Anda di halaman 1dari 36

BIDANG PEMBANGKIT

No.

SPLN No.

1

SPLN 19 : 1979

2

SPLN 20 : 1980

3

SPLN 20A : 1978

4

SPLN 21A : 1980

5

SPLN 22 : 1980

6

SPLN 23A : 1980

7

SPLN 23B : 1980

8

SPLN 23C : 1980

9

SPLN 23D : 1980

10

SPLN 23E : 1980

11

SPLN 23F : 1980

12

SPLN 23G : 1980

13

SPLN 23H : 1980

14

SPLN 24 : 1980

15

SPLN 25 : 1980

16

SPLN 30 : 1980

17

SPLN 32 S1 : 1984

18

SPLN 32 : 1980

19

SPLN 33 : 1980

20

SPLN 34-1 : 1980

21

SPLN 34A : 1980

22

SPLN 34B : 1980

23

SPLN 34C : 1980

24

SPLN 34D : 1980

25

SPLN 34E : 1980

26

SPLN 35 : 1981

27

SPLN 35A : 1980

28

SPLN 38 : 1980

29

SPLN 44 : 1981

30

SPLN 46-1 : 1981

31

SPLN 46-2 : 1981

32

SPLN 46-3 : 1982

33

SPLN 47-1 S1 : 1984

34

SPLN 47-1 : 1981

35

SPLN 47-2 : 1982

36

SPLN 47-3 : 1986

37

SPLN 47-4 : 1983

38

SPLN 47-4 : 1984

39

SPLN 47-5 : 1986

40

SPLN 48 : 1981

41

SPLN 51 : 1982

42

SPLN 53 : 1983

43

SPLN 58 : 1984

44

SPLN 62-1 : 1986

45

SPLN 62-2 : 1987

46

SPLN 73 : 1987

47

SPLN 79 : 1987

48

SPLN 80 : 1989

49

SPLN 85 : 1990

50

SPLN 86-2 : 1992

51

SPLN 86 : 1990

52

SPLN 89-1 : 1991

53

SPLN 89-2 : 1994

54

SPLN 90-2-1 : 1995

55

SPLN 90 : 1990

56

SPLN 111-1 : 1994

57

SPLN 111-4 : 1995

58

SPLN 112 : 1994

59

SPLN 68-1A : 1986

AN

JUDUL

PEMBAKUAN PERALATAN LABORATORIUM PLTU

PEDOMAN PENERAPAN UNTUK KOMISIONING, PENGUSAHAAN DAN PEMELIHARAN TURBIN AIR

GUIDE FOR COMISSIONING, OPERATION AND MAINTENANCE OF HYDROLIC TURBINES

INTERNATIONAL CODE FOR THE FIELD ACCEPTANCE TESTS OF HYDROLIC TURBINES

IKHTISAR PERENCANAAN DAN HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATI PADA BLOK PONDASI UNTUK MESIN DIESEL MENURUT BSI CP 2021 : PART 1

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - DEFINITIONS OF LOCATIONS ON AN ENGINE

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - VOCABULARY

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 1 : STANDARD REFERENCE CONDITIONS AND DECLARATIONS OF POWER, FUEL CONSUMPTION AND LUBRICATING OIL CONSUMPTION

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 2 : TEST METHODS

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 3 : TEST MEASUMENTS

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - PERFORMANCE PART 4 : SPEED GOVERNING

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - DESIGNATION OF THE DIRECTION OF ROTATION

RECIPROCATING INTERNAL COMBUSTION ENGINES - DESIGNATION OF THE CYLINDERS

GUIDE FOR COMISSIONING, OPERATION AND MAINTENANCE OF DIESEL ENGINES

PEDOMAN PENERAPAN UNTUK KOMISIONING, PENGUSAHAAN DAN PEMELIHARAAN MESIN DIESEL.

PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA KIMIA AIR

SUPLEMEN PERTAMA SPLN 32 1980

PEMBAKUAN KAPASITAS SATUAN PEMBANGKIT DIESEL DAN KAPASITAS PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL

PEMBAKUAN KAPASITAS SATUAN PEMBANGKIT DIESEL DAN KAPASI TAS PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL

PEDOMAN PENERAPAN PUBLIKASI IEC 34 MESIN LISTRIK YANG BER PUTAR BAGIAN 1 : PUBLIKASI 34-1 S/D 34-5

ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 1 : RATING AND PERFORMANCE

ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 2 : METHODS OF DETERMINING LOSSES AND EFFICIENCY OF ROTATING ELECTRICAL MACHINERY FROM TESTS ( EXCLUDING MACHINES FOR TRACTION VEHICLES )

ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 3 : RATINGS AND CHARACTERISTICS OF THREE PHASE, 50 HZ TURBINE TYPE MACHINES

RECOMMENDATIONS FOR ROTATING ELECTRICAL MACHINERY (EXCLUDING MACHINES FOR TRACTION VEHICLES PART 4 : METHODS FOR DETERMINING FOR SYNCHRONOUS MACHINE QUANTITIES FROM TESTS

