Anda di halaman 1dari 5

SOAL-SOAL SEDIMENTOLOGI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

23. 24. 25. 26. 27. 28. Katgori/ pengelompokan bedform Flow variabel Faktor yg mengontrol sorting sedimen Profil flow velocity dan boundry layer Gaya utama yg berlku pada model transpor partikel sedimen Perilaku aliran fluida pada kondisi high & low velociy Dua gaya utama yg saling beerlomba menentukan sifat fluida dinamik Faktor yg mengatur kaminaritas dan turbulensi fluid flow 3 point utama makna pembacaan hjulstrom diagram Tipe mekanisme gerak partikel sedimen dalam proses transportasi Mekanisme support populasi suspended load, turbulent edies Transfer kondisi suspended load, dr suspensi ke bed load Model anatomi/konfigurasi ripple (sketsa foreset laminasi dll) Yg mengontrol ukuran bedform pd populasi sedimen berukuran pasir Model anatomi/konfigurasi orbital wave (dgn anotasi H, L, A dll) Faktor yg mengontrol geometri foreset cross-stratifikasi (straight & tangential) 2 tipe urutan facies pada braided river & urutan facies transisional ke arah mendering river(sketsa & keterangan) Urutan facies tipikal meandering river (sketsa dan keterangan) Perkembangan progradasi delta (proses, keterangan, sketsa) Perkembangan sedimentasi muara sungai pada kondisi transgresi (faktor tidal, wave &sungai;proses, keterangan, sketsa) Mekanisme pembentukan facies turbidite, transport & sedimentasi (deskripsi Middleton, 1976) Urutan facies turbidit lengkap pada bouma sequnce (terangkan, sketsa, deskripsi) 4 lingkungan sedimentasi tipikal bagi sedimentasi turbidite (turbidite facies) 3 setting sedimentasi pada tidally dominated channle, tempat khas dan asosiasi struktur sedimen 3 zonasi proses sedimentasi pada lingkungan tidal flat 2 setting utama yg mengontrol kondisi sedimentasi lingkungan tidal flat Unsur pengendapan /feature pada sistem barrier island (sketsa & eksplanasi) Tipikal facies pada lingkungan strom shelf, proksimal dan distal ( ungkapkan dan sketsa)

JAWABAN 1. Pengontrol Bedform Secara garis besar bedform itu bisa dikelompokan tergantung dari sudut pandangnya, apabila kitamelihatnya secara 2 Dimensi, maka bedform itu sendiri bisa kita kelompokkan berdasarkan bedconfigurationnya, seperti apa yang terdapat didalam table flow regime (ripple, ripple on dunes dsb),bedform ini sudah tersusun sesuai dengan peningkatan flow fluid, grain size serta hubungan antarabed/bentuk permukaan fluida dengan water surface/ aliran dasarnya apakah out of phase atau in phase.Kemudian apabila kita melihatnya secara 3 dimensi, maka bedform dapat di kelompokkan berdarkangeometry serta bentuk pada setiap bed setnya..(untuk lebih jelasnya bisa di liat di buku DepositionalSystems-nya Richard. A. Davis.Jr)Sebagai contoh :Trough cross stratification : istilah ini digunakan untuk bedform dimana untuk setiap paket atau satu setinternal startificationnya berbentuk lenticularPlanar cross stratification : istilah ini digunakan untuk bedform dimana untuk setiap paket atau satu setinternal

2.

3.

4.

5.

6. 7.

8.

9.

startificationnya berbentuk linier..Begitu pula seterusnya..seperti sinuous bedform, crescentic bedform dll.. Flow variable Untuk flow variable biasanya dilihat variabel2 apa yang bisa mempengaruhi flow pattern itu sendiri,,sehingga kita bisa memprediksi dampaknya terhadap sedimentation processes..untuk bisa menentukanbahwa aliran (flow) tersebut memiliki pola laminar atau turbulence, biasanya dikaitkan dengan suatubesaran Reynolds dimana besaran ini dinyatakan dengan persamaan Re = (U L)/ v, dimana :U = flow velocity, L= reference length/ water depth, v= viskositas Faktor yg mengontrol sorting sedimen Biasanya energy pengendapan dan flow pattern bisa berperan dalam control apakah suatu endapansedimen tersebut well sorted atau enggak. Profil flow velocity dan boundry layer Ketika fluida mengalir diatas suatu permukaan sedimen, pada umumnya besarnya kecepatan tidak selaluseragam ,melainkan akan membentuk suatu gradient/kemiringan terhadap permukaan dasar alirannya,ketika gradient ini semakin besar maka akan terbentuk shear stress yg semakin besar pula, zona shearstress ini lah yang kita sebut sebagai boundary layer (untuk lebih jelasnya bisa di liat modelnya di bukuDepositional Systems-nya Richard. A. Davis.Jr hal 38.) Gaya utama yg berlku pada model transpor partikel sedimen Ada dua gaya utama, pertama gaya fluida yg merupakan resultan dari lift component akibat Bernoullieffect dan drag component, dan kedua gaya gravitasi. Faktor yg mengatur laminaritas dan turbulensi fluid flow fluid velocity dan viscocity 3 point utama makna pembacaan hjulstrom diagram Di dalam diagram ini kita bisa mengetahui hubungan antara flow velocity, grain size, dan particlemovement. Tipe mekanisme gerak partikel sedimen dalam proses transportasi Secara garis besar ada dua, yaitu bed load : dimana pada saat transportasi berlangsung partikel sedimen nya kontak dengan bed surface,ada dua jenis pergerakaan yaitu rolling dan saltationsuspended load : pada saat transportasi berlangsung partikel sedimen nya tidak kontak dengan bedsurface. Faktor yg mengontrol geometri foreset cross-stratifikasi (straight & tangential). itu biasanya dikontrol oleh tekstur sedimen, bed shear stress, dan rasio antara stream flow dengan kedalaman (bisa diliat di dalam table Jopling.1963,1965).

10. 2 tipe urutan facies pada braided river & urutan facies transisional ke arah mendering river (sketsa & keterangan) klo dr buku Depositional Systems nya Davis, dua macam fasies tipikal yg biasa terdapat pada braidedstreams yaitu:Gravel braided facies: unit pengendapan tipikal biasanya berlapis/bedded dan banyak sekali terdapatimbrikasi dari klastik sdimen. Banyak sekali terdapat gravel yg interbedded dengan batupasir(sandstones). Terdapat coarse sand yang melensa membentuk longitudinal bars yang tipis dengan relief yang rendahSandy braided facies: apabila kita ambil contoh seperti yg terdapat pada Formasi Point Battery di Quebec,Canada..biasanya facies ini dicirikan oleh unit pengendapan yang menghalus ke atas (fining

