Anda di halaman 1dari 94

1

KI MI A FI SI KA

Termodinamika
- Kimia Fisika
Kinetika Kimia


- Hukum Termodinamika Kimia: 0, 1, 2, 3.

- Sistem (termodinamika): bagian dari alam semesta
yang menjadi pusat perhatian.

- Keliling (surroundings): bagian dari alam semesta
diluar sistem.

- Sistem terbuka: materi dan atau energi dapat keluar
atau masuk sistem.

- Sistem tertutup: materi tidak dapat keluar atau
masuk sistem, energi dapat keluar atau masuk sistem.

- Sistem terisolasi: batas sistem mencegah semua
interaksi dengan lingkungan (keliling)-nya. Tidak ada
materi dan energi keluar atau masuk sistem.

- Besaran termodinamika:
- Ekstensif, dipengaruhi oleh ukuran.
- I ntensif, tidak dipengaruhi oleh ukuran.
2
Persamaan Keadaan Gas Sempurna

Fasa zat yang ada dalam sistem: - Gas
- Cair
- Padat

Variabel keadaan gas: massa, volume, temperatur dan
tekanan.
Robert Boyle :







Gay. Lussac:







V =a +bt
V =V
0
+bt
b =slope =(
V
t
c
c
)
p

V =V
0
+(
V
t
c
c
)
p
t
T =25
0
C
Massa tetap
V
|
p
V =C/p
pV =C
V
0
Tekanan dan massa tetap
V
|
t/
0
C
0
3
Charles: kenaikan relatif volum persatuan temperatur
sama untuk semua gas.

Perubahan volume/temperatur: (
V
t
c
c
)
p

Kenaikan volum relatif/temperatur:
0
1
V
.(
V
t
c
c
)
p

Koef. Ekspansi termal: o
0
=
0
1
V
.(
V
t
c
c
)
p
V =V
0
(1 +o
0
t) =V
0
o
0
(
0
1
+t

)
T =(
0
1
+t

)
V =
0
V
0
T

Boyle:

C
V =
p

0
0
C
V =
p

C
0
=konstanta pada t =0
C
0
=f (massa) C
0
=B w
B =konstanta
w =massa


0 0
C T
V=
p

0
B wT
V=
p


4
M =massa pada keadaan standar (T
0
, V
0,
p
0
)
0 0
0 0
pV 1
M= .
B T

0 0
0
p V
R=
T
R = 8,314 P
a
m
2
K
-1
mol
-1

=8,314 J K
-1
mol
-1

=1,987 kal K
-1
mol
-1

=8,206 x 10
-2
dm
3
atm K
-1
mol
-1


0
R
B=
M

w RT
V=
M p

pV = n R T

Persamaan gas sempurna untuk campuran gas?

Hukum Dalton: p =p
A
+p
B
+..... =Ep
i

i
i
n RT
p =
V

p = Ep
i
= E
i
n RT
V
=
nRT
V

Tekanan parsial masing-masing komponen:
x
i
=n
i
/n =(p
i
V/RT)/(pV/RT)
p
i
=x
i
p
5
Contoh soal:
Udara kering yang mempunyai komposisi 80 %
(mol/mol) N
2
dan 20 % (mol/mol) O
2
dialirkan melalui
air pada temperatur 25
o
C. Tentukan tekanan parsial
masing-masing komponen, jika tetakan total tetap 1
atm, dan tentukan berat masing-masing komponen
dalam volume 10 liter.


Tekanan uap air sebagai fungsi temperatur:

Temperatur/
o
C Tekanan/tor
5 6,5
10 9,2
15 12,8
20 17,5
25 23,8
30 31,8
35 42,2
40 55,3
45 71,9
50 92,5
55 118,0
60 149,4
65 187,5
70 233,7
75 289,1
80 355,1
85 433,6
6
Persamaan Keadaan Gas Nyata
Gas Ideal:
V RT
=
n p


RT
V =
p

dari rumus ini, jika p =, atau T = 0, maka
V
=0
Fakta: gas bisa dicairkan gas punya volume (V
0
= 0)
RT
V=b+
p

RT
p=
V-b

koreksi lainnya: gas antar molekul
2 2
1 a
V V


persamaan gas Van der Waals:
2
RT a
p = -
V-b
V

( )
2
a
p+ V-b =RT
V
| |
|
\ .

( )
2
2
n a
p+ V-nb =nRT
V
| |
|
\ .


7
8
Definisi: faktor kompresi
pd p =0 ;
T
Z
=?
p
| | c
|
c
\ .

Pada temp. Boyle;
B
a
b- =0
RT
gas bersifat ideal
Gas ideal : Z =1
Pd p 0 semua gas : Z =1
Pd p
||
: Z > 1 (semua) tolak menolak dominan
Pd p
|
: Z < 1 (beberapa) gaya tarik menarik
dominan
Titik kritis gas van der Waals:
2
RT a
p = -
V-b
V

0 ) (
2 3
= + +
p
ab
V
p
a
V
p
RT
b V

persamaan pangkat 3 ada 3 harga V
pada kondisi kritis
c
1 2 3
V =V =V =V

( )( )( ) ( )
3
2 3
1 c
V-V V-V V-V =V-V =0

3 2 2 3
c c c
V - 3V V +3V V - V =0

pV
Z=
RT

T
Z
=?
p
| | c
|
c
\ .

9
c
RT
3V =b+
p

2
c
a
3V =
P

3
c
ab
V =
P

2
c
a
p = b
27

c
8a
T =
27Rb

c
V =3b

cara lain: berdasarkan konsep titik belok
T
p
=0
V
c
| |
|
c
\ .

2
2
T
p
=0
V
| |
c
|
c \ .

persamaan keadaan tereduksi
2
c
c
a=3p V

c
V
b=
3

c
c
c
8p V
R=
3T

( )
2
c c
c c
2
c
c
3
8p V T 3p V
p= -
3T V-V
V

( )
( )
c
2
c
c
c
T
8
T
p 3
= -
p
V
V
3 -1
V
V
| |
|
\ .

variabel tereduksi:
c
p
=
p
c
T
=
T
c
V

V
u =

2
8 3
= -
3-1
the law of corresponding state
(Persamaan Keadaan bersesuaian)
10
Contoh Soal :
J ika 1 mol gas etana dimasukkan ke dalam wadah
dengan volume 22,414 L pada temperatur 273,15 K.
Tentukan tekanan gas :
a. Menggunakan persamaan gas sempurna
b. Menggunakan persamaan gas van der Waals
Diketahui: Tetapan van der Waals untuk etana
a = 5,489 L
2
.atm.mol
-2

b = 6,380.10
-2
L.mol
-1


Latihan Soal:
Dengan menggunakan persamaan keadaan gas van der
Waals
a. Tentukan Temperatur Boyle untuk Cl
2

b. Tentukan jari-jari molekul Cl
2
jika dianggap
berbentuk bola
Diketahui: Tetapan van der Waals untuk Cl
2

a = 6,493 L
2
.atm.mol
-2

b = 5,622.10
-2
L.mol
-1

11
KI NETI KA GAS

Tujuan kimia fisika: menterjemahkan hasil pengamatan
sifat-sifat sistem makroskopik
kedalam sistem mikroskipik.

Asumsi-asumsi gas ideal:
1. Gas ideal terdiri dari partikel-partikel (molekul-
molekul) yang sangat kecil sehingga volumenya
dapat diabaikan
2. Partikel-partikel gas bergerak dalam lintasan lurus.
3. Tidak ada interaksi antar partikel
4. Arah gerak molekul acak. Tendensi bergerak kesetiap
arah sama besar.
5. Kecepatan molekul terdistribusi sesuai dengan
distribusi maxwell.
6. Tumbukan antar molekul lenting sempurna.



12
Tekanan dan laju gas
Partikel gas dengan massa m
bergerak dengan kecepatan u
1

kearah dinding yang luasnya A.
kecepatan setelah menumbuk
dinding =-u
1

Momentum =massa x kecepatan
Perubahan momentum =momentum akhir momentum
awal
Perubahan momentum setelah menumbuk dinding
=(-mu
1
) (mu
1
) =-2 mu
1

waktu antara 2 tumbukan =2 l /u
1

jumlah tumbukan/satuan waktu =
l
u
u l 2 / 2
1
1
1
=

Gaya =perubahan momentum/satuan waktu
( ) l mu
l
u
mu 2 / 2
2
2
2
1
1
1
=
|
.
|

\
|
=

gaya pada dinding =- gaya partikel gas
l
mu
2
1
=


l
13
tekanan =gaya / luas
V
mu
Al
mu
A
l
mu
p
2
1
2
1
2
1
= = =

p V =m u
1
2

jika dalam wadah terdapat N partikel:
( )
2
2 2 2 2
1 2 3 n
u=u +u +u +......+u /N

u
1
2
+u
2
2
+u
3
2
+.....+u
n
2
=Nu
2

2
pV = mNu

partikel gas bergerak kesegala arah dengan probabilitas
yang sama yang dapat diproyeksikan pada arah x, y, z
2 2 2 2
c =u+v+w

2 2 2
u=v=w


2 2
1
u= c
3

2
2
N
mNac
Nmc
Na
pV= =
3 3

2
nM c
pV =
3
gas ideal: pV =nRT
2
rms
c = c

2
nMc
=nRT
3

rms
3RT
c =
M

R =kN
A
dan M =mN
A
shg
rms
3kT
c =
m

14
C
rms
dapat ditentukan juga dari distribusi Maxwell
Distribusi Maxwell

3
2
2
2 mc /2kT
1 m
F(c) 4 c e
N 2 kT
c
dn
dc

| |
= =
|
\ .