ROTATING ELECTRICAL MACHINES PART 5 : DEGREES OF PROTECTION BY ENCLOSERS FOR ROTATING MACHINERY

PEDOMAN PENERAPAN PUBLIKASI IEC 193 (1965) DAN 193A (1972)

INTERNATIONAL CODE FOR MODEL ACCEPTANCE TESTS OF HYDRO LIC TURBINES FIRST SUPPLEMENT TO PUBLICATION 193 (1965)

PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA MINYAK PELUMAS

PEDOMAN PENERAPAN METODA ASME UNTUK ANALISA GAS BUANG

PEDOMAN PEMBATASAN TINGKAT BISING BAGIAN 1 : TINGKAT BISING DI TEMPAT KERJA

PEDOMAN PEMBATASAN TINGKAT BISING BAGIAN 2 : TINGKAT BISING PUSAT LISTRIK TERHADAP LINGKUNGAN

PEDOMAN PEMBATASAN TINGKAT BISING BAGIAN 3 : PEDOMAN PENGUKURAN TINGKAT BISING DI-TEMPAT KERJA DAN TINGKAT BISING LINGKUNGAN

SUPLEMEN PERTAMA SPLN 47-1 : 1981 PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 1 : PLTD BAKAL, PLTD KECIL DAN PLTD SEDANG

PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 1 : PLTD BAKAL, PLTD KECIL DAN PLTD SEDANG

PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 2 : PLTD BESAR

PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 3 : GENERATOR

PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 4 : KONTROL DAN PENGAMAN

A. BAGIAN MEKANIS

UNTUK PLTD BAKAL, PLTD KECIL DAN PLTD SEDANG

PEMBAKUAN PLTD

BAGIAN 4 : KONTROL DAN PENGAMAN

C. PLTD BESAR

PEMBAKUAN PLTD BAGIAN 5 : UJI SIAP GUNA

PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA BATUBARA

PEDOMAN PENERAPAN METODA ASTM UNTUK ANALISA BAHAN BAKAR GAS ALAM

PEDOMAN PENERAPAN STANDAR ISO 3744 DAN 3746 MENENTUKAN TINGKAT DAYA BUNYI SUMBER BISING

KOMISIONING PLTG

STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA UAP BAGIAN SATU : POLA PENGUSAHAAN

STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA UAP BAGIAN DUA : FAKTOR-FAKTOR PENGUSAHAAN

KOMISIONING JARINGAN

STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL

STANDAR OPERASI PUSAT LISTRIK TENAGA GAS

KOMISIONING KETEL UAP

KOMISIONING TURBIN UAP PUSAT LISTRIK BAGIAN 2 : PERHITUNGAN UNJUK KERJA TURBIN UAP

KOMISIONING TURBIN UAP PUSAT LISTRIK BAGIAN 1 : UMUM

GETARAN MESIN PEMBANGKIT BAGIAN 1 : PEMANTAUAN GETARAN MESIN PEMBANGKIT DALAM KONDISI OPERASI NORMAL

GETARAN MESIN PEMBANGKIT BAGIAN 2 : IDENTIFIKASI GETARAN TIDAK NORMAL PADA MESIN PEMBANGKIT

KOMISIONING PLTA BAGIAN 2-1 : PEDOMAN PENGUJIAN PRAJALAN TURBIN AIR DAN PERALATAN BANTUNYA

KOMISIONING PLTA

MANAJEMEN PEMELIHARAAN PUSAT LISTRIK BAGIAN 1 : UMUM

MANAJEMEN PEMELIHARAAN PUSAT LISTRIK BAGIAN 4 : MANAJEMEN PEMELIHARAAN PLTD

AMBANG BATAS KUAT MEDAN LISTRIK DAN INDUKSI MEDAN MAGNIT DIBAWAH SALURAN TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI

TINGKAT JAMINAN SISTEM TENAGA LISTRIK BAGIAN SATU : SISTEM TENAGA HULU A. PEMBANGKITAN

BIDANG TRANSMISI

No.

SPLN No.

