Anda di halaman 1dari 9

Ekonomi Mikro

A. Pengertian
Dalam pembahasan ilmu ekonomi terdapat dua pembahasan pokok yang tentang ekonomi mikro dan ekonomi makro. Tetapi dalam kali ini saya akan lebih membahas tentang perekonomian mikro. Salah satu cabang dari ilmu ekonomo ialah mikro ekonomi atau ada juga yang menyebutnya dengan ekonomi mikro. Yang akan Anda pelajari dalam ekonomi yang mikro ini antara lain adalah penetuan harga pasar, perilaku yang ada pada konsumen atau pelanggang , kuantitas factor input terhadap jasa maupun barang serta yang paling terpenting yaitu mempelajari segala hal yang berkaitan dengan perusahaan. Permintaan serta penawaran akan terpengaruh terhadap perilaku serta keputusan dari penelitian ekonomi yang mikro yang dilakukan tersebut. Perubahan yang terjadi pada permintaan dan penawaran di akibatkan dalam penentuan harga yang akan di pakai untuk orderan yang berikutnya Sebelum membahas ekonomi mikro kita perlu mengetahui apa itu yang disebut ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mnegenaipenggunaan sumberdaya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikannya hanya utnuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa akan datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak. Sedangkan yang dimaksud dengan Ekonomi Mikro adalah ilmu ekonomi yang mencoba melihat kegiatan ekonomi dari satuan-satuan yang kecil, melihat kegiatan mikro biotik dengan mikroskop. Bidang telaah ilmu ekonomi adalah prilaku ekonomi,yaitu yang timbul sebagai tanggapanterhadap dorongan kebranian manusia untuk memenuhi kebuthan hidupnya, khussnya kebuthan yang bersifat kebendaan. mengapa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi. Yaitu : 1.Ilmu ekonomi akan membantu memahami dunia nyata. 2.Ilmu ekonomi akan membantu seseorang menjadi pelaku ekonomi yang lihai dalam perekonomian. Karena dalam kehidupan kita akan banyak membuat keputusan ekonomi. 3.Ilmu ekonomi akan membantu pemahaman mengenai keterbatasan kebijakan ekonomi, potensi dan akibat yang akan terjadi dengan adanya kebijakan tersebut Bagaimana perpajakan dan defisit anggaran pemerintah mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.

B.

Tujuan

Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar,yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidangpenelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

C.

Tinjauan Umum Ekonomi Mikro

Menganalisis pasar yang berkaitan dengan mekanismeyang akan membuat harga relative akan terbentuk terhadap jasa maupun barang adalah salah satu tujunan yang ada di dalam ekonomi mikro. Bukan hanya itu saja namun sumber daya yang terbatas akan di alokasikan sebagai alternative penggunaa yang akan di pakai nantinya.Lalu analisis terhadap kegagalan pasar juga bisa diketahui dari ekonomi mikro ang satu ini. Co0ntohnya saja jika dlam proses produksi hasil yang efisien terjadi kegagalan pasar serta persaingan sempurna yang membutuhkan kondisi secara teoritis yang dapat memperlancar kegiatan ekonomi tersebut. Di dalam ekonomi mikro ini terdapat berbagai bidang mengenai penelitian yang mempunyai sifat penting antara lain adalah keadaan pasar dalam informasi secara asimetris, berbagai jenis aplikasi ekonomi yang berasal dari teori permainan, pembahasan tentang keseimbangan umum serta pilihan yang dapat muncul saat keadaan sedang dalam ketidakpastian. Bukan hanya itu saja tai juga ada yang dibahas dalam ekonomi mikro yang membahas elastisitas mengenai produk yang dilihat dari system pasar yang ada.

D.