Penyajian lain untuk kecepatan gas :
Kecepatan rata-rata:
8kT 8RT
<c>= =
m M


Hal ini dihitung dari:
3
2
2
~
3 mc /2kT
0
m
c 4 c e dc
2 kT

| |
=
|
\ .
}


Kecepatan paling mungkin:

mp
2kT 2RT
C =
m M
=


Teori kinetik gas:
gas mono atom:
trans
3
U = RT
2


V
V
U 3
C = = R
T 2
| |
c
|
c
\ .

15
gas poliatom:
linier
5
U = RT +(3N-5)RT
2


V
5
C = R +(3N-5)R
2

non linier
6
U = RT +(3N-6)RT
2


V
6
C = R +(3N-6)R
2



16
Keseimbangan Termal


Hukum termodinamika ke nol: konsep temperatur
1. Sistem yang ada dalam keseimbangan termal
mempunyai temperatur yang sama.
2. Sistem yang tidak dalam keseimbangan termal
temperaturnya berbeda


Konduktor panas

A B B C A C
Seimbang Seimbang Seimbang

Temperatur:
J ika digunakan panjang batang logam sebagai ukuran :

Temperatur berbanding langsung dengan panjang
metal.
y berbanding langsung dengan x, secara matematis
dapat ditulis :

y o x
y =a x +b

17
J ika temperatur =t
Panjang logam pada temperatur t =L
Panjang logam pada temperatur t
0
=L
0

Panjang logam pada temperatur t
100
=L
100

Perubahan panjang logam antara temperatur t
0
=0
sampai t
100
=100 adalah linier maka berlaku :

t= 100 (L - L
0
)/(L
100
-L
0
) + t
0
(L L
0
)/(t t
0
) =(L
100
L
0
)/100
AL/At =(L
100
L
0
)/100
dL/dt =(L
100
L
0
)/100
J ika digunakan sembarang bahan yang mempunyai
perubahan sifat, y, yang linier terhadap perubahan
temperatur, t, maka :
dy/dt =(y
100
y
0
)/100
J ika diintegralkan akan menghasilkan:
y =(y
100
y
0
) t/100 +C
jika pada t
0
=0, y =y
0
maka berlaku:
y =(y
100
y
0
) t/100 +y
0

t =100 (y y
0
)/(y
100
y
0
)
jika temperatur pembanding adalah t
1
dan t
2
berturut-
turut untuk sifat y
1
dan y
2
maka berlaku:
t =(t
2
t
1
) (y y
1
)/(y
2
y
1
) +t
1

18
J ika digunakan volume gas sebagai alat ukur (t
0
=0):
t =100 (V V
0
)/(V
100
V
0
) +t
0
t =100 V/(V
100
V
0
) +100 V
0
/(V
100
V
0
)

Nilai V
0
/(V
100
V
0
) untuk berbagai gas selalu sama,
menghasilkan konstanta dengan nilai 273,13 sampai
273,17 maka diputuskan t
0
=273,15 sebagai skala
temperatur termodinamika.

Skala temperatur termodinamika (absolut).

0
100 0
V - V
t = 100
V - V


100 0
0
V - V 1
= = C
V A

0
100 0
p - p
t = 100
p - p


0 100 0
lim
100p
T =
p 0 p -p


0
0
0 100 0
lim
100p
T =
p 0 p - p

T
0
=273,13 s/d 273,17 T
0
=273,15 K
19

Contoh Soal:
Untuk mengalirkan arus listrik 1 mA pada 0
o
C melalui
kawat sepanjang 20 cm diperlukan beda potensial antara
dua ujung kawat tersebut sebesar 100 mV. Pada
temperatur 80
o
C arus yang sama dapat dialirkan dengan
menggunakan beda potensial 120 mV. Bila dalam suatu
ruangan untuk mengalirkan arus yang sama
memerlukan beda potensial 112 mV, berapa temperatur
ruangan tersebut dalam satuan Kelvin?










20
Hukum Termodinamika Pertama

- Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnakan
- J umlah total energi alam semesta konstan



- Energi dalam (internal energi) sistem terisolasi tetap

Proses yang mungkin terjadi dalam sistem (terbuka).
- Tidak ada materi atau energi U
f
=U
i
AU =0
masuk atau keluar sistem
- J umlah materi dan energi
yang masuk sama dengan U
f
=U
i
AU =0
jumlah materi dan energi
yang keluar sitem
- J umlah materi dan energi
yang masuk lebih banyak U
f
> U
i
AU =+
dibanding jumlah materi
dan energi yang keluar sistem
- J umlah materi dan energi
yang masuk lebih sedikit U
f
< U
i
AU =-
dibandingkan jumlah materi
dan energi yang keluar sistem
waktu
AU =0
U
Energi
|
Materi
Energi

Energi Internal tetap
Materi
Energi
21





- Energi dalam suatu sistem hanya tergantung pada
keadaannya (tidak ditentukan oleh jalannya proses).
Buktikan AU
AB
jalan 1 =AU
AB
jalan 2 =AU
AB
jalan 3


Work: Kerja atau Usaha, W

Kerja hanya nampak pada batas sistem selama
terjadinya proses (perubahan keadaan), dan dapat dilihat
dari efeknya terhadap lingkungan.

Percobaan J oule:
Kerja yang dirusak di lingkungan menghasilkan
kenaikan temperatur sistem. Kerja di lingkungan diubah
menjadi energi termal sistem.
U
|
U
B
U
A
U
D
A
C
B
D
22





sistem
W = -mgh




Sistem kehilangan kerja
Kerja dihasilkan di lingkungan
Kerja mengalir ke lingkungan



Sistem menerima kerja
Kerja dirusak di lingkungan
Kerja mengalir dari lingkungan.

Lingkungan
m

h

- - - - - - - - - -
- - - - - -- - - -
- - - -- - - - - -
- - -sistem-
h = -
m
W =+
h = +
m
W =-
23
Kerja Ekspansi




W= -mgh

mg
=P
A

W =-P A h
A h= V

2 1
W = -PV
= -P(V -V )

V = + W =-
V = - W =+





Kerja 2 langkah:




V V
2
V
1

P
P

h

T, p
1
,V
1

m
T, p
2
,V
2

m
P
P
T, p
3
, V
3

m
V
2
V
1
T, p
1
,V
1

m
1

T, p
2
, V
2

m
2

P
1
P
2
P
2
24
W =W
1
+W
2
=- P
1
V
1
-

P
2
V
2

W =- P
1
(V
2
V
1
) - P
2
(V
3
V
2
)







Kerja Ekspansi Multi Langkah (reversible)
W = - p dV
2
1
V
2
1 V
W = W = - p dV c
} }







V

V
2
V
1
P


P
1

V
1
V V3 V
2

P
2

p

W
1
W
2
25
Kerja Kompresi





1 2 1 2 3 2
W=-P(V -V )-P (V -V )

Kerja Ekspansi Maksimum
Kerja Kompresi Minimum
Contoh Soal:
1. Berapa J oule kerja yang terlibat apabila 0,01 mol
gas ideal dengan volume 300 mL pada temperatur
27
o
C dikompresikan secara isotermal reversibel
sampai volumenya menjadi 150 mL? J elaskan
transfer energi yang terjadi!
2. Berapa kerja yang terlibat apabila 0,1 mol gas Cl
2
yang mengikuti persamaan gas van der Waals
dengan volume 300 mL pada temperatur 27
o
C
diekspansikan secara isotermal reversibel sampai
volumenya menjadi 600 mL? J elaskan transfer
energi yang terjadi!

P
1

V
1
V3 V
2

P
2

P =?
26

Kerja siklus:



eks 2 2 1
W = - P (V -V )

komp 1 1 2
W =- P(V -V )

sik eks komp 2 2 1 1 1 2
W =W +W =-P (V -V )-P(V -V )

sik 2 1 2 1
W = - (P -P)(V -V )

J ika P
eks
=p dan P
komp
=p maka W
sik
=0
Sistem dan lingkungan kembali ke keadaan awal.
sik
W = W c
}

sik
Q = Q c
}

Hukum Termodinamika pertama: J ika sistem
melakukan transformasi siklus maka kerja yang
dihasilkan di lingkungan sama dengan panas yang
diserap dari lingkungan.
W= - Q c c
} }
( Q+W)=0 c c
}
P =P
2
kompresi
ekspansi
T
P
2

V
2
T
P
1
V
1
P =P
1
P
1
>P
2

V
1
<V
2
27
Energi internal: dU =Q + W

dU = 0
}
f f f
i i i
dU = Q+ W c c
} } }

U = Q + W
Q berbanding langsung dengan perubahan temperatur
air di lingkungan
Temperature air (lingkungan) berarti panas mengalir
dari lingkungan.
Temperature air (lingkungan) berarti panas mengalir
ke lingkungan.

Perubahan Energi dan Perubahan Sifat Sistem

Variabel sistem: n, p, V, T

V T
U U
U=U(T,V) dU= dT + dV
T V
c c
| | | |

| |
c c
\ . \ .

28
dU = Q + W
W=- PdV
c c
c

V T
U U
Q - PdV= dT + dV
T V
c c
| | | |
c
| |
c c
\ . \ .

J ika Volume konstan: dV =0
V
V
U
Q = dT
T
c
| |
c
|
c
\ .