1

SPLN 2 : 1978

2

SPLN 7 : 1978

3

SPLN 7A : 1978

4

SPLN 7B : 1978

5

SPLN 7C : 1978

6

SPLN 7D : 1978

7

SPLN 8-1 : 1991

8

SPLN 8-2 : 1991

9

SPLN 8-3-1 : 1991

10

SPLN 8-3 : 1991

11

SPLN 8-4 : 1991

12

SPLN 8-5 : 1991

13

SPLN 9A : 1978

14

SPLN 9B : 1978

15

SPLN 9C : 1978

16

SPLN 9D : 1978

17

SPLN 9E : 1978

18

SPLN 9F : 1978

19

SPLN 9G : 1978

20

SPLN 10-1 : 1978

21

SPLN 10-1A : 1996

22

SPLN 10-1B : 1978

23

SPLN 10-1C : 1978

24

SPLN 10-1D : 1978

25

SPLN 10-1E-1 : 1996

26

SPLN 10-1E-2 : 1996

27

SPLN 10-1F : 1989

28

SPLN 10-2A : 1978

29

SPLN 10-2B : 1978

30

SPLN 10-3B : 1993

31

SPLN 10-4A : 1994

32

SPLN 10-4B : 1995

33

SPLN 10-4C : 1997

34

SPLN 11A : 1978

35

SPLN 11B : 1978

36

SPLN 11C : 1978

37

SPLN 11D : 1978

38

SPLN 13 : 1978

39

SPLN 15 : 1979

40

SPLN 16 : 1979

41

SPLN 17 : 1979

42

SPLN 17A : 1979

43

SPLN 18A : 1979

44

SPLN 18B : 1979

45

SPLN 31 : 1980

46

SPLN 37A : 1980

47

SPLN 49-1 : 1982

48

SPLN 49-1A : 1982

49

SPLN 49-1B : 1982

50

SPLN 49-2 : 1982

51

SPLN 52-1 : 1983

52

SPLN 52-1 : 1983

53

SPLN 52-2 : 1985

54

SPLN 52-3 : 1983

55

SPLN 61 : 1997

56

SPLN 65 : 1985

57

SPLN 73 : 1987

58

SPLN 78 : 1987

59

SPLN 82-1 : 1991

60

SPLN 82-2 : 1991

61

SPLN 82-3 : 1993

62

LAMPIRAN SPLN 82-3 : 1993

63

SPLN 100-3 : 1993

64

SPLN 112 : 1994

65

SPLN 119 : 1996

66

SPLN 120 : 1996

67

SPLN 121 : 1996

SPLN 68-1B : 1986

JUDUL

PENTANAHAN NETRAL SISTEM TRANSMISI, SUB-TRANSMISI DAN DISTRIBUSI BESERTA PENGAMANANNYA

PEDOMAN PEMILIHAN TINGKAT ISOLASI TRANSFORMATOR DAN PENANGKAP PETIR

KOORDINASI ISOLASI BAGIAN 1 : ISTILAH, DEFINISI,PRINSIP DAN KETENTUAN

KOORDINASI ISOLASI BAGIAN 2 : PEDOMAN APLIKASI

LIGHTNING ARRESTER PART 1 : NON LINEAR RESISTOR TYPE ARRESTER FOR AC SYSTEM

RECOMMENDATIONS FOR LIGHTNING ARRESTERS PART 1 : NON LINEAR RESISTOR -TYPE ARRESTERS

TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 1 : UMUM

TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 2 : KENAIKAN SUHU

TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 3-1 : TINGKAT ISOLASI DAN UJI DIELEKTRIK JARAK BEBAS LUAR DI UDARA

TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 3 : TINGKAT ISOLASI DAN UJI DIELEKTRIK

TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 4 : SADAPAN DAN HUBUNGAN

TRANSFORMATOR TENAGA BAGIAN 5 : KEMAMPUAN MENAHAN HUBUNG SINGKAT

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 1 : GENERAL AND DEFINITIONS

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 2 : RATING

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 3 : DESIGN AND CONSTRUCTION

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS

PART 4 : TYPE TESTS AND ROUTINE TESTS

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 4 : TYPE TESTS AND ROUTINE TESTS APPENDIX E- : METHODS OF DETERMINING PROSPECTIVE TRANSIENT RECOVERY VOLTAGE WAVES

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 5 : RULES FOR THE SELECTION OF CIRCUIT BREAKERS FOR SERVICE

HIGH VOLTAGE ALTERNATING CURRENT CIRCUIT BREAKERS PART 6 : INFORMATION TO BE GIVEN WITH ENQUIRIES,TENDERS AND ORDERS RULES FOR TRANSPORT, ERECTION AND MAINTENANCE

KETENTUAN TENTANG JENIS DAN UKURAN ISOLATOR YANG DIPILIH

ISOLATOR RENTENG JENIS KAP DAN PIN

DIMENSI BOLA DAN KOPLING SENDI DARI UNIT (SATUAN) ISOLATOR RENTENGAN

LOCKING DEVICES FOR BALL AND SOCKET COUPLINGS OF STRING INSULATOR UNITS PART 1 : DIMENSIONS AND GENERAL RULES

LOCKING DEVICES FOR BALL AND SOCKET COUPLINGS OF STRING INSULATOR UNITS PART 2 : TESTS

ISOLATOR UNTUK SALURAN UDARA DENGAN TEGANGAN NOMINAL DIATAS 1000 VOLT BAGIAN 1 : UNIT ISOLATOR KERAMIK ATAU GELAS UNTUK SISTEM ARUS BOLAK BALIK, DEFINISI ,METODE UJI DAN KRITERIA SERAH TERIMA.

ISOLATOR UNTUK SALURAN UDARA DENGAN TEGANGAN NOMINAL DIATAS 1000 VOLT BAGIAN 2 : RENTENGAN ISOLATOR DAN SET ISOLATOR UNTUK SISTEM ARUS BOLAK BALIK, DEFINISI ,METODE UJI DAN KRITERIA SERAH TERIMA.

