Anda di halaman 1dari 2

Feizal Ibrahim 1106068415

Limbah Cair
Limbah cair merupakan buangan yang ke hadirannya pada suatu tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah cair masih mengandung unsur logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Berbeda dengan logam biasa, logam berat biasanya menimbulkan efek-efek khusus pada mahluk hidup. Gambaran bahaya dari logam berat terhadap kesehatan manusia dapat dilihat dari bahaya logam-logam berikut, yaitu : Merkuri (Hg) dalam tubuh manusia akan terakumulasi pada susunan syaraf pusat dan ginjal hingga dapat menyebabkan parestesia hingga gejala berat seperti ataxia dan gagal ginjal Timbal (Pb) dapat menyebabkan kerusakan janin dan menghambat pertumbuhan bayi Kromium yang masuk dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kerusakan berat pada organ dalam tubuh seperti paru-paru dan hati Dan dampak buruknya pada lingkungan adalah sebagai berikut : Dapat menghambat dan menguraikan aktifitas biologi dalam pengolahan limbah sekunder yang menghasilkan tingginya konsentrasi efluen atau sisa buangan organic. Menyebabkan lumpur tidak dapat diubah menjadi tanah secara teratur dan secara agronomis. Menghambat proses nitrifikasi Keberadaan logam berat dalam lingkungan berasal dari 2 sumber. Pertama dari proses alamiah seperti pelapukan secara kimiawi dan kegiatan geokimiawi serta dari tumbuhan dan hewan yang membusuk. Kedua dari aktifitas manusia terutama dari hasil limbah industry electroplating mengandung berbagai jenis ion logam berat yang bisa membahayakan lingkungan dan kesehatan mahluk hidup khususnya yang pada ekosistem sungai.

Peraturan Bapedal Mengenai Limbah Cair


Bapedal telah menetapkan peraturan yang berhubungan dengan limbah cair yang dihasilkan oleh industry yaitu KEP51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kesehatan industry. Isinya adalah tentang kaitannya untuk mengatasi distribusi atau penyebaran limbah cair bagi kesehatan industry dan juga batas-batas keberadaan kadar Cr, Cu, Fe, dan Mn, masing-masing sebesar 0,5 mg/L, 2mg/L, dan 5mg/L. Kadar logam tersebut sangat dibutuhkan bagi industry pelapisan logam yang menghasilkan limbah. Kandungan logam pada limbah harus terdapat dalam batasbatas tertentu. Daftar Pustaka Kementrian lingkngan hidup republic Indonesia, keputusan kepala bipedal, 2011, 15 november. Ketut sumeda (2006). Kajian instalasi pengolahan air limbah industry electroplating yang efisien, jurnal teknik kimia, vol.1, 01, September, 26-36.