Kegagalan Pasar

Kegagalan pasar merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di dalam hal ekonomi mikro. Makna yang terkandug dari istilah ini adalah tidak berjalannya fungsi yang ada di pasar dengan baik. Keadaan yang terjadi saat proses pengaturan berbagai alokasi jasa maupun barang sampai ke tangan kosumen maupun dari produk yang di hasilkan adalah maksud yang sebenarnya dari kegagalan pasar. Kegagalan pasar yang biasnya terjadi pada ekonomi mikrio adalah saat produksi yang dihasilkan tidak mencapai efisiensi yang menimbulkan kegagalan pasar dan membahas segala macam kondisi secara teoritis pada pasar persaingan yang sempurna terkait dengan apa yang di butuhkannya Biasanya para ekonom menggunakan istilah ini ketika keadaan inefisiensi sudah terlalu dramatis maupun saat keadaan instutusi yang ada pada non pasar dapat menghasilkan sesuatu yang ingin di capai. Namun untuk hal lainnya seperti pemegang saham maupun modal , serta pada konteks politik biasnya menggunakan istilah kegagalan pasar bila public yang harusnya bisa mendapatkan pelayanan yang terbaik malah tidak bisa.

E.

Aspek Dasar Ekonomi Mikro

1. Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar Memang pada umumnya perubahan sering terjadi di dalam ekonomi mikro yaitu pada masalah harga yang di tentukan pada suat barang . Namun penawaran serta permintaan yang menjadi factor utama dari segala hal yang terjadi saat ini. Maka Anda sebagai ekonom harus mengetahui serta paham betul mengenai teori yang ada pada permintaan serta penawaran. Keduanya ini sangat diperlukan karena perubahan yang ada pada harga yang akan mengalami kenaikan maupun penurunan. Jadi memang sangat penting Anda memahami dengan benar segala aspek yang berkaitan dengan penawaran serta permintaan. Persamaan yang nantinya akan menunjukan hubungan yang ada antara jumlah yang ada pada barang maupun jasa dari segi permintaannya, maupun hal-hal yang akan berpengaruh pada kejadian

tersebut merupakan permintaan . Sementara pembahasan yang akan ada berkaitan dengan sifat yang ada pada setiap penjual terhadap berbagai penawaran yang ada mengenai jasa maupun barang. Fungsi dari penawaran adalah sebagai penunjuk dari hubungan yang ada antara penjual yang menawarkan berbagai jenis produknya serta factor lainnya yang akan menyebabkan berbagai perubahan yang akan terjadi. Sedangkan jumlah serta harga barang yang sebelumnya ditentukan terlebih dahulu dari penawaran serta permintaan barang tersebut untuk dipakai nantinya saat proses jual beli di pasar adalah keseimbangan pasar. Di dalam ekonomi mikro biasanya komoditas memiliki permintaan yang beragam yang beraal dari tiap individu yang diperlukan dalam hal kepuasn agar mencapai hasil yang maksimal. Penterjemahan dari hubungan yang terjadi antara kuantitas serta harga yang ada pada barang yang akan di beli, memberi semua jasa maupun barang yang lainnya, pengaturan yang ada dalam berbagai pilihan inilah yang akan di dapatkan para konsumen dari hal kebahagiaan. a) Fungsi permintaan Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, maka dapat disusun fungsi permintaan umum, sebagai berikut: Qd =f(Pq,Ps.i,Y,S,D),dimana: Qd = jumlah barang yang diminta Pq = harga barang itu sendiri Ps.i = harga barang-barang substitusi ( i = 1,2,,n) Y = pendapatan S = selera D = jumlah penduduk. b) Pengertian penawaran Teori penawaran menjelaskan sifat para penjual dalam penawaran suatu barang. c) Fungsi penawaran Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya. Fungsi penawaran secara umum ditulis : Qs = f (Pq, Pl.i, C, O, T), di mana : Qs = jumlah barang yang ditawarkan Pq = harga barang itu sendiri Pl.i = harga barang-barang lain (i = 1,2, .,n) O = tujuan-tujuan perusahaan

