Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN UJI TRESHOLD Praktikum teknik pengujian mutu hasil perikanan kali ini membahas tentang uji Treshold

atau sering juga disebut ambang batas. Uji threshold diartikan sebagai tingkat intensitas rangsangan terkecil yang mulai dapat dirasakan atau memberikan kesan. Rangsangan penyebab timbulnya kesan dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan, yaitu ambang mutlak (absolute threshold), ambang pengenalan (Recognition threshold), ambang pembedaan (difference threshold) dan ambang batas (terminal threshold). Ambang mutlak adalah jumlah beda rangsang terkecil yang sudah dapat diidentifikasi dengan alat indra, minimal oleh 50 %panelis. Ambang pembedaan adalah perbedaan tingkat intensitas benda rangsang terkecil yang sudah dikenali minimal oleh 75 % panelis. Ambang pengenalan adalah jumlah benda rangsang terkecil yang sudah dikenali jenisnya minimal oleh 90 % panelis (Anonim, 2006) Menurut Wagityono (2003), Kemampuan memberikan kesan dapat dibedakan berdasarkan kemampuan alat indra dalam memberikan reaksi atas rangsangan yang diterima. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan mendeteksi (detection), mengenali (recognition), membedakan (discrimination), membandingkan (scalling) dan kemampuan menyatakan suka atau tidak suka (hedonik). Perbedaan kemampuan tersebut tidak begitu jelas pada panelis. Sangat sulit untuk dinyatakan bahwa satu kemampuan sensori lebih penting dan lebih sulit untuk dipelajari. Karena untuk setiap jenis sensori memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, dari yang paling mudah hingga sulit atau dari yang paling sederhana sampai yang kompleks (rumit). Pada Tabel 1 disajikan data hasil penetapan ambang rangsangan pada tingkat ambang mutlak. Tabel 1. Ambang mutlak pencicipan beberapa zat

Menurut Anonim (2006), ambang batas menggambarkan kemampuan seseorang dalam mendeteksi suatu rangsangan. Hasil deteksi cukup dinyatakan ada atau tidak ada rangsangan, tanpa harus menyartakan jenis rangsangannya. Sekilas tampak mudah tetapi bagi orang atau panelis yang tidak memiliki kepekaan yang tinggi jelas akan sangat kesulitan untuk menemukan adanya rangsangan yang sangat kecil atau sangat lemah. Hasilnya tidak semua calon panelis mampu mendeteksi dengan tepat ambang rangsangan. Bagi mereka yang memiliki kecenderungan suka pada rasa manis, asin atau asam, akan sulit mendeteksi tingkat manis, asin atau asam yang sangat rendah. Sebaliknya ketidaksukaan pada rasa pahit, menyebabkan sangat peka dan dengan mudah dapat mendeteksi adanya rasa pahit walau pada tingkat yang sangat rendah. Itulah sebabnya calon panelis hendaknya tidak memiliki kebiasaan makan atau minum pada makanan atau minuman yang dapat menyebabkan kepekaan indra berubah/ menurun.

Prinsip Pengujian Tata laksana pengujian treshold adalah sebagai berikut: 1. Persipan sampel Substansi yang mau dikaji, dalam praktikum ini adalah saus tiram, dilarutkan dalam air murni. Saus tiram tersebut dilarutkan dalam satu seri larutan mulai konsentrasi 0,1% ; 0,2 %;0,3 % ; 0,4 % ; 0,5 %; 0,6% dan 0,7% dan air sebagai kontrol (R). Kemudian dalam setiap seri larutan tersebut diberi kode sampel yang berbeda. Pemberia kode sesuai tabel chart 8. Wadah yang digunakan untuk penyajian contoh harus sama dan tidak berpengaruh terhadap penilaian hasil uji. Contoh uji disajikan dengan tepat sesuai dengan tempatnya 2. Panelis diminta untuk menilai sampel mana yang berbeda dengan air, dalam hal ini air murni juga disajikan sebagai pembanding dan tidak dibatasi (Panelis bebas memilih berapa sampel yang sama dengan air). 3. Analisis data, yaitu: a. Konsentrasi yang dapat dideteksi oleh 50% panelis merupakan absolute treshold. b. Sedangkan perubahan konsentrasi yang dapat dideteksi oleh 75% panelis merupakan difference treshold. Berdasarkan data yang diperoleh untuk sampel kode 373 didapat jumlah panelis yang memilih adalah 8 %, kode 733 dengan konsentrasi 0,2 % didapat jumlah panelis yang adalah 25%, kode 334 dengan konsentrasi 0,3 didapat 75 % ,kode 433 dengan konsentrasi 0,4 % didapat panelis yang memilih sebesar 92 %, kode sampel 374 dengan konsentrasi 0,5 % didapat panelis yang memilih sebesar 87 %, kode sampel 473 dan 437 dengan konsentrasi berturut - turut 06 dan 0,7 %, didapat panelis yang memilih sebesar 96 %. Dari hasil tersebut yang menjadi yaitu ambang mutlak (absolute threshold) yang diartikan sebagai jumlah beda rangsang terkecil yang sudah dapat diidentifikasi dengan alat indra, minimal oleh 50 % ternyata panelis belum dapat dipastikan sehingga perlu perhitungan hingga mendapatkan 50 %, sedangkan different threshold (Ambang pembedaan dimana perbedaan tingkat intensitas benda rangsang terkecil yang sudah dikenali minimal oleh 75 % panelis) didapat pada konsentrasi saus tiram 0,3 %. Adapun Perhitungan untuk ambang mutlak 50% adalah sebagai berikut: 1. Absolute treshold Ambang mutlak adalah jumlah rangsang terkecil yang sudah dapat diidentifikasi dengan alat indra, minimal oleh 50 % panelis. Persentasi antara konsentrasi saus tiram dengan rangsangan yang dapat diidentifikasi panelis adalah sebagai berikut: Konsentrasi (%) 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 Respon (%) 8 25 75 92 87 96 96

50% Sehingga dilakukan interpolasi: 0,2 = 25% x = 50% 0,3 = 75% X 0,2 = 50 25 0,3 0,2 75 25 X 0,2 = 0,05 Maka didapat X Sebesar 0,25

x = 0,25 % Kesimpulan : Rangsang terkecil dari saus tiram yang mulai dapat diidentifikasi dengan alat indra minimal oleh 50 % panelis terdapat pada konsentrasi 0,25% KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. Ambang mutlak yang diperoleh sebesar 50 % panelis ,didapat setelah dihitung dengan metode interpolasi pada konsentrasi 0,25 yang menggambarkan konsentrasi terendah dari sampel yang bisa dideteksi panelis. 2. Uji different threshold yang diperoleh sebesar 75 % panelis , ada pada konsentrasi 0,3 yang menggambarkan konsentrasi terkecil dari sampel yang bisa dideteksi perubahannya. SARAN Atribut penilaian lebih variatif atau kalau bisa lebih dari 1 Kordinasi antar asisten, dan antara asisten dengan praktikan lebih ditingkatkan lagi

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2006. Pengujian Organoleptik (Evaluasi Sensori) dalam Industri Pangan. Diakses dari Ebookpangan.Com. Tanggal unduh 28 April 2011. Wagiyono.2003. Menguji Kesukaan Secara Organoleptik. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional