Anda di halaman 1dari 6

BAB 2 TERMINOLOGI SITOKIN

Sitokin merupakan protein-protein kecil sebagai mediator dan pengatur immunitas, inflamasi dan hematopoesis.1 Sitokin adalah salah satu dari sejumlah zat yang disekresikan oleh sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh yang membawa sinyal antara sel-sel lokal, dan dengan demikian memiliki efek pada sel-sel lain.2 Sitokin dihasilkan sebagai respon terhadap stimulus sistem imun.1 Sitokin bekerja dengan mengikat reseptor-reseptor membran spesifik, yang kemudian membawa sinyal ke sel melalui second messenger (tirosin kinase), untuk mengubah aktivitasnya (ekspresi gen).1 Respon-respon terhadap sitokin diantaranya meningkatkan atau menurunkan ekspresi protein-protein membran (termasuk reseptor-reseptor sitokin), proliferasi, dan sekresi molekul-molekul efektor.1 Sitokin bisa beraksi pada sel-sel yang mensekresinya (aksi autokrin), pada sel-sel terdekat dari sitokin disekresi (aksi parakrin).1,2 Sitokin bisa juga beraksi secara sinergis (dua atau lebih sitokin beraksi secara bersama-sama) atau secara antagonis (sitokin menyebabkan aktivitas yang berlawanan).1

2.1 Klasifikasi Sel Sitokin Sitokin adalah nama umum, nama yang lain diantaranya limfokin (sitokin yang dihasilkan limfosit), monokin (sitokin yang dihasilkan monosit), kemokin (sitokin
3

Universitas Sumatera Utara

dengan aktivitas kemotaktik), dan interleukin (sitokin yang dihasilkan oleh satu leukosit dan beraksi pada leukosit lainnya).1 Sitokin berdasarkan jenis sel penghasil utamanya, terbagi atas monokin dan limfokin. 4 Makrofag sebagai sel penyaji antigen (Antigen Presenting Cell / APC), mengekspresikan peptida protein Mayor Histocompatibility Complex (MHC) klas II pada permukaan sel dan berikatan dengan reseptor sel T (Tcr), sel T helper. Makrofag mensekresi Interleukin (IL)-1, IL-6, IL-8, IL-12, dan TNF-.5 Pada sel T terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok sel Th1 memproduksi Interleukin-2 (IL-2), Interferon- (IFN- ) dan Limfotoksin (LT).5 Kelompok sel Th2 memproduksi beberapa interleukin yaitu IL-4, IL-5, IL-6, IL-10.6

Tabel

1.

Sitokin-sitokin Imun Selektif dan Aktivitasnya. (M.Decker, PhD,Janet.http://microzet.arizona.edu/Courses/MIC419/Tutorials/ cytokines.html.2006)

Sitokin GM-CSF IL-1 IL-1 IL-2

Sel penghasil Sel Th Monosit Makrofag Sel sel B DC Sel-sel Th1

Fungsi Pertumbuhan dan differensiasi Sel-sel progenator monosit dan DC Sel sel Th co-stimulasi Sel sel B Maturasi dan proliferasi Sel sel NK Aktivasi bervariasi Inflamasi, fase respon akut, demam Pengaktifan sel T Pertumbuhan, proliferasi,aktivasi dan B, sel-sel NK Sel pokok Pertumbuhan dan differensiasi Sel mast Pengaktifan Sel B Pertumbuhan dan pelepasan histamin Proliferasi dan differensiasi lgG1 dan sintesis Ig E MHC klas II Proliferasi

Sel target

IL-3

Sel-sel Th Sel-sel NK Sel-sel Th2

IL-4

Makrofag Sel-sel T

Universitas Sumatera Utara

5 IL-5 Sel-sel Th2 Monosit Makrofag Sel-sel Th2 Sel-sel stromal Stroma sumsum,timus Makrofag Sel endotelium Sel-sel Th2 Pengaktifan sel B Pengaktifan sel B Sel plasma Sel pokok Bervariasi Sel pokok Neutrofil-neutrofil Proliferasi dan differensiasi sintesis lgA Differensiasi sel plasma Sekresi antibodi Differensiasi Respon fase akut Differensiasi kedalam progenitor sel T dan B. Kemotaksis Produksi sitokin Aktivasi Differansiasi CTL (dengan IL-2) Pengaktifan Replikasi virus, ekspresi MCH I Replikasi virus, ekspresi MCH I Replikasi virus Respon MHC Perubahan Ig menjadi IgG2a Proliferasi Eliminasi patogen Kemotaksis Kemotaksis Kemotaksis Sintesis IL-1 Sintesis lgA Proliferasi Ekspresi CAM dan sitokin Sel mati Fagositosis, tidak ada produksi Sel mati

IL-6 Il-7 IL-8 IL-10 IL-12

IFN- IFN- IFN-

MIP-1 MIP-1

TGF-

TNF- TNF-

Makrofag Sel-sel B Makrofag Pengaktifan sel-sel Sel-sel B Tc Sel-sel NK Leukosit Bervariasi Fibroblas Bervariasi Bervariasi Sel-sel Th1 Makrofag Sel-sel Tc, sel- Pengaktifan sel B sel NK Sel-sel Th Makrofag Makrofag Monosit, sel-sel T Limfosit Monosit, sel-sel T Monosit, Makrofag Pengaktifan Sel T, monosit makrofag Pengaktifan sel B Bervariasi Makrofag Makrofag Sel mast, sel-sel Sel tumor NK Sel Th1 dan Tc Fagosit-fagosit Sel tumor

2.2 Reseptor Sitokin Dalam beberapa tahun terakhir, reseptor sitokin telah banyak menyita perhatian para ahli dibandingkan dengan sitokin itu sendiri, sebagian karena karakteristiknya yang luar biasa, dan sebagian karena defisiensi reseptor sitokin

Universitas Sumatera Utara

secara langsung berkaitan dengan melemahnya immunodefisiensi.2,7 Dalam hal ini, dan juga karena redundansi dan pleiomorpishm sitokin, pada kenyataannya merupakan konsekuensi dari reseptor homolog sitokin, banyak para ahli berfikir bahwa klasifikasi reseptor akan lebih berguna secara klinis dan eksperimental.2,7 Sitokin bekerja pada sel-sel targetnya dengan mengikat reseptor-reseptor membran spesifik.1 Reseptor dan sitokin yang cocok dengan reseptor tersebut dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan struktur dan aktivitasnya.1 Klasifikasi reseptor sitokin berdasarkan pada struktur tiga-dimensi yang dimiliki.2,7 a. Reseptor sitokin tipe 1 ( Haemopoitin Growth Factor family ) 2,7 Anggota-anggotanya memiliki motif tertentu pada ekstraseluler asam-amino domain.2,7 Contoh, IL-2 reseptor memiliki rantai (umumnya untuk beberapa sitokin lain) yang kurang sehingga secara langsung bertanggung jawab atas x-linked Severe Combined Immunodeficiency (X-SCID).2,6 X-SCID menyebabkan hilangnya aktivitas kelompok sitokin ini.1 b. Reseptor sitokin tipe 2 ( Interferon ) 2,7 Anggota-anggotanya adalah reseptor-reseptor terutama untuk interferon.7 Reseptor-reseptor kelompok interferon memiliki sistein residu (tetapi tidak rangkain Trp-Ser-X-Trp-Ser) dan mencakup reseptor-reseptor untuk IFN, IFN, IFN.1 c. Reseptor sitokin tipe 3 ( Tumor Necrosis Factor family ) 2 Anggota-anggotanya berbagi sistein-ekstraseluler yang umumnya banyak mengikat domain, dan termasuk beberapa non-sitokin lain seperti CD40, CD27, dan CD30, selain yang diberi nama (TNF).2,7

Universitas Sumatera Utara

d. Reseptor kemokin 7 Reseptor kemokin mempunyai tujuh transmembran heliks dan berinteraksi dengan G protein. Kelompok ini mencakup reseptor untuk IL-8, MIP-1, dan RANTES. 1 Reseptor kemokin, dua diantaranya beraksi mengikat protein untuk HIV (CXCR4 dan CCR5), yang juga tergolong ke dalam kelompok ini.2 e. Immunoglobulin (Ig) superfamili 2,7 Immunoglobulin (Ig) yang sudah ada seluruhnya pada beberapa sel dan jaringan dalam tubuh vertebrata, dan berbagi struktural homologi dengan immunoglobulin (antibodi), sel molekul adhesi, dan bahkan beberapa sitokin. Contoh, IL-1 reseptor.2 f. Reseptor TGF beta 7 Anggotanya dari transformasi faktor pertumbuhan beta superfamili, yang tergolong kelompok ini, meliputi TGF-1, TGF-2, TGF-3.2 Reseptor sitokin bisa keduanya merupakan membran berbatas dan larut. Reseptor sitokin yang larut umumnya secara ekstrim sebagai pengatur fungsi sitokin.2 Aktivitas sitokin bisa dihambat oleh antagonisnya, yaitu molekul yang mengikat sitokin atau reseptornya. Selama berlangsungnya respon imun, fragmenfragmen membran reseptor terbuka dan bersaing untuk mengikat sitokin. 1
Tabel 2. Reseptor-reseptor sitokin (http://en.wikipedia.org/wiki/Cytokine_reseptor: 2006)

Tipe Reseptor tipe 1

Contoh a. Reseptor tipe 1 interleukin b. Reseptor eritropoietin c. Reseptor GM-CSF d. Reseptor faktor interleukin

Struktur Tergantung pada motif ekstraseluler-asam amino domain mereka. Yang dihubungkan

Mekanisme JAK phosphory late dan mengaktifkan

Universitas Sumatera Utara

8 e. Reseptor G-CSF f. Reseptor prolakin g. Reseptor faktor penghambat leukemia a. Reseptor tipe 2 interleukin b. Reseptor interferon / c. Reseptor gamma interferon sampai Janus Kinase (JAK) family dari tirosin kinase. protein-protein pada lintasan transduksi sinyalnya.

Reseptor tipe 2

Imunoglobin a. Reseptor interleukin-1 superfamili b. CSF 1 c. C Reseptor d. ReseptorInterleukin 18

Berbagi homologi struktural dengan imunoglobinimunoglobin (antibodi), sel molekul-molekul adhesi dan bahkan berapa sitokin. Sistein-kaya akan ekstraseluler mengikat domain

Reseptor tumor nekrosis faktor family Reseptor kemokin

Reseptor TGF beta

a. CD27 b. CD30 c. CD40 d.CD120 e. Reseptor Lymphotoxin beta a. Reseptor interleukin 8 b. CCR1 c. CXCR4 d. Reseptor MCAF e. Reseptor NAP-2 a. Reseptor TGF beta 1 b. Reseptor TGF beta 2

Tujuh transmembran heliks

G proteinberpasangan

---------ooOoo---------

Universitas Sumatera Utara