T = tingkat teknologi yang digunakan. d) Keseimbangan pasar Harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran barang tersebut. Oleh karenanya, analisis penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di suatu pasar, harus berdasarkan analisis permintaan dan penawaran barang tersebut secara serentak. Harga pasar atau harga keseimbangan adalah tingkat harga di mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama dengan jumlah barang yang diminta oleh para pembeli. Pada kondisi demikian dikatakan bahwa pasar dalam keadaan keseimbangan atau ekuilibrium. 2.Elastisitas Permintaan dan Penawaran Ukuran pada derajat mengenai berbagai kepekaan yang ada pada tiap barang mengenaiharga di pasar untuk dapat merespon berbagi perubahan yang terjadi adalah pengertian dari elastisitas. Ukuran derajat mengenai kepekaan itu akan merespon segala hal yang berkaitan dengan perubahan barang serta berbagai factor yang dapat mempengaruhi hal ini disebut dengan elastisitas ddalm segi penawaran Segi besar ata tidaknya elastisitas harga dari segi permintaan yang diukur dengan respon yang ada pada perubahn yang terjadi dalam hal harganya. Barang-barang yang sifatnya substitusi cenderung merupakan permintaan yang paling elastic bila dibandingkan dengan yang lainnya. Bila barang tersebut bukan merupakan sebuah kebutuhan juga bukan merupakan barang yang mewah maka definisi sempit akan dapat dikatakan mengenai pasar. Hal ini juga bisa terjadi bila perubahan yang ada baru bisa di terima para konsumen bila sudah melewati waktu yang cukup lama. Elastisitas harga permintaan didefinisikan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi perubahan persentase harga. Apabila elastisitas kurang dari 1, maka pergerakan jumlah permintaan lebih kecil dibandingkan pergerakan harga, dan pemintaan dikatakan elastis. Elastisitas harga penawaran di dalam ekonomi mikro mengukur seberapa besar jumlah penawaran merespons perubahan harga.Elastisitas ini sering kali bergantung pada jangka waktu yang digunakan. Dalam kebanyakan pasar,penawaran lebih elastis untuk janga panjang dari pada untuk jangka pendek. Elastisitas harga penawaran didefinisikan sebagai perubahan persentase jumlah penawaran dibagi kurang dari 1, maka pergerakan jumlah penawaran lebih kecil dibandingkan pergerakan harga, danpenawaran dikatakan inelastis. Apabila elastisitas kurang lebih dari 1, maka pergerakan jumlah penawaranlebih besar dibandingkan pergerakan harga dan penawaran dikatakan elastis. 3. Perilaku Konsumen Teori perilaku konsumen pada dasarnya mempelajari mengapa para konsumen berperilaku seperti yang tercantum dalam hukum permintaan. Oleh karena itu teori perilaku konsumen akan menerangkan tentang mengapa para konsumen akan membeli lebih banyak barang pada harga yang rendah dan mengurangi pembeliannya pada harga yang tinggi, serta bagaimanakah seorang konsumen menentukan jumlah dan kombinasi barang yang akan dibeli dari pendapatannya. a. Pendekatan kardinal Pendekatan utiliti (nilaiguna) kardinal atau Marginal Utility : bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utiliti) setiap konsumen dapat diukur dengan uang atau dengan satuan lain ( utiliti yang bersifat kardinal) seperti kita mengukur volume air, panjang jalan, atau berat sekarung beras.

b. Pendekatan ordinal Pendekatan utiliti ordinal atau kurve kepuasan sama (Indifference Curve) : bertitik tolak pada anggapan bahwa tingkat kepuasan konsumen dapat dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah ( utiliti yang bersifat ordinal). Nilai Guna Total (Total Utility/TU) adalah keseluruhan kepuasan yang diperoleh dalam mengkonsumsi suatu barang. Nilai Guna Marjinal (Marginal Utility/MU) adalah nilai guna yang berkurang atas pertambahan jumlah barang yang dikonsumsi. The Law of Deminishing Return, yaitu hukum yang menyebutkan bahwa dengan bertambahnya konsumsi suatu barang maka pertambahan tingkat kepuasannya (MU) akan semakin berkurang. Pada dasarnya, teori perilaku konsumen mempelajari mengenai para konsumen berperilaku seperti yang tercantum dalam hukum permintaan. Oleh karena itu, teori perilaku konsumen akan menerangkan mengenai mengapa para konsumen akan membeli lebih banyak barang pada harga yang rendah dan mengurangi pembeliannya pada harga yang tinggi, serta bagaimanakah seorang konsumen menentukan jumlah dan kombinasi barang yang akan dibeli dari pendapatannya. 4. Persaingan Sempurna Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal karena struktur pasar ini akan dapat menjamin kelangsungan aktivitas produksi dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu, dalam analisis ekonomi sering dipakai asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi, dalam praktiknya tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya. Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut. Namun, sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting. Jumlah barang yang diperjual belikan banyak dan seragam ( homogen) ini adalah syarat penting dari macam pasar ini. agar terjadi penawaran dan permintaan yang tidak dapat merubah harga pasar maka macam barangnya haruslah seragam, dalam arti para penjual hanya menjual jenis barang yang sama (kualitas dan banyakanya macam produk) dengan yang lainnya (bukan dalam hal jumlah). 5. Monopoli Struktur pasar yang bertentangan dengan pasar persaingan sempurna adalah monopoli. Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual, tidak ada substitusi produk yang mirip (close substitute), dan terdapat hambatan masuk ( barriers to entry) ke pasar. 1. Karakteristik pasar monopoli Hanya ada satu penjual. Karena hanya ada satu penjual maka pembeli tidak mempunyai pilihan lain. Dalam hal ini pembeli hanya menerima syarat-syarat jual-beli yang ditentukan penjual. Tidak ada substitusi produk yang mirip. Terdapat hambatan masuk ke pasar. Hambatan ini bisa berbentuk undang-undang, memerlukan teknologi yang canggih, dan memerlukan modal yang sangat besar.

Sebagai penentu harga (price setter). Dengan mengendalikan tingkat produksi dan volume produk yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga yang dikehendaki.

2. Sebab- sebab timbulnya monopoli a. Memiliki bahan mentah strategis atau pengetahuan teknis produksi yang spesifik. Perusahaan monopoli umumnya menguasai seluruh atau sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Sebagai contoh, Pertamina. b. Hak paten produk atau proses produksi. Dengan pemberian hak paten akan melidungi perusahaan atau pihak-pihak pencipta suatu produk dari peniruan pihak-pihak lain. c. Terdapat skala ekonomis. Pada beberapa kegiatan ekonomi, dengan menggunakan teknologi modern, produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Ini berarti bahwa pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana biaya produksi minimum, jumlah produksi adalah hampir sama dengan jumlah permintaan riel di pasar. 6. Persaingan monopolistik dan oligopoli 1. Persaingan monopolistik Pasar monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis bentuk pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Oleh karena itu sifat-sifat bentuk pasar ini mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli dan sifat pasar persaingan sempurna. Secara umum, pasar persaingan monopolistik dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana terdapat banyak produsen/penjual yang menghasilkan dan menjual produk yang berbeda coraknya. 2. Oligopoli oligopoli adalah keadaan di mana ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar tetapi tidak banyak (oligos = sedikit) sehingga tindakan dari pengusaha yang satu akan mempengaruhi kebijakan dari pengusaha lainnya.