V
V
V
Q U
= = C
dT T
c c
| |
|
c
\ .

V
V
dU =Q
U = Q
c

2
1
V
T
V
T
dU= C dT
U= C dT
}

Q =+ berarti energi mengalir dari lingkungan


Percobaan J oule: Ekspansi bebas






------------------------------------------
------------------ T--------------------
------------------------------m----------
------------------------------------------
-
A B
vakum
29
W = 0 dU =Q
Temperatur tetap: dT =0
T
U
dU = Q = dV =0
V
c
| |
c
|
c
\ .

T
U
dV 0 =0
V
c
| |
=
|
c
\ .

Hanya berlaku untuk gas ideal !!
Padat dan cair:

2
1
V
V
T
U
U = dV 0
V
c
| |
~
|
c
\ .
}

Untuk pendekatan: U =U(T)
Persamaan umum:
V
T
U
dU = C dT + dV
V
c
| |
|
c
\ .


Perubahan keadaan pada tekanan konstan: P
dU =Q P dV
2 2
1 1
U V
2
U 1 V
dU= Q- PdV c
} } }

30
U
2
U
1
=Q
P
P (V
2
V
1
)
Q
P
=(U
2
+P V
2
) (U
1
+P V
1
)
U =fungsi keadaan
PV =fungsi keadaan U +PV =fungsi keadaan: H U + PV
Q
P
=H
2
H
1

Q
P
=H U = ?
Q
uap
=H
uap

Q
fus
=H
fus

H =H (T, p)
P
T
H H
dH= dT+ dp
T p
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .

p: tetap dp = 0
P
P
H
dH =dQ = dT
T
c
| |
|
c
\ .

P
P
P
dQ H
= = C
dT T
c
| |
|
c
\ .

2
1
P
T
P
T
dH = C dT
H = C d T
}

P
T
H
dH = C dT + dp
p
| | c
|
c
\ .


31
Hubungan C
P
dan C
V

V
T
V
T
U
dU = C dT + dV
V
U
Q = C dT + dV + PdV
V
c
| |
|
c
\ .
c
| |
c
|
c
\ .

Untuk tekanan tetap: P = p

p v
T
U
Q =C dT+ p+ dV
V
:dT
( c
| |
c
|
(
c
\ .



P V
T p
U V
C =C + p +
V T
(
c c
| | | |
| | (
c c
\ . \ .



P V
T p
U V
C - C = p +
V T
( c c
| | | |
| | (
c c
\ . \ .


gas ideal:
U
0
V
T
c
| |
=
|
c
\ .

P V
p
P V
V
C - C =p
T
C - C =R
c
| |
|
c
\ .

padat dan cair: C
P
=C
V
?
32
Contoh Soal:
Berapa J oule perubahan energi internal dan perubahan
entalpi apabila 0,01 mol Cl
2
yang mengikuti
persamaan keadaan gas ideal dengan volume 300 mL
pada temperatur 27
o
C dikompresikan sampai
volumenya menjadi 150 mL dengan tekanan 1,7 atm ?
J elaskan transfer energi yang terjadi! C
v
gas Cl
2
=25,6
J .K
-1
.mol
-1
. Hitung kerja yang terlibat apabila tekanan
luar konstan, 2 atm.
33
Percobaan J oule Thomson






H = U + pV
dH = dU + pdV + Vdp

P V
T
T
H U
C dT+ dp = C dT+ p + dV+Vdp
dp dV
( | | c c
| |
| | (
\ .
\ .

T tetap:
T
T T
H U V
= p + +V
p V p
( | | | | c c c
| |
| | | (
c c c
\ .
\ . \ .

Padat dan Cair:
T
H
=V
p
| | c
|
c
\ .
?
Gas ideal:
T
H
=?
p
| | c
|
c
\ .

Contoh Soal:
Berapa J oule perubahan entalpi apabila air ditekan
secara isotermal sampai 100 atm?
p

p

t t
/ / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /

/ / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /
T
T
34
1
2
0
kr 1
v
v
kn 2
0
W = -P dV
W = -P dV
}
}

( )
total kr kn 1 1 2 2 2 2 1 1
W =W +W = -P -V -P V =-P V +PV

Q = ?

( )
2 1 2 2 1 1
U - U = Q + W = - P V - PV

2 2 2 1 1 1
U + P V = U + PV

2 1
H = H

Def :
JT
H
T
=
p
| | c
|
c
\ .

P
T
P
T
P
H T
P J T
T
H
dH = C dT + dp
p
H
0 = C dT + dp
p
T H
0 = C +
p p
H
= - C
p
| | c
|
c
\ .
| | c
|
c
\ .
| | | | c c
| |
c c
\ . \ .
| | c
|
c
\ .




35
Proses Adiabatik :
Q =0 c


dU = + W c


W = +U

dihasilkan kerja/ekspansi:
W=
energi turun
dikenai kerja/ kompresi:
W= +
energi naik

Gas ideal : V
dU =C dT

V
C dT = -PdV

ekspansi: perubahan (turun) energi mencapai harga
maks. P =p
(ekspansi adiabatik reversibel)
Kompresi: perubahan (naik) energi mencapai harga
min. P =p
(kompresi adiabatik reversibel)
V
V
C dT = -pdV
dV
C dT = -nRT
V



2 2
1 1
T V
V
T V
dT dV
C = -R
T V
} }



2 2
V
1 1
T V
C ln = -Rln
T V


36








( )
2 1
1 2
T V
ln = -1 ln
T V



-1 -1
1 1 2 2
1- 1-
1 1 2 2

1 1 2 2
TV = T V
T p = T p
pV = p V


Contoh Soal:

Berapa J oule perubahan energi internal, perubahan
entalpi dan kerja apabila 0,01 mol Cl
2
yang mengikuti
persamaan keadaan gas ideal dengan volume 300 mL
pada temperatur 27
o
C dikompresikan secara adiabatik
reversibel sampai volumenya menjadi 150 mL.



P V
P
V V
R = C - C
R C
= - 1 = -1
C C
37
Aplikasi hukum termodinamika pertama
Reaksi pada p konstanta.






H = H
1
+H
2
=Q
p
2


H = Q
p
=- eksotermik, panas mengalir ke lingkungan
H = Q
p
=+endotermik, panas diserap dari lingkungan
H : fungsi keadaan H= H
akhir
- H
awal


Proses reaksi: H
reaksi
=H
produk
- H
reaktan


Fe
2
O
3
(padat) +3 H
2
(gas) 2 Fe (padat) + 3 H
2
O

(cair)

H
r
=[2H (Fe pdt) +3H(H
2
O cair)] - [H (Fe
2
O
3
pdt) +3H(H
2
g)]

Entalpi pembentukan: pembentukan 1 mol senyawa dari
unsur-unsurnya.

H
2
g

+
2
1
O
2
g H
2
O cair

H
f
(H
2
O cair) =H(H
2
O cair) - [H(H
2
g) +
2
1
H(O
2
g)]
Reaksi diatas:
H
r
=3H
f
(H
2
O cair) - H
f
(Fe
2
O
3
pdt)
R P
adiabatik
H
1
=Qp
1
=0
H
2
=Q
p2

T, p T, p
T

, p
38
39
Reaksi pada V konstanta: Q
V
=U

R (T, V, p
awal
) P(T, V, p
akhir
)

H =U +pV H
akhir
=U
akhir
+p
akhir
V H
awal
=U
awal
+p
awal
V

H = U + (p
akhir

- p
awal
)V
gas ideal :
reaktan
awal
n RT
p =
V

produk
akhir
n RT
p =
V

H = U + n RT
Q
p
=Q
v
+n RT
Pada T tetap: Q
p
=Q
v
+RT n

Berapa n untuk reaksi:
Fe
2
O
3
(padat) +3 H
2
(gas) 2 Fe (padat) + 3 H
2
O

(cair)


Ketergantungan entalpi reaksi pada temperatur

H
0
reaksi
=H
0
hasil
- H
0
reaktan

d H
0
reaksi
=d H
0
hasil
- dH
0
reaktan

0
dH
dT
=
0 0
hasil reaktan
dH dH
-
dT dT


0
0 0
hasil reaktan
P P
dH
= C - C
dT


40
0
0
P
dH
=C
dT

0 0
P
dH = C dT

0
T
0
0
T
0
H
T
0 0
P
T
H
dH = C d T
} }

0
0
T
0 0 0
T T P
T
H - H = C dT
}

0
0
T
0 0 0
T T P
T
H = H + C dT
}

jika T cukup tinggi:
( )
0
P
C = f T


0 2 3
P
C = a + bT + cT + dT +.....

Contoh:
Fe
2
O
3
(pdt) +3H
2
(g) 2Fe (pdt) + 3H
2
O
0
P
C /(J/K.mol)
103,8 28,8 25,1 75,3
) 8 , 28 ( 3 8 , 103 ) 3 , 75 ( 3 ) 1 , 25 ( 2
0
+ = A
P
C

=85,9 J /K mol
385
0 0
385 298
298
H = H + 8 5 , 9 d T
}

=
0
298
H + 85,9 (385-298)




41
42
Panas pelarutan & pengenceran
X +n Aq X.n Aq H
pcl
=
HCl (g) +10 Aq HCl. 10 Aq H= -69,01 kJ /mol
HCl (g) +25 Aq HCl. 25 Aq H= -72,03 kJ /mol

HCl (g) +40 Aq HCl. 40 Aq H= -72,79 kJ /mol
HCl (g) +200 Aq HCl. 200 Aq H= -73,96 kJ /mol
HCl (g) + Aq HCl. Aq H= -74,85 kJ /mol

H tergantung pada jumlah solven
HCl (g).10 Aq +15 Aq HCl. 25 Aq H= -3,02 kj/mol

Panas pencampuran ?
Panas reaksi dalam larutan:
NaOH.Aq + HCl.Aq NaCl.Aq + H
2
O (c) H = -55,84 J
NaOH. x Aq +HCl.y Aq NaCl.(x+y)Aq + H
2
O (c) H = ?

