Anda di halaman 1dari 2

Temporomandibular Joint (TMJ) TMJ adalah sistem sendi tipe synovial yang dipisahkan oleh diskus artikularis (Articulation

Disc). Dengan sistem sendi ini, rahang dapat bergerak untuk membuka, menutup dan gerakan mengunyah makanan. Sistem TMJ dibungkus oleh sebuah kapsul mulai dari leher processus condyloideus (di os. Mandibula), sepanjang sisi tepi eminantia articularis (Articular Eminence / Articular Tubercle) & Fossa articularis (mandibular fossa) hingga region timpanosquamous.

Gerakan-gerakan yang dapat terjadi pada TMJ adalah, Protrusi, gerakan memajukan mandibula. Dibantu oleh m. pterygoideus lateral dan media Retraksi, gerakan memundurkan mandibula. Dibantu oleh bagian posterior dari m. Temporalis, m. Masseter bagian dalam dan sedikit dari m. Geniohyoid & m. Digastricus

Depresi,

gerakan

rahang

kebawah.

Dibantu

oleh

m.

Digastricus,

m.

Geniohyoideus, m. Mylohyoid serta Gravitasi. Elevasi, gerakan rahang keatas. Dibantu oleh m. Temporalis, m. Masseter dan m. Pterygoideus media. Rata-rata pembukaan mulut maksimal pada manusia normal (tidak termasuk adanya stress, emosi atau trauma pada TMJ) adalah 50-60 mm, gerakan lateral kira-kira 10-12 mm dimana gerakan lateral ke kiri lebih besar sedikit daripada yang ke kanan, gerakan protraksi 8-11 mm dan gerakan retrusi kira-kira 1-3 mm Selain musculus-musculus, terdapat ligament-ligament yang juga membantu gerakan TMJ, yaitu Sphenomandibular Ligament,, Stylomandibular Ligament dan Lateral Ligament. Karena ada TMJ, mandibula dapat bergerak dengan mudah. Adapun posisi yang terjadi karena pergerakan mandibula adalah, Centric Occlusion, saat gigi geligi mengalami oklusi secara penuh dan maksimal. Centric Relation, saat kepala dari Processus Condyloideus pada mandibula berada pada posisi paling superior dan posterior dari Fossa mandibularis. Otot-otot yang bekerja pada TMJ kebanyakan diinnervasi oleh Saraf Trigeminus (V) cabang ketiga yaitu n. Mandibularis (V3)

Anda mungkin juga menyukai