F. PERMASALAHAN EKONOMI MIKRO


a. Masalah Harga Dasar dan Harga Tertinggi Krisis ekonomi yang pernah melanda dunia terjadi cukup lama dan diyakini bahwa mekanisme pasar tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi tersebut. Artinya, keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar tidak tercapai. Pengaruh dari krisis tersebut adalah melambungnya harga berbagai jenis barang yang di butuhkan oleh produsen dan konsumen. Salah satu campur tangan pemerintah dalam permasalahan ini ialah kebijakan pemerintah mengenai harga dasar (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). Tujuan penentuan harga dasar adalah untuk membantu produsen, sedangkan harga tertinggi untuk membantu konsumen. Misalnya, musim panen padi menyebabkan jumlah beras melimpah. Akibatnya, harga beras turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar (floor price) beras untuk membantu para petani. b. Meningkatnya Permintaan Beras

Gagal panen akan menyebabkan berkurangnya penawaran beras sehingga harga beras akan naik. Tingginya harga beras akan menambah beban hidup masyarakat yang berpenghasilan rendah dan tidak tetap. Untuk mengatasi pasokan beras ini, pemerintah melakukan program impor beras melalui tender terhadap beberapa perusahaan swasta nasional dan asing. b. Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Sehubungan dengan naiknya harga BBM, para pengusaha angkutan umum bus kota, angkutan kota (angkot), dan taksi mengalami penurunan pendapatan dan mengurangi laba bagi pengusaha dan para sopir. Untuk menyesuaikan kenaikan harga BBM tersebut, beberapa pengusaha angkutan umum menaikkan tarifnya secara sepihak. Tindakan ini tentu sajaakan memberatkan para konsumen pengguna jasa angkutan. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah bersama para asosiasi pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum dengan menetapkan tarif resmi bagi para pengusaha bus kota, angkutan kota dan taksi. Besarnya tarif resmi ini tentu tidak memberatkan konsumen atau juga tidak merugikan pengusaha angkutan umum. c. Masalah Monopoli

Praktik monopoli akan mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang atau jasa tertentu yang dihasilkan oleh satu perusahaan. Praktik monopoli seringkali merugikan masyarakat dan konsumen. Di samping itu, monopoli akan mempersempit peluang usaha bagi masyarakat lain sehingga kurang menumbuhkan semangat berwirausaha masyarakat. Perusahaan yang melakukan praktik monopoli seringkali mempermainkan dan menetapkan harga tanpa mempertimbangkan kelompok masyarakat yang memiliki usaha sejenis. Hal ini akan menghancurkan para pesaing. Untuk menghindari kegiatan praktik monopoli, pemerintah membuat peraturan yang mengatur tentang kegiatan usaha agar menumbuhkan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat, yaitu UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. d. Masalah Distribusi

Jalur distribusi barang dan jasa yang panjang akan mengakibatkan tingkat harga barang menjadi tinggi dan mahal ketika sampai ke tangan konsumen. Untuk itu, beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah atau swasta untuk memperpendek jalur distribusi sehingga harga barang ketika sampai ke tangan konsumen tidak mahal. Misalnya, PT. Coca Cola Indonesia melakukan distribusi barang melalui lebihdari 120 pusat penjualan di seluruh Indonesia dan didistribusikan langsung melalui ke pedagang eceran (80% pengecer) dan grosir dan 90% masuk kategori usaha kecil Standar Kompetensi : Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro Mendeskripsikan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi

Indikator

Mendeskripsikan pengertian Ekonomi Mikro dan Makro Mendeskripsikan perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro Memberi contoh di masyarakat tentang ekonomi mikro (misal usaha industri kecil) dan Mengidentifikasi Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi Memecahkan Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi

ekonomi makro (misal inflasi, pendapatan nasional dll)

(kemiskinan,pemerataan pendapatan).

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :

Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. Sumber daya tersedia secara terbatas. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.

2. Ekonomi Mikro Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus. Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan) Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi. Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi 1. Masalah kemiskinan

Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.

2.

Masalah Keterbelangkangan

Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju. 3. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja

Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja 4. . Masalah kekurangan modal

Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif. Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi 1. Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan. 2. Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon. 3. Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat. Referensi : http://www.scribd.com/doc/128202773/ekonomi-mikro