Energi kristal:
Na
+
+Cl
-
NaCl
k
H = ?

Siklus (termokimia) Born Haber :
MX
k
I M
+
(g) +X
-
(g)
IV II H = 0
M
k
+
2
1
X
2
(g) III M(g) +X(g)

H
k
+E - I - H
sub
- H
x
+H
MX
=0

panas pengenceran
43
Siklus Carnot
Sadi Carnot (1824): energi termal (panas) kerja









U
sik
=0 =Q
sik
+W
sik

W
sik
=-Q
sik

Keadaan awal keadaan akhir hukum Tk 1
I T
1
p
1
V
1
T
1
p
2
V
2
U
1
=Q
1
+W
1
II T
1
p
2
V
2
T
2
p
3
V
3
U
2
= +W
2

III T
2
p
3
V
3
T
2
p
4
V
4
U
3
=Q
2
+W
3

IV T
2
p
4
V
4


T
1
p
1
V
1
U
4
= +W
4

W
sik
=W
1
+W
2
+W
3
+W
4

Q
sik
=Q
1
+Q
2
Q
1
danQ
2

-W
sik
=Q
1
+Q
2
berbeda tanda (+/ - )

J ika lebih dari dua langkah isotermal:
-W
sik
=Q
1
+Q
2
+Q
3
+......
Dengan sistem ini dimungkinkan W
sik
=+
J ika hanya ada satu reservoir panas: -W
sik
=Q
1
Ditinjau dari lingkungan: W
lingk
=-W
sistem

T
1
p
1
V
1

II: Ekspansi adiabatik rev.
T
1
p
2
V
2

p

III: kompresi isotermal rev.
T
2
p
3
V
3

T
2
p
4
V
4


IV: kompresi adiabatik rev.

I: Ekspansi isotermal rev.
(T
2
<T
1
)
V
44
Sehingga: W
lingk
=Q
1

Dalam hal ini Q
1
adalah panas yang ditransfer dari
reservoir panas dengan temperatur T
1
ke sistem (ditinjau
dari lingkungan nilai Q
1
adalah negatif)
Sehingga W
lingk
0
Hukum termodinamika 2:
Sistem yang dioperasikan dalam proses siklus dan hanya
dihubungkan dengan satu reservoir panas tidak mungkin
menghasilkan kerja di lingkungan.

Efisiensi mesin panas:
1
Wsik
=
Q

e <1
2
1
Q
= 1+
Q

T
1
>T
2
gas ideal:
2
1
T
= 1-
T


2
1
Q
:
Q
besaran yang dapat ditentukan dari kerja dan panas
yang mengalir ke lingkungan, hanya tergantung pada
temperatur.

Mesin Carnot : Q
0
pada t
0
t Q

Q pada t Q tergantung pada t
Def: temperatur termodinamika (theta)
Q = a
Siklus Carnot: W = a + Q
0
(t >t
0
)

45
jika t diturunkan sampai
0
(yang sesuai dengan t
0
)
siklus isotermal reversibel: W =0
0 = a
0
+Q
0
Q
0
=-a
0

W = a (
0
)
0
-
=

(bandingkan dengan gas ideal)


Efisiensi mesin panas:
2
1
Q
=1+
Q



2 L
1 H
T T
=1- =1-
T T

2
1

=1-


2 2 1 2
1 1 1 2
Q Q Q
+ = 0 + = 0
Q



Q
=0

c
}
siklus reversibel
| sifat keadaan.
Def:
rev
Q
dS
T
c


| dif.eksak

sik 3 1 2
1 2 3
Q Q Q Q
= + + +.......>0
T T T T
c
}

agar
sik
Q
> 0
T
c
}


46
Q: +untuk T rendah (panas diserap) mesin tidak
Q: - untuk T tinggi (panas) mungkin dibuat

Q
0
T
c
s
}

rev
Q
= 0
T
c
}

irr
Q
< 0
T
c
}

Pertidaksamaan Clausius:





2 1
rev irr
1 2
Q Q Q
= + < 0
T T T
c c c
} } }


2 2
irr
1 1
Q
- dS <0
T
c
} }




untuk sistem terisolasi: Q
irr
=0
dS >0
Entropi alam semesta naik terus!!!

Perubahan entropi S
Proses Isotermal, tekanan konstan:
rev
Q
S =
T

Q
rev
=Q
p
=H (terjadi pada keseimbangan fasa)
rev
irrev


1


2
i rr
Q
dS >
T
c

47
Penguapan:
vap
vap
b
H
S =
T

Pelelehan:
fus
fus
m
H
S =
T

Secara umum:
e
e
e
H
S =
T

Entropi sebagai fungsi T dan V: S =S (T,V)
S: fungsi keadaan:
V T
S S
dS = dT + dV
T V
c c
| | | |
| |
c c
\ . \ .

U =U (T,V)
V T
U U
dU = dT + dV
T V
c c
| | | |
| |
c c
\ . \ .


V
T
U
dU = C dT + dV
V
c
| |
|
c
\ .

Hukum Th 1 : rev
dU = Q -PdV c

rev
Q = dU + pdV c


rev
Q 1 P
= dU + dV
T T T
c


V
T
1 p
dS = dU + dV
T T
1 U p
= C dT + dV + dV
T V T
( c
| |
| (
c
\ .



V
T
C 1 U
dS = dT + p + dV
T T V
( c
| |
| (
c
\ .


Vol. konstan:
v
v
C S
=
T T
c
| |
|
c
\ .

v
C
dS = dT
T


48
Temp. Konstan:
T T
S 1 U
= p +
V T V
( c c
| | | |
| | (
c c
\ . \ .

kompleks
Turunkan kedua persamaan di atas terhadap V dan T
2 2
V
C S 1 1 U
= =
T V T V T V T
c c c
c c c c c

2 2
2
V T
S 1 P U 1 U
= + - p +
V T T T V T T V
( ( c c c c
| | | |
| | ( (
c c c c c c
\ . \ .


2 2
2
V T
1 U 1 p U 1 U
= + - p+
T V T T T V T T V
( ( c c c c
| | | |
| | ( (
c c c c c c
\ . \ .


T V
1 U p
p + =
T V T
(
c c
| | | |
| | (
c c
\ . \ .


pada temp. konstan:
T V
S p
=
V T
c c
| | | |
| |
c c
\ . \ .

V
V
C p
dS = dT + dV
T T
c
| |
|
c
\ .

def : koefisiensi ekspansi termal
p
1 V
=
V T
c
| |
|
c
\ .

koefisiensi kompresibilitas
T
1 V
= -
V p
| | c
|
c
\ .

hubungan siklik p,T,V:
V p
T
p T V
=-1
T V p
| | c c c
| | | |
| | |
c c c
\ . \ .
\ .

( )
V
p 1
- V) = -1
T .V
c
| | | |
| |
c
\ . \ .

49
V
p
=
T
c
| |
|
c
\ .

T
S
=
V
c
| |
|
c
\ .

V
C
dS = dT + dV
T

Entropi sebagai fungsi T dan p: S=S (T,p)
p
T
S S
dS = dT + dp
T p
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .

def: H U +pV
U H pV
dU =dH pdV Vdp
1 p
dS = dU + dV
T T

( )
1 p
= dH - pdV -Vdp + dV
T T


1 V
dS = dH - dp
T T

H =H (T,p)
p
T
H H
dH = dT + dp
T p
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .

p
T
H
= C dT + dp
p
| | c
|
c
\ .

p
T
1 H V
dS = C dT + dp - dp
T p T
(
| | c
(
|
c
\ .


50
p
T
C
1 H
dS = dT + -V dp
T T p
(
| | c
(
|
c
\ .


tek. konstan:

p
T
C
S
=
T T
c
| |
|
c
\ .

p
C
dS = dT
T

temp. Tetap:
T T
S 1 H
= -V
p T p
(
| | | | c c
(
| |
c c
\ . \ .

kompleks
Turunkan dua persamaan terakhir terhadap p dan T.
2 2
p
T
C
S 1 1 H
= =
T p T p T p T
c
| | c c
|
c c c c c
\ .

2 2
2
p
T
S 1 H V 1 H
= - - -V
p T T p T T T p
( (
| | c c c c
| |
( (
| |
c c c c c c
\ .
( \ .


