Anda di halaman 1dari 4

komplikasi fraktur diurutkan berdasarkan waktu berdasrkan waktu disesuaikan dengan lokasi: komplikasi segera komplikasi awal (dini)

komplikasi lanjut (lama) komplikasi segera:

-spasme arteri robekan pada arteri intima sehingga menyebabkan trombosis. iskemik yang luas pada bagian distal. -penekanan arteri -trombosis arteri pengobatan komplikasi arteri setiap penyempitan arteri akibat liltan pembalut yang terlalu ketat harus dibuka (pembalut jangan dipotong).

MACAM-MACAM KOMPLIKASI LOKAL 1.KOMPLIKASI PADA KULIT >kontusi ->kulit yang terkontusi walaupun masih keliatan utuh, mudah sekali mengalami infeksi dan pendarahan. ->harus dirawat tanpa tekanan atau tegangan sedikitpun >abrasi friction burn

setiap distorsi pada fraktur anggota gerak atau posisi ekstrem dekat persendian harus dikurangi. bila fraktur diobati dengan traksi kontinu, seluruh traksi harus dikurangi. jika gagal untuk memulihkan perifer,yang adekuat dapat dilakukan arteriografi darurat dan bila tidak ada kemajuan dalam 30 menit, lakukan eksplorasi pada operasi jika arteri telah dibuka harus diperbaiki dulu dengan teknik jahitan langsung, vena graft autogenust atau protesis arteri lakukan fiksasi interna. sekuel dari komplikasi arteri 1.gangren 2.kontraktur iskemik volkman -akibat oklusi arteri yang tidak total dan menyebabkan iskemik saraf dan otot. -klinis berupa nyeri pucar,parastesia hilangnya denyutan,

sekuel ->pigmentasi residual , karena partikel benda asing sampai ke dermis. >penetrasi >ulkus dekubitus >ulkus gips >kulit lepuh. 2.KOMPLIKASI VASKULER atau

A.komplikasi arteri (trauma pada arteri besar) -terputusnya arteri total dan parsial

-biasanya terjadi pada pemberian analgetik pada nyeri setelah reduksi fraktur 3.claudicatio intermitten 4.gas gangren

KOMPLIKASI VENA trombosis vena dan emboli paru 1.trombosis vena adanya vena yang statis oleh karena penekanan vena likal pada posisi baring atau akibat balutan plester of paris 2.emboli paru akibat trombus yang melekat pada vena, terlepas dan masuk ke paru.

nervus ulnaris dan nervus medianus perlu ditanggapi serius.) 4.komplikasi pada otot--kalsifikasi hematom disertai fibrosis 5.komplikasi pada organ

KOMPLIKASI UMUM: 1.trauma multiple (ruda paksa multiple) 2.syok (syok hemoragik, syok neurogenik)

diagnosis trombosis vena betis keluhan berupa: nyeri lokal pada garis tengah posterior disertai pembengkakan pada bagian distal akibat kongesti tanda homan, rasa nyeri hebat ketika dorsoflexi pasife pergelangan kaki. pencegahan trombosis vena: tujuannnya adalah untuk mencegah perluasan dengan menghindarkan penekanan lokal yang terus menerus pada vena dan mendorong penderita melakukan kontraksi otot. secara aktif pada anggota gerak yang mengalami trauma.

KOMPLIKASI AWAL/DINI 1.komplikasi sisa dari komplikasi yang segera terjadi. (nekrosis kulit,gangren,dan iskemik volkman) 2.komplikasi sendi (pada artritis septik) 3.komplikasi pada tulang nekrosis avaskuler tulang) (osteomielitis,

4.syndrome kompartment tungkai atas dan bawah (harus segera ditangani dengan pembebasan pembuluh darah dengan reposisi,luksasi atau dekompresi kompartment, melalui fasiotomi)

PENANGANAN TROMBOSIS VENA: obat antikoagulasi ditemukan. setelah komplikasi

komplikasi umum (emboli lemak;trombosis vena,emboli paru dan ards;pneumonia;tetanus;delirium tremens;gas gangren) 1emboli lemak etiologi dan patogenesis: trauma luas akibatnya karbohydrat dan lipolisis turun> asam lemak bebas ditranspor ke sirkulasi hati>sekresi lipoprotein densitas rendah>konjugasi dengan ca dan cholestrol>menarik platelet> emboli.