upward),didominasi oleh endapan2 fluviatic krn banyak terdapat fosil ikan air tawar, pada bagian dasar unitpengendapan berupa unit basalt yang terdiri dari coarse sand dan mudstone yang terletak pada erosionalsurface/bidang erosi. (untuk sketsa dan keterangan lebih detail bisa diliat di Depositional SystemsnyaDavis hal 241). 11. Urutan facies tipikal meandering river (sketsa dan keterangan) Typical sequence: Finning upward dari unit channel yang terdiri dari lag gravel (biasanya dari basalt)sampai unit sandy point bar dengan berbagai macam produk bedformnya seperti plane beds, troughcross beds, dan ripple drift. Terdapat juga komponen fine grained dari laminated muds yang biasanyaterbentuk pada oxbow lakes, natural leeves, crevasse splays dan floodplain. 12. Perkembangan sedimentasi muara sungai pada kondisi transgresi (faktor tidal, wave &sungai; proses,keterangan, sketsa). Sebenarnya untuk pertanyaan ini, banyak sekali kontrolnya klo dikaitkan dengan kondisi transgresikarena selain melibatkan supply sediment juga harus kita kaitkan juga dengan accommodation space ygberperan serta control tektonik dan eustasi seperti apa yg dipakai, sehingga bisa kita lihat stackingpatternnya apakah prograde atau retrograde dsb...Klo kita simplifikasikan saja pertanyaan, dimana kondisi transgresi disini memiliki pengertian bahwadalam proses perkembangan sedimentasi pada muara sungai, marine processes lebih dominan daripadariverine processes, maka jawabannya kurang lebih seperti ini:Faktor Tides, Untuk tidal dominated biasanya ditandai dengan adanya proses bidirectional current, yangdi tandai oleh sediment bodies yang lebih terakumulasi ke arah laut (seaward) terhadap river mouth.Faktor Waves, Biasanya sedimentasi berkembang atau banyak terakumulasi dekat mulut sungai (rivermouth).Dan hanya terbentuk satu sediment bodies yang besar dan di dominasi oleh sandFaktor Sungai, biasanya banyak endapan sand yg berkembang didepan river mouth (swash bar,subaqueous levee), kemudian endapan channel berkembang sampai pada river mouth.

13. Mekanisme pembentukan facies turbidite, transport & sedimentasi (deskripsi Middleton, 1976) Mekanisme pembentukan facies ini disebabkan oleh system arus pekat atau arus turbidit (turbiditycurrents), biasanya hal ini bisa terjadi karena adanya campuran antara sedimen dan fluida yang bergerak cepat pada lereng akibat pengaruh gravitasi atau runtuhan dengan perbedaan densitas yang cukup tinggiantara massa sedimen dengan fluidanya.Biasanya produk endapan dari system arus seperti ini, menurut Middleton dibagi kedalam 4 bagian,yaitu : Head, neck, body, n tail pada bagian Head biasanya well sorted, merupakan bagian yang palingtebal, dan mengandung butiran yang paling kasar (coarse). Friksi yang terjadi selama proses transportasiberlangsung menyebabkan campuran / massa fluida dan sedimen membentuk endapan dengan anatomidi bagian hulu/ depan membentuk bagian yang paling tebal (head) karena pada bagian ini lah erosi danmodifikasi dari komposisi endapan terjadi, kemudian menipis sampai ke bagian hilir atau tail-nya. 14. Urutan facies turbidit lengkap pada bouma sequnce (terangkan, sketsa, deskripsi)