PENGUJIAN TEGANGAN IMPULS HUBUNG PADA ISOLATOR TEGANGAN TINGGI

TEST ON INDOOR AND OUTDOOR POST INSULATORS FOR SYSTEM WITH NOMINAL VOLTAGE GREATER THAN 1000V

DIMENSIONS OF INDOOR AND OUTDOOR POST INSULATORS

AND POST INSULATOR UNITS FOR SYSTEMS WITH NOMINAL VOLTAGES GREATER THAN 1000 V

TINGKAT INTENSITAS POLUSI SEHUBUNGAN DENGAN PEDOMAN PEMILIHAN ISOLATOR

ISOLATOR TONGGAK PIN (PIN POST) UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 kV

ISOLATOR TONGGAK SALURAN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 kV

ISOLATOR PIN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 kV

HIGH VOLTAGE TEST TECHNIQUES PART 1 : GENERAL DEFINITIONS AND TEST REQUIREMENTS

HIGH VOLTAGE TEST TECHNIQUES PART 2 : TEST PROCEDURES

HIGH VOLTAGE TEST TECHNIQUES PART 3 : MEASURING DEVICES

REKOMENDASI PENGUKURAN TEGANGAN DENGAN MENGGUNA KAN SELA BOLA (SATU BOLA DITANAHKAN)

KRITERIA DASAR BAGI PERENCANAAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 66 kV DAN 150 kV

PEDOMAN PEMILIHAN JENIS DAN UKURAN PENGHANTAR ALUMINIUM BAGI SALURAN UDARA 20 kV, 66 kV dan 150 kV

PEDOMAN PENERAPAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI

66 KV DAN 150 KV DENGAN ISOLATOR TONGGAK SALURAN

PEDOMAN PEMBEBANAN TRANSFORMATOR TERENDAM MINYAK

LOADING GUIDE FOR OIL-IMMERSED TRANSFORMERS

ON LOAD TAP CHANGERS

PEDOMAN PENERAPAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN

TEGANGAN PENGENAL TRANSFORMATOR DAN JANGKAUAN

PENYADAPAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN PADA SISTEM

66 KV DAN 150 KV

APLICATION GUIDE FOR POWER TRANSFORMERS

MINYAK ISOLASI BAGIAN 1 : PEDOMAN PENERAPAN SPESIFIKASI DAN PEMELIHARAAN MINYAK ISOLASI

SPESIFICATION FOR NEW INSULATING OILS FOR TRANSFORMERS AND SWITCHGEAR

MAINTENANCE AND SUPERVISION GUIDE FOR INSULATING OILS IN SERVICE

MINYAK ISOLASI BAGIAN 2 : PEDOMAN PENERAPAN METODE IEC UNTUK ANALISA MINYAK ISOLASI

POLA PENGAMANAN SISTEM BAGIAN 1 : A. SISTEM TRANSMISI 66 KV

POLA PENGAMANAN SISTEM BAGIAN 1 : C. TRANSFORMATOR 150/66 KV, 150/20 KV DAN 66/20 KV

POLA PENGAMANAN SISTEM BAGIAN 2 : GENERATOR

POLA PENGAMANAN SISTEM BAGIAN 3 : SISTEM DISTRIBUSI 6 KV DAN 20 KV

SPESIFIKASI TRANSFORMATOR TENAGA TEGANGAN TINGGI

PETUNJUK PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN RELAI STATIS

KOMISIONING JARINGAN

PERHITUNGAN PENGARUH ARUS HUBUNG SINGKAT

PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN BAGIAN 1 : PERATURAN UMUM

PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN BAGIAN 2 : - JARINGAN TEGANGAN RENDAH

- PERSYARATAN KERJA DAN LEMBARAN TEKNIK PERKAKAS.

PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN BAGIAN 3 : - JARINGAN TEGANGAN MENENGAH

- PERSYARATAN KERJA DAN LEMBARAN TEKNIK PERKAKAS.

LEMBARAN TEKNIK PERKAKAS DAN LEMBARAN TEKNIK-METODE OPERASI

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI PEMBEBANAN PENYANGGA SALURAN UDARA BAGIAN III : PEMBEBANAN KHUSUS

AMBANG BATAS KUAT MEDAN LISTRIK DAN INDUKSI MEDAN MAGNIT DIBAWAH SALURAN TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI

TIANG BETON PRATEKAN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 70 KV DAN 150 KV

TIANG BAJA UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 70 KV DAN 150 KV

KONSTRUKSI SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 70 KV DAN 150 KV DENGAN TIANG BETON/BAJA

TINGKAT JAMINAN SISTEM TENAGA LISTRIK BAGIAN SATU : SISTEM TENAGA HULU A. TRANSMISI

BIDANG DISTRIBUSI

No.

SPLN No.

