vibrio, spirochaeta dan jenis lainnya akan bertambah dan terdapat bukti bukti bahwa perubahan perubahan ini berhubungan erat dengan bertambahnya potensi patologis plak gigi terhadap periodontal (Klaus, 1989 ; Manson,1993). Terjadinya inflamasi pada gingival oleh bakteri di dalam plak disebabkan karena bakteri tersebut menghasilkan enzim enzim yang mampu menghidrolisa komponen interseluler dari epitel gingival dan jaringan ikat di bawahnya. Enzim enzim hidrolitik yang berperan pada proses inflamasi ini yaitu enzim hialuronidase, lipase, kolagenase, betaglukoranidase, chondrolitin sulfatase, dekarboksilase, peroksidase dan katalase. Beberapa jenis bakteri berbentuk filament seperti Bacteroides melaninogenicus mempunyai kemampuan untuk menghasilkan kolagenase (enzim yang dapat menghidrolisa kolagen), Odontomyces viscosus dan beberapa jenis lainnya mempunyai potensi patogenik terbesar terhadap gingival. Iritasi terjadi karena toxin yang dihasilkan oleh bakteri dalam plak dan akan mengakibatkan degenerasi dari epitel gingival dan inflamasi jaringan ikat dibawahnya. Dinding sel dari bakteri Gram negatif yang banyak terdapat pada plak dewasa mengandung endotoksin yang akan dilepaskan setelah bakteri tersebut mati. Bakteri dalam plak dan hasil metabolismenya merangsang terjadinya reaksi antigen antibodi yang abnormal pada jaringan gingival sebagai respon tubuh terhadap antigen bakteri (Semaranayake, 2006 ; Megananda, 2009).