Bouma,1962..membaginya kedalam 5 unit pengendapan...yaitu (berurutan dari yang tertua sampai ygtermuda) sequence A biasanya massive tidak terdapat struktur sedimen, tetapi terkadang juga terbentuk graded,terbentuk dari hasil pengendapan yang cepat dengan mekanisme suspensi. sequence B biasanya terdapat struktur pararel laminasi, terbentuk pada kondisi upper flow regime. sequence C biasanya ditandai dengan terdapatnya ripple lamination, atau convolute lamination, terbentuk pada kondisi lower flow regime. sequence D ditandai dengan terbentuknya upper pararel lamination, terbentuk dengan mekanismesuspense serta ditandai dengan adanya reworke pada dasar permukaan/bed. sequence E ditandai dengan endapan mudstone, terbentuk oleh mekanisme suspense pada kondisi air yang tenang. 15. 4 lingkungan sedimentasi tipikal bagi sedimentasi turbidite (turbidite facies) Biasanya sih terdapat di daerah deep water, seperti submarine fan, slope,continental rise dan mungkinuntuk beberapa kasus tertentu bisa terdapat di alluvial fan. 16. 3 zonasi proses sedimentasi pada lingkungan tidal flat Tidal flat itu sendiri merupakan lingkungan dengan relief yang rendah dan terdiri dari unconsolidated danunvegetated sediments, yang terakumulasi didalam intertidal range, termasuk supratidal zones.Lingkungan ini hadir atau bisa terbentuk apabila lingkungan salt marshes tidak tumbuh atau selain itu juga lingkungan tidal flat ini bisa hadir diantara lingkungan marsh dan subtidal.Bicara mengenai zonasi proses sedimentasinya, kita bisa ambil contoh yang lengkap pada daerah buy of Fundy, Canada..didaerah ini sequence pengendapan tidal flat bisa dibagi kedalam 3 paket zonasipengendapan, yaitu supratidal (berupa salt marsh), kemudian intertidal (asosisasinya terdiri dari sandbar, tidal channel, braid bar, dan mud flat), dan terakhir subtidal (terdiri dari gravel atau bedrock). 17. 2 setting utama yg mengontrol kondisi sedimentasi lingkungan tidal flat 2 setting utama yang mengontrol sedimentasi pada tidal flat yaitu,Pada kondisi Low tide, biasanya pada daerah dengan kondisi seperti ini produk endapannya relativekasar/coarse grained karena energy gelombang yang tinggi, serta peran tidal currents yangmenyebabkan terjadinya winnowing pada partikel halus (fine grained) sehingga hanya partikel2kasar/coarse grained saja yang terendapkanPada kondisi High tide, pada daerah dengan kondisi seperti ini produk endapannya relative halus/finegrained, karena pada kondisi ini baik energy gelombang maupun tidal current rendah, yangmenyebabkan teSistem barrier Island, biasanya :Geometry : Elongate, terdapat shoestring sands dengan sequence marine shales, ketebalannya bisamencapai 10 meter, lebarnya bisa mencapai 1 km, dengan panjang berkisar antara 10 sampai ratusankilometer.Typical sequence: tipikal coarsening upward, untuk prograding barriers, offshore muds tertutup olehshoreface silts and sand dan terakhir ditutupi oleh medium and fine grained beach sama dune sands,untuk trangressive barriers, mud lagoon interfinger dengan endapan washover and tidal inlet sands trusditutupi sama dune sandsSedimentology : Beach sands yang terdiri dari mature quartz yang bercampur dengan beberapa lags dariheavy mineral. Banyak terdapat laggonal muds serta bisa sebagai tempat

terakumulasinya peat dan coal.Untuk bedformnya sendiri biasanya berupa shallowdipping tabular cross beds dan plane beds yangbiasanya terletak pada shoreface dan washover fan. Untuk Beach sand-nya sendiri memiliki tipikal ygunik untuk cross-stratification-nya. Untuk Eolian dunes biasanya memproduksi tabular dan trough cross-beds dalam skala besar, serta adanya burrowed. 18. Unsur pengendapan /feature pada sistem barrier island (sketsa & eksplanasi) Sistem barrier Island, biasanya :Geometry : Elongate, terdapat shoestring sands dengan sequence marine shales, ketebalannya bisamencapai 10 meter, lebarnya bisa mencapai 1 km, dengan panjang berkisar antara 10 sampai ratusankilometer.Typical sequence: tipikal coarsening upward, untuk prograding barriers, offshore muds tertutup olehshoreface silts and sand dan terakhir ditutupi oleh medium and fine grained beach sama dune sands,untuk trangressive barriers, mud lagoon interfinger dengan endapan washover and tidal inlet sands trusditutupi sama dune sandsSedimentology : Beach sands yang terdiri dari mature quartz yang bercampur dengan beberapa lags dariheavy mineral. Banyak terdapat laggonal muds serta bisa sebagai tempat terakumulasinya peat dan coal.Untuk bedformnya sendiri biasanya berupa shallow-dipping tabular cross beds dan plane beds yangbiasanya terletak pada shoreface dan washover fan. Untuk Beach sand-nya sendiri memiliki tipikal ygunik untuk cross-stratification-nya. Untuk Eolian dunes biasanya memproduksi tabular dan trough cross-beds dalam skala besar, serta adanya burrowed