1

SPLN 1 : 1995

2

SPLN 3 :1978

3

SPLN 12 : 1978

4

SPLN 14 : 1979

5

SPLN 26 : 1980

6

SPLN 27 : 1980

7

SPLN 39-1 :1981

8

SPLN 39-2 :1981

9

SPLN 40-1 : 1981

10

SPLN 41-1 :1991

11

SPLN 41-2 :1981

12

SPLN 41-2 : 1991

13

SPLN 41-3 : 1981

14

SPLN 41-4 : 1981

15

SPLN 41-5 : 1981

16

SPLN 41-6 : 1981

17

SPLN 41-7 : 1981

18

SPLN 41-8 : 1981

19

SPLN 41-9 : 1986

20

SPLN 41-10 : 1991

21

SPLN 41-11 :1992

22

SPLN 42-1 : 1991

23

SPLN 42-2 : 1992

24

SPLN 42-3 : 1992

25

SPLN 42-4 : 1992

26

SPLN 42-5 : 1981

27

SPLN 42-6-1 : 1991

28

SPLN 42-6-2 : 1991

29

SPLN 42-6-3 : 1991

30

SPLN 42-7 : 1992

31

SPLN 42-8 : 1981

32

SPLN 42-9 : 1981

33

SPLN 42-10 : 1993

34

SPLN 42-11 : 1991

35

SPLN 43-1 : 1994

36

SPLN 43-2 : 1994

37

SPLN 43-3 :1994

38

SPLN 43-4 : 1994

39

SPLN 43-5-1 : 1995

40

SPLN 43-5-2 : 1995

41

SPLN 43-5-3 :1995

42

SPLN 43-5-4 : 1995

43

SPLN 43-5-5 : 1995

44

SPLN 43-5-6 : 1995

45

SPLN 43-6 : 1994

46

SPLN 43-7 : 1994

47

SPLN 43-8 : 1994

48

SPLN 50 : 1997

49

SPLN 54 : 1983

50

SPLN 55 : 1990

51

SPLN 56-1 : 1993

52

SPLN 56-2 : 1994

53

SPLN 56-3-1 : 1996

54

SPLN 56 : 1984

55

SPLN 57-1 : 1991

56

SPLN 57-2 : 1993

57

SPLN 57-3 : 1993

58

SPLN 57-4 : 1994

59

SPLN 59 : 1985

60

SPLN 60-1 : 1992

61

SPLN 60-2 : 1992

62

SPLN 60-3 : 1992

63

SPLN 60-4 : 1992

64

SPLN 60-5 : 1992

65

SPLN 60-6 : 1992

66

SPLN 60-7 : 1992

67

SPLN 60 : 1985

68

SPLN 63 : 1991

69

SPLN 64 : 1985

70

SPLN 72 : 1987

71

SPLN 74 : 1987

72

SPLN 75 : 1987

73

SPLN 76 : 1987

74

SPLN 77 : 1987

75

SPLN 83 : 1991

76

SPLN 84 : 1992

77

SPLN 87 : 1991

78

SPLN 88 : 1991

79

SPLN 91-1 : 1992

80

SPLN 91-2 : 1994

81

SPLN 91-3 : 1994

82

SPLN 91-4 : 1994

83

SPLN 91-5 : 1995

84

SPLN 93 : 1991

85

SPLN 94 : 1993

86

SPLN 95 : 1994

87

SPLN 96 : 1993

88

SPLN 97 : 1993

89

SPLN 98 : 1992

90

SPLN 101 : 1992

91

SPLN 102 : 1993

92

SPLN 103 : 1993

93

SPLN 108 : 1993

94

SPLN 114 : 1993

95

SPLN 115 : 1995

96

SPLN 118-3-1 : 1996

97

SPLN 118-4-1 : 1996

98

SPLN D3.002-1 : 2007

99

99 SPLN 68-2 : 1986

SPLN 68-2 : 1986

99 SPLN 68-2 : 1986

JUDUL

TEGANGAN-TEGANGAN STANDAR

PENTANAHAN JARING TEGANGAN RENDAH PLN DAN PENTANAHAN INSTALASI

PEDOMAN PENERAPAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV FASA-TIGA, 4- KAWAT

KRITERIA DASAR BAGI PERENCANAAN SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV SERTA TEGANGAN TINGGI 66 KV DAN 150 KV

PEDOMAN PENERAPAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV FASA-TIGA, 3- KAWAT DENGAN TAHANAN RENDAH DAN TAHANAN TINGGI

PENTANAHAN INSTALASI KONSUMEN UNTUK PELISTRIKAN DESA

PENGUJIAN KABEL LISTRIK

PENGUJIAN KABEL LISTRIK

- Pengujian Latu Listrik

- Pengujian retak pada suhu rendah untuk isolasi dan selubung PVC

TANDA TANDA PENGENAL UNTUK KAWAT DAN KABEL LISTRIK BERISOLASI

PERSYARATAN PENGHANTAR TEMBAGA DAN ALUMINIUM UNTUK KABEL LISTRIK BERISOLASI PERSYARATAN KOMPON PVC UNTUK KAWAT DAN KABEL LISTRIK TEGANGAN NOMINAL 0,6/1 KV PERSYARATAN KOMPON PVC UNTUK ISOLASI DAN SELUBUNG KABEL LISTRIK PERSYARATAN KOMPON KARET UNTUK KAWAT DAN KABEL LISTRIK TEGANGAN NOMINAL S/D 1000 V