2 2
2
p
T
1 H 1 H V 1 H
= - - -V
T p T T p T T T p
( (
| | c c c c
| |
( (
| |
c c c c c c
\ .
( \ .


p
T
H V
-V=-T
p T
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .

p
T
1 H V
-V =-
T p T
(
| | c c
| |
(
| |
c c
\ .
\ .


p
T
S V
=- =-V
p T
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .

p
p
C
V
dS = dT - dp
T T
c
| |
|
c
\ .

p
C
dS = dT - V d p
T

gas ideal, gas Van der Waals, padat, cairan?
51
Gas ideal:

v
C nR
dS = dT + dV
T V

2 2
1 1
T V
v
T V
C dV
S = dT + nR
T V
} }




jika C
v
tetap:

2 2
v
1 1
T V
S = C ln + nRln
T V
| | | |
| |
\ . \ .


p
C
nR
dS = dT - dp
T p


2 2
1 1
T p
p
T p
C
dp
S = dT - nR
T p
} }

jika C
p
tetap:

2 2
p
1 1
T p
S = C ln - nRln
T p
| | | |
| |
\ . \ .

gas V.d.W:

( )
2
a
p + V-b = RT
V
| |
|
\ .







52
Entropi Standar Gas I deal

Cp nR
dS = dT - dp
T p

Perubahan pada temperatur tetap: dT =0
nR
dS =- dp
p

0
p S
1atm
S
R
dS =- dp
p
} }

0
p
S - S =-Rln
1atm
| |
|
\ .

0
S - S = -Rlnp
p dalam satuan atm

0
S S
adalah entropi molar pada tekanan p relatif
terhadap tekanan 1 atm.













S
S S
0
1 2

ln p
2R

R

-R

-2R
1 2 3 4
p
S
0
53

Hukum termodinamika 3
Tinjau perubahan padatan pada tekanan tetap, temp<T
m

Zat Padat (OK, p) Zat Padat (T, p)

T
T 0
0
Cp
S = S - S = dT
T
}


T
T 0
0
Cp
S =S + dT
T
}

Cp =+ Entropi naik dengan naiknya temperatur
pada OK entropi mempunyai nilai paling rendah selalu
berlaku S
T
>S
0


1906: Teorema Nernst:
Dalam sembarang reaksi kimia yang hanya
melibatkan padatan kristal murni, perubahan
entropi adalah 0 pada 0 K.

1913: usul Planck:
S
o
=0 untuk setiap kristal ideal murni

Hukum Termodinamika ke 3:
Entropi setiap zat kristal ideal murni adalah 0
pada temperatur 0 absolut.


T
T
0
Cp
S = dT
T
}



54
Entropi zat cair (pada temperatur T
m
sampai dengan T
b
)


m
m
T
T
0 0 0
P f P
T
m 0 T
C (pdt) H C (cair)
S = dT + + dT
T T T
} }



Entropi gas (di atas temperatur T
b
)

b m
m b
T T
T
0 0 0 0
vap
P f P P
T
m b 0 T T
H
C (pdt) H C (cair) C (uap)
S = dT + + dT+ + dT
T T T T T
} } }


Perubahan entropi reaksi kimia

o
298,15
H = 0
untuk unsur-unsur yang merupakan bentuk
paling stabil pada 1 atm, 298,15 K

0
298,15
S 0 =


Reaksi pada 298,15 K:

Fe
2
O
3
(pdt) +3H
2
(g) 2Fe (pdt) + 3H
2
O

0 0 0
akhir awal
S = S -S

0 0 0 0 0
2 2 3 2
S = 2S (Fe) + 3S (H O) - S (Fe O )-3S (H )

55
56
0
298,15
S
berbagai unsur ada dalam tabel.
0
reaksi
S
=R(2x3,28 +3x8,4131 10,15 3x15,7041)
=R x (-25,82)
=-8,314 J .K
-1
.mol
-1
x 25,82
=-214,7 J .K
-1
.mol
-1


Reaksi pada temperatur T T
o
pada p tetap:

0 0 0
produk reaktan
S = S - S



d S
0
reaksi
=dS
0
produk
- dS
0
reaktan

0
dS
dT
=
0 0
produk reaktan
dS dS
-
dT dT


0
0
0
p
p
produk
reaktan
C
C
dS
= -
dT T T


0
0
p
C
dS
=
dT T

0
p
0
C
dS = dT
T

0
T
0
0
T
0
H 0
T
p
0
T
H
C
dS = d T
T
} }

57
0
0
0
T
p
0 0
T T
T
C
S - S = dT
T
}

0
0
0
T
p
0 0
T T
T
C
S = S + dT
T
}



Keseimbangan dan Spontanitas

rev
irr
TdS = Q
TdS > Q
c
c

secara umum :
TdS Q > c

TdS dU - W
-dU + W + TdS 0
> c
c >

W = -PdV + Wa c c

-dU -PdV - Wa +TdS 0 c >


Sistem terisolasi :
dU = 0

W=0 c

Q = 0 c


dS 0 >


/ / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /
/ /
/
T

Q c

T
/
/ /
/ / / / / / / / / / / / / / / / / / / / / /
58
rev

Q
dS =-
T
c

rev

Q
dS =
T
c

rev

1 1
dS = dS +dS = - Q
T T
| |
c
|
|
\ .

spontan :
dS > 0



1 1
- >0
T T
atau
T >T

kesetimbangan :
dS =0



T = T


Perubahan Keadaan pada Temperatur Konstan

( )
( )
( )
TdS dU -dW
d TS dU-dW
d TS dU -dW
d TS U -dW
>
>
>
>

def. : Energi bebas Helmholtz
A U - TS
(U dan S : fs keadaan

A : fs keadaan)

-dA -dW
-A -W
>
>


maksimum kerja yang dihasilkan dalam perubahan keadaan
pada tempat konstan sama dengan turunnya energi Helmholtz

Perubahan keadaan pada T,p tetap.
TdS dU -dW >

a
W = -pdV - W c c


( )
a
=-d pV - W c

59

( ) ( )
a
-dU - d pU + d Ts W > c


( )
a
-d U+pV-TS W > c

Def. Energi bebas Gibbs

G U + pV - TS
fs. keadaan.
a
a
-dG W
-G W
> c
>

Maksimum kerja yang dihasilkan (selain kerja pV) dalam
perubahan keadaan pd T,p tetap sama dengan turunnya energi
bebas Gibbs.
J ika tidak ada kerja lain kecuali kerja pV

a
W = 0 c


-dG 0
dG 0
>
s

Buktikan : pada proses P,T tetap
1.
G = A
jika hanya melibatkan pdt dan cair

G = A+nRT
jika melibatkan gas
2.
G = -nF
untuk proses pada sel elektrokimia

Pada perubahan keadaan dengan T,p tetap:

G = -
terjadi perubahan spontan (alamiah).

G = +
perubahan spontan kearah sebaliknya.

G = 0
sistem ada dalam kesetimbangan.

Batasan Kondisi spontanitas Kondisi kesetimbangan
Sistem terisolasi
dS = +

dS =0

T konstan
dA + W = - c

dA + W = 0 c

T, p konstan a
dG + W =- c
a
dG + W =0 c

a
W =0
T,V konstan
dA = -

dA = 0

a
W =0
T, p konstan
dG =-

dG =0

60
Persamaan-persamaan fundamental termodinamika
(untuk a
W =0 c
)

dU =TdS - pdV

H U + pV

A U - TS

G U +pV -TS

dH =dU + pdV +Vdp
dA = dU - TdS - SdT
dG =dU + pdV +Vdp - TdS - SdT


dU =TdS - pdV =TdS - pdV
dH =Vdp +TdS =TdS +Vdp
dG =-SdT +Vdp =-SdT +Vdp
dA=-pdV-SdT=-SdT-pdV

V
U
=T........
S
c
| |
|
c
\ .

Diferensial eksak
f(x,y)

dif. total:
f f
df = dx+ dy
x y
c c
c c

f
=M(x,y)
x
c
c

f
= N(x,y)
y
c
c


df =M(x,y)dx +N(x,y)dy

2
f M
=
x y y
c c
c c c

2
f N
=
y x x
c c
c c c

x
N
y
M
c
c
=
c
c
turunan silang dari persamaan:
df =Mdx + Ndy

persamaan diatas adalah dif. eksak jika dan hanya jika
y
x
M N
=
y x
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .
jika
M N
y x
c c
=
c c

persamaan dif. tidak eksak.


61

Persamaan-persamaan fundamental term. adalah eksak

berlaku turunan silang:


Hubungan termodinamika Maxwell:
S S
p
S
p
T
T V
T p
=-
V S
T V
=
p S
S V
- =
p T
S p
=
V T
c c
| | | |
| |
c c
\ . \ .
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .
c c
| | | |
| |
c c
\ . \ .



Untuk gas ideal: Buktikan hukum Boyle (perubahan
1
pV

pada T tetap) secara termodinamika.
J ika gas memenuhi persamaan
pV =RT +p

Tentukan
A A
dan
G A


Dua tabung berisi gas a dengan tekanan berbeda
dihubungkan melalui pipa yang dilengkapi kran.
Buktikan jika kran dibuka kesetimbangan dicapai pada
tekanan yang sama.


Penentuan koef. J oule-Thomson

P J T
T
H
C = -
p
| | c
|
c
\ .

62

dH = TdS +Vdp

T T
H S
=T +V
p p
| | | | c c
| |
c c
\ . \ .

p
T
S V
=-
p T
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .


p
V
=-T +V
T
c
| |
|
c
\ .

p
1 V
=
V T
c
| |
|
c
\ .


=-TV + V
=V(1- T)

p J T
C = V(T -1)


Temp. Inversi: JT
= 0

inv
T -1 = 0



Sifat-sifat G


p
T
dG =-SdT +Vdp
G G
dG = dT + dp
T p
| | c c
| |
| |
c c
\ .
\ .


p
G
=-S
T
c
| |
|
c
\ .