3 komplikasi neurologis -pada cedera tertutup (saraf jarang terputus) -pada cedera terbuka (suatu neurotmesis sering terjadi, keluhan parastesia dalam distribusi

emboli berasal dari lemak sumsum tulang dan jaringan lemak>robekan vena>vena paru sirkulasi sistemik>otak,ginjal,jantung,kulit penanganan emboli lemak heparin,steroid,aprotenin (tranxylol) adalah

streptokinase antibiotik untuk cegah infeksi paru 3.pneumonia disebabkan oleh perawatan tirah baring, sering pada manula. nyeri pada fraktur iga,dan pembatasan respirasi dapat menyebabkan pneumonia. 4.tetanus etiologi:clostridium tetani pada jaringan nekrotik yang menghasilkan neurotoksin. efek neurotoksin: diawali dengan kejang tonik kemudian klonik, kontraksi otot skeletal spasme otot leher dan gambaran opistotonus. tubuh memberi

2.trombosis vena, emboli paru, ARDS -penyebab utama>hyperkoagulabilitas darah terutama akibat aktifitas faktor x -paling sering di vena-vena betis -gambaran klinik pada awal tercemar, baru tampak gejala setelah beberapa hari. nyeri pada betis dan paha , sedikit tinggi suhunya,nadi cepat,secara khas ada nyeri pada waktu dorsoflexi kaki (tanda homans),diagnosa :venografi ascendeng bilateral. emboli paru>ards yang disertai dispneau, takipneu, dan sianosis, hampir selalu dari trombosis pelvis paha. pencegahan:peninggian kaki tempat tidur,pada kaos kaki elastis,atau kaos kaki pembagian tekanan. pasien beranjak dari tempat tidur sesegera mungkin. lebih efektif antikoagulen. jika dikombinasikan dengan

spasme otot mulut memberi gambaran trismus. spasme otot muka memberi gambaran risus sardonikus. spasme otot interkostal dan diafragma yang menyebabkan asfiksia fatal 5. delirium tremens 6.gas gangren disebabkan oleh clostridium welchii, toxin menyebabkan nekrosis jaringan. gambaran klinis: nyeri hebat bengkak disekitar luka, sekret kecoklatan, sedikit atau tidak ada demam, tachichardi, bau khas. pencegahan gas gangren adalah: eksplorasi luka dalam,jaringan mati di eksisi. terapi dekompresi luka,pembuangan jaringan mati,amputasi,antibiotik, oksigen hyperbarik.

terapi DVT lokal betis: kaos kaki elastis dan heparin s.c dosis rendah (5000 menit, 3*1) resusitasi cardiorespirasi vasopressor syok () oksigen heparis dosis besar

KOMPLIKASI LANJUT ADA KOMPLIKASI LOKAL DAN KOMPLIKASI UMUM

Komplikasi lokal meliputi komplikasi pada sendi,komplikasi pada tulang, komplikasi pada otot, komplikasi saraf. komplikasi umum meliputi batu ginjal, neurosis akibat kecelakaan,

neurosis akibat kecelakaan akibat tirah baring yang lama karena fraktur multiple, drainase urine yang kurang bagus. disertai hyperkalsemia dan osteoporosis.

1.komplikasi pada sendi meliputi:kekakuan sendi yang menetap(penyebab adhesi periartikuler,adhesi intraartikuler,antara otot dengan tulang),ketidak stabilan sendi (longgarnya ligamen,kelemahan otot,kehilangan tulang), penyakit degeneratif sendi pasca trauma (penyebab malunion,malalignment,fraktur akibat kecelakaan sendi). 2.komplikasi pada tulang meliputi penyembuhan fraktur yang abnormal (non union,malunion), gangguan pertumbuhan akibat trauma lempeng epifisis, infeksi persisten pada tulang (osteomielitis) nekrosis avaskuler. distrofi refleks atrofi sudeck refraktur 3.komplikasi pada otot miositis osifikans pasca trauma ruptur tendo lanjut 4.komplikasi saraf: tardy kelumpuhan saraf lambat, nervy,palsy,

koplikasi umum batu ginjal