HANTARAN TEMBAGA TELANJANG JENIS SETENGAH KERAS (BCC 1/2

H)

HANTARAN TEMBAGA TELANJANG JENIS KERAS (BCC H) HANTARAN ALUMINIUM (AAC) HANTARAN ALUMINIUM BERPENGUAT BAJA (ACSR) HANTARAN ALUMINIUM CAMPURAN (AAAC) PERSYARATAN KOMPON XLPE UNTUK KABEL BERTEGANGAN PENGENAL DIATAS 1 kV S/D 30 kV PENGHANTAR ALUMINIUM PADUAN BERSELUBUNG POLIETILEN IKAT SILANG (AAAC-S) PERSYARATAN ISOLASI DAN SELUBUNG PE KABEL LISTRIK

KAWAT BERISOLASI PVC TEGANGAN PENGENAL 450/750 V (NYA) KABEL BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC TEGANGAN PENGENAL 300/500 VOLT (NYM) KAWAT FLEKSIBEL BERISOLASI PVC TEGANGAN PENGENAL 450/750 V (NYAF) KAWAT FLEKSIBEL KEMBAR DUA DAN TIGA BERISOLASI PVC TEGANGAN PENGENAL 300/300 VOLT (NYZ/NYD)

KAWAT BERISOLASI KARET TEGANGAN NOMINAL 1000 V (NGA) KABEL FLEKSIBEL BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC

TEGANGAN PENGENAL 300/300 V UNTUK BEBAN MEKANIS RINGAN

(NYLHYrd/NYLHYf1)

KABEL FLEKSIBEL BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC

TEGANGAN PENGENAL 300/500 V UNTUK BEBAN MEKANIS SEDANG

(NYLHYrd/NYLHYf1)

KABEL FLEKSIBEL BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC

TEGANGAN PENGENAL 450/750 V UNTUK BEBAN MEKANIS BERAT (NYSHY)

KABEL PIPIH BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC TEGANGAN PENGENAL 300/500 V (NYIFY)

NYMT PVC INSULATED SELF SUPPORTING AERIAL CABLE WITH BLACK OUTER SHEATH RATED VOLTAGE 500 V (UNOFFICIAL) KABEL BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC TEGANGAN NOMINAL 500 V (NYM OVAL) KABEL PILIN UDARA TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (NFA2X-

T/NFA2X/NF2X)

KABEL SAMBUNGAN RUMAH BERISOLASI XLPE DAN B ERSELUBUNG PVC DENGAN PENGHANTAR KONSENTRIS TEMBAGA TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (N2XCY-SR/NA2XCY-SR) KABEL TANAH BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC, TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (NYY/NAYY)

KABEL TANAH BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC, BERPERISAI KAWAT BAJA ATAU ALUMINIUM TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (NYFGbY/NAYFGbY/NYRGbY/NAYRGbY) KABEL TANAH BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC, BERPERISAI PITA BAJA ATAU ALUMINIUM TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (NYBY/NAYBY)

KABEL TANAH BERISOLASI DAN BERSELUBUNG PVC, DENGAN PENGHANTAR KONSENTRIS TEMBAGA TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (NYCY/NAYCY)

KABEL PILIN TANAH BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PE/PVC DENGAN TEGANGAN PENGENAL 12/20 (24) KV

KABEL PILIN UDARA BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PVC BERPENGGANTUNG KAWAT BAJA DENGAN TEGANGAN PENGENAL 12/20 (24) KV

KABEL TANAH INTI TUNGGAL BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PE/PVC DENGAN ATAU TANPA PERISAI TEGANGAN PENGENAL 3,6/6 (7,2) KV S/D 12/20 (24) KV

KABEL TANAH INTI TIGA BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PE/PVC DENGAN ATAU TANPA PERISAI TEGANGAN PENGENAL 3,6/6 (7,2) KV S/D 12/20 (24) KV

KABEL TANAH INTI TUNGGAL BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PE/PVC BERPENGHANTAR KONSENTRIS DENGAN ATAU TANPA PERISAI TEGANGAN PENGENAL 3,6/6 (7,2) KV S/D 12/20 (24) KV

KABEL TANAH INTI TIGA BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PE/PVC BERPENGHANTAR KONSENTRIS DENGAN ATAU TANPA PERISAI TEGANGAN PENGENAL 3,6/6 (7,2) KV S/D 12/20 (24) KV KABEL TANAH BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PVC TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV (N2XY/NA2XY)

KABEL TANAH BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PVC BERPERISAI KAWAT BAJA ATAU ALUMINIUM TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV

(N2XFGbY/NA2XFGbY/N2XRGbY/NA2XRGbY)