T
G
= V
p
| | c
|
c
\ .


untuk zat murni :
0 0
p G
G p =1atm
dG = Vdp
} }


0
p
0
p
G =G (T) + Vdp
}


63
padat dan cair :
0 0
1
G (Tp) = G (T) +V(p-p )


gas (ideal) :
0
p
0
p
nRT
G = G (T) + dp
p
}


0
0
G G (T) patm
= + RTln
n n 1atm
= (T) + RTlnp
| |
|
\ .



Persamaan Gibbs-Helmholtz
1
R(V )


2
P(V )


2 1
A = A -A


2 1
2 2
V V
A A A
= -
T T T
c c c
| | | |
| |
c c c
\ . \ .


2 1
=-S +S = -S


U - A
S =
T


1 2
V ,V
A A - U
=
T T
c
| |
|
c
\ .


p
G G - H
= -S =
T T
c
| |
|
c
\ .


p
G G - H
=
T T
c
| |
|
c
\ .


( )
2
G
1 G 1
T
= - G
T T T T
| |
c
c
| |
|
|
|
c c
\ .
|
\ .

64

2 2
TS +G H
=- =-
T T


( )
2
G
H
T
= -
T T
| |
c
|
|
c
|
\ .


( )
( )
p
G
T
= H
1
T
| |
c
|
|
| c
\ .



Perubahan Energi Gibbs Rreaksi Kimia

G =G(keadaan)

G
0
proses
=G
0
akhir
- G
0
awal

G
0
reaksi
=G
0
hasil
- G
0
reaktan

G
0
reaksi
=
0
f,hasil
G
-
0
f,reaktan
G


G
0
reaksi
={3G
f
(H
2
O cair) +2G
f
(Fe pdt)} {G
f
(Fe
2
O
3
pdt) +
G
f
(H
2
gas)}

65







66
Keseimbangan Fasa

Diagram fasa air











Diagram Isotermal CO
2



















67
Persamaan Clapeyron

G
=
n

G
d =d
n
| |
|
\ .

Keseimbangan fasa

dan

pada temp. T dan tek. P



T =f(p)

p =f(T)

syarat keseimbangan :
(T,p) = (T,p)

T T +dT
p p = dp

+ d

Keseimbangan pada
T +dT
,
p +dp
:

(T,p) +d = (T,p) +d


d = d


Persamaan fundamental :
dG = -SdT + Vdp


G S V
d =- dT + dp
n n n
d = -SdT +Vdp
| |
|
\ .



-S dT +V dp =-S dT +V dp



(S -S )dT =(V -V )dp


SdT = Vdp


dT V
=
dp S

dp S
=
dT V

pada keseimbangan, p tetap :
H
S =
T

dp H
=
dT TS


68
Keset. padat-cair :
2
1
p
Tm
fus
fus
p Tm
H dT
dp =
V T
} }


f
2 1
f
H Tm'
p -p = ln
V Tm


Tm' Tm+Tm'-Tm Tm'-Tm Tm'-Tm
Tm'-Tm<<ln =ln =ln 1+
Tm Tm Tm Tm
| | | |
| |
\ . \ .

f
f
H T
p =
V Tm

Keseimb. Padat-gas/ cair-gas: sub uap
(H /H )


g
dp H
=
dT
T(V -V)

jika gas bersifat ideal :
g
g
RT
V -VV =
p


g
0 0
p T
2
p T
dp H
= dT
p RT
} }


0 0
p H 1 1
ln = - -
p R T T
| |
|
\ .

atm p 1
0
=

0
H H
lnp = -
RT RT


Bagaimana hubungan p-T jika
H = +T
?






69
Pendekatan dengan persamaan Gibbs-Helmholtz

2 C 2 g
H O H O

T,p T,p

Proses ditinjau dalam 3 tahap :
i. 2 C 2 C eq
(T,p) (T,p )

ii. 2 C eq 2 g eq
(T,p ) (T,p )

iii. 2 g eq 2 g
(T,p ) (T,p)

eq
p
I c
p
G = V dp
}

II
G = 0

eq
p
III g
p
G = V dp
}

eq eQ
p p
g C
p p
G = (V -V )dp = Vdp
} }


gas bersifat ideal :
eq
p
G = RTln
p


eq
eq
G p
= Rln = Rlnp-Rlnp
T p

untuk p tetap :
( )
eq
G
dlnp
T
=-R
T T
c
c c


eq
2
dlnp
H
+ =+R
T dT

2
dp H
= dT
p RT

70
SI STEM TERBUKA (J UMLAH MOL BERUBAH)

Untuk sistem dengan jumlah mol tetap, perubahan energi
bebas Gibbs dapat dinyatakan dengan:

dG = -SdT + Vdp

J ika sistem berisi campuran komponen 1, 2, 3, .........
dengan jumlah mol masing-masing n
1
, n
2
, n
3
, ..........
dimana jumlah mol masing-masing dapat berubah,
maka:
G = G(T, p, n
1
, n
2
, n
3
, ........ )

... .......... dn
n
G
dn
n
G
dp
p
G
dT
T
G
dG
2
n p, T,
2
1
n p, T,
1
n T,
n p,
j j i
i
+
|
|
.
|

\
|
c
c
+
|
|
.
|

\
|
c
c
+
|
|
.
|

\
|
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
=

J ika semua n konstan, dn
1
= 0 dn
2
= 0 .................

dp
p
G
dT
T
G
dG
i
i n T,
n p,
|
|
.
|

\
|
c
c
+
|
.
|

\
|
c
c
=


dG = -SdT + Vdp
maka:

S =
|
.
|

\
|
c
c
i
n p,
T
G

V
p
G
i
n T,
=
|
|
.
|

\
|
c
c
dan
i
n T,
i

n
G
j
=
|
|
.
|

\
|
c
c

sehingga:
dG =-SdT +Vdp +
1
dn
1
+
2
dn
2
+..............
dG = -SdT + Vdp +
i
dn
i

J ika T dan p konstan, maka: dG =
i
dn
i

71
Tinjau perubahan sistem berikut:

Awal Akhir
Kondisi T,p T,p
Senyawa/komponen 1 2 3 4 1 2 3 4
J umlah mol n
1
n
2
0 0 0 0 n
3
n
4

Energi bebas Gibbs G =0 (=G*) G =G

Perubahan energi bebas Gibbs untuk perubahan di atas:
} }
=
G
* G
n
* n
i i
i
i
dn dG

G G* =
i
(n
i
n
i
*)
G = n
i

i
(hk aditif)
dG = (n
i
d
i
+
i
dn
i
)
Karena pada T dan p tetap: dG =
i
dn
i

Maka: n
i
d
i
= 0

Untuk sistem 2 komponen (pers. Gibbs Duhem):

n
1
d
1
+ n
2
d
2
= 0


Persamaan fundammental termodinamika
(dg berubahnya jumlah mol):

dG = SdT + Vdp +
i
dn
i

dA = SdT pdV +
i
dn
i

dU = TdS pdV +
i
dn
i

72
dH = TdS + Vdp +
i
dn
i


I nterpretasi
i
dalam variabel lain:

j
n p, T,
i
i
n
G

|
|
.
|

\
|
c
c
=

j
n V, T,
i
i
n
A

|
|
.
|

\
|
c
c
=

j
n p, S,
i
i
n
H

|
|
.
|

\
|
c
c
=



j
n V, S,
i
i
n
U

|
|
.
|

\
|
c
c
=

j
n p, H,
i
i
n
S
T
|
|
.
|

\
|
c
c
=

j
n V, U,
i
i
n
S
T
|
|
.
|

\
|
c
c
=


J adi potensial kimia dapat digunakan untuk menentukan
perubahan berbagai variabel termodinamika


Energi Gibbs Pencampuran

Tinjau proses pencampuran 3 komponen murni pada
temperatur dan tekanan tetap T,p

n
1
n
2
n
3
N =n
1
+n
2
+n
3


G
awal
=G
1
o
+G
2
o
+G
3
o
=n
1

1
o
+n
2

2
o
+n
3

3
o
= n
i

i
o


G
akhir
=G
1
+G
2
+G
3
=n
1

1
+n
2

2
+n
3

3
= n
i

i


AG
camp
=G
akhir
G
awal
=n
1
(
1

1
o
) +n
2
(
2

2
o
) +n
3
(
3

3
o
)
= n
i
(
i

i
o
)

Untuk komponen murni: dG =SdT +Vdp
73
Pada kondisi T tetap:
} }
=
G
G
p
p
o o
Vdp dG