KABEL TANAH BERISOLASI XLPE DAN BERSELUBUNG PVC BERPERISAI PITA BAJA ATAU ALUMINIUM TEGANGAN PENGENAL 0,6/1 KV

(N2XBY/NA2XBY)

SPESIFIKASI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

STANDAR TIANG BAJA

ALAT PENGUKUR, PEMBATAS DAN PERLENGKAPANNYA - LAMPIRAN D :

APP TIPE KHUSUS II A S/D II F DGN TUTUP PELINDUNG

SAMBUNGAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH (SLTR)

SAMBUNGAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN MENENGAH (SLTM)

SAMBUNGAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN MENENGAH DIATAS 8 MVA S/D 60 MVA BAGIAN 1 : SALURAN KABEL DIBAWAH TANAH

SAMBUNGAN LISTRIK

KWH METER ARUS BOLAK BALIK KELAS 0,5 ; 1 DAN 2 BAGIAN 1 : PASANGAN DALAM

KETENTUAN UJI TAMBAHAN UNTUK KWH METER PASANGAN LUAR

METER STATIK ARUS BOLAK BALIK UNTUK ENERGI AKTIF (KELAS 0,2S DAN 0,5S)

METER STATIS ENERGI AKTIF ARUS BOLAK BALIK (KELAS 1 DAN 2 )

KEANDALAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 kVdan 6 kV

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK BAGIAN 2 : PROSEDUR SALING BANDING SEL STANDAR DAN

RESISTOR STANDAR.

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK BAGIAN 3 : PROSEDUR UJI INSTRUMEN UKUR ENERGI LISTRIK

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK BAGIAN 4 : PROSEDUR UJI PENUNJUK KEBUTUHAN MAKSIMUM

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK BAGIAN 5 : PROSEDUR UJI PERLENGKAPAN UJI METER ENERGI LISTRIK

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK BAGIAN 6 : PROSEDUR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK PENUN JUK LANGSUNG

KAMAR UJI INSTRUMEN UKUR LISTRIK BAGIAN 7 : PROSEDUR UJI TRANSFORMATOR INSTRUMEN

STANDARISASI KAMAR TERA

INSPEKSI PENERIMAAN METER KILOWATTJAM ARUS BOLAK BALIK KELAS 2

PETUNJUK PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN PELEBUR PADA SISTEM DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH

SPESIFIKASI DESAIN UNTUK JARINGAN TEGANGAN MENENGAH DAN JARINGAN TEGANGAN RENDAH

STANDAR LISTRIK PEDESAAN

GANGGUAN PADA SISTEM SUPLAI YANG DIAKIBATKAN OLEH PEMANFAAT LISTRIK DAN PERLENGKAPAN SERUPA

TRANSFORMATOR ARUS

TRANSFORMATOR TEGANGAN

LENGKAPAN SAMBUNGAN RUMAH DENGAN SALURAN UDARA BERISOLASI

KONEKTOR TEMBUS KEDAP AIR UNTUK KABEL PILIN UDARA TEGANGAN RENDAH

STANDAR KONSTRUKSI LISTRIK PEDESAAN

PEMBUMIAN NETRAL SISTEM 20 KV DENGAN LEBIH DARI SATU SUMBER

SPESIFIKASI PIPA UNTUK INSTALASI LISTRIK

BAGIAN 1 : PERSYARATAN UMUM

SPESIFIKASI PIPA UNTUK INSTALASI LISTRIK BAGIAN 2 : DIAMETER LUAR PIPA DAN ULIR

SPESIFIKASI PIPA UNTUK INSTALASI LISTRIK BAGIAN 3 : PERSYARATAN KHUSUS PIPA LOGAM

SPESIFIKASI PIPA UNTUK INSTALASI LISTRIK BAGIAN 4 : PERSYARATAN KHUSUS PIPA LISTRIK ISOLASI KAKU RATA

SPESIFIKASI PIPA UNTUK INSTALASI LISTRIK BAGIAN 5 : PERSYARATAN KHUSUS PIPA LISTRIK FLEKSIBEL

TIANG BETON PRATEKAN UNTUK JARINGAN DISTRIBUSI

METER VAR - JAM (ENERGI REAKTIF)

TRANSFORMATOR DENGAN PENGAMAN SENDIRI FASE TUNGGAL UNTUK JARINGAN SISTEM FASE TIGA 4 - KAWAT

PERLENGKAPAN UJI UNTUK METER ENERGI LISTRIK

ALAT PENUNJUK KEBUTUHAN DAYA MAKSIMUM KELAS 1

LENGKAPAN PEGANG KABEL PILIN SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH

KONEKTOR ALUR PARALEL UNTUK PENGHANTAR TELANJANG

ELEKTRODA BUMI JENIS BATANG BULAT BERLAPIS TEMBAGA

SAKLAR WAKTU UNTUK KONTROL TARIF DAN KENDALI BEBAN

PEMUTUS TENAGA MINI UNTUK PEMBATAS DAN PENGAMAN ARUS LEBIH UNTUK INSTALASI GEDUNG DAN RUMAH

BLOK TERMINAL

TIANG KAYU UNTUK JARINGAN DISTRIBUSI

PERANGKAT HUBUNG BAGI BAGIAN 3-1 : SPESIFIKASI PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH GARDU DISTRIBUSI

PERANGKAT HUBUNG BAGI BAGIAN 4-1 : SPESIFIKASI PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN MENENGAH GARDU DISTRIBUSI

SPESIFIKASI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

BAGAIAN 1 : TRANSFORMATOR FASE TIGA, 20 KV-400V & TRANSFORMATOR FASE TUNGGAL, 20 KV-231 DAN 20/÷3 KV-231 V

TINGKAT JAMINAN SISTEM TENAGA LISTRIK BAGIAN DUA : SISTEM DISTRIBUSI

BIDANG SCADA

No.

SPLN No.

1

SPLN 109-1 : 1996

2

SPLN 109-2 : 1996

3

SPLN 109-3 : 1996

4

SPLN 109-4 : 1996

5

SPLN 109-5 : 1996

6

SPLN 109-6 : 1996

JUDUL

POLA SCADA BAGIAN 1 : PEDOMAN DASAR

POLA SCADA BAGIAN 2 : PENGATUR ANTAR REGIONAL

POLA SCADA BAGIAN 3 : PENGATUR WILAYAH

POLA SCADA BAGIAN 4 : PENGATUR REGIONAL

POLA SCADA BAGIAN 5 : PENGATUR DISTRIBUSI

POLA SCADA BAGIAN 6 : PENGATUR SUBREGIONAL

BIDANG UMUM

No.

SPLN No.

1

SPLN 4 : 1978

2

SPLN 5 : 1978

3

SPLN 6 : 1978

4

SPLN 29 : 1980

5

SPLN 36A : 1980

6

SPLN 66 : 1986

7

SPLN 66A : 1986

8

SPLN 67-1A : 1986

9

SPLN 67-1B : 1986

10

SPLN 67-1C : 1987

11

SPLN 67-2A : 1986

12

SPLN 67-2B : 1986

13

SPLN 67-2C : 1986

14

SPLN 69-1 : 1986

15

SPLN 69-2 : 1987

16

SPLN 70-1 : 1985

17

SPLN 70-2 : 1986

18

SPLN 70-3 : 1987

19

SPLN 70-4 : 1992

20

SPLN 70-5 : 1995

21

SPLN 70-6 : 1995

22

SPLN 70-7 : 1995

23

SPLN 71-1 : 1987

24

SPLN 71-2 : 1989

25

SPLN 71-3 : 1993

26

SPLN 99 : 1992

27

SPLN 104 : 1993

28

SPLN 105 : 1995

29

SPLN 106 : 1993

30

SPLN 107 : 1993

JUDUL

PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK-KELOMPOK PEMBAKUAN

TATA TERTIB PEMBAHASAN KONSEP PEMBAKUAN

PEDOMAN UNTUK PENYUSUNAN NASKAH STANDAR

PENYUSUNAN KONSEP PEMBAKUAN UNTUK PERALATAN LISTRIK PRODUKSI DALAM NEGERI

LOADING TESTS ON OVERHEAD LINE TOWERS

STANDAR PERALATAN KESELAMATAN KERJA

TERMINOLOGI UNTUK PERKAKAS DAN PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PEKERJAAN BERTEGANGAN

KONDISI SPESIFIK INDONESIA BAGIAN SATU : A. KONDISI ALAM

KONDISI SPESIFIK INDONESIA BAGIAN SATU : B. DESAIN DAN OPERASI SISTEM

KONDISI SPESIFIK DI INDONESIA BAGIAN SATU : C. PUSAT LISTRIK TENAGA TERMAL

KONDISI SPESIFIK INDONESIA BAGIAN DUA : A. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

KONDISI SPESIFIK INDONESIA BAGIAN DUA : B. KOMISIONING DAN PENGUJIAN INSTALASI LISTRIK

KONDISI SPESIFIK INDONESIA BAGIAN DUA : C. PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN MUTU

STANDARISASI PERALATAN UJI BAGIAN SATU : KOMISIONING INSTALASI DAN PENGUJIAN PERALATAN

STANDARISASI PERALATAN UJI BAGIAN DUA : STANDAR PERALATAN UJI

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KELISTRIKAN

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KEDUA)

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KETIGA)

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KEEMPAT)

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KELIMA)

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KEENAM)

PEMBAKUAN ISTILAH TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KETUJUH)

PEMBAKUAN LAMBANG TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI PERTAMA)

PEMBAKUAN LAMBANG TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KEDUA)

PEMBAKUAN LAMBANG TEKNIK BIDANG KETENAGALISTRIKAN

(SERI KETIGA)

WARNA LAMBANG STANDAR UNTUK DIAGRAM MIMIK

WARNA STANDAR

PERWAJAHAN PUBLIKASI SPLN

TANDA KESELAMATAN KERJA

WARNA PIPA DAN TANGKI PUSAT LISTRIK