Untuk gas ideal:
}
+ =
p
p
o
o
dp
p
nRT
(T) G G(T)


o
o
p
p
RTln
n
(T) G
n
G(T)
+ =

J ika p
o
=1 atm: (T) =
o
(T) +RT ln p

i
(T) =
i
o
(T) +RT ln p
i

Untuk gas nyata: (T) =
o
(T) + RT ln f
p
i
=x
i
p, maka:
i
(T) =
i
o
(T) +RT ln p +RT ln x
i


i
(T,p) =
i
o
(T,p) +RT ln x
i


i
(T,p)
i
o
(T,p) =RT ln x
i


i

i
o
=RT ln x
i

Sehingga: AG
camp
= n
i
(
i

i
o
) = n
i
(RT ln x
i
)
AG
camp
=RT n
i
ln x
i

n
i
=x
i
n, maka: AG
camp
=nRT x
i
ln x
i


Entropi Pencampuran Gas I deal

dG =SdT +Vdp
S
T
G
i
n p,
=
|
.
|

\
|
c
c

i i
i
n p,
awal
n p,
akhir
n p,
camp
T
G
T
G
T
G
|
.
|

\
|
c
c

|
.
|

\
|
c
c
=
|
|
.
|

\
|
c
c

= (S
akhir
S
awal
) = AS
camp

i i
n p,
camp
lnx x nR
T
G
S
i
=
|
.
|

\
|
c
c
=


74
Entalpi Pencampuran Gas I deal

AG =AH TAS

AG
camp
=AH
camp
TAS
camp


Untuk gas ideal: nRT x
i
ln x
i
=AH
camp
+T nR x
i
ln x
i


H
camp
=0
AG
camp
= TAS
camp


Volume Pencampuran

dG =-SdT +Vdp
camp
n T,
camp
V
p
G
A =
|
|
.
|

\
|
c
A c

Untuk gas ideal:
( )
0
p
x ln x nRT
V
n T,
i i
camp
=
|
|
.
|

\
|
c
c
= A


Potensial (Afinitas ) Reaksi

Tinjau reaksi kimia:
aA +bB eE +fF
f
dn
e
dn
b
dn
a
dn
F E B A
+ = + = =

dn
A
=-ad, dn
E
=+ed,
dn
B
=-bd, dn
F
=+fd,

, =derajat perkembangan reaksi (berbanding langsung dengan waktu)
sehingga: d menentukan kenaikan reaksi

75
Reaksi kimia identik dengan campuran multi komponen
dG = SdT + Vdp +
i
dn
i


dG =SdT +Vdp
A
dn
A

B
dn
B
+
E
dn
E
+
F
dn
F


dG =SdT +Vdp +(e
E
+f
F
a
A
b
B
) d,

Pada T, p tetap: dG =(e
E
+f
F
a
A
b
B
) d,
B A F E
b - a - f e
d
dG
+ =

i i
i
reaktan i i produk i i
) ( - ) (
d
dG
E
= E E =

d
dG
A =

d sebesar reaksi nya berkembang dg Gibbs bebas energi perubahan


d
dG
=

awal akhir reaksi
G G G
d
dG
= A =


-
d
dG
=

reaksi spontan
+ =
d
dG
reaksi tidak spontan
0
d
dG
=

reaksi dalam keseimbangan



G sebagai fungsi
G

= n
i

i

G = n
i
(
i
o
+
i

i
o
)
G = n
i

i
o
+ n
i
(
i

i
o
)
76
G
reaksi
= G
murni
AG
camp

















Dengan cara yang sama dapat diperoleh:

dU =TdS pdV +Ad,
dH =TdS +Vdp +A d,
dG =SdT +Vdp +A d,
dA =SdT pdV +A d,

Potensial reaksi:

p T,
G

|
|
.
|

\
|
c
c
= A


V T,
A

|
|
.
|

\
|
c
c
= A


p S,
H

|
|
.
|

\
|
c
c
= A


V S,
d
dU

|
|
.
|

\
|
= A


p H,
d
dS
T
|
|
.
|

\
|
= A

V U,
d
dS
T
|
|
.
|

\
|
= A



0
0
G
0
d
dG
=


,
,
tinggi
,
rendah

,
eq

AG
camp

G
reaksi

G
murni

0
d
dG
<


0
d
dG
>


77

Keseimbangan Kimia

MnO
2
+4 HCl MnCl
2
+2 H
2
O +Cl
2

u
1
A
1
u
2
A
2
u
3
A
3
u
4
A
4
u
5
A
5


u
i
A
i
=0

aA +bB eE + fF
n
A
=n
A
o
a, n
E
=n
E
o
+e,
n
B
=n
B
o
b, n
F
=n
F
o
+f,
Untuk mengevaluasi apakah reaksi spontan atau seimbang:

p T,
d
dG

|
|
.
|

\
|
= A

atau A d, =dG s0 ?
- reaksi kimia spontan jika potensial reaksi (A) negatif, yang
berarti reaksi ke kanan (d, > 0)
- reaksi kimia tidak spontan jika potensial reaksi (A) positif,
yang berarti reaksi ke kiri (d, < 0)
- reaksi kimia dalam keseimbangan jika potensial reaksi (A)
sama dengan 0.

Reaksi Simultan:
1. CO + O
2
CO
2

2. CO
2
+H
2
CO +H
2
O
dn
CO
=d,
1
+d,
2

dn
CO
2
=+d,
1
d,
2

dn
H
2
= d,
2

dn
H
2
O
=+d,2
dn
O
2
=d,
1


78
dG =SdT +Vdp +
i
dn
i

dG =SdT +Vdp +A
1
d,
1
+A
2
d,
2

A
1
=
CO
2

CO
()
O
2

A
2
=
CO
+
H
2
O

CO
2

H
2


2
p, T,
1
1
d
dG

|
|
.
|

\
|
= A

1
p, T,
2
2
d
dG

|
|
.
|

\
|
= A

Spontan jika: dG =dG
1
+dG
2
=A
1
d,
1
+A
2
d,
2
< 0


KESEI MBANGAN KIMIA GAS I DEAL

i
(T) =
i
o
(T) +RT ln p
i


aA +bB eE +fF

AG =(e
E
o
(T) +eRT ln p
E
) +(f
F
o
(T) +fRT ln p
F
)
(a
A
o
(T) +aRT ln p
A
) - (b
B
o
(T) +bRT ln p
B
)
= (e
E
o
(T) +f
F
o
(T)) (a
A
o
(T) +b
B
o
(T))
+(eRT ln p
E
+fRT ln p
F
) (aRT ln p
A
+bRT ln p
B
)
=AG
o
+RT{(e ln p
E
+f ln p
F
) (a ln p
A
+b ln p
B
)}
|
|
.
|

\
|
+ =
b
B
a
A
f
F
e
E
o
p p
p p
ln RT G G

G = G
o
+ RT ln Q
p

Pada kondisi keseimbangan: AG = 0

|
|
.
|

\
|
=
eq
b
B eq
a
A
eq
f
F eq
e
E o
) (p ) (p
) (p ) (p
ln RT G

79
G
o
= RT ln K
p

o
=(T) AG
o
= G(T) K
p
= K(T)

Konstanta Keseimbangan K
x
dan K
c


K
x
=konstanta keseimbangan reaksi dalam mol fraksi
K
c
=konstanta keseimbangan reaksi dalam mol/liter
p
i
=x
i
p
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
eq
b
eq
a
eq
f
eq
e
eq
b
B eq
a
A
eq
f
F eq
e
E
eq
b
B eq
a
A
eq
f
F eq
e
E
p
) (p ) (p
) (p ) (p
.
) (x ) (x
) (x ) (x
) (p ) (p
) (p ) (p
K

K
p
= K
x
p



p
i
=(n
i
RT/V) =(n
i
/V) (RT) =c
i
RT

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
b a
f e
eq
b
B eq
a
A
eq
f
F eq
e
E
eq
b
B eq
a
A
eq
f
F eq
e
E
p
(RT) (RT)
(RT) (RT)
.
) (c ) (c
) (c ) (c
) (p ) (p
) (p ) (p
K

K
p
= K
c
(RT)


c =mol/L
R =0,0820568 L.atm/mol.K
K =K(T)

80
Energi Bebas Gibbs Pembentukan

Konvensi:
o
(H
2
, g) =0
o
(Br
2
, l) =0
o
(S, rombis) =0

C (grafit) + O
2
(gas) CO (gas)
G
o
f
=
o
(CO, gas) {
o
(C, grafit) +
o
(O
2
, gas)}
G
o
f
=
o
(CO, gas)
Energi bebas Gibbs pembentukan =energi bebas Gibbs molar

Penentuan G
o


AG
o
dapat ditentukan dengan pengukuran p, V dan T
Contoh 1:
N
2
O
4
(gas) 2NO
2
(gas)
Perkembangan reaksi ,
u
i
1 +2
jumlah mol:
awal n
o
0
pada keseimbangan n
o
,
e
0 +2,
e

total pada keseimbangan n =n
o
+,
e

mol fraksi
e
o
e
o
n
n


e
o
e
n
2

+

fraksi terdisosiasi
e
e
1
1
+


e
e
1
2
+

(
e
=,
e
/n
o
)
tekanan parsil
p
1
1
e
e
|
|
.
|

\
|
+


p
1
2
e
e
|
|
.
|

\
|
+

(p
i
=x
i
p)
81
|
|
.
|

\
|
+

|
|
.
|

\
|
+
= = p
1
1
/ p
1
2
/p p K
e
e
2
e
e
O N
2
NO p
4 2 2

|
|
.
|

\
|

= p
1
4
2
e
2
e

J ika gas bersifat ideal: pV =nRT
n = (1 +
e
) n
o

pV = (1 +
e
) n
o
RT
Setelah p, V dan T diukur,
e
, Kp dan G
o
dapat ditentukan
4p K
K

p
p
e
+
=


J ika: p 0 maka
e
1
p maka
e
0
Cocok dengan prinsip Le Chaterlier

Contoh 2:

N
2
(g) + 3H
2
(g) 2NH
3
(g)
Perkembangan reaksi ,
u
i
1 3 +2
jumlah mol:
awal 1 3 0
pada keseimbangan 1

,
e
3 3,
e
2,
e

total pada keseimbangan 4

2,
e

mol fraksi
) 2(2
1
e
e


) 2(2
) 3(1
e
e


) 2(2
) 2
e
e


82
tekanan parsil
p
) 2(2
1
e
e


p
) 2(2
) 3(1
e
e


p
) 2(2
) 2
e
e


(p
i
=x
i
p)
3
H N
2
NH p
) p )( /(p ) p ( K
2 2 3
=

2
2
e
e e
p
p ) (1
) (2
27
16
K
)
`


=

J ika x salah satu komponen di atas diketahui, maka ,
e
, K
p

dan AG
o
dapat ditentukan.


Konstanta Keseimbangan Sebagai Fungsi Temperatur

G = G
o
+ RT ln Q
p

Pada kondisi keseimbangan: AG = 0

|
|
.
|

\
|
=
eq
b
B eq
a
A
eq
f
F eq
e
E o
) (p ) (p
) (p ) (p
ln RT G

G
o
= RT ln K
p

|
|
.
|

\
|
+ =
) )(p (p
) )(p (p
ln RT Kp ln RT G
b
B
a
A
f
F
e
E


) )(p (p
) )(p (p
ln Kp ln RT G
b
B
a
A
f
F
e
E
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=

Reaksi spontan jika AG < 0

o
=(T) AG
o
= G(T) K
p
= K(T)
83

AG
o
= RT ln K
p

/RT G
p
o
e K

=

ln K
p
= AG
o
/RT
dT
T
G
d
R
1
dT
dlnK
o
p
|
|
.
|

\
|
=

2
o
o
T
H
dT
T
G
d
=
|
|
.
|

\
|
sehingga
2
o
p
RT
H
dT
dlnK
A
=

dT
RT
H
dlnK
2
o
p
A
=

} }
=
T
T
2
o
K
) (K
p
o
p
o p
dT
RT
H
dlnK

|
|
.
|

\
|

A
=
o
o
o p p
T
1
T
1
R
H
) ln(K lnK


KESEI MBANGAN FASA

dG =SdT +Vdp
dp
n
V
dT
n
S

n
G
d + =

dp V dT S d + =

84
S
T

p
=
|
.
|

\
|
c
c

V
p

T
=
|
|
.
|

\
|
c
c


Keseimbangan fasa pada p tetap

padat
p
padat
S
T

=
|
|
.
|

\
|
c
c

cair
p
cair
S
T

=
|
.
|

\
|
c
c

gas
p
gas
S
T

=
|
|
.
|

\
|
c
c

padat cair gas
S S S > >>

















T
m
T
b

cair
padat
gas
T
85
Diagram fasa (sebagai fungsi T dan p) air















Diagram fasa CO
2
















86
Keseimbangan 2 fasa: fasa dan fasa

(T,p) =

(T,p)
T =T(p) dan p =p(T)
J ika p berubah menjadi p+dp, maka:
T berubah menjadi T+dT, dan berubah menjadi +d

(T,p) +d

(T,p) +d

= d


dp V dT S dp V dT S

+ = +

)dp V V ( )dT S S (

=

S
V
dp
dT
=

V
S
dT
dp
=

Keseimbangan padatcair:
AG =AH TAS
Pada keseimbangan AG =0, sehingga AS =AH/T
f
f
V
S
dT
dp
=

dT
V T
H
dp
f
f
A
=

} }
=
'
m
m
2
1
T
T
f
f
p
p
T
dT
V
H
dp

m
'
m
f
f
1 2
T
T
ln
V
H
p p =

|
|
.
|

\
|
+
=
m
m
'
m m
f
f
1 2
T
T T T
ln
V
H
p p

87
|
|
.
|

\
|

+ =
m
m
'
m
f
f
1 2
T
T T
1 ln
V
H
p p

1
T
T T
m
m
'
m
<<

maka
m
m
'
m
m
m
'
m
T
T T
T
T T
1 ln

~
|
|
.
|

\
|

+

m
m
f
f
1 2
T
T

V
H
p p
A
=


Perkiraan perubahan titik leleh dengan berubahnya tekanan:
T
H
S S S
f
padat cair f
= =
dengan nilai 825 J /K.mol
padat cair f
V V V = A
dengan nilai (+/)110 cm
3
/mol
atm/K 40 Pa/K 4x10
/mol m 4x10
J /K.mol 16
V
S
dT
dp
6
3 6
f
f
~ ~ ~ =


Keseimbangan padatgas dan cairgas:
) V V (
1
T
H
V
S
dT
dp
cair gas

= =

p
RT
V V V
gas cair gas
= ~

2
T
p
R
H
dT
dp
=

} }
=
T
T
2
p
p
o o
T
dT
R
H
p
dp

88
RT
p
T
H
dT
dp
=

} }
=
T
T
2
p
p
o o
T
dT
R
H
p
dp

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
o o
T
1
T
1
R
H
p
p
ln

J ika T
o
adalah titik didih pada p
o
=1 atm, maka:
|
|
.
|

\
|
=
o
T
1
T
1
R
H
p ln

di mana p dalam satuan atm.

Perkiraan perubahan tekanan dengan berubahnya temperatur:

Cair >Gas
T
H
S S S
vap
cair gas vap
= =
dengan nilai 90 J/K.mol
cair gas vap
V V V = A
dengan nilai 20.000 cm
3
/mol
atm/K 4 0 , 0 Pa/K 4000
/mol m 0,02
J /K.mol 90
V
S
dT
dp
3
vap
vap
~ ~ ~ =


Padat>Gas
T
H
S S S
sub
padat gas sub
= =

padat gas sub
V V V = A

89
vap f sub
H H H + = A

vap sub
H H > A

vap
dT
dp
dT
dp
sub
|
.
|

\
|
>
|
.
|

\
|


EFEK GAS LAI N TERHADAP TEKANAN UAP








Cair




P) (T, p) (T,
cair uap
=


p=f(P)
pada temperatur tetap, turunan terhadap P:
T
cair
T
T
uap
P

P
p
p

|
.
|

\
|
c
c
=
|
.
|

\
|
c
c
|
|
.
|

\
|
c
c


Berdasarkan persamaan fundamental:
Uap +gas lain

P =p
uap
+p
gas lain

Cair
90
cair
T
uap
V
P
p
V =
|
.
|

\
|
c
c
atau
uap
cair
T
V
V
P
p
=
|
.
|

\
|
c
c


J ika uap merupakan gas ideal:
dP V dp
p
RT
cair
=


} }
=
P
p
cair
p
p
o o
dP V
p
dp
RT

) p (P V
p
p
RTln
o
cair
o
=
|
|
.
|

\
|



91
ATURAN FASA

J ika dalam sistem terdapat 1 komponen dalam
1 fasa gas ideal berlaku:
pV = nRT atau
RT V p =

Dalam persamaan ini ada 3 variabel: p,
V
, dan T
J ika 2 variabel nilainya diketahui, nilai variabel ke
3 dapat dihitung dari persamaan di atas. Kondisi
ini disebut mempunyai:
2 derajat kebebasan atau bivarian

Jika dalam sistem terdapat 2 fasa ( dan )dalam
keseimbangan, berlaku:

(T,p) =

(T,p)

Dalam keseimbangan 2 fasa, jika nilai salah satu
variabel diketahui, nilai variabel lainnya tertentu.
Kondisi ini disebut mempunyai:
1 derajat kebebasan atau univarian

Jika dalam sistem terdapat 3 fasa ( , dan )
dalam keseimbangan, berlaku:

(T,p) =

(T,p) =

(T,p)

92
Kondisi ini sudah tertentu untuk setiap zat, dan
disebut:
tidak mempunyai derajat kebebasan
atau invarian

J umlah derajat kebebasan = jumlah variabel
jumlah persamaan


Untuk sistem berisi 1 komponen

J umlah fasa dalam sistem 1 2 3
Derajat kebebasan 2 1 0


J ika dalam sistem terdapat C komponen dan P fasa

J umlah variabel:
Macam variabel Total variabel
Temperatur dan tekanan
(Bagaimana dengan volum ?)
2
Variabel komposisi: C mol fraksi utk
setiap fasa
PC
J umlah total variabel
PC + 2

J umlah persamaan:
Macam persamaan Total persamaan
Dalam setiap fasa terdapat hubungan mol
fraksi: x
1
+x
2
+x
3
+.......... =1
P
Pada kondisi keseimbangan berlaku:

=......... =
i
P

C(P -1)
93
sehingga dalam setiap komponen
terdapat P-1 persamaan

J umlah total persamaan
P + C(P 1)

J umlah derajat kebebasan = jumlah variabel
jumlah persamaan
F = (PC + 2) (P + C(P 1))
F = C P + 2

Masalah Komponen

Ada berapa komponen untuk system berisi 3 senyawa berikut?
PCl
5
PCl
3
+Cl
2


Ada berapa komponen untuk system berisi n senyawa berikut?
H
2
O + H
2
O (H
2
O)
2

H
2
O + (H
2
O)
2
(H
2
O)
3
.
.
.
.
.
.
H
2
O + (H
2
O)
n-1
(H
2
O)
n


Ada berapa komponen untuk system berisi campuran berikut?
CaCO
3
, CaO dan CO
2


Ada berapa komponen untuk system berisi campuran berikut?
H
2
O, O
2
dan H
2



94
Soal:
Tekanan uap dietil eter adalah 100 Torr pada -11,5
o
C dan 400
Torr pada 17,9
o
C. Hitung
a. panas penguapan
b. titik didih normal dan titik didih di pegunungan yang
mempunyai tekanan 620 Torr
c. entropi penguapan pada titik didih normal
d. G
o
penguapan pada 25
o
C